Anda di halaman 1dari 16

1

PERUBAHAN PSIKOLOGI PADA WANITA PADA SAAT PERSALINAN

DISUSUN OLEH : HILDA PEBRINA RAMBE 201207023

AKADEMI KEBIDANAN ADILA BANDAR LAMPUNG 2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya,sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah ini, untuk melengkapi tugas psikologi dengan judul PERUBAHAN PSIKOLOGIS PADA WANITA PADA SAAT KEHAMILAN. Penulis menyelesaikan makalah ini guna menyesaikan tugas mata kuliah PSIKOLOGI. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ahmad Dahro, selaku dosen mata kuliah Psikologi serta Ibu Nopa Utari , SST.selaku pembimbing akademik.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam menyusun makalah ini, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca sekalian untuk kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, semoga tugas makalah ini bermanfaat bagi para pembaca pada umumnya dan bagi penyusun pada khususnya.

BANDAR LAMPUNG, JANUARI 2014

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi dari rahim ibu

melalui jalan lahir atau dengan jalan lain, yang kemudian janin dapat hidup di dunia luar. Persalinan normal (WHO) adalah dimulai secara spontan (dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir), beresiko rendah pada awal persalinan dan presentasi belakang kepala pada usia kehamilan antara 37-42 minggu setelah persalinan ibu maupun bayi berada dalam kondisi baik. Asuhan yang dapat diberikan bidan kepada ibu adalah memberikan informasi, memberikan dorongan semangat, menyiapkan ruangan untuk persalinan, teman yang mendukung, mobilisasi, makan dan minum selama

persalinan, buang air kecil dan besar, kenyamanan, dan kebersihan (Depkes RI, 2000). Kematian dan kesakitan ibu dapat dicegah dengan memperbaiki bidang pelayanan kesehatan.Yaitu dibutuhkan tenaga kesehatan yang terampil juga didukung sarana dan prasarana yang memadai.Salah satu upayanya yaitu dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan dalam menolong persalinan berdasarkan konsep asuhan persalinan normal. Asuhan persalinan normal merupakan asuhan yang bersih dan aman selama persalinan dan setelah bayi baru lahir , serta upaya pencegahan komplikasi terutama pada perdarahan pascapersalinan, hipotermi, dan asfiksia bayi baru lahir. Persalinan yang bersih dan aman ini sangat penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir.

1.2 Tujuan Tujuan pembuatan makalah ini adalah memberikan asuhan yang memadai selama persalinan dalam upaya mencapai pertolongan persalinan yang bersih dan aman dengan memperhatikan aspek sayang ibu dan sayang bayi.

Tujuan persalinan normal adalah menjaga kelangsungan hidup dan memberikan derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya melalui prinsip keamanan dan kualitas pelayanan yang optimal ,serta menangani gangguan psikologi ibu saat menghadapi persalinan.

BAB II PEMBAHASAN

A. Persalinan Persalinan dan kelahiran normal adalah proses pengeluaran janin yang terjadi pada kehamilan cukup bulan (37-40 minggu) lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 18 jam, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun pada janin. Kala 1 adalah proses dimulainya dari saat persalinan mulai sampai pembukaan lengkap (10cm Klinis dapat dinyatakan partus dimulai bila timbul his dan wanita tersebut mengeluarkan lendir yang bersemu darah (blood show). Lendir yang bersemu darah ini berasal dari lender kanalis servikalis karena serviks mulai membuka atau mendatar. Kanalis servikalis itu pecah karena pergerseran-pergeseran ketika serviks membuka. Proses membukannya serviks akibat his dibagi menjadi 2 fase : 1. Fase laten : berlangsung selama 8 jam. Pembukaan terjadi sangat lambat sampai mencapai ukuran diameter 3 cm. 2. Fase aktif : dibagi menjadi 3 fase kembali , yakni : a. Fase akselerasi. Dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm tadi menjadi 4 cm. b. Fase dilatasi maksimal : dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat, dari 4 cm menjadi 9 cm. c. Fase deselerasi : pembukaan menjadi lambat kembali dalam waktu 2 jam pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap. Fase- fase tersebut di jumpai pada primigravida. Pada multigravida pun terjadi demikian, akan tetapi fase laten, fase aktif, dan fase deselerasi terjadi lebih pendek.

B. Sebab-sebab terjadi persalinan

Hal yang menjadi penyebab mulainya persalinan belum diketahui benar , tetapi ada dua hormon yang mempengaruhi saat hamil : 1. Estrogen a. Meningkatkan sensitivita otot rahim b. Menerima rangsangan dari luar seperti rangsangan oksitosin , prostaglandin serta rangsangan mekanis .

2. Progesteron a.Menurunkan sensitivitas otot rahim. b.Menyulitkan penerimaan dari luar seperti rangsangan oksitosin ,prostaglandin dan mekanis. c.Menyebabkan otot rahim dan otot polos relaksasi. Kedua hormon ini harus seimbang untuk mempertahankan kehamilan.Perubahan keseimbangan kedua hormon tersebut menyebabkan oksitosin yang dikeluarkan oleh hipofisis anterior dapat menimbulkan kontraksi Braxton Hicks.Kontraksi Braxton Hickx akan menjadi kekuatan dominan saat mulainya persalinan.Dan hormon prostaglandin pada laki-laki juga mempengaruhi persalinan.

C. Tahapan Persalinan (KALA I , II , III , DAN IV)

Kala I (Kala Pembukaan) persalinan dimulai sejak trjadinya kontraksi uterus dan pembukaan serviks,hingga mencapai pembukaaan lengkap (10cm) Persalinan kala I dibagi menjadi 2 fase , yaitu : 1. Fase laten, dimana pembukaan serviks berlangsung lambat dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan secara bertahap samapi pembukaan 3 cm, berlangsung 7-8 jam. 2. Fase aktif (pembukaan serviks 4-1 cm), berlangsung selama 6jam.

Mekanisme

pembukaan

serviks

berbeda

antara

primigravida

dan

multigravida.Pada primigravida ostium uteri internium akan membuka lebih dulu , sehingga serviks akan mendatar dan menipis ,kemudian ostiu internum sudah sedikit membuka.

Kala II (Kala pengeluaran bayi) Kala II persalinan dimulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap (10cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi. Kala II pada primipara berlangsung selama 2 jam dan multipara 1 jam. Tanda dan gejala kala II : 1. His semakin kuat , dengan interval 2-3menit. 2.Ibu merasa ingin meneran bersamaan dengan terjadinya kontraksi. 3.Ibu merasakan makin emningkatnya tekanan pada rektum dan vagina. 4.Perinium menonjol. 5.Vulva , vagina dan sfringter ani terlihat membuka. 6.Peningkatan pengeluaran lendir dan darah.

Kala III (Kala Pengeluaran Plasenta) Kala III Persalinan dimulai setelah lahirnya bayi dan berakhir dengan lahirnya plasenta dan selaput ketuban.Seluruh proses biasanya berlangsung 5-30 menit setelah bayi lahir.

Kala IV (Pengawasan) Kala IV dimulai setelah lahirnya plasenta dan berakhir dua jam setelah proses tersebut. Observasi yang haru dilakukan : 1.Tingkat kesadaran. 2.Pemeriksaan tanda-tanda vital , Tekanan darah, suhu , nadi dan pernapasan. 3.Kontraksi uterus.

4.Perdarahan.Dianggap normal jika jumlahnya tidak melebihi 500 cc.

2.1 Pengaruh Perubahan Psikologis Pada Saat Melahirkan Perubahan Psikologis Ibu saat Persalinan Fase Laten : Pada fase ini ibu biasanya merasa lega dan bahagia karena masa kehamilannya akan segera berakhir. Namun pada awal persalinan wanita biasanya gelisah, gugup, cemas dan khawatir sehubungan dengan rasa tidak nyaman karena kontraksi. Biasanya ia ingin berbicara, perlu ditemani, tidak tidur, ingin berjalanjalan dan menciptakan kontak mata. Pada wanita yang dapat menyadari bahwa proses ini wajar dan alami akan mudah beradaptasi dengan keadaan tersebut. Fase aktif : saat kemajuan persalinan sampai pada waktu kecepatan maksimum rasa khawatir wanita menjadi meningkat. Kontraksi semakin kuat dan fekuensinya lebih sering sehingga wanita tidak dapat mengontrolnya. Dalam keadaan ini wanita akan lebih serius. Wanita tersebut menginginkan seseorang untuk mendampinginya karena dia merasa takut mampu beradaptasi dengan kontraksinya.

Kebutuhan ibu selama persalinan: a. Kebutuhan fisiologis b. Kebutuhan rasa aman c. Kebutuhan dicintai dan mencintai d. Kebutuhan harga diri e. Kebutuhan aktualisasi diri

2.1 Pengertian Gangguan psikologi pada ibu bersalin Persalinan merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para ibu hamil, sebuah waktu yang menyenangkan namun di sisi lain merupakan hal yang paling mendebarkan. Persalinan terasa akan menyenangkan karena si kecil yang selama sembilan bulan bersembunyi di dalam perut anda akan muncul terlahir ke dunia. Di sisi lain persalinan juga menjadi mendebarkan khususnya bagi calon ibu

baru, dimana terbayang proses persalinan yang menyakitkan, mengeluarkan energi yang begitu banyak, dan sebuah perjuangan yang cukup melelahkan. Gangguan yang terjadi pada seorang ibu menjelang persalinan, yang bersumber pada rasa takut & sakit pada fisik yg teramat sangat. Pada ibu hamil banyak terjadi perubahan , baik fisik maupun psikologis. Begitu jaga pada ibu bersalin, perubahan psikologis pada ibu bersalin wajar terjadi pada setiap orang namun ia perlu memerlukan bimbingan dari keluarga dan penolong persalinan agar ia dapat menerima keadaan yang terjadi selama persalinan dan dapat memahaminya sehingga ia dapat beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi pada dirinya. Perubahan psikologis selama persalinan perlu diketahui oleh penolong persalinan dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendamping atau penolong persalinan. Perubahan psikologis pada kala satu, beberapa keadaan dapat terjdi pada ibu dalam persalinan, trauma bagi ibu yang pertama kali melahirkan, perubahanperubahan yang di maksud adalah: a. Perasaan tidak enak. b. Takut dan ragu-ragu akan persalinan yang di hadapi. c. Ibu dalam menghadapi persalinan sering memikirkan antara lain apakah persalinan berjalan normal. d. Menganggap persalinan sebagai cobaan. e. Apakah penolong persalinan dapat sabar dan bijaksana dalam menolongnya. f. Apakah bayi normal atau tidak. g. Apakah ia sanggup merawat bayinya. h. Ibu cemas.

10

Perlu diketahui, ketika mengandung bahkan setelah melahirkan terjadi "fluktuasi" hormonal dalam tubuh. Hal inilah yang antara lain menyebabkan terjadinya gangguan psikologis pada ibu yang baru melahirkan.

1. Kurangnya persiapan mental Yang dimaksud di sini adalah kondisi psikis atau mental yang kurang dalam menghadapi berbagai kemungkinan seputar peran ganda merawat bayi, pasangan, dan diri sendiri. Terutama hal-hal baru dan "luar biasa" yang bakal dialami setelah melahirkan. Ini tentunya dapat menimbulkan masalah. Penderitaan fisik dan beban jasmaniah selama berminggu-minggu terakhir masa kehamilan itu menimbulkan banyak gangguan psikis dan pada akhirnya meregangkan jalinan hubungan ibu dan anak yang semula tunggal dan harmonis. Maka beban inilah yang menjadi latar belakang dari impuls-impuls emosional yang diwarnai oleh sikap permusuhan terhadap bayinya. Lalu ibu tersebut mengharapkan jika bayi yang dikandungnya untuk segera dikeluarkan dari rahimnya.

2. gangguan bounding attachment pengertian bounding attachmet/ keterikatan awal/ ikatan batin adalah suatu proses dimana sebagai hasil dari interaksi terus menerus antara bayi dan orang tua yang bersifat saling mencintai, memberikan keduanya pemenuhan emosional dan saling membutuhkan.

Bagaimana cara pencegahan Gangguan psikologi pada ibu bersalin ?

Tugas penting atau yang paling utama dari seorang wanita dalam proses kelahiran bayinya, khusus pada periode permulaan (periode mulai melebarnya saluran vagina dan ujung uterus) ialah sebagai berikut: a. Sepenuhnya patuh mengikuti kekuatan-kekuatan naluriah dari dalam b. Memberikan partisipasi sepenuhnya c. Dengan kesabaran sanggup menderita segala kesakitan.

11

Selanjutnya, jika proses kesakitan pertama-tama menjelang kelahiran itu disertai banyak ketegangan batin dan rasa cemas atau ketakutan yang berlebihan, atau disertai kecenderungan yang sangat kuat untuk bertingkah super aktif, dan mau mengatur sendiri proses persalinan maka: a. Proses kelahiran bayi bisa menyimpang dari pola normal dan spontan b. Prosesnya kan sangat terganggu (merupakan kelahiran yang abnormal).

Situasi pada periode kedua berlangsung agak berbeda sekarang wanita harus berkerja keras menahan kesakitan yang semakin hebat. Dan tekanantekanan dalam perut harus disertai usaha merejan secara sungguh-sungguh.semua ini dibarengi dengan kontrak-kontraksi dari dalam, diperkuat oleh kemamuan sendiri, dan dirangsang oleh dorongan serta sugesti dari luar yaitu dari bidan, dokter dll maka segenap daya psikis dan fisik wanita benar-benar

dikonsentrasikan pada pengabdian diri untuk melanggenggkan generasi manusia dengan jalan melahirkan bayinya.

Bagaimana penatalaksanaan gangguan psikologi pada ibu bersalin ?

Adapun cara-cara mengatasi masalah psikologis pada saat persalinan, yaitu: a. Kegiatan konseling pada ibu melahirkan. Adapun konseling-konselingnya sebagai berikut: 1. Menjalin hubungan yang mengenakan (rapport) dengan klien. 2. Bidan menerima klien apa adanya dan memberikan dukungan yang positif. 3. Kehadiran merupakan bentuk tindakan aktif keterampilan yang meliputi mengatasi semua kekacauan/kebingungan, memberikan perhatian total kepada klien. 4. Bidan selalu mendengarkan dan memperhatikan keluhan klien. 5. Sentuhan bidan terhadap klien akan memberikan rasa nyaman dan dapat membantu relaksasi

12

Misalnya: ketika kontraksi pasien merasakan kesakitan, bidan memberikan sentuhan pada daerah pinggang, sehingga klien akan merasa nyaman. 6. Memberikan informasi tentang kemajuan persalinan merupakan upaya untuk memberikan rasa percaya diri pada klieb bahwa klien dapat menyelesaikan persalinanya. 7. Memandu persalinan. Misalnya dengan bidan menganjurkan klien meneran pasa saat his berlangsung. 8. Mengadakan kontak fisik dengan klien. Misalnya: mengelap keringat, mengipasi, memeluk pasien, menggosok klien. 9. Memberikan pujian kepada klien atas usaha yang telah dilakukannya. Misalnya : bidan mengatakan: bagus ibu, pintar sekali menerannya. 10. Memberikan ucapan selamat kepada klien atas kelahiran anaknya dan mengatakan ikut berbahagia. b. Bila diperlukan alternatif pilihan yaitu melahirkan tanpa rasa sakit dengan metode relaksasi Hypnobrithing. Hypnobrithing adalah suatu hipnoterapi yang dilakukan dengan melakukan kontak langsung dengan alam bawah sadar sehingga mencapai kondisi rileks yang mendalam dan stabil, kita akan mampu menanamkan suatu program atau konsep baru yang secara otomatis akan mempengaruhi kehidupan dan tindakan kita sehari-hari. c. Menggunakan media air guna mengurangi rasa sakit, seperti metode Water Birth

13

BAB V TINJAUAN KASUS

3.1 Contoh Kasus. Seorang ibu GIP0A0 datang ke BPS Ny. HJ Esti Azhar dengan keluhan keluar darah bercampur lendir dan sakit yg luar biasa di pinggangnya . Ibu kelihatan sangat takut sekali mengetahui itu sehingga ibu cepat-cepat datang ke BPS. Setelah di Periksa Dalam ternyata pembukaan masih 2 cm sehingga ibu harus menunggu sampai pembukaan nya lengkap . Karena takut terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan , si Ibu sementara disuruh tinggal .Dan keluarga nya mengiyakan .Karena ibu masih primigravida jadi menunggu pembukaan lengkap membutuhkan waktu yg lama sekali . Dan ibu baru pertama kali menghadapi persalinan , ibu merasa cemas dan selalu memanggil manggil bidan dan menanyakan kapan anak saya lahir.Ibu juga menangis dan sangat takut sekali akan persalinan yang akan ibu hadapi. 3.2 Penanganan Melakukan pendekatan kepada ibu ,yaitu dengan membrikan dukungan dan keprcayaan diri bahwa ibu akan baik-baik saja saat menghadapi

persalinan.Memberikan konseling kepada ibu yaitu menjalin hubungan antara bidan dan ibu supaya si ibu dapat tenang dan siap dalam menghadapi persalinan. Serta mendengarkan keluhan ibu dan apa yang dirasakan ibu saat ini , dan tentunya bidan harus membrikan jawaban yang dapat membuat ibu lega dan tidak takut dalam menghadapi persalinan. Sifat-sifat dukungan dalam menghadapi persalinan antara lain sederhana , efektif , murah atau terjangkau , beresiko rendah , kemajuan persalinan bertambah baik serta menjadikan hasil persalinan akan bertambah baik. Dukungan persalinan bertujuan untuk : 1.mengurangi nyeri pada sumbernya 2. memberi perangsang alternatif yang kuat untuk mengurang nyeri.

14

3. mengurangireaksi negatif emosional atau reaksi fisik wanita terhadap rasa sakit. (Ahmad Dahro, 2011).

15

BAB III PENUTUP

4.1 KESIMPULAN Dari pembahasan yang kita buat dapat disimpulkan bahwa pada setiap persalinan normal akan terjadi perubahan yang cukup signifikan mulai dari tekanan darah , denyut jantung ,suhu , kontraksi uterus , ketuban pecah hingga terbentuknya segmen bawah rahim.Persalinan adalah proses alamiah yang dialami oleh setiap perempuan.Selain perubahan fisiologis , terdapat juga perubahan psikologis pada saat persalinan yaitu rasa cemas , khawatir dan takut persalinan nya tidak normal serta bayinya tidak sehat atau tidak selamat.Oleh sebab itu , kita sebagai bidan harus terampil dalam memberikan asuhan kebidanan serta menerapkan komunikasi kepada klien supaya klien tidak merasa takut dan cemas dalam menghadapi persalinan.

4.2 SARAN Semoga dengan adanya makalah ini , pembaca dan kita juga sebagai calon bidan dapat mengambil manfaat dari topik dari makalah ini , karena banyaknya ilmu pengetahuan yang sangat penting diketahui oleh pembaca .Pembaca dapat mengembangkan dan menerapkan dinamika psikologi pada wanita masa pasca persalinan baik dalam praktik klinik ataupun kehidupan sehari-hari .

16

BAB V DAFTAR PUSTAKA

Kartono, kartini. Psikologi Wanita Jilid 2 ( Mengenal Wanita Sebagai Ibu & Nenek ). Jakarta : Mandar Maju Wiknjosastro,Hanifa. 2010. Ilmu Kandungan. Jakarta : PT. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo. Wulandari Diah. 2009. Pengantar Komunikasi dan Konseling dalam Praktik Kebidanan.Yogyakarta : Mitra Cendikia Offiset Rohani,Reni Saswita,Marisah.2011. Asuhan Kebidanan pada Masa

Persalinan.Jakarta: PT. Salemba Medika Dahro, Ahmad. 2011. Hal 81. Psikologi Kebidanan. Bandar Lampung : Salemba Medika.