Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN STUDI KASUS

INTERMONEV CLINIC
MNT FOR LIFE CYCLE CONDITION
(GROWTH AND DEVELOPMENT, STUNTED)

OLEH KELOMPOK 4 KELAS A2:


Eka Nanda Wulandari

(125070300111008)

Fitri Ikrimah P. U.

(125070300111014)

Rani Ilminawati

(125070301111004)

Rachmi Faricha

(125070301111005)

Diesmaharani Astrimahirsya

(125070301111013)

Eryn Patria Perdani

(125070301111019)

Maulidatul Khasanah

(125070301111020)

Nadhrah Nur Hanifah

(125070305111002)

Aster Asian Grace P.

(125070307111021)

JURUSAN GIZI
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
2014

KASUS 1
1.2.1

Identitas Pasien
Nama Pasien
No Register
Umur
Jenis Kelamin
Alamat
Ruang/Kelas
Tgl MRS
Diagnosa Penyakit

1.2.2

: An. DY
: 1326948
: 7 tahun
: Laki-laki
: Jl. Mawar Malang
: Ruang 7B/ III
: 12 September 2013
: Gizi Buruk Marasmus + PJB + Speech delay

Data Subyektif
1. Data Riwayat Gizi
Dahulu :
ASI diberikan sampai usia 1 tahun. Sampai sekarang pasien tidak mau
makan jika tidak disuapi dan diawasi. Pasien tidak suka sayur, telur,
dan susu. Pasien suka mengkonsumsi apel merah dan Yakult. Pasien
tidak suka jajan. Pasien makan hanya dengan makanan pokok dengan
lauk nabati/lauk hewani/sayur. Keluarga dan pasien belum pernah
mendapatkan edukasi gizi. Selama ini, kualitas dan kuantitas makanan
pasien kurang.
Pola makan 3 bulan terakhir :
Pasien biasa makan 2-3x/ hari bila disuapi tetapi bila tidak disuapi
pasien tidak mau makan
Karbohidrat

: Nasi 2-3x/ hari @ 2 centong (150 g), kentang 1x/


bulan @ 1 sdm (30 g)

Protein hewani

: ikan mujair/lele 1x/ hari @ 1 ekor (100 g), ayam


4x/ bulan @ 1 potong (50 g), telur ayam 2x/ hari @
butir (30 g)

Protein nabati

: tempe kacang kedele/ kacang merah 1x/ hari


@ 2 potong sedang (50 g), tahu 3x/ minggu @ 1
potong (50 g), bubur kacang hijau 2x/ bulan @ 1
gelas (25 g kacang hijau mentah)

Sayuran

: wortel 1x/ bulan @ 1 sdm (30 g), buncis 1x/ bulan


@ 1 sdm (20 g)

Buah

: apel merah 4-6x/ hari @ 1 buah sedang (100 g),

papaya 1x/ bulan @ 1 potong sedang (100 g)


Makanan jajanan : yakult 3x/ hari @ 1 botol, onde-onde 2x/ bulan
@ 1 buah sedang (30 g)
Tabel 1.1. Pola Makan Pasien Selama 3 Bulan yang Lalu
Bahan makanan

Harian
2-3x

Mingguan

Bulanan

Nasi
Kentang
1
Ikan mujair/lele
1x
Ayam
4x
Telur ayam
2x
Tempe kacang kedele/ kacang merah
1x
Tahu
3x
Kacang hijau
2x
Wortel
1x
Buncis
1x
Apel merah
4-6x
Pepaya
1x
Yakult
3x
Onde-onde
2x
Hasil recall makan pasien SMRS
Pasien dlm kondisi lemas, dan terjadi penurunan nafsu makan SMRS
Hasil Recall 11/9/2013 :
energi = 739,19 kkal, protein = 31,5 g, lemak=25,11 g dan karbohidrat
= 96,8 g
Sampai saat ini, pasien dan keluarga belum pernah mendapatkan
edukasi tentang gizi dan makanan.
2. Data Riwayat Tumbuh Kembang
Berat lahir 2800 gam, cukup bulan, dan langsung menangis, air
ketuban ibu berwarna hijau. Imunisasi lengkap. Mengalami badan
kurus sejak 6 bulan yang lalu, mengerti bila diajak bicara dengan
berhadapan. Sekarang tidak dapat bicara jelas, seperti anak kecil yang
belajar bicara.
3. Data Sosial ekonomi dan Riwayat Penyakit Keluarga
Pendidikan terakhir ayah dan ibu adalah SD. Bapak bekerja sebagai
sopir angkot dan ibu sebagai IRT. Sejak ibu pasien hamil sampai
kehamilan bulan ketiga, ibu pasien mengkonsumsi obat-obatan
penggugur kandungan. Sejak kecil, pasien tinggal dengan ibunya

Semenjak ibunya bekerja yaitu 10 bulan yang lalu, pasien dititipkan


pada adiknya. Sejak 6 bulan yang lalu, pasien kembali tinggal dengan
ibunya. Sekarang pasien tinggal dengan ibu dan kakaknya karena ayah
dan ibu pasien telah bercerai, dan selama ibu bekerja sebagai
pembantu rumah tangga (12 jam), pasien dititipkan kepada
tetangganya. Kakek pasien menderita penyakit jantung.
1.2.3

Data Obyektif
1. Data Antropometri
BB
: 16 kg
LILA

: 15,5 cm

TB

: 122 cm

2. Data Biokimia
Tabel 1.2. Data Biokimia Per 12 September 2013
Data lab
MCH
Hb
MCV
Ht
WBC
PLT
Albumin
RBC
MCHC
RDW
PCT
SGOT
SGPT
Ureum
Creatinin
Kalsium plasma
CRP kualitatif
Natrium urin
Kalium urin
Klorida urin
3. Data Fisik-klinis

Nilai
26,8 pg
13,2 g/dL
75,8 fL
37,3%
13,14

Nilai normal
27-31 pg
13,4-17,7 g/dL
80-93 fL
38-42 %
4,7-11,3 ribu/uL

ribu/uL
5,29 ribu/uL
4,31 g/dL
4,92 juta/uL
35,4 g/dL
13,5%
0,4%
36 U/L
11 U/L
18,4 mg/dL
0,45 mg/dL
8 mg/dL
0,11 mg/dL
136 mmol/L
4,37 mmol/L
105 mmol/L

142-424 ribu/uL
3,5-5 g/dL
4-5,5 juta/uL
32-36 g/dL
11,5-14,5%
0,15-0,4%
0-40 U/L
0-41 U/L
16,6-48,5 mg/dL
<1,2 mg/dL
7,6-11 mg/dL
<0,3 mg/dL
136-145 mmol/L
3,5-5 mmol/L
98.106ol/L

Tabel 1.3 Data Fisik-klinis per 12 September 2013


KU
Kesadaran
GCS

Tampak sakit sedang


CM
456

Nafas
Suhu
Nadi
RR
Badan kurus
Iga gambang
Edema
Dermatosis
Edema+dermatosis
Perubahan pada

spontan
36,5C
100x/menit
26x/menit
+
+
-

rambut
hepatomegali

1.2.4

Obat yang digunakan


Tabel 1.4 Obat-obatan yang digunakan dan fungsinya
Nama obat
Ampicilin iv 3x400 ug
ZnSO4 1x20 ug
vit A 1 x 5000 IU
vit B complex
1 x 1 tab
vit C 1 x 100 mg
vit E = 1 x 100 IU
asam folat= 1 x 1 ug

FORM NUTRITIONAL CARE PROSES


Nama : An. DY

Jenis Kelamin : Laki-laki

Umur : 7 tahun

Registered

: 12 September 2013

Assessment
Data Dasar
Antropometri
BB
= 16 kg
LILA = 15,5 cm
TB
= 122 cm
TB/U = +0,056
BB/U = -3,45
IMT/U = 10,7
BB/TB = -9,5
Biokimia
MCH
= 26,8 pg
Hb
= 13,2 g/dL
MCV
= 75,8 fL
Ht
= 37,3%
WBC
= 13,14 ribu/uL
PLT
= 5,29 ribu/uL
Albumin
= 4,31 g/uL
RBC
= 4,92 juta/uL
MCHC
= 35,4 g/dL
RDW
= 13,5%
PCT
= 0,4%

Identifikasi
Masalah
Gizi buruk
Sangat kurus

MCH
Hb
MCV
Ht
WBC
PLT

Diagnosa Gizi (PES)

Intervensi

Ketidakcukupan
asupan oral (NI-2.1)
disebabkan oleh
pasien tidak mau
makan jika tidak
disuapi dan diawasi
ditandai dengan
asupan energi, lemak,
karbohidrat defisit
berat dan asupan
protein defisit sedang;
pasien dalam kondisi
lemas; nafsu makan
menurun.

Memenuhi kebutuhan
intake energi dan zat
gizi dengan
memberikan makanan
tinggi energi dan
tinggi protein, serta
cukup mikronutrien
dan makronutrien
lainnya (ND-1).

Asupan energi
(FH-1.1.1)

Meminta bantuan
kepada orang tua atau
pengasuh pasien untuk
menyuapi pasien agar
peningkatan status gizi
pasien tercapai (ND4).

Asupan protein
(FH-1.5.2)

Malnutrisi (NI-5.2)
disebabkan oleh
pasien tidak mau
makan jika tidak
disuapi dan diawasi

Memberikan edukasi
gizi mengenai

Rencana Monev

Intake makan
pasien (FH-1.2.2)
Asupan lemak dan
kolesterol (FH1.5.1)

Asupan
karbohidrat (FH1.5.3)
Pengetahuan
makanan dan gizi
(FH-4.1)

SGOT
= 36 U/L
SGPT
= 11 U/L
Ureum
= 18,4 mg/dL
Creatinin
= 0,45 mg/dL
Kalsium plasma = 8 mg/dL
CRP kualitatif = 0,11 mg/dL
Natrium urin
= 136 mmol/L
Kalium urin
= 4,37 mmol/L
Klorida urin
= 105 mmol/L
Fisik/Klinis
KU
= tampak sakit sedang
Kesadaran
= CM
GCS
= 456
Nafas
= spontan
Suhu
= 36,5oC
Nadi
= 100x/menit
RR
= 26x/menit
Badan kurus
=+
Iga gambang
=+
Edema
=Dermatosis
=Edema+dermatosis
=Perubahan pada rambut = Hepatomegali
=Pasien dalam kondisi lemas
Dietary History
- Pasien diberikan ASI sampai usia 1 tahun.
- Pasien tidak mau makan jika tidak disuapi

ditandai dengan
asupan energi kurang
dari kebutuhan,
pasien mengalami
badan kurus sejak 6
bulan yang lalu,
badan pasien terlihat
kurus dan iga
gambang, dan pasien
dalam kondisi lemas.
-

KEP: Marasmus
Tampak sakit
sedang
Lemas

Pasien tidak mau


makan jika tidak

Ketidakcukupan
asupan mineral Fe
(NI-5.10.1)
disebabkan oleh
kurangnya asupan
makanan sumber zat
besi heme ditandai
dengan Hb < 13,4
g/L, nilai MCV
rendah, dan nilai
MCH rendah.
Kurangnya
pengetahuan tentang
makanan dan gizi
(NB-1.1) disebabkan
oleh pasien belum

makanan dan gizi,


jumlah kebutuhan
makan pasien, serta
pengaturan pola
makan sesuai dengan
pedoman gizi
seimbang (E-1).

Berat badan,
tinggi badan,
TB/U, BB/U, dan
IMT/U (AD-1.1)
Profil anemia (Hb,
MCV, MCH,
RDW) (BD-1.10)

dan diawasi.
Pasien tidak suka sayur, telur, dan susu.
Pasien suka mengonsumsi apel merah dan Yakult.
Pasien tidak suka jajan.
Pasien makan hanya dengan makanan pokok dengan lauk nabati/lauk hewani/sayur.
Pasien biasa makan 2-3x/ hari bila disuapi,
tetapi tidak disuapi tidak mau makan dengan
porsi nasi 2-3x/ hari @ 2 centong (150 g),
kentang 1x/ bulan @ 1 sdm (30 g), ikan
mujair/lele 1x/ hari @ 1 ekor (100 g), ayam
4x/ bulan @ 1 potong (50 g), telur ayam 2x/
hari @ butir (30 g), tempe kacang
kedele/kacang merah 1x/ hari @ 2 potong
sedang (50 g), tahu 3x/ minggu @ 1 potong
(50 g), bubur kacang hijau 2x/ bulan @ 1
gelas (25 g kacang hijau mentah), wortel 1x/
bulan @ 1 sdm (30 g), buncis 1x/ bulan @ 1 sdm (20 g), apel merah 4-6x/ hari @ 1 buah
sedang (100 g), pepaya 1x/ bulan @ 1 potong
sedang (100 g), yakult 3x/ hari @ 1 botol,
onde-onde 2x/ bulan @ 1 buah sedang (30
g).
Terjadi penurunan nafsu makan SMRS.
Hasil recall 11 September 2013:
Energi
: 739,19 kkal (1760 kkal); 41,9%
Protein
: 31,5 g (44 g); 71,6%

disuapi dan
diawasi.
Terjadi
penurunan nafsu
makan SMRS.
Pola makan dan
kebiasaan makan
pasien yang
salah, yaitu
pasien makan
hanya dengan
makanan pokok
dengan lauk
nabati/lauk
hewani/sayur
dan pasien tidak
suka sayur, telur,
dan susu.
Asupan makan
pasien secara
kualitas dan
kuantitas kurang:
asupan energi
defisit berat,
asupan protein
defisit sedang,
asupan lemak
defisit berat,

pernah mendapatkan
edukasi tentang gizi
dan makanan ditandai
dengan pola makan
dan kebiasaan makan
pasien yang salah.

Lemak
: 25,11 g (58,67 g); 42,8%
Karbohidrat: 96,8 g (343,2 g); 28,2%

asupan
karbohidrat
defisit berat.

Client History
- Diagnosa medis: gizi buruk marasmus, PJB, dan speech delay.
- Sampai saat ini, pasien dan keluarga belum
pernah mendapatkan edukasi tentang gizi dan
makanan.
- Berat lahir pasien 2800 gram, cukup bulan, dan langsung menangis, air ketuban ibu
berwarna
hijau.
Imunisasi
lengkap.
Mengalami badan kurus sejak 6 bulan yang
lalu, mengerti bila diajak bicara dengan
berhadapan. Sekarang tidak dapat bicara
jelas, seperti anak kecil yang belajar bicara.
-

Lain-lain
Data Sosial Ekonomi dan Riwayat Penyakit -

Diagnosa medis
pasien: gizi
buruk marasmus,
PJB, dan speech
delay.
Pasien dan
keluarga belum
pernah
mendapatkan
edukasi tentang
gizi dan
makanan.
Pasien
mengalami
badan kurus
sejak 6 bulan
yang lalu.
Pasien tidak
dapat bicara
jelas, seperti
anak kecil yang
belajar bicara.
Ibu pasien

Keluarga :
- Pendidikan terakhir ayah dan ibu pasien
adalah SD.
- Bapak pasien bekerja sebagai sopir angkot
dan ibu pasien sebagai IRT.
- Sejak ibu pasien hamil sampai kehamilan
bulan ketiga, ibu pasien mengonsumsi obatobatan penggugur kandungan. Sejak kecil,
pasien tinggal dengan ibunya. Semenjak ibunya bekerja yaitu 10 bulan yang lalu,
pasien dititipkan pada adiknya. Sejak 6 bulan
yang lalu, pasien kembali tinggal dengan ibunya. Sekarang pasien tinggal dengan ibu
dan kakaknya karena ayah dan ibu pasien
telah bercerai, dan selama ibu bekerja
sebagai pembantu rumah tangga (12 jam),
pasien dititipkan kepada tetangganya. Kakak
pasien menderita penyakit jantung.
Obat yang digunakan :
- Ampicilin iv 3x400 ug
- ZnSO4 1x20 ug
- Vit A 1x5000 IU
- Vit B complex 1x1 tab
- Vit C 1x100 mg
- Vit E 1x100 IU
Asam folat 1x1 ug

mengonsumsi
obat-obatan
penggugur
kandungan
ketika hamil
sampai
kehamilan bulan
ketiga.
Ibu pasien
kurang perhatian
dengan pasien.
Kakak pasien
menderita
penyakit
jantung.

PRESKRIPSI DIET
Tujuan

1. Memenuhi peningkatan kebutuhan energi dan protein, sehingga dapat


mencegah kerusakan jaringan dalam tubuh dan melawan infeksi.
2. Memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien.
3. Meningkatkan berat badan sampai batas normal.
4. Memenuhi kebutuhan zat besi untuk mengatasi anemia defisiensi zat besi.
Prinsip

Tinggi energi tinggi protein (TETP)


Syarat

Diberikan diet fase transisi, dimana:


1. energi tinggi, yaitu 120% dari RDA untuk meningkatkan berat badan sampai
batas normal.
2. Protein tinggi, yaitu 3 g/kgBB/hr untuk melawan infeksi.
3. Lemak cukup, yaitu 25% dari total energi untuk memenuhi kebutuhan dan
asupan lemak yang kurang.
4. Karbohidrat cukup, yaitu 63% dari total energi untuk memenuhi kebutuhan
dan asupan karbohidrat yang kurang.
5. Vitamin dan mineral cukup sesuai dengan kebutuhan normal yang diperoleh
dari makanan (Vit. A = 500 RE; Vit. D = 5 ug; Vit. E = 7 mg; Vit. K = 25 ug;
Tiamin = 0,9 mg; Riboflavin = 0,9 mg; Niasin = 10 mg; Asam folat = 200 ug;
Piridoksin = 1 mg; Vit. B12 = 1,5 ug; Vit. C = 45 mg; Kalsium = 600 mg;
Fosfor = 400 mg; Magnesium = 120 mg; Yodium = 120 ug; Seng = 11,2 mg;
Selenium = 20 ug; Mangan = 1,7 mg; Fluor = 1,2 mg).
6. Cairan diberikan 150 ml/kgBB/hr karena tidak terdapat edema.
7. Zat besi diperoleh dari makanan sumber Fe dan diberikan lebih dari kebutuhan
normal karena tidak diberikan suplemen Fe. Kebutuhan normal Fe = 10 mg.
8. Makanan dalam bentuk makanan lunak.

Pemesanan Diet

Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP), makanan lunak


Kebutuhan energi dan zat gizi :
BBI = (umur(th) x 2) + 8
= (7 x 2) + 8
= 22 kg
Energi = 120% x 70 kkal x BBI
= 120% x 70 kkal x 22
= 1848 kkal
Protein = 3 g x BBI
= 3 g x 22
= 66 g
Lemak = (25% x Energi) : 9
= (25% x 1848 kkal) : 9
= 51,3 g
KH

= (63% x Energi) : 4
= (63% x 1848 kkal) : 4
= 291,06 g

MENU SEHARI
Waktu
Makan pagi

Menu
Nasi tim
Ayam kecap
Cah kangkung
Tempe bumbu bali
Susu

Snack

Makan siang

Pisang coklat panggang

Bahan Makanan
Nasi tim
Daging ayam
Minyak
Kangkung
Minyak
Tempe
Minyak
Susu skim
Gula pasir
Pisang kepok
Saus coklat
Mentega

SUB TOTAL
Nasi tim
Nasi tim
Sayur bayam jagung pipil
Bayam
Jagung
Tomat
Lapis daging
Daging sapi
Minyak
Perkedel tahu
Tahu
Telur ayam
Minyak
Susu
Susu skim

Berat

Energi

KH

Lemak

Protein

Fe

(g)
100
50
2
100
2
25
2
125
16
50
10
3

(kkal)
117,1
149
17,2
15,1
17,2
37,2
17,2
43,6
31
58
12,2
35,5
567
117,1
18,5
27
1,7
100,5
17,2
38
31
17,2
43,6

(g)
25,7
0
0
2,1
0
3,2
0
6,1
8
15,6
1,3
0
70
25,7
3,65
6,3
0,3
0
0
0,9
0,2
0
6,1

(g)
0,2
12,5
2
0,2
2
1
2
0,3
0
0
0,6
2,4
23,2
0,2
0,1
0,3
0
7
2
2,4
2,1
2
0,3

(g)
2,2
9,1
0
2,3
0
4,6
0
4,3
0
0,4
0,4
0
23,3
2,2
1,85
0,8
0,1
9,4
0
4,1
2,5
0
4,3

(mg)
0,2
0,7
0
1,1
0
2,5
0
0
0
0,3
0
0
4,8
0,2
1,55
0,15
0,1
0,9
0
2,8
0,2
0
0

100
50
25
10
50
2
50
20
2
125

Snack

Wedang kacang hijau

Gula pasir
Kacang hijau
Gula pasir

16
20
16

61,9
23,2
61,9
558,8

16
4,2
16
79,35

0
0,1
0
16,5

0
1,5
0
26,75

0
0,5
0
6,4

Nasi tim

100

117,1

25,7

0,2

2,2

0,2

50
2
20
30
30
30
5
2
25
5
2
100
24
4
32
20

41,95
17,2
82,8
7,7
7,5
10,5
19
17,2
37,2
18,2
17,2
38,2
92,9
0
123,8
11,8
660,25
1786,05
1848
96,6%

0
0
2,4
1,4
1,6
2,4
4,6
0
3,2
3,8
0
8,3
24
0
32
3,1
112,5
261,85
291,06
90%

0,35
2
7,2
0,1
0,1
0,1
0
2
1
0,05
2
0,2
0
0
0
0,1
15,4
55,1
51,3
107,4%

9,1
0
3,8
0,3
0,4
0,6
0
0
4,6
0,5
0
0,6
0
0
0
0
22,1
72,15
66
109,3%

0,2
0
0,7
0,6
0,2
0,4
0
0
2,5
0,1
0
0,4
0
0
0
0
5,3
16,5
10
165%

SUB TOTAL
Makan
malam

Snack

Nasi tim

Ikan kakap panggang saus kacang Ikan kakap


Minyak
Kacang tanah
Cap cay
Wortel
Kembang kool
Buncis
Tepung maizena
Minyak
Tempe goreng tepung
Tempe
Tepung terigu
Minyak
Jus melon
Melon
Gula pasir
Agar-agar buah
Agar-agar
Gula pasir
Apel
SUB TOTAL
TOTAL
KEBUTUHAN
PERSENTASE KEBUTUHAN