Anda di halaman 1dari 20

Oleh:

BENEDICTA JATI AYUNINGTYAS


148114012
 Sulfosetamida adalah senyawa golongan
sulfonamida
 Garam sulfosetamida -> natrium
sulfasetamida
 Kelarutan Natrium Sulfasetamida
 Larut dalam air
 Sukar larut dalam etanol
 Praktis tidak larut dalam kloroform
 Tujuan dari penelitian ini adalah
mendapatkan sediaan yang paling stabil
dalam penyimpanan selama 28 hari
Seluruh bahan ditimbang

Natrium sulfasetamida dilarutkan dalam


water for injection (WFI) secukupnya

Larutan natrium sulfasetamida dimasukkan


ke gelas piala 150 mL yang sudah dikalibrasi

Ditambahkan dengan bahan-bahan lainnya

Di add dengan WFI hingga tanda batas


3 Metode Sterilisasi

Uap Air
Penyaring Autoklaf
Mengalir
Bakteri Suhu 120 – 121 C

Suhu 98 – 100○C
 Uji visualisasi sediaan tetes mata dilihat dari
kejernihan sediaan tetes mata yang telah
dibuat.
 Uji pH dilakukan pada sediaan tetes mata
menggunakan pH meter dengan
mencocokkan hasil dari stik pH dengan
kontrol yang terdapat dalam kemasan
 Pembuatan Larutan Baku Natrium
Sulfasetamida konsentrasi 1000 ppm

Ditimbang 50 mg Ditambahkan air ke


Larutan baku dengan
dalam 50 mL labu takar
konsentrasi 1000 ppm bahan baku sampai tanda batas
 Pembuatan Larutan Sampel
• Larutan sampel dibuat dengan konsentrasi
sebesar 5 ppm
Formula I • Tidak ada penambahan larutan baku
• Dilarutkan dengan air dalam labu takar 10 mL

• Larutan sampel sebesar 6 ppm


• Diambil larutan baku sebanyak 2,5 ppm
Formula II • Dicampurkan dengan larutan sampel
• Dilarutkan dengan air dalam labu takar 10 mL

• Larutan sampel sebesar 6 ppm


• Diambil larutan baku sebanyak 5 ppm
Formula III • Dicampurkan dengan larutan sampel
• Dilarutkan dengan air dalam labu takar 10 mL
 Formula 1 (natrium sulfasetamida 10%) dengan
sterilisasi penyaring bakteri merupakan sediaan tetes
mata yang paling stabil karena penurunan persentase
pada sediaan ini memiliki nilai yang terkecil
dibandingkan dengan sediaan dalam formula lainnya
Uji Fertilitas Bakteri Uji Fertilitas Jamur

• Media Tioglikolat steril • Media Soybean-Casein


disiapkan sebanyak 2 Digest disiapkan sebanyak
tabung 2 tabung
• Bakteri Bacillus subtilis • Jamur Candida albicans
ditanam ke dalam ditanam dalam media
media • Diinkubasi selama 7
• Diinkubasi selama 7 hari/lebih pada suhu 20 –
hari/lebih pada suhu 30 25oC
– 35oC • Diamati kekeruhannya
• Diamati kekeruhannya
 Kontrol positif
 tabung berisi media Tioglikolat yang telah
ditanami bakteri Bacillus subtilis dan tabung yang
berisi media Soybean-Casein Digest yang telah
ditanami jamur Candida albicans
 Kontrol negatif
 tabung yang berisi media Tioglikolat dan tabung
media Soybean-Casein Digest yang telah diberi 5
tetes sediaan tetes mata natrium sulfasetamida
steril
Bakteri Bacillus subtilis ditanamkan ke dalam dua
tabung reaksi berisi media Tioglikolat steril

Jamur Candida albicans ditanamkan ke dalam dua


tabung reaksi berisi media Soybean-Casein Digest steril

Ditambahkan 2 mL sediaan uji

Diinkubasi pada suhu 30 – 35oC (bakteri) dan 20 – 25oC


(jamur) selama 7 hari/lebih

Diamati kekeruhannya
MEDIA SEDIAAN
Media Tioglikolat (3 tabung) dan
Media Tioglikolat steril (2 tabung)
media Soybean-Casein Digest (3
diinkubasikan pada suhu 30 – 35oC
tabung)

Media Soybean-Casein Digest steril (2


Ditambahkan 2 mL di masing-
tabung) diinkubasi pada suhu 20 –
masing tabung
25oC

Diinkubasi pada suhu yang sama


Diinkubasi selama 7 hari atau lebih dengan sterilitas media selama 14 hari
atau lebih

Pertumbuhan bakteri atau jamur dapat


diketahui dengan timbulnya kekeruhan
pada media
 Hasil uji fertilitas media pada Tabel menunjukkan
pertumbuhan bakteri Basillus subtilis pada media
Tioglikolat dan jamur Candida albicans pada media
Soybean Casein-Digest. Hal ini berarti bahwa media
tersebut fertil dan dapat digunakan untuk pengujian
selanjutnya
 Hasil disajikan dalam Tabel menunjukkan adanya
kekeruhan pada media Tioglikolat dan Soybean Casein-
Digest yang telah ditanami dengan bakteri dan jamur
sedangkan media yang ditanami sediaan steril tidak ada
kekeruhan
 Hasil uji sterilitas media dan sediaan yang disajikan dalam
Tabel menunjukkan tidak keruh yang berarti media telah
steril dan dapat digunakan untuk pengujian selanjutnya
 Formula sediaan tetes mata natrium
sulfasetamida yang paling stabil adalah
sediaan dengan kadar 10% dengan setrilisasi
menggunakan penyaring bakteri (IIB).