Anda di halaman 1dari 2

NO

6.

DIGNOSA KEPERAWATAN
Perfusi jaringan, perubahan, kerusakan
perifer b.d:

INTERVENSI
1. Selidiki perubahan tiba-tiba atau
gangguan mental kontinu, contoh,
cemas, bingung, letargi, pingsan.

a) Penurunan/penghentian aliran darah,


contoh vasokonstriksi,

Hemiparalisis, afsia, kejang.


2. Observasi warna kulit, pucat,

hipovolemia/kebocoran, dan

sianosis, belang, kulit

pembentukan tromboemboli.

dingin/lembab.

b) Penghentian aliran arteri-vena, contoh


emboli sistemik (keterlibatan katup mitral)

3. Kaji TTV.
4. Observasi ekstremitas terhadap

atau trombosis vena (statis vena,

pembekakan, Kaji tanda Homan

penurunan aktivitas).

(nyeri pada betis dengan posisi

c) Embolisasi trombus/vegetasi katup

dorsofleksi), eritema, edema, nyeri

sekunder terhadap endokarditis.

tekan, penonjolan vena yang jelas,

d) Penurunan aliran darah/statis (obstruksi


vena sebagian/penuh).
e) Penghentian alirandarah arteri.

lingkar betis.
5. Dorong latihan kaki aktif/pasif,
hindari latihan isometrik.
6. Anjurkan pasien
dalammelakukan/melepaskan kaus
kaki antiembolik bila diunakan.
7. Kaji fungsi gastrointestinal
8. Pantau pemasukan dan catat
perubahan haluaran urine.
9. Observasi hematuria, disertai
dengan nyeri punggung/pinggang,
oliguria.
10. Tingkatkan pemasukan cairan
sampai sedikitnya 2000 ml/hari
dalam toleransi jantung.
11. Perhatikan keluhan nyeri pada
abdomen kiri atas yang menyebar

ke bahu kiri, nyeri tekan lokal,


kekakuan abdominal.
12. Tingkatkan tirah baring dengan
dengan tepat.
13. Tinggikan kaki bila di tempat tidur
atau duduk, sesuai indikasi. Secara
periodik tinggikan kaki dan telapak
kaki di atas tinggi jantung.
14. Peringatkan pasien untuk
menghindari menyilang kaki atau
hiperfleksi lutut.
15. Anjurkan pasien untuk menghindari
pijatan/urutan pada ekstremits yang
sakit.
16. Dorong nutrisi dan vitamin yang
tepat.