Anda di halaman 1dari 3

Hasil Wawancara

Wawancara dilakukan pada Ketua RT, pihak puskesmas, warga dan siswa.
a. Ketua RT
RT 02 sudah dipegang oleh 3 x penggantian RT, memang tidak tahu pasti kapan
berdirinya RT ini dan bagaimana proses terbentuknya RT 02. Yang pasti ketua RT ini
merupakan ketua 3 sejak RT ini berdiri. RT 02 berbatasan dengan RT 03 dan RT 01.
Penggantian ketua RT tersebut diadakan setiap 1 x 5 tahun dengan cara dipilih oleh
setiap warga yang terdapat di RT tersebut. Pengambilan keputusan dilakukan dengan
cara musyawarah dan mufakat antar warga dan pejabat RT setempat.
Beberapa rumah di RT ini pernah mengalami banjir yaitu rumah yang dekat
dengan got atau parit. Keadaan parit tersebut tidak mengalir dan tersumbat. RT ini
sangat jarang mengadakan gotong royong dikarenakan kurangnya kesadaran
masyarakat tentang kesehatan dan kebersihan lingkungan. Di RT ini juga pernah
mengalami kasus DBD bahkan sampai menimbulkan korban anak-anak.
Pengelolaan sampah di RT ini menggunakan mobil pengangkut sampah dan
dibakar. Didaerah ini disediakan 1 tempat pembuangan sampah yang letaknya
disekitar rumah warga. Sampah tersebut terlebih dahulu ditumpuk dan nanti akan
dijemput oleh mobil sampah 1 kali 2 hari.
Di Lingkungan RT ini juga terdapat beberapa kegiatan untuk ibu-ibu. Seperti
kegiatan arisan, pengajian, dan yasinan yang diadakan 1 kali seminggu. Kegiatan ini
juga menjadi wadah tempat berkumpulnya ibu-ibu di RT ini untuk tetap menjalin
keakraban dan kebersamaan. Sebagian besar ibu-ibu di RT ini terlibat dalam kegiatan
tersebut.
Dilingkungan RT ini tidak terdapat pelayanan keamanan terdekat, seperti kantor
polisi, pemadam kebakaran, dan siskamling. Walaupun begitu, ketua RT menyimpan
nomor

pelayanan

keamanan

untuk

menjaga

apabila

terjadinya

kondisi

kegawatdaruratan. RT ini juga pernah terjadi prilaku kejahatan seperti maling dan
kenakalan remaja. Bentuk kenakalan remaja yang terjadi adalah narkoba dan juga
menggunakan game on line dengan cara berlebihan.
Alat transportasi yang digunakan warga di RT ini mobil dan motor dengan
kepemilikan sendiri.
Pusat pendidikan terdekat di RT ini adalah SD, SMP 17, SMP 32, MTS Hasanah,
SMA 5, dan MAN 1.

b. Pihak Puskesmas

Pelayanan Kesehatan

RT 02 bahkan Kelurahan Tangkerang Tengah tidak memiliki Posbindu. RT 02 hanya


memiliki Posyandu. Kegiatan Posyandu di RT 02 dilaksanakan 1 bulan sekali setiap tanggal
16. Kegiatan yang dilakukan yaitu penimbangan berat badan, imunisasi, dan pemberian
makanan tambahan. Jumlah balita yang mengikuti kegiatan posyandu tidak tetap setiap
bulannya, berkisar 20-30 balita. Partisipasi masyarakat terhadap posyandu cukup bagus, ini
dilihat dari antusias masyarakat untuk membawa balita nya ke posyandu menunjukkan
kesadaran masyarakat tentang pentingnya posyandu. Partisipasi masyarakat terhadap fasilitas
kesehatan juga bagus, dimana masyarakat selalu menggunakan fasilitas kesehatan yang ada di
wilayah ini untuk berobat seperti ke Puskesmas, Dokter Praktik, Rumah Bersalin dan bukan
ke penyembuh tradisional/dukun. Jumlah masyarakat yang datang ke pelayanan kesehatan
setiap harinya tidak bisa diperkirakan. Biasanya kalau cuaca tidak bagus seperti ini banyak
yang demam, pilek, sehingga banyak yang berobat ke pelayanan kesehatan.

Pelayanan Sosial

Kinerja para kader di Puskesmas bisa dibilang cukup bagus. Para kader rutin melaksanakan
tugasnya disetiap RT yang menjadi tanggung jawabnya. Kegiatan yang dilakukan para kader
yaitu Posyandu dan Pelayanan KB. Akhir akhir ini tidak ada pelatihan yang diikuti Kader,
pelatihan yang pernah diikuti seperti tentang KB, ASI, dan Imunisasi. Penyuluhan Puskesmas
juga tidak ada akhir-akhir ini dan sangat jarang dilaksanakan.

c. Politik dan Pemerintahan


Komitmen partai politik dalam dunia kesehatan belum ada nampaknya. Biasanya partai
politik lebih cenderung memperhatikan ekonomi masyarakat seperti bukti nyatanya
pembagian BLT, rumah layak huni, dll. Kebijakan pemerintah yang menunjang pada
peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat yaitu program KB.

d. Siswa
Ruang belajar dan lingkungan sekitar sekolah sangat bersih. Tidak ada sampah berserakan
karna sekolah kami memiliki piket kelas dan petugas kebersihan sekolah. Selain itu kalau
buang sampah sembarangan dan ketahuan didenda Rp.5000. Got di sekitar sekolah juga
bersih dan airnya mengalir. Didekat sekolah kami ada pabrik karet yang baunya kadang

sangat menyengat hidung, jaraknya sekitar 300 m. Air bersih ada, berasal dari PAM. Tong
sampah ada di setiap depan ruangan kelas, jumlahnya sekitar 30an. WC ada 8 buah, saluran
pembuangan air ada 2, semuanya terjaga kebersihannya dan berfungsi dengan baik. Poster
kesehatan di sekolah kami ada beberapa buah seperti tentang buang sampah, cuci tangan dll,
letaknya ada di mading, dalam kelas, dan dekat kantin.

e. Warga
Di wilayah kami ada beberapa pelayanan kesehatan yaitu Puskesmas, Dokter Praktik dan
Rumah Bersalin. Tidak ada penyembuh tradisional/dukun. Jarak dengan Puskesmas sekitar 1
km, Dokter Praktik 300 m, Rumah Bersalin 500 m. Waktu yang diperlukan untuk ke
Puskesmas dengan menggunakan sepeda motor sekitar 6 menit, ke Dokter Praktik 2 menit,
dan Rumah Bersalin 4 menit. Biaya berobat di Puskesmas biasanya gratis, kalau di Dokter
Praktik 40-80 ribu, dan Rumah Bersalin kalau bersalin normal itu sekitar 700 ribu-1 juta.