Anda di halaman 1dari 12

KHIANAT

A. Definisi Khianat
Khianat menurut bahasa adalah orang yang khianat orang yg tidak setia
kepada negara atau teman sendiri. Khianat adalah sikap tidak bertanggungjawab
atau mangkir atas amanat atau kepercayaan yang telah dilimpahkan kepadanya.
Khianat biasanya disertai bohong dengan mengobral janji. Khianat adalah ciri-ciri
orang munafik. Orang yang telah berkhianat akan dibenci orang disekitarnya dan
kemungkinan besar tidak akan dipercaya lagi untuk mengemban suatu tanggung
jawab di kemudian hari.
Sementara kata Khianat disebutkan 2x di dalam ayat al Quran yaitu di QS Al
Mukmin :19 dan An Nisaa : 105



Artinya : Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan
membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang
telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang
yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat, (QS An Nisaa
:105)


Artinya : Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang
disembunyikan oleh hati. (QS Al Mukmin :19)


Nabi Muhammad saw bersabda :
Tsalaatsun man kunna fiihi fa huwa munaafiqun wa in shaama wa shallaa wa
zaama annahu muslimun:idzaa haddatsa kadzaba wa idzaa waada akhlafa wa
idzatumina khaana
Artinya :
Tiga perkara, barangsiapa ada pada tiga perkara itu, maka dia itu orang munafiq,
walaupun ia berpuasa, mengerjakan sholat dan mendakwakan bahwa ia muslim.
Yaitu : apabila berbicara, ia berdusta, apabila berjanji, ia menyalahi janji dan
apabila dipercayai, ia berkhianat
(HR Bukhari-Muslim-dari Abu Hurairah)
Nabi Muhammad saw bersabda:
Laisal khulfu an jaidar rajulur rajula wa fii niyyatihi an yafia
Artinya: Tidaklah menyalahi janji, bahwa seseorang berjanji dengan seseorang
dan pada niatnya akan menepatinya
B. Jenis-Jenis Khianat
Sebagai khalifah, manusia ditugaskan mengelola dan mengatur alam ini
supaya kontinuitas dapat berjalan sebagaimana mestinya. Namun dalam kenyataan
yang dapat kita rasakan bahwa kita sering khianat. Ini disebabkan hanya
mengikuti hawa nafsu belaka. Khianat itu antara lain:
1. Khianat atas Agama. Agama yang datangnya dari Allah swt yang telah
diamanatkan kepada utusan Muhammad saw. Nabi Muhammad telah wafat
dan amanatnya diamanatkan lagi kepada kita sebagai umat pelanjut risalah.
Adalah khianat apabila kita tidak menjaga dan melanjutkan amanat ini, tidak
berusaha memahami dan mengamalkan agama di dalam hidup dan kehidupan.
Kita sering mengabaikan agama dalam praktik sehari-hari, kita menganggap
agama sebagai proses ritual semata. Seolah-olah tidak ada hubungan antara
agama dan kehidupan.
2. Khianat atas diri sendiri. Diri pribadi atau jasmani merupakan amanat dari
Allah swt. Oleh karenanya kita harus menjaga dan membimbing kearah yang
baik serta jangan diberi makanan yang diperoleh melalui jalan haram-batil.
Jangan mengkonsumsi makanan/minuman yang merusak akal, fikiran dan
saraf sehingga di dalam memutuskan muwajjannah akliyah/pertimbangan
pikiran menjadi goyah, sehingga sukar membedakan mana yang hak dan
mana yang bathil serta sulit membedakan mana yang bermanfaat dan
mafsadat.
Khianat atas diri sendiri dimana manusia diberikan nikmat dan
kesempurnaan ciptaan tetapi tidak digunakan kepada jalan kebaikan dan
manfaat, tidak memanfaatkan akal yang baik, jika diberi ilmu sering
menukarkan dengan yang batil, sering membenarkan yang salah, sehingga
Allah swt menyatakan bahwa sesungguhnya manusia mengetahui, wa antum
talamun.
3. Khianat atas Ruh. Ruh juga amanat dari Allah swt. Tetapi berapa banyak
manusia yang telah berbuat khianat akan amanat tersebut sehingga ruh yang
tadinya bersih dan bening menjadi buram karena tingkah dan ulah manusia,
yang membawa akibat apa yang seharusnya tampak menjadi tidak tampak,
tidak mempunyai daya tanggap, tidak mempunyai daya refleksi, tidak
obyektif karena ruhnya telah dikotori oleh berbagai daki kemaksiatan.
4. Khianat Suami/Isteri. Suami-isteri dan anak-anak adalah amanat dari Allah
swt. Dalam kehidupan sekarang ini berapa banyak manusia yang
mengkhianati isterinya dan suaminya. Isteri dan anak-anak diberi makanan
serta pakaian secukupnya, tetapi tidak pernah dikenalkan ruhnya kepada
Allah swt. Kehidupan rumah tangga kita hanya penuh dengan kemewahan
tanpa dilandasi ketaqwaan.
5. Khianat kepada Allah swt dan Rasul. Bahwa tatkala ruh ditiupkan ke dalam
jasad yang masih di rahim ibu, Allah swt menawarkan kepada manusia
apakah sanggup dan rela hidup di dunia. Lalu di jawab sanggup dan rela.
Ditanya pula apakah kamu sanggup dan rela pada saat nyawamu akan dicabut
dari jasadmu? Maka jawabannya sanggup dan rela. Dan juga ditanyai apakah
sanggup dan rela untuk taat/taqwa kepada-Ku? Dijawab bahwa aku sanggup
dan rela ya Allah. Ketika manusia telah lahir ke dunia dan melihat
keindahannya, janji yang pernah diucapkan dahulu dilupakan dan membuat
kontrak baru dengan kehidupan yang baru.
Khianat kepada Rasul bahwa kita mendekati/melakukan apa yang dilarang
Rasul. Contoh dan suri teladan Rasul tidak diikuti tetapi tradisi dan kebiasaan
jahiliyah diagung-agungkan. Kita tidak berpedoman kepada sunnahnya tetapi
kita menciptakan sekehendak hati atas kehidupan ini.
C. Perbuatan Khianat adalah Penyebab Kesulitan Hidup
Ada satu jenis lagi perbuatan yang menyebabkan kesulitan hidup di dunia
bahkan di akhirat yaitu Khianat. Pada saat ini masyarakat Indonesia sedang
menyaksikan bagaimana orang-orang yang berkhianat koruptor, manipulator
dengan jabatan yang telah diamanahkan bangsa kepadanya di nodai oleh suatu
perbuatan khianat terhadap tugas-tugasnya dan kekuasaan yang dipegangnya. Para
pemegang amanah itu tidak menjalankan amanat sebaik-baiknya tetapi tragisnya
dilain pihak mereka terus berusaha mempertahankan amanat yang diberikan
kepadanya dengan berbagai cara, Walhasil ketika perbuatan khianat itu terbuka
hijabnya yang selama ini tertutupi, maka tidak saja dirinya yang hancur karena
malu, hilang martabat dan hartanya, hancur pula perasaan keluarga dan orang-
orang disekelilingnya.
Allah berfirman :
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul
(Muhammad ) dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang
dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui (Al Anfaal : 27)
Allah berfirman.
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit , bumi dan
gunung-gunung , maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka
khawatir akan mengkhianatinya dan dipikullah amanat itu oleh manusia.
Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan bodoh (Al Azhaab : 72)
Ibnu Abbas berkata, khianat kepada Allah itu berupa perbuatan meninggalkan
kewajiban-kewajiban yang diperintahkan dan khianat kepada Rasulullah saw
berupa perbuatan meninggalkan sunah-sunah yang telah beliau gariskan dan
melakukan maksiat terhadapnya. Begitu juga khianat terhadap amanat, yaitu amal-
amal yang telah Allah percayakan kepada hamba-hambaNya



Allah berfirman
Dan janganlah kamu berdebat untuk membela orang orang yang
mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
selalu berkhianat lagi bergelimang dosa (an Nisaa; 107)
Maksudnya janganlah kalian berdebat untuk membela orang yang mengkhianati
dirinya dengan melakukan maksiat. Bahwa Alah tidak menyukai orang yang
sangat suka berkhianat, tenggelam dalam jurang kemaksiatan dan dosa.
Khianat akibatnya akan jelek dalam segala hal. Bahkan dalam suatu
kondisi akan lebih jelek dari yang lainnya. Orang yang berkhianat dalam suatu
hutan , tidak sama dengan orang yang berkhianat terhadap sanak saudara, harta
dan melakukan pebuatan-perbuatan dosa besar. Rasulullah saw bersabda, Tanda-
tanda orang munafik itu ada tiga; jika ia berbicara akan berdusta, jika berjanji ia
mengingkari dan jika dipercaya , ia akan berkhianat (HR Bukhari dan Muslim)
Rasullah saw bersada Allah berkata, Aku menjadi fihak yang ketiga dari dua
orang yang bersepakat, selama tidak ada salah satunya yang khianat. Di dalam
hadits itu juga disebutkan Perkara pertama kali yang akan diangkat dari manusia
adalah amanah. Dan yang terakhir kali yang tersisa adalah shalat. Barangkali
orang yang melakukan shalat itu tidak akan mendapat kebaikan sedikit pun ( Hr
bu Dawud dan Al Hakim).
Ibnu Masud r.a. berkat, Di hari Kiamat akan didatangkan orang yang
khianat dengan amanahnya. Kemudian dikatakan kepadanya, tunaikan
amanahmu. Kemudian ia berkata, bagaiamana mungkin aku bisa wahai Tuhanku,
sedang dunia telah sirna? Beliau berkata, kemudian amanah itu berwujud seperti
sesuatu ketika ia diambil dari neraka jahanam dan dikatakan kepdanya, turun dan
ambillah ia, kemudian keluar darinya. Beliau berkata, Kemudian ia turun dan
mengambilnya dengan digendong di pundaknya , yang beratnya melebihi berat
gunung di dunia. Sehingga ketika ia mengira bahwa ia telah selamat, tiba-tiba ia
tergelincir kembali. Tergelincir dalam neraka selama-lamanya. Kemudian beliau
berkata, shalat adalah amanah. Wudhu adalah amanah. Mandi wajib adalah
amanah. Timbangan adalah amanah. Maka berikanlah semua titipan itu.
D. Contoh konkrit khianat dalam kehidupan
1. Pengkhiantan Istri Nabi Nuh dan Nabi Luth
Allah SWT berfirman dalam surah at-Tahrim:
Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir.
Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara
hamba-hamba Kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya.
(at-Tahrim: 10)
Dalam perkara apakah kedua istri tersebut berkhianat?
Jawab:
Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah menjawab
pertanyaan di atas sebagai berikut.
Ayat yang mulia ini adalah sebuah permisalan yang dibuat oleh Allah SWT
tentang berkumpul dan bercampurnya seorang yang kafir dengan seorang muslim,
dalam keadaan si kafir itu tidak beroleh manfaat dengan pergaulannya bersama
seorang muslim, selama dia tidak mau masuk Islam. Di hari kiamat nanti ia berada
dalam neraka. Pergaulan dan percampurannya dengan si muslim sama sekali tidak
bermanfaat. Demikian pula, persahabatan dan hubungan yang terjalin antara dia
dan si muslim akan terputus karena dia bukan seorang muslim.
Adapun pengkhianatan yang terjadi pada istri Nabi Nuh dan istri Nabi
Luth adalah pengkhianatan dalam hal agama karena istri Nabi Nuh dan Nabi Luth
keduanya kafir. Artinya, keduanya mengkhianati suami mereka dalam masalah
agama. Keduanya enggan masuk ke dalam agama suami mereka. Perbuatan istri
yang seperti ini teranggap pengkhianatan. Dengan demikian, pengkhianatan
mereka berdua bukan dalam masalah kehormatan karena istri-istri para nabi
mashumah.Tidak mungkin seorang nabi menikah dengan wanita yang berkhianat
dalam masalah kehormatannya3 karena para nabi adalah orang-orang yang
mashum dari hal semacam itu, maka pasangan hidup mereka juga mashumah.
Dengan demikian, pastilah yang dimaksudkan di sini adalah khianat dalam
hal agama. Ada yang mengatakan, pengkhianatan kedua istri tersebut adalah istri
Nuh suka menceritakan kepada orang-orang kafir tentang rahasia-rahasia Nabi
Nuh . Ia mengatakan suaminya itu gila. Adapun istri Nabi Luth memberi tahu
kaumnya tentang tamu-tamu Nabi Luth agar mereka bisa berbuat fahisyah/liwath
(homoseksual) dengan tamu-tamu tersebut.
Kedua perempuan ini telah mengkhianati amanat suami mereka dari sisi
keharusan istri menjaga rahasia suami dan tidak memberi tahu orang lain tentang
sesuatu yang mengandung rahasia suami, tamu-tamu suami, dan lainnya. Inilah
macam pengkhianatan yang terjadi.
Kesimpulannya, pengkhianatan kedua istri ini bukan dalam hal
kehormatan, tetapi dalam hal agama atau dalam hal tidak menjaga rahasia suami.
Wallahu alam.
2. Umar Bin Khattab : Suatu Negeri akan Hancur Jika Para Penghianat
Menjadi Petinggi, dan Harta dikuasai oleh Orang-orang Fasik.
Umar bin Khatab Radiyallahu Anhu adalah Khalifah yang berhasil
membangun dan meletakkan dasar-dasar ekonomi kokoh berdasarkan keimanan
dan Tauhid kepada Allah Subhana wa Taala. Beliau adalah orang yang terakhir
kali bisa makan dan beristirahat setelah yakin penduduk sudah terjamin
kesejahteraannya. Beliau sangat zuhud terhadap keduniawiaan dan itu
diberlakukannya pada keluarganya. Umar Radiyallahu anhu sangat terkenal
dengan pengawasan terhadap rakyatnya dan ketegasannya terhadap orang-orang
yang melakukan penyimpangan, khususnya apabila orang yang melakukan
penyimpangan itu adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan
umum seperti Gubernur, hakim, pemungut zakat.
Dalam masa sekarang ini dimana negara-negara di dunia terbagi menjadi
negara kapitalis, negara sosialis dan lain-lain sesuai dasar sistem ekonomi yang
diikuti oleh setiap negara. Ini menunjukkan begitu kuatnya hubungan antara
politik dan ekonomi yang saling mempengaruhi secara timbal balik. Umar
Radiyallahu anhu menjelasakan bahwa kerusakan sistem pemerintahan dan
dikuasainya berbagai urusan oleh orang-orang yang fasik merupakan sebab
kehancuran pilar-pilar umat; dimana beliau mengatakan, Suatu negeri akan
hancur meskipun dia makmur. Mereka berkata, Bagaimana suatu negeri
hancur sedangkan dia makmur? Ia menjawab , J ika orang-orang yang
penghianat menjadi petinggi dan harta dikuasai oleh orang-orang yang fasik.




D. Bahaya Jika Kita Memiliki Sifat Khianat
Bahaya khianat bagi orang lain atau masyarakat di antaranya sebagai
berikut.
1. Khianat akan menghancurkan sendi-sendi masyarakat,karena sikap
mental atau perilaku tersebut dapat menimbulkan rasa saling tidak
percaya,tidak saja antara sipengkhianat dan orang yang dikhianatinya
tetapi juga meluas dalam masyarakat baik siapa sahaja yang terlibat
dalam urusan tersebut.
2. Khianat akan menimbulkan permusuhan antara pengkhianat dan orang
yang dikhianatinya yang akibatnya bisa meluas menjadi permusuhan
keluarga dan menghancurkan keamanan dalam bermasyarakat dan
beragama serta bernegara.
3. Khianat akan menimbulkan sikap curiga antara pengkhianat dan yang
dikhianat yang akibatnya hubungan antara individu menjadi retak terus
membisu dan terjadinya kekacauan dalam bermasyarakat dan
beragama serta bernegara..
Bahaya khianat bagi peribadi pengkhianat antara lain sebagai berikut.
1. Hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap diri pengkhianat,sehingga ia
terisolir dari masyarakat.
2. Penderitaan batin pada diri pengkhianat akibat dosa yang dilakukannya.
3. Hancurnya kehidupan perekonomian,sosial budaya dan sebagainya si
pengkhianat karena tidak ada lagi orang yang mau berhubungan
dengannya kecuali kelompok angguk-angguknya. Akibatnya kehidupan
orang tersebut menjadi sempit.
KESIMPULAN
1. Orang Islam dilarang berkhianat atau membela orang yang mengkhianati
orang lain.
2. Orang-orang yang berkhianat bagaimanapun rapih perbuatannya tetap akan
terungkap karena perbuatan khianat tidak disuka Allah SWT.
3. Jadilah umat yang terbaik dalam semua perkara, akhlak yang baik
menjamin masa depan yang gemilang, sebaliknya akhlak yang buruk akan
membawa kehancuran. Sekiranya diberi amanah maka hendaklah menjaga
amanah itu dengan sebaiknya jangan sekali-kali mengkhianati amanah yang
telah diberikan khususnya dalam lapangan pekerjaan.














DAFTAR PUSTAKA

1. Asmaran As.1992. Pengantar studi akhlak. Jakarta cetakan 1
2. http://www.eramuslim.com/oase-iman/perbuatan-khianat-adalah-penyebab-
kesulitan-hidup di artikel diakses tanggal 14 Mei 2014 .
3. http://thaahcorp.wordpress.com/sharing-info/religion/pengkhianatan-istri-nabi-
nuh-dan-nabi-luth/ artikel diakses tanggal 14 Mei 2014
4. http://www.eramuslim.com/peradaban/pemikiran-islam/umar-bin-khattab-
suatu-negeri-akan-hancur-jika-para-penghianat-menjadi-petinggi-dan-harta-
dikuasai-oleh-orang-orang-fasik.htm#.U3NsyoGSyTk artikel diakses tanggal 14
Mei 2014