Anda di halaman 1dari 21

PASARIBU, Kapas Fernando

1141006
Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
POLA PENURUNAN KANDUNGAN
GLUKOSA SEBAGAI AKIBAT PEMBERIAN
NANO CURCUMIN PADA TIKUS WISTAR
TERINDUKSI ALOKSAN
Universitas Advent Indonesia
1


Curcumin menunjukkan aktivitas biologi dalam pengobatan berbagai jenis
penyakit (Pandey et al., 2011)
Curcumin mampu menekan stres oksidatif (Suryanarayana et al., 2007)
Curcumin efektif meningkatkan resistensi insulin (El-Baky et al., 2011)
Curcumin tidak beracun pada manusia (Ejaz et al., 2009)


Oleh karena itu curcumin sangat efektif dijadikan sebagai obat herbal
untuk mengatasi ragam masalah penyakit.
Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
2
Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
Curcumin sangat sulit larut di dalam air sehingga sulit untuk dihantarkan ke
pembuluh darah; (Vareed et al., 2008)
Curcumin mengalami metabolisme (berubah jadi bentuk lain) dalam jangka waktu
yang singkat (Aggarwal et al., 2006).




Oleh karena itu:
Tidak mampu secara optimal mencapai dosis yang dibutuhkan.
Optimalitas sangat kurang pada tempat yang dituju.
B. Masalah Yang Masih ditemukan pada Curcumin
3
C. Rumusan Masalah
Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
Apakah meminiaturisasi ukuran partikel curcumin pada orde nanometer
meningkatkan bioavailabilitas dalam menurunkan kadar gula darah?



Bagaimana pola penurunan glukosa dengan penggunaan curcumin nanometer
dalam orde nanometer?
4

Mengetahui pengaruh curcumin berukuran nanometer terhadap penurunan
kadar glukosa darah.


Menghasilkan curcumin pada ukuran nanometer yang optimal untuk
menurunkan kadar glukosa darah.


Mempelajari mekanisme penurunan kadar kolesterol pada penderita
diabetes oleh curcumin berukuran nanometer.

Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
5

Memberikan solusi terhadap masalah sulitnya menurunkan kadar glukosa
darah secara efektif dan optimal


Memberikan metode yang tepat dalam penggunaan curcumin untuk
penurunan glukosa darah


Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
6

Ho :
Ukuran curcumin tidak memberi pengaruh terhadap penurunan kadar gula
darah pada tikus galur wistar terinduksi aloksan.
Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
7

Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
8

Penelitian dilakukan di laboratorium Sains Terapan, Universitas Advent
Indonesia dan Laboratorium Farmakologi Universitas Padjajaran (UNPAD),
Bandung. Penelitian dimulai Juli hingga Agustus 2013.
Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
9

Curcumin dan hubungannya dengan glukosa darah

Mengatasi stress oksidatif tubuh (Kapakos et al., 2012).
menurunkan kadar gula darah melalui regenerasi sel pancreas (Jin
et al., 2013).
meningkatkan resistansi insulin (Azza et al., 2013).









(Anuchapreeda et al., 2008; Inoue et al., 2008; Gilda et al., 2010).








Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
10

Penggunaan aloksan dapat menginduksi diabetes dan meningkatkan kadar
glukosa darah (Udenze et al., 2012)
Aloksan dapat menginduksi diabetes dan meningkatkan kadar glukosa darah
dengan merusak sel pankreas yang menghasilkan insulin (Islam et al.,
2012)
Efek aloksan sebagai parameter stress oksidatif menyebabkan kerusakan sel
pankreas yang memicu kelainan metabolisme glukosa sehingga kadar
glukosa darah meningkat (Ceretta et al., 2012)


Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
11

Polyvinylpyrrolidone (PVP) merupakan polimer larut air (Hoppe et al., 2006).

PVP sering dipakai dalam banyak pembuatan tablet farmasi yang berperan
sebagai penyalut obat sebagai biodistribusi obat serta tidak beracun (Vandepitte
et al., 2011)

PVP mampu menyalut partikel hingga rasio yang kecil serta stabil (Hossain et al.,
2012)
Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
12

3.1 Bahan dan Alat Penelitian
3.1.1 Bahan Penelitian
1. Curcumin (C20H21O6) (Merch)
2. Aloksan monhidrat (CH3CH2OH) (Sigma Aldrich)
3. Aquades
4. Sampel darah tikus
5. Kit pereaksi penentuan kadar glukosa darah (Diasys)

3.1.2 Alat Penelitian
1. Alat pengambilan sampel darah : sryringe, gunting
2. Kandang, tempat makanan dan minuman tikus
3. Photometer DTN-410
4. Sonde oral
5. Timbangan digital Toledo
6. Gelas ukur, wadah larutan aloksan, wadah curcumin berukuran nanometer.
Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
13
3.1.3. Hewan Percobaan

Kriteria inklusi:
1. Tikus sehat
2. Berat badan 150-250 gram
3. Kadar glukosa darah awal <200 mg/dL
4. Kadar glukosa darah darah setelah diinduksi aloksan >200 mg/dL
5. Umur 3 bulan

Kriteria eksklusi:
1. Perubahan berat badan selama adaptasi 10%
2. Kadar glukosa darah setelah diinduksi aloksan adalah <200 mg/dL

NB: Curcumin diberikan dengan cara oral.

Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
14

3.4.1 Konsep Variabel
Variabel tidak bebas: - Kadar glukosa darah setelah diinduksi aloksan

Variabel bebas:
- Dosis ukuran nanometer curcumin

Variabel terkendali :
- Tikus Galur
- Jenis kelamin
- Berat badan
- Umur
- Makanan dan Minuman
Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
15
3.4.2 Operasional Variabel
1. Kadar glukosa darah akan diukur di laboratorium per 2 hari

2. Curcumin berukuran nanometer diberikan dengan dosis per hari secara oral.

3. Hewan uji yang akan digunakan adalah tikus putih galur wistar, jantan,
berumur 3 bulan (dewasa), dengan berat badan awal 150-200 gram yang diukur
dengan timbangan digital.
Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
16


Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
17

18

Glukosa darah di dalam darah tikus diukur dengan menggunakan alat
Photometer DTN-410 untuk mengidentifikasi terjadinya peningkatan kadar
glukosa darah.

Pemeriksaan kadar glukosa darah yang akan dilakukan adalah dengan
pengambilan sampel darah vena dari ekor tikus dengan cara memotong sedikit
ujung ekor.
Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
19
Analisis Data
Teknik analisis data yang akan dilakukan adalah dengan teknik:


Analisis of variance (ANOVA).
Mutiple Comparison.
Statistik Duncan.




NB: Dalam proses pengujian statistik diatas akan digunakan tingkat kepercayaan
95% (p 0,05).
Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
20
Laboratorium Sains Terapan
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam (FMIPA) UNAI
Jl. Kol. Masturi No. 288 Parongpong, Bandung 40559,
INDONESIA
21




TERIMAKASIH