Anda di halaman 1dari 6

1.

Putusan Mahkamah Agung RI no. : 01 K/TUN/1996 Tanggal 28 Me 1998

Ka !ah "ukum Walaupun putusan PTUN antara lain amarnya mengangkat sita jaminan, akan tetapi karena penggugat menyatakan banding maka status sita jaminan tersebut masih tetap melekat pada tanah tersebut; Penggugat sebagai pemegang hak dan menguasai tanah tersebut secara phisik seharusnya mendapat prioritas hak guna bangunan, karena pengurus yayasan al ihsan yang menjual tanah tersebut kepada Andrianto Gunawan keabsahan kepengurusannya masih sedang disengketakan dipengadilan tata usaha negara dan masih dalam tara pemeriksaan tingkat banding;

1.

Putusan Mahkamah Agung RI No. 01 P/TN/1992. tgl. # $un 199%

Pengu& an mate' l (e'atu'an Pe'un!ang)un!angan. Permohonan agar !ahkamah Agung "# menguji secara materiil dan menyatakan bahwa Penetapan No$ %l&Per&!enpen&'()* bertentangan dengan Undang+undang Pokok Pers dan karenanya harus dianggap batal demi hukum, tidaklah dapat dinilai, karena !enteri Penerangan tidak diikut sertakan sebagai pihak termohon untuk mengemukakan pendapatnya dan menjelaskan moti,asi hukum yang rele,an, yang menjadi dasar diterbitkannya peraturan tersebut$ %leh karena prosedur pengajuan perkara hak uji materiil belum diatur dengan Undang+undang, sesuai pasal -( UU !ahkamah Agung No$ '* Tahun '()., !ahkamah Agung akan mengatur lebih lanjut dengan Peraturan !ahkamah

1.

Putusan Mahkamah Agung RI No. * K/TUN/1992. tgl. 21 $anua' 199%

+u'atPe'ka'a !an Tenggang ,aktu untak menga&ukan gugatan. /angka waktu termaksud dalam pasal .. UU No$ . tahun '()0, harus dihitung sejak Penggugat mengetahui adanya keputusann yang merugikannya

P hak !alam Pe'ka'a !an P hak te'gugat. Penyebutan turut Tergugat oleh Pengadilan Tata Usaha Negara /akarta dan turut Tergugat 1& Pembanding 1nter,ensi 11 dan turut Tergugat 1!embanding 1nter,ensi 111 oleh Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara /akarta adalah tidak tepat karena tidak memenuhi isi ketentuan pasal )2 Undang+undang No$ . Tahun '()0 juncto penjelasan resmi dari pasal tersebut$ 3ari ketentuan pasal )2 beserta penjelasan resminya, tak dimunglinkan untak atas prakarsa Penggugat sendiri menarik seseorang atau badan hulum perdata menjadi Tergugat 4,ide pasal ' ayat 0 Undang+undang No$ . tahun '()05 baik sebagai turut Tergugat ataupun Tergugat 1nter,ensi

"u-ungan (utusan !engan (et tum !ahkamah Agung berpendapat, bahwa walaupun Penggugat+penggugat asal tidak mengajukan dalam petitum, !ah6amahAgung dapat mempertimbanghan dan mengadili semua keputusan atau penetapan+penetapan yang bertentangan dengan tatanan yang ada Adalah tidak pada tempatnya bila hak menguji 7akim hanya pada objek sengheta yang telah dinjukan oleh para pihak, karena sering objek sengleta tersebut harus dinilai dan dipertimbanghan dalam kaitannya dengan bagian+bagian penetapan+ penetapan atau keputusan 8adan atau Pejabat Tata Usaha Negara yang tidak dipersengketakan antara kedua belah pihak 4ultra pelita5$

1. Putusan Mahkamah Agung RI. Nomo' : 09 PK/TUN/199# Tanggal : 1% /kto-e' 199# Ka !ah "ukum : Pe'mohonan (em-atalan su'at (engosongan 'uangan/toko. 8ahwa dalam suatu perjanjian pemberian 7ak Guna Penuh suatu bangunan&toko dimana pihak ke 11 menyerahkan kepada pihak lain 4ke+1115 dan pihak lain 4ke+1115 tersebut tidak melakukan kewajiban untuk membayar uang sewa, maka sesuai dengan pasal '* 4'5 huru a PP No$ ..&'()' jo 9ep$ !ensos No$ ')&7uk&9ep&:&'();, 1: butir 0, hak untuk melakukan dan menerbitkan surat perintah pengosongan yang diterbitkan oleh 9epala 3inas Perumahan 391 /akarta;

1. Putusan Mahkamah Agung RI. Nomo' : 11 PK/TUN/199# Tanggal 1% /kto-e' 199# Ka !ah "ukum < +u'at Pe' ntah Pengosongan 0angunan. 8ahwa dalam suatu Perjanjian 7ak Guna Penuh terhadap suatu bangunan&toko dimana pihak ke + 11 telah menyerahkan bangunan&toko tersebut kepada pihak lain 4ke + 1115 dan pihak lain 4ke + 1115 tersebut tidak melakukan kewajiban untuk membayar sewa, maka sesuai dengan pasal '* ayat 4'5 huru a PP No$ .. tahun '()' jo 9ep$ !ensos + "1 No$ ')&7uk&9=P&:&'();, 1: butir 0 pihak 9epala 3inas Perumahan 391 /akarta berhak untuk melakukan dan menerbitkan >urat Perintah Pengosongan terhadap bangunan&toko tersebut$

'$ Putusan !ahkamah Agung "1, Nomor< '0 P9&TUN&'((-, Tanggal < ;2 !ei '((-$ Ka !ah "ukum : 9eputusan TUN ?ang bersi at Perdata yang berhubungan /ual+8eli$ benda bergerak dan Tindak Pidana Pencurian daya aliran listrik$

8ahwa karena dalam putusan yang dimohonkan Peninjauan 9embali ini tidak terdapat kekhilapan 7akim atau suatu kekeliruan yang nyata sebagaimana dimaksud dalam pasal 0- huru 4 5 Undang+undang No$ '* tahun '()., lagipula %PA6 adalah merupakan objek tata Usaha Negara bukan merupakan perbuatan yang bersumber pada suatu perjanjian jual beli jasa yaitu perbuatan perdata, dan tagihan susulan adalah merupakan tindakan yang diambil Tergugat setelah terbukti Pemohon Peninjauan 9embali melalui pencurian listrik, maka permohonan Peninjauan 9embali yang diajukan Pemohon tidak beralasan sehingga harus ditolak$

1. Putusan Mahkamah Agung R.I. N/. : #1 K / TUN / 1991. Tanggal: 26 $anua' 1998 Ka !ah "ukum "isalah lelang bukan merupakan keputusan badan pejabat tata usaha negara, tetapi merupakan berita acara hasil penjualan barang tereksekusi, sebab tidak ada unsur @beslissing@ maupun pernyataan kehendak dart pejabat kantor lelang$

1.

Putusan Mahkamah Agung No. ** K/TUN/1992. tgl 2* No(em-e' 199% Ka !ah "ukum : 2asa' (en la an sah t !aku3a ke(utusan Tata Usaha Nega'a !an ,e4enang Pe&a-at Tata Usaha Nega'a$ 8angunan yang sejak semula didirikan tanpa 1jin !endirikan 8angunan 41!85, meskipun tanah dan bangunan itu diperjual belikan kepada pihak ketiga dan pihak ketiga mengajukan 1!8 atas bangunan itu, tetap bakwa bangunan lama itu menyalahi aturan$ Perbuatan Walikota madya yang menolak permohonan Penggugat untak menerbithan 1!8 bukanlah merupakan perbuatan sewenang+wenang dan melanggar hulum$ Pemberian atau penolakan 1!8 adalah sepenuhnya wewenang Pejabat Tata Usaha Negara dan dalam hal ini menurut !ahkamah Agung telah tidak$terjadi kesewenang+wenangan atau penyalahgunaan wewenang untuk tujuan lain$

1.

Putusan Mahkamah Agung: No. 98. 99 K/K'./191#. tgl. 2*)1 191*

Ka !ah "ukum ?ang terjadi dalam hal ini adalah< Pengadilan Negeri dan Pengadilan =konomi melakukan pemeriksaan secara serentak dan melakukan peradilan pada waktu yang bersamaan dengan kemudian Pengadilan Negeri dan Pengadilan =konomi masing+ masing menjatuhkan hukuman dalam perkara yang bersangkutan 4perkara pidana biasa dan perkara pidana ekonomi yang terdakwanya orangnya sama5$ 7al tersebut

tidak dapat dipandang sebagai pemeriksaan secara gabungan Pengadilan Negeri+ Pengadilan =konomi yang merupakan pelanggaran Undang+Undang$ Pengadilan =konomi harus dianggap bukan Pengadilan tersendiri sebagai halnya Pengadilan Agama, Pengadilan Tata Usaha Negara dan Pengadilan !iliter, melainkan hanya suatu di erensiasi&specialisasi dalam peradilan Umum$ >esuai dengan penjelasan U$U$ No$ '*&'(-A di dalam 6ingkungan Peradilan Umum dapat diadakan di erensiasi&specialisasi berupa Pengadilan 6alu 6intas, Pengadilan Anak+anak, Pengadilan =konomi dsb$ 9elalaian dalam cara+cara peradilan yang harus diindahkan oleh Pengadilan =konomi, yang dalam perkara ini sesungguhnya tidak terdapat, berdasarkan pasal ** U$U$ Tindak Pidana =konomi hanya dapat digunakan sebagai dasar untuk pembatalan putusannya jika kelalaian tersebut merugikan pihak kejaksaan dalam tuntutannya atau pihak tersangka dalam pembelaannya$ 1. Putusan Mahkamah Agung RI Nomo' : 10% K/TUN/1998. tanggal 2* No(em-e' 1999 Ka !ah "ukum : 8ahwa pencabutan hak atas tanah 8ahwa terlepas dari alasan+alasan kasasi tersebut di atas menurut pendapat !ahkamah Agung, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara salah menerapkan hukum dengan pertimbangan sebagai berikut < 8ahwa >urat 9eputusan !entri 3alam Negri yang membatalkan serti ikat No$'&9aret >emanggi dapat diartikan mencabut hak milik seseorang, dan ditinjau dari aspek hukum, apakah !entri 3alam Negeri mempunyai kewenangan untuk itu$ 8erpedoman kepada ketentuan hukum yang mengatur tentang pencabutan hak atas tanah dalam perundang+undangan "1 merujuk kepada ketentuan undang+undang No$ ;A tahun '(0' jo Undang+undang No$ . tahun '(0A !enurut ketentuan pasal ') Undang+undang No$ . tahun '(0A alasan pencabutan hak atas tanah antara lain < untuk kepentingan umum&kepentingan negara serta kepentingan bersama dari rakyat dan atas pertimbangan 8ahwa pencabutan haruslah menurut cara+cara yang diatur dalam Undang+undang dan sebagai pelaksanaan pasal ') undang+undang no$ ;A tahun '(0', yang memberi wewenang kepada Presiden$ 3an tindak lanjut pencabutan tersebut semua telah diatur dalam ketentuan tersebut di atas antara lain dengan memberikan ganti rugi kepada pemilik asal$ 8erpedoman kepada ketentuan perundang+undangan yang telah diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa >urat 9eputusan 3irektorat Agraria merupakan perbuatan melampaui batas wewenangnya dan oleh karenanya haruslah dinyatakan batal demi hukum

1. Putusan Mahkamah Agung No. Reg. : 116 K/TUN/199*. Tanggal 29 +e(tem-e' 1991

Ka !ah "ukum @%leh karena 9antor Pelayanan Pajak adalah unsur dari pelaksana 3irektorat /enderal Pajak, dan 3irektorat /enderal Pajak dapat mendelegasikan wewenangnya untuk menerbitkan surat paksa kepada 9epala 9antor Pelayanan Pajak, maka 9antor Pelayanan Pajak berwenang menerbitkan surat paksa sebagai pelaksanaan penagihan pajak@ 1. Putusan Mahkamah Agung RI N/M/R : 1##/K/TUN/1998. Tanggal 29 +e(tem-e' 1999

Ka !ah "ukum

<

8ahwa karena pembongkaran dilakukan >urat perintah&surat pemberitahuan terlebih dahulu, maka pembongkaran tersebut merupakan perbuatan actual dan bukan wewenang Pengadilan Tata Usaha Negara untuk memeriksa dan menyelesaikannya, tetapi harus digugat berdasarkan perbuatan melawan hukum oleh penguasa di peradilan umum; 1. Putusan Mahkamah Agung R.I. N/. 161 K/TUN/1996. Tanggal 06 Ma'et 1998 Ka !ah "ukum 5>9@ pemberhentian pegawai dengan tidak hormat PT$ 8arata 1ndonesia terhadap salah seoran pegawainya yang diterbitkan dan ditanda tangani oleh 3irektur Utamanya yang telah diberhentikan berdasar >9 menteri keuangan, adalah dinyatakan batal demi hukum 1. Putusan Mahkamah Agung No. Reg. : 180 K/TUN/199# Tanggal (utusan 29 Agustus 1991

Ka !ah "ukum @Pemeriksaan instalasi listrik pada pelanggan merupakan hak dan wewenang P6N, walaupun tidak diperjanjikan namun demikian pelanggan berkewajiban untuk menjaga dan memelihara keamanan instalasi tersebut sehingga jika terjadi kerusakan instalasi men&a! tanggung &a4a- (elanggan5 1. Putusan Mahkamah Agung RI N/. R67I+TRA+I: %1# K/TUN/1996 Tanggal: 29 $U8I 1998

Ka !ah "ukum Pembeli tanah lelang eksekusi pengadilan yang dilaksanakan oleh kantor lelang negara harus mendapat perlindungan hukum, karena itu penguasaan serti ikat atas tanah tersebut oleh pemerintah daerah adalah tidak sah dan serti ikat hak miliknya harus dinyatakan batal demi hukum$

1. Putusan Mahkamah Agung RI. Nomo' : 299* K/P!t/199%. Tanggal : 16 /kto-e' 1991. Ka !ah "ukum : 9arena judeB acti melampaui batas kewenangannya dalam memeriksa dan memutus perkara&sengketa ini, sebab >urat Tagihan >usulan %PA6 Nomor .A'(&)2;&819=U&'((A tanggal ;* >eptember '((A merupakan keputusan 8adan Tata Usaha Negara yang melalui ketentuan pasal .2 ayat ; Undang+undang Nomor . tahun '()0 tentang peradilan Tata Usaha Negara merupakan kewenangan 8adan Peradilan Tata Usaha Negara ;