Anda di halaman 1dari 10

Praktikum Teknologi Farmasi Sediaan Steril

TETES MATA HOMATROPIN HBr

I.

Pendahuluan Larutan obat mata adalah larutan steril, bebas partikel asing. Larutan obat mata merupakan sediaan yang dibuat dan dikemas sedemikian rupa sesuai digunakan pada mata. (Farmakope Indonesia Edisi 4 hal 12) Tetes mata adalah sediaan steril berupa larutan atau suspensi yang digunakan dengan cara meneteskan pada selaput lendir mata di sekitar kelopak mata dan bola mata. (Ilmu Meracik Obat, hal. 155). Bahan obat yang khas digunakan pada mata (opthalmologika) adalah farmaka pelebar pupil (midriatika), seperti atropin, skopolamin, fenilefrin, dan eprinefrin dan bahan dengan kerja penyempit pupil (miotika) ssseperti pilokarpin, figostigmin, neostigmin, dan paraixon. Untuk melawan proses infeksi digunakan antibiotika (misalnya kloramfenikol, tirotrisin) disamping garam perak: untuk mengobati rasa nyeri digunakan anestetika lokal (misalnya kokain, tetrakain). Akhirnya juga diperlukan bahan antiplogistik (misalnya seng sulfat, kortikosterida). (Rudolf Voight Ed 5, hal 523) Mata merupakan organ yang paling peka dari manusia. Oleh karena itu sediaan obat mata mensyaratkan kualitas yang lebih tajam. Tetes mata harus efektif dan tersatukan secarafisiologis (bebas rasa nyeri, tidak merangsang) dan steril. (Rudolf Voight Ed 5, hal 523) Tetes mata harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan yaitu: 1. Steril Semua larutan untuk mata harus dibuat steril jika diberikan dan bila mungkin ditambahkan bahan pengawet yang cocok untuk menjamin sterilitas selama pemakaian. Pencemaran oleh mikroorganisme dapat berasal dari bahan obat dan bahan pembantu, atau akibat prosedur kerja yang tidak aseptik dan kesalahan pada cara sterilisasi akhit, serta akibat rekontaminasi selama pemakaian. 2. Jernih Persyaratan ini dimaksudkan untuk menghindari rangsangan akibat bahan padat. 3. Sedapat mungkin isontonis Cairan mata memiliki tekana osmotik, yang harganya sama dengan darah dan cairan jaringan. Harganya sebanding dengan larutan natrium klorida 0,9 % dalam air. Mata memiliki daerah toleransi tonisitas yang lebih lebar, yang tidak atau sangat jarang terjadi pengaruh fisiologis yang merugikan kisaran 0,7- 1,45 % dapat diterima tanpa rasa nyeri dan tidak dapat menyebabkan keluarnya air mata. 4. Sedapat mungkin isohidris Pengaruturan larutan pada kondisi isohidris (pH= 7,4) adalah berguna untuk mencapai rasa bebas nyeri yang sempurna. (Voight hal 523-527). Pada pemakaian tetes biasa yang nyaris tanpa rasa nyeri adalah larutan dengan pH 7,3 9,7 daerah pH 5,5 11,4 masih dapat diterima. Pengaturan larutan dalam kondisi isohidri (pH= 7,4) adalah sangat berguna untuk mencapai rasa bebas nyeri yan sempurna, meskipun hal ini sangat sulit direalisasikan karena zat aktif memiliki stabilitas pada pH tertentu. Penyeimbangan pH pada umumnya dilakukan dengan larutan dapar isotonis. Larutan dapar berikut digunakan secara internasional: - Dapar natrium asetat asam borat, kapasitas daparnya tinggi dalam daerah asam. - Dapar fosfat, kapasitas daparnya tinggi dalam daerah alkalis. Tetes Mata Homatropin HBr 1

Praktikum Teknologi Farmasi Sediaan Steril Adapun cara penggunaan obat tetes mata yang benar untuk pasien: Cuci tangan sebelum memegang obat Periksa apakah ujung botol tidak tersumbat Hindari memegang ujung penetas atau menyentuhkan ke mata Miringkan kepala kebelakang, tarik kelopak mata ke bawah sampai terbentuk kantung mata Teteskan obat sesuai dosis Tutup mata sekitar 2-3 menit Tutup botol dengan baik setelah digunakan.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. II.

TINJAUAN KEPUSTAKAAN 1. Farmasetika Nama Zat Aktif Homatropin HBr FI ed IV hal 431 Sifat Fisika-Kimia dan Cara Stabilitas Sterilisasi Otoklaf Pemerian: Hablur putih atau serbuk (Martindale hablur putih. Diengaruhi 28 hal 301) oleh cahaya. Kelarutan: Mudah larut dalam air; agak sukar larut dalam etanol; sukar larut dalam kloroform; tidak larut dalam eter. Stabilitas: Homatropin HBr dipengaruhi oleh cahaya. Obat mata harus disimpan dalam wadah tertutup pada suhu o kurang dari 40 C, lebih baik antara 15oC-30oC; pembekuan harus dihindari. pH: 5,7-7 Ekivalen NaCl : 0,16 Khasiat/Dosis Khasiat: Midriatikum dan Sikloplegia. Dosis: Dewasa: 1 atau 2 tetes dari larutan 2%. Anak: 1 tetes dari larutan 2%. (Drug Information Ed 88 hal 1573) Cara Penggunaan Teteskan 1 atau 2 tetes ke mata yang sakit dan dapat diulangi pada 5 sampai 10 menit interval yang diperlukan.

Fungsi Zat Aditif Zat Pengisotonis

Nama Zat Natrium Klorida (Hand Book of Pharmaceutical Excipients Ed. 6 hal 637)

Sifat Fisika Kimia Pemerian: Kristal tidak berwarna atau serbuk kristak berwarna putih, mempunyai rasa asin.

Konsentrasi Sampai 0,9 % Ekivalen NaCl: 1,00

Sterilisasi Otoklaf atau Filtrasi

Tetes Mata Homatropin HBr 2

Praktikum Teknologi Farmasi Sediaan Steril

Kelarutan: Larut dalam 1:250 Etanol 95%; 1:2,8 air; 1:2,6 air pada suhu 100 C. Stabilitas: Stabil dalam larutan. OTT: Dengan perak dan garam merkuri. Pemerian: Serbuk amorf, berwarna putih atau kekuningan bersifat higroskopis, sedikit berbau dan memiliki rasa Kelarutan: Sangat mudah larut dalam air dan etanol bentuk anhidrat mudah larut dalam benzena dan agak sukar larut dalam eter Stabilitas: Teroksidasi oleh cahaya, udara dan logam, bersifat higroskopis OTT: Alumunium, surfaktan anionik, sitrat, hidrogen peroksida 0,005-0,1% Pemerian: Serbuk kristal putih, tidak w/v berbau, sedikit asam. Ekivalen NaCl : 0,23 Kelarutan: 1 bagian zat larut dalam 11 bagian air, sedikit larut dalam etanol 95%. Stabilitas: Tetes Mata Homatropin HBr 3

Zat Pengawet

Benzalkonium Klorida (Hand Book of Pharmaceutical Excipients Ed. 6 hal 56)

0,01 % (dalam sediaan parenteral) Ekivalen NaCl : 0,16

Otoklaf

Zat Pengkelat

Disodium Edetate (Handbook of Pharmaceutical Excipients Ed 2 hal 177)

Otoklaf

Praktikum Teknologi Farmasi Sediaan Steril Higroskopis OTT: Zat oksidator kuat, basa kuat dan ion logam Pemerian: Cairan, jernih, tidak berwarna; tidak berbau Stabilitas: Mudah terurai jika berhubungan dengan zat organik yang dapat teroksidasi, dengan logam tertentu dengan senyawanya atau dengan alkali a. Teknologi Farmasi Larutan obat mata adalah larutan steril, bebas partikel asing. Larutan obat mata merupakan sediaan yang dibuat dan dikemas sedemikian rupa sesuai digunakan pada mata. (Farmakope Indonesia Edisi 4 hal 12). Tetes mata adalah sediaan steril berupa larutan atau suspensi yang digunakan dengan cara meneteskan pada selaput lendir mata di sekitar kelopak mata dan bola mata. (Ilmu Meracik Obat, hal. 155). Bentuk tetes mata Homatropin HBr yang akan dibuat adalah larutan sebanyak 10 ml dalam wadah bebas alkali, tertutup rapat, dan terlindung dari cahaya.

Pelarut

Aqua Sterile Pro Injectione (FI Ed IV hal 112)

2. Farmakologi Homatropin HBr memblok respon otot sphincter pada iris dan otot siliari pada lensa untuk menstimulasi kolinergik, menghasilkan midriatik dan sikloplegia. Homatropin HBr memberi efek midriatik dan sikloplegia dengan masa kerja yang relative singkat dan memiliki durasi kerja yang lebih pendek daripada atropine.

III.

RANCANGAN FORMULA 1. Latar Belakang Penetapan Formula Homatropin HBr adalah obat semisintetik, yang kekuatannya 1/10 kekuatan atropin karenanya obat ini hanya digunakan sebagai midriatikum. Kerja sebagai midriatisnya lebih cepat dan singkat (maksimal 24 jam), efek cycloplegianya lebih ringan, begitu pula dengan efek sampingnya. Homatropin HBr digunakan sebagai tetes mata (2%) untuk diagnosa. Natrium klorida digunakan sebagai zat pengisotonis karena dapat membuat larutan menjadi isotonis, sehingga tonisitas larutan obat sama dengan tonisitas cairan mata sehingga tidak menimbulkan rasa perih saat penggunaaan. Benzalkonium Klorida digunakan sebagai zat pengawet karena dapat mencegah dan membunuh pertumbuhan mikroorganisme selama penggunaan karena mempunyai spektrum

Tetes Mata Homatropin HBr 4

Praktikum Teknologi Farmasi Sediaan Steril yang luas. Karena obat tetes mata ini dengan pemakaian dosis ganda, selain itu stabil pada rentang ph yang lebar. Dinatrium Edetate digunakan sebagai zat pengkelat karena mempunyai efek antimikroba di kombinasi dengan benzalklonium klorida sehingga meningkatkan efektivitasnya untuk mengikat logam-logam yang mungkin ada dari bahan-bahan, alat-alat atau pada pembuatan dan juga karena preparat mata tidak boleh mengandung logam. Aqua pro injection digunakan sebagai pelarut karena bahan-bahan yang digunakan larut dalam pelarut ini. 2. Formula Rujukan Tetes Mata Homatropin Hbr (Formularium Nasional ed. 2 hal. 148) Tiap 10 ml mengandung: Homatropini hydrobromidum 200 mg Dinatrii hydrogenphosphas 10 mg Natrii dihydrogenphosphas 50 mg Benzalkonii chloridum 1 mg Natrii chloridum 31 mg Dinatrii edetas 1 mg Aqua destillata hingga 10 ml 2. Formula yang digunakan: Homatropin HBr Benzalkonium klorida Disodium Edetate Natrium Klorida Aqua Pro Injections ad IV. PEMBUATAN 1. Perhitungan Volume 1 botol Dibuat 2 botol Volume total

2% 0,01% 0,02% 137,9 mg 10 ml

= 10 mL = 2 x 10 ml = 20 ml = 20 mL + ( 20% x 20 mL ) = 24 mL

- Homatropin HBr = 2% x 24 ml = 0,48 g = 480 mg - Disodium Edetate = 0,02% x 24 ml = 0,0048 g = 4,8 mg Pengenceran : Yang ditimbang 10 mg dilarutkan dalam 10 ml aqua pro injeksi kemudian hasil pengenceran yang diambil 4,8 ml. = 4,8 mg / 10 mg x 10 ml = 4,8 ml - Benzalkonium Klorida = 0,01% x 24 ml = 0,0024 g = 2,4 mg Pengenceran: Yang ditimbang 10 mg dilarutkan dalam 10 ml aqua pro injeksi kemudian hasil pengenceran yang diambil 2,4 ml. = 2,4 mg/10mg x 10 ml = 2,4 ml - Aqua pro Injeksi ad 24 ml Perhitungan Tonisitas Volume = [(W1 x E1 ) + (Wn x En) + ......] x 111,1 ml Tetes Mata Homatropin HBr 5

Praktikum Teknologi Farmasi Sediaan Steril = = = = [(0,48 x 0,16) + (0,0048 x 0,16) + (0,0024 x 0,23)] x 111,1 ml (0,0768 + 0,000768 + 0,000552) x 111,1 ml 8,6791 ml 8,6791 ml x 0,9% 24 ml = 0,3255 % (hipotonis) NaCl = 0,9 % - 0,3255 % = 0,57455 % x 24 ml = 0,1379 g = 137,9 mg

2. Tabel Penimbangan Penimbangan Homatropin HBr Disodium edetate Benzalklonium klorida Natrium klorida 3. Alat dan Bahan a. Alat : Beaker glass Corong Erlenmeyer Pipet tetes Botol tetes mata Kertas saring Gelas ukur Batang pengaduk Spatula Pinset Kaca arloji b. Bahan: Homatropin HBr Benzalkonium klorida Disodium Edetate Aqua Pro Injections

Teoritis 480 mg 4,8 ml 2,4 ml 137,9 mg

Laboratorium 481 mg 4,8 ml 2,4 ml 138 mg

4. Tabel Sterilisasi Alat yang digunakan

Cara Sterilisasi

Waktu (WIB) Mulai Akhir 12.40

Gelas piala, erlenmeyer, corong gelas, botol tetes mata, kaca pipet tetes Gelas ukur dan kertas saring

Disterilkan dalam oven 150oC selama 1 jam Otoklaf 121oC selama 15 menit

11.40

11.45

12.00

Tetes Mata Homatropin HBr 6

Praktikum Teknologi Farmasi Sediaan Steril Batang pengaduk, gelas arloji, pinset, spatula, pipet tetes dan penjepit besi Karet pipet tetes dan karet tutup botol tetes mata. Aqua Pro Injeksi Direndam dengan alkohol selama 30 menit Direbus dalam air mendidih selama 30 menit Dipanaskan selama 30 menit dihitung setelah mendidih Otoklaf 121oC selama 15 menit 11.45 12.15

11.31

12.01

11.47

12.17

Sterilisasi akhir

13.57

14.12

5. Prinsip Pembuatan Prinsip pembuatan tetes mata Homatropin HBr adalah sterilisasi terminal. Karena zat aktifnya, yaitu Homatropin HBr merupakan bahan yang tahan dengan pemanasan sehingga yang disterilisasi adalah alat-alat yang digunakan dalam pembuatan sediaan tersebut serta wadah untuk mengemasnya. Setelah sediaan jadi dan sudah dikemas maka dilakukan sterilisasi akhir menggunakan otoklaf. 6. Cara Pembuatan a. Disiapkan lalu dicuci alat-alat yang akan dipakai. b. Dikalibrasi botol tetes mata 10 ml dan gelas piala 24 ml. c. Disterilisasi alat-alat dan botol tetes mata. d. Dibuat aqua pro injeksi dalam erlenmeyer, disumbat dengan kapas dan kasa lalu dipanaskan aquadest di atas kompor sampai mendidih selama 30 menit. e. Ditimbang Homatropin Hbr, natrium klorida, benzalklonium klorida dan disodium edetat. f. Dibuat pengenceran benzalklonium klorida dengan cara ditimbang 10 mg dilarutkan dalam 10 ml aqua pro injeksi kemudian hasil pengenceran yang diambil 2,4 ml. g. Dibuat pengenceran disodium edetat ditimbang 10 mg dilarutkan dalam 10 ml aqua pro injeksi kemudian hasil pengenceran yang diambil 4,8 ml. h. Dilarutkan Homatropin HBr dan natrium klorida masing-masing dengan aqua pro injeksi. i. Dicampurkan keempat larutan dalam gelas piala yang telah dikalibrasi, lalu ditambahkan aqua pro injeksi ad batas tanda. j. Dilakukan penyaringan sebanyak 2 kali sehingga didapat larutan yang jernih. k. Dicek pH (5.7-7) l. Ditambahkan aqua pro injeksi ad 24 ml. m. Dimasukkan dalam botol tetes mata ad tanda, tutup. n. Dilakukan sterilisasi akhir menggunakan otoklaf 121C selama 15 menit. o. Dikemas, dimasukkan dalam dus, dan diberi etiket.

Tetes Mata Homatropin HBr 7

Praktikum Teknologi Farmasi Sediaan Steril V. EVALUASI 1. IPC ( In Process Control ) a. Uji pH ( FI IV hal. 1039 1040 ) Cek pH larutan dengan menggunakan pH meter atau kertas indikator universal. Dengan pH meter : Sebelum digunakan, periksa elektroda dan jembatan garam bila ada lakukan. Pembakuan pH meter : Bilas elektroda dan sel beberapa kali dengan larutan uji dan isi sel dengan sedikit larutan uji. Baca harga pH. Gunakan air bebas CO2 untuk pelarutan dengan pengenceran larutan uji. Hasil evaluasi: 6 (menggunakan kertas indikator universal) b. Uji kejernihan ( Lachman hal. 1355 ) Pemeriksaan dilakukan secara visual dengan menggunakan background hitam putih, harus benar-benar bebas dari partikel kecil yang dapat dilihat dengan mata yakni partikel yang berukuran 30 40 dan lebih dari itu. Hasil evaluasi: Jernih c. Uji keseragaman volume ( FI IV hal. 1044 ) Diletakkan pada permukaan yang rata secara sejajar lalu dilihat keseragaman volume secara visual. Hasil evaluasi: Seragam

2. QC ( QUALITY CONTROL ) a. Uji kejernihan ( Lachman hal. 1355 ) Pemeriksaan dilakukan secara visual dengan menggunakan background hitam putih, harus benar-benar bebas dari partikel kecil yang dapat dilihat dengan mata yakni partikel yang berukuran 30 40 dan lebih dari itu. Hasil evaluasi: Jernih b. Uji keseragaman volume ( FI IV hal. 1044 ) Diletakkan pada permukaan yang rata secara sejajar lalu dilihat keseragaman volume secara visual. Hasil evaluasi: Seragam c. Uji sterilitas ( FI IV hal. 855 ) Asas: larutan uji dicampurkan pada media perbenihan yang sesuai lalu diinkubasi pada suhu 20o-25oC. Apabila terjadi kekeruhan berarti ada pertumbuhan mikroorganisme (tidak steril) Metode uji: Teknik penyaringan dengan filter membran (dibagi menjadi 2 bagian) lalu diinkubasi. Hasil evaluasi: Dispensasi (tidak dilakukan) d. Penetapan Kadar ( FI IV hal. 431 ) Syarat: tetes mata mengandung Homatropin HBr tidak kurang dari 95,0 % dan tidak lebih dari 105,0 %. Metode uji: mengukur serapan larutan uji dan larutan baku pada panjang gelombang serapan maksimum lebih kurang 242 nm terhadap masing-masing blangko. Tetes Mata Homatropin HBr 8

Praktikum Teknologi Farmasi Sediaan Steril Hasil evaluasi: Dispensasi (tidak dilakukan)

VI.

PENGEMASAN 1. Wadah Wadah bebas alkali, tertutup rapat, dan terlindung dari cahaya 2. Kotak Terlampir 3. Brosur Terlampir

VII.

PEMBAGIAN TUGAS 1. Resti : Mempersiapkan alat-alat dan mensterilisasi otoklaf 2. Dian : Menulis laporan dan menimbang bahan-bahan 3. Sausan : Mempersiapkan alat-alat dan mensterilisasi oven 4. Tina : Melarutkan dan mencampurkan bahan-bahan 5. Youngky : Mengemas sediaan dan sterilisasi akhir

Tetes Mata Homatropin HBr 9

Praktikum Teknologi Farmasi Sediaan Steril VII. DAFTAR PUSTAKA Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta : Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. Voight Rudolf. 1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi Edisi 5.Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Wade Ainley and Paul J Weller. 1994. Handbook of Pharmaceutical Exipients. Second edition. USA : Pharmaceutical Press. American Hospital Formulary Service. 1988. Drug Information 88. USA: American Society of Health-System Pharmacist, Inc. Anief, Moh. 1987. Ilmu Meracik Obat. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Sean C Sweetman. Martindale 28th. USA: Pharmaceutical Press Lachman L, Lieberman HA, Kanig JL. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri Edisi III Jilid II. Diterjemahkan oleh Siti Suyatmi. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik Direktorat Jenderal Bina Kefatmasian dan Alat Kesehatan Departemen Kesehatan RI. 2006. Pedoman Konseling Pelayanan Kefarmasian Di Sarana Kesehatan. Jakarta.

Tetes Mata Homatropin HBr 10