Anda di halaman 1dari 29

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Elektrolisa adalah reaksi non-spontan yang berjalan akibat adanya arus (aliran elektron) eksternal yang dihasilkan oleh suatu pembangkit listrik. Dalam sel elektrolisa terjadinya reaksi kimia karena adanya energi dari luar dalam bentuk potensial atau arus listrik. Reaksi yang berlangsung pada sel elektrolisa adalah reaksi yang tergolong dalam reaksi redoks. Dalam sel elektrolisa katoda merupakan kutub negatif dan anoda merupakan kutub positif. Arus listrik dalam larutan dihantarkan oleh ion-ion, ion positif (kation) bergerak ke katoda (negatif) dimana terjadi reaksi reduksi. Ion negatif (anion) bergerak ke anoda (positif) dimana terjadi reaksi oksidasi. Adapun sel sel yang terdapat dalam elektrolisa adalah Sel Volta atau Galvani, Sel Daniel, Sel Elektrolisis. Dengan menggunakan daftar potensial elektroda standart dapat diketahui apakah suatu reaksi redoks dapat berlangsung atau tidak. Elektrolisa juga digunakan dalam kehidupan sehari hari seperti dalam industri dan di dalam berbagai pemanfaatan seperti penyepuhan atau pelapisan atau elektroplating, sintesa atau pembuatan zat tertentu dan pemurnian logam. Pembahasan tentang sel sel elektrolisa, cara kerja elektrolisa dan penggunaan elektrolisa ini akan dibahas dengan rinci pada sub bab berikutnya.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka berikut ini rumusan masalah yang akan dikaji dalam makalah ini, yaitu: 1. 2. 3. 4. Pengertian Elektrolisa Sel Sel Yang Terdapat Dalam Elektrolisa Cara Kerja Elektrolisa Penggunaan Sel Sel Elektrolisa Dalam Kehidupan Sehari Hari

C. Tujuan Penulisan Tujuan dari dibahasnya makalah ini yaitu : 1. 2. 3. 4. Mampu Menjelaskan Pengertian Elektrolisa Mampu Menjelaskan Sel Sel Dalam Elektrolisa Mampu Menjelaskan Cara Kerja Elektrolisa Mampu Menjelaskan Penggunaan Elektrolisa Dalam Kehidupan Sehari Hari

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Elektrolisa Elektrolisa adalah reaksi non-spontan yang berjalan akibat adanya arus (aliran elektron) eksternal yang dihasilkan oleh suatu pembangkit listrik. Pada sel elektrolitik : Katoda bermuatan negatif atau disebut elektroda () Terjadi reaksi reduksi Jenis logam tidak diperhatikan, kecuali logam Alkali (IA) dengan Alkali tanah(IIA), Reaksi : 2 H+(aq) + 2e- H2(g) ion golongan IA/IIA

Al dan Mn. tidak direduksi; dan penggantinya air 2 H2O(l) + 2 e- basa + H2(g) ion-ion lain direduksi. Anoda bermuatan positif (+) atau disebut elektroda + Terjadi reaksi oksidasi Jenis logam diperhatikan

Anoda : Pt atau C ( elektroda inert ) Reaksi: 4OH- (aq) 2H2O(l) + O2(g) + 4e Gugus asam beroksigen tidak teroksidasi, diganti oleh 2 H2O(l) asam + O2(g) Golongan VIIA (halogen) gas Anoda bukan : Pt atau C Reaksi : bereaksi dengan anoda membentuk garam atau senyawa lain.

B. Sel Sel Yang Terdapat Dalam Elektrolisa Dalam Elektrolisa terdapat tiga sel, yaitu : 1. 2. 3. Sel Volta atau Galvani Sel Daniel Sel Elektrolisis

Ketiga sel elektrolisa diatas, sebelah kiri sel (anoda) terjadi oksidasi dan sebelah kanan ( katoda ) terjadi reduksi. Sel Volta, Daniel, dan Galvani : Anoda negatif (-) dan katoda positif (+) Sel Elektrolisis : Anoda positif (+) dan katoda negatif (-) Dalam elektrolisa : DGL standard = Eo = Eokatoda Eoanoda (harus positif untuk R spontan)

T = 25oC, P = 1 atm Jika DGL < 0 bernilai negatif (-), maka R nonspontan.

Syaratnya : Suatu reaksi berlangsung spontan jika DGL>0 Energi bebas Go yang diharapkan agar reaksi berjalan maka Go< 0 atau (-).

Go pada kesetimbangan yaitu : -RT ln K atau Go = -nFE (larutan elektrolit atau mengandung listrik)

Persamaan Nerts : Go = -RT ln K Go = -nFE Go = Go -nFE = -RT ln K

1.

Sel Volta atau Galvani iSel Volta atau Galvani adalah sel elektrokimia yang melibatkan raksi redoks

dan menghasilkan arus listrik. Kegunaannya adalah untuk mengukur pH kelarutan. Sel volta terdiri atas elektroda tempat berlangsungnya reaksi oksidasi disebut

anoda(electrode negative), dan tempat berlangsungnya reaksi reduksi disebut katoda(electrode positif).

Susunan sel Volta adalah :

Notasi sel : Y / ion Y // ion X / X Logam X mempunyai potensial reduksi yang lebih positip dibanding logam Y , sehingga logam Y bertindak sebagai anoda dan logam X bertindak sebagai katoda. Jembatan garam mengandung ion-ion positif dan ion-ion negative yang berfungsi menetralkan muatan positif dan negative dalam larutan elektrolit.

2.

Sel Daniel Pada Sel Daniel, elektroda Cu dibenamkan dalam larutan tembaga(II) sulfat atau

CuSO4 dan elektroda seng sulfat atau ZnSO4.Pada anoda, Zn mengalami oksidasi: Zn(s) Zn2+(aq) + 2ePada katoda, Cu mengalami reduksi: Cu2+(aq) + 2e- Cu(s)

Pada sel Daniell, kawat dan lampu dihubungkan dengan kedua elektroda. Elektron-elektron yang "ditarik" dari seng berjalan sepanjang kawat, yang harus merupakan kawat non-reaktif, menghasilkan arus listrik yang membuat lampu menyala. Pada sel seperti ini, ion-ion sulfat memainkan peranan penting. Setelah bermuatan negatif, anion-anion ini terkumpul di anoda untuk mempertahankan keseimbangan muatan. Sebaliknya, pada katoda ion-ion Cu2+ terakumulasi untuk mempertahankan keseimbangan muatan ini. Kedua proses ini menyebabkan sebagian tembaga terakumulasi di katoda dan elektroda seng menjadi "terlarut" atau "meluruh" ke dalam larutan. Karena kedua reaksi tidak terjadi sendiri-sendiri (independently), kedua sel harus dihubungkan (dengan konduktor misalnya) agar ion-ion bergerak bebas. Digunakan dua wadah keramik yang berbeda untuk masing-masing larutan. Biasanya suatu "salt bridge" atau jembatan garam digunakan untuk menghubungkan kedua sel. Pada sel basah seperti ini, ion-ion sulfat bergerak dari katoda menuju anoda melalui jembatan garam dan kation-kation Zn2+ bergerak dalam arah sebaliknya.

3.

Sel Elektrolisis Sel Elektrolisi merupakan proses kimia yang mengubah energi listrik menjadi

energi

kimia.

Komponen

yang

terpenting

dari

proses

elektrolisis

ini

adalahelektroda dan elektrolit. Elektroda yang digunakan dalam proses elektolisis dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: (Au). Elektroda aktif, seperti seng (Zn), tembaga (Cu), dan perak (Ag). Elektroda inert, seperti kalsium (Ca), potasium, grafit (C), Platina (Pt), dan emas

Elektrolitnya dapat berupa larutan berupa asam, basa, atau garam, dapat pula leburan garam halida atau leburan oksida. Kombinasi antara elektrolit dan elektroda menghasilkan tiga kategori penting elektrolisis, yaitu: 1. 2. 3. Elektrolisis larutan dengan elektroda inert Elektrolisis larutan dengan elektroda aktif Elektrolisis leburan dengan elektroda inert

Pada elektrolisis, katoda merupakan kutub negatif dan anoda merupakan kutub positif. Pada katoda akan terjadi reaksi reduksi dan pada anoda terjadi reaksi oksidasi.

C. Cara Kerja Elektrolisa Dengan menggunakan daftar potensial elektroda standart dapat diketahui apakah suatu reaksi redoks dapat berlangsung atau tidak, yaitu bila potensial reaksi redoksnya positif, maka reaksi redoks tersebut dapat berlangsung. Sebaliknya jika potensial reaksi redoksnya negatif, reaksi redoks tidak dapat berlangsung. 1. Potensial reaksi redoks sebagai penentu berlangsung atau tidak berlangsungnya suatu reaksi Reaksi yang terjadi pada proses eletrolisa dibagi menjadi dua bagian yaitu reaksi yang terjadi pada katoda dan pada anoda. Reaksi pada katoda; ion-ion yang brgerak menuju katoda adalah ion-on positif dan pada katoda terjadi reaksi reduksi. Gambar 2. Sel Elektrolisis, Katoda terjadi reaksi reduksi dan pada anoda terjadi oksidasi

Reduksi untuk ion H+2H+ + 2e- H2 Reduksi untuk ion logam, mengikuti beberapa syarat yang terkait dengan kemudahan ion logam tereduksi dibandingkan dengan ion H+. Jika kation lebih mudah dioksidasi (atau melepaskan elektron), maka air yang akan direduksi. Ion-ion trsebut meliputi Gol IA dan IIA seperti ion-ion logam alkali dan alkali tanah, terutama ion Na+, K+, Ca2+, Sr2+, dan Ba2+. Jika ion-ion trsebut lebih mudah tereduksi dibanding ion H+, maka ion tersebut akan langsung tereduksi seperti ion-ion Cu2+, Ni2+, Ag+. Reaksi pada Anoda merupakan reaksi oksidasi. Ion-ion yang bergerak ke anoda adalah ion-ion negatif (anion). Reaksi yang terjadi dipengaruhi oleh jenis elektroda yang dipakai dan jenis anion. Anion: ion OH-dan ion sisa asam. Jika anoda terdiri dari platina, maka anoda ini tidak mengalami perubahan melainkan ion negatif yang dioksidasi Ion OH- akan dioksidasi menjadi H2O dan O2. 4 OH- 2 H2O + O2 + 4eIon sisa asam akan dioksidasi menjadi molekulnya. misalnya: Cl- dan Br-2 Cl- Cl2 + 2e 2 Br- Br2 + 2e Ion sisa asam yang mengandung oksigen. Misalnya: SO42-, PO43-, NO3-, tidak mengalami oksidasi maka yang mengalami oksidasi adalah air. 2 H2O 4 H+ + O2 + 4e Bila elektroda reaktif logam ini akan melepas elektron dan memasuki larutan sebagai ion positif. Prinsip ini digunakan dalam proses penyepuhan dan pemurnian suatu logam. Perhatikan proses elektrolisa larutan garam Natrium Sulfat dibawah ini, Na2SO4 2Na+ + SO42Dari tabel tampak bahwa Hidrogen lebih mudah tereduksi dibandingkan logam Natrium.

Demikian pula jika kita bandingkan antara anion SO42- dengan air, sehingga air akan teroksidasi. Na lebih aktif dari H sehingga sukar tereduksi, dan SO42- sukar teroksidasi.

Hasil elektrolisis dari larutan Na2SO4 adalah: Pada katoda terjadi gas Hidrogen (H2) dari hasil reduksi H+ dalam bentuk H2O. Pada Anoda terjadi gas O2 hasil oksidasi dari O2- dalam bentuk H2O.

Karena terjadi perubahan air menjadi gas hidrogen dan oksigen, semakin lama air semakin berkurang, sehingga larutan garam Na2SO4 semakin pekat. D. Penggunaan Sel Sel Elektrolisa Dalam Kehidupan Sehari Hari 1. Sel Elektrolisa Dalam Industri Elektrolisa digunakan di dalam industri dan di dalam berbagai pemanfaatan seperti penyepuhan atau pelapisan atau elektroplating, sintesa atau pembuatan zat tertentu dan pemurnian logam. Dari persamaan reaksi tampak pada permukaan tembaga akan terjadi reaksi reduksi Au3+(aq) + 3e Au(s). Dengan kata lain emas Au terbentuk pada permukaan tembaga dalam bentuk lapisan tipis. Ketebalan lapisan juga dapat diatur sesuai dangan lama proses reduksi. Semakin lama maka lapisan yang terbentuk semakin tebal. Sintesa atau pembuatan senyawa basa, cara elektrolisa merupakan teknik yang handal. Misalnya pada pembuatan logam dari garam yaitu K, Na dan Ba dari senyawa KOH, NaOH, Ba(OH)2, hasil samping dari proses ini adalah terbentuknya serta pada pembuatan gas H2, O2, dan Cl2. Seperti reaksi yang telah kita bahas. Dalam skala industri, pembuatan Cl2 dan NaOH dilakukan dengan elektrolisis larutan NaCl dengan reaksi sebagai berikut: Proses pemurnian logam juga mengandalkan proses elektrolisa. Proses pemurnian tembaga merupakan contoh yang menarik dan mudah dilaksanakan. Pemurnian ini menggunakan elektrolit yaitu CuSO4. Pada proses ini tembaga yang kotor dipergunakan sebagai anoda, dimana zat tersebut akan mengalami oksidasi, Cu(s) Cu2+(aq) + 2e Reaksi oksidasi ini akan melarutkan tembaga menjadi Cu2+. Dilain pihak pada katoda terjadi reaksi reduksi Cu2+ menjadi tembaga murni. Mula-mula Cu2+berasal dari

CuSO4, dan secara terus menerus digantikan oleh Cu2+ yang berasal dari pelarutan tembaga kotor. Proses reaksi redoks dalam elektrolisis larutan CuSO4 adalah : CuSO4(aq) Cu2+(aq) + SO42(aq) Katoda: Cu2+(aq) + 2e Cu(s) Anoda : Cu(s) Cu2+(aq) + 2e Pengotor tembaga umumnya terdiri dari perak, emas, dan platina. Oleh karena E0 unsur Ag, Pt dan Au > dari E0 Cu, maka ketiga logam tidak larut dan tetap berada di anoda biasanya berupa lumpur. Demikian juga jika pengotor berupa Fe atau Zn, unsur ini dapat larut namun cukup sulit tereduksi dibandingkan Cu, sehingga tidak mengganggu proses reduksi Cu.

2.

Penerapan Sel Volta pada aki Aki atau accumulator merupakan sel volta yang tersusun atas elektroda Pb dan

PbO, dalam larutan asam sulfat yang berfungsi sebagai elektrolit. Pada aki, sel disusun dalam beberapa pasang dan setiap pasang menghasilkan 2 Volt.

Aki umumnya kita temui memiliki potensial sebesar 6 Volt (kecil) sebagai sumber arus sepeda motor dan 12 V (besar) untuk mobil. Aki merupakan sel yang dapat diisi kembali, sehingga aki dapat dipergunakan secara terus menerus. Sehingga ada dua mekanisme reaksi yang terjadi. Reaksi penggunaan aki merupakan sel volta, dan reaksi pengisian menggunakan arus listrik dari luar seperti peristiwa elektrolisa. Mekanisme reaksi ditampilkan pada Bagan reaksi.

3.

Penerapan Sel Volta Pada Baterai Baterai atau sel kering merupakan salah satu sel volta, yaitu sel yang

menghasilkan arus listrik, berbeda dengan aki, batere tidak dapat diisi kembali. Sehingga batere juga disebut dengan sel primer dan aki dikenal dengan sel sekunder. Batere disusun oleh Seng sebagai anoda, dan grafit dalam elektrolit MnO2, NH4Cl dan air bertindak sebagai katoda. Reaksi yang terjadi pada sel kering adalah : Sel bahan bakar merupakan bagian dari sel volta yang mirip dengan aki atau batere, dimana bahan bakarnya diisi secara terus menerus, sehingga dapat dipergunakan secara terus menerus juga.Bahan baku dari sel bahan bakar adalah gas hidrogen dan oksigen, sel

ini digunakan dalam pesawat ruang angkasa, reaksi yang terjadi pada sel bahan bakar adalah : a. Baterai Nikel-Kadmium Baterai Nikel-Kadmium merupakan baterai kering yang dapat di isi ulang.Reaksi sel yang terjadi sebagai berikut: Anode : Cd + 2OH-Cd(OH)2 + 2E Katode +Ni(OH)2 Hasil-hasil reaksi pada baterai nikel-kadmium merupakan zat padat yang melekat pada kedua elektrodenya.pengisian dilakukan dengan membalik arah aliran electron pada kedua electrode. b. Baterai Perak Oksida Susunan baterai perak oksida yaitu Zn (sebagai anode), Ag2O (sebagai katode), dan Anode Katode pasta : : KOH Zn Ag2O sebagai + + elektrolit.reaksinya 2OHH2O + Zn(OH)2 2e 2Ag sebagai + + berikut: 2e 2OH: NiO2 + 2H2O Cd(OH)2 + Ni(OH)2Cd + NiO2 + 2H2O Cd(OH)2

Baterai perak oksida memiliki potensial sel sebesar 1,5 volt dan bertahan dalam waktu yang lama.Kegunaan baterai jenis ini adalah untuk arloji,kalkulator dan berbagai jenis peralatan elektrolit lainnya.

BAB III PENUTUP

1.

Elektrolisa adalah reaksi non-spontan yang berjalan akibat adanya arus (aliran

elektron) eksternal yang dihasilkan oleh suatu pembangkit listrik. 2. Dalam Elektrolisa terdapat tiga sel, yaitu : Sel Volta atau Galvani, Sel Daniel, Sel

Elektrolisis. Ketiga sel elektrolisa tersebut, sebelah kiri sel (anoda) terjadi oksidasi dan sebelah kanan ( katoda ) terjadi reduksi. Sel Volta, Daniel, dan Galvani : Anoda negatif (-) dan katoda positif (+) Sel Elektrolisis : Anoda positif (+) dan katoda negatif (-) 3. Dengan menggunakan daftar potensial elektroda standart dapat diketahui apakah

suatu reaksi redoks dapat berlangsung atau tidak, yaitu bila potensial reaksi redoksnya positif, maka reaksi redoks tersebut dapat berlangsung. Sebaliknya jika potensial reaksi redoksnya negatif, reaksi redoks tidak dapat berlangsung. 4. Elektrolisa digunakan di dalam industri dan di dalam berbagai pemanfaatan seperti

penyepuhan atau pelapisan atau elektroplating, sintesa atau pembuatan zat tertentu dan pemurnian logam.

DAFTAR PUSTAKA

http://nerizkadhean.blogspot.com/2013/06/elektrolisa_10.html http://africhemist.wordpress.com/2012/01/02/elektrolisa/ http://tekimku.blogspot.com/2011/07/elektrolisa.html http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-kesehatan /sel-elektrolisa/

BAB I PENDAHULUAN

a. Latar Belakang Dalam dunia modern sekarang ini, logam banyak digunakan dalam

berbagaikebutuhan kehidupan sehari-hari, mulai dari transportasi, rumah tangga, hinggaurusan pertahanan negara. Dahulu inggris adalah yang paling ingin

menelitibagaimana membuat besi atau baja yang mereka gunakan dalam Kapal Perangmereka yang saat itu mereka gunakan untuk mengarungi samudra bumi ini tahanterhadap karat, karena saat itu belum ada yang mengetahui bagaimana membuatbesi atau baja tahan terhadap karat. Karena penyebab dari

karat adalahterbentuknya Fe2O3 karena interaksi Besi dengan udara yang nantinya akanmembentuk lapisan tersebut dan membuat ketahanan besi dan baja akan menjadirapuh Metode pelapisan logam ada beberapa macam : penggunaan cat, pelapisan logamdengan Alumunim, pelapisan logam dengan Nikel, Krom. Dalam makalah kali inisaya akan membahas pelapisan logam dengan krom karena pelapisan dengankrom ini tidak hanya melapisi namun juga untuk memperindah logam yang kitalapisi.

b. Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka berikut ini rumusan masalah yang akan dikaji dalam makalah ini, yaitu: 1. Pengertian electroplating 2. Prinsip dasar electroplating 3. Skema proses electroplating 4. Variasi electroplating

c. Tujuan penulisan Tujuan dari dibahasnya makalah ini yaitu : 1. Mampu Menjelaskan Pengertian Electroplating

2. 3. 4.

Mampu Menjelaskan prinsip dasar electroplating Mampu Menjelaskan Cara Kerja Electroplating Mampu Menjelaskan Penggunaan Electroplating Dalam Kehidupan Sehari hari

BAB II PEMBAHASAN

a. Pengertian Electroplating Dalam teknologi pengerjaan logam, proses electroplating dikategorikan sebagai proses pengerjaan akhir (metal finishing). Secara sederhana, electroplating dapat diartikan sebagai proses pelapisan logam, dengan menggunakan bantuan arus listrik dan senyawa kimia tertentu guna memindahkan partikel logam pelapis ke material yang hendak dilapis.Pelapisan logam dapat berupa lapis seng (zink), galvanis, perak, emas, brass, tembaga, nikel dan krom. Penggunaan lapisan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kegunaan masing-masing material. Perbedaan utama dari pelapisan tersebut selain anoda yang digunakan, adalah larutan elektrolisisnya. Dalam penelitian yang baru belakangan ini (tahun 2004), dilakukan oleh Tadashi Doi dan Kazunari Mizumoto, mereka menemukan larutan baru (elektrolisis) yang dinamakan larutan citrate ( kekerasan deposit mencapai 440 VHN). Proses electroplating mengubah sifat fisik, mekanik, dan sifat teknologi suatu material.Salah satu contoh perubahan fisik ketika material dilapis dengan nikel adalah bertambahnya daya tahan material tersebut terhadap korosi, serta bertambahnya kapasitas konduktifitasnya.Adapun dalam sifat mekanik, terjadi perubahan kekuatan tarik maupun tekan dari suatu material sesudah mengalami pelapisan dibandingkan sebelumnya.Karena itu, tujuan pelapisan logam tidak luput dari tiga hal, yaitu untuk meningkatkan sifat teknis/mekanis dari suatu logam, yang kedua melindungi logam dari korosi, dan ketiga memperindah tampilan (decorative).

b. Prinsip Dasar Electroplating Kita mengenal istilah anoda, katoda, larutan elektrolit.Ketiga istilah tersebut digunakan seluruh literatur yang berhubungan dengan pelapisan material khususnya logam dan diilustrasikan seperti pada Gambar 1.

Anoda adalah terminal positif, dihubungkan dengan kutub positif dari sumber arus listrik. Anoda dalam larutan elektrolit ada yang larut dan ada yang tidak. Anoda

yang tidak larut berfungsi sebagai penghantar arus listrik saja., sedangkan anoda yang larut berfungsi selain penghantar arus listrik, juga sebagai bahan baku pelapis

Gambar 1. Anoda, Katoda, dan Elektrolit Katoda dapat diartikan sebagai benda kerja yang akan dilapisi, dihubungkan dengan kutub negatif dari sumber arus listrik. Elektrolit berupa larutan yang molekulnya dapat larut dalam air dan terurai menjadi partikel-partikel yang bermuatan positf atau negatif. Karena electroplating adalah suatu proses yang menghasilkan lapisan tipis logam di atas permukaan logam lainnya dengan cara elektrolisis, maka perlu kita ketahui skema proses electroplating tersebut.

c. Skema Proses Electroplating Perpindahan ion logam dengan bantuan arus listrik melalui larutan elektrolit sehinnga ion logam mengendap pada benda padat yang akan dilapisi. Ion logam diperoleh dari elektrolit maupun berasal dari pelarutan anoda logam di dalam elektrolit.Pengendapan terjadi pada benda kerja yang berlaku sebagai katoda.

Gambar 2. Skema proses electroplating Reaksi kimia yang terjadi pada proses electroplating seperti yang terlihat pada Gambar 2 dapat dijelaskan sebagai berikut: Pada KATODA Pembentukan lapisan Nikel Ni2+(aq) + 2e- Ni (s) Pembentukan gas Hidrogen 2H+(aq) + 2e- H2 (g) Reduksi oksigen terlarut O2 (g) + 2H+ H2O (l)

Mekanisme terjadinya pelapisan logam adalah dimulai dari dikelilinginya ion-ion logam oleh molekul-molekul pelarut yang mengalami polarisai.Di dekat permukaan katoda, terbentuk daerah Electrical Double Layer (EDL) yang bertindak seperti lapisan dielektrik. Adanya lapisan EDL memberi beban tambahan bagi ion-ion untuk

menembusnya. Dengan gaya dorong beda potensial listrik dan dibantu oleh reaskireaksi kimia, ion-ion logam akan menuju permukaan katoda dan menangkap electron

dari katoda, sambil mendeposisikan diri di permukaan katoda. Dalam kondisi equilibrium, setelah ion-ion mengalami discharge menjadi atom-atom kemudian akan menempatkan diri pada permukaan katoda dengan mula-mula menyesuaikan mengikuti susunan atom dari material katoda.

d. Variasi Electroplating a. Elektroplating Tembaga-Nikel-Khrom Proses pelapisan tembaga-nikel-khrom terhadap logam ferro atau kuningan sebagai logam yang dilapis adalah satu cara untuk melindungi logam terhadap serangan korosi dan untuk mendapatkan sifat dekoratif. Cara pelapisan tembaga-nikelkhrom dengan metode elektroplating adalah sebagai berikut:Pelapisan menggunakan arus searah. Cara kerjanya mirip dengan elektrolisa, dimana logam pelapis bertindak sebagai anoda,sedangkan logam dasarnya sebagai katoda. Cara terakhir ini yang disertai dengan perlakuan awal terhadap benda kerja yang baik mempunyai berbagai keuntungan dibandingkan dengan cara-cara yang lain. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain: a. Lapisan relatif tipis. b. Ketebalan dapat dikontrol. c. Permukaan lapisan lebih halus. d. Hemat dilihat dari pemakaian logam khrom. Pengerjaan elektroplating tembaga-nikel-khrom pada dasarnya terbagi atas tiga proses yaitu perlakuan awal, proses pelapisan dan proses pengolahan akhir hasil elektroplating.Proses elektroplating ini terdapat tiga jenis proses pelapisan yaitu yang pertama adalah pelapisan logam dengan Tembaga, lalu dilanjutkan dengan pelapisan Nikel dan yang terakhir benda dilapis dengan Khrom. b. Pelapisan Tembaga Tembaga atau Cuprum (Cu) merupakan logam yang banyak sekali digunakan, karena mempunyai sifat hantaran arus dan panas yang baik.Tembaga digunakan untuk pelapisan dasar karena dapat menutup permukaan bahan yang dilapis dengan baik.Pelapisan dasar tembaga dipelukan untuk pelapisan lanjut dengan nikel yang kemudian yang kemudian dilakukan pelapisan akhir khrom.

Aplikasi yang paling penting dari pelapisan tembaga adalah sebagai suatu lapisan dasar pada pelapisan baja sebelum dilapisi tembaga dari larutan asam yang biasanya diikuti pelapisan nikel dan khrom.Tembaga digunakan sebagai suatu lapisan awal untuk mendapatkan pelekatan yang bagus dan melindungi baja dari serangan keasaman larutan tembaga sulfat.Alasan pemilihan plating tembaga untuk aplikasi ini karena sifat penutupan lapisan yang bagus dan daya tembus yang tinggi. Sifat-sifat Fisika Tembaga 1.Logam berwarna kemerah-merahan dan berkilauan 2.Dapat ditempa, dibengkokan dan merupakan penghantar panas dan listrik 3.Titik leleh : 1.0830C, titik didih : 2.3010C 4.Berat jenis tembaga sekitar 8,92 gr/cm3 Sifat-sifat Kimia Tembaga 1.Dalam udara kering sukar teroksidasi, akan tetapi jika dipanaskan akan membentuk oksida tembaga (CuO) 2.Dalam udara lembab akan diubah menjadi senyawa karbonat atau karat basa, menurut reaksi 2Cu + O2 + CO2 + H2O (CuOH)2 CO3 3.Tidak dapat bereaksi dengan larutan HCl encer maupun H2SO4 encer 4.Dapat bereaksi dengan H2SO4 pekat maupun HNO3 encer dan pekat Cu + H2SO4 CuSO4 +2H2O + SO2 Cu + 4HNO3 pekat Cu(NO3)2 + 2H2O + 2NO2 3Cu + 8HNO3 encer 3Cu(NO3)2 + 4H2O + 2NO 5.Pada umumnya lapisan Tembaga adalah lapisan dasar yang harus dilapisi lagi dengan Nikel atau Khrom. Pada prinsipnya ini merupakan proses pengendapan logam secara elektrokimia,digunakan listrik arus searah (DC). Jenis elektrolit yang digunakan adalah tipe alkali dan tipe asam.Untuk tipe alkali komposisi larutan dan kondisi operasi. Larutan Strike menghasilkan lapisan yang sangat tipis. Larutan strike dapat pula dipakai sebagai pembersih dengan pencelupan pada larutan sianida yang ditandai dengan keluarnya gas yang banyak pada benda kerja sehingga kotoran-kotoran yang menempel akan mengelupas. Larutan ini terutama digunakan pada komponenkomponen dari baja sebagai lapisan dasar, untuk selanjutnya dilakukan pelapisan tembaga dengan logam lain.

Formula kecepatan tinggi atau efisiensi tinggi digunakan untuk plating tembaga tebal, sementara proses Rochelle digunakan untuk menghasilkan pelapisan yang bersifat antara strike dan kecepatan tinggi. Garam-garam Rochelle tidak terdekomposisi dan hanya berkurang melalui drag-out yaitu terikutnya larutan pada benda kerja pada saat pengambilan dari tanki tinggi disbanding larutan strike sebab kerapatan arus katoda dan efisiensi penting dalam kecepatan plating. Larutan Rochelle dan kecepatan tinggi dapat dioperasikan pada temperatur relatif tinggi.Komposisi larutan dan kondisi operasi untuk pelapisan tembaga asam. Proses Pengolahan Awal adalah proses persiapan permukaan dari benda kerja yang akan mengalami proses pelapisan logam.Pada umumnya proses pelapisan logam itu mempunyai dua tujuan pokok adalah sifat dekorasi, sifat ini untuk mendapatkan tampak rupa yang lebih baik dari benda asalnya, dan aplikasi teknologi, sifat ini misalnya untuk mendapatkan ketahanan korosinya, mampu solder, kekerasan, sifat listrik dan lain sebagainya.Keberhasilan proses pengolahan awal ini sangat

menentukan kualitas hasil pelapisan logam, baik dengan cara listrik, kimia maupu dengan cara mekanis lainnya. Proses pengolahan awal yang akan mengalami proses pelapisan logam pada umumnya meliputi proses-proses pembersihan dari segala macam pengotor (cleaning proses) dan juga termasuk proses-proses pada olah permukaan seperti poleshing, buffing,dan proses persiapan permukaan yang lainnya.Untuk mendapatkan daya lekat pelapisan logam (adhesi) dan fisik permukaan benda kerja yang baik dari suatu lapisan logam, maka perlu diperhatikan cara olah permukaan dan proses pembersihan permukaan. Ketidaksempurnaan kedua hal tersebut di atas dapat menyebabkan adanya garisan-garisan pada benda kerja dan pengelupasan hasil pelapisan logam. c. Pelapisan Krom Pelapisan krom adalah suatu perlakuan akhir

menggunakan elektroplatingoleh kromium.Pelapisan dengan krom dapat dilakukan pada berbagai jenis logamseperti besi, baja, atau tembaga. Pelapisan krom juga dapat dilakukan padaplastik atau jenis benda lain yang bukan logam, dengan persyaratan bahwa benda tersebut harus dicat dengan cat yang mengandung logam sehingga dapat mengalirkan listrik.

Cara Pelapisan Krom Pelapisan sulfatsebagai krom bahan menggunakan pemicu arus, bahan dengan dasar asam perbandingan kromat, dan asam yang

campuran

tertentu.Perbandingan yang umum bisa 100:1 sampai 400:1. Jika perbandingannya menyimpang dari ketentuan biasanya akan menghasilkan lapisan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan.Faktor lain yang sangat berpengaruh pada proses pelapisan krom ini adalah temperatur cairan dan besar arus listrik yang mengalir sewaktu melakukan pelapisan. Temperatur pelapisan bervariasi antara 35 C sampai 60 C dengan besar perbandingan besar arus 18 A/dm2 sampai 27 A/dm2. Elektroda yang digunakan pada pelapisan krom ini adalah timbal (Pb)

sebagai anoda (kutub positif) dan benda yang akan dilapis sebagai katoda (kutub negatif). Jarak antara elektroda tersebut antara 9 cm sampai 29 cm. Sumber listrik yang digunakan adalah arus searah antara 10 25 Volt, atau bisa juga

menggunakan aki mobil.

Klasifikasi Pelapisan Krom Pelapisan krom dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam, yaitu : 1. Pelapisan dekoratif

Pada pelapisan ini umumnya logam (benda kerja) terlebih dahulu dilapisi dengan tembaga kemudian nikel dan akhirnya krom. Tebal lapisan krom dekoratif umumnya berkisar antara 0.25 0.50 mikron. 2. Pelapisan krom keras Pelapisan ini sering disebut industrial krom, yaitu pelapisan krom yang memanfaatkan sifat-sifat krom untuk mendapatkan sifat-sifat seperti : tahan panas, aus, erosi, korosi dan koefisien gesk rendah. Pada pelapisan krom keras, krom diendapkan pada logam dasar secara langsung tanpa melalui pelapisan perantara. Biasanya pelapisan ini lebih tebal daripada pelapisan dekoratif. Berbeda dengan lapisan tembaga dan nikel dimana logam yang berfungsi sebagai anoda yaitu tembaga dan nikel. Untuk pelapisan krom, logam krom tidak akan berfungsi dengan baik sebagai anoda, sehingga dalam pelapisan krom digunakan anoda yang tidak larut yaitu lead (Pb).

BAB III PENUTUP

Elektroplating merupakan suatu proses yang digunakan untuk memanipulasi sifat suatu substrat dengan cara melapisinya dengan logam lain.

Proses elektroplating banyak dibutuhkan oleh industri penghasil benda logam, diantaranya industry komponen elektronika, peralatan listrik, peralatan olah-raga, peralatan dapur, dan sebagainya. Namun demikian proses elektroplating dalam prakteknya masih sulit dilakukan oleh karena pengendaliannya masih membutuhkan tenaga ahli yang berpengalaman. Hasil yang diperoleh dalam proses elektroplating dipengaruhi oleh banyak variabel, diantaranya larutan yang digunakan, suhu larutan, durasi plating, tegangan antara kedua elektroda, keadaan elektroda yang digunakan, dan sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

http://wirata.wordpress.com/2009/02/24/pelapisan-dengan-metode-elektroplating/ http://emperor-nisem08.blogspot.com/2011/12/elektroplating.html

Makalah Kimia Dasar

Selly Septianissa 2613131090

Teknik Metalurgi 2013 Universitas Jenderal Achmad Yani

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Adapun judul makalah ini adalah elektrolisa, Makalah ini disusun sebagai tugas mata kuliah kimia dasar . Oleh karena itu, saya penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada: 1. Ibu Hj. Aan Mintarsih, ST.,MM. selaku dosen pengajar mata kuliah kimia dasar 2. Teman-teman semua yang telah mendukung dan memberi semangat kepada penulis Harapan penulis semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga penulis dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini penulis akui masih banyak kekurangan karena pengalaman dan pengetahuan penulis miliki sangat kurang. Oleh kerena itu penulis harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Bandung, 8 Oktober 2013 Penulis

Selly Septianissa

Makalah Kimia Dasar

Selly Septianissa 2613131090

Teknik Metalurgi 2013 Universitas Jenderal Achmad Yani

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Adapun judul makalah ini adalah electroplating, Makalah ini disusun sebagai tugas mata kuliah kimia dasar . Oleh karena itu, saya penulis mengucapkan rasa terima kasihkepada: 1. Ibu Hj. Aan Mintarsih, ST.,MM. selaku dosen pengajar mata kuliah kimia dasar 2. Teman-teman semua yang telah mendukung dan memberi semangat kepada penulis Harapan penulis semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga penulis dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik. Makalah ini penulis akui masih banyak kekurangan karena pengalaman dan pengetahuan penulis miliki sangat kurang. Oleh kerena itu penulis harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Bandung, 8 Oktober 2013 Penulis

Selly Septianissa