Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTEK MESIN DAN PERALATAN INDUSTRI PANGAN (MIXING/PENCAMPURAN)

Oleh : Nama NRP Kel)m*)k Ta",,al Per-).aa" : Siska Sari i!ria"i : #$%$&$$'( : I (Sa!+) : Mi",,+/ &' Desem.er &$#%

0URUSAN TEKNOLOGI PANGAN AKULTAS TEKNIK UNI1ERSITAS PASUNDA 2ANDUNG &$#%

LAPORAN PRATIKUM MPIP &$#% PENCAMPURAN (MIXING)

NAMA NRP

: Siska Sari i!ria"i : #$%$&$#$$'(

I PENDA3ULUAN #4# TU0UAN Tujuan dari pratikum ini adalah untuk mengetahui dan memahami pengoperasian peralatan pencampuran bahan, dan mengetahui fungsi dan spesifikasi peralatan pencampuran bahan. #4& PRINSIP Prinsip pencampuran didasarkan pada peningkatan pengacakan dan distribusi dua atau lebih beberapa komponen yang mempunyai sifat berbeda. II TIN0AUAN PUSTAKA &4# 2A3AN Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah air sirup vanilla.. &4& METODE PERCO2AAN 1. Rakit alat pencampur yang akan digunakan kemudian lakukan pengujian alat dengan menghidupkan switch yang tertera pada motor pengaduk sebelum dilakukan pencampuran. . !iapkan bahan"bahan yang akan dicampurkan, kemudia masukkan bahan" bahan tersebut secara bersamaan sedikit demi sedikit ke dalam tangki pencampuran sambil dilakukan pengadukan, sebelumnya di ukur terlebih dahulu suhu masing"masing larutan. #. !et kecepatan pengadukan pada skala , dan catat waktu awal pengadukan.

$. Pengadukan dilanjutkan hingga kurang lebih 1% menit serta amati campuran cairan di dalam tangki, sudah tercampur sempurna atau belum dengan mengambil sampel melalui kran yang terdapat pada tangki. &. 'ika cairan sudah bercampur dengan sempurna, matikan motor dengan merubah ke posisi switch off dan catat waktu yang diperlukan untuk proses pencampuran tersebut. (. Tentukan daya yang diperlukan pada proses pengadukan.

,ir

!irup )anilla

Pengukuran !uhu

Pencampuran

Bahan hasil Pencampuran

Pengukuran !uhu

Pengukuran densitas *Piknometer+

Pengukuran viskositas *viskometer ostwald+

Perhitungan

Gam.ar #4 Dia,ram Alir Pe"-am*+ra" (Mixing)

&4% ALAT 5ANG DIGUNAKAN : ,lat"alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah- propeller mixer, timbangan, thermometer, pipet ukur, piknometer, viscometer oswald dan baskom. III 3ASIL PENGAMATAN PENCAMPURAN 2A3AN 0+mlah 6a", 7i.+!+hka" ,ir 1#%% ml !irup vanilla %% m.

3asil Pe",ama!a" !uhu air */0+ !uhu campuran */0+ 1iameter ,gitator *1a+ *m+ 1iameter Buffle *m+ 1iameter tangki *m+ 3ecepatan Putaran *4+ *rps+ t air *detik+ t campuran *detik+ )olume pikno *m#+ Berat pikno *kg+ Berat pikno 8 campuran *kg+ air *kg9m.s+ campuran *kg9m.s+ air *kg9m#+ campuran *kg9m#+ 4Re 4P P *:att+ De"si!as : T (8C) *a+ % *b+ $ *c+ & air

3ASIL $ /0 $,( /0 %,%$($ m %,11 m %,1$2( m (,( 5 detik 1#,6 detik ,& 7 1%& %,%1#( kg %,%#6& kg %,61$ 1%# kg9m.s 1,(& 1%# kg9m.s 662, #$ kg9m# 1%#( kg9m# 56%% 1 %,%(& *watt+

air *kg9m#+ *,pendi; ,. "#+ pada suhu $ /0 (k,/m%) 665, # *d+ < 662,%5 *e+

=nterpolasi *;+ > d 8 * c ? a+ ; *e ? d+ *b ? a+ @ air *3g9m#+ *;+ > 665, # 8 * & ? %+ ; *662,%5 ? 665, #+ * $ ? %+ air (k,/m%) 9 '':/%; k,/m% @ campuran > * : pikno 8 campuran+ ? : pikno ) pikno > %,%#6& ? %,%1#( %,%%%% & -am*+ra" 9 #$%< k,/m% 1isk)si!as : T (8C) $ air (kg/m.s) = 103 %,61$ 7 1%#

= >:%/& k,/m4s

campuran

9 #$%< ? #%/' ? $/$$$'#;& $/$$$'#;& ? >

campuran 9 $/$$#<( k,/m4s

NRe NRe P

($/$;<;)& ? </<& ? #$%< $/$$#<(

9 >'$$ 9# 9 N* = campuran = N% = Da( 9 # = #$%< k,/m% = (</<&%)r*s = ($/$;<;()s 9 $/$<( 0/s (Aa!!)

N* (7iliha! 7ari k+r@a hal4 #;( (Gea"k)*lis)

I1 PEM2A3ASAN Proses pencampuran merupakan salah satu proses yang penting dan sering dijumpai dalam sebagian besar industri. Pada proses inilah sebagian besar produk dihahsilkan. Aesin yang biasa digunakan untuk proses pencampuran ini disebut mixer. Pencampuran merupakan proses mencampurkan satu atau lebih bahan dengan menambahkan satu bahan ke bahan lainnya sehingga membuat suatu bentuk yang seragam dari beberapa konstituen baik cair"padat, padat"padat, maupun cair"gas. 3omponen yang jumlahnya lebih banyak disebut fase kontinyu dan yang lebih sedikit fase disperse. Tujuan pencampuran dengan menggunakan alat pencampur adonan *mixer+ adalah untuk memperoleh adonan yang elastis dan menghasilkan pengembangan gluten yang diinginkan. ,lat pencampur ini terdiri dari tempat untuk menampung bahan dan as stainless steel. As stainless steel yang bercabang tegak lurus berfungsi untuk mencampurkan bahan baku yang berputar akibat adanya puli penggerak. Batang"batang pengaduk tersebut akan memecah dan mengaduk bahan dengan meningkatkan pengacakan dan distribusi bahan, sehingga terjadi pencampuran. 0ampuran tersebut akan membentuk adonan yang kompak dan uniform. Prinsip pencampuran bahan banyak diturunkan dari prinsip mekanika fluida dan perpindahan bahan, karena pencampuran bahan akan ada bila terjadi gerakan atau perpindahan bahan yang akan dicampur baik secara horiBontal ataupun vertikal. 1erajat keseragaman pencampuran, dalam dikuur dari sampel yang diambil selama pencampuran, dalam hal ini jika komponen yang dicampur telah terdistribusi melalui komponen lain secara random *acak+, maka dikatakan pencampuran telah berfungsi dengan baik. 1erajat pencampuran yang dicapai tergantung pada1. Ckuran relative partikel . Dfisiensi alat pencampur untuk komponen yang dicampur #. 3ecenderungan komponen untuk membentuk agregat

$. 3adar air, sifat permukaan dan aliran dari masing"masing komponen Peralatan pencampuran dapat dibagi atau diklasifikasikan atas beberapa kategori, yaitu" " Berdasarkan jenis bahan yang dicampur yaitu alat pencampur liEuid, alat pencampur padat dan alat pencampur pasta. Berdasarkan jenis agitator, yaitu double cone mixer, ribbon blender, planetary mixers, dan proppeler mixers. Bahan cari diaduk untuk mencapai beberapa maksud, diantaranyaa. Aensuspensikan partikel padatan b. Aenggabungkan bahan cair yang dapat saling bercampur c. Aendispersikan gas dalam bentuk gelembung halus d. Aendispersikan bahan cair lain yang tidak dapat bercampur e. Aeningkatkan pindah panas anatara bahan cair dan sumber panas. Mixer merupakan salah satu alat pencampur dalam sistem emulsi sehingga menghasilkan suatu dispersi yang seragam atau homogen. Terdapat dua jenis mixer yang berdasarkan propelern-nya *turbin+, yaitu mixer mixer dengan satu propeller dan mixer dengan dua propiller. Mixer denga satu propeller adalah yang biasanya digunakan untuk cairan dengan viskositas rendah. !edangkan mixer dengan dua propiler umumnya digunakan pada cairan dengan viskositas tinggi. Fal ini karena satu propeller tidak mampu mensirkulasikan keseluruhan massa dari bahan pencampur *emulsi+, selain tingkat emulsi bervariasi dari waktu ke waktu. 'enis alat yang digunakan pada praktek ini adalah mixer yang mempunyai satu propeller. !atu prinsip penerapan untuk mencapur bahan dengan viskositas yang tinggi dan berbentuk pasta adalah kinerja yang tergantung pada kontak langsung antara material pencampur dengan bahan yang akan dicampur. Cntuk bahan dengan viskositas tinggi dengan viskositas tinggi dan berbentuk pasta ini banyak menggunakan model pencampur seperti - pencampur tipe pancim, pencampur dengan pisau berbentuk B ,liran yang terjadi di dalam bahan diperkirakan berupa seperti pada gambar berikut sehingga pencampuran akan terjadi dengan cepat dan teratur.

1aya yang dibutuhkan untuk pencampuran yang menggunakan mixer propeller yaitu daya mixer yang menggunakan baling"baling. Proses pencampuran air dengan cara ini biasanya terjadi karena adanya aliran turbulensi air, dimana gaya inersia lebih mendominasi. Pada umumnya, makin kencang aliran atau kecepatan alir tinggi maka akan menghasilkan turbulensi yang tinggi pula, dengan dimikian akan memudahkan atau mengefisienkan proses pencampuran tersebut. Pencampuran bahan"bahan cair sangat dipengaruhi oleh sifat"sifat bahan cair, seperti viskositas, kerapatan, jenis alat pencampur dan energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan propeller, impeller(blade). Beberapa jenis impeller yang sering digunakan untuk mengaduk antara lain - propeller, turbine, paddle, anchor, helical ribbon penggunaannya adalah sebagai berikut. dan helical screw. ,dapun aplikasi

Tabel 1. 'enis"jenis impeller dan sifatnya

J enis Propeller Turbine Paddle Anchor Helical ribbon Helical screw

viskositas K ecepatan < 5kg/ ms < 50 kg/ ms <100 kg/ ms

'enis"jenis alat pencampur adalah1. Propeller mi;er

Gambar Propeller mi;er . Tumbling mi;er

Gambar Tumbling mi;er

#. Ribbon mi;er

Gambar Ribbon mi;er $. )ertical"screw mi;er

Gambar )ertical"screw mi;er Hungsi bafle ialah untuk mencegah terjadinya vorteks pada saat pencampuran sehingga aliran pencampuran dapat turbulen. Haktor""faktor yang mempengaruhi proses pencampuran adalah 1.,liran ,liran yang turbulen dan laju alir bahan yang tinggi biasanya menguntungkan proses pencampuran. !ebaliknya, aliran yang laminar dapat menggagalkan pencampuran. .Ckuran partikel9luas permukaan !emakin luas permukaan kontak bahan"bahan yang harus dicampur, yang berarti semakin kecil partikel dan semakin mudah gerakannya di dalam campuran, maka proses pencampuran semakin baik. #. 3elarutan

!emakin besar kelarutan bahan"bahan yang akan dicampur satu terhadap lainnya, semakin baik pencampurannya. 1 KESIMPULAN DAN SARAN (4# KESIMPULAN 1ari hasil percobaan mesin pencampur pada bahan air dan sirup vanilla diperoleh daya sebesar %,%(& watt. (4& SARAN ,gar lebih dilengkapi lagi peralatan laboratoriumnya. DA TAR PUSTAKA Hebrian, %1 , Be"is *e"-am*+r, http-99febrianipurba.blogspot.com9 %1 91 9 mesin"pencampur"mi;ing"eEuipment.html akses 1 januari %1$. Geankoplis, 0. '. *166&+. Tra"s*)r! Pr)-esses a"7 U"i! O*era!i)"/ edition, ,llyn and Bacon, =nc., Boston. third