Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

Bahan makanan
vitamin dan mineral



Kelompok IV: fadilla saihitua
Wa ode salfia
Fajria assagaf
Hajun adihari
Mansur helut
Mahwa salampessy
Rustam

UNIVERSITAS DARUSSALAM AMBON
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
2013-2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Vitamin, dan mineral merupakan bagian dari komponen-komponen yang di butuhkan oleh tubuh
manusia. Namun, pada saat ini banyak sekali masyarakat mengabaikan komponen komponen tersebut.
Vitamin, dan mineral adalah komponen yang tidak dapat dibuat oleh tubuh manusia seutuhnya,
bahkan mineral tidak dapat dibuat oleh tubuh sehingga mineral hanya dapat diperoleh tubuh melalui
makanan yang kita konsumsi. Sehingga kesadaran tentang pentingnya vitamin,dan mineral sangat penting
di kembangkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Cara hidup yang mengiginkan semua serba praktis dan tidak merepotkan yang seringkali
membuat masyarakat melupakan kesehatan, asupan gizi yang bagus. Tak jarang makanan istant atau cepat
saji banyak mengandung msg, pengawet makanan, pemanis buatan bahkan bagi produsen yang curang
mereka tidak segan menggunakan pewarna tekstil, yang dapat merusak organ-organ dalam tubuh, bahkan
untuk balita dapat mengalami kelainan kecerdasan misalnya hiperaktiv dan masih banyak lagi yang
lainnya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Vitamin dan Mineral?
2. Apa manfaat Vitamin, dan mineral bagi tubuh?
3. Menjelaskan gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat kekurangan Vitamin, mineral
1.3 Tujuan
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan Vitamin, dan Mineral.
2. Mengetahui peranan penting Vitamin, dan Mineral, dalam tubuh.
3. Mengetahui penyakit yang dapat ditimbulkan akibat kekurangan Vitamin, dan Mineral,


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Vitamin
Vitamin (bahasa Inggris: vital amine, vitamin) adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat
dibutuhkan oleh tubuh kita yang berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh, yang
tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula
memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu
penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan
maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh
senyawa lain. Gangguan kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis. Di samping itu, asupan
vitamin juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh.
Secara garis besar, vitamin dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu vitamin yang larut
dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak.
v Vitamin yang larut di dalam air : Vitamin B dan Vitamin C
v Vitamin yang larut dalam lemak : Vitamin A, D, E, dan K atau disingkat Vitamin ADEK.

2.1.1 Macam-macam Vitamin, dan Peranannya dalam Tubuh
a. Vitamin A (Retinol)
Merupakan vitamin yang berperan dalam pembentukkan indra penglihatan yang baik, dan sebagai
salah satu komponen penyusun pigmen mata di retina. Selain itu, vitamin ini juga berperan penting dalam
menjaga kesehatan kulit dan imunitas tubuh. Vitamin ini bersifat mudah rusak oleh paparan panas, cahaya
matahari, dan udara.
b. Vitamin B1 (Tiamin)
Merupakan salah satu jenis vitamin yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit
dan membantu mengkonversi karbohidrat menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk rutinitas sehari-
hari. Di samping itu, vitamin B1 juga membantu proses metabolisme protein dan lemak.
c. Vitamin B2 (Riboflavin).
Vitamin B2 banyak berperan penting dalam proses metabolisme tubuh. Di dalam tubuh, vitamin B2
berperan sebagai salah satu kompenen koenzim flavin mononukleotida (flavin mononucleotide, FMN)
dan flavin adenine dinukleotida (adenine dinucleotide, FAD). Kedua enzim ini berperan penting dalam
regenerasi energi bagi tubuh melalui proses respirasi. Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan
molekul steroid, sel darah merah, dan glikogen, serta menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh,
seperti kulit, rambut, dan kuku.
d. Vitamin B3 (Niasin).
Vitamin ini berperan penting dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi,
metabolisme lemak, dan protein. Di dalam tubuh, vitamin B3 memiliki peranan besar dalam menjaga
kadar gula darah, tekanan darah tinggi, penyembuhan migrain, dan vertigo. Berbagai jenis senyawa racun
dapat dinetralisir dengan bantuan vitamin ini.
e. Vitamin B5 (Asam pantotenat).
Vitamin B5 banyak berperan dalam reaksi enzimatik di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan vitamin
B5 berperan besar dalam berbagai jenis metabolisme, seperti dalam reaksi pemecahan nutrisi makanan,
terutama lemak. Peranan lain vitamin ini adalah menjaga komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat
dan otak dan memproduksi senyawa asam lemak, sterol, neurotransmiter, dan hormon tubuh.
f. Vitamin B6 (Piridoksin).
Merupakan vitamin yang esensial bagi pertumbuhan tubuh. Vitamin ini berperan sebagai salah satu
senyawa koenzim A yang digunakan tubuh untuk menghasilkan energi melalui jalur sintesis asam lemak,
seperti spingolipid dan fosfolipid. Selain itu, vitamin ini juga berperan dalam metabolisme nutrisi dan
memproduksi antibodi sebagai mekanisme pertahanan tubuh terhadap antigen atau senyawa asing yang
berbahaya bagi tubuh.
g. Vitamin B7 dikenal dengan vitamin H (Biotin).
Vitamin ini memiliki peranan yang sangat besar dalam reaksi biokimia di dalam tubuh, seperti dalam
transfer karbon dioksida dan metabolisme karbohidrat dan lemak. Di dalam tubuh, biotin juga banyak
berperan dalam metabolisme dan pertumbuhan tubuh, terutama dalam hal pembentukan asam lemak,
antibodi, enzim pencernaan, dan niasin. Tidak seperti kebanyakan vitamin lainnya, biotin merupakan
salah satu jenis vitamin yang cukup stabil diberbagai kondisi lingkungan, seperti panas, paparan cahaya
matahari, dan oksigen.
h. Vitamin B9
Sangat penting untuk berbagai fungsi tubuh mulai dari sintesis nukleotid ke remetilasi homocysteine.
Vitamin ini terutama penting pada period pembelahan dan pertumbuhan sel. Anak-anak dan orang dewasa
memerlukan Asam Folat untuk memproduksi sel darah merah dan mencegah anemia. Folat dan asam folat
mendapatkan namanya dari kata latin folium (daun).
Asam Folat juga sangat penting bagi wanita hamil. Asupan asam folat yang cukup sebelum dan
selama kehamilan akan mencegah timbulnya kecacatan tabung saraf (Neural Tube Defects) NTDs pada
bayi, yaitu spina bifida (kelainan pada tulang belakang) dan anencephaly (kelainan dimana otak tidak
terbentuk). Dengan asupan asam folat yang cukup pada masa sebelum dan selama kehamilan yaitu sekitar
0.4 0.8 mg per hari, resiko timbulnya NTDs pada bayi dapat diturunkan hingga 80 %.
i. Vitamin B12 (Sianokobalamin).
Merupakan jenis vitamin yang hanya khusus diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada
tanaman. Oleh karena itu, vegetarian sering kali mengalami gangguan kesehatan tubuh akibat kekurangan
vitamin ini. Vitamin ini banyak berperan dalam metabolisme energi di dalam tubuh. Vitamin B12 juga
termasuk dalam salah satu jenis vitamin yang berperan dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf,
pembentukkan molekul DNA dan RNA, pembentukkan platelet darah.
j. Vitamin C (Asam Askorbat).
Vitamin C banyak memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Di dalam tubuh, vitamin C juga
berperan sebagai senyawa pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit,
sendi, tulang, dan jaringan penyokong lainnya. Vitamin C merupakan senyawa antioksidan alami yang
dapat menangkal berbagai radikal bebas dari polusi di sekitar lingkungan kita. vitamin C dapat membantu
menurunkan laju mutasi dalam tubuh sehingga risiko timbulnya berbagai penyakit degenaratif, seperti
kanker, dapat diturunkan. Selain itu, vitamin C berperan dalam menjaga bentuk dan struktur dari berbagai
jaringan di dalam tubuh, seperti otot. Vitamin ini juga berperan dalam penutupan luka saat terjadi
pendarahan dan memberikan perlindungan lebih dari infeksi mikroorganisme patogen.
k. Vitamin D (Kalsiferol).
Bagian tubuh yang paling banyak dipengaruhi oleh vitamin ini adalah tulang. Vitamin D ini dapat
membantu metabolisme kalsium dan mineralisasi tulang.Sel kulit akan segera memproduksi vitamin D
saat terkena cahaya matahari (sinar ultraviolet).
l. Vitamin E (Tokoferol)
Vitamin E berperan dalam menjaga kesehatan berbagai jaringan di dalam tubuh, mulai dari jaringan
kulit, mata, sel darah merah hingga hati. Selain itu, vitamin ini juga dapat melindungi paru-paru manusia
dari polusi udara. Nilai kesehatan ini terkait dengan kerja vitamin E di dalam tubuh sebagai senyawa
antioksidan alami.
m. Vitamin K (Filokuinona)
Vitamin K banyak berperan dalam pembentukan sistem peredaran darah yang baik dan penutupan
luka. Defisiensi vitamin ini akan berakibat pada pendarahan di dalam tubuh dan kesulitan pembekuan
darah saat terjadi luka atau pendarahan. Selain itu, vitamin K juga berperan sebagai kofaktor enzim untuk
mengkatalis reaksi karboksilasi asam amino asam glutamat.
Tabel macam-macam vitamin dan sumbernya :
Macam-macam
vitamin
Sumber
Vitamin A Susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning, hati, buah-buahan warna
merah dan kuning (cabe merah, wortel, pisang, pepaya, dan lain-lain).
Vitamin B1 Gandum, daging, susu, kacang hijau, ragi, beras, telur, dan sebagainya.
Vitamin B2 Sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, susu, dan banyak lagi
lainnya
Vitamin B3 Buah-buahan, gandum, ragi, hati, ikan, ginjal, kentang manis, daging
unggas dan sebagainya.
Vitamin B5 Daging, susu, sayur mayur hijau, ginjal, hati, kacang ijo, dan banyak lagi
yang lain.
Vitamin B6 Kacang-kacangan, jagung, beras, hati, ikan, beras tumbuk, ragi, daging,
dan lain-lain.
Vitamin B7 daging, kuning telur, dan pisang. Selain itu, biotin juga dapat diperoleh dari
tanaman kacang-kacangan, molase, ragi, dan gandum.
Vitamin B9 bayam, lobak cina, kacang kering dan kacang polong, sereal, biji bunga
matahari serta buah-buahan dan sayuran tertentu.
Vitamin B12 Telur, hati, daging, dan lainnya.
Vitamin C Jambu klutuk atau jambu batu, jeruk, tomat, nanas, sayur segar, dan lain
sebagainya.
Vitamin D Minyak ikan, susu, telur, keju, dan lain-lain.
Vitamin E Ikan, ayam, kuning telur, kecambah, ragi, minyak tumbuh-tumbuhan,
havermut, dsb.
Vitamin K Susu, kuning telur, sayuran segar, dll.

2.1.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya pemenuhan vitamin dalam tubuh
Pola makan yang tidak benar
Jika pola makan kurang baik, maka akan berpengaruh terhadap penyerapan vitamin dalam tubuh,
terutama untuk vitamin yang dapat larut dalam air (vitamin B dan vitamin C) karena akan ikut terlarut dan
terbuang melalui air seni.
Efek buruk rokok
Penelitian sudah lama membuktikan bahwa para perokok mempunyai kadar vitamin C yang sangat
rendah.
Kurangnya mengkonsumsi buah dan sayur segar
Kurangnya kesadaran akan pentingnya pemenuhan nutrisi dalam tubuh
Selera makan

2.1.3 Berbagai Penyakit yang Ditimbulkan Akibat Kekurangan dan Kelebihan Vitamin dalam
Tubuh
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin A :
Rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh, kulit yang tidak sehat,
dan lain-lain. Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B :
B1 : kulit kering/kusik/busik, kulit bersisik, daya tahan tubuh berkurang.
B2 : turunnya daya tahan tubuh, kilit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan, dan
sebagainya.
B3 : terganggunya sistem pencernaan, otot mudah keram dan kejang, insomnia, bedan lemas, mudah
muntah dan mual-mual, dan lain-lain
B5 : otot mudah menjadi kram, sulit tidur, kulit pecah-pecah dan bersisik, dan lain-lain.
B6 : Pelagra alias kulit pecah-pecah, keram pada otot, insomnia atau sulit tidur, dan banyak lagi lainnya.
B7 : Bila kadarnya di dalam tubuh tidak mencukupi maka akan timbul berbagai gangguan fisiologis.
Sebagai contoh, defisiensi biotin serngkali menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti dermatitis,
depresi, nusea, anemia, dan kerontokan rambut. Sistem antibodi tubuh pun dapat terganggu. Hal ini
menyebabkan tubuh mudah terinfeksi oleh bakteri dan jamur.
B9 : Kekurangan folat: dapat menyebabkan kekurangan darah. Gejala lain dari kekurangan folat adalah
rasa panas pada jantung (heartburn), diare dan sering terkena infeksi karena penekanan pada sistem
kekebalan. Hal ini mempengaruhi sistem syaraf, menyebabkan depresi, kebingungan mental, kelelahan
dan pingsan. Kelebihan asam volat: gejala keracunan adalah diare, susah tidur dan sifat mudah marah.
B12 : Menimbulkan gejala kurang darah atau anemia, gampang capek /lelah /lesu /lemes /lemas, penyakit
pada kulit, dan sebagainya.
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin C :
Mudah infeksi pada luka, gusi berdarah, rasa nyeri pada persendian, dan lain-lain. Akumulasi vitamin C
yang berlebihan: dapat menyebabkan batu ginjal, gangguan saluran pencernaan, dan rusaknya sel darah
merah
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D :
Tubuh akan mengalami pertumbuhan kaki yang tidak normal, dimana betis kaki akan membentuk
huruf O dan X. Di samping itu, gigi akan mudah mengalami kerusakan dan otot pun akan mengalami
kekejangan. Penyakit lainnya adalah osteomalasia, yaitu hilangnya unsur kalsium dan fosfor secara
berlebihan di dalam tulang. Penyakit ini biasanya ditemukan pada remaja, sedangkan pada manula,
penyakit yang dapat ditimbulkan adalah osteoporosis, yaitu kerapuhan tulang akibatnya berkurangnya
kepadatan tulang. Selain itu juga di temukan bahwa semakin rendah kadar vitamin D, dapat meningkatkan
frekuensi penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, serta
penyakit arteri perifer.
Kelebihan vitamin D:
Dapat menyebabkan tubuh mengalami diare, berkurangnya berat badan, muntah-muntah, dan
dehidrasi berlebihan.
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin E :
Bisa mandul baik pria maupun wanita, gangguan syaraf dan otot, dll.
Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin K :
Darah sulit membeku bila terluka/berdarah/luka/pendarahan, pendarahan di dalam tubuh, dan sebagainya.

2.2 Mineral
Mineral merupakan unsur esensial bagi fungsi normal
2.2.1 Jenis mineral
Berdasarkan jenisnya mineral dibagi menjadi 2 macam yaitu :
1. Makromineral ( terdiri dari: kalsium, Al,Mg, P, Sodium (Na) dan Sulfur )
2. Mikromineral ( terdiri dari: Fe, I2, flour, Mn, Zinc, cuprum, cobalt dan kromium)
2.2.2 Sumber dan Fungsi Mineral
1. Kalsium
Sumber kalsium adalah susu, ikan, udang kering, sardencis, bayam, keju, es krim, melinjo dan sawi.
Kalsium juga dapat diperoleh dari air mineral yang dapat mengandung sampai 50 mg/lt.
Beragam fungsi dari kalsium menurut Budiyanto (2001) yaitu :
a) Dalam cairan jaringan berfungsi untuk pengendalian kerja jantung serta otot skeleton
b) Eksitabilitas syaraf otot
c) Proses pembekuan darah
d) Memberikan kekerasan dan ketahanan terhadap pengeroposan
e) Transmisi impits
f) Relaksasi kontraksasi
g) Absorbsi dan aktivitas enzim
h) Memberikan rigiditas terhadap jaringan
i) Dengan fosfor membentuk matriks tulang.
2. Fosfor
Fosfor merupakan salah satu unsur mineral yang jumlahnya dilampaui oleh kalsium. Fosfor juga
sebagai unsur pokok dari asam nukleat dan membran sel, serta sebagai factor esensial pada seluruh reaksi
pembentukan energi di dalam sel dan juga sebagai komponen berbentuk kristal dari tulang rangka
(Nasoetion dan Karyadi, 1988). Fosfor dalam tubuh orang dewasa terdapat lebih kurang 700 g. jumlah ini
jauh dibandingkan dengan jumlah kalsium yakni sekitar 1200 gram. sedangkan menurut Suharjo dan
Kusharto (1992) fosfor dalam tubuh manusia terkandung sekitar 12 gram perkilogram jaringan tanpa
lemak.
Fosfor ditemukan pada bahan makanan seperti susu (baik ASI atau susu buatan), susu padatan, keju,
sereal, ikan, telur dan berbagai roti. Selain sebagai generatorisasi fosforilasi pada oksidasi karbohidrat,
menurut Budiyanto dalam dasar-dasar ilmu gizi (2001) fosfor juga berfungsi sebagai :
Pembentukan tulang dan gigi
Untuk pembentukan komponen sel yang esensial
Berperan dalam pelepasan energi dari hidrat arang serta lemak
Membantu absorbsi hidrat arang dari usus halus
Membantu mempertahankan keseimbangan asam / basa dalam cairan tubuh
Menuju panas dan pengeluaran energi
3. Magnesium
Magnesium merupakan mineral yang terdapat sekitar 0.5 gram perkilogram jaringan bebas lemak.
Dan kira-kira 60 % berada pada jaringan tulang. Sumber magnesium berasal dari sayur-sayuran hijau,
kedelai dan kecipir. Berfungsi sebagai aktifator enzim peptidase dan enzim lain yang memecah gugus,
sebagai obat pencuci mulut, meningkatkan tekanan osmotik, dan membantu mengurangi getaran otot.
Kebutuhan magnesium pada orang dewasa berkisar 350 mg / hari dan untuk dewasa wanita
membutuhkan magnesium sebanyak 300 mg / hari (Budiyanto, 2001). Defiesiensi magnesium akan
menyebabkan diare berat, muntah-muntah, insomnia, gangguan metabolik, kejang kaki serta telapak kaki,
dan tangan gemetar.
4. Natrium
Natrium merupakan kation utama dari cairan ekstraseluler, pengontrolan osmolaritas dan volume
cairan tubuh sangat tergantung pada ion natrium dan rasio natrium terhadap ion lainnya. Tubuh manusia
mengandung 1.8 gram natrium perkilogram berat badan bebas lemak. Sedangkan kandungan natrium
dalam plasma sekitar 300-355 mg / 100 ml.
Sumber natrium berasal dari makanan seperti keju, ham, ikan asin, udang, sayur-sayuran, bayam,
seledri, sereal, buah-buahan, susu, telur, dan daging.
Fungsi dari natrium adalah :
Dalam plasma darah dan cairan berperan dalam menyelimuti jaringan
o Berperan dalam menghasikan tekanan osmotik yang mengatur pertukaran cairan antara
sel dan cairan disekitarnya
o Menentukan volume dalam cairan ekstra seluler dan amina
o Untuk mempertahankan keseimbangan tubuh
Defiesiensi natrium jarang ditemukan pada manusia karena zat ini banyak dikandung oleh berbagai
makanan. Namun, apabila terjadi deplesi natrium maka dampaknya adalah kurang nafsu makan, lemak,
apatis, dan pegal-pegal.
5. Besi
Sumber besi diantaranya adalah: telur, daging, ikan, tepung, dan sayuiran hijau, kentang, kacang-
kacangan, jagung, dan otot. Sedangkan fungsi besi diantaranya adalah: pada laktasi untuk sekresi air susu,
menggantikan kehilangan zat besi lewat darah tubuh, mengimbangui sejumlah zat besi yang dikeluarkan
konstan oleh tubuh, dan penbentukan Hb baru pada anak-anak dan remaja.
6. Iodium
Sumber dari iodium diantaranya adalah: sayuran, ikan laut, dan sejumlah rumput laut. Sedangkan
fungsi iodium diantaranya meningkatkan laju oksidasi dalam sel-sel tubuh sehingga dapat meningkatkan
basal metabolik reabe.
7. Flour
Flour berfungsi sebagai protilaktis penyakit gigi dan untuk pertumbuhan dan pembentukan gigi.
Iodium diperoleh dari makanan laut, tanaman, ikan, dan makanan ternak.
8. Kalium
Bekatul, khamir, cokelat dan kopi merupakan sumber makanan yang terkandung kalium di dalamnya.
Sedangkan fungsi kalium yaitu untuk menjaga tekanan osmotik dan mengaktifkan reaksi enzim.
9. Khlor
Manfaat dari khlor adalag sebagai aktivator amilase dan pembentukan HCl lambung, menjaga
tekanan osmotik, dan mengaktifkan amilase dalam mulut untuk memecahkan pati dalm mulut.
10. Tembaga
Sumber utama dari tembaga adalah susu dan sereal. Sedangkan fungsi dari tembaga untuk kofaktor
bagi enzim tironase dan sitokromoksidase.
11. Zinc
Fungsi zinc adalah meningkatkan keaktifan enzim lainnya dan meningkatkan pertumbuhan.
Sedangkan sumber utama zinc adalah: daging, ikan, susu, keju, dan kacang-kacangan.
12. Kobalt
Kobalt mempunyai fungsi untuk keseimbangan tubuh ruminansia. Sedangkan makanan yang
mengandung kobalt diantaranya adalah: vitamin B12, B1, dan sayuran berwarna hijau.
2.2.3 Upaya Pemenuhan Nutrisi ( Vitamin, Mineral) dalam Tubuh
1. Menerapkan pola makan yang benar.
2. Mengkonsumsi makanan yang benar
Makan yang benar adalah makan cukup. Cukup berarti juga makan berbagai makanan dalam suatu
keseimbangan yang diperlukan oleh tubuh, seperti:
Makanan pembentuk jaringan tubuh (protein)
Makanan pemberi tenaga (Karbonhidrat)
Makanan cadangan tenaga (Lemak dan Minyak)
Makanan pelindung (Mineral dan Vitamin)
3. Mengkonsumsi buah dan sayur
4. Memenuhi kebutuhan air dalam tubuh dengan mengkonsumsi cukup air setiap harinya
5. Mengkonsumsi multivitamin
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan :

Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat
kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya
memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme di
dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Gangguan
kesehatan ini dikenal dengan istilah avitaminosis. Di samping itu, asupan vitamin juga tidak boleh
berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh.

Vitamin dan mineral termasuk salah satu bagian nutrisi mikronutrien atau nutrisi kecil yang
diperlukan tubuh dalam jumlah yang kecil. Pada mulanya peran nutrisi hanya untuk mencukupi
kebutuhan energi, protein, dan mikronutrien yang sifatnya esensial sebagai penyeimbang kehilangan masa
otot dan mencegah menurunnya imunitas tubuh yang terkait dengan lamanya suatu perawatan. Saat ini
peran nutrisi lebih jauh lagi, berbagai komponen nutrisi digunakan untuk memodulasi fungsi sistem imun.