Anda di halaman 1dari 71

m zaky

Tehnologi dan Formulasi


Sediaan solid

PRINSIP- PRINSIP PEMBUATAN FARMASETIK

BAB I PRINSIP- PRINSIP PEMBUATAN


FARMASETIK

1.
2.
3.
4.

PENCAMPURAN
PENGGERUSAN
PENGERINGAN
KOMPRESI DAN KONSOLIDASI SERBUK BAHAN
PADAT

1.

PENCAMPURAN

A. Definisi
B. Pencampuran Bahan Padat
C. Variabel variabel partikel-partikel bahan

padat
D. Gaya yang berperan pada sistem padat

bulk partikel
E. Mekanisme Pencampuran
F. Pemilihan Mikser

1.

PENCAMPURAN

A. Definisi
Pencampuran didefinisikan sebagai proses yang cenderung
mengakibatkan pengocokan partikel yang tidak sama dalam suatu
sistem.
B. Pencampuran Bahan Padat
Zat padat multipartikel dikenal sebagai bulk farmasi atau granul.
Serbuk- serbuk yang tidak sama dapat dicampur pada tingkat partikel.
Serbuk-serbuk yang telah dicampur dengan baik sering mengalami
pemisahan substansial selama penanganan rutin setelah pencampuran
maupun selama pencampuran sehingga harus ada penanganan yang
baik terhadap bahan bahan ini
4

1.

PENCAMPURAN

C. Variabel variabel partikel-partikel bahan padat

1.

Ukuran partikel dan distribusi ukuran partikel


akan menentukan besarnya gaya gravitasi yang dapat menyebabkan
gerakan relatif antarpartikel terhadap gaya permukaan yang menahan
gerakan tersebut. Sebagai akibat dari gaya antarpartikel yang tinggi jika
dibandingkan dengan gaya gravitasi hanya sedikit serbuk serbuk yang
ukuran partikelnya rata-rata kurang dari 100 mikron yang mengalir bebas

2.

2.
3.

Kerapatan partikel, elastisitas, kekasaran permukaan dan bentuk partikel


Memberikan pengaruh pada sifat bulkdari serbuk misal laju aliran serbuk

1.

PENCAMPURAN

D. Gaya yang berperan pada sistem padat bulk partikel

1.

Gaya yang cendrung mengakibatkan gerakan dua partikel


berdampingan atau kelompok partikel relatif satu sama lain.
Terdapat gaya gaya akselerasi yang dihasilkan oleh gerakan
perpindahan dan rotasional suatu partikel tunggal atau kelompok
partikel. Gerakan tersebut dapat disebabkan oleh kontak dengan
permukaan mikser atau kontak dengan partikel-partikel lain.

2.

2.
3.

Gaya yang cendrung menahan partikel sebelah-menyebelahnya


pada posisi relatif tetap.
Terdapat interaksi antar partikel sehubungan dengan ukuran,
bentuk, dan sifat karakteristik permukaan partikel.
6

1.

PENCAMPURAN

E. Mekanisme Pencampuran

1.

Pencampuran konvektif
Pencampuran shear
Pencampuran difusiv

2.
3.

1.

1.
2.

3.

PENCAMPURAN

Pencampuran konvektif
Dapat terjadi dengan memutar bidang serbuk
dengan pisau-pisau pedang atau dayung,
dengan sekrup yang berputar atau dengan
metode lain dengan memindahkan suatu massa
yang relatif besar dari suatu bidang serbuk ke
bidang serbuk yang lain
Misal : V mixer, Polidirection Moveable mixer
dan lodige mikser
8

1.

2.
3.

4.

PENCAMPURAN

Pencampuran shear
Akibat gaya didalam massa partikel,
terbentuklah bidang-bidang licin. Shear terjadi
antara daerah-daerah dengan komposisi
berbeda dan sejajar dengan antarmukanya,
akan mengurangi skala segregasi / pemisahan
dengan menipiskan lapisan-lapisan yang tidak
sama
Contoh Blender mixer
9

1.

3.
4.

5.

PENCAMPURAN

Pencampuran difusiv
Terjadi jika gerakan acak dari partikel
dalam suatu bidang (wadah) serbuk
menyebabkan perubahan posisi satu
sama lain
Contoh Penggerus palu

10

1.

1.

2.

PENCAMPURAN

F. Pemilihan Mikser
Pengukuran derajat pencampuran
Tergantung pada ukuran kuantitatif dari derajat
pencampuran
Kebutuhan Tenaga
Efisiensi penggunaan tenaga sejajar dengan
kondisi operasi untuk pencampuran optimum
11

2.

A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.

PENGGERUSAN

Definisi
Penerapan di bidang Farmasi
Distribusi Ukuran
Tipe tipe penggerus
Faktor faktor yang mempengaruhi penggerusan
GAMBAR MACAM MACAM PENGGERUS
Faktor faktor dalam memilih penggerus
Tehnik Penggerusan
12

2.

A.

PENGGERUSAN

Definisi
Penggerusan adalah proses mekanik
untuk memperkecil ukuran zat padat.
Secara konvensional ukuran dinyatakan
dengan istilah mesh (jumlah lubang pada
tiap inci (1 inci = 2,54 cm) linear dari
ayakan)
13

2.

PENGGERUSAN

Penggerusan kasar menghasilkan partikel-partikel


yang lebih besar dari 20 mesh
Penggerusan sedang menghasilkan partikel-partikel
berukuran antara 200 sampai 20 mesh (74 sampai 840
mikron)
Penggerusan halus menghasilkan partikel-partikel
yang lebih kecil dari 200 mesh.(< 74 mikron)
Penggerus tertentu dapat bekerja dengan baik dalam
lebih dari satu kelas ; penggerus palu dapat dipakai
untuk pembuatan granulasi 16 mesh dan menggerus zat
bentuk kristal sampai serbuk 120 mesh
14

2.

B.

PENGGERUSAN

Penerapan di bidang Farmasi

Luas permukaan per satuan berat yang dikenal dengan sebutan


permukaan spesifik , akan bertambah dengan berkurangnya ukuran
partikel. Kenaikan permukaan spesifik ini mempengaruhi efisiensi
terapi dari senyawa-senyawa obat yang mempunyai kelarutan yang
kecil dalam cairan tubuh dengan menaikkan luas permukaan kontak
antara zat padat dan cairan pelarut sehingga berat tertentu dari
serbuk obat yang telah dihaluskan larut lebih cepat daripada jumlah
berat yang sama tetapi dalam bentuk serbuk kasar.
Pengeringan dari massa yang lembab dapat dimudahkan dengan
penggerusan, yang menaikkan luas permukaan dan mengurangi
jarak yang harus ditempuh lembab dalam partikel untuk mencapai
permukaan luar. Pengecilan ukuran partikel dan kemudian
pengeringan akan menaikkan kestabilan karena pelarut yang
terjebak dalam massa sudah dihilangkan.
15

2.

PENGGERUSAN

Pada pembuatan tablet kompresi, granulasi massa yang lembab


menghasilkan pengeringan yang lebih cepat dan merata. Granulasi
tablet kering kemudian digerus sampai suatu ukuran partikel
(slugging) sehingga menhasilkan serbuk yang mempunyai sifat
alir yang baik dengan berat tablet yang dihasilkan menjadi
seragam.
Pencampuran dari beberapa bahan padat akan lebih mudah dan
lebih seragam apabila bahan bahan tersebut memiliki ukuran
yang lebih kurang sama sehingga diharapkan tercapai
keseragaman dari batch ke batch.
Pelincir (lubricant) yang digunakan pada tablet kompresi dan
kapsul berfungsi untuk menutupi permukaan granul atau serbuk
dengan ukuran partikel yang halus sehingga dapat berfungsi
dengan baik sebagai pelincir.
16

2.

C.

PENGGERUSAN

Distribusi Ukuran

Zat-zat padat secara alamiah berada dalam bentuk


partikel dan zat padat yang telah di gerus memiliki
bentuk partikel tidak beraturan dan ukuran partikel
bervariasi dari yang paling besar sampai yang paling
kecil

17

2.

PENGGERUSAN

D.

Tipe tipe penggerus

Suatu Penggerus terdiri dari 3 bagian dasar :


Saluran pemasukan (Feed Chute) untuk memudahkan
pemasukan bahan.
Mekanisme penggilingan biasanya terdiri dari suatu
rotor dan stator
Saluran pengeluaran (discharge chute)

1.
2.
3.

18

2.

PENGGERUSAN

Prinsip kerjanya tergantung pada tekanan langsung,


benturan dari pukulan yang tajam, penggesekan (atrisi)
atau pemotongan.
Pada kebanyakan penggerus, efek penggilingan adalah
kombinasi dari ketiga aksi ini.
Penggerus yang paling umum di gunakan pada pabrik
pabrik farmasi adalah pemotong berputar (rotary
cutter), palu, penggiling dan penggerus dengan energi
cairan
Contoh mesin Fitzmill (bahan padat)

19

2.

PENGGERUSAN

Karakteristik umum dari berbagai Tipe Penggerus


Tipe penggerus

Gerakan

Ukuran Produk

Digunakan untuk

Tidak digunakan
untuk

Pemotong

memotong

20 80 mesh

Obat-obat berserat
Dan kasar dari bahan
hewan/tumbuhan

Bahan rapuh

Berputar

Atrisi /
penggesekan
dan penumbukan

20 200 mesh

Menggiling bahan
abrasif/kasar
sampai halus

Bahan lunak

Palu

menumbuk

4 325 mesh

Hampir semua obat

Bahan abrasif

Penggiling

menekan

20 200 mesh

Bahan lunak

Bahan abrasif

Atrisi

Atrisi

20 200 mesh

Bahan lunak Dan


berserat

Bahan abrasif

Energi-cairan

Atrisi dan
penumbukan

1 30 m

Bahan rapuh dan


bahan yang agak
keras

Bahan lunak dan


lengket

20

2.

PENGGERUSAN

E.

Faktor faktor yang mempengaruhi


penggerusan

1.

Sifat Zat padat


Spesifikasi produk yang akan dibuat
Kemampuan alat penggerus

2.
3.

21

2.

PENGGERUSAN

E.

Faktor faktor yang mempengaruhi penggerusan

1.

Sifat Zat padat


Menentukan kemampuannya untuk melawan pengecilan ukuran
dan mempengaruhi pemilihan peralatan yang digunakan untuk
penggerusan.
Contoh ;
Bahan bahan yang keras misal iodin adalah bahan yang abrasial
(mengikis) dan menyebabkan cepat rusak bagian bagian
penggerus yang terlibat pada pengecilan ukurannya.
Glisirhiza secara alamiah merupakan bahan yang berserat tidak
dapat digerus dengan tekanan atau tumbukan jadi harus diiris

22

2.

PENGGERUSAN

Bahan bahan yang rapuh seperti sukrosa cendrung pecah sepanjang


permukaan bidang yang telah dihaluskan dan dapat digerus dengan
proses penggerusan, tumbukan dan tekanan.
Pada konsentrasi air lebih besar dari 50%, massa menjadi cair atau
suspensi cairan. Proses manjadi proses penggerusan basah yang sering
memudahkan pengecilan ukuran.
Kenaikan kelembaban dapat mengurangi laju penggerusan ke suatu
ukuran produk yang spesifik seperti bahan-bahan yang higroskopis contoh
kalsium klorida dengan cepat mengabsorbsi air sehingga massa menjadi
basah dan lengket yang akan menghalangi penggerusan
Panas selama penggerusan melembabkan dan mencairkan bahan bahan
yang mempunyai titik leleh rendah contoh Gliseril Guaiacolat. Obat-obatan
yang sensitif terhadap panas dapat rusak bahkan berkurang contoh
Vitamin dan Enzim. Pigmen warna misal Siena dapat berubah rona
warnanya jika temperatur penggerusan berlebihan. Hati-hati juga
terhadap senyawa senyawa yang tidak stabil yang dapat menyala dan
meledak pada temperatur tinggi
23

2.

2.

PENGGERUSAN

Spesifikasi produk yang akan dibuat


Spesifikasi produk mempengaruhi pemilihan
suatu penggerus. Bentuk dari partikel yang
digerus dan jenis penggerus merupakan hal
yang penting diperhatikan untuk mencapai
spesifikasi produk yang diinginkan.
Jika spesifikasi mensyaratkan suatu produk
yang akan mengalir bebas lebih baik
menggunakan penggerus biasa yang
menghasilkan partikel berbentuk bola yang
mengalir bebas
24

2.

3.

PENGGERUSAN

Kemampuan Alat Penggerus


Penggerus bola menghasilkan partikel
berbentuk Speric (bulat) dengan flowditas yang
baik
Penggerus tumbuk menghasilkan partikel
tajam dan tidak beraturan yang tidak dapat
mengalir dengan mudah

25

2.

F.

PENGGERUSAN

GAMBAR MACAM MACAM PENGGERUS

26

2.

PENGGERUSAN

27

2.

PENGGERUSAN

G.

Faktor faktor dalam memilih penggerus

1.

Bahan
Pelaksanaan
Alat-alat Tambahan
Keamanan

2.
3.
4.

28

2.

PENGGERUSAN

1.

Bahan

Sifat-sifat fisik : keras, lunak, berserat, elastis,


higroskopis, dapat larut
Ukuran
Kandungan lembab
Titik leleh
Kemudahan terbakar
Termolabilitas (mudah berubah karena pengaruh suhu)
Proses berurutan

29

2.

PENGGERUSAN

30

2.

PENGGERUSAN

2.

Pelaksanaan

Spesifikasi ukuran dari bahan yang digerus


Kemudahan sanitasi
Kemudahan sterilisasi
Kemudahan penyesuaian selama pelaksanaan
Kontaminasi bahan yang digerus
Versalitas pengopersian (penngerus basah atau kering,
perubahan kecepatan yang cepat dan pengayakan, hal
hal mengenai keselamatan)

31

2.

PENGGERUSAN

Kapasitas
Batch atau terus menerus
Basah atau kering
kesesuaian bahan dengan alat
Ruang yang digunakan
Biaya kerja

32

2.

PENGGERUSAN

3.

Alat-alat Tambahan

Pengumpul debu
Kontrol temperatur : penutup, udara dingin, nitrogen
cair, es kering
Suasana inert : karbondioksida, nitrogen
Penghilangan udara (Vakum)

33

2.

PENGGERUSAN

4.

Keamanan

Kemudahan meledak
Sifat merangsang
Toksisitas
Tambahan-tanbahan pengaman (safety tools) ke dalam
penggerus

34

2.

PENGGERUSAN

H.

Tehnik Penggerusan

1.

Keadaan khusus
Kontrol Temperatur
Perlakuan Pendahuluan
Perlakuan Selanjutnya
Proses Ganda
Penggerus Basah dan Kering

2.
3.
4.
5.
6.

35

2.

PENGGERUSAN

H.

Tehnik Penggerusan

1.

Keadaan khusus
Zat higroskopis dapat digerus pada sistem tertutup yang dicukupi
dengan udara yang dikeringkan. Zat-zat termolabil yang mudah
dioksidasi dan mudah terbakar harus digerus dalam sistem
tertutup dengan karbondioksida atau nitrogen (gas inert).
Hampir setiap debu halus (dekstrin, amilum, sulfur) adalah
campuran eksplosif yang potensial pada kondisi tertentu dan
terutama jika muatan listrik statis timbul dari pemrosesan. Semua
penyala listrik harus kebal ledakan dan npenggerus harus
dihubungkan dengan tanah

36

2.

2.

PENGGERUSAN

Kontrol Temperatur
Karena hanya sedikit persentase energi penggerusan yang
digunakan untuk membentuk permukaan baru, sebagian dari
energi berubah menjadi panas. Panas ini dapat menaikkan
temperatur bahan beberapa derajat. Jika panas tidak dihilangkan
zat padat akan meleleh, terurai atau meledak.
Untuk mencegah perubahan pada bahan dan untuk menghindari
panasdari penggerus, ruang penggerus harus didinginkan dengan
penutup pendingin atau penukar panas. Alat dari baja stainless
stell (tipe 304) dapat dipakai untuk memperkecil kontaminasi dan
reaksi dengan obat. Dengan penggunaan

37

2.

PENGGERUSAN

Dengan penggunaan pendingin, penggerus harus dibuat dari baja


stainless stell sebab bisi biasa akan mudah rapuh dan dapat patah
pada temperatur rendah
Malam dan bahan-bahan dengan titik leleh rendah dibekukan dulu
sebelum digerus.

38

2.

3.

4.

PENGGERUSAN

Perlakuan Pendahuluan
Suatu penggerus agar bisa beroperasi secara memuaskan ,
pengisian harus dengan ukuran tertentu dan masuk pada jumlah
yang sama.
Perlakuan Selanjutnya
Jika diperlukan kontrol ekstrim dari ukuran, maka perlu untuk
memisahkan ulang partikel yang lebih besar misalnya dengan cara
pemililihan hasil gilingan dan mengembalikan partikel yang
berukuran terlalu besar untuk digerus kedua kalinya.

39

2.

PENGGERUSAN

5.

Proses Ganda
Proses penggerusan dapat dilakukan secara serentak
sebagai suatu proses pencampuran jika bahan bahan
asal bersifat heterogen. Jika gas panas disirkulasikan
ke dalam penggerus, penggerus dapat digunakan untuk
menghaluskan dan mengeringkan zat padat yang
lembab sekaligus.

6.

Penggerus Basah dan Kering


Pemilihan penggerusan basah atau kering tergantung
pada penggunaan produk dan proses selanjutnya.
40

2.

PENGGERUSAN

Jika produk mengalami perubahan fisika atau kimia dalam air,


dianjurkan menggunakan penggerusan kering. Pada penggerusan
kering, untuk memudahkan reduksi ukuran (jika bahan mengeras
dalam ruang penggerusa) dapat ditambahkan sejumlah kecil zat
pembantu penggerusan. Penggunaan zat pembantu penggerusan
di bidang farmasi dibatasi oleh persyaratan fisiologi dan
toksikologi pada produk-produk obat contoh asam oleat.
Penggilingan basah menguntungkan pada produksi ukuran lebih
lanjut, tetapi flokulasi membatasi limit bawah sampai kira-kira 10
mikron. Penggilingan basah menghilangkan debu yang bertebaran
dan biasanya dilakukan pada penggerus yang berkecepatan
rendahyang memerlukan sedikit tenaga. Beberapa bahan
pendispersi yang berguna pada penggerusan basah adalah silikat
dan fosfat
41

3.

A.
B.
C.
D.
E.

PENGERINGAN
Definisi
Tujuan
Pengeringan Zat Padat
Klasifikasi Zat Padat Berdasarkan
Pengeringan
Klasifikasi Pengering

42

3.

A.

PENGERINGAN

Definisi
Pengeringan adalah penghilangan cairan dari bahan
dengan menggunakan panasdan dilakukan dengan
pemindahan cairan dari permukaan ke dalam fase uap
yang belum jenuh.
Definisi ini berlaku untuk menghilangkan sedikit air dari
garam meja yang lembab atau untuk memperoleh garam
dari air laut dengan penguapan. Pengeringan atau
penguapan dapat dibedakan hanya oleh jumlah relatif
cairan yang dihilangkan dari zat padat. Banyak metode
tanpa pemanasan untuk pengeringan contoh Penyerapan
(absorpsi) air dari pelarut dengan menggunakan zat
pengering seperti kalsium klorida anhidrat
43

3.

B.
1.

2.
3.

4.

PENGERINGAN

Tujuan
dalam produksi farmasi sebagai suatu unit proses pada
pembuatan granul, yang dapat dijual dalam bentuk bulk
atau diubah menjadi tablet atau kapsul.
untuk memproses bahan misalnya pembuatan
aluminium klorida kering dan pembuatan ekstrak serbuk
Membantu pengawetan obat yang berasal dari hewan
dan tumbuhan dengan menekan sedikit mungkin
pertumbuhan jamur dan bakteri dalam bahan yang
lembab
Memudahkan penghalusan dengan membuat bahan
lebih rapuh dari semula
44

3.

PENGERINGAN

C.

Pengeringan Zat Padat


Di bidang farmasi istilah susut pengeringan umumnya
disebut LOD (Loss On Drying) yaitu suatu pernyataan
kadar kelembaban berdasarkan berat basah yang
dihitung sebagai berikut :

% LOD = Berat Air / pelarut lain dalam sampel X 100 %


Berat seluruh sampel basah

LOD dari suatu zat padat basah sering ditentukan


dengan Moisture Balance Tester (Manual/digital)
45

3.

PENGERINGAN

Pengukuran lain untuk kelembaban dalam zat padat


basah ialah suatu perhitungan berdasarkan berat
kering yang dikenal dengan istilah Kandungan Lembab
(Moisture Content) atau MC dihitung sebagai berikut :

% MC = Berat Air / pelarut lain dalam sampel X 100 %


Berat sampel kering

46

3.

PENGERINGAN

Contoh : jika tepat 5 g dari zat padat basah dibuat berat


keringnya konstan 3 g maka

% MC =

5 - 3 X 100 % = 66,7 %
3

sedangkan % LOD = 5- 3 X 100% = 40%


5

47

3.

D.
1.
2.

PENGERINGAN

Klasifikasi Zat Padat Berdasarkan


Pengeringan
Zat padat tipe granul
Zat padat amorf

48

3.

PENGERINGAN

1.

Zat padat tipe granul


Air dalam zat padat kristal terkurung dalam pori-pori permukaan
yang sempit dan terbuka. Bahan farmasi khas dari golongan
pertama adalah kalsium sulfat, zink oksida dan magnesium oksida

2.

Zat padat amorf


Kelembaban berada dalam struktur molekuler yang secara fisik
terperangkap dalam kapiler halus dan pori-pori kecil bagian
dalam. Contoh pati, kasein, pati insulin dan zat-zat anorganik yang
melengket seperti Aluminium hidroksida. Semua Zat padat amorf
lebih sukar dikeringkan daripada zat padat yang bersifat granul
atau kristal
49

3.

E.

1.
2.

PENGERINGAN

Klasifikasi Pengering
Didasarkan atas
metode perpindahan panas
Metode penanganan bahan padat

50

3.

1.

PENGERINGAN

Metode perpindahan panas


Menunjukan perbedaan dalam
persyaratan rancangan pengering,
pengerjaan dan energi yang dibutuhkan.

51

3.

2.
a.
b.
c.
d.

PENGERINGAN

Metode penanganan bahan padat


Pengering bidang statis
Pengering bidang bergerak
Pengering bidang cair sistem
Pengering pneumatik

52

3.

a.
b.

PENGERINGAN

Pengering bidang statis


Sistem dimana tidak ada gerakan relatif diantara partikel-partikel
zat padat yang dikeringkan, meskipun mungkin ada pergerakan
bulk dari keseluruhan massa yang mengering. Hanya satu bagian
dari seluruh jumlah partikel yang langsung dipaparkan pada
sumber panas. Permukaan yang dipaparkan dapat ditingkatkan
dengan mengurangi ketebalan bidang dan memberikan udara
pengering untuk mengalir melaluinya.

53

3.

b.

PENGERINGAN

Pengering bidang bergerak


Sistem di mana partikel-partikel yang mengering dipisah
sebagian, sehingga mereka mengalir saling bertindih satu sama
lain. Gerakan dapat diinduksi baik oleh gaya berat atau gerakan
mekanik. Resultan pemisahan dari partikel-partikel dan
pemaparan terus menerus dari permukaan baru memungkinkan
perpindahan panas dan pemindahan massa panas yang lebih
cepat daripada yang terjadi pada bidang tetap.

54

3.

c.

PENGERINGAN

Pengering bidang cair-sistem


Dimana partikel padat sebagian ditahan dalam arus gas yang
bergerak ke atas. Partikel terangkat dan jatuh kembali secara
acak, sehingga campuran resultan dari zat padat dan gas bersifat
seperti cairan yang mendidih. Kontak gas dan zat padat sangat baik
dan menghasilkan perpindahan panas dan pemindahan massa
lebih baik daripada bidang statis dan bergerak.

55

3.

d.

PENGERINGAN

Pengering pneumatik
Sistem dimana partikel yang mengering diarahkan dan ditujukan
dalam arus gas dengan kecepatan tinggi. Sistem pneumatik lebih
jauh memperbaiki bidang yang cair karena tidak ada penyaluran
atau perputaran singkat dari jalan aliran gas melalui bidang
partikel-partikel. Masing masing partikel seluruhnya dikelilingi
oleh selubung gas pengering/. Panas resultan dan perpindahan
massa sangat cepat, sehingga waktu pengeringan singkat.

56

3.

PENGERINGAN

Karena banyaknya ragam pengering yang tersedia, tidak mungkin


untuk menggambarkan seluruh tipe alat pengering yang tersedia.
Di Industri sekarang banyak dipakai pengering granul yaitu Mesin
Pengering Fluid Bed Drier (FBD) atau pengering pusar beliung.
Terkadang untuk skala lab dipakai Oven untuk mengeringkan
bahan dalam jumlah yang kecil.

57

4.

KOMPRESI DAN KONSOLIDASI SERBUK


BAHAN PADAT

A.

Pendahuluan

B.

Granulasi Basah
Sifat-sifat Granul

C.

58

4.

A.

KOMPRESI DAN KONSOLIDASI SERBUK


BAHAN PADAT
Pendahuluan

Tidak seperti wujud fisik zat lainnya, serbuk zat padat adalah
heterogen karena mereka terdiri dari partikel-partikel individual
yang sangat berbeda ukuran dan bentuknya, tersebar secara acak
dengan ruang udara.
Pemampatan serbuk adalah istilah yang digunakan untuk
menggambarkan situasi dimana bahan-bahan dihadapkan pada
suatu tingkat dari gaya mekanik. Pada industri farmasi, efek dari
gaya semacam itu sangat perlu di dalam pengolahan tablet dan
granul, dalam pengisian cangkang kapsul gelatin dan penanganan
serbuk secara umum
Fisik dari pemampatan dapat dinyatakan secara sederhana
sebagai kompresi dan konsolidasi dari sistem dua fase (partikel
padat-gas) disebabkan gaya yang digunakan.
59

4.

B.

KOMPRESI DAN KONSOLIDASI SERBUK


BAHAN PADAT

Kompresi berarti reduksi volume bahan kasar sebagai hasil


penghilangan fase gas.
Konsolidasi adalah kenaikan kekuatan mekanik dari bahan yang
dihasilkan dari partikel atau interaksi partikel-partikel.
Granulasi Basah
Penambahan cairan granulasi pada massa serbuk dapat
dikarakterisasikan dalam suatu seri tingkatan yang digambarkan oleh
Newitt dan Conway-Jones. (Lacman I hal 161)
Jika partikel-partikel serbuk dibasahi pada tikat permulaan, suatu
lapisa cairan akan terbentuk pada permukaannya dan dapat bergabung
membuat jembatan cairan pada titik kontak. Tegangan permukaan dan
tekanan kapiler negatif pada jembatan demikian memberikan gaya
kohesi dan menghasilkan kondisi yang disebut keadaan penduler yang
mempunyai kekuatan mekanik yang cukup rendah.
60

4.

KOMPRESI DAN KONSOLIDASI SERBUK


BAHAN PADAT

Dengan naiknya isi cairan, beberapa jembatan akan berkumpul


menimbulkan suatu keadaan funikuler, dan kenaikan sedikit lebih jauh
pada kekuatan granul basah.
Kemungkinan dengan bertambahnya cairan dan massa ditekan untuk
membantu partikel lebih dekat, ruang-ruang kosong dalam granul
seluruhnya dihilangkan. Pada titik ini, ikatan dipengaruhi oleh gaya
antarmuka pada permukaan granul dan tekanan kapiler negatif ke
seluruh ruang bagian dalam yang berisi cairan, suatu kondisi yang
dinamakan keadaan kapiler.
Penambahan cairan lebih lanjut berakibat pada pembentukan tetesan,
dimana partikel masih dipersatukan oleh tegangan permukaan, tetapi
tanpa gaya antar granul, struktur demikian adalah lemah.
Dengan demikian Keadaan Kapiler bersamaan dengan kekuatan
maksimal dari granul basah dan optimatisasi dari banyak proses
granulasi dilakukan pada keadaan ini.
61

4.

KOMPRESI DAN KONSOLIDASI SERBUK


BAHAN PADAT

62

4.

KOMPRESI DAN KONSOLIDASI SERBUK


BAHAN PADAT

63

4.

KOMPRESI DAN KONSOLIDASI SERBUK


BAHAN PADAT
Sebagai contoh, alat granulasi dapat dilengkapi dengan alat
pengukur Torque, yang merasakan perubahan pada kebutuhan
agitator pada tingkat kapiler.
Pada banyak formulasi, satu atau dua komponen sampai batas
tertentu larut pada cairan granulasi, dimana ia sendiri mungkin
mengandung zat-zat terlarut seperti pengikat. Selama
pengeringan, jembatan zat padat terbentuk pada granul karena zat
terlarut ini mengkristal atau mengendap. Proses ini
mengakibatkan kenaikan yang dramatis pada kekuatan granul
yang terlihat selama pengeringan.
Sedikit sisa kandungan lembab kadang-kadang mengoptimasi
kekuatan selama pemampatan granul pada proses pencetakan.
Tingkat kelembaban yang tepat ditentukan secara rutin selama
pengembangan formulasi.
64

4.

KOMPRESI DAN KONSOLIDASI SERBUK


BAHAN PADAT

C.

Sifat-sifat Granul

Sifat karakteristik granul memberikan pengaruh nyata pada


pelaksaaan urutan proses pentabletan dan sifat-sifat dari tablet
yang diproduksi.
Sifat karakteristik granul seperti sifat aliran dari bahan kasar
(adonan), kekuatan dan porositas granul, bentuk partikel dan
distribusi ukuran akan berpengaruh terhadap sifat aliran granul ,
variasi berat tablet dan kompresi/konsolidasi urutan pentabletan
yang lebih efisien
Granul harus mempunyai kekuatan cukup untuk menahan
perlakuan normal dan proses pencampuran tanpa pecah dan
memproduksi sejumlah besar serbuk halus

65

4.

a)
b)
c)

KOMPRESI DAN KONSOLIDASI SERBUK


BAHAN PADAT
Saat ini pendekatan paling populer adalah percobaan untuk
membatasi penyimpangan berat dan kekerasan, berdasarkan dalil
bahwa gaya kompresi berbanding lurus dengan berat tablet
dengan ketentuan sebagai berikut :
Formulasi homogen (misalnya mempunyai kerapatan yang merata)
Fungsi dari gaya kompresi / berat konstan
Volume lubang cetakan pada titik maksimum kompresi konstan.

66

TERIMAKASIH

a)
b)
c)

Saat ini pendekatan paling populer adalah percobaan untuk


membatasi penyimpangan berat dan kekerasan, berdasarkan dalil
bahwa gaya kompresi berbanding lurus dengan berat tablet
dengan ketentuan sebagai berikut :
Formulasi homogen (misalnya mempunyai kerapatan yang merata)
Fungsi dari gaya kompresi / berat konstan
Volume lubang cetakan pada titik maksimum kompresi konstan.

67

SELAMAT BELAJAR

68

mohammad Zaky, S.Si, Apt


pharmacist

TERIMA
KASIH
69

mohammad Zaky, S.Si, Apt


pharmacist

TERIMA
KASIH
70

mohammad Zaky, S.Si, Apt


pharmacist

TERIMA
TERIMA
KASIH
KASIH

71