Anda di halaman 1dari 4

Teori Hipertensi A.

Definisi Hipertensi atau disebut juga penyakit darah tinggi sebenarnya adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi, yang di bawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkan. Hipertensi adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang mengakibatkan angka kesakitan (morbiditas) dan angka kematian (mortalitas). Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama gangguan jantung. Selain mengakibatkan gagal jantung, hipertensi dapat berakibat terjadinya gagal ginjal maupun penyakit serebrovaskular. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah menjadi naik karena terjadi gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkannya. B. Etiologi Hipertensi merupakan penyakit dengan kondisi medis yang beragam. Pada kebanyakan pasien etiologi patofisiologi-nya tidak diketahui (essensial atau hipertensi primer). Hipertensi primer ini tidak dapat disembuhkan tetapi dapat di kontrol. Kelompok lain dari populasi dengan persentase rendah mempunyai penyebab yang khusus, dikenal sebagai hipertensi sekunder. Banyak penyebab hipertensi sekunder; endogen maupun eksogen. Bila penyebab hipertensi sekunder dapat diidentifikasi, hipertensi pada pasien-pasien ini dapat disembuhkan secara potensial.10 1. Hipertensi primer (essensial) Lebih dari 90% pasien dengan hipertensi merupakan hipertensi essensial (hipertensi primer). Literatur lain mengatakan, hipertensi essensial merupakan 95% dari seluruh kasus hipertensi. Beberapa mekanisme yang mungkin berkontribusi untuk terjadinya hipertensi ini telah diidentifikasi, namun belum satupun teori yang tegas menyatakan patogenesis hipertensi primer tersebut. Hipertensi sering turun temurun dalam suatu keluarga, hal ini setidaknya menunjukkan bahwa faktor genetik memegang peranan penting pada patogenesis hipertensi primer. Menurut data, bila ditemukan gambaran bentuk disregulasi tekanan darah yang monogenik dan poligenik mempunyai kecenderungan timbulnya hipertensi essensial. Banyak karakteristik genetik dari gen-gen ini yang mempengaruhi keseimbangan natrium, tetapi juga di dokumentasikan adanya mutasi-mutasi genetik yang merubah ekskresi kallikrein urine, pelepasan nitric oxide, ekskresi aldosteron, steroid adrenal, dan angiotensinogen.8,9

2.

Hipertensi sekunder Kurang dari 10% penderita hipertensi merupakan sekunder dari penyakit komorbid atau obat-obat tertentu yang dapat meningkatkan tekanan darah. Pada kebanyakan kasus, disfungsi renal akibat penyakit ginjal kronis atau penyakit renovaskular adalah penyebab sekunder yang paling sering. Obatobat tertentu, baik secara langsung ataupun tidak, dapat menyebabkan hipertensi atau memperberat hipertensi dengan menaikkan tekanan darah. Obat-obat ini dapat dilihat pada di bawah. Apabila penyebab sekunder dapat diidentifikasi, maka dengan menghentikan obat yang bersangkutan atau mengobati/ mengoreksi kondisi komorbid yang menyertainya sudah merupakan tahap pertama dalam penanganan hipertensi sekunder.7

Penyakit Obat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Penyakit ginjal kronis Hiperaldosteronisme primer Penyakit renovaskular Sindroma Cushing Pheochromocytoma Koarktasi aorta Penyakit tiroid atau paratiroid 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Obat Kortikosteroid, ACTH Estrogen (biasanya pil KB dg kadar estrogen tinggi) NSAID, cox-2 inhibitor Fenilpropanolamine dan analog Cyclosporin dan tacrolimus Eritropoetin Sibutramin Antidepresan (terutama venlafaxine)

Tabel 2.1

Penyebab hipertensi yang dapat diidentifikasi7

C. Klasifikasi Berdasar tinggi-rendahnya tekanan darah : - Hipertensi ringan : diastolik 90-109 - Hipertensi sedang : diastolik 110-130 - Hipertensi Berat : diastolik >130 Berdasar perjalanan penyakitnya : - Hipertensi benigna dan maligna Berdasar etiologi : - Primer dan sekunder Berdasar kerusakan target organ - Grade I. II. III

Klasifikasi Hipertensi (JNC-VI,WHO-ISH)

KLASIFIKASI KATEGORI Optimal

TEKANAN DARAH (mmHg) SYSTOLIC <120 DIASTOLIC <80

Normal High Normal Grade 1 (mild) Grade 2 (moderate) Grade 3 (severe) Isolated Systolic

<130 130-139 140-159 160-179 >180 >140


Klasifikasi Berdasarkan JNC VII

<85 85-89 90-99 100-109 >110 <90

Clasification Category

Blood pressure (mmHg) Systolic Diastolic

Optimal

<120

<80

Normal

<130

<85

High Normal

130-139

85-89

Grade 1

140-149

90-99

Grade 2

160-179

100-109

D. Pencegahan