Anda di halaman 1dari 13

Bab 1

Pendahuluan
1.1

Latar Belakang

Di era Globalisasi dan Modernisasi ini, semua hal dapat dilakukan dengan sangat
mudah, bahkan lebih mudah dari membalikan telapak tangan. Hanya perlu satu kali tekan
atau satu kali klik, kita bisa melakukan apapun seperti berbelanja, mentransfer uang,
menonton film, mendengarkan musik, mencari berita dan informasi bahkan menghasilkan
uang tanpa memerlukan tenaga dan cukup dengan menggunakan klik atau tekan pada mouse,
keyboard atau layar tablet/smartphone.
Kemudahan tersebut juga merambah dalam dunia pendidikan. Sangat banyak fasilitasfasilitas pendidikan di dunia maya yang dapat kita akses atau unduh secara gratis, tanpa
mengeluarkan uang sepeser pun walaupun ada beberapa konten berbayar yang tentunya
memiliki isi yang lebih berkualitas. Namun tidak perlu khawatir, walaupun kita hanya
mencari konten gratis, tidak akan kalah kualitas dengan kualitas konten yang berbayar.
Jika kita telah mendapat konten dari internet, maka kita tak perlu menyimpannya di
komputer/laptop kita, karena jika kita menyimpan di komputer/laptop, kita akan sulit untuk
membuka konten tersebut ketika kita tidak sedang mengakses komputer/laptop kita. Disinilah
kegunaan teknologi Cloud. Kita bisa menyimpan konten kita di Cloud dengan syarat
terkoneksi dengan internet. Jika menggunakan Cloud kita dapat membuka konten kita
dimanapun kita berada, baik lewat Komputer/Laptop siapa pun dimana pun atau
menggunakan smartphone/tablet yang terkoneksi dengan internet.
Jika kita ingin mengirim konten kita kepada orang lain, kita tidak perlu menggunakan
Flashdisk dan harus bertemu langsung. Kita dapat memanfaatkan teknologi Cloud atau
Email.
Namun sayangnya, masih banyak siswa SMA Negeri 2 Wonosobo yang belum
menggunakan fasilitas Cloud dan Email untuk penunjang mereka dalam proses pembelajaran
mereka. Bahkan masih ada beberapa anak yang gaptek (gagap teknologi) terhadap internet.
Sehingga produktivitas siswa SMA Negeri 2 Wonsobo masih tertinggal dengan SMA
tetangga bahkan sudah tertinggal jauh dengan SMA di luar kota.
Untuk itu penulis menyusun proposal penelitian sosial ini untuk mengkaji lebih dalam
tentang Pengaruh Pemanfaatan Cloud dan Email terhadap Produktivitas Siswa SMA Negeri 2
Wonosobo Tahun Pelajaran 2014/2015.

1.2

Rumusan Masalah

Apa faktor penyebab siswa kurang menguasai Cloud dan Email?


Bagaimana cara memanfaatkan Cloud dan Email untuk meningkatkan
produktivitas siswa?
Bagaimana upaya yang harus dilakukan pihak sekolah untuk menghapuskan
ketertinggalan siswa dalam dunia internet khususnya Cloud dan Email?

1.3

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui faktor penyebab siswa kurang menguasai Cloud dan Email
Untuk mengetahui cara memanfaatkan Cloud dan Email untuk meningkatkan
produktivitas siswa
Untuk mengetahui upaya yang harus dilakukan pihak sekolah untuk
menghapuskan ketertinggalan siswa dalam dunia internet khususnya Cloud dan
Email

1.4

Manfaat Penelitian

Untuk memenuhi tugas akhir semester 2 mata pelajaran sosiologi bab penelitian
sosial
Memberi motivasi kepada siswa untuk belajar menguasai cloud dan email untuk
produktivitas belajar dan persiapan produktivitas masa depan
Dapat dijadikan referensi pihak sekolah untuk meningkatkan pengetahuan siswa
dalam dunia internet khususnya cloud dan Email
Dapat dijadikan refernsi siswa untuk mengetahui cara memanfaatkan cloud dan
email
Berkontribusi terhadap ilmu sosiologi terutama dalam materi globalisasi dan
modernisasi

Bab 2
Landasan Teori
2.1

Landasan Teori

2.1.1

Modernisasi
Pengertian
Arti kata modernisasi dengan kata dasar modern berasal dari bahasa Latin modernus
yang dibentuk dari kata modo dan ernus. Modo berarti cara dan ernus menunjuk pada adanya
periode waktu masa kini. Modernisasi berarti proses menuju masa kini atau proses menuju
masyarakat yang modern. Modernisasi dapat pula berarti perubahan dari masyarakat
tradisional menuju masyarakat yang modern. Jadi, modernisasi merupakan suatu proses
perubahan di mana masyarakat yang sedang memperbaharui dirinya berusaha mendapatkan
ciri-ciri atau karakteristik yang dimiliki masyarakat modern.
Adapun menurut beberapa ahli pengertian modernisasi sebagai berikut :
Alex Inkeles : modernisasi adalah sikap sikap tertentu yang menandai manusia
dalam setiap masyarakat modern
Astrid S.Susanto: modernisasi adalah proses pembangunan yang diberikan oleh
perubahan demi kemajuan
Oghburn dan Nimkoff : modernisasi tidak sama dengan reformasi yang
menekankan pada factor factor rehabilitasi. Modernisasi bersifat preventif dan
konstruktif
Soerjono Soekanto : modernisasi adalah suatu bentuk perubahan sosial yang
biasanya merupakan perubahan sosial yang terarah (directed change) yang
didasarkan pada suatu perencanaan yang disebut sosial planning
J.W. Schoorl : modernisasi merupakan penggantian teknik produksi dari cara
cara tradisional ke cara-cara yang tertampung dalam pengertian revolusi industri.
Schoorl merumuskan penerapan ilmu pengetahuan ilmiah yang ada kepada semua
aktivitas merupakan factor penting dalam modernisasi

Ciri Masyarakat Modern


Modernisasi dapat terwujud apabila masyarakatnya memiliki individu yang
mempunyai sikap modern, menurut Alex Inkeles, terdapat 9 ciri manusia modern. Ciri-ciri
itu sebagai berikut:
Memiliki sikap hidup yang menerima hal-hal yang baru dan terbuka untuk
perubahan.
Memiliki keberanian untuk menyatakan pendapat atau opini mengenai
lingkungannya sendiri atau kejadian yang terjadi jauh di luar lingkungannya serta
dapat bersikap demokratis.
Menghargai waktu dan lebih banyak berorientasi ke masa depan daripada masa
lalu.
Memiliki perencanaan dan pengorganisasian.
Percaya diri.
5

Perhitungan.
Menghargai harkat hidup manusia lain.
Percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menunjung tinggi suatu sikap di mana imbalan yang diterima seseorang haruslah
sesuai dengan prestasinya dalam masyarakat.

Syarat-Syarat Modernisasi
Selain dorongan modernisasi, terdapat pula syarat-syarat modernisasi. Menurut
Sarjono Soekanto, syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut :
Cara berpikir ilmiah (scientific thinking) yang sudah melembaga dan tertanam kuat
dalam kalangan pemerintah maupun masyarakat luas.
Sistem administrasi Negara yang baik dan benar-benar mewujudkan birokrasi.
Sistem pengumpulan data yang baik, teratur, dan terpusat pada suatu lembaga atau
badan tertentu seperti BPS (Badan Pusat Statistik).
Penciptaan iklim yang menyenangkan (favourable) terhadap modernisasi terutama
media massa.
Tingkat organisasi yang tinggi, terutama disiplin diri.
Sentralisasi wewenang dalam perencanaan social (social planning) yang tidak
mementingkan kepentingan pribadi atau golongan.

Sikap Mental Manusia Modern


Selain syarat-syarat di atas, agar modernisasi berjalan lancar perlu dukungan
kebudayaan masyarakat. Kebudayaan suatu masyarakat dapat menjadi pendorong sekaligus
penghambat proses modernisasi, karena itu, sikap mental dan nilai budaya suatu masyarakat
sangat menentukan diterima atau ditolaknya suatu perubahan atau modernisasi. Sikap mental
yang dapat menjadi pendorong proses modernisasi antara lain adalah rajin, tepat waktu, dan
berani mengambil resiko.

Perkembangan Modernisasi
Menurut Cyril Black, masyarakat modern ditandai dengan tumbuh dan
berkembangnya ilmu pengatahuan dan teknologi baru yang menambah kemampuan manusia
dalam mengungkap rahasia-rahasia dan perubahan-perubahan pada lingkungan alam.
Modernisasi hanya dapat terjadi jika terdapat suatu dorongan. Dorongan-dorongan itu
menurut David McCleland adalah sebagai berikut.
Pribadi yang memiliki need for achievement, yaitu kebutuhan untuk berprestasi.
Perasaan tanggung jawab terhadap masyarakat
Memiliki modal yang cukup
Memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi

Gejala Modernisasi
Gejala-gejala modernisasi dapat ditinjau dari berbagai bidang modernisasi kehidupan
manusia berikut ini.
Bidang budaya, ditandai dengan semakin terdesaknya budaya tradisional oleh
masuknya pengaruh budaya dari luar, sehingga budaya asli semakin pudar.
Bidang politik, ditandai dengan semakin banyaknya Negara yang lepas dari
penjajahan, munculnya Negara-negara yang baru merdeka, tumbuhnya Negara-negara
demokrasi, lahirnya lembaga-lembaga politik, dan semakin diakuinya hak-hak asasi
manusia.
Bidang ekonomi, ditandai dengan semakin kompleksnya kebutuhan manusia akan
barang-barang dan jasa sehingga sektor industri dibangun secara besar-besaran untuk
memproduksi barang.
Bidang sosial, ditandai dengan semakin banyaknya kelompok baru dalam masyarakat,
seperti kelompok buruh, kaum intelektual, kelompok manajer, dan kelompok ekonomi
kelas (kelas menengah dan kelas atas).

2.1.2

Dampak positif modernisasi


Tercapainya kemajuan kebudayaan bangsa
Meningkatnya industri yang memungkinkan masyarakat lebih sejahtera (lapangan
kerja, barang konsumsi, volume ekspor dan lain-lain)
Meningkatnya efesiensi dan efektifitas kerja, transportasi dan komunikasi
Meningkatnya sector ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kualitas sumber daya
manusia
Dampak negatif modernisasi
Pudarnya pengetahuan tradisional
Pudarnya sistem kepercayaan atau religi tradisional
Bergesernya nilai budaya akibat kemajuan di bidang teknologi dan pengetahuan
Melemahnya etos kerja tradisional
Meningkatnya angka kriminalitas dan kenakalan remaja
Meningkatnya tingkat pencemaran lingkungan
Menimbulkan kesenjangan sosial ekonomi

Globalisasi
7

Pengertian
Kata globalisasi diambil dari kata global, yang berarti universal (mendunia).
Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan
antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan,
budaya popular, dan bentuk interaksi yang lain.
Adapun menurut beberapa ahli pengertian modernisasi sebagai berikut :
Cochrane dan Pain berpendapat bahwa sebuah globalisasi, yakni munculnya sebuah
sistem ekonomi dan budaya global yang membuat manusia di seluruh dunia menjadi
sebuah masyarakat tunggal yang global. Sedangkan Cohen dan Kennedy berpendapat
bahawa globalisasi adalah seperangkat transformasi yang saling memperkuat dunia,
yang meliputi hal-hal berikut :
a. Perubahan dalam konsep ruang dan waktu
b. Pasar dan produksi ekonomi di Negara-negara yang berbeda.
c. Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa.
d. Meningkatnya masalah bersama, misalnya:
1. Ekonomi
2. Lingkungan
3. Permasalahan lazim lainnya termasuk kesehatan dunia
Kennedy dan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada
globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu. Giddens
menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita turut ambil
bagian dalam sebuah dunia yang terus berubah tanpa terkendali yang ditandai
dengan selera dan rasa ketertarikan akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian,
serta kenyataan yang mungkin terjadi.
Peter Drucker menyebutkan globalisasi sebagai zaman transformasi sosial. Setiap
beberapa ratus tahun dalam sejarah manusia, transformasi hebat terjadi. Dalam
beberapa dekade saja, masyarakat telah berubah kembali baik dalam pandangan
mengenai dunia, nilai-nilai dasar, struktur politik dan sosial, maupun seni. Lima puluh
tahun kemudian, muncullah sebuah dunia baru.
Rosabeth Moss Kanter menganalogikan globalisasi seperti sebuah pusat perbelanjaan
global. Dunia menjadi sebuah pusat perbelanjaan global dalam gagasan dan
produksinya tersedia di setiap tempat pada saat yang sama.Meskipun demikian,
sebagai mahasiswa, kita perlu hati-hati dalam menggunakan istilah globalisasi
sebagaimana diindikasikan oleh Wiseman: Globalisasi adalah kata yang paling rumit
yang ada di akhir abad ke-20 karena kata ini memiliki beragam arti dan dapat dipakai
dalam berbagai hal.

Ciri-Ciri Globalisasi
Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena
globalisasi di dunia.
8

Perubahan dalam konsep ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang


seperti telepon genggam, televisi, satelit, dan internet menunjukkan
bahwa komunikasi global terjadi sedemikian cepatnya, sehingga
memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi
saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan
internasional, peningkatan pengaruh perusahan multinasional, dan
dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa
(terutama televisi, fim, musik, dan transmisi berita dan olahraga
internasional). Saat ini kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan
dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beranekaragam
budaya, misalnya dalam bidang fashion dan makanan.
Meningkatknya masalah besama, misalnya pada bidang lingkungan hidup,
krisis multinasional dan lain-lain.

Masyarakat penerima globalisasi ada yang mampu menerima globalisasi tersebut atau
ada yang menolak. Adapun mereka yang menolak biasanya adalah :
a. kelompok masyarakat yang belum mapan atau belum siap menerima
perubahan
b. kelompok masyarakat tertinggal yang terasing
c. kelompok masyarakat dari kalangan generasi tua yang cenderung
mencurigai globalisasi
Adapun kelompok masyarakat atau individu yang menerima globalisasi adalah :
a. kelompok masyarakat yang kedudukan atau status sosialnya sudah mapan
b. kelompok masyarakat kota yang telah menikmati berbagai media
komunikasi dan informasi globalisasi
c. kelompok masyarakat dari kalangan generasi muda yang memiliki
kecenderungan terbuka menerima unsur-unsur perubahan dan modernisasi

Proses Terjadinya Globalisasi


Hubungan antarbangsa di dunia telah ada sejak berabad-abad yang lalu. Bila
ditelusuri, benih-benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal perdagangan
antarnegara sekitar tahun 1000 dan 1500 M. Saat itu para pedagang dari Cina dan India mulai
menelusuri negeri lain baik melalui jalan darat maupun jalan laut untuk berdagang.
Fase selanjutnya ditandai dengan dominasi perdagangan kaum muslim di Asia dan
Afrika. Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan dan menyebarkan nilai-nilai
agamanya, nama-nama, abjad, arsitek, nilai sosial dan budaya Arab ke warga dunia.

Fase selanjutnya ditandai dengan eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh bangsa
Eropa. Spanyol, Portugis, Inggris, dan Belanda adalah pelopor-pelopor eksplorasi ini. Hal ini

didukung pla denan terjadinya revolusi industri yang meningkatkan keterkaitan antarbangsa
dunia.
Semakin berkembangnya industri dan kebutuhan akan bahan baku serta pasar juga
memunculkan berbagai perusahaan multinasional di dunia. Di Indonesia, perusahaan Eropa
membuka berbagai cabangnya di Indonesia, Freeport dan Exxon dari Amerika Serikat,
Unilever dari Belanda British Petroleum dari Inggris adalah beberapa contohnya.
Fase selanjutnya terus berjalan dan mendapat momentumnya ketika perang dingin
berakhir dan komunisme di dunia runtuh. Runtuhnya komunisme seakan memberi
pembenaran bahwa kapitalisme adalah jalan terbaik dalam mewujudkan kesejahteraan dunia.
Implikasinya, negara di dunia mulai menyediakan diri sebagai pasar yang bebas. Hal ini
didukung pula dengan perkembangan teknologi komunikasi dan transportasi. Hasilnya, sekatsekat antarnegara pun mulai kabur.

Globalisasi Perekonomian
Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan
perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kesatuan asar yang
semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian
mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan
jasa.
Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan
keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat.
Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam
negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya
produk-produk global ke dalam pasar domestik.
Menurut Tanri Abeng, perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi antara lain terjadi
dalam bentuk-bentuk berikut.
Globalisasi produksi, dimana perusahaan berproduksi di berbagai negara, dengan
sasaran agar biaya produksi menjadi lebih rendah.
Globalisasi pembiayaan. Perusahaan global mempunyai akses untuk memperoleh
pinjaman atau melakukan investasi di semua negara di dunia. Sebagai contoh PT. Jasa
Marga dalam memperluas jaringan jalan tol telah memanfaatkan sistem pembiayaan
bersana mitra usaha dari manca negara.
Globalisasi tenaga kerja. Perusahaan global akan mampu memanfaatkan tenaga kerja
dari seluruh dunia sesuai kelasnya.
Globalisasi jaringan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat
mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi,
antara lain melalui televisi, radio, media cetak dan lain-lain. Dengan jaringan
komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar ke berbagai belahan
dunia untuk barang yang sama.
Sebagai contoh: KFC, Celana Jeans Lea, atau Hamburger melanda pasar dimanamana. Akibatnya selera masyarakat dunia baik yang berdomisili di kota ataupun di
desa menuju pada selera global.

10

Globalisasi perdagangan. Hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan


penyeragaman tarif. Dengan demikian kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi
semakin cepat, ketat dan fair.

Globalisasi Budaya
Globalisasi budaya dimana kebudayaan diartikan sebagai nilai-nilai yang dianut oleh
masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal.
Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis,
yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting
artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada
dalam alam pikiran orang yang bersangkutan.
Perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi pada awal abad ke-20
dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak melalui media menggantikan kontak
fisik sebagai sarana utama komunikasi antarbangsa. Perubahan tersebut menjadikan
komunikasi antarbangsa lebih mudah dilakukan, hal ini menyebabkan semakin cepatnya
perkembangan globalisasi kebudayaan.
Ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan antara lain sebagai berikut :
Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional.
Penyebaran prinsip multikebudayaan, dan kemudahan akses suatu individu terhadap
kebudayaan lain di luar kebudayaannya.
Berkembangnya turisme dan pariwisata.
Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain.
Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film dan lain-lain.
Bertambah banyaknya event-event berskala global seperti Piala Dunia.

Dampak positif globalisasi


Masuknya nilai nilai positif (disiplin, etos kerja, pentingnya pendidikan)
Mempercepat proses pembangunan karena perkembangan iptek
Menumbuhkan dinamika terbuka dan tanggap terhadap unsur unsur
pembaruan
Dampak negatif globalisasi
Terjadinya cultural shock, yaitu masyarakat mengalami disorientasi dan
frustasi karena tidak siap menerima kenyataan perubahan akibat
globalisasi
Terjadinya cultural lag yaitu unsur unsur globalisasi tidak berlangsung
secara serempak
Anomi, yaitu keadaan tanpa nilai karena nilai dan norma lama telah
ditinggalkan sedang nilai dan norma baru belum terbentuk.

Bab 3
11

Kajian Pustaka

SUMBER
12

Hengky, Wila. 1982. Pengantar Sosiologi, Surabaya. Usaha Nasional


Shadily, Hasan. 1963. Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta, PT.
Pembangunan
Susanto, Phil Astrid S. 1999. Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sisoal. Jakarta.
Putra A. Bardin

13