Anda di halaman 1dari 3

PERALATAN EKSPERIMEN KOGNITIF

LABORATORIUM PSIKOLOGI UGM


Disusun untuk memenuhi tugas Psikologi Dasar

SAKTYA HIRMADHANA
14/366214/PS/6787

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2014

PERALATAN EKSPERIMEN KOGNITIF


LABORATORIUM PSIKOLOGI UGM
Sejarah perkembangan ilmu psikologi dimulai pada tahun 1879. Saat itu Wilhelm Wundt
mendirikan laboratorium psikologi pertama di Universitas Leipzig, Jerman. Di laboratorium
inilah Wilhelm Wundt melakukan berbagai eksperimen dengan alat ciptaannya. Seiring
berjalannya waktu, berbagai peralatan eksperimen yang digunakan bertambah banyak. Bahkan
kini Fakultas Psikologi UGM pun juga mempunyai berbagai peralatan dan laboratorium yang
digunakan untuk melakukan eksperimen. Berbagai peralatan tersebut antara lain :

Muller Lyer Apparatus


Menurut Bimo Walgito (2004: 131), ilusi yaitu kesalahan individu dalam memberikan
persepsi atau arti terhadap stimulus yang diterimanya. Orang seringkali mempersepsi suatu
kejadian atau keadaan yang terjadi di sekitarnya. Dalam mempersepsi tersebut seringkali terjadi
kesalahan, karena dalam mengartikan suatu stimulus ini melibatkan perasaan dan
pemikiran. Salah satu kesalahan yang sering dialami adalah ketika seseorang salah
mempersepsikan panjang suatu garis. Padahal seseorang yang bekerja sebagai arsitek, tukang
bangunan, dan desainer pakaian membutuhkan kemampuan mempersepsikan panjang garis
dengan tepat.
Ilusi Muller Lyer yang dicetuskan oleh Franz Muller Lyer menunjukkan dua garis sejajar
yang panjangnya sama. Satu garis dibatasi panah menghadap dalam, dan yang satunya lagi
dengan panah menghadap keluar. Namun otak kita mempersepsikan bahwa garis dengan panah
kedalam lebih panjang. Hal tersebut terjadi karena sistem penglihatan manusia mempersepsikan
bahwa kedua garis tersebut berbentuk 3D, sehingga garis dengan panah kedalam dipandang
mencakup ruang yang lebih besar dan luas. Muller lyer apparatus ini nantinya digunakan untuk
menyeleksi pegawai tersebut dan juga sebagai bukti bahwa manusia sering salah persepsi tentang
gambar 2D.
Referensi :
- http://indonesiapsikologi.blogspot.com/2013/05/ilusi-muller-lyer.html
- https://www.academia.edu/5048198/INVESTIGATION_OF_THE_MULLERLYER_ILLUSION
- http://psikologi.ums.ac.id/wp-content/uploads/2014/04/PENGENALAN-ALATPSIKOLOGI-EKSPERIMEN.pdf
- Walgito, Bimo. 2004. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi.

MIRROR TRACING APPARATUS


Mirror tracer ini digunakan untuk menguji koordinasi gerak tangan dan pandangan mata
seseorang, dalam mempersepsikan sesuatu dengan penglihatan terbalik ke cermin. Selain itu, alat ini
juga digunakan untuk menguji kemampuan motorik tangan dominan, apakah dominan tangan kanan
ataukah kidal. Cara kerjanya adalah seseorang disuruh menggambar pola secepat mungkin dengan
melihat ke cermin. Banyaknya kesalahan dan lamanya waktu pengerjaan akan dicatat panel scoring.
Contoh Mirror Tracer yang sering dilakukan manusia adalah saat memakai surban dan hijab di depan
cermin maupun saat memarkir mobil.
Menurut Lockhart dan Johnson (1970), bahwa setiap respon motorik merupakan gerakan yang
terorganisasi dan terkontrol, sebagai hasil akhir yang prosesnya melibatkan indera reseptor, internal
atau / dan eksternal, yang terintegrasi melalui sistem syaraf dan termodulasi melalui mekanisme respon
ke dalam hasil akhir, dengan kata lain koordinasi indera, aspek psikologis, perseptual dan motorik subjek
lebih baik pada saat menggunakan tangan dominan (tangan kanan) dibandingkan dengan koordinasi
yang sama pada saat subjek saat menggunakan tangan non-dominan (tangan kiri). Melalui
pembandingan penggunaan tangan dominan (tangan kanan) dan penggunakan tangan non-dominan
(tangan kiri) dalam mengerjakan mirror tracing apparatus tergambar adanya kontribusi faktor genetik
dalam gerakan motorik.
Referensi :

http://pustaka.unpad.ac.id/wpcontent/uploads/2011/07/performansi_tangan_kanan_da
n_tangan_kiri.doc
http://hua.umf.maine.edu/psychology/mobilequip.html
http://www.intropsych.com/ch07_cognition/measuring_hand_eye_coordination.html