Anda di halaman 1dari 43

PROSES INDUSTRI KIMIA 2 INDUSTRI ETYLEN OKSIDA (C2H4O)

Disusun Oleh : Fe !i"n#i M"$"%%"h &'(( )&4& &)(* Kel"s 4 K+

D,sen Pe- i- in. I!/ E!lin"$"#i0 M/T

JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG 2013

+A+ II +AHAN KIMIA DARI SENYA1A C2 II/)/ INDUSTRI ETYLEN OKSIDA (C2H4O) 2/)/(/ PENDAHULUAN Etilen Oksida yang disebut juga oxirane atau epathane adalah senyawa organik dengan rumus C2H4O. Etilen oksida adalah senyawa yang reaktif, biasanya reaksinya dimulai dari terbakarnya struktur in in dan umumnya bersifat eksothermis.Etilen oksida !ni adalah eter siklik. !ni berarti bahwa ia terdiri dari 2 kelompok alkil yang terikat pada atom oksigen dalam bentuk siklik "melingkar#. $udah terbakar di atas suhu %&,' ( ) "&*,+ ( C# gas ini tidak berwarna dengan bau yang manis samar,samar, in in beranggota tiga terdiri dari dua karbon dan satu atom oksigen. -arena struktur molekul khusus, etilen oksida dengan mudah berpartisipasi dalam reaksi samping itu, membuka siklus, dan dengan demikian mudah berpolimerisasi. Etilen oksida adalah isomerik dengan asetaldehida. Etilen Oksida pertama kali disintesis atau ditemukan oleh .urt/ tahun &0%1 dan kemudian dikenal dengan proses klorohidrin. 2roduksi pertama etilen oksida se ara komersial dimulai tahun &1&4 hingga sekarang. 3ahun &1'&, 4efort mengembangkan proses oksidasi langsung yang menggeser keberadaan proses klorohidin hingga sekarang. Hampir semua industri menghasilkan etilen oksida menggunakan metode ini. 5iasanya Etilen oksida digunakan untuk sterilisasi pada proses melestarikan rempah, rempah. Etilen oksida banyak digunakan dalam industri kimia dan farmasi. 6e ara langsung Etilen Oksida digunakan sebagai bahan desinfektan yang efektif dan banyak digunakan untuk keperluan rumah tangga. 5idang kedokteran biasa memanfaatkan Etilen Oksida untuk mensterilkan peralatan,peralatan bedah, plastik dan alat,alat lain yang tidak tahan panas yang tidak dapat disterilkan dengan uap. 7alam bidang industri, penggunaan

Etilen Oksida juga ukup luas. 7eri8atif etilen oksida banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan detergen, kosmetik, farmasi dan sebagainya. 2/)/2/ SIFAT FISIKA DAN KIMIA +AHAN +AKU DAN PRODUK 2.'.2.&. 6ifat )isika dan -imia 5ahan 5aku a. Oksigen "O2# 6ifat fisik 9umus molekul 5erat molekul 2enampilan 7ensitas 3itik lebur 3itik didih 3itik kritis -alor peleburan -alor penguapan -apasitas kalor 6ifat kimia &. $empunyai elektron terluar sebanyak > elektron dengan biloks 2. $empunyai 2 alotrop, yaitu gas oksigen "O2# dan o/on "O'#. '. $engalami reaksi oksidasi dengan sebagian besar unsur membentuk senyawa oksida " ontoh: Aa2O#, peroksida " ontoh: Aa2O2#, superoksida " ontoh: AaO2#, dan senyawa,senyawa karbon. 4. $empunyai energi ionisasi sebesar &4,% k?;mol. %. $empunyai nilai keelektronegatifan sebesar ',*. : O2 : '2,* gr;mol : gas tidak berwarna, airan berwarna biru pu at : "*<C= &*&,'2% k2a# &,421 g;l : %4,'> -, ,'>&,02<), ,2&0,+1<C, : ,21+,'&<), &02,1%<C, 1*,2* -, : &%4,%1 -, %,*4' $2a : *,444 k?;mol : >,02 k?;mol : 21,'+0 ?;"mol@-#

b. Etilen "C2H4) Si2"# 2isi3 9umus molekul 5erat molekul : C2H4 : 20,*% gr;mol

7ensitas 3itik leleh 3itik didih 3emperatur kritis -elarutan dalam air -elarutan dalam etanol 5atas ledakan

: &,&+0 kg;m' pada &% oC : ,&>1,2 oC, &*4,* -, ,2+2,> o) : ,&*',+ oC, &>1,% -, ,&%4,+ o) : 1,1<C, 20',*> o: ',% mg;&** ml pada &+ oC : 4,22 mg;4 : 3erendah 'B dalam udara, 2,1B dalam O2 3ertinggi 21B dalam udara, +1B dalam O2

6ifat kimia &. -lorinasi Etilen dapat diklorinasi oleh klorine menjadi dikloro etan dan dengan klorinasi lanjutan akan terbentuk trikloroetan. 9eaksi : CH2C CH2 D Cl2 ClCH2CH2Cl ClCH2CH2Cl D Cl2 CH2ClCHCl2 D HCl 2. 2olimerisasi Etilen dapat dipolimerisasikan dengan ara memutuskan ikatan rangkapnya dan bergabung dengan molekul etilen yang membentuk molekul yang lebih besar pada tekanan dan temperatur tertentu. 9eaksi : A "CH2CCH2# ",CH2,CH2,#n '. Oksidasi Etilen dapat dioksidasi sehingga akan menghasilkan senyawa, senyawa etilen oksida, etilendioksida, etilen glikol. 9eaksi : CH2C CH2 D E O2 C2H4O Etilen dapat juga dioksidasi oleh asam asetat dan oksigen menghasilkan 8inil asetat dengan katalis 2alasium, Flumina,6ilika pada temperatur &+% G 2** oC dan tekanan *,4 G & $pa.

9eaksi : CH2C CH2 D CH'COOH D E O2 H2CCCHOCOCH' D H2O

4. Flkilasi Etilen dapat dialkilasi dengan katalis tertentu, misalnya alkilasi fiedel-craft, mereaksikan etilen dengan ben/ena untuk menghasilkan produk etilben/en dengan katalis FlCl' pada suhu 4**oC. 9eaksi : CH2C CH2 DC>H> C>H%C2H%

5. Oligomerisasi Etilen dapat dioligomerisasi, misalnya menjadi 4inear Flfa Olefini "4FO#, C&* G C&4 dengan rantai lurus dan alifatik alkohol. 9eaksi dijalankan pada suhu 0* G &2*oC dengan tekanan 2* $pa. 9eaksi : Fl"C2H%#' D n C2H4 Fl9&929'

>. Hidrogenasi Etilen dapat dihidrogenisasi se ara langsung dengan katalis nikel pada suhu '**oC. 9eaksi : C2H4 D H2 C2H> Ftau direaksikan dengan katalis 2latina pada suhu kamar 7. Fdisi Etilen klorohidrin terbentuk melalui reaksi adisi antara etilen dengan asam hipoklorit pada suhu 2* G '*oC dan tekanan 2,% atm.

9eaksi : HOCl D C2H4 CH2OHCH2Cl

2.'.2.2. 6ifat )isika dan -imia 2roduk 4 2roduk Htama Etilen Oksida "C2H4O# 6ifat fisik 9umus molekul .ujud dalam kondisi kamar 5erat molekul 7ensitas 3itik leleh 3itik didih 3itik nyala 5atas ledakan 5atas kera unan 6ifat kimia Etilen oksida adalah senyawa yang reaktif. 5iasanya reaksinya dimulai dari terbakarnya struktur in in dan umumnya bersifat eksothermis. 6uatu ledakan dapat terjadi jika etilen oksida dalam bentuk uap mendapatkan pemanasan yang berlebihan. &. 7ekomposisi Etilen oksida dalam bentuk gas akan mulai terdekomposisi pada 4**oC membentuk CO, CH4, C2H2, H2 atau CH'COH. 4angkah pertama yang terjadi adalah isomerisasi menjadi asetaldehid. 2. Fdisi oleh atom hidrogen labil : C2H4O : Ias : 44,*% gr;mol : *,002 gr;ml : ,&&&,'<C, &>2 -, ,&>0<) : &*,+<C, 204 -, %&<) : ,2*<C ",4<)# : 3erendah +B di udara 3ertinggi +'B 8olume di udara : min 'B, max 0*B dalam udara

Etilen bereaksi dengan senyawa yang mengandung atom hidrogen yang labil dan membentuk gugus hidroksi etil JH,C2H4O JC2H4OH Contoh senyawa JH ini adalah HOH, H2AH, H9AH, 92AH, 9COOH, 9COAH2, H6H, 9OH, ACH dan 52H> "9C aril, alkil#. 9eaksi berlangsung makin epat dengan adanya asam atau basa. '. !somerisasi katalitik Etilen oksida dapat bereaksi membentuk asetaldehid dengan bantuan katalis perak pada suhu &+* G '**oC. 9eaksi : C2H4O CH'COH 4. 9eduksi menjadi etanol Etilen oksida dapat direduksi menjadi etanol dengan katalis Ai, Cu dan Cr pada Fl2O'. 9eaksi : C2H4O D H2 C2H%OH %. 9eaksi dengan pereaksi Grignard Etilen oksida dapat bereaksi dengan pereaksi grignard membentuk senyawa dengan gugus hidrosil primer C2H4O D 9$gJ D H2O 9C2H4OH D $gOHJ , 2roduk 6amping a. -arbon 7ioksida "CO2# 6ifat fisik 9umus molekul 5erat molekul 7ensitas 3itik lebur 3itik didih -elarutan dalam air : CO2 : 44,**1% gr;mol : &,>** g;l "padat# &,10 g;l "gas# : ,%+C "2&> -# : ,+0<C "&1% -# : &,4% g;l

Kiskositas 6ifat kimia

: *,*+ 2 pada ,+0<C

&. CO2 dapat dihasilkan melalui pembakaran dari semua bahan bakar yang mengandung karbon, seperti metana "gas alam#, destilat minyak bumi "bensin, diesel, minyak tanah, propana#, arang dan kayu. 6ebagai ontohnya reaksi antara metana dan oksigen: CH4 D 2O2 L CO2 D 2H2O 2. -hamir men erna gula dan menghasilkan karbon dioksida beserta etanol pada proses pembuatan anggur, bir, dan spiritus lainnya: C>H&2O> L 2CO2 D 2C2H%OH b. Fir "H2O# 6ifat fisik 9umus molekul 5erat molekul 7ensitas 3itik beku 3itik didih -alor jenis 6ifat -imia &.5ereaksi dengan karbon menghasilkan metana, hidrogen, karbon dioksida, monoksida membentuk gas sintetis "dalam proses gasifikasi batubara#. 2.5ereaksi dengan kalsium, magnesium, natrium dan logam,logam reaktif lain membebaskan H2. '.Fir bersifat amfoter. 4.5ereaksi dengan kalium oksida, sulfur oksida membentuk basa kalium dan asam sulfat. : H2O : &0,*&%' gr;mol : *,110 gr; m' " air pada 2*oC# *,12 gr; m' "padatan# : *C, "2+',&% -# "'2 <)# : &** <C "'+',&% -# "2&2 <)# : 4&04 ?;"kg@-# " airan pada 2* <C#

%.7engan anhidrid asam karboksilat membentuk asam karboksilat. 2/)/)/ KLASIFIKASI PROSES 2ada industri ini terdapat 2 proses, yaitu : a. Oksidasi langsung dari Etilen b. -lorohidrinasi dari etilen Mang akan dibahas adalah proses dengan oksidasi langsung dari etilen.Hal ini dikarenakan proses oksidasi langsung merupakan proses yang paling sederhana dan bahan yang digunakan tidak terlalu bahaya. 2/)/4/ DATA KUANTITATIF 7ata kuantitatif untuk proses dengan oksidasi langsung dari etilen adalah : 5asis : & ton etilen oksida " C2H4O # dengan kemurnian 11B dan +*B yield Etilen Hdara 2erak "Fg# *,12 ton 1,* ton *,' kg in fixed bed *,+ kg in fluidi/ed bed

Etilen 7iklorida suppresor &* G &% kg 4istrik 6team Fir &%** -.H *,& ton &0* ton

-apasitas produksi : '* G '** ton;hari

2/)/5/ REAKSI KIMIA YAN6 TER7ADI 9eaksi kimia yang terjadi pada proses dengan oksidasi langsung dari etilen adalah : 9eaksi Htama : C2H4 D E O2 D 'O2 C2H4O 2H2O D 2CO2 9eaksi 6amping : C2H4 2/)/'/ FLO1SHEET "4ihat gambar 2.'.>.&# 2/)/8/ URAIAN PROSES 2ada pembuatan Etilen oksida dengan proses Oksidasi langsung digunakan etilen dengan kemurnian 1%,10B yang digunakan sebagai umpan dialirkan kedalam fixed bed tubular reactor dengan bantuan kompresor, kemudian ditempat terpisah udara ditekan dan dialirkan kedalam rea tor juga. 2ada fixed bed tubular reactor tersebut terjadi reaksi antara etilen dan udara dengan mekanisme reaksinya C2H4 D O2 L C2H4O D " CO2 D H2O # pada temperatur 2%* G '**<C dan pada tekanan 4 G % atm. 9eaksi yang terjadi dalam reaktor diper epat dengan ditambahkan katalis perak oksida "FgO# dengan tujuan untuk memper epat jalannya reaksi itu sendiri, reaksi tersebut berlangsung se ara eksotermis. 7idalam tubular reaktor ini terjadi 2 tahapan reaksi, yang menghasilkan C2H4O sebagai reaksi utama, H2O dan CO2 sebagai reaksi samping dan sisa,sisa gas dari hasil reaksi yang tidak dibutuhkan akan keluar melalui bagian steam, sedangkan hasil produk tersebut yaitu etilen oksida yang masih mengandung air dan gas lain akan menuju ke water absorber yang berfungsi untuk menyerap air dari ampuran etilen oksida yang terbentuk, tetapi terlebih dahulu 2ada water absorber ini terjadi proses ampuran tersebut pemisahan dengan didinginkan melalui HE (cooler) sebelum masuk ke dalam water absorber. menggunakan air "H2O# sebagai medium penyerap. Ias yang tidak diserap dan memiliki titik didih yang rendah atau memiliki fase yang ringan akan teruapkan keluar ke atas untuk direcycle ke tubular reaktor dan sebagiannya

lagi dibuang ke purge steam. 6edangkan gas yang memiliki titik didih yang lebih tinggi atau yang memiliki fase berat yaitu gas H 2O akan dipanaskan melalui HE (heater) menuju desorber. Campuran etilen oksida yang masih mengandung pelarut air akan dipisahkan atau dilepaskan dari air yang dikandungnya didalam desorber. 2ada alat ini terjadi proses pemisahan antara etilen oksida dengan sisa G sisa air media penyerap. Ias yang memiliki titik didih yang rendah akan keluar pada bagian atas. 6edangkan gas yang memiliki titik didih yang tinggi akan keluar pada bagian bawah untuk kemudian direcycle kembali ke water absorber yang dapat digunakan sebagai media penyerap.4alu hasil keluaran pada bagian atas didinginkan dengan kondensor kemudian dikompresi oleh kompresor masuk kedalam stripper. 6etelah air terpisah dengan etilen oksida pada desorber kemudian produk yang berupa etilen oksida dialirkan ke stripper dimana sisa uap air yang telah terpisah akan keluar melalui keluaran atas yang terlebih dahulu didinginkan pada bagian kondenser, sedangkan ampuran etilen oksida yang masih mengandung gas atau /at lain yang ber ampur dimurnikan didalam refinning still. 2roses pemisahan pada alat refinning still ini berdasarkan perbandingan titik didih dari komponen G komponen yang ada pada ampuran. 7imana etilen oksida akan menguap dan terpisah dari /at G /at pengotor masuk kedalam kondensor untuk didinginkan.Etilen oksida yang telah murni dari gas atau /at yang lainnya dan merupakan fase ringan dengan memiliki titik didih lebih rendah keluar melalui bagian atas sedangkan gas atau /at yang telah terpisah dengan etilen oksida tersebut keluar melalui bagian bawah (Heavy ends). 2/)/*/ FUN6SI ALAT a. 9eaktor )ixed 5ed 3urbular 9eaktor fixed bed turbular merupakan alat yang digunakan sebagai tempat terjadinya reaksi etilen dengan udara.

b. .ater Fbsorber .ater absorber adalah alat yang digunakan untuk menyerap air dari larutan yang terbentuk "etilen D oksigen#. . 7esorber 7esorber adalah alat yang digunakan untuk menyerap atau memisahkan etilen oksida dari pelarutnya. d. 9efining 6till 9efining still adalah alat untuk memurnikan etilen oksida dari ampuran atau kotoran yang tidak diinginkan. e. 6tripper 6tripper adalah alat untuk memisahkan larutan dari uap air dan gas yang bukan produk. f. -ompressor -ompressor berfungsi untuk mengambil gas etilen dan udara untuk dimasukkan kedalam fixed bed rea tor. 2/)/9/ KE6UNAAN PRODUK Etilen oksida umumnya digunakan sebagai bahan pensteril. 7alam kehidupan sehari,hari digunakan untuk mensterilkan bahan,bahan seperti pakaian, perabot rumah tangga dan bahkan bulu binatang. Etilen oksida juga digunakan sebagai pestisida. 7i dunia kedokteran etilen oksida dikenal luas sebagai desinfektan peralatan bedah, bahan,bahan plastik, dan alat,alat lain yang tidak tahan panas sehingga tidak dapat disterilkan dengan uap pada suhu tinggi. Etilen oksida selain untuk penggunaan langsung, juga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan: a. $onoetilen Ily ol, dihasilkan dari reaksi etilen oksida dengan air, merupakan agen antibeku yang digunakan pada mesin,mesin, ?uga digunakan untuk bahan baku produksi polietilen terephthalate "2E3# dan sebagai airan penukar panas.

b. 7ietilen Ily ol, merupakan agen pelunak yang digunakan pada gabus lem dan kertas. ?uga digunakan sebagai sol8en dan agen de-icing pada pesawat terbang maupun bandara. . 3rietilen Ily ol, merupakan agen humectant yang juga digunakan sebagai sol8en, pernis dan pengering gas. 6ering digunakan sebagai drying agent pada pengolahan gas alam. d. 3etraetilen Ily ol, merupakan agen ekstraksi yang digunakan dalam ekstraksi hidrokarbon aromatik. e. 2olietilen Ily ol, digunakan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik, farmasi, pelumas, sol8en, bahan penunjang pembuatan keramik dan bahan pembuat perekat maupun tinta etak. f. 2olietilen oksida "2olyox#, dihasilkan dengan reaksi polimerisasi dengan melibatkan logam golongan !!F dan !!!F. 7igunakan dalam bidang pertanian, agen koagulasi dan bahan pengemas. g. Etilen Ily ol Ether, dihasilkan dari reaksi etilen oksida dengan alkohol. 7igunakan sebagai minyak rem, detergen, sol8en dari gas alam. h. Ethanolamine, dihasilkan dari reaksi etilen oksida dengan amonia. 7igunakan sebagai bahan kimia dalam proses akhir tekstil, kosmetik, sabun, detergen dan pemurnian gas alam. 2/)/(&/ KESIMPULAN Etilen oksida adalah senyawa organik dengan rumus C2H4O. Ias yang mudah terbakar ini tidak berwarna dan dapat dihasilkan dari oksidasi antara senyawa etilen dengan oksigen. 2roses pembuatan etilen oksida dengan bahan baku etilen dan oksigen merupakan reaksi oksidasi dengan reaksi sebagai berikut : 9eaksi utama : C2H4 D E O2 C2H4O 9eaksi samping : at. 6ering juga digunakan untuk bahan pengekstrak bagi 6O2, H26, CO2, dan merkaptan

C2H4 D ' O2 2CO2 D 2H2O -lasifikasi proses etilen oksida terbagi dua, yaitu oksidasi langsung dari etilen dan klorohidrinasi dari etilen,tetapi yang dibahas hanya proses oksidasi langsung dari etilen.Hal ini dikarenakan proses oksidasi langsung merupakan proses yang paling sederhana dan bahan yang digunakan tidak terlalu bahaya. Etilen oksida umumnya digunakan sebagai bahan pensteril. 7alam kehidupan sehari,hari digunakan untuk mensterilkan bahan,bahan seperti pakaian, perabot rumah tangga dan bahkan bulu binatang.

DAFTAR PUSTAKA Charles.E.7ryden.&11*.Chemi al 2ro ess.6e ond Edition.Aew Mork http:;;digilib.its.a .id;publi ;!36,Aon7egree,0>1>,2'*>*'**'%,Chapter&.pdf "tanggal akses &% $aret 2*&'# http:;;eineli8e.blogspot. om;2*&&;*';pengelompokkan,dan,sifat,sifat,unsur.html "tanggal akses &% $aret 2*&'# http:;;en.wikipedia.org;wiki;Ethylene "tanggal akses &% $aret 2*&'# http:;;en.wikipedia.org;wiki;EthyleneNoxide "tanggal akses &% $aret 2*&'# !r.Erlinawati,$.3, dkk. 2*&'. $odul 2roses !ndustri-imia2.2alembang:2oliteknik Aegeri 6riwijaya http:;;id.wikipedia.org;wiki;Oksigen "tanggal akses &' $aret 2*&'# http:;;id.wikipedia.org;wiki;-arbon,7ioksida "tanggal akses &' $aret 2*&'# http:;;kimiadot om.wordpress. om;2**0;*0;2';ethilene,oxide; "tanggal akses &4 $aret 2*&'# http:;;kimialingkunganina.blogspot. om;2*&&;*4;oksigen,dan,proses oksidasi.html "tanggal akses &% $aret 2*&'# http:;;sonya/a.blogspot. om;2**1N*4N*&Nar hi8e.html "tanggal akses &4 $aret 2*&'#

PERTANYAAN

(/ E:" Fe !i"n#i P!ih"n#ini 6ebutkan gas G gas sisa hasil dari reaksi yang tidak dibutuhkan dan akan keluar melalui steam O ?awab : Hntuk pertanyaan ini, 6aya mohon maaf karena ada kesalahan pada saat saya memba akan flowsheet. 6team pada flowsheet bukan digunakan sebagai alat dan gas G gas sisa hasil dari reaksi tersebut dimanfaatkan pada steam.

2/ K.s/M/A%i#;" R"-"%h"n 7apatkah katalis perak oksida "FgO# yang digunakan pada proses pembuatan etilen oksida ini diganti dengan katalis lain O ?awab : $enurut referensi yang saya ba a, pembuatan etilen oksida ini menggunakan proses klorohidrin dan proses oksidasi langsung. -atalis yang digunakan pada setiap proses berbeda. 2ada proses klorohidrin, etilen oksida dihasilkan dari eliminasi asam hidroklorida dari etilenklorohidrin

dengan menggunakan larutan potassium hidroksida "-OH#. 6edangkan pada proses oksidasi langsung, etilen oksida dihasilkan dari reaksi etilen dengan udara atau oksigen yang diper epat dengan ditambahkan katalis perak oksida. ?adi katalis perak oksida "FgO# tidak dapat diganti dengan katalis lain. Hal ini dikarenakan katalis yang digunakan pada setiap proses berbeda.

)/ M"!is,n#"!" 5erikan salah satu ontoh produk yang mengandung Etilen Oksida dan digunakan dalam kehidupan sehari G hari O ?awab : -egunaan dari produk etilen oksida ini umumnya digunakan sebagai bahan pensteril. 7alam kehidupan sehari,hari digunakan untuk mensterilkan bahan,bahan seperti pakaian "deterjen#. 5ahan baku pembuatan deterjen menggunakan etilen glikol eter dan etanolamin.

L"-<i!"n
Oksigen

nitrogen P ,=;.en L fluor , Q O R 6

*O 3abel periodik

Pen"-<il"n gas tak berwarna, airan berwarna biru pu at. Iambar ini adalah gambar oksigen air.

6pe tral lines of oxygen Ci!i4>i!i u-uN"-"0 l"- "n.0N,-,! "#,Di ">" 7enis unsu! 6,l,n."n0<e!i,%e0 l,3 M"ss" "#,- s#"n%"! K,n2i.u!"si ele3#!,n oxygen, O, 0 ;ksdSn; OK-si- !n nonlogam, kalkogen &>, 2, p &%.1114"'# &s2 2s2 2p4 2, >

Si2"# 2isi3" F"se M"ss" ?enis gas "* <C, &*&.'2% k2a# &.421 g;4 &.&4& g@ mT' %4.'> -,'>&.02 <),2&0.+1 <C,, ,21+.'& <),&02.1% <C,1*.2* -, &%4.%1 -, %.*4' $pa "O2# *.444 k?@molT& "O2# >.02 k?@molT& "O2# 21.'+0 ?@molT&@-T& Te3"n"n u"< 2 "2a# & &* &** & k &* k &** k

M"ss" ?enis>"i!"n <"%" #/%/ Ti#i3 le u! Ti#i3 %i%ih Ti#i3 3!i#is K"l,! <ele u!"n K"l,! <en.u"<"n K"<"si#"s 3"l,!

at 3 "-#

>&

+'

1*

Si2"# "#,+il"n."n ,3si%"si Ele3#!,ne."#i:i#"s Ene!.i i,nis"si (le ih l"n?u#) ke,2: ''00.' k?@molT& ke,': %'**.% k?@molT& 7"!i4?"!i 3,:"len 7"!i4?"!i :"n %e! 1""ls >>U2 pm &%2 pm L"in4l"in S#!u3#u! 3!is#"l Pe- en"h"n -".ne#i3 K,n%u3#i:i#"s #e!-"l Ke>e<"#"n su"!" N,-,! CAS Cubi paramagnetik 2>.%0x&*,' .@mT&@-T& "gas, 2+ <C# ''* m@sT& ++02,44,+ Is,#,< <"lin. s#" il Frtikel utama: !sotop dari oxygen 2, &, T&, T2 '.44 "skala 2auling# pertama: &'&'.1 k?@molT&

is,

NA

1"3#u <"!uh

DM DE (Me@) DP

&>

O 11.+>B

O stabil dengan 0 neutron

&+

O *.*'1B

O stabil dengan 1 neutron

&0

O *.2*&B

O stabil dengan &* neutron

lVbVs Ar

6ifat kimia unsur oksigen >. $empunyai elektron terluar sebanyak > elektron dengan biloks ,2. +. $empunyai 2 alotrop, yaitu gas oksigen "O2# dan o/on "O'#. 0. $engalami reaksi oksidasi dengan sebagian besar unsur membentuk senyawa oksida " ontoh: Aa2O#, peroksida " ontoh: Aa2O2#, superoksida " ontoh: AaO2#, dan senyawa,senyawa karbon. 1. $empunyai energi ionisasi sebesar &4,% k?;mol. &*. $empunyai nilai keelektronegatifan sebesar ',*.

"http:;;id.wikipedia.org;wiki;Oksigen# "http:;;eineli8e.blogspot. om;2*&&;*';pengelompokkan,dan,sifat,sifat, unsur.html# "http:;;kimialingkunganina.blogspot. om;2*&&;*4;oksigen,dan,proses, oksidasi.html# "http:;;digilib.its.a .id;publi ;!36,Aon7egree,0>1>,2'*>*'**'%,Chapter&.pdf#

E#h;lene

IUPAC n"-eWhideX Ethene I%en#i2ie!s CF6 number 2ubChem Chem6pider HA!! EC,number -EII ChE5! ChE$54 ?mol,'7 images WshowX InChI WshowX P!,<e!#ies $ole ular formula $olar mass C2H4 20.*% g;mol +4,0%,& >'2% >*0% 1&I.*%1-A+ 2**,0&%,' C*>%4+ CHE5!:&0&%' CHE$54&&+022 !mage & SMILES

Fppearan e 7ensity $elting point

olorless gas &.&+0 kg;m' at &% <C, gasW&X T&>1.2 <C "&*4.* -, ,2+2.> <)# T&*'.+ <C "&>1.% -, ,&%4.+ <)# '.% mg;&** m4 "&+ <C#Wcitation neededX = 2.1 mg;4W2X 4.22 mg;4W2X goodW2X 44 S#!u>#u!e

5oiling point

6olubility in water 6olubility in ethanol 6olubility in diethyl ether F idity "pKa#

$ole ular shape 7ipole moment

72h Yero The!-,>he-is#!;

6td enthalpy of formation ZfHo210 6tandard molar entropy "o210

D%2.4+ k?;mol 2&1.'2 ?@-T&@molT& H"B"!%s

$676 EH lassifi ation A)2F +*4

External $676 Extremely flammable "FC#

4 '

2 )lash point Futoignition temperature ,&'> <C %42.0 <C Rel"#e% >,-<,un%s 9elated ompounds Ethane F etylene

Su<<le-en#"!; %"#" <".e 6tru ture and properties 3hermodynami data 6pe tral data n, [r, et . 2hase beha8iour 6olid, li\uid, gas HK, !9, A$9, $6

"8erify# "what is: ; O# Ex ept where noted otherwise, data are gi8en for materials in their standard state "at 2% <C, &** k2a# !nfobox referen es "http:;;en.wikipedia.org;wiki;Ethylene#

6ifat -imia &. -lorinasi Etilen dapat diklorinasi oleh klorine menjadi dikloro etan dan dengan klorinasi lanjutan akan terbentuk trikloroetan. 9eaksi :

CH2C CH2 D Cl2 ClCH2CH2Cl D Cl2

ClCH2CH2Cl CH2ClCHCl2 D HCl

2. 2olimerisasi Etilen dapat dipolimerisasikan dengan ara memutuskan ikatan rangkapnya dan bergabung dengan molekul etilen yang membentuk molekul yang lebih besar pada tekanan dan temperatur tertentu. 9eaksi : A "CH2CCH2# '. Oksidasi Etilen dapat dioksidasi sehingga akan menghasilkan senyawa,senyawa etilen oksida, etilendioksida, etilen glikol. 9eaksi : CH2C CH2 D E O2 C2H4O ",CH2,CH2,#n

Etilen dapat juga dioksidasi oleh asam asetat dan oksigen menghasilkan 8inil asetat dengan katalis 2alasium, Flumina,6ilika pada temperatur &+% G 2** oC dan tekanan *,4 G & $pa. 9eaksi :

CH2C CH2 D CH'COOH D E O2 4. Flkilasi

H2CCCHOCOCH' D H2O

Etilen dapat dialkilasi dengan katalis tertentu, misalnya alkilasi fiedel-craft, mereaksikan etilen dengan ben/ena untuk menghasilkan produk etilben/en dengan katalis FlCl' pada suhu 4**oC. 9eaksi : CH2C CH2 DC>H> C>H%C2H%

%. Oligomerisasi Etilen dapat dioligomerisasi, misalnya menjadi 4inear Flfa Olefini "4FO#, C&* G C&4 dengan rantai lurus dan alifatik alkohol. 9eaksi dijalankan pada suhu 0* G

&2*oC dengan tekanan 2* $pa. 9eaksi : Fl"C2H%#' D n C2H4 >. Hidrogenasi Etilen dapat dihidrogenisasi se ara langsung dengan katalis nikel pada suhu '**oC. 9eaksi : C2H4 D H2 C2H> Fl9&929'

Ftau direaksikan dengan katalis 2latina pada suhu kamar. +. Fdisi Etilen klorohidrin terbentuk melalui reaksi adisi antara etilen dengan asam hipoklorit pada suhu 2* G '*oC dan tekanan 2,% atm. 9eaksi : HOCl D C2H4 CH2OHCH2Cl

K"! ,n %i,3si%"

N"-" IUPACWsembunyikanX -arbon dioksida N"-" l"inWsembunyikanX Ias asam karbonat= karbonat anhidrida= es

kering "bentuk padat#= /at asam arang I%en#i2i3"si Aomor CF6 2ubChem Aomor E!AEC6 Aomor 93EC6 6$!4E6 !nCh! W&24,'0,1X 20* 2*4,>1>,1 ))>4***** C"CO#CO &;CO2; 2,&,' Si2"# 9umus molekul $assa molar 2enampilan 7ensitas CO2 44,**1%"&4# g;mol gas tidak berwarna &.>** g;4 "padat# &,10 g;4 "gas# T%+ <C "2&> -# "di bawah tekanan# T+0 <C "&1% -# "menyublim#

3itik lebur

3itik didih

-elarutan dalam air &,4% g;4 -easaman "pKa# Kiskositas $omen dipol >,'% dan &*,'' *,*+ 2 pada T+0 <C Aol S#!u3#u!

5entuk molekul

linear Sen;"$" #e!3"i#

oksida terkait

karbon monoksida=karbon suboksida=dikarbon monoksida=karbon trioksida

-e uali dinyatakan sebaliknya, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar "2%<C, &** k2a# 6angkalan dan referensi

6ifat -imia: &. CO2 dapat dihasilkan melalui pembakaran dari semua bahan bakar yang mengandung karbon, seperti metana "gas alam#, destilat minyak bumi "bensin, diesel, minyak tanah, propana#, arang dan kayu. 6ebagai ontohnya reaksi antara metana dan oksigen: CH4 D 2 O2 L CO2 D 2 H2O 2. -hamir men erna gula dan menghasilkan karbon dioksida beserta etanol pada proses pembuatan anggur, bir, dan spiritus lainnya: C>H&2O> L 2 CO2 D 2 C2H%OH

http:;;repository.usu.a .id;bitstream;&2'4%>+01;2%*&&;4;ChapterB2*!!.pdf

Si2"#4si2"# 3i-i" %"n 2isi3" Fir

In2,!-"si %"n si2"#4si2"# Aama sistematis Fir a\ua, dihidrogen monoksida, Hidrogen hidroksida H2O &0.*&%' g;mol *.110 g; m] " ariran pada 2* <C# *.12 g; m] "padatan# * <C "2+'.&% -# "'2 <)# &** <C "'+'.&% -# "2&2 <)# 4&04 ?;"kg@-# " airan pada 2* <C# Halaman data tambahan #isclaimer and references

Aama alternatif

9umus molekul $assa molar

7ensitas dan fase

3itik lebur 3itik didih -alor jenis

6ifat -imia:

&. 5ereaksi dengan karbon menghasilkan metana, hidrogen, karbon dioksida, monoksida membentuk gas sintetis "dalam proses gasifikasi batubara# 2. 5ereaksi dengan kalsium, magnesium, natrium dan logam,logam reaktif lain membebaskan H2. '. Fir bersifat amfoter 4. 5ereaksi dengan kalium oksida, sulfur oksida membentuk basa kalium dan asam sulfat. %. 7engan anhidrid asam karboksilat membentuk asam karboksilat.

E#h;lene ,=i%e

!H2FC nameWhideX oxirane W&X O#he! n"-esWhideX epoxyethane, ethylene oxide, dimethylene oxide, oxa y lopropane I%en#i2ie!s Fbbre8iations CF6 number 2ubChem EO, EtO +%,2&,0 >'%4

Chem6pider HA!! EC number -EII $e6H ChE5! 93EC6 number ?mol,'7 images

>&&4 ??H+IAA&02 2**,041,1 7*'4+4 EthyleneDOxide CHE5!:2+%>& -J24%**** !mage & 6$!4E6

WshowX !nCh! WshowX P!,<e!#ies $ole ular formula $olar mass Fppearan e 7ensity $elting point 5oiling point C2H4O 44.*% g molT& olorless gas *.002 g;m4, +.'>* lbs;gallon T&&&.' <C, &>2 -, ,&>0 <) &*.+ <C, 204 -, %& <)

6olubility in water

mis ible

The!-,>he-is#!; 6td enthalpy of formation ZfHo210 6tandard molar entropy "o210 T%2.> k? molT&

24' ? molT& -T&

H"B"!%s $ain ha/ards A)2F +*4 ar inogen

4 ' ' )lash point Futoignition temperature Explosi8e limits T2* <C "T4 <)# 421 <C "0*4 <)#

' to &**B Rel"#e% >,-<,un%s

9elated hetero y les

F/iridine, 3hiirane, 5orirane

"8erify# "what is: ; O#

Ex ept where noted otherwise, data are gi8en for materials in their standard state "at 2% <C, &** k2a# !nfobox referen es "http:;;en.wikipedia.org;wiki;EthyleneNoxide#

6ifat -imia Etilen oksida adalah senyawa yang reaktif. 5iasanya reaksinya dimulai dari terbakarnya struktur in in dan umumnya bersifat eksothermis. 6uatu ledakan dapat terjadi jika etilen oksida dalam bentuk uap mendapatkan pemanasan yang berlebihan. &. 7ekomposisi Etilen oksida dalam bentuk gas akan mulai terdekomposisi pada 4**oC membentuk CO, CH4, C2H2, H2 atau CH'COH. 4angkah pertama yang terjadi adalah isomerisasi menjadi asetaldehid. 2. Fdisi oleh atom hidrogen labil Etilen bereaksi dengan senyawa yang mengandung atom hidrogen yang labil dan membentuk gugus hidroksi etil JH,C2H4O JC2H4OH

Contoh senyawa JH ini adalah HOH, H2AH, H9AH, 92AH, 9COOH, 9COAH2, H6H, 9OH, ACH dan 52H> "9C aril, alkil#. 9eaksi berlangsung makin epat dengan adanya asam atau basa. '. !somerisasi katalitik Etilen oksida dapat bereaksi membentuk asetaldehid dengan bantuan katalis perak pada suhu &+* G '**oC. 9eaksi : C2H4O CH'COH

4. 9eduksi menjadi etanol Etilen oksida dapat direduksi menjadi etanol dengan katalis Ai, Cu dan Cr pada Fl2O'.

9eaksi : C2H4O D H2 C2H%OH

%. 9eaksi dengan pereaksi Irignard Etilen oksida dapat bereaksi dengan pereaksi grignard membentuk senyawa dengan gugus hidrosil primer. 9eaksi : C2H4O D 9$gJ D H2O 9C2H4OH D $gOHJ

E#hilene O=i%e (/ PENDAHULUAN !ndustri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan intermediate maupun bahan jadi adalah salah satu jenis industri yang berkembang pesat. 6alah satu bagian dalam industri ini adalah industri kimia, baik yang memproduksi bahan baku kimia hulu maupun hasil olahannya. 6eiring dengan perkembangan /aman, kebutuhan akan bahan,bahan kimia semakin besar sehingga pembangunan industri kimia perlu untuk ditumbuh kembangkan.6alah satu bahan kimia yang banyak digunakan adalah Etilen Oksida. 5ahan kimia yang juga dikenal sebagai Epoksietan atau Oxirane ini banyak digunakan dalam industri kimia dan farmasi. 6e ara langsung Etilen Oksida digunakan sebagai bahan desinfektan yang efektif dan banyak digunakan untuk keperluan rumah tangga. 5idang kedokteran biasa memanfaatkan Etilen Oksida untuk mensterilkan peralatan,peralatan bedah, plastik dan alat,alat lain yang tidak tahan panas yang tidak dapat disterilkan dengan uap.7alam bidang industri, penggunaan Etilen Oksida juga ukup luas. 7eri8atif etilen oksida banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan detergen,kosmetik,farmasidansebagainya. 2roses -lorohidrin 2roses klorohidrin terdiri atas dua reaksi utama yaitu reaksi pembentukan etilen klorohidrin dan reaksi pembentukan etilen oksida dari etilen klorohidrin.

9eaksinya adalah : HOCH2CH2Cl ^^^."&# L C2H4 D HOCl "Etilen -lorohidrin# C2H4O D E CaCl D 2 H2O ^^^"2# L HOCH2CH2Cl D E Ca"OH#2 9eaksi pertama berlangsung dalam reaktor pa ked tower pada tekanan 2,' atm dan suhu 2+ G 4'oC dengan kon8ersi antara %* hingga >% persen. 2ada reaktor pertama ini perlu pengendalian yang ermat untuk menekan terbentuknya produk reaksi samping, yaitu etilen diklorida. 2roduk dari reaktor pertama yang berupa airan etilen klorohidrin yang keluar dari dasar reaktor selanjutnya direaksikan dengan slurry Ca"OH#2 dalam reaktor hidrolisa pada &**oC. Mield reaksi kedua adalah 1* G 1% B. Hasil reaktor kedua berupa uap etilen oksida yang kemudian dikondensasikan untuk diembunkan dan kemudian dialirkan ke unit pemurnian. 2roses Oksidasi 4angsung Oksidasi langsung dengan Oksigen 3eknis 7alam proses ini terjadi reaksi utama yaitu pembentukan etilen oksida dan reaksi samping menghasilkan karbon dioksida dan air. 9eaksi utama : C2H4O ^^^."&# 9eaksi samping : 2CO2 D 2H2O ^^^."2# C2H4 D ' O2 C2H4 D E O2

9eaksi dijalankan dalam reaktor fixed bed multitube pada tekanan &* G 2* atm dan temperatur 22* G 20*oC dengan menggunakan katalis perak. -on8ersi perpass dijaga rendah sekitar &% B untuk mendapatkan selekti8itas yang tinggi, yaitu +% B. 6elain terbentuk etilen oksida, juga terbentuk produk samping berupa gas CO2 dan H2O dengan kandungan CO2 yang tinggi. Hal ini

menyebabkan diperlukannya rangkaian CO2 absorber dan CO2 stripper untuk mengurangi kadar CO2 sebelum gas keluar dapat dire y le kembali ke dalam reaktor. 6elain itu untuk men egah efek eksplosi8itas etilen terhadap oksigen, maka perlu penambahan nitrogen dalam siklus reaktor. Oksidasi langsung dengan oksidan udara 7ari segi reaksi, pada dasarnya sama dengan menggunakan oksigen teknis, yaitu dijalankan pada temperatur 22* G 20*oC dan tekanan &* G '* atm dengan katalis perak. -on8ersi perpass bisa lebih tinggi, yaitu sekitar >% B dengan selekti8itas +% B. 7engan digunakannya udara dengan kadar nitrogen tinggi, maka tidak memerlukan gas diluen khusus karena nitrogen yang terdapat dalam udara berfungsi sebagai diluen untuk men egah eksplosi8itas dan juga pendingin selama reaksi. Aamun demikian, dengan digunakannya udara sebagai oksidan yang mengandung banyak nitrogen, maka diperlukan purging sebagian reaktan yang tidak bereaksi sebelum dire y le dalam reaktor untuk men egah akumulasi nitrogen dalam reaktor. 2roses Hnion Carbide $eteor 2roses ini dikembangkan dari proses oksidasi langsung. Oksigen, etilen dan gas re y le dimasukkan dalam sebuah reaktor katalitik multitube untuk membentuk etilen oksida. 7ari reaktor, gas yang mengandung etilen oksida dilewatkan dilewatkan absorber. Hasil atas dilewatkan seksi CO2 remo8al sehingga dihasilkan CO2 dan hasil bawah berupa etilen oksida. 2roses ini dapat menggunakan oksigen komersial maupun udara. Hntuk plant yang menggunakan udara, reaktor yang digunakan ada 2 buah, yaitu tempat terjadinya reaksi dan reaktor untuk purging. Fdanya CO2 dalam reaktor utama dari udara akan menurunkan yield &* G '* B. Etilen oksida dengan kadar CO2 yang berlebih biasanya terutama digunakan sebagai bahan baku pembuatan Etilen -arbonat. Hntuk reaksi dengan menggunakan oksigen kemurnian tinggi, reaktor yang digunakan hanya satu. CO2 yang ada dalam sistem lebih sedikit karena oksidator tidak mengandung CO2. -egunaan 2roduk Etilen oksida umumnya digunakan sebagai bahan pensteril yang baik. 7alam kehidupan sehari,hari digunakan untuk mensterilkan bahan,bahan seperti pakaian, perabot rumah tangga, dan bahkan bulu binatang. Etilen oksida juga

digunakan sebagai pestisida. 7i dunia kedokteran etilen oksida dikenal luas sebagai desinfektan peralatan bedah, bahan,bahan plastik, dan alat,alat lain yang tidak tahan panas sehingga tidak dapat disterilkan dengan uap pada suhu tinggi. Etilen oksida selain untuk penggunaan langsung, juga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan : $onoetilen Ily ol, dihasilkan dari reaksi etilen oksida dengan air, merupakan agen antibeku yang digunakan pada mesin,mesin, ?uga digunakan untuk bahan baku produksi polietilen terephthalate "2E3#, dan sebagai airan penukar panas. 7ietilen Ily ol, merupakan agen pelunak yang digunakan pada gabus, lem, dan kertas. ?uga digunakan sebagai sol8en dan agen de,i ing pada pesawat terbang maupun bandara. 3rietilen Ily ol, merupakan agen hume tant yang juga digunakan sebagai sol8en, pernis dan pengering gas. 6ering digunakan sebagai drying agent pada pengolahan gas alam. 3etraetilen Ily ol, merupakan agen ekstraksi yang digunakan dalam ekstraksi hidrokarbon aromatik. 2olietilen Ily ol, digunakan sebagai bahan baku pembuatan kosmetik, farmasi, pelumas, sol8en, bahan penunjang pembuatan keramik dan bahan pembuat perekat maupun tinta etak. 2olietilen oksida "2olyox#, dihasilkan dengan reaksi polimerisasi dengan melibatkan logam golongan !!F dan !!!F. 7igunakan dalam bidang pertanian, agen koagulasi dan bahan pengemas. Etilen Ily ol Ether, dihasilkan dari reaksi etilen oksida dengan alkohol. 7igunakan sebagai minyak rem, detergen, sol8en at. 6ering juga digunakan untuk bahan pengekstrak bagi 6O2, H26, CO2, dan merkaptan dari gas alam. Ethanolamine, dihasilkan dari reaksi etilen oksida dengan amonia. 7igunakan sebagai bahan kimia dalam proses akhir tekstil, kosmetik, sabun, detergen dan pemurnian gas alam.

Aonioni 6urfa tant, dihasilkan dari reaksi etilen oksida dengan alkilphenol, alkilmerkaptan atau polipropilen glikol. 7igunakan sebagai bahan pengemulsi pada proses polimerisasi, bahan dasar industri surfaktan, pembuatan kertas dan daur ulang. 3urunan 4ain, misalnya Fkrilonitril yang dihasilkan dari reaksi etilen oksida dengan etilen yanohidrin atau Hrethane yang dihasilkan dari reaksi etilen oksida dengan propilen oksida. Hasil produksi dari pabrik ini terutama ditujukan pada !ndustri Etilen Ilikol sehingga Etilen Oksida yang diproduksi akan memiliki spesifikasi seperti Etilen Oksida yang digunakan untuk pembuatan Etilen Ilikol. 3injauan 2roses 6e ara Hmum 2roses pembuatan etilen oksida dengan bahan baku etilen dan oksigen merupakan reaksi oksidasi dengan reaksi sebagai berikut : 9eaksi utama : C2H4O ^^^."&# 9eaksi samping : 2CO2 D 2H2O ^^^."2# C2H4 D ' O2 C2H4 D E O2

7alam industri kimia organik, proses oksidasi merupakan salah satu sarana yang efektif dalam sintesa senyawa kimia. 2roses oksidasi didefinisikan sebagai suatu proses yang dihasilkan senyawa oksida. 6e ara umum proses oksidasi dapat dikatakan sebagai proses pelepasan elektron, dimana /at yang teroksidasi akan mengalami penambahan bilangan oksidasi. -D D e -

6ebaliknya bila /at menerima elektron bererti akan mengalami penurunan bilangan oksidasi atau mengalami proses reduksi. Yn Yn2D D 2e,

9eaksi oksidasi digolongkan ke dalam beberapa jenis : 9eaksi 7ehidrogenisasi Maitu lepasnya atom H dari suatu senyawa seperti yang terjadi pada transformasi alkohol primer menjadi aldehid maupun dari alkohol sekunder menjadi keton. 9eaksi : CH'COH D H2O CH'COCH' D H2O C2H%OH D E O2 CH'CHOHCH' D E O2

9eaksi dimana atom oksigen terikat ke dalam molekul atau senyawa Oksidasi aldehid menjadi asam CH'COOH CH'CHO D E O2

Oksidasi hidrokarbon menjadi alkohol "C>H%#COH "C>H%#CH D E O2

Oksidasi etilen menjadi etilen oksida C2H4O C2H4 D E O2

-ombinasi antara dehidrogenisasi dan terikatnya atom oksigen misalnya : 2embuatan aldehid dari hidrokarbon CH2O D H2O CH4 D O2

2embuatan asam ben/oat dari ben/ylalkohol

C>H%COOH D H2O C>H%CHCOH D O2 9eaksi dehidrogenisasi dengan terikatnya atom oksigen dan terbentuknya air, misalnya : 7ehidrogenisasi pada molekul ben/ene menjadi diphenyl "C>H%#2 D H2O 2 C>H> D E O2 9eaksi dehidrogenisasi, teikatnya atom oksigen dan pemutusan in in karbon terjadi bersama,sama, misalnya : Oksidasi naphtalene menjadi phtali anhidride C>H4O2 D 2 H2O D 2 COC C&*H0 D 1;2 O2 9eaksi oksidasi tidak langsung melalui perantara, misalnya : CH'COOH CH'OH D CO 2enjenuhan ikatan rangkap menjadi gugus hidroksi, misalnya : Fsam oleat menjadi asam dihidroksi stearat CH'"CH2#+CHOH,CHOH"CH2#+COOH CH'"CH2#+CHCCH"CH2#+COOH

http:;;kimiadot om.wordpress. om;2**0;*0;2';ethilene,oxide; http:;;sonya/a.blogspot. om;2**1N*4N*&Nar hi8e.html