Anda di halaman 1dari 27

Polusi Udara Kota Pontianak Memburuk

Posted on July 22, 2009 by m3sultra


Kompas 2009-07-22/E-paper: Nusantara hal 22
Pontianak Polusi udara berupa kabut asap pekat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Senin malam hingga
Selasa (21/7) dini hari, tergolong dalam kategori berbahaya untuk kesehatan manusia.
Indeks standar pencemaran udara terburuk yang terpantau mencapai 895, jauh di atas ambang batas minimal
kategori berbahaya di angka 300.
Kami terkena imbas asap dari pembakaran lahan di kabupaten di sekitar Kota Pontianak. Kami berharap kerja
sama dan koordinasi pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten yang ada hotspot (titik api) untuk
mengatasi pembakaran lahan di wilayah mereka, kata Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi, Selasa.
Kabut asap yang mencemari Kota Pontianak, selain menimbulkan gangguan kesehatan warga, juga berpotensi
menghambat kelancaran arus transportasi udara dan laut.
Kondisi itu dikhawatirkan mengganggu perekonomian kota itu dan Kalbar karena mobilitas orang serta barang ke
Pontianak lewat bandara dan pelabuhan terhambat.
Pantauan Dinas Kesehatan Kota Pontianak di 23 puskesmas menunjukkan, jumlah penderita infeksi saluran
pernapasan akut dalam sepekan terakhir mencapai 1.298 orang.
Paryadi menyatakan, upaya mengurangi dampak asap terhadap gangguan kesehatan warga dilakukan pemkot
dengan membagikan 3.000 masker secara cuma-cuma, Rabu ini.
Hal yang sama dilakukan Dinas kesehatan Kalbar yang membagikan 5.000 masker. Kami mengimbau warga
agar tidak keluar rumah pada malam hingga subuh.
Secara terpisah, Kepala Kepolisian Daerah Kalbar Brigadir Jenderal (Pol) Erwin TPL Tobing menyatakan akan
menindak tegas semua pelaku pembakaran hutan dan lahan. Pembakaran hutan dan lahan melanggar
ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Pidana, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang perkebunan,
UU Nomor 23/1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup, serta UU Nomor 41/1999 tentang kehutanan.
Ancaman hukuman yang dikenakan meliputi pidana kurungan maksimal 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.
Pemantauan melalui udara yang dilakukan Biro Operasi dan Bidang Humas Polda Kalbar, Senin, menunjukkan,
ada perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bengkayang dan Sambas yang membakar lahan.
Polres Bengkayang dan Sambas sudah saya perintahkan mengusut kasus pembakaran lahan ini, kata Erwin.
Heli bom air
Sementara itu, Departemen Kehutanan mengirim dua helikopter milik Mabes Polri ke Riau untuk menyebarkan
bom air di lokasi kebakaran lahan. Kami sudah kirim dua heli ke Riau, Senin kemarin.
Jika diperlukan sewaktu-waktu, heli berkapasitas 500 liter air ini siap untuk memadamkan kebakaran lahan dari
udara, ujar Direktur Jenderal Pengendalian Hutan dan Konservasi Alam Dephut Darori seusai Apel Siaga
Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Jambi, Selasa.
Menurut Darori, kebakaran lahan dan hutan saat ini paling parah di Riau. Kabut asap yang sangat tebal didukung
oleh akumulasi pergerakan angin dari selatan.
Kebakaran lahan di Jambi juga termasuk penyumbang pekatnya kabut asap di Riau, katanya.
KABAR KALBAR
Badan Lingkungan Hidup Prov.Kalbar Melakukan Uji Emisi Sebagai Langkah
Pengendalian Polusi Udara
Senin, 20/05/2013

Pontianak - Udara merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan
manusia serta makhluk hidup lainnya harus dijaga dan dipelihara kelestarian fungsinya untuk
pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan manusia serta perlindungan bagi makhluk hidup
lainnya, agar udara dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi pelestarian fungsi lingkungan
hidup. Manusia tidak akan hidup tanpa udara, bahkan terpaksa menghirup udara yang telah
terkontaminasi oleh berbagai polutan termasuk polusi dari kendaraan bermotor. Oleh karena
itu udara merupakan sumber daya alam yang harus dilindungi, dijaga kebersihannya demi
keberlangsungan hidup manusia dan mahluk hidup lain di dunia.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Lingkungan Hidup bekerja sama
dengan instansi-instansi terkait pada tanggal 23 s/d 25 April 2013 melaksanakan pengujian
kualitas emisi gas buang kendaraan bermotor di 3 lokasi di kota Pontianak. Hari pertama
tanggal 23 April 2013 dilaksanakan dilokasi Rumah Adat Melayu (Kota Baru), Hari kedua
dilaksanakan dilokasi Auditorium UNTAN dan Hari ketiga dilaksanakan dilokasi TNI
Angkatan Laut (Jeruju).

Pengukuran emisi kendaraan bertujuan untuk menentukan konsentrasi polutan yang
dihasilkan oleh emisi gas buang kendaraan, yaitu: Hidrokarbon (HC), Karbon Dioksida
(C02), Karbon Monoksida (CO) dan Ketebalan Asap (Opacity). Sementara pemantauan
kualitas udara ambient di Kota Pontianak bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran
udara di Kota Pontianak

Pemeriksaan uji emisi ini dilakukan untuk mengevaluasi dan mendapatkan data sejauh mana
tingkat polusi yang dihasilkan kendaraan-kendaraan di Kota Pontianak. Kendaraan bermotor
yang lulus uji emisi akan ditempelkan sticker lulus uji emisi, sedangkan bagi mereka yang
kendaraannya tidak lulus uji emisi maka, akan diberikan kartu tidak lulus uji emisi dan
dihimbau untuk merawat kendaraannya ke bengkel agar menghasilkan gas buang yang lebih
sedikit.

Menjaga kualitas udara merupakan tanggung jawab kita semua, Pemerintah Provinsi
Kalimantan Barat akan senantiasa berupaya melakukan perbaikan dan terus menjaga kualitas
udara perkotaan. (BLHD/damayanti)
Pencemaran Udara Malam Hari di Pontianak Berbahaya
Senin, 18 Juni 2012 11:08 WIB

Sebuah kapal menembus kabut asap saat melintas di Sungai Kapuas, Pontianak.(ANTARA Kalbar/Jessica
Wuysang)
Buruknya kualitas udara di Kota Pontianak dan sekitarnya sudah terjadi
sejak dua hari terakhir akibat asap pembakaran lahan yang terjadi di
luar kota ini.
Berita Terkait
Laju Inflasi Maret di Pontianak 1,02 Persen
Pelayanan Perizinan Terbaik se-Kalbar Diraih Kota Pontianak
BNNK Pontianak Intensifkan Tes Urine Mulai Sekolahan
Sutarmidji : Jembatan Kapuas III Belum Mampu Atasi Kemacetan
Kunjungan Wisatawan Asing Ke Kalbar Naik 26,39 Persen
Pontianak (ANTARA Kalbar) - Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada malam hari di Kota Pontianak,
Provinsi Kalimantan Barat, masuk dalam ketegori berbahaya bagi kesehatan manusia, kata Wakil Wali Kota
setempat Paryadi.

"Data ISPU yang saya terima dari Badan Lingkungan Hidup Kota Pontianak, kualitas udara pada malam hari
mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB masuk dalam ketegori tidak sehat," kata Paryadi di Pontianak,
Senin.

Kemudian pada pukul 24.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB pagi sudah masuk dalam kategori berbahaya bagi
kesehatan manusia, dan mulai pukul 02.30 WIB hingga pukul 05.30 WIB kategori tidak sehat, kata Paryadi.

"Buruknya kualitas udara di Kota Pontianak dan sekitarnya sudah terjadi sejak dua hari terakhir akibat asap
pembakaran lahan yang terjadi di luar kota ini," katanya.

Wakil Wali Kota mengimbau, kepada warga kota itu dan sekitarnya untuk tidak melakukan pembakaran lahan
pertanian maupun sampah-sampah karena berakibat semakin memperburuk kualitas udara di Kota Pontianak,
terutama mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB pagi harinya.


KOTA
PONTIANAK
DIKEPUNG
SEPEDA
MOTOR Oleh
: Drs.Pranowo
Adi M.Si
(Analis
Latbang
BKKBN
Kalbar)
Isi Pontianak (09-07-2013) Menarik apa yang disampaikan Ikatan Peminat dan Ahli Demografi
(IPADI) Kalbar yang memprediksi kota Pontianak 5 tahun lagi akan mengalami kemacetan dan polusi
udara akut seperti halnya Jakarta. Prediksi IPADI dalam forum diskusi Kerjasama dengan Mitra Kerja
IPADI di Pontianak baru-baru ini jika dicermati memang tidak berlebihan. Sekarang saja beberapa
sudut kota Pontianak sudah diwarnai dengan kemacetan. Simpul kemacetan arus lalu lintas sudah
terjadi di beberapa ruas jalan, baik jalan protokol maupun di jalan-jalan arteri. Salah satunya jalan
Jenderal Ahmad Yani Pontianak, pada jam-jam tertentu seperti mulai pukul 06.15 wib sampai dengan
07.30 wib kemudian siang hari mulai pukul 11.00 wib sampai dengan 13.00 wib dan sore hari mulai
pukul 15.00 sampai dengan 17.30 wib. Padahal dari sisi fisik di ruas jalan ini sudah dilakukan
pelebaran dan peningkatan jalan, walaupun terpaksa harus mengorbankan trotoar untuk pejalan kaki,
dan beberapa pohon penghijauan.
Di sisi lain pertumbuhan kendaraan bermotor khususnya sepeda motor hasil pendataan Dinas
Pendapatan Daerah (Dispenda) Kalimantan Barat mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Selama tiga tahun terakhir, data jumlah kendaraan jenis sepeda motor yang dimiliki warga Ponti anak
mengalami terjadi pertumbuhan paling signifikan pada tahun 2011 yang mencapai 729.979 unit
dibandingkan tahun 2010 yang hanya 574.322 unit. Sementara tahun 2012 selama semester pertama
telah tercatat sebanyak 355.897 unit. Lalu bagaimana dengan pertumbuhan penduduk kota
Pontianak? Kita lihat hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) hasil sensus penduduk tahun 2010
mencapai 554.764 jiwa dengan pertumbuhan penduduk 1,66. Pertanyaan berikutnya yang muncul
adalah bagaimana dengan pertumbuhan atau peningkatan jalan? Ternyata pertumbuhan atau
peningkatan jalan di kota ini tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan
jumlah kendaraan. Akibatnya sudah barang tentu akan terjadi kemacetan di beberapa sudut kota
Pontianak. Sudah bisa dibayangkan bagaimana dengan prediksi 5 tahun mendatang? Jika
pertumbuhan jalan tidak mampu mengimbangi laju pertumbuhan jumlah penduduk dan kendaraan,
tentu saja kondisi yang akan terjadi sebagaimana layaknya kota Jakarta. Begitu keluar dari gang atau
kompleks perumahan atau pemukiman penduduk, sudah akan dihadapkan pada kepadatan arus lalu
lintas.


Keterangan : Kepadatan lalu lintas di Jalan Ahmad Yani Pontianak (sumber Tribun Pontianak)

Belum lagi dampak yang ditimbulkan dari asap pembuangan kendaraan bermotor yang
menyebabkan terjadinya polusi udara, yang diyakini membawa dampak buruk terhadap kesehatan
penduduknya. Bahan pencemar yang terutama terdapat didalam gas pembuangan kendaraan
bermotor adalah karbon monoksida (CO), berbagai senyawa hindrokarbon, berbagai oksida nitrogen
(NOx) dan sulfur (SOx), dan partikel debu termasuk timbel (PB). Disamping itu bahan bakar tertentu
seperti hidrokarbon dan timbel organik, dilepaskan keudara karena adanya penguapan dari sistem
bahan bakar. Aktifitas kendaraan bermotor, juga dapat meningkatkan kadar partikel debu yang
berasal dari permukaan jalan, komponen ban dan rem. Bahan-bahan berbahaya tersebut secara
pelan tapi pasti akan berdampak buruk terhadap kesehatan manusia bahkan menjadi ancaman serius
yang perlu dicarikan solusinya. Kondisi seperti ini tentu saja memperparah kualitas udara di kota ini,
yang pada moment-moment tertentu sering dilanda kabut asap akibat pembakaran hutan dan lahan di
sekitar kota Pontianak. Badan Lingkungan Hidup Kota Pontianak mencatat, Indeks Standar
Pencemaran Udara (ISPU) atau kualitas udara di kota ini ketika terjadi kabut asap sudah berada pada
status waspada, sehingga warga masyarakatnya dihimbau untuk mengurangi aktivitas keluar rumah,
untuk mengurangi dampak terhadap kesehatan.
Lalu bagaimana dengan upaya solusi yang dikeluarkan pemerintah kota? Memang diakui
pemerintah kota terus melakukan upaya pembangunan jalan baru seperti jalan lingkar seperti halnya
yang diterapkan di beberapa kota lain. Sebut saja Jogjakarta, yang diakui telah berhasil mengurai
kepadatan arus lalu lintas dengan mengalihkan arus lalu lintas melalui jalan lingkar atau Ring Road.
Sebenarnya Pemerintah kota sudah membangun jalan lingkar mulai jalan M.Yamin hingga jalan
Sungai Raya Dalam melintasi kawasan Parit Demang dan jalan Perdana. Namun kalau di lihat dari
struktur jalan maupun kesiapannya masih belum memadai. Maksud Pemerintah kota Pontianak
membangun jalan lingkar tersebut adalah mengurai arus lalu lintas dari Kota Baru menuju Sungai
Raya, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah penyangga seperti di kawasan Pal V, Pal IX
maupun kawasan Punggur.
Yang terpenting dari berbagai upaya tersebut adalah bagaimana membangun kesadaran
masyarakat. Sadar untuk tidak memaksakan memiliki kendaraan dalam jumlah yang banyak,
kesadaran tertib berlalu lintas, dan tentu saja kesadaran untuk mengendalikan jumlah penduduk.
Pasalnya apapun upaya strategis dilakukan, jika jumlah penduduknya terus bertambah seolah tidak
terkendali, bukan tidak mungkin berbagai upaya tersebut akan sia-sia, dan lagi-lagi kemacetan lalu
lintas dan polusi udara akan menjadi warna keseharian di ibu kota Kalimantan Barat ini. ****.
Ancaman Udara Kotor Kian Menakutkan
Seberapa parahkah, tingkat pencemaran udara di Indonesia, sehingga untuk mengatasinya perlu
pendekatan dari berbagai lini?
Hasil studi Bank Dunia di tahun 1994 memperkirakan kerugian ekonomi akibat polusi udara di
Ibukota Jakarta sudah mencapai Rp. 500 milyar/tahun. Ini baru perkiraan pada 16 tahun silam
sehingga untuk kondisi saat ini jumlah kerugiannya jauh berlipat-lipat.
Tingkat pencemaran udara di kota Jakarta sudah pada level pencemaran berat bila dibanding
dengan beberapa kota di Asia seperti Tokyo, Beijing, Seoul, Taipei, Bangkok, Kuala Lumpur dan
Manila. Sebagian besar sumber pencemaran udara di Jakarta (sekitar 80%) berasal dari sektor
transportasi, dan 20 persen industri serta limbah domestik. Sedangkan emisi karbon akibat
deforestasi dan degradasi hutan sebesar 20 persen.
Indikasi pencemaran udara di Indonesia kian menakutkan juga pernah diutarakan oleh staf ahli
Menteri kehutanan bidang lingkungan, Yetti Rusli dalam satu seminar di Jakarta bulan Juni
silam. Dikatakannya, jika mengacu pada standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia
(WHO) pencemaran udara di Indonesia, khususnya di Jakarta, memang sudah mencemaskan.
Pemantauan oleh KLH di tahun 2004 pada 10 kota besar di Indonesia antara lain Jakarta,
Semarang, Surabaya, Bandung, Medan, Denpasar, Pontianak, Palangkaraya, Pekanbaru, dan
Jambi menunjukkan kualitas udara di kota-kota tersebut umumnya berkisar antara tidak sehat
dan sehat. Hanya di Palangkaraya Kalimantan Tengah, kondisi udara selama dua hari sempat
berada pada level sangat tidak sehat, dan selama lima hari berada pada status berbahaya.
Laporan Environmental Performance Index tahun 2006 yang diterbitkan oleh Universitas Yale
menunjukkan dari 133 negara yang dipantau, kualitas udara di Indonesia berada di posisi 124
dengan dengan skor 25,1. Uganda justru merupakan negara yang memiliki kualitas udara paling
bagus dengan skor 90,0, sedangkan Bangladesh adalah negara yang memiliki kualitas udara
paling buruk dengan skor 6,9.
Faktor Penyebab
Pencemaran udara, atau lazim disebut polusi udara terjadi karena masuknya makhluk hidup,
zat energi, dan atau komponen lain kedalam lingkungan, atau akibat perubahan tatanan
lingkungan yang terjadi secara alami yang menyebabkan lingkungan udara tak dapat berfungsi
optimal. Kualitas udara pun berubah menjadi berbahaya bila ada zat-zat berbahaya masuk dan
tercampur di dalam udara, dan pada gilirannya mengganggu fungsi lingkungan, mengancam
kesehatan dan jiwa manusia, dan atau menyebabkan udara tak dapat dimanfaatkan lagi
sebagaimana mestinya.
Masuknya partikel-partikel debu dari gunung berapi ke dalam udara atau asap dari kebakaran
hutan adalah beberapa contoh sumber pencemar udara yang bersifat alami. Sedangkan,
tercemarnya udara akibat gas buang kendaraan bermotor, asap pabrik dan aktivita domestik
merupakan sumber pencemar udara karena perbuatan manusia. Begitu pula, padatnya
pemukiman, minimnya ruang terbuka hijau, pemakaian energi berlebihan, merupakan faktor
penyebab pencemaran udara.
Di perkotaan, sumber pencemaran udara paling dominan adalah sektor transportasi, industri dan
aktivitas domestik. Ini disebabkan oleh pemakaian bahan bakar fosil yang menghasilkan unsur
pencemar dominan yakni karbon monoksida (60%) dan hidrokarbon (15%).
Pemakaian bahan bakar berupa bensin bertimbal dan solar dengan kandungan belerang yang
tinggi menyebabkan pembakaran di dalam mesin tidak sempurna sehingga elemen pencemar
yang terlepas ke udara terdiri dari 100% timbal, 13%-44% SPM, 71%-89% hidrokarbon, 34%-
73% oksida nitrogen, dan hampir seluruh karbon monoksida ke udara Jakarta. Unsur polutan
yang terlepas ke udara adalah CO, HC, SO2, NO2, dan partikulat.
Sedangkan bahan pencemar udara yang bersumber dari kegiatan industri dan pembangkit listrik
antara lain partikel debu, gas SO2 (Sulfur dioksida) gas NO2 (Nitrogen dioksida) gas CO
(karbonmonoksida) gas He (helium). Perubahan kualitas udara biasanya mencakup parameter-
parameter gas NO2, SO2, CO, C3, NH3, H2S, hidro karbon dan partikel debu.
Dampak Udara Kotor
Degradasi mutu udara, tidak hanya berdampak negatif bagi lingkungan hidup, tapi pada derajat
tertentu dapat mengancam keselamatan jiwa manusia. Dengan kata lain, krisis udara bersih
tidak hanya mengancam keseimbangan ekosistem, tapi juga berpengaruh terhadap tingkat
produktivitas penduduk dan derajat kesejahteraan masyarakat. Bahkan dalam jangka panjang
dapat menghancurkan kehidupan di muka bumi karena pencemaran udara juga mendorong
percepatan pemanasan global.
Beberapa penelitian memaparkan dampak nyata dari udara kotor bagi kesehatan manusia yakni
mewabahnya penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan gangguan saluran pernafasan
lainnya. Di dalam laporan pusat-pusat kesehatan masyarakat jenis penyakit tersebut menempati
peringkat pertama di kawasan perkotaan. samping itu, ada beberapa organ manusia yang dapat
diserang akibat pencemaran udara, yaitu:
a) Mata yang ditandai dengan mata berair dan terasa pedih. Bahkan bila senyawa penyebabnya
terdapat dalam jumlah banyak, penglihatan menjadi kabur.
b) Otak, yang ditandai dengan melemahnya fungsi dan koordinasi motorik otak. Ini terjadi akibat
kadar O2 di dalam otak menurun pada saat CO tertutup.
c) Hidung, tenggorokan, dan paru-paru yang terganggu oleh Ozon (O3) yang ditandai dengan
terjadinya iritasi pada hidung dan tenggorokan terasa terbakar. Selain itu Ozon dapat
memperkecil paru-paru.
d) Jantung akibat CO yang dihirup berikatan dengan sel darah merah. Akibatnya fungsi sel darah
merah terhambat, begitu pula penyaluran O2 ke seluruh tubuh. Sakit pada dada disebabkan oleh
rendahnya kadar O2.
e) Syaraf terganggu akibat akumulasi Pb yang menyerang sel-sel syaraf, sehingga mengurangi
tingkat intelegensia dan menganggu pertumbuhan anak. Pb (timbal) yang terakumulasi dalam
tubuh manusia, juga meracuni atau merusak fungsi mental, perilaku, anemia, serta dapat
menyebabkan kerusakan-kerusakan sel syaraf dan sistem otak. Kandungan timbal dalam bahan
bakar minyak juga dapat meracuni sistem pembentukan sel darah merah.
Pencemaran udara juga berdampak negatif bagi tanaman.
Beberapa studi menyimpulkan, tanaman yang tumbuh di lingkungan yang udaranya sudah
tercemar umumnya kerdil, meski telah diberi pupuk dalam jumlah memadai. Hal ini dapat dilihat
pada pepohonan yang ditanam di sepanjang jalan dengan kepadatan lalulintas yang tinggi.
Selain itu, pencemaran udara juga sangat berpotensi mengotori bangunan-bangunan, bahkan
dapat menyebabkan tembok-tembok mudah keropos.
Pencegahan dan Pengendalian
Pemerintah kini telah berupaya mengatasi pencemaran atau setidaknya menekan tingkat
pencemaran melalui sejumlah program, seperti Program Langit Biru, Uji Emisi, Hari Bebas
Kendaraan Bermotor (Car Free Day), kampanye pemakaian bahan bakar ramah lingkungan,
penanaman pohon, dan sebagainya. Tapi semua itu, tentu tidak cukup atau hasilnya tak akan
maksimal jika tidak ditopang oleh partisipasi masyarakat.
Bahkan, keberhasilan upaya pencegahan dan pengendalian pencemaran udara sesungguhnya
lebih dominan ditentukan oleh kesadaran dan dukung aktif masyarakat. Sebagaimana hasil
penelitian menunjukkan bahwa kontribusi kendaraan bermotor terhadap pencemaran udara
cukup besar, maka tentu dukungan para pemilik dan pengemudi kendaraan bermotor sangat
diharapkan. Dengan langkah sederhana namun bermakna penting bagi pencegahan
pencemaran udara, pemilik/ pengemudi kendaraan bermotor dapat berpartisipasi dalam
mengatasi masalah ini. Antara lain dengan, selalu merawat mesin kendaraan bermotor agar
tetap berfungsi baik, melakukan pengujian emisi dan KIR kendaraan secara berkala, memasang
filter pada knalpot, sedapat mungkin memakai bahan bakar ramah lingkungan.
Sementara bagi pelaku industri dapat melakukan beberapa langkah seperti memasang scruber
pada cerobong asap, merawat mesin industri agar tetap baik dan lakukan pengujian secara
berkala, menggunakan bahan bakar minyak atau batu bara dengan kadar Sulfur, CO rendah,
memodifikasi pada proses pembakaran. (LS2LP)
[FHI/berbagai sumber]
Kebakaran lahan kembali terjadi di Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak. Kali ini terjadi lagi , Kamis
(6/2/2014) di Jalan Perdana Gang Reformasi Kecamatan Pontianak Tenggara Kota Pontianak.
Menurut keterangan salah satu warga setempat, kebakaran lahan sebenarnya sudah di ketahui sekitar dua hari
yang lalu, dan warga serta instansi terkait termasuk Camat sudah melakukan beberapa upaya
pemadaman, saat itu jarak kebakarannya masih jauh dari pemukiman warga setempat. Namun pada siang hari
ini (6/2/2014) kebakaran sudah mendekati rumah warga, termasuk rumah saya yang jaraknya tak jauh lagi dari
lahan yang terbakar, ujarnya cemas.
Ia mengatakan api diduga dari lahan di Jalan Sepakat Pontianak Tenggara. Namun secara pasti, belum bisa
menyebutkan penyebab kebakaran tersebut. Di perkirankan kebakaran lahan ini mencapai sepuluh hektar.
Belum diketahui secara pasti, apakah kebakaran ini adalah untuk membuka ladang atau untuk membuka lahan
perumahan.
Dikhawatirkan api akan menjalar dan membakar rumah warga, karena khawatir, warga setempat pun bersama
Camat pontianak Tenggara, berinisiatif menghubungi BPBD Kota Pontianak serta beberapa pemadam
kebakaran. Dan tidak lama kemudian sejumlah mobil pemadam kebakaran pun langsung ke TKP dengan
beberapa petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api.
Dalam proses pemadaman kebakaran lahan gambut ini petugas kesulitan untuk mendapatkan sumber air karena
parit yang ada di Jalan Perdana dan Parit Haji Husin, selain jauh dari lokasi kebakaran airnya juga kering,
sehingga pihak pemadam kebakaran silih berganti berdatangan sambil membawa air dengan menggunakan
mobil tangki pemadam kebakaran. Namun setelah dilakukan sedikit penggalian oleh petugas dari Badan
penanggulangan Bencana Daerah Kota Pontianak, barulah ada air yang bisa digunakan mobil pemadam untuk
memadamkan beberapa titik api.
Untuk itu Camat Pontianak Tenggara, Kiswanta menghimbau kepada warga disekitar lahan lahan gambut atau
lahan tidur yang tak difungsikan namun ditumbuhi semak atau ilalang ilalang yang telah mengering, untuk berhati
hati sekaligus waspada, jangan membakar sampah dipekarangan atau membuang puntung rokok sembarangan
atau sesuatu yang dapat memancing kebakaran yang lebih luas. Selain itu mendapati kondisi udara yang
dipenuhi partikel dan asap, sebaiknya masyarakat mengurangi aktifitas diluar rumah, Indeks Standar
Pencemaran Udara (ISPU) di kota ini, mulai dari kategori tidak sehat hingga berbahaya bagi kesehatan
manusia. ujarnya (Fd
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah
Pencemaran udara atau polusi udara kian hari semakin meningkat, ini sangat
memprihatinkan mengingat pencemaran adalah hal yang sangat membahayakan
bagi kelangsungan makhluk hidup dan lingkungannya. Di kota-kota besar, kontribusi
gas buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara mencapai 60-70%.
Sedangkan kontribusi gas buang dari cerobong asap industri hanya berkisar 10-
15%, sisanya berasal dari sumber pembakaran lain,misalnya dari rumah tangga,
pembakaran sampah, kebakaran hutan, dll. Sebenarnya banyak polutan udara yang
perlu diwaspadai, tetapi organisasi kesehatan dunia (WHO) menetapkan beberapa
jenis polutan yang dianggap serius.
Polutan udara yang berbahaya bagi kesehatan manusia, hewan,serta mudah
merusak harta benda adalah partikulat yang mengandung partikel aspa dan jelaga,
hidrokarbon, sulfur dioksida, dan nitrogen oksida. Semuanya diemisikan oleh
kendaraan bermotor. WHO memperkirakan bahwa 70% penduduk kota di dunia
pernah menghirup udara kotor akibat emisi kendaraan bermotor, sedagkan 10%
sisanya menghirup udara yang bersifat marginal. Akibatnya fatal bagi bayi dan anak-
anak. Orang dewasa yang beresiko tinggi, misalnya wanita hamil, usia lanjut, serta
orang yang telah memiliki riwayat penyakit paru dan saluran pernapasan menahun.
Celakanya, para penderita maupun keluarganya tidak menyadari bahwa berbagai
akibat negatif tersebut berasal dari polusi udara akibat emisi kendaraan bermotor
yang semakin memprihatinkan.
Beberapa hasil penelitian tentang polusi udara dengan segala resikonya
telah dipublikasikan, termasuk resiko kanker darah. Namun, jarang disadari entah
berapa ribu warga kota yang meninggal setiap tahunnya karena infeksi saluran
pernapasan, asma, maupun kanker paru-paru akibat polusi udara kota. Meskipun
sesekali telah turun hujan langit di kota-kota besar di Indonesia tidak biru lagi. Udara
kota telah dipenuhi oleh jelaga dan gas-gas yang berbahaya bagi kesehatan
manusia. Diperkirakan dalam sepuluh tahun mendatang terjadi peningkatan jumlah
penderita penyakit paru-paru dan saluran pernapasan. Bukan hanya infeksi saluran
pernapasan akut yang kini menempati urutan pertama dalam pola penyakit
diberbagai wilayah di Indonesia, tetapi juga meningkatnya jumlah penderita penyakit
asma dan kanker paru-paru.

Rumusan Masalah
Apakah yang dimaksud dengan pencemaran udara?
Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing
di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari
keadaan normalnya. Kehadiran bahan atau zat asing di dalam udara dalam
jumlah tertentu serta berada di udara dalam waktu yang cukup lama, akan dapat
mengganggu kehidupan manusia. Bila keadaan seperti itu terjadi maka udara
dikatakan telah tercemar. Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 41 tahun 1999
mengenai Pengendalian Pencemaran udara, yang dimaksud dengan pencemaran
udara adalah masuknya atau dimaksuknya zat, energi dan/atau komponen lain ke
dalam udara ambient oleh kegiatan manusia sehingga mutu udara ambient turun
sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambient tidak memenuhi
fungsinya.
Apa saja faktor pencemaran udara?
1. Kecepatan kendaraan
Arus lalu lintas kendaraan bermotor dengan kecepatan rata-rata rendah
akan menyebabkan peningkatan konsentrasi terutama partikel karbon dioksida
(CO) dan hidrokarbon (HC) yang lebih berbahaya mengganggu kesehatan
daripada dengan kecepatan tinggi, dimana juga akan memproduksi lebih banyak
emisi gas buang yang mengandung Nitrogen Oksid (NOx).
2. Usia kendaraan yang lama
Mesin kurang berfungsi/sempurna akibat pemeliharaan dan suku cadang
kendaraan yang terbatas/tidak diproduksi lagi.
3. Kondisi lalu lintas
Volume lalu lintas yang cenderung tinggi memberikan andil terbesar
pencemaran udara.
4. Kondisi atmosfir
Perubahan iklim atmosfir seperti menimbulkan panas global, efek rumah
kaca, dan lain-lain.

Tujuan Penelitian
Pada dasarnya geografi mempelajari tentang alam dan sekitarnya untuk itu
kita tidak hanya harus menguasai teori-teori saja, namun juga harus mahir dalam
menganalisis persoalan lingkungan. Sehingga dalam kegiatan pembelajaran di
butuh kan penelitian.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana pencemaran udara
yang terjadi di bumi dan bagaimana cara kita mengurangi bahkan menanggulangi
pencemaran tersebut.
Penelitian ini juga bertujuan untuk menyelesaikan tugas bab 4 mengenai
lingkungan hidup yang materinya mencakup pencemaran air, tanah, dan udara.
Sebagaiman tugas kita sebagai seorang pelajar dapat melakukan perubahan bagi
lingkungan dan sekitar.
Diharapkan dengan penelitian ini kita bisa mempelajari bagaimana cara
menanggulangi pencemaran yang terjadi di bumi kita.

Tempat Penelitian
Kota Depok adalah kota kecil di selatan Jakarta yang sudah mulai
mengalami polusi udara yang cukup memprihatinkan. Walaupun Depok bukan
merupakan kota metropolis, tetapi karena letak nya yang menghubungkan dengan
ibukota Jakarta itulah yang menyebabkan Kota Depok menjadi jalur stategis dan
dilalui banyak kendaraan bermotor. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap
kualitas udara di kota tersebut. Kini udara di Kota Depok mulai tercemar dan itu
sudah cukup parah.
Polusi udara lebih banyak di rasakan oleh orang orang yang sering berada di
sekitar jalan raya seperti pedagang kaki lima,pejalan kaki dan sebagainya. jika kita
ingin merasakan polusi udara, kita dapat pergi ke terminal bis ataupun di sepanjang
jalan raya. karena di tempat itulah terdapat banyak sekali kendaraan bermotor yang
mengeluarkan gas karbodioksida, dapat di bayangkan bagaimana keadaan udara di
daerah itu yang telah terkontaminasi dengan gas karbondioksida berlebih, maka
udara di sekitar daerah itu akan terasa lebih panas dari pada udara di tempat
lainnya.bukan hanya mengganggu aktifitas sehari hari tetapi dapat pula
menyebabkan penyakit gangguan pernapasan bagi orang yang tidak terbiasa
menghirup udara itu.
Tingkat pencemaran udara di Kota Depok memang belum separah Kota
Jakarta tetapi kita harus mewaspadai dan berusaha untuk mengurangi tingkat
pencemaran tersebut. Kondisi itu akibat banyaknya jumlah kendaraan bermotor
yang lalu lalang di beberapa ruas jalan utama di Depok, termasuk kendaraan
angkutan umum yang jumlahnya semakin hari semakin banyak saja. Jalan
Margonda yang merupakan jalan utama di Kota Depok mengalami tingkat
pencemaran udara yang paling tinggi dibandingkan dengan daerah
lainnya.Tingginya tingkat pencemaran udara karena arus lalu-lintas yang amat padat
di daerah itu dibandingkan daerah lainnya,salah satu alasan kepadatan arus lalu-
lintas tersebut karena akses Margonda yang merupakan pusat bisnis dan jalur yang
menghubungkan langsung dengan ibukota Jakarta, sehingga banyak kendaraan
yang melintas di jalan yang selalu macet hampir setiap hari tersebut.


BAB II
DASAR TEORI

Definis udara menurut ahli :
ANAXIMENES
Menurutnya, udara merupakan zat yang terdapat di dalam semua hal, baik air, api,
manusia, maupun segala sesuatu. Karena itu, Anaximenes berpendapat bahwa
udara adalah prinsip dasar segala sesuatu. Udara adalah zat yang menyebabkan
seluruh benda muncul, telah muncul, atau akan muncul sebagai bentuk lain.
Pengertian umum udara
Udara merujuk kepada campuran gas yang terdapat pada permukaan bumi. Udara
bumi yang kering mengandungi 78% nitrogen, 21% oksigen, dan 1% uap air, karbon
dioksida , dan gas-gas lain.

Definisi
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau
biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia,
hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak
properti. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun
kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas,
radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara
mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal,
regional, maupun global.
Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar
sekunder.
Pencemaran Primer
Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari
sumber pencemaran udara. [Karbon monoksida]adalah sebuah contoh dari
pencemar udara primer karena ia merupakan hasil daari pembakaran.
Pencemaran Sekunder
Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari
reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam
[smog fotokimia] adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.

Sumber Pencemaran Udara
Telah disadari bersama, kualitas udara saat ini telah menjadi persoalan
global, karena udara telah tercemar akibat aktivitas manusia dan proses alam.
Masuknya zat pencemar ke dalam udara dapat secara alamiah, misalnya asap
kebakaran hutan, akibat gunung berapi, debu meteorit dan pancaran garam dari laut
; juga sebagian besar disebabkan oleh kegiatan manusia, misalnya akibat aktivitas
transportasi, industri, pembuangan sampah, baik akibat proses dekomposisi ataupun
pembakaran serta kegiatan rumah tangga.
Terdapat 2 jenis pencemar yaitu sebagai berikut :
a) Zat pencemar primer, yaitu zat kimia yang langsung mengkontaminasi udara dalam
konsentrasi yang membahayakan. Zat tersebut bersal dari komponen udara alamiah
seperti karbon dioksida, yang meningkat diatas konsentrasi normal, atau sesuatu
yang tidak biasanya, ditemukan dalam udara, misalnya timbal.
b) Zat pencemar sekunder, yaitu zat kimia berbahaya yang terbentuk di atmosfer
melalui reaksi kimia antar komponen-komponen udara.

Sumber bahan pencemar primer dapat dibagi lagi menjadi dua golongan besar :
1) Sumber alamiah
Beberapa kegiatan alam yang bisa menyebabkan pencemaran udara adalah
kegiatan gunung berapi, kebakaran hutan, kegiatan mikroorganisme, dan lain-lain.
Bahan pencemar yang dihasilkan umumnya adalah asap, gas-gas, dan debu.
2) Sumber buatan manusia
Kegiatan manusia yang menghasilkan bahan-bahan pencemar bermacam-
macam antara lain adalah kegiatan-kegiatan berikut :
a) Pembakaran, seperti pembakaran sampah, pembakaran pada kegiatan rumah
tangga, industri, kendaraan bermotor, dan lain-lain. Bahan-bahan pencemar yang
dihasilkan antara lain asap, debu, grit (pasir halus), dan gas (CO dan NO).
b) Proses peleburan, seperti proses peleburan baja, pembuatan soda,semen,
keramik, aspal. Sedangkan bahan pencemar yang dihasilkannya antara lain adalah
debu, uap dan gas-gas.
c) Pertambangan dan penggalian, seperti tambang mineral and logam. Bahan
pencemar yang dihasilkan terutama adalah debu.
d) Proses pengolahan dan pemanasan seperti pada proses pengolahan makanan,
daging, ikan, dan penyamakan. Bahan pencemar yang dihasilkan terutama asap,
debu, dan bau.
e) Pembuangan limbah, baik limbah industri maupun limbah rumah tangga.
Pencemarannya terutama adalah dari instalasi pengolahan air buangannya.
Sedangkan bahan pencemarnya yang teruatam adalah gas H2S yang menimbulkan
bau busuk.
f) Proses kimia, seperti pada proses fertilisasi, proses pemurnian minyak bumi,
proses pengolahan mineral. Pembuatan keris, dan lain-lain. Bahan-bahan pencemar
yang dihasilkan antara lain adalah debu, uap dan gas-gas
g) Proses pembangunan seperti pembangunan gedung-gedung, jalan dan kegiatan
yang semacamnya. Bahan pencemarnya yang terutama adalah asap dan debu.
h) Proses percobaan atom atau nuklir. Bahan pencemarnya yang terutama adalah
gas-gas dan debu radioaktif.

Efek Negatif Pencemaran Udara Bagi Kesehatan Tubuh
Tabel 1 menjelaskan tentang pengaruh pencemaran udara terhadap makhluk
hidup. Rentang nilai menunjukkan batasan kategori daerah sesuai tingkat kesehatan
untuk dihuni oleh manusia. Karbon monoksida, nitrogen, ozon, sulfur dioksida dan
partikulat matter adalah beberapa parameter polusi udara yang dominan dihasilkan
oleh sumber pencemar. Dari pantauan lain diketahui bahwa dari beberapa kota
yang diketahui masuk dalam kategori tidak sehat berdasarkan ISPU (Indeks Standar
Pencemar Udara) adalah Jakarta (26 titik), Semarang (1 titik), Surabaya (3 titik),
Bandung (1 titik), Medan (6 titik), Pontianak (16 titik), Palangkaraya (4 titik), dan
Pekan Baru (14 titik). Satu lokasi di Jakarta yang diketahui merupakan daerah
kategori sangat tidak sehat berdasarkan pantauan lapangan [1].
Tabel 1. Pengaruh Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)
Kategori
Rentan
g
Karbon
monoksida
(CO)
Nitrogen
(NO2)
Ozon (O3)
Sulfur
dioksida
(SO2)
Partikulat
Baik 0-50
Tidak ada
efek
Sedikit
berbau
Luka pada
Beberapa
spesies
tumbuhan
akibat
kombinasi
dengan SO2
(Selama 4
Jam)
Luka pada
Beberapa
spesies
tumbuhan
akibat
kombinasi
dengan O3
(Selama 4
Jam)
Tidak ada
efek
Sedang
51
100
Perubahan
kimia darah
tapi tidak
terdeteksi
Berbau
Luka pada
Beberapa
spesies
tumbuhan
Luka pada
Beberapa
spesies
tumbuhan
Terjadi
penurunan
pada jarak
pandang
Tidak
Sehat
101
199
Peningkatan
pada
kardiovaskul
ar pada
perokok
yang sakit
jantung
Bau dan
kehilangan
warna.
Peningkatan
reaktivitas
pembuluh
tenggorokan
pada
penderita
asma
Penurunan
kemampuan
pada atlit
yang berlatih
keras
Bau,
Meningkatn
ya
kerusakan
tanaman
Jarak
pandang
turun dan
terjadi
pengotoran
debu di
mana-mana
Sangat
Tidak
Sehat
200-
299
Meningkatny
a
kardiovaskul
ar pada
orang bukan
perokok
yang
berpenyakit
Jantung, dan
akan tampak
beberapa
kelemahan
yang terlihat
secara nyata
Meningkatn
ya
sensitivitas
pasien yang
berpenyakit
asma dan
bronchitis
Olah raga
ringan
mengakibatk
an pengaruh
parnafasan
pada pasien
yang
berpenyaklt
paru-paru
kronis
Meningkatn
ya
sensitivitas
pada pasien
berpenyakit
asma dan
bronchitis
Meningkatn
ya
sensitivitas
pada pasien
berpenyakit
asma dan
bronchitis
Berbahay
a
300
lebih
Tingkat yang berbahaya bagi semua populasi yang terpapar
Sumber: Bapedal [1]
Tabel 2. Sumber dan Standar Kesehatan Emisi Gas Buang
Pencemar Sumber Keterangan
Karbon
monoksida
(CO)
Buangan kendaraan
bermotor; beberapa
proses industri
Standar kesehatan: 10
mg/m3 (9 ppm)
Sulfur dioksida
(S02)
Panas dan fasilitas
pembangkit listrik
Standar kesehatan: 80
ug/m3 (0.03 ppm)
Partikulat
Matter
Buangan kendaraan
bermotor; beberapa
proses industri
Standar kesehatan: 50
ug/m3 selama 1 tahun; 150
ug/m3
Nitrogen
dioksida (N02)
Buangan kendaraan
bermotor; panas dan
fasilitas
Standar kesehatan: 100
pg/m3 (0.05 ppm) selama
1 jam
Ozon (03) Terbentuk di atmosfir
Standar kesehatan: 235
ug/m3 (0.12 ppm) selama
1 jam
Sumber: Bapedal [2]

Tabel 2 memperlihatkan sumber emisi dan standar kesehatan yang
ditetapkan oleh pemerintah melalui keputusan Bapedal. BPLHD Propinsi DKI
Jakarta pun mencatat bahwa adanya penurunan yang signifikan jumlah hari dalam
kategori baik untuk dihirup dari tahun ke tahun sangat mengkhawatirkan. Dimana
pada tahun 2000 kategori udara yang baik sekitar 32% (117 hari dalam satu tahun)
dan di tahun 2003 turun menjadi hanya 6.85% (25 hari dalam satu tahun) [3]. Hal ini
menandakan Indonesia sudah seharusnya memperketat peraturan tentang
pengurangan emisi baik sektor industri maupun sektor transportasi darat/laut. Selain
itu tentunya penemuan-penemuan teknologi baru pengurangan emisi dilanjutkan
dengan pengaplikasiannya di masyarakat menjadi suatu prioritas utama bagi
pengendalian polusi udara di Indonesia.


Zat-zat yang menyebabkan pencemaran udara

Karbon Monoksida
Karbon monoksida, rumus kimia CO, adalah gas yang tak berwarna, tak
berbau, dan tak berasa. Ia terdiri dari satu atomkarbon yang secara kovalen
berikatan dengan satu atom oksigen. Dalam ikatan ini, terdapat dua ikatan kovalen
dan satuikatan kovalen koordinasi antara atom karbon dan oksigen. Karbon
monoksida dihasilkan dari pembakaran tak sempurna dari senyawa karbon, sering
terjadi pada mesin pembakaran dalam. Karbon monoksida terbentuk apabila
terdapat kekurangan oksigen dalam proses pembakaran. Karbon dioksida mudah
terbakar dan menghasilkan lidah api berwarna biru, menghasilkan karbon dioksida.
Walaupun ia bersifat racun, CO memainkan peran yang penting dalam teknologi
modern, yakni merupakan prekursor banyak senyawa karbon.
Karbon monoksida, walaupun dianggap sebagai polutan, telah lama ada di atmosfer
sebagai hasil produk dari aktivitas gunung berapi. Ia larut dalam lahar gunung berapi
pada tekanan yang tinggi di dalam mantel bumi. Kandungan karbon monoksida
dalam gas gunung berapi bervariasi dari kurang dari 0,01% sampai sebanyak 2%
bergantung pada gunung berapi tersebut. Oleh karena sumber alami karbon
monoksida bervariasi dari tahun ke tahun, sangatlah sulit untuk secara akurat
menghitung emisi alami gas tersebut.
Karbon monoksida memiliki efek radiative forcing secara tidak langsung dengan
menaikkan konsentrasi metana dan ozontroposfer melalui reaksi kimia dengan
konstituen atmosfer lainnya (misalnya radikal hidroksil OH-) yang sebenarnya akan
melenyapkan metana dan ozon. Dengan proses alami di atmosfer, karbon
monoksida pada akhirnya akan teroksidasi menjadi karbon dioksida. Konsentrasi
karbon monoksida memiliki jangka waktu pendek di atmosfer. CO antropogenik dari
emisi automobil dan industri memberikan kontribusi pada efek rumah
kaca dan pemanasan global. Di daerah perkotaan, karbon monoksida, bersama
dengan aldehida, bereaksi secara fotokimia, meghasilkan radikal peroksi. Radikal
peroksi bereaksi dengan nitrogen oksida dan meningkatkan rasio NO2 terhadap NO,
sehingga mengurangi jumlah NO yang tersedia untuk bereaksi dengan ozon. Karbon
monoksida juga merupakan konstituen dari asap rokok.

Oksida Nitrogen
Nitrogen oksida sering disebut dengan NOx, karena oksida nitrogen
mempunyai 2 macam bentuk yang sifatnya berbeda, yaitu gas NO2 dan gas NO.
Sifat gas NO2 adalah berwarna dan berbau, sedangkan gas NO tidak berwarna dan
tidak berbau. Warna gas NO2 adalah merah kecoklatan dan berbau tajam
menyengat hidung.
Dari seluruh jumlah NOx yang dibebaskan ke atmosfer, jumlah yang terbanyak
adalah dalam bentuk NO yang diproduksi oleh aktivitas bakteri. Akan tetapi poluasi
NO dari sumber alami ini tidak merupakan masalah karena tersebar secara merata
sehingga jumlahnya menjadi kecil. Yang menjadi masalah adalah polusi NO yang
diproduksi oleh kegiatan manusia karena jumlahnya akan meningkat hanya pada
tempat-tempat tertentu.
Konsentrasi NOx di udara di daeraah perkotaan biasanya 10-100 kali lebih
tinggi daripada di udara daerah pedesaan. Konsentrasi NOx di udara daerah
perkotaan dapat mencapai 0,5 ppm (500 ppb). Seperti halnya CO, emisi nitrogen
oksida dipengaruhi oleh kepadatan penduduk karena sumber utama NOx yang
diproduksi manusia adalah dari pembakaran, dan kebanyakan pembakaran
disebabkan oleh kendaraan, produksi energi dan pembuangan sampah. Sebagian
besar emisi NOx yang dibuat manusia berasal dari pembakaran arang, minyak, gas
alam dan bensin.
Udara terdiri dari sekitar 80% volume nitrogen dan 20% volume oksigen.
Pada suhu kamar kedua gas ini hanya sedikit mempunyai kecenderungan untuk
bereaksi satu sama lain. Pada suhu yang lebih tinggi (di atas 1210oC) keduanya
dapat bereaksi membentuk nitric oksida dalam jumlah tinggi sehingga
mengakibatkan polusi udara. Dalam proses pembakaran, suhu yang digunakan
biasanya mencapai 1210-1765oC dengan adanya udara, oleh karena itu reaksi ini
merupakan sumber NO yang penting. Jadi reaksi pembentukan NO merupakan hasil
samping dalam proses pembakaran.
Pembentukan NO dirangsang hanya pada suhu tinggi, oleh karena itu NO di
dalam campuran ekuilibrium pada suhu tinggi akan terdisosiasi kembali menjadi
N2 dan O2 jika suhu campuran tersebut diturunkan perlahan-lahan untuk
memberikan waktu yang cukup bagi NO untuk terdisosiasi. Akan tetapi jika
campuran ekuilibrium tersebut didinginkan secara mendadak, akan banyak NO yang
masih terdapat pada campuran suhu rendah tersebut. Pendinginan cepat tersebut
sering terjadi pada proses pembakaran.

Oksida Sulfur
Gas belerang oksida atau sering ditulis dengan SOx, terdiri dari gas SO2 dan
gas SO3 yang keduanya mempunyai sifat berbeda. Gas SO2 berbau sangat tajam
dan tidak mudah terbakar, sedangkan gas SO3 bersifat sangat reaktif. Gas
SO3mudah bereaksi dengan uap air yang ada di udara untuk membentuk asam
sulfas atau H2SO4. Asam sulfat ini sangat reaktif, mudah bereaksi (memakan)
benda-benda lain yang mengakibatkan kerusakan, seperti proses pengkaratan
(korosi) dan proses kimiawi lainnya. Konsentrasi gas SO2 di udara akan mulai
terdeteksi oleh indera manusia (tercium baunya) manakala konsentrasinya berkisar
antara 0,3 1 ppm.
Hanya sepertiga dari jumlah sulfur yang terdapat di atmosfer merupakan
hasil dari aktivitas manusia, dan kebanyakan dalam bentuk SO2 . Sebanyak dua
pertiga dari jumlah sulfur di atmosfer berasal dari sumber-sumber alam seperti
volcano, dan terdapat dalam bentuk H2S dan oksida. Masalah yang ditimbulkan oleh
polutan yang dibuat manusia adalah dalam hal distribusinya yang tidak merata
sehingga terkonsentrasi pada daerah tertentu, bukan dari jumlah keseluruhannya,
sedangkan polusi dari sumber alam biasanya lebih tersebar merata. Transportasi
bukan merupakan sumber utama polutan SOx tetapi pembakaran bahan bakar pada
sumbernya merupakan sumber utama polutan SOx, misalnya pembakaran batu
arang, minyak bakar, gas, kayu dan sebagainya.
Pembakaran bahan-bahan yang mengandung sulfur akan menghasilkan
kedua bentuk sulfur oksida, tetapi jumlah relatif masing-masing tidak dipengaruhi
oleh jumlah oksigen yang tersedia. Meskipun udara tersedia dalam jumlah cukup,
SO2selalu terbentuk dalam jumlah terbesar. Jumlah SO2 yang terbentuk
dipengaruhi oleh kondisi reaksi, terutama suhu dan bervariasi dari 1 sampai 10%
dari total SOx.

CFC
CFC merupakan kepanjangan dari (Chloro Fluoro Carbon) atau yang disebut
sebagai Freon, CFC ini menyerang Ozon, akibatnya kandungan Ozon di angkasa
menipis dan mengakibatkan lubang di kutub utara dan selatan, sehingga UV
(ultraviolet) mampu menerobos masuk ke atmosfer dan menyebabkan terjadinya
radiasi. Radiasi dari UV ini akan mengakibatkan kanker kulit jika terkena langsung
kulit manusia dalam waktu yang cukup lama, apalagi bagi manusia yang mempunyai
hobi berjemur. Jika lapisan ozon semakin menipis dan berlobang, maka bumi ini
seakan telanjang dan tidak ada lagi pelindung dari radiasi UV. CFC ini dua ribu kali
lebih efektif memperangkap radiasi gelombang panjang daripada karbon. Menurut
CFC ini dapat bertahan di atmosfer selama beberapa dekade, sedangkan satu
molekul karbon dioksida dapat bertahan sampai 100 tahun, satu molekul nitrous
oksida selama 170 tahun, dan satu molekul metana selama 10 tahun.

Hidrokarbon
Hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur karbon (C)
dan hidrogen (H). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom
hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut. Istilah tersebut digunakan juga
sebagai pengertian dari hidrokarbon alifatik. Sebagai contoh, metana (gas rawa)
adalah hidrokarbon dengan satu atom karbon dan empat atom hidrogen:
CH4. Etana adalah hidrokarbon (lebih terperinci, sebuah alkana) yang terdiri dari
dua atom karbon bersatu dengan sebuah ikatan tunggal, masing-masing mengikat
tiga atom karbon: C2H6. Propana memiliki tiga atom C (C3H8) dan seterusnya
(CnH2n+2).

VOC
VOC adalah volatile organic compounds atau senyawa organik yang mudah
menguap. Sesuai dengan namanya, senyawa ini mudah menguap di udara bebas.
Dengan sifatnya ini, maka orang-orang yang dalam kesehariannya berkutat dengan
zat kimia ini memiliki risiko keterpajanan yang sangat tinggi. Apalagi zat pelarut yang
digunakan sebagai pelarut dalam banyak industri manufaktur sebagian besar
menggunakan VOC, misalnya benzena dan toluena, yang oleh Environmental
Protection Agency (EPA) dalam golongan 2B (possible human carcinogenic).

Ozon (O3)
Ozon merupakan salah satu zat pengoksidasi yang sangat kuat setelah fluor,
oksigen dan oksigen fluorida (OF2). Meskipun di alam terdapat dalam jumlah kecil
tetapi lapisan ozon sangat berguna untuk melindungi bumi dari radiasi ultraviolet
(UV-B). Ozon terbentuk di udara pada ketinggian 30km dimana radiasi UV matahari
dengan panjang gelombang 242 nm secara perlahan memecah molekul oksigen
(O2) menjadi atom oksigen, tergantung dari jumlah molekul O2 atom-atom oksigen
secara cepat membentuk ozon. Ozon menyerap radiasi sinar matahari dengan kuat
di daerah panjang gelombang 240-320 nm.

Khlorin (Cl2)
Gas Khlorin ( Cl2) adalah gas berwarna hijau dengan bau sangat
menyengat. Berat jenis gas khlorin 2,47 kali berat udara dan 20 kali berat gas
hidrogen khlorida yang toksik. Gas khlorin sangat terkenal sebagai gas beracun
yang digunakan pada perang dunia ke-1.Selain bau yang menyengat gas khlorin
dapat menyebabkan iritasi pada mata saluran pernafasan. Apabila gas khlorin
masuk dalam jaringan paru-paru dan bereaksi dengan ion hidrogen akan dapat
membentuk asam khlorida yang bersifat sangat korosif dan menyebabkan iritasi dan
peradangan. Gas khlorin juga dapat mengalami proses oksidasi dan membebaskan
oksigen seperti pada proses yang terjadi di bawah ini.

Partikulat Debu (TSP)
Pada umumnya ukuran partikulat debu sekitar 5 mikron merupakan partikulat
udara yang dapat langsung masuk ke dalam paru-paru dan mengendap di alveoli.
Keadaan ini bukan berarti bahwa ukuran partikulat yang lebih besar dari 5 mikron
tidak berbahaya, karena partikulat yang lebih besar dapat mengganggu saluran
pernafasan bagian atas dan menyebabkan iritasi.

Timah Hitam (Pb)
Gangguan kesehatan adalah akibat bereaksinya Pb dengan gugusan
sulfhidril dari protein yang menyebabkan pengendapan protein dan menghambat
pembuatan haemoglobin, Gejala keracunan akut didapati bila tertelan dalam jumlah
besar yang dapat menimbulkan sakit perut muntah atau diare akut. Gejala
keracunan kronis bisa menyebabkan hilang nafsu makan, konstipasi lelah sakit
kepala, anemia, kelumpuhan anggota badan, kejang dan gangguan penglihatan.

Parameter Kualitas Udara
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan
pemantauan terhadap beberapa parameter kualitas udara yang berdampak negatif
terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat. Pendirian jaringan pemantauan
kualitas udara di Indonesia berkaitan erat dengan program-program Badan
Meteorologi Se Dunia (WMO) antara lain Program Global Ozone Observing System
(GO3OS) di tahun 1950-an, Program Background Air Pollution Monitoring Network
(BAPMoN) di tahun 1960-an, Program Global Atmosphere Watch (GAW) tahun 1989
dan Program GAW Urban Research Meteorological and Environment (GURME)
tahun 1999. Sampai saat ini stasiun pemantau terdiri atas 26 stasiun pemantau
kimia air hujan(KAH) serta 37 stasiun pemantau konsentrasi debu (SPM).
Sampai saat ini BMKG memiliki 43 jaringan stasiun pemantau kualitas udara.
Dari 43 Stasiun/ Unit Kerja Pemantau Kualitas Udara, melakukan pengamatan
parameter kualitas udara sebagai berikut: Sebanyak 41 Stasiun melakukan
pengamatan SPM (Suspended Particle Matter), dan 29 stasiun diantaranya selain
SPM juga melakukan pengamatan komposisi kimia atmosfer/tingkat keasaman/kimia
air hujan.
Lima (5) stasiun berada di wilayah DKI Jakarta, dan khususnya di kantor
Pusat BMKG Jakarta selain melakukan pengukuran SPM dan komposisi kimia air
hujan, juga melakukan pengukuran SO2, NO2, aerosol dan ozon permukaan.
Sedangkan di Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW Station) yang berlokasi di
Bukit Kototabang- Sumatera Barat yang terletak pada posisi 00o 12 17 LS dan
100o 19 15 BT pada ketinggian 864.5 meter di atas permukaan laut, dilakukan
pemantauan parameter kualitas udara yang lebih komprehensif, meliputi : Aerosol
PM10,PM2,5,NO2,SO2,CO,O3,Gas Rumah Kaca (CH4, CO2,N20,SF6) dan radiasi
UV-B
Fungsi stasiun GAW adalah untuk mengkoordinasikan pengamatan dan penelitian
perubahan komposisi atmosfer dengan tujuan : Memahami peranan kimia
atmosfer kaitannya dengan perubahan iklim regional-global. Mengevaluasi
pengaruh kimia atmosfer terhadap lingkungan. Potensi yang dimiliki oleh
Laboratorium Kualitas Udara Badan Meteorologi dan Geofisika dalam mendukung
pemantauan kualitas udara, ditampilkan pada tabel di bawah ini.

METODA SAMPLING DAN PERALATAN LABORATORIUM YANG DIGUNAKAN




BAB III
CARA KERJA PENELITIAN

Alat dan bahan penelitian
Alat dan bahan yang saya gunakan sangat sederhana. Saya hanya
melakukan penelitian di kawasan jalan raya Margonda dan terminal Depok karena di
kawasan itulah pusat dimana banyak kendaraan bermotor.
Selain itu saya sebagai warga depok sendiri bisa merasakan bagaimana
udara di kawasan kota depok walaupun udara di kota depok belum seperti udara di
kota jakarta tetapi itu sangat menghawatirkan karena berpengaruh terhadap
kesehatan warganya.
Saya juga melakukan penelitian dengan browsing melalui internet, di internet kita
bisa mengetahui segala hal yang kita cari, saya juga membaca beberapa surat
kabar kota depok mengenai pencemaran udara di kota depok yang semakin hari
semakin parah.

Langkah kerja praktikum
Melalui surat kabar yang saya baca dan berdasarkan penelitian saya.
Tingkat polisi udara di Kota Depok diperkirakan sangat signifikan, berdasrkan hasil
kajian yang dilakukan pihak BLH ditiga ruas jalan utama yakni, Jalan Margonda,
Jalan Raya Cinere, dan Jalan Raya Bogor. Tingkat polusinya sudah diatas rata-rata
angka 50 persen.
Tingginya tingkat pencemaran udara disebabkan dua faktor, pertama, meningkatnya
jumlah penduduk yang berkolerasi dengan bertambahnya volume kendaraan.Kedua,
banyaknya bengkel yang tidak memiliki alat uji emisi.
Untuk mengatasi masalah ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas
Perhubungan (Dishub) untuk melakukan uji emisi terhadap seluruh kendaraan di
Kota Depok baik itu kendaraan umum maupun kendaraan pribadi.
Serta melakukan pelbagai upaya menekan tingkat polusi, termasuk dengan
membuat ruang terbuka hijau (RTH) dan penanaman pohon trembesi di sepanjang
Jalan Margonda dan Jalan Juanda.
Sementara Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok
Ulis Sumardi mengungapkan, pihaknya membantu mengurangi polusi udara adalah
dengan cara melakukan penanaman pohon trembesi di sepanjang Jalan Margonda
dan Jalan Juanada. Sebab, pohon trembesi mampu menyerap karobonmonoksida
yang dikeluarkan kendaraan bermotor. Jalan Margonda akan menjadi paru-paru
Kota Depok.
Berdasarkan Undang-undang no 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruangan, ujar
Ulis, warga dan pemerintah diwajibkan membuat RTH. Warga hanya diwajibkan
menyediakan 10 persen lahan hijau di kediamannya, sedangkan kewajiban
pemerintah adalah 20 persen. Jika perda tentang RTH nanti disyahkan maka setiap
orang wajib menjaga keasrian lingkungan sehingga tidak dapat sembarangan
menebang atau memangkas pohon yang telah ada.
Selain kawasan jalan Margonda dan terminal depok ada satu lagi kawasan di depok
yang termasuk rawan pencemaran udara yaitu kawasan cimanggis yang
menghubungkan ke daerah bogor. Disana adalah kawasan industri oleh karena itu
banyak pabrik-pabrik yang berdiri.



BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian
Setelah melakukan penelitia, kualitas udara Kota Depok bertambah buruk
karena semakin tingginya jumlah penduduk dankendaraan bermotor di kota itu.
Kondisi itu diperburuk dengan banyaknya daerah terbuka yang beralih fungsi
menjadi kawasan perbelanjaan atau niaga dan perkantoran. Berjubelnya jumlah
kendaraan bermotor dan bertambahnya penduduk penyebab buruknya kualitas
udara di Kota Depok Dari uji sampel Oktober 2010, kualitas udara terburuk
ditemukan di Jalan Margonda Raya. Rusaknya udara di pusat pemerintahan, pusat
perdagangan dan perbelanjaan terbesar di Kota Depok itu karena tingginya mobilitas
kendaraan bermotor.
Selain Jalan Margonda Raya, kondisi udara di Jalan Siliwangi, Jalan Raden
Ajeng Kartini, Jalan Dewi Sartika, Jalan Nusantara juga sangat buruk. Namun tidak
seburuk di.Jalan Margonda Raya. Kualitas udara pada empat kawasan ini belumdi
ambang batas. Di Jalan Margonda banyak ditemukan partikel-partikel debu serta
balian kimia seperti asap dari knalpot kendaraan. Hal itu bisa berpengaruh pada
kesehatan pernapasan. Pendengaran juga bisa terganggu akibat dari suara bising
kendaraan.
Kota Depok memang memiliki kawasan hutan yang berada di Universitas
Indonesia hutan tersebut memiliki peran penting untuk keseimbangan alam di
kawasan kota depok. Kawasan Hutan Kota yang dikelola UI mencirikan ekosistem
hutan tropis dengan tiga bentuk ekosistem unggulan yaitu:
Ekosistem pepohonan yang bersumber dari Indonesia Bagian Timur,
Ekosistem pepohonan wilayah Indonesia Bagian Barat
Komplek vegetasi asli JABODETABEK yang dipadu serasi dengan zoning Hutan
Jati Mas yang tumbuh hijau menghampar diantara gedung Rektorat UI dan
FASILKOM serta FISIP UI.

Pembahasan
Dampak pencemaran udara bagi kesehatan
Pencemaran udara merupakan masalah global. Sumber pencemaran udara adalah
terutama pembakaran bahan bakar fosil untuk mendapatkan energi untuk industri
dan transportasi.
Pencemaran udara pada dasarnya berbentuk partikel (debu, gas, timah hitam) dan
gas (Karbon Monoksida (CO),Nitrogen Oksida (NOx), Sulfur Oksida (SOx), Hidrogen
Sulfida (H2S), hidrokarbon). Udara yang tercemar dengan partikel dan gas ini dapat
menyebabkan gangguan kesehatan yang berbeda tingkatan dan jenisnya tergantung
dari macam, ukuran dan komposisi kimiawinya.
Secara umum efek pencemaran udara terhadap saluran pernafasan dapat
menyebabkan terjadinya:
1) Iritasi pada saluran pernafasan. Hal ini dapat menyebabkan pergerakan silia
menjadi lambat, bahkan dapat terhenti sehingga tidak dapat membersihkan saluran
pernafasan.
2) Peningkatan produksi lendir akibat iritasi oleh bahan pencemar.
3) Produksi lendir dapat menyebabkan penyempitan saluran pernafasan.
4) Rusaknya sel pembunuh bakteri di saluran pernafasan.
5) Pembengkakan saluran pernafasan dan merangsang pertumbuhan sel, sehingga
saluran pernafasan menjadi menyempit.
6) Lepasnya silia dan lapisan sel selaput lendir.

Akibat dari hal tersebut di atas, akan menyebabkan terjadinya kesulitan
bernafas sehingga benda asing termasuk bakteri/mikroorganisme lain tidak dapat
dikeluarkan dari saluran pernafasan dan hal ini akan memudahkan terjadinya infeksi
saluran pernafasan.

Tabel 1. Pengaruh Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)



Tabel 2. Sumber dan Standar Kesehatan Emisi Gas Buang

Sumber: Bapedal [2]


Dampak pencemaran udara bagi lingkungan

Dampak terhadap tanaman
Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat
terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis,
dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat
menghambat proses fotosintesis.

Hujan asam
pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara
seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan
pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain: Mempengaruhi kualitas air
permukaan, Merusak tanaman, Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam
tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan dan Bersifat
korosif sehingga merusak material dan bangunan

Efek rumah kaca
Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O
di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh
permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan
menimbulkan fenomena pemanasan global.

Dampak dari pemanasan global adalah:
Pencairan es di kutub
Perubahan iklim regional dan global
Perubahan siklus hidup flora dan fauna

Kerusakan lapisan ozon
Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung
alami bumi yang berfungsi memfilterradiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan
dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi
CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju
penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga
terbentuk lubang-lubang pada

lapisan ozon
Upaya untuk mengurangi dampak polusi udara
Mengurangi jumlah mobil lalu lalang. Misalnya dengan jalan kaki, naik sepeda,
kendaraan umum, atau naik satu kendaraan pribadi bersama teman-teman (car
pooling).
Selalu merawat mobil dengan seksama agar tidak boros bahan bakar dan asapnya
tidak

mengotori udara
Meminimalkan pemakaian AC. Pilihlah AC non-CFC dan hemat energi.
Mematuhi batas kecepatan dan jangan membawa beban terlalu berat di mobil agar
pemakaian bensin lebih efektif.
Meminimalkan penggunaan bahan kimia.Menghiasi rumah dan lingkungan dengan
tanaman asli.
Kalau toilet menggunakan pengharum ruangan, pilih yang tidak mengandung
aerosol.
Jangan membuang sampah sembarangan, terutama di sungai, selokan dan laut.
Menggunakan lebih banyak barang-barang yang terbuat dari kaca/keramik, bukan
plastik atau styrofoam.
Sebisa mungkin menghindari menggunakan barang/produk dengan kemasan kecil
(sachet) karena akan menambah jumlah sampah.
Membiasakan menggosok gigi dengan menggunakan gelas, bukan menyalakan
keran terus-menerus. Jangan sia-siakan air bersih.
Sebisa mungkin menggunakan lap atau sapu tangan untuk menggantikan tisu yang
terbuat dari kertas.
Mengurangi belanja yang tidak perlu agar tidak menimbulkan sampah di kemudian
hari.
Membeli bensin yang bebas timbal (unleaded fuel).
Memilih produk yang ramah lingkungan. Misalnya parfum non-CFC.
Memakai plastik berulang kali. Sampah plastik sulit diurai dan kalau dibakar
menimbulkan zat beracun.
Tidak merokok.
Memilah antara sampah basah dan sampah kering dan menyediakan tempat untuk
keduanya.
Memfotokopi secara bolak-balik atau memakai kertas yang sisinya masih kosong.
Menghemat kertas berarti mengurangi penggundulan hutan. Bumi yang hijau dapat
menyerap polusi lingkungan lebih baik.
Menggunakan lampu dengan kapasitas yang tepat.
Bila kita menggunakan kamar kecil, jangan lupa mematikan air setelah kita pakai.
Ingat, semakin banyak air terbuang percuma berarti kita turut memboroskan sumber
daya alam.




BAB V
PENUTUP

Kesimpulan
Kesimpulan dari penelitian ini adalah pencemaran udara selain disebabkan
oleh faktor alam, pencemaran udara lebih banyak disebabkan oleh manusia,
misalnya dari kendaraan bermotor, kegiatan industri dan sebagainya. selain dapat
membahayakan lingkungan, pencemaran udara juga dapat membahayakan
kesehatan manusia.
Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan juga berpengaruh
terhadap kualitas lingkungan sendiri, apalagi di jaman globalisasi ini pembangunana
dimana mana. Termasuk pembangunan pabrik yang kalau tidak di perhatikan dapat
membahayakan lingkungan.
Pencemaran udara dapat memberikan dampak yang sangat berbahaya bagi
kesehatan manusia dan lingkungan hidup kurangnya perhatian dari pemerintah
juaga memengaruhi perkembangan pencemaran yang kian hari kian meningkat.

Saran
Menurut saya masyarakat kurang memiliki kesadaran terhadap pentingnya
menjaga lingkungan, untuk itu perlu di adakannya sosialisasi mengenai lingkungan.
Sebagai pelajar kita juga memiliki peran, kita bisa memulai dari hal hal kecil seperti
menggunakan barang barang yang ramah lingkungan, mengadakan kegiatan positif
seperti penanaman seribu pohon.
Pemerintah adalah pihak yang memiliki peran paling penting dan seharusnya
pemerintah menindak tegas para pelaku perusakan lingkungan , apalagi para
pemilik pabrik yang limbahnya berbahaya bagi kesehatan manusia, undang undang
yang telah di buat seharusnya ditegakkan agar tetap tidak terjadi pelanggaran.
Oleh karena itu kita sebagai pelajar mulai dari sekarang harus memiliki
kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbanga lingkungan dan kita juda bisa
mempelajari bagaimana cara mengurangi dan mengatasi pencemaran di bumi ini.





DAFTAR PUSTAKA






Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah. Zat zat Pencemar Udara
Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah. Pengertian Pencemaran Udara
arhidayat.staff.uii.ac.id/2008/08/08/sumber-pencemaran-udara/
putraprabu.wordpress - pencemaran-udara/
putraprabu.wordpress - nitrogen-oksida-nox/
bmg.go.id - kualitas-udara.bmg
tegarrezavie.multiply.com
megagamega.wordpress Pencemaran udara
www.radaronline.co.id/berita/read/9991/2011/mozile