Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM IMUNOLOGI CROSS MATCHING (RUTIN)

OLEH : NUR ALIMIN [0901037] KELOMPOK II-A/ GANJIL TANGGAL PRAKTIKUM : KAMIS, NO!EM"ER 01

#OSEN PEM"IM"ING: A#RIANI SUSANT$, M%&'()%,A*+% ASISTEN : AL&IONITA SERAGIH ONA SISCANO!A SEKOLAH TINGGI ILMU &ARMASI RIAU PEKAN"ARU 01

CROSS MATCHING (RUTIN) 1% TUJUAN PERCO"AAN Untuk memastikan ada atau tidaknya allo-antibodi pada darah resipien yang akan bereaksi dengan darah donor bila ditransfusikan atau sebaliknya Untuk menentukan cocok tidaknya darah donor dengan darah penerima untuk persiapan transfusi darah. % TINJAUAN PUSTAKA Transfusi darah adalah proses menyalurkan darah atau produk berbasis darah dari satu orang ke sistem peredaran orang lainnya. Transfusi darah berhubungan dengan kondisi medis seperti kehilangan darah dalam jumlah besar disebabkan trauma, operasi, syok dan tidak berfungsinya organ pembentuk sel darah merah. Singkatnya berdasarkan panduan dari apa yang telah dilakukan oleh Landsteiner, pada 19 ! sejarah mencatat kesuksesan transfusi darah pertama yang dilakukan oleh "r. #euben $ttenberg di %t. Sinai &ospital, 'e( )ork. *erkat keahlian Landsteiner pula banyak nya(a dapat diselamatkan dari kematian saat terjadi +erang "unia ,, dimana transfusi darah dalam skala lebih besar mulai dilakukan. -emudian, -arl Landsteiner memperoleh penghargaan 'obel dalam bidang .isiologi dan -edokteran pada tahun 19/ untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah 0*$. "alam transfusi darah, kecocokan antara darah donor 1penyumbang2 dan resipien 1penerima2 adalah sangat penting. "arah donor dan resipien harus sesuai golongannya berdasarkan sistem 0*$ dan #hesus faktor. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian. &emolisis adalah penguraian sel darah merah dimana hemoglobin akan terpisah dari eritrosit. +emilik rhesus negatif tidak boleh ditransfusi dengan darah rhesus positif.

3ika dua jenis golongan darah ini saling bertemu, dipastikan akan terjadi perang. Sistem pertahanan tubuh resipien 1penerima donor2 akan menganggap rhesus dari donor itu sebagai benda asing yang perlu dila(an. "i dunia, pemilik darah rhesus negatif termasuk minoritas. Uji silang serasi 14rossmatch2 digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya antibodi, baik antibodi komplet 1,g%2 maupun antibodi inkomplet 1,g52 yang terdapat dalam serum atau plasma pasien 1resipien2 maupun dalam plasma donor, memastikan bah(a transfusi darah yang diberikan sesuai atau kompatibel dan tidak menimbulkan reaksi apapun pada pasien serta sel-sel darah dapat mencapai masa hidup maksimum setelah diberikan serta cek akhir uji kecocokan golongan darah 0*$. +emeriksaan ini dilakukan dalam tiga fase serta dilakukan pula uji 6aliditas. .ase , ini dapat mendeteksi7 0ntibodi komplet 1,g% 80ntibodi dingin2, seperti 7 anti-0, anti-* 1ketidakcocokan pada penetapan golongan darah 0*$ serta adanya antibodi komplet lain seperti7 anti-%, anti- Le(is, anti-', anti-+1, anti-01, anti-&, anti-,2. +ada fase ,,, antibodi inkomplet dapat mengikat sel darah merah, sehingga pada fase ,,, dengan bantuan penambahan 4oombs serum terjadi reaksi positip, contohnya 7 anti-", anti-9, anti-e, anti-4, anti-c, anti--ell, anti--idd, anti-S. +ada fase ,,,, semua antibodi inkomplet yang terikat pada sel darah merah di fase ,, akan beraglutinasi 1positif2 setelah penambahan 0nti &uman 5lobulin 14oomb:s serum2, contoh 7 anti-.ya , anti-.yb, anti--ell, anti-#hesus. *ila reaksi silang %ayor dan %inor fase 1 sampai fase / tidak menunjukkan reaksi aglutinasi dan atau hemolisis, hasil diinterpretasikan kompatibel 1cocok2. *ila reaksi silang %ayor dan %inor fase 1 sampai fase / menunjukkan adanya reaksi aglutinasi dan atau hemolisis, hasil diinterpretasikan inkompatibel 1tidak cocok2. ,nkompatibel pada major crossmatch maka darah donor tidak dapat diberikan kepada pasien. Untuk UT"8 *ank darah yang sudah mempunyai sel panel dapat melakukan skrining dan identifikasi antibodi terhadap darah pasien, kemudian baru mencari darah donor yang sesuai dengan darah pasien tersebut. ,nkompatibel pada minor crossmatch maka darah donor masih

dapat diberikan kepada pasien 1Packed Red Cell2. *agi UT" yang sudah mempunyai sel panel dan sudah melakukan skrining darah donor terhadap allo antibodi, maka pemeriksaan minor test tidak perlu dilakukan lagi. &asil positif atau negatif palsu pada pemeriksaan crossmatch dapat dihindari dengan cara yaitu menggunakan saline yang bersih, jernih, tidak be(arna dan tidak terkontaminasi dengan serum, suhu inkubator harus /!;4 serta (aktu inkubasi harus tepat.

5ambar 7 Skema penentuan kompatibilitas uji crossmacth sederhana

-ondisi-kondisi berikut ini berhubungan dengan hasil yang mungkin didapatkan pada pemeriksaan pre transfusi 7 Skrining 0ntibodi 'egatif dan Uji Silang Serasi sistem sentrifugasi inkompatibel < kemungkinan bisa disebabkan karena 7 -esalahan mendeteksi golongan darah donor sistem 0*$ pada fase sebelumnya bisa karena kesalahan saat pemeriksaan maupun saat pemberian label pada kantong darah.

-esalahan mendeteksi golongan darah donor sistem 0*$ karena memang tidak terdeteksinya 0ntigen yang lemah pada sel darah merahnya. Sel darah merah donor tergolong sel yang cenderung mengalami poliaglutinasi 0danya 0nti-01 pada serum resipien 0lloantibodi lain 1seperti 0nti-%2 yang sangat mungkin reaktif hanya pada suhu kamar .ormasi #euleou= 0utoantibodi "ingin 1anti-,2, terutama jika sentrifugasi tidak dilakukan sempurna dan skrining antibodi juga meragukan. Skrining 0ntibodi 'egatif disertai inkompatibilitas uji silang serasi tahap antiglobulin < keadaan-keadaan yang beresiko menyebabkan hal ini 7 Sel darah merah donor memiliki hasil tes antiglobulin direk yang positif Terjadi reaksi antibodi oleh sel darah merah resipien yang memiliki antigen khusus pada dosis terapi 1misal #h, -idd, "uffy, dan %'2 #eaksi antibodi resipien oleh suatu antigen pada sel darah merah donor yang jarang ditemukan 0danya aliran antibodi pasif dari proses transfusi sebelumnya meskipun pada transfusi tersebut hasil uji silangnya adalah kompatible 0danya 0uto-0nti-,& 0danya 0nti-Leb&. 0danya 0ntibodi dependen pada diluent sel regeansia 0danya antibodi hetero>igot pada serum resipien 0lloantibodi yang berlebihan pada serum resipien

*eberapa -ondisi yang berhubungan dengan ,nkompatibilitas darah 3anin dan ,bu sistem 0*$ 7 ,nkompatibilitas pada golongan darah 0*$ terjadi jika7 ,bu golongan darah $ mengandung janin golongan darah 0 atau * 5olongan darah 0*$ yang memiliki ibu golongan $ dan janinnya 0 atau * ada 1?-@ A. 'amun insiden inkompatibilitas 0*$7 / A. &emolisis pada 0*$ jarang karena antibodi ibu alamiah. 3anin yang sampai harus ditransfusi tukar ada 1 dari 1 inkompatibilitas .rekuensi terjadinya pada kehamilan pertama sama besar resikonya dibandingkan dengan kehamilan berikutnya. *eberapa hal terkait hemolisis sistem #hesus 7 &emolisis yaitu hancurnya8 destruksi sel darah merah janin karena reaksi antigen antibodi. +ada bayi tanpa komplemen +ada sistem #hesus terjadi ,so imunisasi #hesus, yaitu ditemukannya antigen " dari eritrosit janin yang masuk ke sirkulasi darah ibu #h negatip "estruksi oleh anti-" dapat dilihat dari darah yang telah dilabel dengan 4r ?1, yang dapat diikuti hemolisis ekstra 6askularnya sampai Lien -ecepatan penghancuran tergantung dari jumlah anti-" dan kapasitas #9S 1&ati dan Lien2 &al-hal yang perlu diperhatikan berhubungan dengan hemolisis sistem 0*$ 7 ,bu golongan darah $ dapat membentuk anti-0 dan anti-* "estruksi pada eritrosit janin bergolongan darah 0 atau * tergantung dari kekuatan antigen 0 dalam eritrosit &emolisis pada sistem 0*$ terjadi pada bayi baru lahir. *ayi ber(arna kuning, karena bilirubin manifes ke kulit. *erat ringannya bayi kuning tergantung dari kadar ,g5 -B kehamilan

4iri khas destruksi7 %ikro sferositosis menyebabkan fragil osmotik, 6olume sel kecil, protein lipid membran sedikit sehingga aglutinasi mudah terjadi

3% ALAT , "AHAN '% A-'+ tabung reaksi 1 ml rak tabung reaksi sentrifuse pipet tetes inkubator .% "'/'0 bo6ine albumin reagen 4omb darah resipien darah donor 'a4l fisiologis 1cairan saline2 1% CARA KERJA tahap mayor 7 @ tetes serum resipien albumin ditambah 1 tetes eritrosit ?A donor, kemudian ditambahkan lagi @ tetes bon6ine albumin tahap minor 7 @ tetes serum donor albumin ditambah 1 tetes eritrosit ?A resipien, kemudian ditambahkan lagi @ tetes bon6ine albumin aduk masing-masing tahap, tahap mayor dan tahap minor, lalu sentrifugasi pada kecepatan 1 rpm selama satu menit amati hasilnya 1bila terjadi aglutinasi maka darah tersebut inkompatibel, pengujian tidak perlu dilanjutkan, dan bila reaksi negatif, reaksi dilanjutkan2

inkubasi pada suhu /!;4 selama 1? menit, lalu disentrifugasi lagi pada kecepatan 1 rpm selama satu menit amati hasilnya 1bila terjadi aglutinasi maka darah tersebut inkompatibel, pengujian tidak perlu dilanjutkan, dan bila reaksi negatif, reaksi dilanjutkan2 cuci dengan larutan 'a4l fisiologis sebanyak /-B kali. 2% H'34- , P5).'/'3'0 A% H'34- *506')'+'0 Tabel pengamatan uji crossmatch kelompok praktikum ganjil 'o.8-el. 1 @ / B 4atatan 7 &asil FGH &asil F-H Sera # Sera " 9rit # 9rit " ,,D Cariabel %ayor Sera # E ) ) ) 9rit " ) E ) E Cariabel %inor Sera " ) E ) E 9rit # E ) ) ) &asil pengamatan , FGH FGH FGH FGH ,,D FGH FGH FGH FGH &asil yang diharapkan , F-H F-H FGH F-H ,,D F-H FGH F-H FGH

I menggumpal atau terjadi reaksi aglutinasi I tidak menggumpal atau tidak terjadi reaksi aglutinasi I sera resipien I sera donor I suspensi eritrosit ?A resipien I suspensi eritrosit ?A donor I pada percobaan kedua, digunakan sera yang sama pada semua kelompok perlakuan.

"% P5).'/'3'0 +ada percobaan kali ini, uji silang serasi 14rossmatch2 digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya antibodi, baik antibodi komplet 1,g%2 maupun antibodi inkomplet 1,g52 yang terdapat dalam serum atau plasma pasien 1resipien2 maupun dalam plasma donor, memastikan bah(a transfusi darah yang diberikan sesuai atau kompatibel dan tidak menimbulkan reaksi apapun pada pasien serta sel-sel darah dapat mencapai masa hidup maksimum setelah diberikan.

+enafsiran7 *ila aglutinasi dan hemolisis negatif F-H maka darah dapat ditransfusikan *ila aglutinasi dan hemolisis positif FGH maka darah tidak dapat ditransfusikan 1tidak cocok2. %enurut 5antini, (alaupun golongan darah donor dan pasien sama, ternyata dapat terjadi ketidakcocokan 1inkompatibilitas2 pada uji silang serasi 1crossmatch2. Serum antiglobulin meningkatkan sensiti6itas pengujian in 6itro. 0ntibodi kelas ,g% yang kuat biasanya menggumpalkan eritrosit yang mengandung antigen yang rele6an secara nyata, tetapi antibodi yang lemah sulit dideteksi. *anyak antibodi kelas ,g5 yang tak mampu menggumpalkan eritrosit (alaupun antibodi itu kuat. Semua pengujian antibodi termasuk uji silang tahap pertama menggunakan cara sentrifugasi serum dengan eritrosit. Tahapan selanjutnya, sel eritrosit dan serum kemudian diinkubasi selama 1? menit untuk memberi kesempatan antibodi melekat pada permukaan sel, lalu ditambahkan serum antiglobulin dan bila penderita mengandung antibodi dengan eritrosit donor maka terjadi gumpalan, pengamatan dengan marking FGH8 positif aglutinasi, yang artinya inkompatibel 1tidak cocok2. +ada percobaan kelompok ,, 1tabel dengan grey light2 dapat diperkirakan golongan darahnya berdasarkan reaksi aglutinasi, baik tabung mayor dan minor-nya menurut tabel diba(ah ini 7 J9ritrosit Sera J 0 * 0* 0 F-H FGH F-H * FGH F-H F-H 0* FGH FGH F-H $ F-H F-H F-H F-H

$ FGH FGH FGH -eterangan 7 &asil FGH I menggumpal atau terjadi reaksi aglutinasi &asil F-H I tidak menggumpal atau tidak terjadi reaksi aglutinasi

4ara pembacaan hasil pengamatan dengan tabel ini yaitu dengan melakukan kecocokan kolom dan baris, misalnya untuk uji tabung mayor

kelompok ,, 08 ganjil dengan 6ariabel sera resipien ) dan 6ariabel eritrosit ?A E selama pengamatan terjadi aglutinasi FGH, berarti bila sera resipien 0 maka untuk eritrosit ?A E adalah * dan 0*, karena golongan darah * dan 0* akan teraglutinasi dengan adanya antibodi 0. begitu seterusnya dalam penentuan 6ariabel E dan ) dalam menentukan kompatibilitas berdasarkan reaksi aglutinasi yang terjadi. 7% KESIMPULAN %enurut 5antini, (alaupun golongan darah donor dan pasien sama, ternyata dapat terjadi ketidakcocokan 1inkompatibilitas2 pada uji silang serasi 1crossmatch2. "an pada percobaan kali ini, pada semua kelompok perlakuan mengalami aglutinasi selama pengamatan, padahal perancangan uji crossmacth kali ini hanya pada violet light saja 1pada tabel pengamatan2. .aktor kesalahan yang mungkin terjadi pada percobaan kali ini adalah kerusakan pada suspensi eritrosit, karena eritrosit yang digunakan merupakan hasil percobaan minggu sebelumnya. -erusakan eritrosit juga bisa mungkin disebabkan karena suhu penyimpanan yang tidak sesuai, masa hidup dari sel darah merah, ataupun pemberian penga(et selama pemurnian tidak diberikan untuk memberi masa hidup yang lebih lama.

#A&TAR PUSTAKA 5antini , #ia Syafitri 96i. @ B. 0nalisis berbagai kasus inkompatibilitas pada transfusi darah. Tesis. +erpustakaan Uni6ersitas ,ndonesia< 3akarta.. 0nonim. @ 11. Uji Silang Serasi 14ross%atch2 , K Uji Silang Serasi 14ross%atch2 ,,. Laboratorium Poltekkes Denpasar < *ali.1L< @/ %aret. http788labku1rskd.(ordpress.com8tag8crossmatch-reaksi-silang-serasi8 posted< 1/ .ebruari @ 1@ diakses tanggal @? 'o6ember @ 1@. http788oc(.tufts.edu84ontent8/M8lecturenotes8B@!B!M8B@!? M diakses tanggal @? 'o6ember @ 1@ http788kabeemkoe.(ordpress.com8tag8darah8 posted< 1M 3uni @ 11 diakses tanggal @! 'o6ember @ 1@