Anda di halaman 1dari 20

Brushless DC motor dikembangkan dari brushed DC motor konvensional dengan tambahan kemampuan dari peralatan solid state semikonduktor

tenaga. Brushless DC motor hampir sama dengan motor synchronous AC. Perbedaan utamanya jika dibandingkan adalah motor synchronous AC menghasilkan EMF balik sinusoidal, sedangkan motor DC brushless menghasilkan EMF balik gelombang kotak, atau trapezium. Persamaan keduanya, motor synchronous AC dan motor DC brushless akan membentuk putaran medan magnetik yang menghasilkan torsi pada rotor magnetik.

Motor synchronous AC biasanya berukuran multi kilowatt dan sering menggunakan rotor electromagnet. Motor synchronous AC yang benar adalah dengan satu kecepatan, submultiple powerline frequency. Sedangkan motor DC brushless cenderung kecil ( beberapa watt saja) dengan rotor magnet permanen. Kecepatan dari motor DC brushless tidak permanen kecuali dikemudikan oleh phase locked loop slaved dengan dasar frekuensi. Bentuk konstruksi motor DC brushless adalah silindris atau pancake.
Kebanyakan konstruksi motor DC brushless adalah silindris, dapat dibuat dari dua bentuk seperti pada gambar diatas. Dari kedua jenis itu yang paling banyak dipakai adalah tipe inside rotor. Jenis motor ini digunakan pada penggerak hard disk computer. Dimungkinkan juga meletakkan rotor pada sisi luar sekeliling stator, seperti pada kipas motor DC brushless. Konstruksi demikian akan terlihat pendek dan tebal. Oleh karena itu arah medan magnetik radial terhadap sumbu putarnya.

Gambar 1 Konsruksi silindris (a) outside rotor (b) inside rotor

Gambar 2 Konstruksi pancake: (a) Stator tunggal (b) stator ganda Torsi motor yang tinggi pada jenis pancake dimungkinkan mempunyai belitan stator pada kedua sisi rotor (gambar b). Sedangkan applikasi torsi rendah seperti motor penggerak floppy disk cukup untuk belitan stator pada satu sisi belitan rotor (gambar a). Arah dari medan magnet adalah aksial, yaitu parallel dengan putaran aksis.

Fungsi komutasi dapat diperagakan dengan beberapa sumbu as sensor: optical encoder, magnetic encoder atau hall effect magnetic sensor. Motor DC brushless menjadi kecil dan murah karena menggunakan hall effect sensor. Hall effect sensor adalah peralatan semikonduktor yang mengalirnya electron diakibatkan oleh medan magnetic yang tegak lurus terhadap arah arus. Seperti misalnya pada jaringan variable resistor empat terminal. Tegangan pada kedua output saling berlawanan. Penerapan medan magnet pada sensor ini akan mengakibatkan terjadinya perubahan tegangan sedikit pada output. Output hall akan menggerakkan comparator hingga lebih stabil peralatan dayanya. Peralatan ini juga akan menggerakkan transistor kompon ketika diberi bias yang tepat. Hall effect sensor yang lebih modern berisi penguat yang terintegrasi dan rangkaian digital. Tiga buah kabel hall effect sensor akan menggerakkan transistor daya yang mensuplay belitan fasa. Sensor ini harus diletakkan sedekat mungkin dengan rotor magnet permanen untuk mendeteksi posisi.

Gambar 3 Sensor hall effect pengubah tiga fasa brushless DC motor.

Gambar diatas adalah silindris sederhana motor 3 fasa yang diubah oleh peralatan hall effect untuk setiap tiga fasa stator. Perubahan posisi rotor permanen magnet dideteksi oleh peralatan hall sebagai polaritas perubahan pole rotor yang lewat. Sinyal hall ini dikuatkan sehingga belitan stator akan menggerakkan arus dengan benar. Sinyal hall dibangkitkan oleh combinational logic akan menghasilkan bentuk gelombangnya lebih effesien. Motor silindris diatas dapat menggerakkan harddrive jika dilengkapi dengan peralatan phased locked loop (PLL) untuk menjaga agar kecepatannya tetap. Rangkaian yang sejenis dapat menggerakkan penggerak motor floppy disk tipe pancake.

Gambar 4 Motor DC Brushless Pancake Motor tiga fasa pancake mempunyai pole stator 6 buah dan pole rotor 8 buah. Rotornya berupa cincin ferrit yang rata dimagnetasi dengan delapan buah pole axial magnetized alternate. Rotor ditutup menggunakan mild steel plate yang diletakkan ditengah-tengah stator. Steel plate akan membantu penyelesaian rangkaian magnetik. Pole stator juga diletakkan diatas steel plate sebagai penutup rangkaian magnetik. Belitan stator yang berbentuk trapezium berfungsi untuk lebih memudahkan pemasangannya. Belitan ini ada enam buah stator yang terdiri dari tiga belitan fasa.

Jika tiga belitan stator berhasil diberi tenaga, putaran medan magnet akan dibangkitkan. Rotor magnet permanen akan mengikuti putaran yang sama dengan medan putar. Bagaimanapun rotor 8 pole akan berputar sebagai perkalian dari putaran ini, dikarenakan kelebihan pole pada rotor. Gambar berikut akan memperlihatkan motor kipas DC brushless yang mempunyai tiga kelengkapan.

Gambar 5 Motor kipas DC brushless 2 fasa.

Stator mempunyai dua fasa yang didistribusikan antara empat pole Ada empat salient poles dengan tanpa belitan untuk membantu menghilangkan titik torsi nol Rotor mempunyai empat penggerak pole utama Rotor mempunyai delapan superimpose pole untuk membantu menghilangkan titik torsi nol Sensor hall effect diletakkan dengan jarak 45 derajad pisik Penutup kipas diletakkan diatas rotor yang letaknya diatas stator

Keuntungan motor kipas DC brushless adalah menurunkan beaya pembuatannya. Motor DC konvensional tidak dapat mempunyai jumlah pole armature genap, jika digunakan bergerak sendiri (umumnya 3, 5, 7). Dengan demikian hal ini dimungkinkan secara teori motor 4 pole untuk dibuat pada torsi yang minimal dengan tidak dapat diputar dari keadaan behenti. Penambahan empat salient pole dengan tanpa belitan superimpose ripple torque, maka ketika ripple torque ditambahkan ke grafik torsi normal, hasilnya torsi minimum sebagian akan hilang. Hal ini memungkinkan motor dapat diberhentikan pada semua posisi. Penambahan delapan pole permanen magnet pada rotor maka akan superimpose ripple torque harmonisa kedua ke ripple torque empat pole. Hal ini selanjutnya akan menghilangkan torsi minimal selama torsi minimal tidak jatuh ke nol dan memungkinkan motor dapat dimulai berputar.

Stator dua fasa membutuhkan sensor hall diletakkan dengan jarak 90 derajad listrik. Jika rotornya adalah dua pole, sensor hall diletakkan 90 derajad pisik. Dengan rotor magnet permanen empat pole, sensor hall harus diletakkan 45 derajad pisik untuk mendapatkan 90 derajad listrik. Torsi yang kuat akan dihasilkan, hal ini disebabkan oleh hubungan timbal balik antara belitan stator dua fasa dengan rotor empat pole. Ke empat bagian pole rotor harus terletak dibawah sehingga sensor hall akan mendeteksi dengan benar sinyal komutasi.

Gambar 6 Motor DC brushless dua fasa dengan penggerak push-pull

Pada gambar diatas, penggerak dua fasa push-pull ( juga disebut penggerak empat fasa) menggunakan dua buah sensor hall effect untuk menggerakkan empat belitan. Sensor diletakkan 90 derajad listrik jauhnya (sama dengan 90 derajad pisik). Hal ini dikarenakan sensor hall mempunyai dua output yang berlawanan, satu sensor akan mengkomutasi dua belitan dihadapannya.

Brushless Motors

Allied Motion offers a broad range of brushless motors with or without integrated drive electronics. Included in this category are commercial-industrial brushless DC motors, small brushless motors, brushless servo motors, and brushless torque motors. In addition to our standard models, Allied Motion can custom-design brushless motors to meet your specific application needs.

Series 75s 75i

Rated Power Rated Torque Rated Speed 0.14 - 0.18 HP 0.18 - 0.49 Nm 2400 - 5500 (100 - 124 W) (25 - 70 oz-in) RPM 0.16 - 0.39 HP 0.31 - 1.0 Nm (120 - 289) (44 - 142 ozin) 2650 - 3900 RPM

Voltage 12, 24 VDC 12, 24, 48 VDC

Brushless Servo Motors

Small Precision Brushless DC Motors

Frameless Brushless Torque Motors

TERIMA KASIH