Anda di halaman 1dari 10

TUGAS ANESTESI

1. Jelaskan kepentingan menanyakan :


a. Nama : untuk identitas, agar tidak tertukar dengan pasien lain.
b. Umur : untuk memperkirakan risiko yang mungkin terjadi serta menentukan
jenis dan teknik anestesi yang akan dipakai.
c. Pekerjaan : untuk mengetahui perkiraan besar penghasilan pasien.
d. Diagnosa pra bedah : untuk mengetahui alasan pasien dioperasi dan
memperkirakan semua hasil, efek samping, dan komplikasi operasinya.
e. Jenis pembedahan : untuk menentukan jenis anestesi yang akan dipakai.
f. Diagnosa paska bedah : untuk mengetahui apakah diagnosa paska bedah
sesuai dengan diagnosa pra bedahnya.
g. Keadaan umum :
- i!i kurang jika ""#$%& "" idaman atau "'(#)*,+
- emuk jika "",)-%& "" idaman atau "'(,.%
- /nemia jika 0b de1asa #). gr& atau 0b anak #)),+
h. 2ital sign :
- 3ekanan darah dan batas4bats normal hiper dan hipotensi
Karena pada saat induksi dan intubasi dapat terjadi kenaikan tekanan darah
berlebihan sehingga menimbulkan komplikasi pada target organ
- Nadi dan batas4batas normal
'elihat apakah ada gangguan dari jantung
3akikardi bila denyut nadi ,)%%56mnt
"radikardi bila denyut nadi #7%56mnt
- Pernapasan
8at4!at anestetik menekan pernapasan dan menurunkan respon terhadap
9:- intubasi akan merangsang pembentukan mukus.
i. Kepentingan sysme5, diuresis, elektrolit serta batas4batas normal.
- 0b : operasi akan menyebabkan kehilangan darah sehingga sebelum
operasi, penderita diharapkan memiliki 0b normal, selain itu 0b juga
menentukan prognosa post operasi.
- ;eukosit : melihat tanda infeksi sistemik
- 3rombosit : bila trombositopenia akan memudahkan terjadinya perdarahan.
- Diuresis : memperkirakan fungsi dari ginjal.
- <lektrolit : menentukan apakah ada kelainan =hipo atau hiper> elektrolit yang
dapat mempersulit intra operasi dan post operasi.
Batas-batas normal :
0b pria )-4)7 gr&, 1anita ).4)* gr&
;eukosit ?%%%4)%%%% sel6mm.
3rombosit )+%%%%4?%%%%% sel6mm.
Natrium ).+4)?+
Kalium .,+4+,+
Urin %,+4) cc6kg""6jam
j. Kepentingan menanyakan pengobatan terakhir untuk mengetahui apakah
obat4obat yang akan digunakan ada yang berinteraksi dengan obat4obat
anestesi, misalnya Ca Channel Blocker, Kortikosteroid, @eserpin, ;eAodopa,
Propanolol dll.
k. Kepentingan ditanyakan penyulit lain untuk menentukan jenis teknik
anestesi yang akan dipakai dan resiko yang akan terjadi.
-. ASA (American Society of Anaesthesiologist) adalah klasifikasi yang
la!im digunakan untuk menilai status fisik pasien pra4anestesi. Klasifikasi ini
berasal dari The American Society of Anesthesiologist yang terdiri dari:
- /B/ ( : Pasien dalam keadaan sehat organik, fisik, fisiologis, biokimia,
psikologis.
- /B/ (( : Pasien dengan kelainan sistemik ringan sampai sedang, baik
karena penyakit bedah maupun penyakit lainnya.
- /B/ ((( : Pasien dengan gangguan atau penyakit sistemik berat yang
diakibatkan karena berbagai penyebab, sehingga aktiAitas rutin terhambat.
- /B/ (2 : Pasien dengan keluhan sistemik berat, tak dapat melakukan
aktiAitas rutin dan dapat mengancam kehidupannya.
- /B/ 2 : Pasien yang sekarat, diperkirakan dengan atau tanpa pembedahan
hidupnya tidak akan lebih dari -? jam.
3. Tujuan dari pengoatan pra!eda" :
a. Bedasi psikis untuk mengurangi rasa takut, cemas dan ka1atir
b. /mnesia
c. /nalgesia
d. 'emperlancar induksi anestesi
e. 'engurangi jumlah obat yang dibutuhkan untuk anestesi lokal, umum dan
regional
f. 'engurangi efek yang tidak diinginkan
g. 'engurangi sekresi di traktus respiratorius bagian atas
h. 'engurangi atau menghilangkan rasa mual dan muntah
?. Cang dimaksud dengan Anestesi Umum adalah ketidaksadaran yang
reAersible yang disebabkan oleh !at anestesi disertai oleh hilangnya sensasi
sakit pada seluruh tubuh.
#at!oat yang digunakan pada Anestesi Umum :
- "erdasarkan lama induksi : VIMA (Volatile Induction Maintenance
Anaesthesia!" TIVA (Total Intra Venous Anaesthesia! dan (nduksi (.2 dengan
maintenance oleh /nestesi (nhalasi.
- "erdasarkan Teori Balance Anesthesia :
a. #y$notic : Penthotal, Propofol 4444 (ntraAena
<nflurane, (soflurane, BeAoflurane 44444 (nhalasi
b. Analgesic: Pethidine, 'orphine, Dentanyl, Bufentanyl
c. @elaksasi : Buccinil 9holine, /tracurium, Pancuronium
- "erdasarkan cara pemberian : i.A, i.m, inhalasi, peroral, per4rektal
Jenis oat!oat anestesi :
a. 2olatile /nesthetic (nhalation : 0alogen 0ydrocarbon =0alothan>,
0alogen <ther : enflurane, isoflurane dll.
b. as /nesthetic (nhalation : 9yclopropane, N
-
%, <thylene
c. (ntraAenous : 3hiopenthal, Propofol, Ketamine, <tomidate, Dia!epam dll
$erdasarkan %ara induksi & konsep Balanced Anesthesia
Komponen
/nestesi
2('/ 3(2/
0ypnotik BeAoflurane, (soflurane,
<n4flurane, 0alothan
Propofol, Pentothal,
Ke4tamine, 'ida!olam
/nalgesik Dentanyl, Bufentanyl, 'or4
phine
Dentanyl, Bufentanyl,
'orphine, Pethidine
@elaksasi Depol E Non4depol Depol E Non4depol
'rosedur tindakan anestesi umum dan regional :
/namnesa 4444 pemeriksaan fisik 4444 ;ab6<K6Doto 3hora5 4444 Btatus fisik
penderita 4444 Pilihan anestesi 4444 Premedikasi 4444 /nestesi Umum6@egional
Perlu dilakukan pemeriksaan sebelum pembiusan :
). Kunjungan pada hari sebelum operasi untuk menenangkan pasien,
pemeriksaan lengkap, menilai hasil laboratorium =?* jam sblm operasi>
-. Dokter anestesi mempelajari data pasien, memeriksa gigi, eAaluasi fisik, ""
dan keadaan umum pasien.
- "uat catatan pasien =#ystory, pemeriksaan fisik, data lab, 5-ray, dll>
- 9atatan : periksa <K pada usia,.+ thn atau jika ada indikasi
- Pengalaman pembedahan6pembiusan sebelumnya, ri1ayat alergi obat
- @i1ayat penyakit pasien =asma, D', kelainan darah, gangguan ji1a>
- Kebiasaan pasien =contoh : merokok, dll>
- :bat yang sedang digunakan =insulin, :/D, Kortikosteroid, antikoagulan,
digitalis>
- :bat yang telah atau sedang digunakan =narkotika, sedatif, amfetamin,
dll>
- 'embuat resume pasien
- Pemeriksaan gigi dan protesa lain
- igi palsu harus dibuka
- Puasa NP: =Non Per :ral> setelah tengah malam
- Informed Consent ditandatangani oleh pasien dan keluarganya
- Konsultasi ke Internist" %ediatrics dll guna optimalisasi keadaan umum
pasien sebelum operasi.
Anestesi (egional adalah suatu cara untuk menghilangkan rasa sakit yang
tidak disertai hilangnya kesadaran dan hanya pada sebagian atatu beberapa
bagian tubuh tertentu.
:bat4obat anestesi regional :
- "erdasarkan cara metabolisme :
a. <sther 9ompound =/mino <sther> : 9ocaine, Procaine, 3etracaine
b. /mide 9ompound =/mino /mide> : Fylocaine, ;idocaine
- "erdasarakan potensi dan lama kerja obat :
a. Potensi rendah G lama kerja pendek : Procaine, 9hloroprocaine
b. Potensi sedang G lama kerja sedang : ;idocaine, 'epiAacaine
c. Potensi kuat G lama kerja panjang : "upiAacaine, 3etracaine
). *omplikasi Anestesi Umum :
a. Belama (nduksi :
- Buntikan keluar dari Aena 4444 stop suntikan dan cari Aena lain
- "atuk dan ;aring spasme 4444 hentikan narkose, beri :- sampai
sianosis hilang dan respirasi rate normal kembali
- Bumbatan jalan nafas 4444 bunyi snoring dapat diatasi dengan menarik
dagu pasien ke depan dan ke belakang
- 'untah 4444 posisi kepala pasien miring, meja dalam posisi
Trendelenerg
b. Belama narkose E operasi
- angguan Air&ay =tanda sianosis>: depresi pernafasan, sumbatan
jalan nafas, pangkal lidah yang jatuh ke belakang, kelainan di dalam
faring, laring spasme, bronchospasme.
3anda4tanda lain : kulit panas, merah G berkeringat, 3D meningkat,
takikardi, @@ cepat dan dalam, perdarahan yang difus dari luka
operasi
- Komplikasi sistim kardioAaskular
a. Perubahan tekanan darah =hipotensi dan hipertensi>
b. Perubahan irama denyut jantung =takikardi,bradikardi,aritmia>
- Komplikasi saluran pencernaan : muntah, regurgitasi, distensi
- Komplikasi lain : kornea mata luka karena masker6kap6duk operasiH
kelumpuhan ekstremitasH gigi rontok, mulut dan bibir lukaH kulit
terbakar karena pemakaian diatermi dan retensi urin.
7. Cang dimaksud dengan :
- Induksi sempurna : jika pasien sampai pada stadium operasi =stadium (((>.
Betelah diinduksi dengan obat anestesi intraAena, intramuskular atau
langsung oleh obat anestesi inhalasi. 3idak ditemukan penyulit pada saat
induksi berlangsung.
- Eksitasi, jika pasien sampai pada stadium eksitasi =stadium ((>. Betelah
diinduksi, kesadaran hiulang pasien menjadi muntah, batuk4batuk, menahan
nafas, pasien bergerak4gerak atau terjadi spasme laring dapat dihindari
dengan pemberian premedikasi yang agak kuat.
I. 3eknik open drop :
- 9ara induksi inhalasi yang terbaik untuk anak4anak
- Bistim sederhana dengan meneteskan cairan anestetik =eter,chloroform> dari
botol khusus ke 1ajah pasien dengan bantuan sungkup muka =face mask>
S%"immelus%".
G : 3ahanan nafas minimal G dapat ditambahkan :- melalui pipa kecil dalam
sungkup
4 : "oros, udara ekspirasi mencemari lingkungan sekitar.
Insuflasi : meniup6penghembusan gas anestetik dengan sungkup muka melalui
salah satu sistim ke 1ajah pasien tanpa menyentuhnya. 3idak ada resitensi
terhadap pernafasan. 3idak ada rebreathing, lebih cocok untuk bedah
Tracheostomy.
Semi Close : terdapat hirupan kembali :- segar.
Close : hirupan kembali komplit.
+. Sirkuit Anestesi
,. -entilator
a. Nafas Bpontan
4444 Belama dalam induksi nafas pasien tidak dibantu, dengan menggunakan
nafas sendiri.
b. Assisted
4444 Nafas pasien selama dalam induksi tidak didepresi, masih terdapat nafas
spontan tapi tidak mencukupi untuk kebutuhan pasien sehingga dibantu dengan
bantuan.
c. Controlled
4444 Pasien dalam keadaan terdepresi nafas sempurna, sehingga pasien
membutuhkan bantuan nafas penuh.
)%. Jelaskan apa yang dimaksud dengan
a. 'ressure %ontrolled : Aentilator diatur dengan mengeset tekanan udara
yang dibutuhkan pasien
b. -olume %ontrolled : Aentilator diatur dengan mengeset Aolume udara yang
dibutuhkan pasien.
)). Jelaskan teknik!teknik k"usus pada anestesi umum :
- $ypass : salah satu bentuk perfusi ekstracorporeal =sirkulasi darah di luar
tubuh dimana fungsi jantung dan paru diambil alih oleh mesin agar
memungkinkan dilakukan tindakan bedah pada jantung atau pembuluh
darah besar.
- .ipotermia : metode yang digunakan untuk menurunkan metabolisme
tubuh secara keseluruhan untuk mengurangi bahaya hipoksia serta
kerusakan sel akibat sumbatan regional dari otak, jantung, liAer, ginjal dan
kedua tungkai.
- .ipotensi : metode anestesi umum yang disertai dengan penurunan
tekanan darah sampai batas4batas fisioplogis sehingga perdarahan dapat
dikurangi, obat4obat anestesi dapat ditekan seminimal mungkin.
)-. /at anestesi in"alasi
8at Untung @ugi
N
-
: /nalgesik kuat,
baunya manis, tidak
iritasi, tidak terbakar.
Jarang digunakan tunggal, harus
disertai :
-
minimal -+&, anestetik
lemah, memudahkan hipoksia
difusi.
0alotan "aunya enak. 3idak
merangsang jalan
nafas, anestesi kuat
2asodilator serebral, meningkatkan
aliran darah otak yang sulit
dikendalikan, analgesik lemah.
Kelebihan dosis akan menyebabkan
depresi nafas, menurunnya tonus
simpatis, hipotensi, bradikardi,
Aasodilator perifer, depresi
Aasomotor, depresi miokard.
Kontraindikasi gangguan hepar.
Paska pemberian menyebabkan
menggigil.
<nfluran (nduksi dan pemulihan
lebih cepat dari
halotan. <fek relaksasi
terhadap otot lebih
baik
Pada <<, menunjukkan kondisi
epileptik. Depresi nafas, iritatif,
depresi sirkulasi.
(sofluran 'enurunkan laju
meta4bolisme otak
terhadap :
-
'eninggikan aliran darak otak dan
3(K.
Desfluran Bangat mudah menguap, potensi
rendah. Bimpatomimetik, depresi
nafas, me4rangsang jalan nafas
atas.
BeAofluran "au tidak menyengat,
tidak merangsang
jalan nafas,
kardioAaskular stabil
13. #at!oat anestesi umum
a. 3iopenthal :
- "ubuk berbau belerang, ber1arna kuning, dalam ampul +%%6)%%% mg.
Dilarutkan dengan aJuades sampai konsentrasi -,+&. Dosis .4I
mg6kg"".
- 'elindungi otak oleh karena kekurangan :-.
- Bangat alkalis, nyeri hebat dan Aasokonstriksi bila disuntikkan ke arteri
yang menyebabkan nekrosis jaringan sekitar.
b. Propofol :
- Dalam emulsi lemak ber1arna putih susu, isotonic, dengan kepekatan
)&. Dosis induksi -4-,+ mg6kg"", rumatan ?4)-mg6kg""6jam, sedasi
pera1atan intensif %,-mg6kg"". Pengenceran hanya dengan De5trosa
+&.
- Dosis dikurangi pada manula, dan tidak dianjurkan pada anak diba1ah .
thn dan ibu hamil.
c. Ketamin :
- Kurang disenangi karena sering takikardi, 03, hipersaliAasi, nyeri kepala.
Paska anestesi mual, muntah, pandangan kabur dan mimpi buruk. Dosis
bolus iA )4-mg6kg"", im .4)%mg6kg"".
- Dikemas dalam cairan bening kepekatan +&, )%&, )&.
d. :pioid :
- Diberikan dosis tinggi, tak menggangu kardioAaskular, sehingga banyak
digunakan untuk pasien dengan kelainan jantung.
- Untuk induksi dosis -%4+%mg6kg"", rumatan dosis %,.4) mg6kg""6mnt.
)?. Untuk memberikan cairan dalam 1aktu singkat dapat digunakan Aena4Aena
di punggung tangan, di dalam pergelangan tangan, lengan ba1ah atau daerah
kubiti. Pada anak kecil dan bayi digunakan punggung kaki, depan mata kaki
atau di kepala. "ayi bari lahir digunakan Aena umbilikus.
1). 0onitoring ((
a. 'onitoring
Pemantauan tanda Aital : tensi, nadi, respirasi, Baturasi :-, suhu tubuh.
b. :ksigenasi : :- lembab sebanyak .4* ;6mnt
c. %ain control : parenteral atau regional
d. 0al4hal khusus :
- elisah oleh karena : hipoAolemik6hipotensi, hipoksia, nyeri.
- 'ual muntah : tanda hipotensi, /nestesi dengan opioid.
- 'enggigil oleh karena larutan berlebihan, hipertensi, asidosis metabolic,
sepsis, alergi.
11. Skoring di ((
Steward Score
Bign 9riteria Bcore
9onsciousness /1ake -
@esponding to stimuli )
Not responding %
/ir1ay 9aughing on common -
'aintaining go air1ay )
/ir1ay reJuires mantenance %
'oAement 'oAing limbs purposetrully -
'oAing limbs )
Not moAing %
$ila penilaian 2 ) pasien dapat dipinda"kan dari ruang resusitasi
)I. $lokade regional
a. /nalgesik spinal : pemberian obat ke dalam ruang sub arakhnoid, efektif,
aman dan mudah dikerjakan.
b. /nalgesik epidural : menempatkan obat di ruang epidural =peridural,
elektrodural>. @uang berada diantara ligamentum flaAum dan durameter.
'emblok pada akhir saraf spinal yang terletak di bagian sakral.
c. /nalgesik kaudal
d. /nalgesik regional intraAena
)*. Bebutkan obat4obat untuk anestesi regional, keuntungan dan kerugiannyaK
- Fylocain
:nset , cepat dan durasi , lama =7%4)-% menit>
<fek topikal baik
/ntiaritmia
- "upiAacain
Potensi , kuat
Durasi , lama =)*%4.%% menit>
3oksisitas ?4+5 , besar daripada ;idocain
:nset , lambat
- Procain
<fek toksik # daripada Filocain
<fek topikal tidak efektif
:nset lama, durasi pendek =?+ menit>
Penyebaran kurang baik
- ;idocain
/ntiaritmia
3oksisitas # daripada "upiAacain
)$. Posisi pasien di meja operasi
- 3orsal 3e%uitus :
Bupine
0ori!ontal : badan lurus
9ontoured : menekuk ke samping
Drogleg : digunakan untuk operasi perineum dan Aagina
;ateral uterus displacement : untuk operasi dengan massa besar diabdomen
;ithotomi
Btandar : prosedur ginekologis, kaki #$%
o
;o1 : eleAasi kaki .%
o
4?+
o
untuk operasi abdomen dan perineum
0igh : kaki diangkat penuh =$%
o
>
- 4ateral 3e%uitus 'osition
0ori!ontal : miring $%
o
untuk operasi daerah pinggul
Bemisupine dan semiprone untuk operasi anterokolateral
Sum's $osition untuk operasi perineum, rectum, Aagina dan kandung
kemih
Dle5ed lateral position
- -entral 3e%uitus 5'rone6 'osition
Dull prone
- .ead Ele7ated
Bitting
Bupine
;ateral L 3ilted head up
Prone L 3ilted head up
-%. Intuasi Trak"ea : tindakan memasukan pipa trakhea ke dalam trakhea
melalui rima glottis, sehingga ujung pipa berada di pertengahan trakhea antara
pita suara dan bifurkasiotrakhea.
(ndikasi :
- menjaga potensi jalan nafas oleh sebab apapun
- mempermudah Aentilasi positif dan oksigenisasi
- pencegahan terhadap aspirasi dan regurgitasi.
Jenis!jenis ETT :
a. Jenis : 9uff =balon6tanpa balon>, Bpiral6non spiral, ;umen ) : =)4-> lumen,
;umen ) : operasi biasa, ;umen - : 3orakotomi
b. "ahan : karet P92
c. 3ipe 9uff : 0igh pressure lo1 Aolume dan ;o1 pressure high Aolume
d. Nomor <33
e. 9ara mengisi udara dalam cuff L sesuaikan tekan sampai ada bunyi
'enentuan ukuran ETT
Usia Diameter Bkala Drench Jarak sampai
bibir
Prematur -,%4-,+ )% )% cm
Neonatus -,+4.,+ )- )) cm
)47 bulan .,%4?,% )? )) cm
%,+4) tahun .,+4.,+ )7 )- cm
)4? tahun ?,%4+,% )* ). cm
?47 tahun ?,+4+,+ -% )? cm
74* tahun +,%4+,+ -- )+4)7 cm
*4)% tahun +,+47,% -? )74)I cm
)%4)- tahun 7,%47,+ -7 )I4)* cm
)-4)? tahun 7,+4I,% -*4.% )*4-- cm
De1asa 1anita 7,+4*,+ -*4.% -%4-? cm
De1asa pria I,+4)%,% .-4.? -%4-? cm
9ara memilih pipa trakhea untuk bayi dan anak kecil
M dalam pipa trakheal =mm> N ?,% G O umur =thn>
Panjang pipa oro trakheal =cm> N )- G P umur =thn>
Panjang pipa nasotrakheal =cm> N )- G P umur =thn>
-). @apid seJuence induction dan a1ake intubation
a. @apid seJuence induction:
3eknik intubasi dengan induksi cepat dilakukan dengan menidurkan pasien
terlebih dahulu. Urutan tindakan induksi cepat adalah : posisi kepala dan badan
atas agak tinggi -%4.% derajat =anti 3rendelenburg>, preoksigenasi =diberi :
-
tinggi dulu dengan sungkup muka>, memberi obat pelumpuh otot non4
depolarisasi dosis kecil dulu sebelum memberi suksinil kolin, tekanan pada
tulang krikoid, tanpa melakukan Aentilasi positif dengan sungkup muka,
suntikan obat induksi yang cepat =tiopental>, suntikan obat pelumpuh otot
=suksinil kolin>, kemudian intubasi yang langsung diikuti dengan
mengembangkan balon pipa endotrakea.
3ekanan pada krikoid yang dilakukan oleh asisten harus sudah dimulai 1aktu
menyuntikkan obat induksi anastesia dan diteruskan sampai intubasi berhasil
dan balon sudah dikembangkan.
Pipa nasogastrik bila sudah terpasang harus dihisap dan sesudahnya diangkat
sebelum melakukan induksi anastesia.
b. /1ake intubation:
(ntubasi endotrakea dalam keadaan pasien sadar dengan anastesia topikal,
pilihan teknik untuk mencegah bahaya aspirasi pada kasus trauma berat pada
muka, lehar, perdarahan usus dsb.
(ntubasi sadar dilakukan dengan pertolongan obat penenang seperti dia!epam,
fentanil atau petidin untuk mempermudah kooperasi pasien tanpa harus
menghilangkan refleks jalan napas atas =yang harus mencegah aspirasi>.
--. Dosis obat4obatan emergensi
a. Bulfas atropin : %,%- L %,%. mg6kg""
b. <fedrin : =) cc efedrin G $ cc aJuabides> %,-+ L ) mg6kg""6dosis
c. <pinefrin =):)%%%> : i.A %,%+ L ) mg6kg""6dosisH s.c %,%) mg6kg""6dosisH drip
%,%+ L - mcg6kg""6menit
d. Norepinefrin : %,%+ L %,+ mcg6kg""6menit
e. /minofilin : 7 mg6kg"", maksimum +%% mg i.A dilanjutkan %,? L %,$6 kg6jam
f. Deksametason : %,I+ mg6kg"" i.A
g. 'etilprednisolon : ? mg6kg""
-.. 3eknik anastesi sederhana
3eknik anastesi sederhana adalah anastesi yang digunakan pada kasus bedah
yang dilakukan dalam 1aktu singkat, seperti : kuretase, sirkumsisi, cabut gigi,
operasi katarak, reposisi tulang.