Anda di halaman 1dari 29

KELAINAN RONGGA MULUT OLEH KARENA INFEKSI BAKTERI

Oleh; Pujiana Endah Lestari Bagian Penyakit Mulut


1

INFEKSI BAKTERI
Syphilis Gonorrhea Tuberculosis Leprosy Actinomycosis Noma

SYPHILIS
ETIOLOGI & PATHOGENESIS Etiologi : Treponema pallidum (Spirochaeta, bentuk spiral) Didapat dengan:

Kontak secara seksual dengan partner dengan lesi yang aktif Transfusi darah yang terinfeksi Transplacental (ibu terinfeksi--janin)

Stadium : I (primer) chancre II (sekunder) Mucous patches III (tertier) Gumma

PATOGENESIS SYPHILIS

GAMBARAN KLINIS Stadium I (Syphilis primer)


Ulser

kronis pada tempat infeksi, keras, indurasi, tidak sakit chancre Lesi tidak ada eksudat Lokasi; genital (umumnya), bibir, rongga mulut, jari. Lymphadenopathy regional Lesi sembuh 3-12 minggu dengan sedikit atau tidak tjd jar parut periode latent

Stadium II (Syphilis sekunder)


Mulai

setelah 2-10 minggu Mocous patches (Ulser mukosa yang ditutupi oleh eksudat) Rash makulopapular berwarna coklat kemerahan. Condyloma latum pd permukaan kulit dan mukosa Lymphadenopathy. demam, flulike symptoms. Tahap ini jg dapat sembuh spontan (periode latent)
6

Stadium III (Syphilis tertier)


Timbul

bbrp tahun sth infeksi Gumma (ulser destruktif) pada berbagai organ IO; khas pada palatal perforasi palatal. Glositis dengan mukosa atropi 4x beresiko terjadi squamous sel carcinoma Melibatkan sistem kardiovaskular dan CNS Tahap ini jarang, krn tx antibiotik yang efektif.

Syphilis kongenital
Manifestasi

pada berbagai sistem organ saat perkembangan janin Rash mukokutan tampak diawal Infeksi tulang fomer deformitas nasal (saddle nose) Periostitis tibia, pertumbuhan tulang ke anterior deformitas; saber shin hutchinsons triad;
Reaksi Tuli Abnormalitas

inflamasi pada kornea

gigi insisivus/molar (screwdrivershaped incisor, mulberrry molar).


8

Syphilis primer pada lidah


9

Syphilis sekunder; mocous patches pada gingiva

10

DD; Squamous cell carcinoma Lesi traumatik kronis TB Histoplasmosis T-cell lymphoma Diagnosa; Scrap eksudat lesi aktif Biopsi Test serologi antibodi Terapi; Penisilin drug of choice Erytromycine Tetracycline

11

GONORRHEA
ETIOLOGI & PATOGENESIS Etiologi; Neisseria gonorrhoeae Lokasi infeksi; traktus genital bawah, rectum, pharinx, dan mata. Penularan; kontak seksual Periode inkubasi pendek kurang dari 7 hari. Asimptomatis pd bbrp individu, terutama wanita. Infeksi genital dpt ditularkan ke membran mukosa rongga mulut atau pharyng melalui kontak orogenital.

12

GAMBARAN KLINIS Gejala klinis oral gonorrhea tidak spesifik


Ulser

multiple dan erythema generalis Stomatitis generalis

Infeksi gonorrhea pada pharyng lebih sering.


gejala;

erythema generalis, ulser, lymphadenopathy servikal.

13

DD; Apthous ulser Ulser herpetik Erythema multiforme Pemphigus pemphigoid.


Terapi Penicillin Amphicillin Ciprofloxacin
14

TUBERCULOSIS
ETIOLOGI & PATOGENESIS Etiologi; Mycobacterium tuberculosis Penularan TB melalui inhalasi droplet yang terinfeksi paru-paru Respon pertahanan tubuh fagositosis makrofag alveolus. Degradasi makrofag reaksi hipersensitifitas tipe IV lesi destruksif jaringan Tes kulit (mantoux) positip menunjukkan sistem imun yang diperantai sel telah disensitisasi dan nyata telah terpapar sebelumnya. Pada bbrp kasus respon imun yang diperantarai sel mampu mengontrol infeksi (arrested TB), Tetapi organisme latent ini dapat reaktivasi di kemudian hari. Pada sebagian kasus penyakit jg dapat berkembang melalui penyebaran hematogen maupun limfogen Membran mukosa rongga mulut dapat terinfeksi melalui 15 implantasi dari sputum.

PATOGENESIS TB

16

GAMBARAN KLINIS Demam, keringat malam, malaise, penurunan BB, batuk, hemoptysis, dada sakit. Manifestasi rongga mulut;
Khas

: ulser indurasi kronis, nonhealing biasanya sakit. Lokasi : lidah, palatum Maxilla & mandibula : tuberculous osteomyelitis

Pharyng; ulser, sakit.


17

DD Syphilis Infeksi jamur Squamous cell carcinoma Ulser traumatik kronis Mayor apthous
TERAPI Isoniazid, rifampin, pyrazinamide dan ethambutol
18

Leprosy
ETIOLOGI & PATOGENESIS Etiologi: Mycobacterium leprae Penularan ;

Lesi kulit; plaque atau nodula erythema Respon granulomatous terhadap organisme ini Lesi dapat terjadi intra oral atau intranasal Kadang deformitas maxillofacial destruksi klasik dari maxilla anterior disebut fascies leprosa Kerusakan saraf perifer anestesi trauma ulser

19

membutuhkan kontak langsung yang sering inokulasi pada traktus respiratory.

DIAGNOSIS Ada riwayat kontak dengan pasien yg terinfeksi Tinggal di daerah endemis Tanda dan gejala dihubungkan dgn keterlibatan kulit dan nerve Adanya lesi di rongga mulut tanpa lesi kulit mrp hal yg mustahil Biopsi
20

TERAPI Dapsone Rifampin Clofazimine minocycline

21

ACTINOMYCOSIS
ETIOLOGI & PATOGENESIS Etiologi; Actinomyces israelii normal di rm pada individu yang sehat Habitat; kripta tonsilar, krevikuler gingiva, lesi karies, sal akar gigi nonvital. Infeksi biasanya tidak ditularkan dari satu individu ke individu yang lain Infeksi biasanya terjadi setelah trauma, pembedahan atau infeksi sebelumnya. Faktor predisposisi: Ekstraksi gigi, bedah gingiva dan infeksi rongga mulut
22

GAMBARAN KLINIS Lokasi infeksi; thorax, abdomen, kepala dan leher biasanya didahului trauma Kepala dan leher disebut cervicofasial actinomycosis. Khas; terdapat pembesaran mandibula yang distimulasi infeksi pyogenik Lesi; indurasi dan membentuk satu atau lebih sinus drainase Lesi kulit; indurasi dan konsistensi keras Maxila jarang terlibat osteomyelitis yang drainase melalui gingiva. Pus drainase dr lesi kronis mengandung granul kecil berwarna kuning disebut sulfur granule Radiologi; radiolusen irregulaer dan margin tidak baik.
23

DD; Scrofula Infeksi Staphylococcus


DIAGNOSIS Pemeriksaan eksudat Evaluasi mikroskopis dari potongan jaringan. Kultur mikrobiologi
24

TERAPI Penicillin Tetracycline Erythromycin

25

= cancrum oris = gangenous stomatitis ETIOLOGI & PATOGENESIS Etiologi; Fusobacterium necrophorum (terutama)

Noma

Pertahanan rongga mulut jelek Patogen oppotunistik menginvasi rongga mulut Faktor predisposisi;

Borrelia vincentii Staphylococcus aureus Prevotella intermedia

Malnutrisi Acute necrotizing gingivitis Kondisi lemah Trauma Ulser mukosa rongga mulut Penyakit sistemik (pneumonia, sepsis)

26

GAMBARAN KLINIS Noma terutama menyerang anak-anak Noma neonatorum bayi berat lahir rendah dan menderita penyakit yang lain Lesi noma diawali; ulser sakit biasanya pada gingiva atau mikosa bukal dan berkembang secara cepat menjadi jaringan nekrotik Tulang nekrosis Gigi tanggal Penetrasi organisme ini dpt terjadi melalui pipi, bibir palatum lesi nekrotik
27

TERAPI Mengobati faktor predisposisi Cairan, elektrolit, nutrisi Antibiotik;


clindamicin

piperacililin
gentamicin

Debridement jar nekrotik

28

29