Anda di halaman 1dari 63

Skripsi

Pengaruh Saling Ketergantungan Dan Sistem Akuntasi Manajemen


Sebagai Variabel Intervening Terhadap
Kinerja Manajerial
(Studi Empiris perusahaan manufaktur di Semarang)







Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Akuntansi
Di Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang









Ery Witarto
01.60.0063




FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA
SEMARANG
2005
Perpustakaan Unika
ABSTRAKSI

Penelitian ini secara empiris menguji dalam mengetahui pengaruh saling
ketergantungan terhadap kinerja manajerial baik secara langsung maupun tidak
langsung dengan melalui sistem akuntansi manajemen sebagai variabel intervening.
Penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi rancangan sistem
akuntansi manajemen masih sangat terbatas. Akhir-akhir ini, perhatian peneliti lebih
difokuskan dalam memahami bagaimana variabel kontijensi yang lain dan berbeda
mempengaruhi sistem akuntansi manajemen. Banyak penelitian yang telah dilakukan
menunjukkan hasil yang kurang konsisten. Oleh sebab itu, perlu adanya penelitian-
penelitian lanjutan.
Penelitian ini membahas peran Sistem Akuntansi Manajemen terhadap
hubungan saling ketergantungan dengan kinerja manajerial dan pengaruh saling
ketergantungan secara langsung terhadap kinerja manajerial. Karakteristik Sistem
Akuntansi Manajemen didefinisikan sebagai tingkat dimana manajer menggunakan
informasi yang dihasilkan oleh Sistem Akuntansi Manajemen untuk pengambilan
keputusan manajerial.
Penelitian ini dilakukan pada 32 perusahaan manufaktur yang berskala besar
di kota Semarang dengan cara menyebarkan kuesioner. Kuesioner disebarkan
sebanyak 140 dan yang kembali sebanyak 98 kuesioner. Namun kuesioner yang dapat
dipakai hanya berjumlah 90 kuesioner karena sisanya dianggap tidak dapat dipakai
dikarenakan jawaban yang diberikan kepada responden tidak tepat dan tidak jelas.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem informasi manajemen sebagai
variabel intervening dalam hubungan antara saling ketergantungan jika menunjukkan
tingkat yang tinggi di dalam departemen perusahaan dimana pengaruhnya langsung
maupun tidak langsung terhadap kinerja manajerial.

Kata kunci : saling ketergantungan, sistem akuntansi manajemen, dan kinerja
manajerial.
Perpustakaan Unika
DAFTAR ISI

Halaman Judul .......................................................................................... i
Halaman Persetujuan ................................................................................ ii
Halaman Pengesahan ................................................................................ iii
Pernyataan Keaslian Skripsi ...................................................................... iv
Halaman Persembahan .............................................................................. v
Abstraksi ................................................................................................... vi
Kata Pengantar .......................................................................................... vii
Daftar Isi ................................................................................................... ix
Daftar Tabel .............................................................................................. xii
Daftar Gambar .......................................................................................... xiii
Daftar Lampiran ........................................................................................ xiv
BAB I PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang ............................................................... 1
I.2. Perumusan dan Batasan Masalah ................................... 5
I.2.1. Perumusan Masalah .............................................. 5
I.2.2. Batasan Masalah ................................................... 5
I.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian ...................................... 6
I.3.1. Tujuan Penelitian .................................................. 6
I.3.2. Manfaat Penelitian ................................................ 6
I.4. Sistematika Penulisan .................................................... 7

Perpustakaan Unika
BAB II LANDASAN TEORI
II.1. Landasan Teori .............................................................. 8
II.1.1 Saling Ketergantungan ......................................... 8
II.1.2. Sistem Akuntansi Manajemen ............................. 10
II.1.3. Karakteristik SAM .............................................. 12
II.1.4. Kinerja Manajerial .............................................. 14
II.1.5. Variabel Intervening ............................................ 16
II.1.6. Saling Ketergantungan, SAM, Kinerja
Manajerial ........................................................... 16
II.2. Hipotesis ........................................................................ 19
II.3. Kerangka Pikir ............................................................... 21
II.4. Definisi dan Pengukuran Variabel ................................. 22
BAB III METODE PENELITIAN
III.1. Obyek dan Lokasi Penelitian ......................................... 24
III.1.1 Obyek Penelitian ................................................. 24
III.1.2. Lokasi Penelitian ................................................ 24
III.2. Populasi dan Sampel ...................................................... 25
III.2.1. Populasi ............................................................. 25
III.2.2. Sampel ............................................................... 25
III.3. Metode Pengumpulan Data ............................................ 27
III.3.1. Pengujian Validitas ............................................ 28
III.3.2. Pengujian Reliabilitas ........................................ 31
III.4. Teknik Analisis Data dan Uji Hipotesis ......................... 32
Perpustakaan Unika
III.4.1. Analisis Regresi ................................................. 32
III.4.2. Uji Hipotesis ...................................................... 34
BAB IV HASIL ANALISIS
IV.1. Gambaran Umum Responden ........................................ 37
IV.2. Deskripsi Variabel Penelitian ......................................... 39
IV.3. Uji Validitas dan Reliabilitas .......................................... 41
IV.4. Pengujian Hipotesis ....................................................... 43
IV.5. Pembahasan ................................................................... 46
BAB V PENUTUP
V.1. Kesimpulan ..................................................................... 48
V.2. Saran ............................................................................... 48
V.3. Implikasi Penelitian.......................................................... 49
V.4. Keterbatasan Penelitian.................................................... 49
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Perpustakaan Unika
BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang
Sekarang ini, banyak perusahaan menghadapi perubahan lingkungan
ekonomi, yang menyebabkan bahwa adanya tuntutan untuk pengembangan
terhadap praktek-praktek akuntansi manajemen yang inovatif dan relevan. Akhir-
akhir ini, tekanan persaingan global telah mengubah lingkungan ekonomi kita,
yang telah memaksa banyak perusahaan untuk mengubah secara dramatis, cara
mereka mengoperasikan segala bisnisnya. Perubahan ini yang menyebabkan
terciptanya lingkungan yang baru pada akuntansi manajemen. Setidak-tidaknya
untuk sejumlah besar organisasi. Karena lingkungan yang telah berubah, maka
sistem akuntansi manajemen tradisional sudah tidak banyak lagi digunakan. Oleh
sebab itu, banyak dilakukannya penelitian-penelitian yang mempunyai tujuan
untuk menemukan sistem akuntansi manajemen yang seperti apakah yang cocok
digunakan dalam suatu organisasi untuk usaha yang bisa mencapai tujuan bagi
perusahaannya.
Teori kontijensi digunakan untuk menganalisa Sistem Akuntansi
Manajemen telah lama menarik minat para peneliti. Pendekatan kontijensi yang
digunakan dalam akuntansi manajemen didasarkan pada suatu premis bahwa tidak
terdapat sistem akuntansi yang sesuai untuk semua organisasi dalam semua situasi
(Otley, 1980 dalam Nazaruddin 1998). Dalam melakukan penelitian mengenai
Sistem Akuntansi Manajemen, pendekatan kontijensi akan diperlukan untuk
mengevaluasi faktor kondisional yang menyebabkan Sistem Akuntansi
1
Perpustakaan Unika
Manajemen menjadi semakin lebih efektif (Laksamana dan Muslichah, 2002).
Seperti halnya penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, penelitian ini
mengidentifikasikan variabel kontijensi di dalam perancangan Sistem Akuntansi
Manajemen.
Sistem Akuntansi Manajemen (SAM) menggambarkan bahwa sistem
formal yang dirancang, untuk menyediakan informasi untuk manajer. Perusahaan
sistem akuntansi manajemen yang merupakan bagian dari sistem pengendalian
organisasi perlu mendapat perhatian, sehingga diharapkan dapat memberikan
kontribusi yang positif di dalam keberhasilan sistem pengendalian manajemen.
Sistem Akuntansi Manajemen membantu manajer untuk pengendalian aktivitas
dan pengurangan ketidakpastian sehingga diharapkan dapat membantu perusahaan
dalam usaha pencapaian tujuan (Gordon dan Miller 1976; Kaplan 1984; Anthony
et al. 1998; Atkinson et. Al. 1995 dalam Nazaruddin, 1998).
Rancangan Sistem Akuntansi Manajemen yang berorientasi pada
informasi finansial internal organisasi yang berbasis pada data histori tersebut
merupakan metode tradisional. Dengan meningkatnya tugas pemecahan masalah
yang dihadapi oleh manajemen, maka rancangan sistem akuntansi manajemen
tidak hanya berorientasi pada data finansial saja, tetapi berorientasi pada data
yang bersifat eksternal dan non finansial (Mia dan Chenhall, 1994 dalam
Laksamana dan Muslichah, 2002).
Chenhall dan Morris (1986) dalam Rustiana mengidentifikasikan empat
karakteristik Sistem Akuntansi Manajemen yang bermanfaat untuk pengambilan
keputusan, yaitu : broad scope, (lingkup), timeliness (tepat waktu), aggregation
Perpustakaan Unika
(agregasi), dan integration (integrasi). Karakteristik informasi yang tersedia
tersebut akan menjadi efektif apabila sesuai dengan tingkat kebutuhan pengguna
organisasi, hal ini sejalan dengan pendekatan kontijensi yang dikemukakan oleh
Otley (1980) dalam Nazaruddin (1998) bahwa tingkat ketersediaan masing-
masing karakteristik informasi akuntansi manajemen tidak sama untuk segala
situasi tetapi ada faktor tertentu lainnya yang akan mempengaruhi tingkat
kebutuhan terhadap informasi akuntansi manajemen.
Saling ketergantungan ialah salah satu variabel kontijensi yang perlu
dipertimbangkan dalam merancang SAM, tetapi masih sedikit menerima perhatian
dari peneliti. Saling ketergantungan organisasional adalah pertukaran aktivitas
yang terjadi antar segmen yang ada dalam suatu organisasi (Chenhall dan Morris
1986 dalam Laksamana dan Muslichah, 2002). Evaluasi prestasi di dalam sub-unit
organisasi yang mempunyai tingkat saling ketergantungan yang tinggi mungkin
dibantu dengan informasi non keuangan lingkungan lingkup luas. Semakin tinggi
tingkat saling ketergantungan akan menyebabkan semakin kompleksnya tugas
yang dihadapi manajer. Sebagai akibatnya manajer membutuhkan informasi yang
lebih banyak, baik itu informasi yang berkaitan dengan departemennya sendiri
maupun informasi yang terkait dengan departemen lain.
Kinerja manajerial ialah kinerja individu anggota organisasi dalam
kegiatan manajemen. Kinerja manajerial merupakan salah satu faktor yang
penting didalam suatu perusahaan, karena meningkatnya kinerja manajerial dapat
meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Sehingga dapat
mempercepat perusahaan dalam usaha pencapaian tujuan perusahaan.
Perpustakaan Unika
Kinerja manajerial yang digunakan dalam penelitian ini adalah
sebagaimana yang diidentifikasikan oleh Mahoney et. al (1956) dalam Isti Rahayu
(1995). Mahoney et. al mendefinisikan kinerja manajerial didasarkan pada fungsi-
fungsi manajemen yang ada dalam teori manajemen klasik, yaitu seberapa jauh
manajer mampu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen yang meliputi:
perencanaan, investigasi, koordinasi, evaluasi, supervisi, pemilihan staf, negoisasi,
dan perwakilan.
Bouwens dan Abernethy (2000) dalam Laksamana dan Muslichah (2002)
menyatakan bahwa saling ketergantungan berpotensi untuk menciptakan gap
informasi bagi pembuat keputusan. Gap ini terjadi karena informasi yang tersedia
lebih sedikit dari yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Ketika ini
terjadi, pembuat keputusan menghadapi ketidakpastian. Informasi disediakan oleh
Sistem Akuntansi Manajemen dapat mengurangi ketidakpastian tersebut.
Informasi yang terintegrasi yang disajikan, oleh Sistem Akuntansi Manajemen
akan membantu para manajer mengambil keputusan yang efektif, sehingga
dampak kinerja yang ditimbulkan dari pembuatan keputusan itu akan meningkat.
Perpustakaan Unika
I.2. Perumusan dan Batasan Masalah
I.2.1. Perumusan Masalah
Pada penelitian ini akan meneliti:
1. Apakah Saling Ketergantungan mempengaruhi Kinerja Manajerial secara
tidak langsung dengan melalui SAM?
2. Apakah saling ketergantungan berpengaruh langsung terhadap kinerja
manajerial?

I.2.2. Batasan Masalah
1. Responden yang digunakan dalam penelitian ini hanya para manajer di
perusahaan dimana dijadikan sebagai subyek penelitian, karena mereka
berperan penting didalam mengambil keputusan, serta dinilai lebih
mempunyai pengaruh dalam perencanaan strategik, yaitu dalam mencapai dan
menentukan pencapaian laba perusahaan.
2. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah saling ketergantungan,
karakteristik sistem akuntansi manajemen, kinerja manajerial.
3. Penelitian ini, mengambil sampel manajer perusahaan manufaktur berskala
besar yang ada di Semarang, karena peneliti ingin memperkenalkan kepada
manajer di perusahaan berskala besar struktur organisasi yang lain, yaitu
saling ketergantungan yang akan memberikan pengaruh tidak langsung dan
langsung dengan melalui sistem akuntansi manajemen yang mempengaruhi
kinerja manajerial dan saling ketergantungan berpengaruh secara langsung
terhadap kinerja manajerial didalam perusahaan.
Perpustakaan Unika
I.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
I.3.1. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mencari suatu bukti empiris
mengenai :
1. Pengaruh saling ketergantungan terhadap kinerja manajerial dengan
melalui Sistem Akuntansi Manajemen.
2. Pengaruh saling ketergantungan langsung terhadap kinerja manajerial.

I.3.2. Manfaat Penelitian
1. Bagi Peneliti
a. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung penelitian-penelitian yang
terdahulu mengenai pengaruh saling ketergantungan terhadap kinerja
manajerial perusahaan dengan melalui Sistem Akuntansi Manajemen
dan saling ketergantungan secara langsung terhadap kinerja
manajerial.
b. Menambah bukti empiris mengenai pengaruh saling ketergantungan
dan SAM terhadap kinerja manajerial secara tidak langsung dan
pengaruh langsung saling ketergantungan terhadap kinerja manajerial.
2. Bagi Perusahaan
Perusahaan dapat mengenal suatu struktur organisasi yang baru dalam
mendelegasikan wewenangnya dengan memperhatikan tingkat saling
ketergantungan dimana mempunyai pengaruh terhadap SAM, sehingga
dapat menjadikannya sebagai informasi yang sangat berharga bagi
manajemen yang dapat meningkatkan kinerja manajerial perusahaan.
Perpustakaan Unika
I.4. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan penelitian skripsi dengan judul pengaruh saling
ketergantungan dan sistem akuntansi manajemen sebagai variabel intervening
terhadap kinerja manajerial ini sebagai berikut :
1. Bab I : Pendahuluan
Meliputi latar belakang penelitian, perumusan dan batasan masalah,
tujuan dan manfaat penelitian dan sistematika penulisan.
2. Bab II : Landasan Teori
Meliputi tinjauan teori, pengembangan dan perumusan hipotesis,
kerangka pikir, serta definisi dan pengukuran variabel.
3. Bab III : Metode Penelitian
Meliputi obyek dan lokasi penelitian, populasi dan sampel, metode
pengumpulan data dan teknik analisis data.
4. Bab IV : Hasil Analisi
Meliputi gambaran umum responden, distribusi jawaban responden,
dan analisis serta hasil pengujian hipotesis.
5. Bab V : Kesimpulan, Saran dan implikasi penelitian
Meliputi kesimpulan, saran dan implikasi dibidang akuntansi
manajemen.
Daftar Pustaka
Lampiran
Perpustakaan Unika
BAB II
LANDASAN TEORI

II.1. Landasan Teori
II.1.1. Saling Ketergantungan
Saling ketergantungan ialah salah satu variabel kontijensi yang perlu
dipertimbangkan dalam merancang SAM. Tetapi saling ketergantungan mendapat
perhatian yang sedikit dari peneliti. Peneliti yang mengkaitkan secara langsung
pengaruh saling ketergantungan dengan SAM adalah Cenhall dan Morris (1986)
Mia dan Goyal (1991). Bouwens dan Abernethy (2000). Saling ketergantungan
organisasional ialah suatu pertukaran aktivitas yang terjadi antar segmen dimana
yang ada di dalam suatu organisasi. Evaluasi prestasi di dalam sub-unit organisasi
yang mempunyai tingkat saling ketergantungan yang tinggi kemungkinan dibantu
dengan informasi non keuangan dengan lingkup yang luas. Jadi semakin tinggi
tingkat saling ketergantungan akan menyebabkan semakin kompleks tugas yang
dihadapi manajer, karena manajer tidak hanya memfokuskan kepada aktivitas dari
subunit yang lainnya dimana berhubungan dengan subunit manajer tersebut. Maka
akibat yang terjadi pada manajer informasi yang dibutuhkan lebih banyak, baik itu
informasi yang berkaitan dengan departemennya sendiri maupun informasi yang
terkait dengan departemen lain yang berhubungan (Laksamana dan Muslichah,
2002). Disamping itu, Hayes (1977) dalam Laksamana dan Muslichah (2002)
menyatakan bahwa pengukuran kinerja terhadap unit yang mempunyai tingkat
interdependensi yang tinggi akan sangat bermanfaat bila pengukuran tersebut
Perpustakaan Unika
tidak hanya mencakup penilaian pencapaian target tetapi juga mencakup
penelitian reliabilitas, kerjasama dan fleksibilitas para manajer divisi.
Robbins (2001) mengidentifikasi tiga bentuk saling ketergantungan, yaitu:
1. Pooled interdependence : Dua atau lebih unit menyumbang output secara
terpisah ke unit yang lebih besar, misalnya departemen pengembangan produk
dan departemen pengiriman. Kedua departemen ini pada hakikatnya terpisah
dan jelas terbedakan satu sama lain, hal ini tampak pada gambar I bagian (a).
2. Sequential interdependence : Satu kelompok tergantung pada satu kelompok
lain untuk masukannya tetapi ketergantungan itu hanya satu arah, misalnya
departemen pembelian dan departemen suku cadang. Dalam hal ini perakitan
suku cadang bergantung pada pembelian untuk masukannya. Dalam
kesalingtergantungan berurutan, jika kelompok yang memberi masukannya
tidak menjalankan tugasnya dengan benar, kelompok yang bergantung pada
kelompok pertama akan sangat terkena (gambar 1 bagian (b)).
3. Reciprocal interdependence : dimana kelompok-kelompok bertukar masukan
dan keluaran, misalnya kelompok penjualan dan pengembangan produk saling
bergantung secara timbal balik. Kelompok pengembangan produk
memerlukan kelompok penjualan untuk informasi tentang kebutuhan
pelanggan sehingga mereka dapat menciptakan produk yang dapat dijual
dengan sukses (gambar I bagian (c).
Perpustakaan Unika
Gambar 1
Tipe Saling Ketergantungan
ipe Saling Ketergantungan







(Sumber : Robbins, Organization Theory 1990)

II.1.2. Sistem Akuntansi Manajemen
Sistem Akuntansi Manajemen ialah salah satu mekanisme pengendalian
didalam organisasi, serta alat yang efektif didalam menyediakan informasi yang
bermanfaat guna memprediksi konsekuensi yang mungkin terjadi dari berbagai
aktivitas yang bisa dilakukan (Nazaruddin, 1998). Salah satu produk yang
dihasilkan oleh sistem akuntansi manajemen ialah informasi akuntansi
manajemen. Akuntansi manajemen menghasilkan informasi yang berguna untuk
membantu para pekerja, manajer dan eksekutif untuk membuat keputusan yang
lebih baik (Atkinson, 1995 dalam Nazaruddin, 1998).
Sistem akuntansi manajemen itu sendiri mempunyai tiga tujuan utama, yaitu:
1. Untuk menyediakan informasi yang digunakan dalam penghitungan biaya,
jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
A
B
B A
A
B
Sequential (b)
Reciprocal (c)
Pooled (a)
Perpustakaan Unika
2. Untuk menyediakan informasi yang digunakan dalam perencanaan,
pengendalian, dan pengevaluasian.
3. Untuk menyediakan informasi yang berguna dalam pengambilan
keputusan.
Ketiga tujuan tersebut untuk menunjukkan bahwa manajer dan pengguna
lainnya membutuhkan informasi akuntansi manajemen dan perlu mengetahui
bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat
membantu manajer untuk mengidentifikasikan masalah, menyelesaikan masalah,
dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dan digunakan dalam
semua lingkup manajemen, meliputi perencanaan, pengendalian, dan pengambilan
keputusan) (Hansen dan Mowen, 1997)
Sistem Akuntansi Manajemen dapat diartikan pula sebagai suatu
mekanisme pengawasan yang dapat memudahkan pengawasan dengan cara
membuat laporan dan menciptakan tindakan-tindakan yang nyata terhadap
penilaian kinerja dari setiap komponen-komponen dalam sebuah organisasi (Chia,
1995 dalam Ritonga dan Zainuddin, 2002). Rekayasa SAM dalam penelitian yang
menggunakan perspektif kontigensi selalu mempertimbangkan hubungannya
dengan variabel-variabel teknologi, strategi, dan lain-lain. Dalam penelitian ini
SAM dikonseptualkan sebagai suatu sistem yang formal yang didesain untuk
menyediakan informasi kepada para manajer.



Perpustakaan Unika
II.1.3. Karakteristik Sistem Akuntansi Manajemen
Secara konvensional, rancangan SAM terbatas pada informasi keuangan
internal yang berorientasi historis. Meningkatnya peran SAM untuk membantu
manajer dalam pengarahan dan pemecahan masalah telah mengakibatkan
perubahan SAM untuk memasukan data eksternal dan non keuangan kepada
informasi yang berorientasi masa datang (informasi SAM lingkup luas). Diantara
karakteristik informasi SAM, informasi broad scope telah teridentifikasi sangat
penting dalam membantu pengambilan keputusan manajerial (Chenhall dan
Morris, 1986; Gordon dan Nayaranan 1984 dalam Laksamana dan Muslichah,
2002).
Chenhall dan Morris mengidentifikasi 4 karakteristik informasi SAM yaitu
sebagai berikut:
Scope
Di dalam sistem informasi, broad scope mengacu kepada dimensi fokus
kuantifikasi, dan horizon waktu. SAM tradisional memberikan informasi yang
terfokus pada peristiwa-peristiwa dalam organisasi yang dikuantifikasi dalam
ukuran moneter, dan yang berhubungan dengan data historis. Lingkup SAM yang
luas memberikan informasi yang berhubungan dengan lingkungan eksternal yang
mungkin bersifat ekonomis seperti Gross National Product, total penjualan pasar,
dan pangsa pasar suatu industri, atau mungkin juga bersifat non ekonomi seperti
faktor demografi, citarasa konsumen, tindakan para pesaing dan perkembangan
teknologi.
Perpustakaan Unika
Timeliness
Kemampuan para manajer untuk merespon secara tepat atas suatu
peristiwa kemungkinan dipengaruhi oleh timeliness SAM. Informasi yang
timeliness meningkatkan fasilitas SAM untuk melaporkan peristiwa paling akhir
dan untuk memberikan umpan balik secara cepat terhadap keputusan yang telah
dibuat.
Aggregation
SAM memberikan informasi dalam berbagai bentuk agregasi yang
berkisar dari pemberian bahan dasar, data yang tidak diproses hingga berbagai
agregasi berdasarkan periode waktu atau area tertentu misalnya pusat
pertanggungjawaban atau fungsional. Tipe agregasi yang lain mengacu kepada
berbagai format yang konsisten dengan model keputusan formal seperti analisis
cash flow yang didiskontokan untuk anggaran modal, simulasi dan linear
programming untuk penerapan anggaran, analisis biaya-volume-laba, dan model
pengendalian persediaan.
Integration
Aspek pengendalian suatu organisasi yang penting adalah koordinasi
berbagai segmen dalam sub-sub organisasi. Karakteristik SAM yang membantu
koordinasi mencakup spesifikasi target yang menunjukkan pengaruh interaksi
segmen dan informasi mengenai pengaruh keputusan pada operasi seluruh sub
unit organisasi.

Perpustakaan Unika
II.1.4. Kinerja Manajerial
Kinerja Manajerial ialah kinerja individu anggota organisasi dalam
kegiatan-kegiatan manajemen, seperti perencanaan (planning), investigasi
(investigating), negoisasi (negotiating), dan perwakilan (representating),
(Mahoney dkk, 1963). Kinerja Manajerial merupakan salah satu faktor yang
sangat penting dalam suatu perusahaan, karena meningkatnya kinerja manajerial
dapat meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Tipe umum penilaian kinerja
Menurut Suprihanto (1996), penilaian kinerja manajerial ialah suatu sistem
yang digunakan untuk menilai dan mengetahui sejauh mana seorang karyawan
melaksanakan pekerjaannya masing-masing secara keseluruhan. Pelaksanaan
kerja dalam arti kinerja tidak hanya menilai hasil fisik yang telah dihasilkan oleh
seorang karyawan. Pelaksanaan pekerjaan disini dalam artian secara keseluruhan,
sehingga dalam penilaian kinerja ditunjukkan pada berbagai bidang seperti
kemampuan kerja, kerajinan, disiplin, hubungan kerja, prakarsa, kepemimpinan
atau hal-hal khusus sesuai dengan bidang dan level pekerjaan yang dijabatinya.
Penilaian kinerja dapat digolongkan dalam dua tipe umum, yaitu
(Suprihanto, 1996) :
1. Tipe Objektif
Penilaian kinerja didasarkan pada data-data yang terekam, misalnya data
pemasaran dan data produksi, seperti : data kecelakaan kerja, absensi, turnover
karyawan, jam kerja, dan lain-lain.
Perpustakaan Unika
Tipe objektif mengandung beberapa kelemahan pada masing-masing
bidang kegiatan produksi, sebagai contoh dalam bidang pemasaran : jumlah atau
nilai penjualan seorang salesman dipengaruhi oleh berbagai faktor yang sifatnya
diluar jangkauan kendalinya, seperti wilayah (luas, jarak, prasarana jalan raya, dan
kondisi lainnya), situasi persaingan dengan barang yang sama atau substitusi,
kondisi dan kemampuan masyarakat (pendapatan, kebiasaan, dan lain-lain). Pada
hal tujuan penilaian kinerja adalah pada kinerja salesman, bukan pada faktor nir
kendali itu.
2. Tipe Subjektif
Penilaian tipe subjektif terhadap kinerja tergantung pada pertimbangan
kemampuan yang memiliki berbagai kecenderungan. Kecenderungan yang
mungkin terjadi misalnya adanya kelonggaran, kecenderungan kepusat (central
tendency). Oleh karena itu agar penilaian tipe subjektif bermanfaat, maka
penilaian sebaiknya didasarkan pada analisis yang teliti mengenai perilaku yang
relevan dengan jabatan atau pekerjaan yang dijabatinya. Untuk mengatasi
berbagai kelemahan dan penyimpangan itu, maka dapat digunakan daftar dengan
skala rumit maupun sederhana terhadap aspek-aspek yang perlu dinilai dari setiap
karyawan. Selain itu dapat juga dibandingkan antara satu dengan yang lainnya,
sehingga dapat diperoleh hasil yang bersifat relatif.
Salah satu bentuk tipe subjektif penilaian kinerja adalah metode rating
scale. Metode ini memerlukan penilaian untuk memberikan suatu evaluasi yang
subjektif mengenai penampilan individu pada skala dari yang terendah sampai
tertinggi.
Perpustakaan Unika
Metode self rating scale tersebut dipergunakan dalam penelitian untuk
mengukur kinerja manajerial, karena subjek dalam penelitian ini menggunakan
instrumen (kuesioner) yang dikembangkan oleh Mahoney dkk (1963, 1965).

II.1.5. Variabel Intervening
Variabel intervening merupakan variabel antara atau mediating, fungsinya
memediasi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen.
Variabel intervening ada ketika variabel independen mempengaruhi variabel
dependen. Untuk menguji pengaruh variabel intervening digunakan metode
analisis jalur (Path Analysis), analisis jalur merupakan perluasan dari analisis
regresi berganda, atau analisis jalur adalah penggunaan analisis regresi untuk
menaksir hubungan kualitas antar variabel (model casual) yang telah ditetapkan
sebelumnya berdasarkan teori. Analisis jalur sendiri tidak dapat digunakan
sebagai substitusi bagi peneliti untuk melihat hubungan kasualitas antar variabel.
Hubungan kasualitas antar variabel telah dibentuk dengan model berdasarkan
landasan teoritis. Apa yang dapat dilakukan oleh analisis jalur adalah menentukan
pola hubungan antara tiga variabel atau lebih dan tidak dapat digunakan untuk
mengkonfirmasi atau menolak hipotesis kasualitas imajiner.

II.1.6. Saling Ketergantungan, Sistem Akuntansi Manajemen, dan Kinerja
Manajerial
Semakin tinggi tingkat saling ketergantungan yang ada didalam suatu
perusahaan maka semakin kompleks kinerja manajerial, sehingga informasi yang
dibutuhkan juga menjadi semakin meningkat (Scott, 1992). Unit organisasi tidak
Perpustakaan Unika
hanya perlu informasi yang berkaitan dengan unitnya sendiri, tetapi juga
informasi yang berkaitan dengan unit lain. Informasi yang disediakan oleh Sistem
Akuntasi Manajemen menyediakan manajer berbagai alternatif solusi untuk
dipertimbangkan. Ini memungkinkan para manajer untuk memahami masalah
yang terjadi secara lebih baik.
Disamping itu, evaluasi prestasi di dalam sub-unit organisasi yang
mempunyai tingkat saling ketergantungan yang tinggi kemungkinan dibantu
dengan informasi yang mempunyai ruang lingkup luas. Seperti dinyatakan oleh
Hayes (1977) dalam Laksamana dan Muslichah (2002) bahwa ukuran kinerja
terhadap unit yang mempunyai tingkat saling ketergantungan akan sangat
bermanfaat apabila ukuran tersebut mencakup ukuran untuk menilai reliabilitas,
kerjasama, dan fleksibilitas para manajer divisi. Senada dengan pendapat tersebut
Mulyadi dan Setiawan (2000) menyatakan bahwa penggunaan informasi
akuntansi yang tidak tepat dalam pengukuran kinerja sering menghasilkan
perilaku yang tidak baik, dan bisa berakibat negatif. Kesulitan dalam penentuan
dan penghargaan perilaku manajerial yang layak mengakibatkan perlunya
monitoring dan penghargaan atas kerja. Ukuran yang paling sering digunakan
dalam pengukuran kinerja melibatkan ukuran akuntansi dan menggunakan
anggaran sebagai standar terhadap kinerja yang dihasilkan. Kinerja anggaran
dapat dimanipulasi untuk memberi kesan kinerja yang memuaskan walaupun
target yang ditetapkan tidak tercapai.
Tingkat saling ketergantungan yang tinggi nantinya akan meningkatkan
kompleksitas tugas yang akan dihadapi oleh manajer, sehingga membutuhkan
Perpustakaan Unika
informasi yang cukup memadai yang akan dihasilkan oleh Sistem Akuntansi
Manajemen untuk mengatasinya. Apabila tingkat saling ketergantungan yang
tinggi dan kompleksitas tugas yang dihadapi oleh manajer tersebut telah berhasil
diatasi maka diharapkan Kinerja Manajerial secara keseluruhan dari perusahaan
dapat meningkat dan menjadi semakin baik, dimana membawa perusahaan akan
semakin maju didalam segala bidangnya.

















Perpustakaan Unika
II.2. Hipotesis
Seperti dijelaskan dalam sub bab terdahulu bahwa semakin tinggi saling
ketergantungan maka akan, semakin kompleks pula informasi yang dibutuhkan.
Untuk mengatasi hal tersebut Bouwens dan Abernethy (2000) berpendapat bahwa
Sistem Akuntansi Manajemen dapat digunakan untuk mengurangi pengaruh saling
ketergantungan. Informasi yang disediakan oleh Sistem Akuntansi Manajemen
menyediakan manajer berbagai alternatif solusi untuk dipertimbangkan, ini
memungkinkan para manajer untuk memahami masalah yang terjadi secara lebih
baik (Bouwens & Abernethy 2000; abernethy & Guthrie 1994; Chenhall & Morris
1986 dalam Laksamana & Muslichah 2002).
Pada beberapa penelitian terdahulu menyatakan bahwa Saling
Ketergantungan yang semakin tinggi menyebabkan tugas para manajer semakin
kompleks, karena dalam melakukan kegiatannya manajer membutuhkan informasi
dari departemennya sendiri dan juga informasi dari departemen lain yang
memiliki hubungan. Oleh karena itu, informasi yang dihasilkan oleh Sistem
Akuntansi Manajemen akan sangat membantu manajer untuk mengatasi
kompleksitas tugas yang dihadapinya, sehingga dengan informasi yang tersedia
tersebut dapat mengurangi tingkat Saling Ketergantungan dan dapat
meningkatkan Kinerja Manajerial.
Berdasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan terdahulu, maka
hipotesis yang diuji dalam penelitian ini adalah :
H
1
: Saling ketergantungan berpengaruh positif secara tidak langsung
terhadap Kinerja Manajerial melalui Sistem Akuntansi Manajemen.
Perpustakaan Unika
H
2
: Saling ketergantungan berpengaruh positif secara langsung terhadap
kinerja manajerial.





















Perpustakaan Unika
II.3. Kerangka Pikir
Hasil dari Kinerja Manajerial secara tidak langsung dipengaruhi oleh
saling ketergantungan dengan melalui Sistem Akuntansi Manajemen dan kinerja
manajerial juga dapat dipengaruhi secara langsung oleh saling ketergantungan
tanpa melalui Sistem Akuntansi Manajemen, hal tersebut dapat dilihat pada
gambar berikut ini:
Gambar II
Kerangka Pikir Penelitian
SAM

Saling Ketergantungan Kinerja Manajerial

Dari gambar skema tersebut dapat diartikan bahwa saling ketergantungan
mempunyai pengaruh baik secara langsung terhadap Kinerja Manajerial atau
mempunyai pengaruh tidak langsung terhadap Kinerja Manajerial dengan melalui
SAM. Logikanya semakin tinggi tingkat saling ketergantungan maka akan
meningkatkan SAM yang akan berpengaruh terhadap Kinerja Manajerial. Dan
semakin rendah tingkat saling ketergantungan maka akan berpengaruh langsung
terhadap kinerja manajerial.




Perpustakaan Unika
II.4. Definisi dan Pengukuran Variabel
Pada penelitian ini ada 3 variabel yang diukur:
1. Saling Ketergantungan
Saling ketergantungan sebagai variabel dependen ini akan diukur dengan 3
pertanyaan kuesioner yang digunakan oleh Van de Ven el.al, (1976). Pertanyaan
tersebut dijawab dengan menggunakan skala skor satu sampai tujuh yang
mempunyai semakin tinggi skala berarti tingkat saling ketergantungan semakin
tinggi. Saling ketergantungan diungkapkan dalam pertanyaan, yang berkaitan
dengan saling ketergantungan antar departemen yang ada di suatu perusahaan.
Pengukuran variabel saling saling ketergantungan ditujukan untuk mengetahui
seberapa besar keterkaitan antara departemen yang satu dengan departemen yang
lain yang ada di dalam suatu perusahaan yang mana tiap departemen tersebut
dipimpin oleh seorang manajer bagian.
2. Sistem Akuntansi Manajemen
Sistem Akuntansi Manajemen akan diukur dengan menggunakan 24
pertanyaan yang diberi skor satu sampai tujuh dimana semakin tinggi skala berarti
informasi yang tersedia semakin banyak. Instrumen yang digunakan untuk
keandalan informasi akuntansi manajemen adalah instrumen yang dikembangkan
oleh Chanhall dan Morris (1986). Pengukuran ini dilakukan untuk melihat
seberapa banyak informasi yang tersedia di departemen yang ada di tiap
perusahaan untuk memperlancar jalannya operasional di departemen tersebut.
Perpustakaan Unika
3. Kinerja Manajerial
Kinerja Manajerial diukur dengan menggunakan 31 pertanyaan yang
diberi skala skor satu sampai tujuh dimana semakin tinggi skala berarti Kinerja
Manajerial perusahaan semakin baik (Mahoney et.al, 1963). Pengukuran Kinerja
Manajerial dilakukan untuk melihat sebaik apakah prestasi Kinerja Manajerial
yang terdapat didalam suatu perusahaan.
Perpustakaan Unika
24
BAB III
METODE PENELITIAN

III.1. Obyek dan Lokasi Penelitian
III.1.1. Obyek Penelitian
Obyek penelitian yang diambil dalam penelitian ini adalah semua manajer
yang ada didalam suatu perusahaan manufaktur berskala besar yang terletak di
sekitar kota Semarang.
III.1.2. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian diambil di dalam sekitar kota Semarang.




























Perpustakaan Unika
25
III.2. Populasi dan Sampel
III.2.1. Populasi
Populasi adalah sejumlah individu yang mempunyai sifat atau karakteristik
yang sama (Sutrisno Hadi, 1997). Populasi dalam penelitian ini adalah semua
manajer pada perusahaan manufaktur berskala besar di sekitar kota Semarang.
Penelitian ini difokuskan pada manajer dari perusahaan manufaktur karena
manajer pada perusahaan manufaktur tersebut biasanya terlibat secara aktif dalam
pengambilan keputusan perusahaan. Jumlah perusahaan manufaktur yang berskala
besar di kota Semarang berjumlah 185 perusahaan dengan kriteria perusahaan
manufaktur berskala besar menurut data yang dikeluarkan oleh BPS (Biro Pusat
Statistik) adalah jumlah perusahaan yang jumlah tenaga kerjanya lebih dari 100
orang.

III.2.2. Sampel
Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini
adalah purposive sampling, yaitu memilih sampel penelitian berdasarkan tujuan
atau target tertentu secara tidak acak.
Kriteria-kriteria penentuan sampel:
1. Manajer perusahaan yang memiliki alamat dan nomor telepon yang jelas
untuk dapat dihubungi.
2. Manajer perusahaan yang mau berpartisipasi dalam pengisian kuesioner.
3. Manajer perusahaan yang masa kerjanya minimal lebih dari 5 tahun.
4. Manajer perusahaan yang mempunyai jumlah staf minimal lebih dari 10 orang
Alasan manajer perusahaan manufaktur sebagai sampel adalah bahwa
manajer perusahaan manufaktur berperan penting bagi pengambilan keputusan
Perpustakaan Unika
26
serta dinilai lebih mempunyai pengaruh dalam perencanaan strategik, sehingga
jawaban dari kuesioner lebih dapat mewakili dan hasil penelitian ini dapat
menjadi lebih akurat.
Pemberian kuesioner untuk 32 perusahaan tersebut berbeda di dalam
bidang produk manufakturnya antara perusahaan yang satu dengan perusahaan
yang lainnya, hal ini karena pemberian kuesioner disesuaikan dengan permintaan
dari perusahaan dengan responden manajer dan juga memperhatikan jumlah
responden yang ada di perusahaan. Jumlah penyebaran dan pengembalian
kuesioner dapat dilihat pada tabel 3. Kuesioner yang disebar untuk 32 perusahaan
tersebut berjumlah 140 kuesioner.
Kuesioner yang diterima sebanyak 98 kuesioner (respon rate 70 %)
kuesioner yang diterima kemudian telah diperiksa ulang oleh peneliti untuk
melihat kelengkapannya. Dari pemeriksaan kuesioner diterima tersebut terdapat 8
kuesioner yang tidak dapat dipakai, karena tidak memenuhi kriteria sebagai
responden (respon rate 5,71 %), berarti sisa kuesioner yang dapat digunakan
dalam analisis selanjutnya yaitu 90 kuesioner.
Dasar penentuan tidak diterima atau tidak dapat digunakan sebagai data
untuk mendasari penelitian antara lain:
a. Ada beberapa pertanyaan dalam kuesioner yang tidak diisi oleh responden.
b. Jawaban responden terhadap pertanyaan yang diberikan didalam kuesioner
kurang jelas.
Perpustakaan Unika
27
Tabel 3
Penyebaran dan Pengembalian Kuesioner
No Nama Perusahaan Kuesioner Dikirim Kuesioner Kembali
1 PT. Intermas Tata Trading 4 3
2 PT. Tiga Raksa I 5 3
3 CV. Mutiara Baja 5 3
4 CV. Surya Jaya Teknik 4 3
5 CV. Angkasa 5 3
6 PT. Gloria Megah Perkasa 3 3
7 PT. Indonesia Steel Tube Works 5 3
8 PT. Autech Elektronic 4 3
9 PT. Industri Jamu Borobudur 5 4
10 PT. Tri Jaya 4 3
11 UD. Karunia Abadi 5 3
12 PT. Anugerah 3 3
13 PT. Fumira 4 3
14 CV. Bakti Usaha 5 3
15 PT. Jati Luhur Agung 5 3
16 CV. Barokah 4 2
17 PT. Tiga Raksa II 5 3
18 PT. Tri Serasi Hutomo 3 3
19 PT. Persada Jaya 5 3
20 PT. 57 4 3
21 CV. Serasi 4 3
22 PT. Sanjaya 5 3
23 PT. Andalas Utama 4 3
24 UD. Muria Jaya 5 2
25 PT. Kurios Utama 4 3
26 UD. Dadi Makmur 5 4
27 PT. Top Food Makmur 4 3
28 PT. Cakrawala 3 3
29 CV. Abadi Jaya 5 3
30 PT. Lestari 4 3
31 UD. Cahaya Abadi 5 3
32 PT. Waris Jaya 5 3
Total 140 98

III.3. Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner
kepada manajer-manajer perusahaan manufaktur berskala besar di sekitar kota
Perpustakaan Unika
28
Semarang. Kuesioner tersebut terdiri atas pertanyaan-pertanyaan dan responden
hanya memilih salah satu alternatif dari jawaban yang telah tersedia.

III.3.1. Pengujian Validitas
Validitas adalah suatu alat ukur yang digunakan dalam penelitian yang
menggunakan kuesioner untuk mengetahui apakah kuesioner tersebut dapat
dikatakan valid atau tidak valid, sehingga dapat diketahui hubungan kuesioner
dengan penelitian. Rumus uji validitas adalah sebagai berikut: (Sudjana,
1994:244)
Rumus :
r =
( ) ( )
( ) [ ] ( ) [ ]



2
2
2
2
Y Y n X X n
Y X - XY n

Keterangan :
r = koefisien korelasi
n = jumlah responden
X = skor tiap-tiap pertanyaan pada kuesioner
Y = total skor keseluruhan pertanyaan tiap koresponden
Adapun hasil perhitungan sebagai berikut :
Jika r
hitung
> r
tabel
, berarti ada korelasi atau hubungan dan dapat dikatakan alat
ukur tersebut adalah valid.
Jika r
hitung
< r
tabel
, berarti tidak ada korelasi atau hubungan dan dapat dikatakan
alat ukur tersebut dikatakan tidak valid.
Perpustakaan Unika
29
Uji validitas ini dibantu dengan program SPSS (Statistical Package for
Social Science). Dari perhitungan uji validitas tersebut, didapatkan hasil
perhitungan sebagai berikut :
Tabel 3.1
Hasil Uji Validitas Saling Ketergantungan
Pertanyaan R hitung R tabel Keterangan
1 0.3998 0.207 Valid
2 0.6146 0.207 Valid
3 0.5573 0.207 Valid
Sumber : Data primer yang diolah
Dari tabel 3.1 di atas dapat dilihat bahwa hasil kuesioner valid. Ini
ditunjukkan dari nilai validitas yang dilihat dari koefisien korelasi masing-masing
instrumen penelitian. Hasil penelitian dianggap valid jika dilihat dari
perbandingan antara R hitung dengan R tabel, dimana R hitung > R tabel (0,207).
Sedangkan untuk instrumen penelitian sistem akuntansi manajemen, hasil
perhitungan uji validitasnya menunjukkan bahwa hasil kuesioner cukup handal
dan valid. Ini terbukti dari hasil validitas yang menunjukkan bahwa R hitung >
R tabel (0,207). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel 3.2.
Tabel 3.2.
Hasil Validitas Sistem Akuntansi Manajemen
Pertanyaan R hitung R tabel Keterangan
1 0.6718 0.207 Valid
2 0.4846 0.207 Valid
3 0.7341 0.207 Valid
4 0.7101 0.207 Valid
5 0.4315 0.207 Valid
6 0.7539 0.207 Valid
7 0.6259 0.207 Valid
8 0.6405 0.207 Valid
9 0.6200 0.207 Valid
Perpustakaan Unika
30
10 0.4890 0.207 Valid
11 0.4140 0.207 Valid
12 0.6143 0.207 Valid
13 0.3881 0.207 Valid
14 0.2533 0.207 Valid
15 0.6214 0.207 Valid
16 0.7204 0.207 Valid
17 0.5541 0.207 Valid
18 0.4409 0.207 Valid
19 0.4908 0.207 Valid
20 0.7150 0.207 Valid
21 0.6843 0.207 Valid
22 0.4147 0.207 Valid
23 0.5063 0.207 Valid
24 0.6021 0.207 Valid
Sumber : Data primer yang diolah
Untuk isntrumen penelitian kinerja manajerial diperoleh hasil perhitungan
bahwa hasil kuesioner yang diperoleh valid, hal ini dibuktikan dari R hitung >
R tabel (0,207), untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3.3 di bawah ini.
Tabel 3.3
Hasil Uji Validitas Kinerja Manajerial
Pertanyaan R hitung R tabel Keterangan
1 0.7112 0.207 Valid
2 0.8904 0.207 Valid
3 0.6830 0.207 Valid
4 0.5734 0.207 Valid
5 0.7484 0.207 Valid
6 0.8644 0.207 Valid
7 0.4096 0.207 Valid
8 0.6572 0.207 Valid
9 0.8571 0.207 Valid
10 0.6892 0.207 Valid
11 0.7397 0.207 Valid
12 0.5643 0.207 Valid
13 0.7671 0.207 Valid
14 0.8938 0.207 Valid
15 0.6590 0.207 Valid
16 0.5478 0.207 Valid
17 0.6463 0.207 Valid
Perpustakaan Unika
31
18 0.5340 0.207 Valid
19 0.9002 0.207 Valid
20 0.6416 0.207 Valid
21 0.5723 0.207 Valid
22 0.7349 0.207 Valid
23 0.8981 0.207 Valid
24 0.4247 0.207 Valid
25 0.7307 0.207 Valid
26 0.8898 0.207 Valid
27 0.5256 0.207 Valid
28 0.6480 0.207 Valid
29 0.4954 0.207 Valid
30 0.6175 0.207 Valid
31 0.8969 0.207 Valid
Sumber : Data primer yang diolah

III.3.2. Pengujian Reliabilitas
Uji reliabilitas dimaksud untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran
terhadap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap
gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama
(Riyadi.2000:142).
Uji reliabilitas dapat dihitung dengan menggunakan rumus alpha
(Novrensia Jaya, 2001 : 39).
=
1)r - (K 1
r . K
+

Keterangan :
K = jumlah item valid
r = rata rata korelasi antar item
= koefisien reliabilitas

Perpustakaan Unika
32
Adapun hasil perhitungan tersebut sebagai berikut :
Jika dekat dengan nol (misal 0,1), berarti kuesioner kurang reliabel.
Jika dekat dengan 1 atau 1 (misal 0,96 atau 0,90), berarti kuesioner
reliabel.
Dari hasil perhitungan uji reliabilitas didapatkan hasil yang cukup reliabel.
Ini terbukti dari hasil perhitungan = 0,7006 untuk variabel saling
ketergantungan, = 0,9266 untuk variabel sistem akuntansi manajemen, dan =
0,9671 untuk variabel kinerja manajerial.
Dari hasil perhitungan ketiga variabel tersebut dapat disimpulkan bahwa hasilnya
cukup reliabel karena mendekati 1, hal ini ditunjukkan pada tabel 3.4 yang
terdapat di bawah ini :
Tabel 3.4
Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach Alpha () Keterangan
Saling ketergantungan 0.7006 Reliabel
SAM 0.9266 Reliabel
Kinerja manajerial 0.9671 Reliabel
Sumber : Data primer yang diolah

III.4. Teknik Analisis Data dan Uji Hipotesis
III.4.1. Analisis Regresi
Penelitian ini menggunakan metode analisis intervening yang digunakan
untuk menganalisis hubungan antara tiga variabel, yaitu variabel independent
(Saling Ketergantungan dan SAM) dengan variabel dependen (Kinerja
Manajerial). Pengujian ini menggunakan persamaan untuk menganalisis apakah
Perpustakaan Unika
33
pengaruh Saling Ketergantungan dan SAM terhadap Kinerja Manajerial. Untuk
mempermudah perhitungannya peneliti menggunakan alat Bantu program SPSS
(Statistical Package For The Social Science) dan dibutuhkan data yang terdiri dari
kelompok-kelompok hasil penelitian kuesioner sehingga dihasilkan persamaan
regresi. Persamaan regresi tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut:
Persamaan :
SAM = a + b
1
SK (1)
KM = a + b
1
SK + b
2
SAM (2)
Dimana :
KM = Kinerja Manajerial
SK = Saling Ketergantungan
SAM = Sistem Akuntansi Manajemen
b
1
b
2
= Koefisien regresi
Hasil dari persamaan (1) dan (2) harus signifikan, dimana dari hasil 2
persamaan tersebut akan menunjukkan adanya hubungan antara Saling
Ketergantungan terhadap SAM dan hubungan Saling Ketergantungan terhadap
Kinerja Manajerial secara tidak langsung dengan melalui SAM.
Standarized koefisien untuk Saling Ketergantungan pada persamaan (1)
akan memberikan nilai q2, sedangkan koefisien untuk Saling Ketergantungan dan
Sistem Akuntansi Manajemen pada persamaan (2) akan memberikan nilai q1 dan q3.



Perpustakaan Unika
34
SAM

Saling Ketergantungan
Kinerja Manajerial

q1 menunjukkan besarnya pengaruh Saling Ketergantungan terhadap
Kinerja Manajerial secara langsung.
Perkalian q2 dan q3 menunjukkan besarnya pengaruh Saling
Ketergantungan terhadap Kinerja Manajerial secara tidak langsung dengan
melalui SAM. Pengaruh tidak langsung antara Saling Ketergantungan
terhadap Kinerja Manajerial dengan melalui SAM hanya dapat diterima
jika nilai hasil perkalian q2 dan q3 lebih besar dari nilai q1 dan pengaruh
secara langsung antara saling ketergantungan terhadap kinerja manajerial
hanya dapat diterima jika nilai perkalian q2 dan q3 lebih kecil dari nilai q1.

III.4.2 Uji Hipotesis
Dari diagram di atas dapat menunjukkan bahwa Saling Ketergantungan
dapat berpengaruh langsung ke Kinerja Manajerial dan dapat juga berpengaruh
secara tidak langsung yaitu dengan melalui SAM. Untuk menentukan hubungan
Saling Ketergantungan terhadap Kinerja Manajerial dengan cara mengkalikan
nilai q2 dengan q3. apabila hasil perkalian q2 dengan q3 nilainya lebih besar dari
nilai q1 maka hipotesis pertama dapat diterima dan hipotesis kedua ditolak, yaitu
bahwa Saling Ketergantungan mempunyai pengaruh secara tidak langsung
terhadap Kinerja Manajerial dengan melalui SAM. Jika nilai perkalian q2 dengan
q2
q1
q3
Perpustakaan Unika
35
q3 lebih kecil dari q1 maka hipotesis kedua diterima, sedangkan hipotesis yang
pertama ditolak, yaitu Saling Ketergantungan mempunyai pengaruh secara
langsung terhadap Kinerja Manajerial. Pengujian pada hipotesis ini menguji
besarnya q2, q3 terhadap q1 apakah pengujian pada penelitian ini terdapat
pengaruh saling ketergantungan secara langsung atau tidak langsung terhadap
kinerja manajerial.
Untuk pengujian terhadap hipotesis, ditentukan dengan menggunakan taraf
nyata (level of signifikan) sebesar 5%, pengujian ini menggunakan program
SPSS.
Cara pengujian :
H
01
:
0
= 0, saling ketergantungan tidak mempunyai pengaruh terhadap
kinerja manajerial baik secara langsung maupun tidak langsung dengan variabel
SAM sebagai variabel intervening.
H
a1
:
0
> 0, saling ketergantungan mempunyai pengaruh tidak langsung
terhadap kinerja manajerial dengan variabel SAM sebagai variabel intervening.
H
a2
:
0
> 0, saling ketergantungan mempunyai pengaruh secara langsung
terhadap kinerja manajerial.
Kriteria keputusannya adalah :
- H
a1
diterima jika :
Persamaan (1) dan (2) signifikan pada 5 %, yaitu besarnya nilai
probabilitas yang diperoleh dari hasil perhitungan persamaan regresi harus
lebih kecil dari 5 %.
(q
2
)(q
3
) > (q
1
).

Perpustakaan Unika
36
- H
a1
ditolak jika :
Tidak memenuhi salah satu atau kedua kriteria H
a1
diterima, yaitu
persamaan (1) dan (2) nilai probabilitasnya besar dari 5 % atau tidak
signifikan pada 5 %.
(q
2
)(q
3
) < (q
1
).
- H
a2
diterima jika :
Persamaan q
1
signifikan pada 5 %, yaitu besarnya nilai probabilitas yang
diperoleh dari hasil perhitungan persamaan regresi harus lebih kecil dari
5 %.
(q
2
)(q
3
) < (q
1
).
- H
a2
ditolak jika :
Persamaan q
1
atau persamaan q
2
dan q
3
dinilai lebih besar dari q
1
dan tidak
memenuhi salah satu atau kedua kriteria H
a2
diterima, yaitu persamaan (1)
dan (2) nilai probabilitasnya mempunyai nilai lebih dari 5 % atau tidak
signifikan pada 5 %.
(q
2
)(q
3
) > (q
1
).



Perpustakaan Unika
BAB IV
ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

IV.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian
Responden dalam penelitian ini yang dijadikan sebagai populasi adalah
semua manajer yang bekerja pada beberapa perusahaan di kota Semarang. Data
penelitian dikumpulkan dengan mengirimkan 140 kuesioner dan jumlah yang
kembali 98, sedangkan jumlah yang dapat diolah hanya sebanyak 90 karena 8
dari kuesioner yang kembali tidak dapat dianalisis karena memiliki jawaban
yang tidak lengkap.
Tabel 4.1
Rincian Penerimaan dan Pengembalian Kuesioner





Dari jumlah kuesioner yang layak untuk diolah selanjutnya akan dibahas
terlebih dahulu mengenai identitas responden. Secara rinci responden dapat
dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, masa
kerja.posisi jabaran dan jumlah staff Dari identitas responden tersebut
Pengiriman 140
Kuesioner yang kembali 98
Kuesioner yang kembali tetapi tidak lengkap jawabannya 8
Kuesioner data yang dapat diolah 90
Perpustakaan Unika
diharapkan nantinya tidak menimbulkan adanya biasa penelitian yang
diakibatkan oleh sampel penelitian.
Tabel 4.2
Profil Responden

Jumlah Persentase
JENIS KELAMIN
Pria
Wanita

54
36

60,0
40,0
UMUR
30,1 35 tahun
35,1 40 tahun
40,1 45 tahun
45,1 50 tahun
> 50 tahun

23
25
28
4
10

25,6
27,8
31,1
4,4
11,1
POSISI JABATAN:
Manajer Pemasaran
Manajer Produksi

43
47

47,8
52,2
JUMLAH STAFF
10 20 orang
> 30 orang

43
47

47,8
52,2
MASA KERJA
6 10 th
11 15 th

31
59

34,4
65,6
PENDIDIKAN
Diploma
Sarjana (S1)

18
72

20,0
80,0


Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah pria lebih mendominasi
menjadi manajer dikota Semarang di banding wanita, hal ini menunjukkan laki-
Perpustakaan Unika
laki mempunyai ekspansi usaha didunia bisnis lebih tinggi dibanding dengan
perempuan. Kebanyakan dari manajer mempunyai umur 40 tahun hingga 45
tahun, dimana pada usia ini seseorang sudah matang dalam usaha tertentu.
Tingkat pendidikan sebagian besar didominasi oleh lulusan strata satu,
hal ini berarti kemampuan pemikiran secara makro lebih diutamakan dalam
pengambilan solusi dan strategi usaha ini. Mengenai masa kerja paling banyak
11-15 tahun jadi pengalaman menjadi manajer dari responden cukup lama
sehingga dimungkinkan seseorang telah banyak mengetahui seluk beluk
perusahaan serta mengetahui banyak mengenai hal-hal pengembangan usaha,
ketika melebihi masa jabatan ini relatif orang lebih tua sehingga kurang energik
Jumlah manajer produksi sedikit lebih banyak dibanding manajer
pemasaran, dengan staf yang juga berimbang antara yang kurang dari 20 orang
dengan yang lebih dari 30 orang.

IV.2. Deskripsi Variabel Penelitian:
Dalam penelitian ini, data-data yang digunakan dibuat dengan skala
likert, yaitu skala pengukuran yang dikuantitatifkan dengan memberikan skor
atau angka dimana angka tersebut menunjukkan suatu posisi, dengan ketentuan
angka yang terkecil menunjukan nilai yang kurang setuju. Dimana pemberian
angka tersebut didapat berdasarkan tanggapan para responden terhadap masing-
masing variabel:

Perpustakaan Unika
Tabel 4.3
Diskripsi Variabel
Variabel Kisaran
teoritis
Kisaran
empiris
Median
teoritis
Rata-rata
Saling Ketergantungan 3 21 12 19 12 14,86
SAM 24 168 68 148 96 120,79
Kinerja 31 217 78 178 124 122,08
Sumber : Data primer yang diolah
Tabulasi data tersebut menunjukkan bahwa untuk variabel Saling
ketergantungan menunjukkan rata-rata empiris sebesar 14,86. Nilai tersebut
berada di atas median teoritis dari skala pengukurannya yaitu sebesar 12. Hal ini
menunjukkan bahwa secara umum beberapa perusahaan sampel memiliki saling
ketergantungan antar unit atau departemen yang cukup tinggi
Variabel Sistem Akuntansi Manajemen (SAM) diperoleh rata-rata
empiris sebesar 120,79 yang berada di atas rata-rata atau median teoritisnya yaitu
96. Hal ini menunjukkan bahwa secara empiris terdapat pemanfaatan Sistem
Akuntansi manajemen yang cukup besar pada perusahaan sampel.
Kinerja menunjukkan rata-rata empiris sebesar 122,08 yang berada
dibawah rata-rata teoritisnya yaitu sebesar 124. Hal ini mengindikasikan adanya
bentuk kinerja yang lebih kecil di atas rata-rata teoritisnya atau terdapat adanya
kinerja yang masih kurang baik pada perusahaan sampel.


Perpustakaan Unika
IV.3. Uji Validitas dan Reliabilitas
Pengujian kualitas instrumen dimaksudkan untuk menghindarkan adanya
bias yang diperoleh dari data penelitian dalam menjelaskan konstruk variabel
yang diukur melalui instrumen kuesioner . Uji kualitas instrumen meliputi uji
validitas dan uji reliabilitas instrumen. Uji validitas digunakan untuk menguji
sejauh mana ketepatan alat ukur dapat mengungkapkan konsep gejala/kejadian
yang diukur. Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan uji korelasi
product moment yang sudah dikoreksi, sedangkan pengujian reliabilitas dalam
penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Alpha.
Hasil pengujian validitas untuk masing-masing variabel yang diringkas
pada tabel 4.4 berikut ini.
Tabel 4.4
Hasil Pengujian Validitas
Variabel Korelasi Keterangan
Saling ketergantungan 0,3998 0,6146 Valid semua
SAM 0,2533 0,7204 Valid semua
Kinerja Manajerial 0,4096 0,9002 Valid semua
Sumber : Data primer yang diolah
Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa uji validitas untuk masing-
masing item menunjukkan nilai yang berada diatas nilai r tabel untuk n = 90
yaitu 0,207. Dengan demikian, item-item pada masing-masing konsep variabel
tersebut layak digunakan sebagai alat ukur dalam pengujian statistik.
Perpustakaan Unika
Untuk pengujian reliabilitas instrumen, diperoleh semua variabel
mempunyai koefisien Alpha yang lebih besar dari 0,6 sehingga dapat dikatakan
semua konsep pengukur variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini
adalah reliabel.
Diperoleh bahwa semua indikator penyusun masing-masing vareiabel
yang digunakan dalam penelitian ini memiliki nilai loading factor yang lebih
besar dari 0,5. Hal ini berarti bahwa semua indikator-indikator tersebutr adalah
valid.
Hasil uji reliabilitas kuisioner didapat hasil cronbach Alpa yang
diringkas sebagai berikut :
Tabel 4.5
Diskripsi Variabel
Variabel Alpha Keterangan
Saling ketergantungan 0,7006 Reliabel
SAM 0,9266 Reliabel
Kinerja Manajerial 0,9671 Reliabel
Sumber : Data primer yang diolah
Hasil pengujian reliabilitas diperoleh nilai koefiien Alpha untuk
seluruh yang lebih besar dari 0,6. Hal ini menunjukkan bahwa semua
konstruk variabel adalah reliabel.



Perpustakaan Unika
IV.4. Pengujian Hipotesis
Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk
menguji adanya pengaruh langsung dari variabel Saling Ketergantungan
terhadap Kinerja Manajerial secara langsung maupun secara tidak langsung
dengan melalui SAM. Dengan demikian pengujian hipotesis dalam penelitian ini
akan dilakukan dengan menggunakan 2 model regresi dengan menggunakan
variabel SAM sebagai variabel intervening Hasil pengujian kedua model regresi
tersebut diperoleh sebagai berikut :
Model regresi pertama dilakukan dengan melihat hubungan antara Saling
ketergantungan terhadap SAM terlebih dahulu untuk melihat bahwa SAM akan
mampu berfungsi sebagai variabel intervening.
Tabel 4.6
Koefien regresi Saling Ketergantungan terhadap SAM
Var Koef SE Std. Koef t Sig t
Konstan 16.152 10.185 1.586 0.116
Saling ketergantungan 7.044 0.680 0.741 10.353 0.000
F 107.186
Sig F 0.000
R
2
0.549
Sumber : Data primer yang diolah
Hasil pengujian untuk model ini menunjukkan adanya pengaruh yang
signifikan dari Saling ketergantungan terhadap Sistem Akuntansi Manajemen
(SAM) dimana diperoleh nilai F sebesar 107.186 dengan signifikansi sebesar
0,000 yang jauh di bawah 0,05. Hal ini akan memungkinkan untuk mendapatkan
Perpustakaan Unika
bahwa SAM merupakan variabel intervening bagi pengaruh Saling
ketergantungan terhadap Kinerja Manajerial. Besarnya hubungan antara Saling
ketergantungan dengan SAM diperoleh dari besarnya koefisien standardized beta
pada hasil regresi yaitu sebesar 0,741.
Model kedua dilakukan dengan melihat hubungan antara Saling
Ketergantungan dan SAM terhadap Kinerja manajerial dengan tujuan untuk
melihat pengaruh langsung Saling ketergantungan terhadap Kinerja dan SAM
terhadap Kinerja yang akan mendukung pengaruh tidak langsung dari Saling
ketergantungan terhadap kinerja manajerial.
Tabel 4.6
Koefisien regresi Saling Ketergantungan dan SAM terhadap
Kinerja Manajerial
Var Koef SE Std. Koef t Sig t
Konstan -35.329 17.400 -2.030 0.045
Saling ketergantungan 4.966 1.707 0.327 2.910 0.005
SAM 0.692 0.180 0.433 3.856 0.000
F 44.317
Sig F 0.000
Adjusted R
2
0.493

Pada model kedua ini diperoleh hasil pengujian yang menunjukkan nilai
sebesar 44.317 dengan signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hal
ini berarti bahwa secara bersama-sama model variabel kinerja manajerial dapat
dipengaruhi oleh saling ketergantungan dan SAM.
Perpustakaan Unika
Dari kedua model persamaan regresi tersebut selanjutnya akan dapat
diketahui jenis Saling keergantungan cenderung memiliki pengaruh langsung
atau pengaruh tidak langsung terhadap kinerja manajerial. Jika dinyatakan dalam
diagram jalur mengenai besarnya pengaruh masing-masing variabel adalah
sebagai berikut :
Gambar 4.1
Pengaruh Saling ketergantungan secara langsung dan tidak langsung







Gambar tersebut dapat menjelaskan besarnya pengaruh langsung dan
tidak langsung dari Saling ketergantungan sebagai berikut :
Pengaruh langsung = 0,327
Pengaruh tidak langsung = 0,741 x 0,433 = 0,321

Berdasarkan pada kedua bentuk perhitungan pengaruh Saling
ketergantungan terhadap Kinerja manajerial tersebut maka diperoleh bahwa
pengaruh langsung dari Saling ketergantungan menunjukkan pengaruh langsung
SAM
SK Kinerja
0,741
(p = 0,000)
0,327
(p = 0,005)
0,433
(p = 0,000)
Perpustakaan Unika
yang signifikan terhadap kinerja manajerial (p = 0,005 < 0,05).. Dengan
demikian maka Hipotesis 2 diterima. Sedangkan pengujian secara tidak langsung
diperoleh sebesar 0,321 yang tercipta dari pengaruh signifikan dari saling
ketergantungan terhadap SAM (p = 0,000 < 0,05) yang dilanjutkan dengan
pengaruh SAM terhadap kinerja manajerial (p = 0,000 < 0,05). Hal ini berarti
bahwa Hipotesis 1 diterima.
Namun demikian dari koefisien pengaruh menunjukkan bahwa Saling
Ketergantungan memiliki pengaruh langsung yang lebih dominan dalam
mempengaruhi kinerja manajerial dibanding pengaruh tidak langsungnya.
Dengan kata lain, pemanfaatan SAM dalam menunjang kinerja manajerial dalam
menjelaskan pengaruh saling ketergantungan antar departemen atau unit kerja
perusahaan relatif rendah

IV.5. Pembahasan
Berdasarkan hasil temuan dari penelitian ini suatu hasil bahwa Saling
Ketergantungan memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap Kinerja
Manajerial. Pengujian secara tidak langsung dari model tersebut juga
menunjukkan adanya pengaruh tidak langsung dari variabel Saling
ketergantungan terhadap kinerja manajerial dengan melalui Sistem Akuntansi
Manajemen (SAM), namun pengaruh langsung memiliki koefisien hubungan
yang lebih kuat dan besar.
Perpustakaan Unika
Sistem Akuntansi Manajemen (SAM) dalam hal ini secara empiris
menunjukkan dapat membantu dalam meningkatkan kinerja manajerial. Sistem
Akuntansi Manajemen yang berbasis 4 karakteristik diperoleh memiliki
keunggulan dalam meningakatkan kinerja manajerial. Semakin tinggi tingkat
saling ketergantungan yang ada didalam suatu perusahaan maka semakin
kompleks kinerja manajerial, sehingga informasi yang dibutuhkan juga menjadi
semakin meningkat (Scott, 1992). Informasi yang disediakan oleh Sistem
Akuntasi Manajemen menyediakan manajer berbagai alternatif solusi untuk
dipertimbangkan. Ini memungkinkan para manajer untuk memahami masalah
yang terjadi secara lebih baik.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Hayes (1977)
sebagaimana dikutip oleh Laksamana dan Muslichah (2002) bahwa ukuran
kinerja terhadap unit yang mempunyai tingkat saling ketergantungan akan sangat
bermanfaat apabila ukuran tersebut mencakup ukuran untuk menilai reliabilitas,
kerjasama, dan fleksibilitas para manajer divisi.
Perpustakaan Unika
BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Dari hasil analisis data dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut.
1. Saling ketergantungan memiliki pengaruh positif secara langsung terhadap
kinerja manajerial.
2. Saling ketergantungan juga memiliki pengaruh positif secara tidak langsung,
namun pengaruh secara tidak langsung melalui Sistem Akuntansi
Manajemen (SAM) lebih rendah dibanding pengaruh langsungnya.

5.2. Saran Penelitian
Saran yang dapat diberikan sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian
adalah sebagai berikut :
1. Masalah update Sistem Akuntansi Manajemen nampaknya masih
memerlukan pembenahan dalam sumber daya manusia maupun peralatan
teknologi informasi yang lebih baik. Hal ini akan sangat diperlukan
mengingat adanya pengaruh saling ketergantungan yang besar yang dimiliki
oleh perusahaan akan memerlukan cakupan luas terhadap informasi yang
disediakan
2. Dengan cukup besarnya ketidakpastian yang dapat diakibatkan oleh saling
ketergantungan yang memungkinkan diperolehnya gap antar unit atau
Perpustakaan Unika
departemen yang dapat menurunkan kinerja manajer, maka Sistem Akuntansi
Manajemen (SAM) mutlak akan diperlukan untuk mempersempit gap antara
departemen tersebut.

5.3. Implikasi Penelitian
1. Dapat mendorong dilakukan penelitian-penelitian berikutnya dibidang
Akuntansi Manajemen khususnya mengenai pengaruh saling ketergantungan
secara langsung atau tidak langsung terhadap kinerja manajerial dengan
SAM sebagai variabel intervening.
2. Penelitian ini diharapkan dapat mendorong dan memperbaiki pada
penelitian-penelitian selanjutnya.
3. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi masukan bagi perancang
organisasi mengenai perlunya melakukan penelitian terhadap Sistem
Akuntansi Manajemen apa yang sesuai dan cocok untuk diterapkan dalam
organisasi perusahaan tersebut.
Perpustakaan Unika
37
DAFTAR PUSTAKA

Algitari, 1997, Analisis Regresi Teori, Kasus dan Solusi, BPFE, Yogyakarta
Dajan, Anto, 1996, Pengantar Metode Statistik, Jilid II, Jakarta: LP3ES
Hansen dan Mowen, 1971, Akuntansi Manajerial, jilid 2, Erlangga, Jakarta.
Hansen, D.R, dan Maryame M. Mowen, Anceila A. Hermawan, M.B.A, 1997,
Akuntansi Manajemen Jilid 1, Erlangga, Jakarta.
Husein Umar, 1998, Riset Akuntansi, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Umum
Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo, 1999, Metodologi Penelitian Bisnis
Untuk Akuntansi dan Manajemen, Yogyakarta: BPFE
Juniarti et. al, Hubungan Karakteristik Informasi Yang Dihasilkan Oleh
Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Terhadap Kinerja
Manajerial Pada Perusahaan, Jurnal Akuntansi, Vol. 5, No. 2,
November 2003 : 110 122
Laksamana, Arsono dan Mustichah, 2002, Pengaruh Teknologi Informasi,
Saling Ketergantungan, Karakteristik Sistem Akuntansi Manajemen
terhadap Kinerja Manajerial, Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 4,
No. 2, Surabaya
Muslichah 2003, Interaksi Antara Interdependensi dan Desentralisasi Serta
Pengaruhnya Terhadap Karakteristik Sistem Akuntansi Manajemen,
Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen, Vol 6. No. 1, April 2003
Nazaruddin, 1998, Pengaruh Desentralisasi dan Karakteristik Informasi SAM
terhadap Kinerja Manajerial, Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol. 1,
No. 2, Jakarta
Robbins, S.P. Jusuf Udaya, Lic, EC, 1994, Teori Organisasi Struktur, Desain
dan Aplikasi, Edisi 3, ARCAN, Jakarta
Robbins, S.R, Jusuf Udaya, LIC., EC. 1994, Teori Organisasi Struktur, Desain,
dan Aplikasi, Edisi 3, Arcan, Jakarta.
Rustiana, 2002, Pengaruh Sistem Akuntansi Manajemen, Desentralisasi dan
Perceived Envioronmental Uncertainty (PEU) Terhadap Kinerja
Manajerial: Three Way Interaction, Jurnal Riset Ekonomi dan
Manajemen, Vol. 2, No. 2.
Perpustakaan Unika
Regression
Variables Entered/Removed
b
SK
a
. Enter
Model
1
Variables
Entered
Variables
Removed Method
All requested variables entered.
a.
Dependent Variable: SAM
b.

Model Summary
.741
a
.549 .544 11.92
Model
1
R R Square
Adjusted
R Square
Std. Error of
the Estimate
Predictors: (Constant), SK
a.

ANOVA
b
15237.174 1 15237.174 107.186 .000
a
12509.815 88 142.157
27746.989 89
Regression
Residual
Total
Model
1
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), SK
a.
Dependent Variable: SAM
b.

Coefficients
a
16.152 10.185 1.586 .116
7.044 .680 .741 10.353 .000
(Constant)
SK
Model
1
B Std. Error
Unstandardized
Coefficients
Beta
Standardi
zed
Coefficien
ts
t Sig.
Dependent Variable: SAM
a.

Perpustakaan Unika
Regression
Variables Entered/Removed
b
SAM, SK
a
. Enter
Model
1
Variables
Entered
Variables
Removed Method
All requested variables entered.
a.
Dependent Variable: KINERJA
b.

Model Summary
.710
a
.505 .493 20.08
Model
1
R R Square
Adjusted
R Square
Std. Error of
the Estimate
Predictors: (Constant), SAM, SK
a.

ANOVA
b
35752.590 2 17876.295 44.317 .000
a
35093.865 87 403.378
70846.456 89
Regression
Residual
Total
Model
1
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), SAM, SK
a.
Dependent Variable: KINERJA
b.

Coefficients
a
-35.329 17.400 -2.030 .045
4.966 1.707 .327 2.910 .005
.692 .180 .433 3.856 .000
(Constant)
SK
SAM
Model
1
B Std. Error
Unstandardized
Coefficients
Beta
Standardi
zed
Coefficien
ts
t Sig.
Dependent Variable: KINERJA
a.

Perpustakaan Unika
Reliability



R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A)


Item-total Statistics

Scale Scale Corrected
Mean Variance Item- Alpha
if Item if Item Total if Item
Deleted Deleted Correlation Deleted

SK1 9.7111 2.1853 .3998 .7397
SK2 10.1778 1.4737 .6146 .4748
SK3 9.8222 1.6310 .5573 .5563



Reliability Coefficients

N of Cases = 90.0 N of Items = 3

Alpha = .7006
Perpustakaan Unika
Reliability



R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A)


Item-total Statistics

Scale Scale Corrected
Mean Variance Item- Alpha
if Item if Item Total if Item
Deleted Deleted Correlation Deleted

SAM1 116.3000 276.1899 .6718 .9218
SAM2 115.4444 294.8340 .4846 .9249
SAM3 115.9000 280.0011 .7341 .9208
SAM4 115.3667 286.8640 .7101 .9218
SAM5 115.6556 293.7115 .4315 .9258
SAM6 115.5444 286.5654 .7539 .9214
SAM7 116.3889 274.3976 .6259 .9230
SAM8 115.5111 283.1516 .6405 .9224
SAM9 115.8222 281.5860 .6200 .9227
SAM10 115.7333 291.8831 .4890 .9249
SAM11 115.6000 284.8494 .6140 .9228
SAM12 115.2778 289.4164 .6143 .9231
SAM13 115.9000 293.8663 .3881 .9267
SAM14 115.9889 298.8875 .2533 .9291
SAM15 116.4889 277.1965 .6214 .9229
SAM16 115.4667 283.6000 .7204 .9213
SAM17 115.6667 293.1685 .5541 .9241
SAM18 115.9333 299.1416 .4409 .9256
SAM19 116.1778 285.8782 .4908 .9253
SAM20 115.9778 269.9546 .7150 .9210
SAM21 115.2333 286.8551 .6843 .9221
SAM22 115.4667 295.5551 .4147 .9259
SAM23 115.5333 294.5213 .5053 .9247
SAM24 115.7667 291.6416 .6021 .9235



Reliability Coefficients

N of Cases = 90.0 N of Items = 24

Alpha = .9266
Perpustakaan Unika
Reliability


R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A)


Item-total Statistics

Scale Scale Corrected
Mean Variance Item- Alpha
if Item if Item Total if Item
Deleted Deleted Correlation Deleted

KIN1 118.4000 741.9955 .7112 .9659
KIN2 118.2556 736.3497 .8906 .9648
KIN3 117.9556 749.0767 .6830 .9660
KIN4 118.1222 749.1197 .5734 .9668
KIN5 118.3333 737.7303 .7484 .9656
KIN6 118.1444 733.2261 .8644 .9649
KIN7 117.8222 765.6759 .4096 .9677
KIN8 118.1111 745.0212 .6572 .9662
KIN9 118.1222 733.2770 .8571 .9649
KIN10 117.7889 748.5280 .6892 .9660
KIN11 118.2444 743.0182 .7397 .9657
KIN12 118.2556 753.9452 .5643 .9668
KIN13 118.0111 744.3257 .7071 .9659
KIN14 118.2222 735.2534 .8938 .9648
KIN15 118.0222 751.8422 .6590 .9662
KIN16 118.2111 758.3482 .5478 .9668
KIN17 118.0333 753.1562 .6463 .9663
KIN18 118.2111 756.9100 .5350 .9669
KIN19 118.2444 733.1980 .9002 .9647
KIN20 118.0667 754.3101 .6416 .9663
KIN21 117.9889 755.1122 .5723 .9667
KIN22 118.3667 738.4820 .7349 .9657
KIN23 118.2556 733.6306 .8981 .9647
KIN24 117.8556 765.2710 .4247 .9676
KIN25 118.3556 739.1980 .7307 .9657
KIN26 118.2444 737.4677 .8898 .9648
KIN27 117.7889 756.9999 .5256 .9670
KIN28 118.3444 744.0935 .6480 .9663
KIN29 118.2778 758.6074 .4954 .9672
KIN30 118.0444 747.3238 .6175 .9665
KIN31 118.2333 735.3494 .8969 .9648



Reliability Coefficients

N of Cases = 90.0 N of Items = 31

Alpha = .9671
Perpustakaan Unika
Frequency Table
Umur
23 25.6 25.6 25.6
25 27.8 27.8 53.3
28 31.1 31.1 84.4
4 4.4 4.4 88.9
10 11.1 11.1 100.0
90 100.0 100.0
30,1 - 35 th
35,1 - 40 th
40,1 - 45 th
45,1 - 50 th
> 50 th
Total
Valid
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Percent

Jenis Kelamin
54 60.0 60.0 60.0
36 40.0 40.0 100.0
90 100.0 100.0
Pria
Wanita
Total
Valid
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Percent

Posisi
43 47.8 47.8 47.8
47 52.2 52.2 100.0
90 100.0 100.0
Man. Pemasaran
Man. Produksi
Total
Valid
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Percent

Jumlah Staf
43 47.8 47.8 47.8
47 52.2 52.2 100.0
90 100.0 100.0
10 - 20 orang
> 30 orang
Total
Valid
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Percent

Masa Kerja
31 34.4 34.4 34.4
59 65.6 65.6 100.0
90 100.0 100.0
6 - 10 th
11 - 15 th
Total
Valid
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Percent

Perpustakaan Unika
Pendidikan
18 20.0 20.0 20.0
72 80.0 80.0 100.0
90 100.0 100.0
Diploma
S1
Total
Valid
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Percent



Perpustakaan Unika
Descriptives
Descriptive Statistics
90 12 19 14.86 1.86
90 68 148 120.79 17.66
90 78 178 122.08 28.21
90
SK
SAM
KINERJA
Valid N (listwise)
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation



Perpustakaan Unika