Anda di halaman 1dari 2

Tugas Ekologi Umum

Nama / NIM : Ira Ari Nuraini / 12030204024


Kelas : Pendidikan Biologi B 2012

MODEL - MODEL EKOLOGI
Arti kata model merupakan suatu perumusan berdasarkan kejadian alam yang sebenarnya
(nyata) sehingga dari kejadian tersebut seseorang dapat dilakukan peramalan sesuai dengan fakta
yang terjadi. Tetapi disini, model bukan berarti turunan dari kejadian yang sebenarnya. Model
merupakan penyederhanaan yang menunjukkan peristiwa-peristiwa sebenarnya sehingga dapat
dilakukan peramalan.
Bentuk dari model ekologi dibagi menjadi 2, yaitu: tidak resmi dan resmi. Bentuk model
ekologi tidak resmi terdiri atas bentuk grafik/lisan. Sebagai contoh kita melihat lebah yang
menghisap madu pada bunga di taman lalu kita menyampaikan informasinya kepada teman yang
juga berada di taman tersebut, berarti bentuk model ekologi yang disampaikan ialah secara lisan.
Bentuk model ekologi yang lainnya yaitu resmi yang terdiri atas matematika dan statistika.
Apabila bentuk model resmi ini menggunaan peramalan secara kuantitatif maka harus dapat
dipertanggungjawabkan dengan baik. Sebagai contoh bentuk matematika, apabila kita berada
dalam populasi serangga kita menirukan perubahan angka yang terjadi pada populasi tersebut.
Dengan cara tersebut kita dapat meramalkan jumlah populasi serangga pada beberapa titik dalam
kurun waktu tertentu. Peramalan berdasarkan kejadian sebenarnya dengan model matematika
juga dapat dibantu dengan kerja dari komputer yang bertujuan untuk memperbaiki kecocokan
terhadap kejadian alam yang sebenarnya. Model ekologi yang dikerjakan dengan komputer akan
memungkinkan untuk meramalkan hasil-hasil dengan mengubah, menambahkan, atau mengganti
parameter model tersebut dengan parameter yang baru. Dalam hal ini, model berfungsi untuk
meringkas dari apa yang telah dipahami mengenai keadaan yang modelnya telah dibuat. Oleh
karena itu berguna untuk membatasi aspek-apek yang memerlukan data baru atau data yang lebih
baik dari sebelumnya. Apabila tidak dapat menirukan kejadian sebenarnya, maka model tersebut
tidak berlaku. Sebaliknya, apabila dapat menirukan kejadian sebenarnya, model berlaku dan
kesempatan untuk percobaan akan semakin tak terbatas karena dapat memasukkan atau
memperkenalkan faktor atau gangguan dan melihat bagaimana hal itu dapat mempengaruhi
sistem.
Pada pembuatan model alam yang kompleks supaya menjadi efektif ialah hanya memuat
variabel yang relatif sedikit karena faktor-faktor kunci atau faktor-faktor integratif seringkali
mendominasi atau mengendalikan sebagian besar perbuatan. Sebagai contoh, Watt
mengemukakan bahwa tidak perlu keterangan banyak mengenai variabel untuk membangun
model matematika dalam dinamika populasi. Jadi model tidak merupakan turunan yang pasti dari
dunia nyata tetapi merupakan penyederhanaan yang menunjukkan peristiwa kunci yang
diperlukan untuk peramalan. Sehingga untuk membangun model yang baik harus memuat asas-
asas, penyederhanaan, peringkasan, penarikan kesimpulan dari alam yang sebenarnya.