Anda di halaman 1dari 4

3.

6 Fitting Pipa (Elbow)


3.6.1 Tujuan
- Menentukan friction factor dan panjang ekuivalen (Le) pada fitting yang berupa valve.
- Menentukan hubungan antara bilangan Reynold (Re) dengan panjang ekuivalen (Le).

3.6.2 Prosedur Percobaan
Braaaaay
3.6.3 Data Percobaan dan Pengolahan Data
Berikut adalah langkah pengolahan data untuk percobaan fitting pipa ini
Mencari pressure loss dengan menggunakan h elbow sebagai head loss
P = .g. h elbow
Mencari nilai kecepatan aliran dengan persamaan


Luas (A) dari percobaan ini adalah 0,000506 m
2
yang didapat dari

()


Menghitung nilai Bilangan Reynolds (Re) aliran dengan persamaan


Mencari nilai friction factor eksperimen dengan menggunakan persamaan Darcy-Weisbach

lalalalal
Mencari nilai friction factor teoritis dengan menggunakan Moody Diagram (de Nevers, pp
191)
Menghitung nilai panjang ekivalen untuk elbow dengan persamaan;

lalalal
Di mana:
D pipa = 0,0254 m
air = 1000 kg/m
3

viskositas air () = 0,001 Pa.s
gravitasi (g) = 9,8 m/s
2


Berikut tabel pengolahan data untuk mencari lebar ekivalen
Tabel 14. Pengolahan data untuk mencari lebar ekivalen

fitting venturi v Re f Le
(m) (m)
0,33782 0,04572 0,149320703 3792,746 0,671603 11,231111
0,32766 0,03048 0,155812907 3957,648 0,411201 16,340000
0,3048 0,02794 0,162305112 4122,55 0,347383 16,581818
0,28956 0,0254 0,168797316 4287,452 0,291977 17,328000
0,28448 0,02286 0,259688178 6596,08 0,111024 18,915556

Kemudian dari data tersebut dibuat grafik sebagai berikut :

Gambar 7. Grafik hubungan antara lebar ekivalen dengan bilangan reynold

4.6 Fitting Pipa (Elbow)
4.6.1 Tujuan
- Menentukan friction factor dan panjang ekuivalen (Le) pada fitting yang berupa valve.
- Menentukan hubungan antara bilangan Reynold (Re) dengan panjang ekuivalen (Le).

4.6.2 Hasil
y = 0.0016x + 8.6295
R = 0.4298
0.000000
5.000000
10.000000
15.000000
20.000000
25.000000
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000
L
e
b
a
r

E
k
i
v
a
l
e
n

(
m
)

Bilangan Reynolds

Gambar . Grafik hubungan antara lebar ekivalen dengan bilangan reynold

4.6.3 Analisis
Percobaan ini memiliki tujuan untuk menentukan panjang ekivalen pada elbow.
Prinsip kerja dari percobaan ini mirip seperti percobaan sebelumnya tetapi pengukuran
friction loss dilakukan pada elbow.
Pada fitting, terjadi kehilangan energi karena friksi. Friksi yang terjadi berasal dari
gesekan dengan dinding dan juga friksi karena gesekan antar partikel. Gesekan dengan
dinding akan membuat kehilangan sebagian energi gerak dari aliran. Di samping itu,
kemungkinan tumbukan antar partikel sebagai akibat adanya fitting juga semakin besar
sehingga friksi karena tumbukan antar sesama partikel bertambah. Karena itulah kehilangan
energi akibat friksi pada fitting lebih besar dibandingkan dengan kehilangan energi pada pipa
biasa dengan diameter dan panjang yang sama.
Gambar di atas adalah grafik yang merupakan kurva pada fitting elbow yang
umumnya diukur melalui panjang ekuivalen, yakni panjang yang menunjukan faktor friksi
dalam fitting tersebut akan sebanding dengan pipa berdiameter sama pada panjang tersebut.
Fitting umumnya memiliki faktor friksi yang jauh lebih besar, karena fluida umumnya
bersifat inersia dan malas mengubah arah gerak. Ketika fluida harus berbelok misalnya, maka
ia akan bertumbukan dengan batasnya baru bisa mengubah arahnya. Tumbukan ini akan
menciptakan turbulensi, yang menyebarkan pengaruh faktor friksi pada lebih banyak aliran
akibat gesekan antar partikel maupun gesekan dengan dinding sehingga nilainya relatif lebih
besar. Secara teoritis, semakin besar alirannya, semakin besar faktor friksi yang ada.
Sementara itu, semakin besar pressure drop nya (beda ketinggian) maka nilai laju alir juga
semakin besar (beda ketinggian), dan sebagai akibatnya nilai bilangan Reynold membesar,
dan pada saat yang sama panjang ekuivalen akan mengecil. Hal ini dikarenakan nilai faktor
friksi mengecil, sehingga fitting tersebut akan sama dengan pipa dengan panjang lebih
pendek (semakin pendek pipanya, maka pengaruh gaya gesek atau disebut dengan faktor
friksi semakin kecil).
Dari pengolahan data terhadap fitting, terlihat beberapa hal. Pada elbow, terlihat bahwa pada
kecepatan yang lebih tinggi, faktor friksipun juga berkurang, yang mana perbedaanya lebih
bervariasi, dikarenakan pengaruh faktor friksi yang cukup signifikan akibat geometri yang
memungkinkan tumbukan yang besar. Namun yang paling menarik adalah penentuan panjang
y = 0.0016x + 8.6295
R = 0.4298
0.000000
5.000000
10.000000
15.000000
20.000000
25.000000
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000
L
e
b
a
r

E
k
i
v
a
l
e
n

(
m
)

Bilangan Reynolds
karakteristik. Panjang karakteristik merupakan panjang yang ekuivalen dari suatu fitting jika
mereka dilintangkan sebagai suatu pipa lurus. Variasi dari kecepatan yang mengikuti
perbedaan kecepatan diindikasikan oleh ketinggian pipa, menunjukan suatu angka panjang
ekuivalen yang konsisten untuk elbow. Hal ini menandakan 2 hal. Aspek pertama ialah
bahwa panjang ekuivalen merupakan karakteristik dari fitting meninjau dari aspek pengaruh
faktor friksi terhadap kecepatan aliran, yang mana merupakan koefisien yang dapat dijadikan
faktor pengali karena nilainya yang tetap pada setiap jenis perlakuan. Aspek kedua adalah
bahwa elbow pada akhirnya tidak jauh berbeda panjang ekuivalennya. Hal ini bisa jadi
merupakan suatu kebetulan, namun yang dapat disoroti ialah bahwa dengan pipa yang
panjangnya cukup kecil, namun jika dibentuk bengkok (siku) maka pengaruh faktor friksinya
akan membesar dengan sangat signifikan. Hal ini bisa menjadi landasan dalam desain reactor,
yang mana bisa jadi hal ini merugikan akibat perlambatan yang terjadi pada proses, namun
dapat menjadi suatu efisiensi jika diletakan pada tempat lain.