Anda di halaman 1dari 9

UNIVERSITAS GUNADARMA

Kewirausahaan Arsitektur
Sukma Harwanti 4TB02 - 26310724

>> Konsultan Arsitektur . Contoh Konsultan Arsitektur . Bentuk Pengembangan Usaha.

A. Konsultan Arsitektur

Konsultan Arsitektur atau Konsultan Perencana adalah perorangan atau badan hukum yang melaksanakan tugas konstruksi dalam bidang perencanaan karya bangunan atau perencanaan lingkungan beserta kelengkapannya (berdasarkan Keputusan Direktorat Jendral Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Nomor 023/KPTS/CK/1992).

Konsultan perencanaan arsitektur memegang peranan penting untuk perencanaan awal atau konsep desain dari segi arsitektur dan estetika ruangan. Tugas dari konsultan perencana arsitektur adalah: 1. Membuat gambar atau desain dan dimensi bangunan secara lengkap dengan spesifikasi teknis, fasilitas dan penempatannya. 2. Menentukan spesifikasi bahan bangunan untuk finishing pada bangunan proyek yang bersangkutan. 3. Membuat gambar-gambar rencana dan syarat-syarat teknis secara administrasi untuk pelaksanaan proyek. 4. Membuat perencanaan dan gambar-gambar ulang atau revisi bilamana dibutuhkan. 5. Bertanggung jawab sepenuhnya atas hasil perencanaan yang dibuatnya apabila sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Lingkup Pekerjaan Pokok Konsultan Perencana dan Perancangan (Konsultan Arsitektur) menurut Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dalam buku Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek Dengan Pengguna Jasa, terdapat beberapa tahap pekerjaan, yaitu sebagai berikut. 1. Tahap Konsep Rancangan Pada tahap ini arsitek melakukan persiapan perancangan yang meliputi pemeriksaan seluruh data serta seluruh informasi yang diterima, membuat analisis dan pengolahan data yang menghasilkan program rancangan dan konsep rancangan. 2. Tahap Prarancangan (Schematic Design) Pada tahap ini berdasarkan konsep perancangan yang paling sesuai dan dapat memenuhi persyaratan program perancangan, arsitek menyusun pola dan gubahan bentuk arsitektur yang diwujudkan dalam gambar-gambar, sedangkan nilai fungsional dalam bentuk diagram-diagram. Aspek kualitatif lainnya serta aspek kuantitatif seperti perkiraan luas lantai, informasi penggunaan bahan, sistem konstruksi, biaya, dan
Kewirausahaan Arsitektur Sukma Harwanti. 4TB02. 26310724 1

waktu pelaksanaan pembangunan disajikan dalam bentuk laporan tertulis maupun gambar-gambar. 3. Tahap Pengembangan Rancangan Pada tahap pengembangan rancangan, arsitek bekerja atas dasar prarancangan yang telah disetujui oleh pengguna jasa untuk menentukan sistem konstruksi dan struktur bangunan, sistem mekanikal-elektrikal, bahan bangunan, serta perkiraan biaya konstruksi. 4. Tahap Pembuatan Gambar Kerja Pada tahap pembuatan gambar kerja, arsitek menerjemahkan konsep rancangan yang terkandung dalam pengembangan rancangan tersebut ke dalam gambar-gambar dan uraian-uraian teknis yang terinci sehingga secara tersendiri maupun secara keseluruhan dapat menjelaskan proses pelaksanaan dan pengawasan konstruksi. 5. Tahap Proses Pengadaan Pelaksana Konstruksi Pada tahap ini, arsitek mengolah hasil pembuatan gambar kerja ke dalam bentuk format dokumen pelelangan yang dilengkapi dengan tulisan Uraian Rencana Kerja dan Syarat-syarat teknis pelaksanaan pekerjaan (RKS) serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) termasuk daftar volume (bill of quantity). 6. Tahap Pengawasan Berkala Pada tahap ini, arsitek melakukan peninjauan dan pengawasan secara berkala di lapangan dan mengadakan pertemuan secara teratur dengan pengguna jasa dan pelaksana pengawasan terpadu atau Manajemen Konstruksi (MK) yang ditunjuk oleh pengguna jasa. Dalam hal ini arsitek tidak terlibat dalam kegiatan pengawasan harian atau menerus. Penanganan pekerjaan pengawasan berkala dilakukan paling banyak 1 (satu) kali dalam 2 (dua) minggu atau sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam sebulan.

Dalam proses perencanaan dan perancangan proyek, pihak-pihak yang ikut terlibat dengan konsultan perencana atau arsitektur yaitu: 1. Pengguna jasa, adalah perorangan atau kelompok orang atau suatu badan usaha yang memberikan penugasan atau pemberian tugas kepada arsitek, baik untuk melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan perancangan arsitektur dan/atau pengawasan konstruksi maupun pengelolaan proses pembangunan lingkungan arsitektur (bangunan dan/atau lingkungan binaan).
Kewirausahaan Arsitektur Sukma Harwanti. 4TB02. 26310724 2

2. Pemilik (owner), adalah perorangan atau kelompok orang atau suatu badan yang memiliki proyek pembangunan. 3. Pengelola proyek, adalah arsitek/ahli atau sekelompok arsitek/ahli atas nama perorangan atau badan usaha yang ditunjuk oleh pengguna jasa untuk mengelola jalannya suatu proses pembangunan atau lingkungan binaan. 4. Arsitek lapangan, adalah arsitek yang ditunjuk oleh pengguna jasa untuk atas nama dan membantu pengguna jasa dalam melakukan tugas-tugas pengawasan jalannya proses pelaksanaan konstruksi sehari-hari. Penunjukan arsitek lapangan wajib dilakukan sesuai dengan persyaratan yang direkomendasikan oleh arsitek perancang. 5. Pengawas dan staf pengawas, adalah perorangan atau kelompok orang atau badan usaha yang mendapat tugas untuk mengawasi jalannya proses pelaksanaan konstruksi, dapat ditunjuk dan bertindak atas nama pengguna jasa dalam tugas pengawasan terpadu dan/atau manajemen konstruksi.

Sumber: Buku Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek Dengan Pengguna Jasa Ikatan Arsitek Indonesia. Tahun 2007.
Kewirausahaan Arsitektur Sukma Harwanti. 4TB02. 26310724 3

B. Contoh Konsultan Arsitektur

PT. ANGGARA ARCHITEAM adalah perusahaan konsultan bidang arsitektur, perencanaan, dan perancangan, yang terletak di Jl. Tebet Barat II NO. 12B, Jakarta 12810. Perusahaan ini menggabungkan segala macam keahlian dalam setiap proyek yang dikerjakan, hal ini dilakukan dengan tujuan memberikan klien pelayanan terbaik dari staf-staf dan sumber daya terbaik.

PT. ANGGARA ARCHITEAM berusaha untuk menghasilkan gaya arsitektur yang dapat menggambarkan kota asia yang segar, mengikuti perkembangan zaman dimana gaya internasional dan vernacular terjalin. Desain bangunan menampilkan citra yang bersemangat, kohesif modernisme dan kemajuan teknologi dalam keseimbangan yang sempurna. Namun PT. ANGGARA ARCHITEAM melakukan lebih dari sekedar bangunan. PT. ANGGARA ARCHITEAM memiliki pengalaman dan pengetahuan untuk memberikan desain-desain perancangan yang baik, yang memenuhi persyaratan fungsional, untuk berbagai klien.

Profile: PT. ANGGARA ARCHITEAM memiliki filosofi yaitu menawarkan pelayanan desain bangunan yang kreatif, nyaman dan ekonomis. PT. ANGGARA ARCHITEAM mempertahankan prinsip tersebut yang diaplikasikan melalui semua aspek desain arsitektur. PT. ANGGARA ARCHITEAM sangat percaya bahwa setiap satu premis atau karya
Kewirausahaan Arsitektur Sukma Harwanti. 4TB02. 26310724 4

arsitektur adalah organisme hidup. Oleh karena itu PT. ANGGARA ARCHITEAM menganalisis bagaimana bangunan dapat mempengaruhi orang. Untuk mencapai hasil yang optimal, staf-staf terbaik memonitor proses-proses tersebut, baik sebelum dan selama konstruksi. PT. ANGGARA ARCHITEAM bangga dengan serangkaian lengkap

keterampilan profesional yang diperlukan untuk menghasilkan suatu proyek sesuai dengan jadwal dan anggaran yang ditetapkan.

Services: PT. ANGGARA ARCHITEAM memiliki standar profesionalisme istimewa tanpa ada kompromi. Hal itu merupakan dasar prioritas utama PT. ANGGARA ARCHITEAM, yang menyediakan layanan tertinggi untuk berbagai macam klien, terlepas dari ukuran bisnis mereka. Standar itu telah membawa PT. ANGGARA ARCHITEAM untuk menjadi salah satu di antara beberapa perusahaan arsitektur terbaik yang berurusan dengan serangkaian proyek arsitektur, termasuk di antaranya adalah kompleks komersial, pusat perbelanjaan, kantor, hotel, apartement, rumah sakit, bangunan sipil, dan town house.

Untuk menghadapi tantangan terhadap tuntutan arsitektur yang terus meningkat, PT. ANGGARA ARCHITEAM berkomitmen penuh untuk klien dan memandang ke depan untuk berdiri bersama-sama di tingkat keberhasilan dalam bisnis. Kepuasan pelanggan adalah tujuan utama. Untuk mengakomodasi klien yang ingin terlibat dalam proses desain, PT. ANGGARA ARCHITEAM memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggabungkan kreatifitas klien dengan keterampilan dan pengalaman profesional para staf. Selain itu, PT. ANGGARA ARCHITEAM juga berkomitmen dengan baik kepada klien yaitu dengan tetap memberikan saran-saran dan melakukan asistensi selama dibutuhkan, bahkan setelah konstruksi selesai.

Projects: Proyek-proyek yang ditangani oleh PT. ANGGARA ARCHITEAM diantaranya yaitu: 1. Hotel 2. Apartement 3. Perusahaan masyarakat 4. Retail 5. Bangunan kesehatan 6. Bangunan serbaguna
Kewirausahaan Arsitektur Sukma Harwanti. 4TB02. 26310724 5

7. Perumahan 8. Town House 9. Pusat perbelanjaan 10. Kantor

Dengan berbagai pengalaman dalam sektor-sektor yang begitu banyak, PT. ANGGARA ARCHITEAM telah menemukan dan menawarkan perspektif yang unik pada apa yang membuat semua tempat menjadi seimbang. PT. ANGGARA ARCHITEAM adalah perusahaan yang bergerak di bidang arsitektur, perencanaan dan perancangan. Dalam setiap proyek yang dikerjakan, PT. ANGGARA ARCHITEAM memiliki staf-staf profesional dari seluruh bidang yang telah berpengalaman, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada klien.

Awards: The Best Top Ten Architect in SEA & China 2005 awarded by BCI Asia (Buildings & Constructions Interchange Asia). The Best Top Ten Architect in SEA & China 2006 awarded by BCI Asia (Buildings & Constructions Interchange Asia). The Best Top Ten Architect in SEA & China 2007 awarded by BCI Asia (Buildings & Constructions Interchange Asia).

Kewirausahaan Arsitektur Sukma Harwanti. 4TB02. 26310724

Sumber: http://www.anggara.co.id/

Kewirausahaan Arsitektur Sukma Harwanti. 4TB02. 26310724

C. Bentuk Pengembangan Usaha

Pengembangan usaha merupakan tahap dalam berwirausaha dimana jika hasil usaha yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan, maka perluasan usaha menjadi pilihan untuk mengembangkan usaha menjadi lebih sukses.

Biro konsultan arsitektur merupakan bidang usaha arsitektur yang sudah banyak tersebar di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Oleh karena itu perlu strategi dalam pengembangan usaha agar tetap dapat mengikuti persaingan yang ada.

Beberapa strategi atau bentuk pengembangan usaha konsultan arsitektur yaitu dapat dilakukan dengan cara: 1. Mengembangkan kreatifitas dan menciptakan inovasi dalam setiap project yang dirancang. Desain project yang dihasilkan harus bisa memenuhi keinginan owner dan membuat owner merasa puas dengan hasil rancangan. Selain mengembangkan kreatifitas dalam setiap desain project, wirausahawan juga dapat berkreatifitas dalam metode penyampaian hasil desain atau teknik visualisasi digital dalam presentasi desain. Dengan presentasi yang menarik dan kreatif, akan memudahkan pemahaman owner terhadap desain yang dirancang oleh pihak konsultan arsitektur. 2. Memberikan harga yang kompetitif dan sesuai dengan pelayanan yang diberikan untuk owner. Harga yang ditawarkan kepada owner hendaknya sesuai dengan perhitungan hasil rancangan, atau dapat dikatakan harga yang ditawarkan harus masuk akal, sesuai dengan kategori project yang rancang. Kita hanya perlu memastikan bahwa kita tidak mengalami kerugian. 3. Mengikuti sayembara atau lelang tender proyek yang diadakan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Hal ini secara tidak langsung dapat dijadikan sebagai media promosi. Jika konsultan arsitektur memenangkan sayembara atau memenangkan tender, maka biro konsultan arsitektur yang bersangkutan dapat menjadi lebih dikenal oleh banyak pihak, sehingga jangkauannya akan lebih luas dan semakin lama bahkan dapat berkembang menjadi perusahaan internasional.

Kewirausahaan Arsitektur Sukma Harwanti. 4TB02. 26310724