Anda di halaman 1dari 15

Koping keluarga

Proses dan strategi koping keluarga berfungsi sebagai proses atau mekanisme vital yang memfasilitasi fungsi keluarga. Tanpa koping keluarga yang efektif, fungsi afektif, sosialisasi, ekonomi dan perwatan kesehatan tidak dapat tercapai.

Konsep stres dan koping dasar


Stress adalah ketegangan dalam seseorang atau sistem sosial dan merupakan reaksi terhadap situasi yang menimbulkan tekanan (burgess,1978) Stressor adalah agen pemrakasa atau presipitasi yang mengaktifkan proses stres. Persepsi anggota keluarga/keluarga adalah interpretasi anggota keluarga secara tunggal atau kolektif menyusun pengalaman mereka. Koping terdiri atas upaya pemecahan masalah yang dihadapi oleh individu dengan tuntutan yang sangat relevan dengan kesejahteraannya, tetapi membebani sumber seseorang

Koping keluarga adalah proses aktif saat keluarga memanfaatkan sumber keluarga yang ada dan mengembangkan perilaku serta sumber baru yg akan memperkuat unit keluarga dan mengurangi dampak peristiwa hidup penuh stress

Krisis keluarga adalah kondisi kekacauan, tidak teratur, atau ketidakmampuan dalam sistem keluarga yang berlangsung terusmenerus
Adaptasi keluarga adalah proses saat keluarga terlibat dalam respon langsung terhadap tuntutan stresor yang ekstensif dan menyadari bahwa perubahan sistemik dibutuhkan dalam unit keluarga untuk memperbaiki stabilitas fungsional dan memperbaiki kepuasan dan kesejahteraan keluarga. Koherensi keluarga yaitu pandangan disposisional yang luas Resilience keluarga adalah proses adaptasi dalam sistem keluarga.

Fase waktu stress dan strategi koping


1. Periode Antrestres Dalam periode sebelum benar-benar melawan stresor, antisipasi kadang mungkin terjadi; terdapat kesadaran terhadap bahaya yg mengancam atau ancaman situasi yang di rasakan. 2. Periode Stres Aktual Terdapat strategi defensif dan bertahan yang sangat dasar yang digunakan selama periode ini 3. Periode Pascastres Terdiri dari strategi untuk mengembalikan keluarga ke keadaaan homeostasis yang seimbang

Teori stres keluarga


1. Teori ABCX (Hill,1949) Faktor A(stressor),B (sumber berhadapan dengan krisis keluarga ), C (defenisi keluarga tentang peristiwa stressor) saling berinteraksi untuk menghasilkan X(krisis atau bukan krisis).

2. Teori ABCX ganda (McCubbin & patterson,1982) Dimodifikasi dari model hill, yaitu faktor A diperluas hingga mencakup stressor asli dan akumulasi stresor. Konsep koping juga ditambahkan dan dilihat sebagai kunci variabel penjelasan yang menyebabkan tahap adaptasi keluarga yang baru.

3. Teori respons peyesuaian dan adaptasi keluarga/FAAR (petterson,1988) Berlandaskan model ABCX ganda, menekankan pada hasil akhir positif yang mungkin. Model konsisten dengan banyak studi yang berfokus pada koheresi dan resiliency keluarga. 4. Teori resiliency ( McCubbin & McCubbin ,1993) Dibangun berdasarkan 3 model sebelumnya dan menekankan pada pada kekuatan dan resilience keluarga. Konsep penjelasan baru ditambahkan : pola fungsi keluarga yang baru dan skema atau pandangan dunia keluarga. Variabel koping diperluas hingga mencakup pemecahan masalah.

Stresor dan dampaknya


Ada 7 peristiwa hidup yang paling menimbulkan stres dalam skala FILE total: 1. Kematian seorang anak 2. Kematian salah satu orang tua atau pasangan 3. Pasangan atau orang tua bercerai 4. Adanya penganiayaan fisik atau seksual atau kekerasan dalam keluarga

5. Anggota memiliki cacat fisik atau sakit kronik 6. Pasangan atau orang tua selingkuh 7. Anggota dipenjara atau penahanan sementara pada anak-anak Dengan mengkaji keseimbangan antara stresor dan sifat serta kekuatan unsur-unsur pendukung didalam maupun diluar atau keluarga, seseorang dappt mengurangi potensi stresor atau membangun dan memperkuat sumber keluarga.

Strategi Koping Keluarga


Strategi koping keluarga adalah spesifiksituasi. Perbedaan situasi dan masalah membutuhkan pemecahan masalah yang berbeda, yaitu, respons koping yang berbeda perlu diterapkan.

Jenis- jenis strategi koping keluarga:

1) Strategi koping keluarga internal terdiri atas:


a) Strategi hubungan: mengandalkan kelompok keluarga, saling berbagi yang lebih besar, memperkuat kohesi keluarga, dan fleksibilitas peran. b) Strategi kognitif: menormalkan,mengendalikan makna masalah dengan membingkai ulang & penilaian pasif, pemecahan masalah bersama, dan mendapatkan informasi & pengetahuan. c) Strategi komunikasi: menitikberatkan kan pada kejujuran dan terbuka serta menggunakan humor dan tawa.

2) Strategi koping keluarga eksternal terdiri atas: a) Memelihara jalinan komunitas yang aktif b) Menggunakan sistem dukungan sosial c) Mencari dukungan spiritual

Strategi Koping disfungsional keluarga


Selain strategi koping keluarga internal dan eksternal, literatur kesehatan jiwa mengidentifikasi strategi koping disfungsional keluarga. Strategi ini digunakan keluarga dalam menghadapi stres dan kemalangan yang mencelakai baik anggota keluarga maupun keluarga pada periode jangka panjang dan konsisten: a. Penyangkalan masalah keluarga: mengkambinghitamkan, penggunaan ancaman, mitos keluarga, orang ketiga, pseudomutualitas, dan otoritarinisme.

b. Perpecahan dan kecanduan keluarga c. Kekerasan dalam keluarga: penganiayaan pasangan,

penganiayaan anak, penganiayaan saudara kandung,


penganiayaan lansia , dan penganiayaan homoseksual. Strategi koping tertentu dinyatakan secara luas sebagai hal yang sangat bermanfaat disini, misalnya

dukungan sosial, spritual, dan mendapatkan informasi


dan pengetahuan berkenaan dengan penyakit keluarga.

Faktor yang mempengaruhi koping


1. Perbedaan gender dalam koping 2. Variasi sosbud dalam koping keluarga 3. Dampak gangguan kesehatan

Diagnosa (nanda, 2000)


1. Ketidakefektifan penatalaksanaan regimen terapi keluarga 2. Kesiapan untuk meningkatkan koping keluarga 3. Gangguan koping keluarga 4. Ketidakmampuan koping keluarga 5. Risiko kekerasan terhadap orang lain 6. Gangguan proses keluarga 7. Proses keluarga tidak fungsional: alkoholisme 8. Berduka disfungsional 9. Gangguan pemeliharaan rumah 10. Distres spiritual 11. Risiko distres spiritual 12. Kesiapan untuk meningkatkan kesejahteraan spiritual