Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI TANAMAN

PENGARUH FAKTOR ABIOTIK TERHADAP PERTUMBUHAN


TANAMAN BAYAM DA KANGKUNG
Disusun Oleh :
NAMA

: ANDIK KURNIAWAN

NIM

: 122833800690

JURUSAN

: AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS WIDYAGAMA
MALANG
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Ekologi pertama kali diperkenalkan oleh Ernest Haeckel (ahli filsafat dan Biologi
Jerman) pada tahun 1869. Kata ekologi berasal dari dua suku kata dari bahasa Yunani, yaitu
Oikos (rumah atau tempat tinggal) dan Logos (penelaahan atau studi atau ilmu). Secara umum
ekologi didefinisikan sebagai suatu ilmu atau studi tentang hubungan timbal balik antara
mahkluk hidup dengan lingkungannya sebagai suatu rumah tangga. Sedangkan Ekologi Tanaman
didefinisikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara tanaman dan
lingkungan.
Setiap tanaman membutuhkan kondisi lingkungan yang sesuai dengan persyaratan
tumbuhnya. Pertumbuhan dan hasil tanaman ditentukan selain oleh jenis tanaman juga oleh
kondisi lingkungannya. Ketersediaan unsure hara yang berbeda dalam tanah tentunya akan
mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman. Pupuk organik dapat berperan ganda selain
dapat meningkatkan kesuburan tanah baik secara kimia melalui peningkatan kandungan bahan
organim tanah dan unsur hara tanah, maupun secara fisik melalui perbaikan struktur tanah dan
secara biologi melalui peningkatan aktivitas mikroorganisme tanah.
Reaksi beberapa jenis tanaman berbeda satu sama lain terhadap lingkungan. Salah
satunya adalah Tanaman kangkung merupakan tanaman yang menetap yang dapat hidup lebih
dari setahun. Tanaman yang diduga berasal dari kawasan asia dan afrika ini meliputi dua jenis
yang biasa dibudidayakan petani yakni kangkung darat dan kangkung air. Kangkung darat
memiliki ciri yaitu berdaun panjang dengan ujung runcing dan berwarna hijau keputih-putihan
kangkung ini mudah dibedakan dengan kangkung air dari warna bunganya yang putih bersih.
Kangkung darat umumnya dijual dalam bentuk cabutan tanaman bersama akarnya. Maka itu,
dipasaran kangkung darat diistilahkan dengan kangkung cabut. Tanaman kangkung darat
termasuk tanaman dikotil dan berakar tunggang. Akarnya menyebar kesegala arah dan dapat
menembus tanah sampai kedalaman 50 cm lebi. Batang tanaman berbentuk bulat panjang beruas
mirip batang bambu. Daun kangkung berwarna hijau tu dibagian atasnya. Tangkai daunnya
panjang dan melekat pada setiap ruas batang. (Haryoto, 2009:10)

Tanaman bayam yang biasa ditanaman sebagai sayuran dibedakan menjadi dua yaitu
bayam cabut dan bayam tahun. Bayam cabut yang juga sering disebut bayam sepul adalah bayam
yang diusahakan sebagai bayam cabutan. Bayam cabut dibedakan menjadi dua. Bayam cabut
yang memiliki batang berwarna merah-kemerahan (bayam merah) dan bayam cabut yang
memiliki batang berwarna hajau keputh-putihan(bayam putih). (Rukmana, 2005:52)
Pada saat pembelajaran mengenai Ekologi Tanaman, terdapat banyak sekali teori yang
menjelaskan mengenai faktor-faktor, mekanisme, maupun macam-macam ekosistem dalam
ekologi pertanian. Namun, teori tersebut belum dapat dipelajari penuh jika kita belum
mengetahui bagaimana keadaannya sebenarnya di lingkungan kita. Selain itu, masih banyak
mahasiswa yang belum dapat menunjukan bagaimana pengaruh ekologi terhadap hasil
pertumbuhan dan hasil tanaman. Untuk itu, maka dilakukan praktek lapangan sekaligus
penelitian untuk lebih mengetahui dan membuktikan teori-teori tersebut. Dengan berlandaskan
teori-teori tersebut, di dalam praktikum ini, akan diamati pengaruh media tanam yang berbeda
terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pada tanaman bayam merah.
1.2 TUJUAN
Tujuan dilaksanakannya praktikum Ekologi Tanaman yaitu untuk mengetahui pengaruh
abiotik media tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Tanaman kangkung merupakan tanaman yang menetap yang dapat hidup lebih dari
setahun. Tanaman yang diduga berasal dari kawasan asia dan afrika ini meliputi dua jenis yang
biasa dibudidayakan petani yakni kangkung darat dan kangkung air. Kangkung darat memiliki
ciri yaitu berdaun panjang dengan ujung runcing dan berwarna hijau keputih-putihan kangkung
ini mudah dibedakan dengan kangkung air dari warna bunganya yang putih bersih. Kangkung
darat umumnya dijual dalam bentuk cabutan tanaman bersama akarnya. Maka itu, dipasaran
kangkung darat diistilahkan dengan kangkung cabut. Tanaman kangkung darat termasuk tanaman
dikotil dan berakar tunggang. Akarnya menyebar kesegala arah dan dapat menembus tanah
sampai kedalaman 50 cm lebi. Batang tanaman berbentuk bulat panjang beruas mirip batang
bambu. Daun kangkung berwarna hijau tu dibagian atasnya. Tangkai daunnya panjang dan
melekat pada setiap ruas batang. (Haryoto, 2009:10)
Tanaman bayam yang biasa ditanaman sebagai sayuran dibedakan menjadi dua yaitu
bayam cabut dan bayam tahun. Bayam cabut yang juga sering disebut bayam sepul adalah bayam
yang diusahakan sebagai bayam cabutan. Bayam cabut dibedakan menjadi dua. Bayam cabut
yang memiliki batang berwarna merah-kemerahan (bayam merah) dan bayam cabut yang
memiliki batang berwarna hajau keputh-putihan(bayam putih). (Rukmana, 2005:52)
Pupuk alami adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan/sisa-sisa mahkluk hidup.
Kotoran ini mengandung unsur hara lengkap yang dibutuhkan tanaman. Pupuk kandang
mengandung unsur hara makro dan mikro. Pupuk kandang padat banyak mengandung fosfor,
sementara nitrogen dan kalium banyak diperoleh dari urine ternak. Unsur hara yang terkandung
dalam pupuk kandang diantaranya kalium, magnesium, belerang, natrium, besi, tembaga, dan
molibdenum. Kandungan nitrogen dalam urine ternak tiga kali lebih besar dibandingkan dengan
nitrogen dalam kotoran ternak. Sementara itu, kandungan kalium dalam urine lebih besar lima
kali lipatnya.
Penggunaan pupuk organik, terutama di lahan-lahan pertanian, dapat memberikan banyak
keuntungan, diantaranya :
a
b
c

Memperbaiki sifat kimia tanah.


Memperbaiki sifat fisika tanah .
Meningkatkan daya serap tanah terhadap air.

d
e
f
g
h
a
b

Meningkatkan efektifitas mikroorganisme tanah.


Sumber makanan bagi tanaman.
Ramah lingkungan.
Pupuk organik lebih murah.
Meningkatkan kualitas produksi.
Selain memiliki keunggulam, pupuk organik pun memiliki keunggulan, diantaranya :
Biaya pengangkutan lebih mahal
Kecepatan penyerapan unsur hara oleh tanaman lebih lama dibanding penyerapan unsur

hara dari pupuk anorganik


Memiliki kandungan hara yang beragam dan sulit diketahui secara pasti jumlah haranya,

harus melalui proses analisis.


Kandungan unsur haranya berbeda-beda, tergantung pada jenis ternak, jenis makanan

ternak, dan umur.


Pupuk organik segar, penyebaran patogenya, penyebab penyakit lebih besar dari pada

pupuk organik yang mengalami proses fermentasi.


( Pranata, 2010:67)
Dalam budidaya tanaman bayam (Amaranthus Sp) dan kangkung darat (Ipomoea reptans)
menggunakan pupuk untuk pemenuhan unsur hara bagi tanaman. Nilai pupuk kandang tidak
hanya ditentukan berdasarkan pasokan bahan organik tetapi besarnya pasokan nitrogen yang
terkandung didalam pupuk. Nitrogen yang dilepaskan oleh aktifitas mikroorganisme kemudian
dimanfaatkan oleh tanaman dalam bentuk nitrat.
Pupuk kandang mempumyai pengaruh yang baik terhadap sifat fisik dan kimia tanah.
Penggunaan pupuk kandang untuk mempertahankan kesuburan tanah merupakan bentuk praktek
pertanian organik. Penggunaan pupuk kandang yang dipadukan dengan pupuk kimia, kapur
pertanian, dan tanaman legum serta didukung pengolah tanah yang baik pengendalian gulma dan
praktek pertanian lain. (Sutanto, 2002:43)

BAB III
METODE PELAKSANAAN
3.1 WAKTU DAN TEMPAT

Praktikum

Ekologi

Tanaman

dilaksanakan

di

Greenhouse

Laboratorium

Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Widyagama Malang selama 3 bulan 1 oktober


2014-1 januari 2015

3.2 Alat
Budidaya tanaman bayam ( Amaranthus Sp) dan tanaman kangkung darat ( Ipomoea
reptans) untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk yang berasal dari kotora kambing (puaknd) dan
limbah ikan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bayam (Amaranthus Sp) dan kangkung
darat (Ipomoea reptans), menggunakan alat dalam berbudidayanya seperti cangkul, kored, tugal,
meteran, ajir, ember, timbangan, dan gembor.

3.2 Bahan
Budidaya tanaman bayam ( Amaranthus Sp) dan tanaman kangkung darat ( Ipomoea
reptans) untuk pengaruh jenis pupuk yang berasal dari kotora kambing (puaknd) dan limbah ikan
terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bayam (Amaranthus Sp) dan kangkung darat
(Ipomoea reptans),

menggunakan bahan dalam berbudidayanya seperti Benih Bayam

(Amaranthus Sp), benih kangkung ( Ipomoea reptans), pupuk kandang dari kotoran kambing,
limbah ikan, kantong plastik dan tali raffia.

3.3 Metode
Budidaya tanaman bayam dan kangkung merupakan budidaya tanaman yang
menggunakan tahapan-tahapan

budidaya seperti pengolahan lahan, pembuatan bedengan,

perapihan bedengan, pemupukan dengan pupuk kandang, penanaman, perawatan dan


pengendalian hama penyakit , panen dan pasca panen. Sebelum melakukan pengolahan lahan,
sebaiknya memilih lahan yang subur karena tanaman bayam dan kangkung darat adalah tanaman
sayuran yang membutuhkan tanah yang memiliki tekstur tanah yang gembur. Adpun syarat
tumbuh tanaman bayam yaitu :
1 Tipe tanah
2
3

pH tanah optimum
ketinggian tempat

Lempung

sampai

lempung

gembur, subur, dan mengandung bahan organik.


: 6,0 6,5
: 100 1.000 m dpl

berpasir,

Persyaratan lain

: Lokasi terbuka dan mendapatkan sinar

matahari secara langsung dan drainase air lancar.


Syarat tumbuh tanaman kangkung darat yaitu :
1
2
3
4

pH tanah optimum
Ketinggian tempat
Persyaratan lain

Tipe tanah

: Lempung sampai lempung

berpasir, gembur dan mengandung bahan organik.


: 5,5 6,5
: 50 500 m dpl
: Lokasi terbuka dan memperoleh sinar matahari langsung,

masih bisa ditanam di tanah rawa yang drainasenya tidak lancar.


Pengolahan lahan merupakan kegiatan menggemburkan tanah dan menghaluskan
bongkahan tanah. Pengolahan lahan dapat dilakukan dengan alat berat seperti tractor, hand
tractor maupun dengan cangkul. Dalam praktikum ini, pengolahan lahan budidaya tanaman
bayam dan kangkung darat seluas 20 m2 dilakukan menggunakan alat cangkul dengan
kedalaman pencangkulan 30 cm. Tanah dicangkul untuk membalik dan memecah agregat tanah
yaitu bagian tanah yang ada didalam diletakan diluar. Pembalikan ini dilakukan agar tanah
terkena sinar matahari sehingga hama seperti ulat tanah mati karena terkena sinar matahari
langsung. Tidak hanya, itu pembalikan tanah juga dapat menghilangkan residu didalam tanah dan
memusnahkan penyakit yang ada ditanah. Membuat bedengan dengan panjang 4m2, lebar 1 m2,
tinggi bedengan 30 cm, dan lebar pari 30 cm.
Pembuatan bedengan ini dilakukan dengan cara mencangkul tanah yang ada di sebelah
kanan dan kiri calon bedengan kemudian tanah diangkat dan diletakkan diatas bedengan,
dilakukan agar parit terbentuk dengan kedalaman yang sesuai yaitu 30 cm dan agar bedengan
terbentuk rapi dengan ketinggian 30 cm. Tidak hanya itu, pembutan bedengan dan pembuatan
parit dilakukan agar drainase air lancar sehingga tanaman tidak tergenang air. Tanah yang masih
berupa bongkahan yang ada dibedengan dicacah agar tanah menjadi lebih halus dan gembur.
Bedengan dibagi dua bagian yaitu bagian timur 10 m2 dan bagian barat 10 m2.
Bendengan yang sudah siap dan sudah rapi diberi pupuk kandang dari kotoran ayam dan
pupuk kandang dai kotoran sapi yitu : 10 m 2 bedengan timur dan 10 m2 bedengan barat.
Pemberian pupuk kandang dilakukan dengan cara menyebar rata pupuk kebedengan dan
mencampur pupuk dengan tanah yang ada dibedengan dengan cangkul. Pemberian pupuk
dilakukan dengan tujuan untuk menambah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman.

Lahan yang sudah diberi pupuk siap untuk ditanami. Penanaman dilakukan dengan cara
ditugal dengan jarak antar baris 15 cm, dalam barisan 5 cm dengan 2 butir benih disetiap
lubangnya, kemudian benih ditutup kembali dengan tanah yang ada disekitar bedengan. Dan utuk
tanaman bayam, benih dicampur pasir dengan perbandingan 1:10 kemudian disebar sebanyak 20
g/10 m2. Menanam benih bayam dibedengan yang diberi pupuk kandang dari kotoran kambing
dan pupuk limbah ikan.. Benih kangkung darat juga seperti itu, ditanaman dibedengan yang
diberi pupuk kandang dari kotoran kambing dan pupuk limbah ikan. Jadi diperoleh : 2 m 2
tanaman kangkung darat dibedengan timur bagian timur yang diberi pupuk kandang dari kotoran
kambing dan limbah ikan, 2 m2 bayam dibedengan timur bagian barat yang diberi pupuk
kandang dari kotoran ayam dan limbah ikan.
Tanaman bayam dan tanaman kangkung darat mulai tumbuh normal 2 MST, begitupun
pada 2 MST tersebut gulma dan hama penyakit mulai menyerang tanaman sehingga pada saat
inilah mulai dilakukn perawatan tanaman dengan pengendalian gulma, dan hama penyakit.
Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan cara menual atau pun dengan alat seperti kored.
Gulma yang tumbuh didekat tanaman dapat dicabut langsung dengan tangan, karena apabila
menggunakan koret tanaman bisa rusak yang disebabkan oleh jarak tanam yang berdekatan dan
akar tanaman pun bisa rusak akibat terkena kored. Hama yang menyerang dapat dikendalikan
dengan memungut langsung dan membunuhnya. Dalam praktikum ini tidak ada penyakit yang
berbahaya menyerang tanaman.
Pada minggu ketiga dilakukan pengamatan tanaman bayam dan tanaman kangkung yaitu
tinggi tanaman dan jumlah daun. Pengamatan tanaman dilakukan dengan pengamatan 10
tanaman contoh. Memilih tanaman contoh tidak boleh memilih tanaman yang berada paling luar
tetapi memilih tanaman yang berada ditenga-tengah populasi, dipilih secara acak dan
tersebar.Tanaman bayam memiliki perkecambahan epigeal yaitu dicirikan dengan kotiledonnya
ikut terangkat keatas permukaan tanah. Tanaman kangkung darat memiliki tipe perkecambahan
hipogeal yaitu dicirikan dengan kotiledonnya tidak ikut terangkat keatas permukaan tanah.
Karena bayam tipe perkecambahannya epigeal sehingga pengukuran tinggi tanamannya dari
pangkal tanaman sampai titik tumbuh, sedangkan untuk tanaman kangkung darat yang memiliki
tipe perkecambahan hipogeal pengukuran tinggi tanamannya dari pangkal tanaman sampai ujung
daun tertinggi.

Tanaman bayam dan kangkung darat dapat dipanen pada minggu ke-6 atau pada umur 35
hari setelah tanama. Tanaman bayam dipanen dengan cara dicabut yang kemudian akar tanaman
dicuci agar bersih dari tanah yang ikut terbawa akar pada saat pemanenan. Pemanenan tanaman
bayam yang ditanaman dibedengan yang diberi pupuk kandang dari kotoran sapi dengan yang
ditanam dibedengan yang diberi pupuk kandang dari kotoran ayam dipisahkan dan ditimbang
berapa bobot masing-masing bayam dengan perlakuan yang berbeda tersebut dan berpa bobot
tanaman yang layak jual maupun yang tidak layak jual. Untuk 10 contoh tanaman bayam,
sebelum pemanenen dilakukn pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun. Setelah itu tanaman
dipanen dan ditimbang berapa bobot setiap tanaman lalu dirata-ratakan, berapa jumlah daun
setiap tanaman dan dirata-ratakan. Begitu pun dengan tanaman kangkung darat, dipanen dengan
cara dicabut yang kemudian akar tanaman dicuci agar bersih dari tanah yang ikut terbawa akar
pada saat pemanenan. Pemanenan tanaman kangkung darat yang ditanaman dibedengan yang
diberi pupuk kandang dari kotoran sapi dengan yang ditanam dibedengan yang diberi pupuk
kandang dari kotoran ayam dipisahkan dan ditimbang berapa bobot masing-masing kangkung
dengan perlakuan yang berbeda tersebut dan berapa bobot tanaman yang layak jual maupun tidak
layak jual. Untuk 10 contoh tanaman kangkung darat, sebelum pemanenen dilakukn pengamatan
tinggi tanaman dan jumlah daun. Setelah itu tanaman dipanen dan ditimbang berapa bobot setiap
tanaman lalu dirata-ratakan, berapa jumlah daun setiap tanaman dan dirata-ratakan.
Pasca panen tanaman bayam dan kangkung darat yaitu tanaman bayam dan kangkung
darat dibersihkan dari tanah dan kotoran lainnya menggunakan air, kemudian mengikat batang
tanman yang mau dipasarkan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil
Pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun pada tanaman bayam dan kangkung darat
yang diberi pupuk kandang dari kotoran kambing dan limbah ikan:

4.2 Pembahasan
Hara dalam pupuk kandang berasal dari pakan yang dikonsumsi oleh ternak lebih dari
70% nitrogen yang dimakan oleh hewan dapat dilihat oleh kotoranya, demikian juga kalium
sebesar 80 %. Diantara kotoran ternak, kotoran ayam mempunyai kandungan hara tertinggi
,terendah sapi, sedangkan kotoran babi berada diantaranya. (Sutanto, 2002:43 - 44)
Praktikum budidaya bayam (Amaranthus Sp) dan tanaman kangkung darat (Ipomoea
reptans) untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang yang berasal dari limbah ikan dan yang
berasal dari kotoran kandang kambing mendapatkan hasil bahwa, pupuk dari limbah ikan
menghasilkan tanaman yang lebih bagus dengan bobot yang lebih berat terutama hasil ini dapat
dirasakan pada tanaman bayam (Amaranthus Sp).

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dari praktikum pengaruh jenis pupuk kandang didapatkan hasil bahwa lebih baik
menggunakan pupuk limbah ikan ataupun pupuk kandang kambing karena hasil panen tanaman
sayuran yang menggunakan pupuk kandang dari limbah ikan dapat mencapai produksi yang
maksimum dan sehingga bentuk, ukuran, dan bobot hasil panen mampu brsaing dipasaran
masyarakat.

5.2 Saran
Bagi para petani atau siapapun yang akan berbudidaya tanaman bayam dan tanaman
kangkung sebaiknya memilih pupuk yang tepat untuk menambah unsur hara tanaman dan
sebaiknya kurangi penggunaan bahan kimia karena dapat merusak ekosistem dan mahluk hidup
di dalamnya. Gunakan pupuk kandang dari limbah ikan karena pupuk tersebut kandungan
haranya sangat tinggi dibandingkan dengan pupuk kandang dari kotoran sapi.

DAFTAR PUSTAKA

Haryoto. 2009. Bertanama Kangkung Raksasa Di perkarangan rumah. Yogyakarta : Kanisius


Rukmana, rahmat. 2005. Bertanaman Sayuran Di Pekarangan. Yogyakarta : Kanisius
Sutanto,rahman. 2002. Penerapan pertanian Organik,Pemasyarakatan dan Pengembangan.
Yogyakarta : Kanisius
Pranata, ayub S. 2010. Meningkatkan Hasil Panen Dengan Pupuk Organik. Jakarta : Agromedia
Pustaka