Anda di halaman 1dari 42

PATROLI SALAH SATU GIAT POL YG DILAKUKAN OLEH 2 (DUA) ORANG ATAU LEBIH ANGGOTA POLRI, SBG USAHA

CEGAH BERTEMUNYA NIAT DAN KESEMPATAN, DGN JLN MENDATANGI, MENJELAJAHI, MENGAMATI ATAU MEMPERHATIKAN SIKON YG DIPERKIRAKAN AKAN TIMBULKAN SEGALA BTK JAHAT ATAU GANGGUAN KAMTIBMAS / GAR HUKUM , YG MENUNTUT ATAU PERLU KEHADIRAN POLRI UTK LAKUKAN TINDAK2 POL , GUNA PELIHARA KETERTIBAN & MENJAMIN KEAMANAN UMUM MASY.

TUJUAN PATROLI
CEGAH BERTEMUNYA FAKTOR NIAT DAN KESEMPATAN AGAR TDK TERJADI GANGGUAN KAMTIBMAS / GAR HUKUM DLM RANGKA UPAYA PELIHARA / TINGKAT TERTIB HUKUM & UPAYA BINA KETENTRAMAN MASY GUNA WUJUDKAN /JAMIN KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASY.

TUGAS PATROLI
CEGAH BERTEMUNYA FAKTOR NIAT & KESEMPATAN. PELIHARA & TINGKATKAN KETERTIBANHUKUM MASY & BINA KETENTRAMAN MASY. PELIHARA KETERTIBAN & JAMIN KEAMANAN UMUM MASY. PELIHARA KESELAMATAN ORANG, HARTA BENDA & MASY SERTA BERI PERLINDUNGAN & PERTOLONGAN KPD MASY YG MEMBUTUHKAN. BERI YAN KPD MASY. MELAKUKAN TPTKP DGN BERI PERLINDUNGAN. BERTUGAS CATAT, PUL DATA2 / KEJADIAN / INFORMASI YG DILIHAT, DIDENGAR, DIALAMI & DISAKSIKAN SERTA MELAPORKAN KPD ATASAN. DLL.

FUNGSI PATROLI
SALAH SATU TINDAKAN KEPOLISIAN YG DIGUNAKAN UTK CEGAH TERJADINYA GANGGUAN KEAMANAN & KETERTIBAN MASY & TINDAK KASUS2 TERTENTU YG TERJADI KETIKA PATROLI DILAKS.

PERANAN PATROLI
PELAKS GARIS DEPAN OPSNAL POLRI. SUMBER INFO MATA & TELINGA BAGI KESATUAN. WUJUD KEHADIRAN POLRI DI TENGAH2 MASY. CERMIN KESIAPSIAGAAN POLRI SETIAP SAAT. SARANA UTK PERKENALAN STRATEGI POLMAS. SARANA KOMUNIKASI DGN MASY. PENDORONG KEMITRAAN ANTAR POLISI DGN MASY. PENCIPTA RASA AMAN DI LINGKUNGAN MASY. PENINGKAT CITRA POLRI. PEMBERI PERLINDUNGAN, PENGAYOM DAN YAN KPD MASY.

JENIS PATROLI

PERONDAAN. PATROLI BLOK. PATROLI LINGKUNGAN. PATROLI KOTA. PERSAMBANGAN.

METODE PATROLI

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

PATROLI DGN JALAN KAKI; PATROLI DGN BERSEPEDA; PATROLI DGN KENDARAAN SEPEDA MOTOR; PATROLI DGN MOBIL; PATROLI DGN KENDARAAN PERAIRAN; PATROLI DGN KENDARAAN UDARA; PATROLI DGN KENDARAAN KUDA.

PERLENGKAPAN PATROLI
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. PERLENGKAPAN PATROLI PERORANGAN (KAPORLAP). PERLENGKAPAN PATROLI JALAN KAKI. PERLENGKAPAN PATROLI BERSEPEDA. PERLENGKAPAN PATROLI BERSEPEDA MOTOR. PERLENGKAPAN PATROLI BERKENDARAAN MOBIL. PERLENGKAPAN PATROLI PERAIRAN. PERLENGKAPAN PATROLI UDARA. PERLENGKAPAN PATROLI KUDA.

ROUTE PATROLI
GAMBAR YANG MENUNJUKAN DAERAH2 YG AKAN DILEWATI DLM MELAKS PATROLI, YANG DI DLMNYA MENGGAMBARKAN LETAK TEMPAT2 YG HRS DISAMBANGI/ MENJADI PERHATIAN BAGI PETUGAS PATROLI.

FAKTOR YG MEMPENGARUHI DLM PENENTUAN ROUTE PATROLI


1. DALAM KOTA MELIPUTI : LETAK & DENAH BANGUNAN. GEDUNG PEMERINTAH & INSTANSI VITAL. JALAN2, LORONG2 DAN GANG. SUSUNAN &GOL PENDDK/MASY, GIAT/PEK SERTA ALT. PEJABAT & ORANG PENTING (VIP). KEADAAN LALU LINTAS YG MENJADI PENYEBAB KEMACETAN 2. UTK DAERAH LUAR KOTA : KEADAAN ALAM / MEDAN. IKLIM & CUACA. SUSUNAN & GOL MASY, GIAT, BAHASA, ADAT ISTIADAT, KEPERCAYAAN / AGAMA. SEGI SEJARAH, SIFAT / WATAK & KEPRIBADIAN. HAL2 YG MENJADI CIRI KHAS DAERAH.

SUMBER2 GANGGUAN YG MENIMBULKAN KERAWANAN POLISIONAL ANTARA LAIN:

TEMPAT PELACURAN. TEMPAT HIBURAN. TEMPAT PERJUDIAN. TEMPAT KEJAHATAN (COPET, PERAMPOK, PENCURI,PENODONG DSB. TEMPAT PENYELUNDUPAN, KORUPSI, ILLEGAL LOGGING. TEMPAT KERAMAIAN. SEKOLAH, LEMBAGA PEMASYARAKATAN & SUPER MARKET.

TAHAP PERSIAPAN PATROLI


SETIAP MELAKS TUGAS PATROLI PIMPINAN SAT : 1. MELAKUKAN GIAT PERSIAPAN YG MELIPUTI : MENYIAPKAN SPRIN. KUAT PERS SESUAI SASARAN. MELAKUKAN PENGECEKAN PERS & SARPRAS. MENENTUKAN ROUTE BERAN GKAT & KEMBALI. MENENTUKAN TITIK KUMPUL ANTAR PTGS PATROLI. MENYIAPKAN ALAT KOMUNIKASI.

2. MELAKSANAKAN ACARA ARAHAN PIMPINAN (PP) - GAMBARAN DAERAH SASARAN YG DILAKS PATROLI : SITUASI, JENIS KERAWANAN DAN BUDAYA ADAT ISTIADAT MASY - RENCANA URUTAN LANGKAH DAN TINDAKAN YG DILAKS PETUGAS PATROLI : SASARAN PATROLI, TARGET PATROLI DAN CARA BERTINDAK - BATASAN WAKTU PELAKS PATROLI :WAKTU BERANGKAT, KEMBALI, LAMA DISESUAIKAN DGN PENANGANAN KASUS.

SIKAP PETUGAS DLM MELAKS PATROLI : PENAMPILAN RAPIH, BERSIH, SOPAN & SIMPATI. APABILA ADA KERUMUNAN YG MENCURIGAKAN PETUGAS PATROLI HRS MENDEKATI KERUMUNAN TSB. LAKS PATROLI SESUAI DGN ROUTE YG TLH DI TENTUKAN. BERKOMUNIKASI KPD MASY SECARA SOPAN. IKUT BERPERAN SERTA PD SETIAP GIAT MASY. DATANGI TEMPAT / POS KEAMANAN LINGKUNGAN MASY. DLL

KEWAJIABAN PETUGAS PATROLI


1. 2. 3. 4. MENYAMBANGI POS2 SATPAM. KOORDINASI DGN POS JAGA KESATUAN POLRI TERDEKAT. MELAKS PERINTAH TAMBAHAN. MELAKS PATROLI :
- JALAN KAKI. - SEPEDA - SEPEDA MOTOR. - MOBIL. - PERAIRAN. - UDARA. - KUDA.

TAHAP PELAKSANAAN PATROLI


1. CARA BERTINDAK UMUM : MENJELAJAHI DAERAH RUTE, SASARAN YG TELAH DITENTUKAN MENDATANGI TEMPAT2 PAM SWAKARSA, SENTRA2 KEGIATAN MASY & PEMERINTAH YG BERSIFAT SEMENTARA WASPADAI TERJADINYA PG, AG MENJADI GN MEMBERI PERINGATAN KPD MASY UTK TIDAK MELANGGAR MELAKUKAN TPTKP, REPRESIF TERBATAS MENCATAT SEGALA INFORMASI DLM BUKU CATATAN BLANKO PATROLI MELAPORKAN PERKEMBANGAN DLM MELAKUKAN GIAT PATROLI

2. CARA BERTINDAK KHUSUS :

PATROLI PATROLI PATROLI PATROLI

JALAN KAKI. MENGGUNAKAN. MENGGUNAKAN R-2/R-4 MENGGUNAKAN SPEED BOAT.

KONSOLIDASI UNTUK : PENGECEKAN KEKUATAN PERSONEL OLEH PIMPINAN MALAPORKAN KPD PUSAT PENGENDALI SEMUA YG DILIHAT, DI DAPAT SELAMA PATROLI

SARANA KOMUNIKASI RADIO. SARANA KOMUNIKASI TELP/HP. PENGGUNAAN FASILITAS INSTANSI TERKAIT. SARANA KOMUNIKASI LAIN TERMASUK KURIR. SARANA PENGAWASAN PATROLI 1. SURAT PERINTAH PATROLI. 2. BUKU PATROLI.

ANALISA & EVALUASI


SETIAP MENGAKHIRI KEGIATAN PATROLI PIMPINAN SAT WAJIB MELAKUKAN ANEV HASIL LAKS GAS GUNA MENGADAKAN KOREKSI THDP TINDAKAN DANCARA BERTINDAK YG TDK SESUAI PROSEDUR

S155DFG 454100

S155DFG 454100

SEKIAN
S155DFG 454100

DAN

TERIMA KASIH
S155DFG 454100

1. PENGAWALAN ADALAH SUATU KEGIATAN PREVENTIF YANG DILAKUKAN OLEH ANGGOTA POLRI UNTUK MENJAGA KEAMANAN, KESELAMATAN ATAS JIWA DAN HARTA BENDA DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN. 2. PENGAWALAN ORANG ADALAH SUATU KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN OLEH ANGGOTA POLRI UNTUK MENGAMANKAN/MELINDUNGI ORANG AGAR TIDAK TERANCAM JIWANYA DARI GANGGUAN ORANG LAIN.

3. PENGAWALAN TAHANAN ADALAH SUATU KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN OLEH ANGGOTA POLRI UNTUK MENGAMANKAN/MELINDUNGI TAHANAN AGAR TIDAK TERANCAM JIWANYA DARI GANGGUAN ORANG LAIN ATAU MELARIKAN DIRI. 4. PENGAWALAN HARTA BENDA/BARANG BERHARGA ADALAH SUATU KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN OLEH ANGGOTA POLRI UNTUK MELINDUNGI, MENGAMANKAN HARTA BENDA / BARANG BERHARGA DARI TINDAK KEJAHATAN/SABOTASE DARI PIHAK LAIN. 5. PENGAWALAN BARANG BERBAHAYA ADALAH SUATU KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN OLEH ANGGOTA POLRI UNTUK MELINDUNGI, MENGAMANKAN BARANG BERBAHAYA TERSEBUT DARI TINDAK KEJAHATAN/SABOTASE DARI PIHAK LAIN.

PERAN PENGAWALAN ADALAH SEBAGAI BENTUK PELAYANAN KEPOLISIAN KEPADA WARGA MASYARAKAT YANG MEMBUTUHKAN BANTUAN PENGAWALAN.

1. TUJUAN UNTUK MEMBERIKAN PENGAMANAN DAN KESELAMATAN TERHADAP ORANG DAN TAHANAN SERTA KEUTUHAN HARTA BENDA YANG MENJADI OBJEK PENGAWALAN

2. FUNGSI UNTUK MELAKUKAN PENCEGAHAN DAN PENINDAKAN KEJAHATAN, MEMELIHARA KEAMANAN SERTA MENJAGA JIWA DAN HARTA BENDA DARI ANCAMAN KEJAHATAN. 3. PRINSIP-PRINSIP PENGAWALAN KETERPADUAN DENGAN FUNGSI-FUNGSI LAIN, SELEKTIF PRIORITAS DAN TINDAKAN PREVENTIF.

1. KENDARAAN SEPEDA MOTOR. 2. KENDARAAN MOBIL. 3. KERETA API. 4. KAPAL LAUT / ALAT ANGKUT PERAIRAN. 5. PESAWAT TERBANG.

1. MENCEGAH/MENANGKAL SEGALA BENTUK TINDAK KEJAHATAN YANG DITUJUKAN KEPADA ORANG / TAHANAN / BARANG BERHARGA / BARANG BERBAHAYA YANG MENJADI OBJEK PENGAWALAN. 2. MEMBERIKAN PENGAMANAN DAN PERLINDUNGAN KEPADA OBJEK PENGAWALAN PADA WAKTU PROSES KEGIATAN MOBILITAS DARI TEMPAT AWAL KEGIATAN SAMPAI DENGAN TEMPAT TUJUAN PENGAWALAN. 3. MENYAMPAIKAN SECARA CEPAT DAN TEPAT SETIAP SEGALA BENTUK KEJADIAN/GANGGUAN/HAMBATAN YANG TERJADI PADA WAKTU KEGIATAN PENGAWALAN KEPADA SATUAN TINGKAT ATAS GUNA MENDAPATKAN PETUNJUK LEBIH LANJUT.

1. DILAKSANAKAN DARI TINGKAT MABES POLRI SAMPAI DENGAN TINGKAT POLSEK. 2. PERMINTAAN BANTUAN PENGAWALAN DARI MASYRAKAT DIAJUKAN SECARA TERTULIS. 3. PELAKSANAAN PENGAWALAN MINIMAL DILAKUKAN OLEH 2 ANGGOTA PERSONIL. 4. PEMBINA FUNGSI PENGAWALAN TINGKAT MABES DITSABHARA KEWILAYAHAN SABHARA POLDA.

1. 2. 3. 4.

MEMRIKSA KELENGKAPAN ADMINISTRASI. MEMERIKSA KELENGKAPAN SRT DAN KENDARAAN MEMERIKSA OBYEK PENGAWALAN MELIPUTI JML, KONDISI, KEADAAN BARANG, DOKUMEN PEMBUNBGKUS. ACARA POKOK PIMPINAN (APP) MELIPUTI PEMBAGIAN TGS SIAPA BERBUAT APA & PEMBERIAN PETUNJUK TTG WAKTU KEADAAN CUACA & WAS THDP TAHANAN YG BERBAHAYA.

1. 2. 3. 4.

PENGAWALAN ORANG . PENGAWALAN BARANG BERHARGA. PENGAWALAN BARANG BERBAHAYA. PENGAWALAN TAHANAN.

a. b. c. d.

e. f.

PENGECEKAN TERHADAP OBJEK YANG AKAN DIKAWAL MELIPUTI JUMLAH ORANG DAN BARANG YANG DIBAWA. PEMBAGIAN TUGAS DAN MENGATUR POSISI SIAPA YANG BERADA DI DEPAN, DI SAMPING, SERTA DI BELAKANG. MENGATUR KECEPATAN KENDARAAN SELAMA DALAM PERJALANAN. MELAKUKAN PERGANTIAN/APLUS BAGI PETUGAS PENGAWAL DAN MENENTUKAN WAKTU SERTA TEMPAT ISTIRAHAT. MELAPORKAN POSISI SETIAP SAAT PADA KESATUAN MELALUI ALKOM YANG ADA. SESAMPAINYA DI TEMPAT TUJUAN PENGAWALAN, MELAKUKAN SERAH TERIMA KEPADA PETUGAS YANG BERHAK MENERIMA DAN MEMBUAT BERITA ACARA PENYERAHAN.

a. PERIKSA BARANG-BARANG YANG AKAN DIKAWAL ANTARA LAIN: JUMLAH BARANG, PEMBUNGKUS, LABEL / LAK APAKAH MASIH UTUH, SEDANGKAN PENANGGUNG JAWAB TETAP DARI INSTANSI PENGGUNA / PEMILIK. b. MELAKUKAN PEMBAGIAN TUGAS DENGAN JELAS SIAPA YANG BERADA DI DEPAN, DI SAMPING, DI BELAKANG DAN MENENTUKAN SIAPA PEMBAWA BARANG-BARANG DARI INSTANSI PENGGUNA. c. MENGATUR KECEPATAN LANGKAH SELAMA DALAM PERJALANAN MELAKUKAN PERGANTIAN / APLUS BAGI PEMBAWA BARANG DAN MENENTUKAN WAKTU SERTA TEMPAT ISTIRAHAT. d. BILA JARAK YANG DITEMPUH CUKUP JAUH DENGAN MEDAN YANG BERAT, MAKA TAMBAHKAN KEKUATAN PERSONEL / PENGAWAL, HINDARI MEDAN YANG SULIT, CARI JALAN YANG TERDEKAT.

e. f.

g.

h.

MELAPORKAN POSISI SETIAP SAAT PADA KESATUAN MELALUI ALKOM. SESAMPAINYA DI TEMPAT TUJUAN KUMPULKAN SELURUH PETUGAS DAN PEMBAWA BARANG-BARANG PADA SATU TEMPAT BERSAMA-SAMA BARANG YANG DIKAWAL. MEMERIKSA KEADAAN BARANG YANG DIKAWAL JIKA TERJADI KERUSAKAN, SOBEK, PECAH ATAU JUMLAHNYA BERKURANG / MENGALAMI PENYUSUTAN AGAR DITUANGKAN DALAM BERITA ACARA PENYERAHAN BARANG. MELAKSANAKAN SERAH TERIMA KEPADA PETUGAS YANG BERHAK MENERIMA DAN MEMBUAT BERITA ACARA PENYERAHAN BARANG.

a. FORMASI PADA SAAT BERJALAN SATU SEPEDA MOTOR SEBAGAI PEMBUKA JALAN SEDANGKAN POSISI BARANG BERADA DI TENGAH, DAN PENGAWAL LAINNYA BERADA DI BELAKANG. b. MENGATUR KECEPATAN SESUAI SITUASI LALULINTAS. c. MENGGUNAKAN SIRINE/LAMPU ROTATOR. d. MELAPORKAN POSISI SETIAP SAAT MELALUI ALKOM. e. MENGENDARAI SEPEDA MOTOR DENGAN CARA YANG BENAR. f. MELAPORKAN KEPADA INDUK KESATUAN APABILA ADA PERUBAHAN RUTE.

a. FORMASI PENGAWALAN SAMA DENGAN PENGAWALAN MENGGUNAKAN SEPEDA MOTOR. b. BAGI KENDARAAN PENUTUP CEGAH JANGAN ADA KENDARAAN YANG MENDAHULUI. c. MENJAGA JARAK KENDARAAN. d. SESAMPAINYA DI TEMPAT TUJUAN KUMPULKAN SELURUH PETUGAS DAN PEMBAWA BARANG PADA SATU TEMPAT BERSAMA-SAMA BARANG YANG DIKAWAL. e. MEMERIKSA KEADAAN BARANG JIKA TERJADI KERUSAKAN, SOBEK, PECAH ATAU JUMLAHNYA BERKURANG / MENGALAMI PENYUSUTAN AGAR DITUANGKAN DALAM BERITA ACARA PENYERAHAN. f. ADAKAN SERAH TERIMA KEPADA PETUGAS YANG BERHAK MENERIMA DAN BUAT BERITA ACARA PENYERAHAN.

a. MEMERIKSA TAHANAN DENGAN CERMAT SEHINGGA PETUGAS YAKIN DAN PERHATIKAN KONDISI TAHANAN. b. MEMERIKSA KEADAAN BORGOL DAN MEMBORGOL KEDUA TANGAN TAHANAN KE BELAKANG. c. POSISI PETUGAS BERADA DI BELAKANG TAHANAN, JAGA JARAK SEDEMIKIAN RUPA, BILA TAHANAN TAMPAK BERBAHAYA RAPATKAN JARAK DENGAN TONGKAT/SENJATA SIAP SIAGA. d. BILA TAHANAN YANG DIKAWAL LEBIH DARI SATU ORANG SEBELUM BERANGKAT DIIKAT SECARA BERANTAI LEBIH DAHULU, HUBUNGKAN DENGAN TALI YANG KUAT SETIAP TAHANAN BERTURUT-TURUT DENGAN BENTUK BERBANJAR DARI MULAI YANG PALING DEPAN SAMPAI TERAKHIR, SEDANGKAN POSISI PARA PENGAWAL BERADA DI DEPAN, SAMPING KIRI/KANAN DAN BELAKANG, DENGAN SIAP SIAGA. e. MENGHINDARI KOMUNIKASI DENGAN PENGAWALAN BERLANGSUNG. f. TAHANAN PADA SAAT

SERAH TERIMAKAN TAHANAN DENGAN BAIK SETELAH SAMPAI TUJUAN BUAT BERITA ACARA SERAH TERIMA.

g. APABILA DALAM RANGKAIAN KEGIATAN YANG DIDUGA TIDAK SELESAI ATAU DALAM MASA SIDANG DI PENGADILAN, MAKA ADAKAN PENGAMANAN DI SEKITAR LOKASI DAN TUNGGU SAMPAI SELESAI.

a.

MEMERIKSA TAHANAN DENGAN CERMAT SEHINGGA PETUGAS YAKIN DAN PERHATIKAN KONDISI TAHANAN.

b.

TAHANAN DIBORGOL, PERINTAHKAN NAIK KENDARAAN, APABILA TAHANAN LEBIH DARI SATU DIPERINTAHKAN NAIK KENDARAAN SATU PERSATU DAN DUDUK BERHADAP-HADAPAN.
POSISI PETUGAS PENGAWAL DUDUK DI DEPAN DENGAN TETAP WASPADA, KEPALA/KOMANDAN PENGAWALAN DUDUK PADA BAGIAN DEPAN DI SAMPING PENGEMUDI SEBAGAI PENGENDALI SELAMA PERJALANAN. KECEPATAN KENDARAAN DISESUAIKAN DENGAN SITUASI LALULINTAS DAN GUNAKAN SIRINE / LAMPU ROTATOR. BILA JARAK CUKUP JAUH, TENTUKAN RUTE YANG AKAN DITEMPUH DAN WAKTU PEMBERANGKATAN, HINDARI PERJALANAN MALAM HARI.

c.

d. e.

f.

SETIBANYA DI TEMPAT TUJUAN ADAKAN SERAH TERIMA KEPADA PETUGAS YANG BERHAK MENERIMA DAN MEMBUAT BERITA ACARA PENYERAHAN TAHANAN.

a. MEMERIKSA TAHANAN DENGAN CERMAT SEHINGGA PETUGAS YAKIN DAN PERHATIKAN KONDISI TAHANAN. b. SETELAH TIBA DI STASIUN PEMBERANGKATAN, PENGAWAL HARUS MENGADAKAN PENGAMANAN DI TEMPAT TAHANAN MENUNGGU, JAUHKAN DARI KERUMUNAN ORANG. c. UNTUK NAIK KE GERBONG KERETA API, DIDAHULUI OLEH PETUGAS PENGAWAL, KEMUDIAN DISUSUL OLEH PARA TAHANAN SATU PERSATU SAMPAI HABIS DAN DISUSUL OLEH PENGAWAL LAINNYA.

d. DI DALAM GERBONG KERETA API, TAHANAN TETAP DALAM KEADAAN DIBORGOL DAN SATU SAMA LAINNYA DIIKAT DENGAN TALI.
e. JIKA TAHANAN KEKAMAR KECIL (WC) HARUS DIKAWAL, PINTU WC TIDAK BOLEH DITUTUP, HAL INI UNTUK MENCEGAH TAHANAN MELARIKAN DIRI ATAU BUNUH DIRI. f. SETIBANYA DI STASIUN TUJUAN, PENGAWAL PERTAMA TURUN TERLEBIH DAHULU KEMUDIAN DIIKUTI OLEH PARA TAHANAN DALAM KEADAAN DIBORGOL DAN DIIKUTI PENGAWAL LAINNYA. g. SETIBANYA DI TEMPAT TUJUAN ADAKAN SERAH TERIMA KEPADA PETUGAS YANG BERHAK MENERIMA DAN BUAT BERITA ACARA PENYERAHAN TAHANAN.

a. MEMERIKSA TAHANAN DENGAN CERMAT SEHINGGA PETUGAS YAKIN DAN PERHATIKAN KONDISI TAHANAN.

b. MELAKUKAN KOORDINASI DENGAN KAPTEN KAPAL.


c. MENEMPATKAN TAHANAN DI RUANG KHUSUS (SEL) KAPAL APABILA ADA. d. JIKA TAHANAN YANG DIKAWAL JUMLAHNYA BANYAK DAN RUANGAN SEL DALAM KAPAL SEMPIT, MAKA ATAS IJIN DARI KAPTEN KAPAL DAPAT DITEMPATKAN PADA TEMPAT LAIN YANG MEMENUHI SYARAT KEAMANAN DAN MUDAH DIAWASI. e. SEMUA TAHANAN YANG DIKAWAL TETAP DIBORGOL, KECUALI JIKA MEREKA SUDAH DI DALAM SEL YANG DIKUNCI. f. MEMATUHI PERATURAN YANG BERLAKU DI ATAS KAPAL.

g. SETIBANYA DI TEMPAT TUJUAN ADAKAN SERAH TERIMA KEPADA PETUGAS YANG BERHAK MENERIMA DAN BUAT BERITA ACARA PENYERAHAN TAHANAN.

a. MEMERIKSA TAHANAN DENGAN CERMAT SEHINGGA PETUGAS YAKIN DAN PERHATIKAN KONDISI TAHANAN.

b. MENGUSAHAKAN KENDARAAN YANG MEMBAWA TAHANAN LANGSUNG MENUJU PESAWAT SEHINGGA TAHANAN TIDAK MENUNGGU DI RUANG TRANSIT.
c. JIKA MEMUNGKINKAN ATAS IJIN KAPTEN PILOT MINTA TEMPAT TERSENDIRI AGAR TAHANAN MUDAH DIAWASI DAN TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN PENUMPANG LAIN. d. POSISI PENGAWAL DENGAN TAHANAN DUDUK BERDAMPINGAN DAN TAHANAN DALAM KEADAAN DIBORGOL. e. MENGUPAYAKAN KENDARAAN PENJEMPUT TAHANAN LANGSUNG MENUJU KE PESAWAT. f. SETIBANYA DI TEMPAT TUJUAN ADAKAN SERAH TERIMA KEPADA PETUGAS YANG BERHAK MENERIMA DAN BUAT BERITA ACARA PENYERAHAN TAHANAN.

1. MELEPASKAN PEGANGAN STANG/STIR KENDARAAN BERMOTOR. 2. MENGADAKAN GERAKAN YANG KURANG ETIS SEPERTI: BERDIRI, MENENDANG, MENGHARDIK KEPADA PENGENDARA LAIN.

3. MELAKUKAN PENGAWALAN PADA MALAM HARI, JIKA TERPAKSA BERMALAM DALAM HAL PENGAWALAN TAHANAN MAKA DITITIPKAN DI KANTOR POLISI TERDEKAT. 4. MENINGGALKAN OBJEK PENGAWALAN TANPA ADANYA PENGAWASAN DARI PETUGAS PENGAWAL.
5. MEMBERIKAN MAKAN / MINUM DAN BERKOMUNIKASI KEPADA TAHANAN SELAMA DALAM PERJALANAN.

1. BERPENAMPILAN DAN BERSIKAP RAMAH, TANGGAP, TEGAS, PEDULI, ETIS, KOREK, DAN TIDAK SEWENANGWENANG. 2. BERSIKAP RESPONSIF TERHADAP SITUASI DAN KONDISI LINGKUNGAN SEKELILINGNYA. 3. PENGUASAAN DAERAH, ROUTE, DAN DAERAH YANG DILALUI 4. SENANTIASA MENJAGA KEAMANAN DIRI PADA SAAT MELAKSANAKAN TUGAS PENGAWALAN 5. MELAKUKAN PENGECEKAN KEMBALI SEGALA SARANA DAN PRASARANA BAIK PERORANGAN MAUPUN SATUAN SEBELUM BERANGKAT TUGAS 6. MEMATUHI RAMBU-RAMBU LALULINTAS DAN PERATURAN PERUNDANGAN-UNDANGAN YANG BERLAKU

1. KEMAMPUAN MELAKUKAN TPTKP. 2. KEMAMPUAN PENGUMPULAN BAHAN KETERANGAN (BAKET) 3. KEMAMPUAN MEMBUAT LAPORAN TERTULIS (VERBAL) 4. KEMAMPUAN MELAKUKAN TINDAK REPRESIF TAHAP AWAL 5. MENGUASAI TEHNIK DAN TAKTIK PENGAWALAN 6. KEMAMPUAN BELA DIRI POLRI

1. APEL KONSOLIDASI DAN MELAKUKAN PENGECEKAN PERALATAN / PERLENGKAPAN SERTA MENGECEK KESEHATAN, KESELAMATAN TAHANAN / ORANG.

2. MENGECEK KEAMANAN, KEUTUHAN BARANGBARANG YANG DIKAWAL.


3. MEMBUAT LAPORAN HASIL PELAKSANAAN TUGAS PENGAWALAN.

SETIAP MENGAKHIRI KEGIATAN PENGAWALANM PIMPINAN SAT WAJIB MELAKUKAN ANEV HASIL LAKS GAS GUNA MENGADAKAN KOREKSI THDP TINDAKAN DAN CARA BERTINDAK YG TDK SESUAI PROSEDUR