Anda di halaman 1dari 7

Tugas 4 PLSBT

Nisa S. Istiqomah (1203082)


P. Fisika

1. Bagaimana peranan hukum dalam kehidupan demokrasi?


2. Kemukakan pendapat anda mengenai Interaksi sosial, kelompok sosial, masyarakat,
dan komunitas
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Perubahan sosial & pembangunan serta
bagaimana hubunganya
4. Deskripsikan manusia dengan keberagaman sosial, budaya, dan peradabanya.
Jawab
1.

Peranan hukum dalam kehidupan demokrasi.

Hukum dalam kehidupan manusia merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan, seperti
yang tertera dalam pameo Ubi societas ibi ius, yang berarti dimana ada masyarakat disitu ada
hukum. Hukum diciptakan dengan tujuan yang berbeda-beda, seperti: keadilan, kegunaan dan
ketertiban atau order. Keadilan harus berlaku untuk setiap orang, bukan hanya untuk golongan
tertentu saja. Oleh karena itu lahirlah negara konstitusi yang melahirkan doktrin rule of law,
yang merupakan doktrin dengan semangat idealisme keadilan yang tinggi, seperti supremasi
hukum dan kesamaan setiap orang di depan hukum. Di negara konstitusi itulah berlaku sistem
pemerintahan demokrasi konstitusional.
Konsep demokrasi menekankan bahwa adanya kedaulatan tertinggi untuk mengelola
kehidupan suatu negara adalah di tangan rakyat. Setiap orang memiliki posisi yang sama untuk
menentukan ke arah mana suatu masyarakat atau bangsa harus melangkah.
Arti dan makna demokrasi secara falsafah dapat melahirkan bermacam penafsiran dan
definisi. Lawan demokrasi adalah otokrasi. Seperti juga demokrasi, otokrasi ada banyak varian
dan hibridnya. Secara tradisional, tujuan penyelenggaraan pemerintahan demokrasi adalah untuk
mencegah akumulasi kekuasaan ke dalam satu atau beberapa orang. Demokrasi sebagaimana
dikemukakan Winston Churchill sebagai least bad form of government, artinya bahwa
pemerintahan demokrasi bertujuan mengurangi ketidakpastian dan instabilitas serta menjamin
warga negara dalam mendapatkan kesempatan yang berkala.
Demokrasi dan negara hukum adalah dua konsepsi mekanisme kekuasan dalam menjalankan
roda pemerintahan negara. Kedua konsepsi tersebut saling berkaitan yang satu sama lainnya tidak
dapat dipisahkan, karena pada satu sisi demokrasi memberikan landasan dan mekanisme
kekuasaan berdasarkan prinsip persamaan dan kesederajatan manusia, pada sisi yang lain negara

hukum memberikan patokan bahwa yang memerintah dalam suatu negara bukanlah manusia,
tetapi hukum.
Dalam tataran praksis, prinsip demokrasi atau kedaulatan rakyat dapat menjamin peran serta
masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, sehingga setiap peraturan perundangundangan yang diterapkan dan ditegakkan benar-benar mencerminkan perasaan keadilan
masyarakat. Sedangkan dalam negara yang berdasarkan atas hukum, dalam hal ini hukum harus
dimaknai sebagai kesatuan hirarkis tatanan norma hukum yang berpuncak pada konstitusi. Hal
ini berarti bahwa dalam suatu negara hukum menghendaki adanya supremasi konstitusi.
Supremasi konstitusi, di samping merupakan konsekuensi dari konsep negara hukum, sekaligus
merupakan pelaksanaan demokrasi karena konstitusi adalah wujud perjanjian sosial tertinggi.
Untuk mendalami hal diatas, kiranya perlu dikemukakan ciri-ciri dari produk hukum yang
demokratis:
a) produk hukum harus bersifat mengatur
b) produk hukum yang bernama undang-undang keatas dan peraturan daerah,
penetapannya harus melibatkan rakyat setidak-tidaknya wakilnya
c) dilihat dari segi isinya, isi produk hukum harus untuk kepentingan rakyat dan
kepentingan umum.
d) dilihat dari segi pelaksanaannya harus untuk kepentingan umum dan kepentingan
rakyat.
Indonesia sebagai salah satu Negara yang menganut paham demokrasi, karena sistem
pemerintahan demokrasi ini dianggap baik untuk menjaga kestabilan suatu bangsa dalam
menjalankan roda pemerintahan negara. Dalam hal demokrasi dikenal adanya kedaulatan adalah
di tangan rakyat, sehingga secara ekonomi Indonesia adalah negara demokrasi. Segala sesuatu
berasal dari, oleh dan untuk rakyat adalah inti dari konsep pemerintahan yang demokratis,
sehingga dapat menjamin kebebasan masing-masing individu dalam suatu negara untuk bergerak
mengembangkan dan melakukan hal yang mereka inginkan.
Indonesia menganut paham Demokrasi Pancasila yang berbeda dengan demokrasi liberal.
Demokrasi liberal meletakkan kebebasan individu yang toleran sebagai urgensi kehidupan negara
dan masyarakat. Oleh karena itu kontrol rakyat dan atau wakilnya kepada penguasa dan negara
adalah prinsip yang tak bisa ditawar. Dalam konteks ini C.F. Strong mengemukakan; negara
konstitusional sekarang ini harus didasarkan atas suatu sistem perwakilan yang demokratis yang
menjamin kedaulatan rakyat. Mengenai hal ini harus tercermin dalam konstitusi negara tersebut.
Sedangkan perihal bagaimana pelaksanaan Demokrasi Pancasila dalam arti bentuknya, maka
pertama-tama harus dilihat dalam UUD 1945 beserta penjelasannya, meskipun ini bukanlah satusatunya cara untuk melaksanakan Demokrasi Pancasila.
Dilatar belakangi cita-cita yang tertuang dalam kalimat masyarakat adil dan makmur, maka
pembangunan telah dipilih sebagai satu-satunya kendaraan yang dianggap paling tepat untuk
membawa bangsa Indonesia menuju kearah sana. Dalam hal ini, pemerintah sejak tiga dasawarsa

terakhir telah menjadikan pembangunan di bidang ekonomi sebagai tulang punggung


pembangunan nasional. Sikap suatu pemerintah dapat terlihat dari kebijakan-kebijakan yang
dikeluarkan oleh pemerintahan tersebut untuk mencapai kepentingan nasional negaranya.
Termasuk didalamnya adalah hal perekonomian.
Dalam kegiatan ekonomi inilah justru hukum sangat diperlukan karena sumber-sumber
ekonomi yang terbatas disatu pihak dan tidak terbatasnya permintaan atau kebutuhan akan
sumber ekonomi dilain pihak sehingga konflik antara sesama warga dalam memperebutkan
sumber-sumber ekonomi tersebut akan sering terjadi.
Peranan hukum untuk melindungi, mengatur dan merencanakan kehidupan ekonomi sehingga
dinamika kegiatan ekonomi itu dapat diarahkan kepada kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh
masyarakat sebagaimana dikemukakan oleh Thomas Aquinas dalam Suma Theologica. Hukum
bukan hanya bisa membatasi dan menekan saja, akan tetapi juga memberi kesempatan bahkan
mendorong para warga untuk menemukan berbagai penemuan yang dapat menggerakkan
kegiatan ekonomi negara. Dan pada dasarnya setiap kegiatan atau aktivitas manusia perlu diatur
oleh suatu instrumen yang disebut sebagai hukum. Hukum disini direduksi pengertiannya
menjadi perundang-undangan yang dibuat dan dilaksanakan oleh Negara.

2.

Interaksi sosial, kelompok sosial, masyarakat, dan komunitas

A. Interaksi berasal dari kata inter dan action. Interaksi sosial adalah hubungan
timbal balik saling mempengaruhi antara individu, kelompok sosial, dan masyarakat.
Interaksi Sosial terjadi dengan didasari imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati.
Ciri-ciri interaksi sosial , menurut tim sosiologi (2002) :
1)
2)
3)
4)

Jumlah pelakunya lebih dari satu orang


Terjadinya komunikasi diantara pelaku melalui kontak sosial
Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas
Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu.
B. Kelompok sosial adalah Kelompok sosial merupakan suatu himpunan suatu
kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama, disebabkan oleh adanya hubungan
antara mereka yang menyangkut hubungan timbal-balik yang saling mempengaruhi
dan adanya kesadaran untuk saling tolong menolong.
Bentuk-Bentuk Kelompok Sosial
1) In Group dan Out Group
In Group merupakan kelompok sosial yang dijadikan tempat oleh individuindividunya untuk mengidentifikasikan dirinya. Contoh: kita, kami.
Out Group merupakan kelompok sosial yang oleh individunya diartikan
sebagai lawan in group. Contoh: mereka.

2) Kelompok Primer dan Sekunder

Kelompok Primer saling antara anggota-anggotanya, kerjasama yang erat


dan bersifat pribadi, interaksi sosial dilakukan tatap muka (face to face).
Kelompok Sekunder yaitu kelompok sosial yang terdiri dari banyak orang,
antara siapa hubungannya tidak perlu berdasarkan pengenalan secara pribadi
dan juga sifatnya tidak begitu langgeng.
3) Paguyuban dan Patembayan
Paguyuban merupakan bentuk-bentuk kehidupan yang dimana para
anggota-anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni, bersifat ilmiah
dan kekal.
Contoh: keluarga, kelompok kekerabatan, rukun tetangga dan lain-lain.
Patembayan merupakan ikatan lahir yang bersifat pokok untuk jangka
waktu tertentu (yang pendek) atau bersifat kontraktual.
Contoh: hubungan perjanjian perdagangan, organisasi formal, organisasi suatu
perusahaan dan lain-lain.
4) Kelompok Formal dan Informal
Kelompok Formal mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja diciptakan
oleh para anggotanya untuk mengatur hubungan mereka.
Misal: pemerintah memilih ketua, iuran anggota dan lain-lain.
Kelompok Informal tidak mempunyai struktur atau organisasi tertentu dan
terbentuk karena pertemuan yang berulang-ulang.
Misal: kelompok dalam belajar.
5) Membership Group dan Reference Group
Kelompok Membership merupakan kelompok yang para anggotanya tercatat
secara fisik sebagai anggota.
Misal: anggota IBI.
Kelompok Reference merupakan kelompok sosial yang dijadikan acuan atau
rujukan oleh individu-individu yang tidak tercatat dalam anggota kelompok
tersebut untuk membentuk atau mengembangkan kepribadiannya atau dalam
berprilaku.
C. Menurut Prof. Robert W. Richey masyarakat adalah suatu perwujudan
kehidupan bersama manusia. Dalam masyarakat berlangsung proses kehidupan
sosial, proses antar hubungan dan antar aksi. Didalam masyarakat sebagai suatu
lembaga kehidupan manusia berlangsung pula keseluruhan proses perkembangan
kehidupan. Dengan demikian masyarakat dapat diartikan sebagai wadah atau medan
tempat berlangsungnya antar aksi warga masyarakat itu.
D. Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang
berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam
komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud,

kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain
yang serupa.
Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan",
kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti "sama, publik, dibagi oleh
semua atau banyak". (Hillery, 1955) Komunitas terbentuk karena :
1) Terdiri dari sekelompok orang.
2) Saling berinteraksi secara sosial di antara anggota kelompok itu.
3) Berdasarkan adanya kesamaan kebutuhan atau tujuan dalam diri mereka
atau di antara anggota kelompok yang lain.
4) Adanya wilayah-wilayah individu yang terbuka untuk anggota kelompok
yang lain, misalnya waktu.
3.

Perubahan sosial & pembangunan serta bagaimana hubunganya

Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran atau
berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih inovatif,
sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat.
Pada dasarnya setiap masyarakat yang ada di muka bumi ini dalam hidupnya dapat
dipastikan akan mengalami apa yang dinamakan dengan perubahan-perubahan. Adanya
perubahan-perubahan tersebut akan dapat diketahui bila kita melakukan suatu perbandingan
dengan menelaah suatu masyarakat pada masa tertentu yang kemudian kita bandingkan
dengan keadaan masyarakat pada waktu yang lampau. Perubahan-perubahan yang terjadi di
dalam masyarakat,pada dasarnya merupakan suatu proses yang terus menerus, ini berarti
bahwa setiap masyarakat pada kenyataannya akan mengalami perubahan-perubahan.
Tetapi perubahan yang terjadi antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain
tidak selalu sama. Hal ini dikarenakan adanya suatu masyarakat yang mengalami perubahan
yang lebih cepat bila dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Perubahan tersebut dapat
berupa perubahan-perubahan yang tidak menonjol atau tidak menampakkan adanya suatu
perubahan. Juga terdapat adanya perubahan-perubahan yang memiliki pengaruh luas maupun
terbatas. Di samping itu ada juga perubahan-perubahan yang prosesnya lambat, dan
perubahan yang berlangsung dengan cepat.
Perubahan perubahan yang terjadi pada masyarakat yang mencakup perubahan dalam
aspek-aspek struktur dari suatu masyarakat, ataupun karena terjadinya perubahan dari faktor
lingkung an, karena berubahnya komposisi penduduk, keadaan geografis, serta berubahnya
sistem hubungan sosial, maupun perubahan pada lembaga kemasyarakatannya. Pada
umumnya, perubahan-perubahan sosial yang terjadi dalam suatu negara tertentu mendorong
negara untuk berkembang ke arah yang lebih baik.
Pembangunan tidak selalu berjalan mulus, karena dihadapkan beberapa permasalahan,
salah satunya permasalahan mentalitas atau budaya. Ada budaya-budaya yang menghambat
proses pembangunan baik yang bersifat psikologis, persepsi yang keliru, tradisi, dan sikap
mental yang kurang mendukung.

4. Deskripsikan manusia dengan keberagaman sosial, budaya, dan peradabanya.


Istilah peradaban dipakai untuk menunjukkan pendapat dan penilaian terhadap
perkembangan kebudayaan. Peradaban adalah kebudayaan yang bernilai tinggi.
Perkembangan kebudayaan mencapai puncaknya berwujud unsur-unsur budaya yang bersifat
halus, indah, tinggi, sopan, luhur, maka masyarakat pemilik kebudayaan tersebut dikatakan
telah memiliki peradaban yang tinggi.
Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk beradab dan berbudaya yang tidak bisa
hidup di luar adab dan budaya tertentu. Manusia beradab dan berbudaya yang hidup dalam
suatu masyarakat beradab bukanlah sesuatu yang alamiah, melainkan diciptakan melalui
berbagai upaya yang mendukung terciptanya manusia beradab dan masyarakat adab.
Faktor sosial berpengaruh terhadap seluruh aspek yang dapat menyebabkan perbedaan
dan pergeseran kebudayaan. Lingkungan sosial yang berbeda, akan membuat budaya yang
dihasilkan berbeda pula. Keberagaman / diversity yang menunjukkan adanya satu hal atau
lebih yang heterogen serta tidak dapat dipersamakan. Sementara itu, konsep
multikulturalisme memberikan penegasan bahwa adanya kesediaan menerima kellllllllompok
lain secara bersama sebagai suatu kesatuan tanpa memerdulikan perbedaan ras, etnik, gender,
bahasa, maupun agama. Indonesia sendiri telah lama mengenal istilah ini, dalam semboyan
bhineka tunggal ika. Meski, tidak dapat dipungkiri banyak juga hal yang mengancam
munculnya perpecahan etnis maupun konflik antar agama.

Sumber

-. -. perubahan-sosial. Tersedia: http://belajarpsikologi.com/pengertian-perubahansosial/. Online


-. 2011. interaksi-sosial-dan-komunitas. Tersedia :
http://khumaedahk.blogspot.com/2011/11/interaksi-sosial-dan-komunitas.html.
Online
Khusu, Abdilah. 2012. Tersedia:
http://abdilahkhusu.blogspot.com/2012/01/perubahan-sosial-dan-pembangunan.html.
Online

Ridwan Effendi, Elly Malihah, (2007). Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan
Teknologi. Yasindo Muli Aspek, Bandung

Wijaya, Yoga Permana. 2014. peranan-hukum-dalam-kehidupan-demokrasi-diindonesia. Tersedia : http://yogapermanawijaya.wordpress.com/2014/06/23/perananhukum-dalam-kehidupan-demokrasi-di-indonesia/. Online


Zaharika. 2011. manusia-dengan-keragaman-sosial-budaya. Tersedia:
http://zahararika.blogspot.com/2011/10/manusia-dengan-keragaman-sosialbudaya.html. Online