Anda di halaman 1dari 3

tujuan pembuatan kompos:

1. membantu pemerintah dalam mengelola dan mengurangi sampah


2. menghemat biaya pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
3. serta mengurangi lahan TPA
4. untuk menyediakan pupuk organik yang murah dan ramah lingkungan untuk memenuhi
kebutuhan sendiri dan sekitarnya

keuntungan pembuatan pupuk kompos:


1. Memperbaiki struktur tanah berlempung sehingga menjadi
ringan

2.Memperbesar daya ikat tanah berpasir sehingga tanah tidak


berderai,
3.Menambah daya ikat air pada tanah,
4.Memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah,
5.Mempertinggi daya ikat tanah terhadap zat hara

6.Mengandung hara
yanglengkap, walaupun jumlahnya sedikit,
7.Membantu proses pelapukan bahan mineral,
8.Memberi ketersediaan bahan makanan bagi mikrobia. Kekurangan

1. Kandungan unsur hara jumlahnya kecil, sehingga jumlah pupuk yang diberikan harus relatif
banyak bila dibandingkan dengan pupuk anorganik.

2. Karena jumlahnya banyak, menyebabkan memerlukan tambahan biaya operasional untuk


pengangkutan dan implementasinya.

3. Dalam jangka pendek, apalagi untuk tanah-tanah yang sudah miskin unsur hara, pemberian
pupuk organik yang membutuhkan jumlah besar sehingga menjadi beban biaya bagi petani.
Sementara itu reaksi atau respon tanaman terhadap pemberian pupuk organik tidak se-
spektakuler pemberian pupuk buatan.

Keunggulan

1. Pupuk organik mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur hara makro maupun unsur
hara mikro. Kondisi ini tidak dimiliki oleh pupuk buatan (anorganik).

2. Pupuk organik mengandung asam - asam organik, antara lain asam humic, asam fulfic, hormon
dan enzym yang tidak terdapat dalam pupuk buatan yang sangat berguna baik bagi tanaman
maupun lingkungan dan mikroorganisme.

3. Pupuk organik mengandung makro dan mikro organisme tanah yang mempunyai pengaruh yang
sangat baik terhadap perbaikan sifat fisik tanah dan terutama sifat biologis tanah.
4. Memperbaiki dan menjaga struktur tanah.

5. Menjadi penyangga pH tanah.

6. Menjadi penyangga unsur hara anorganik yang diberikan.

7. Membantu menjaga kelembaban tanah

8. Aman dipakai dalam jumlah besar dan berlebih sekalipun

9. Tidak merusak lingkungan

Pembuatan Kompos Yang Sederhana dan Praktis


Metoda pembuatan kompos yang akan dijabarkan disini adalah metoda pembuatan kompos
yang paling sederhana dan paling murah, yaitu metoda Windrow. Metoda windrow ini dalam
pelaksanaannya mengadopsi konsep yang dikembangkan oleh Departemen of Agriculture &
Biological Engineering, New York State College of Agriculture and Life Sciences, Cornell
University, Amerika Serikat, dikombinasikan dengan metoda pembuatan kompos dari Jepang
(Bokashi), dengan mempergunakan aktivator EM-4.
Dalam pelaksanaan pembuatannya, telah dilakukan beberapa penyesuaian dan perubahan yang
disesuaikan dengan keadaan setempat di beberapa lokasi pengolahan (di Indonesia).
Penyiapan Bahan
1. Bahan Hijauan, bahan yang berwarna hijau biasanya banyak mengandung Nitrogen (N) tinggi,
diantaranya Kotoran Ternak (sapi, kerbau, ayam, kambing atau babi), daun kacang-kacangan,
daun jagung, limbah pertanian segar, potongan rumput segar dan lain-lain.
2. Bahan Coklatan, bahan yang berwarna coklat biasanya banyak mengandung Carbon (C) tinggi,
diantaranya Jerami padi, serbuk gergaji, coco peat, dedak, sekam, potongan kayu, potongan
kertas, dan lain-lain.
3. Bahan lain, Limbah Rumah Tangga, Abu dapur.
Untuk bahan tertentu yang berukuran besar atau panjang seperti jerami, batang jagung,
belukar, agar bahan kompos mudah terdekomposisi, maka bahan sebaiknya harus dihaluskan
dengan cara dicincang dengan ukuran 4 – 10 cm.

Penyusunan Bahan Baku


1. Susun kompos berdasarkan ketersediaan bahan baku. Sebaiknya bahan yang mangandung
karbon tinggi terlebih dahulu disimpan paling bawah sebagai alas. Misalnya Jerami, serbuk
gegaji, sekam atau coco peat.
2. Selanjutnya di atas bahan tadi susun kotoran ternak seperti kotoran sapi, kambing, ayam
Susunan bahan baku yang biasa dilakukan adalah:
 Jerami (paling bawah)
 Kotoran Sapi
 Serbuk gergaji
 Kotoran Kambing
 Kotoran ayam, dll
Proses penyusunan bahan kompos ini dapat dilakukan sampai ketinggian 1 m.
Mencampur Kompos
Setelah bahan disusun lengkap, kemudian setahap demi setahap bahan dicampur sampai rata,
sambil dilhat kelembabannya, apabila kurang lembab, tambahkan air, sambil ditambahkan
bahan aktivator atau fermentor.
Setelah bahan dicampur rata dengan kelembaban yang cukup dan lengkap dengan penambahan
fermentornya, lalu ditumpuk kembali seperti semula, sampai ketinggian 1 m, membentuk
bedengan memanjang. Lebar antara 2 s/d 5 m dan panjang bisa sampai 50 m. Tumpukan
kompos kemudian ditutup terpal plastik, supaya jangan kena sinar matahari langsung atau
kehujanan. Pada waktu menutup perhatikan supaya tetap ada jalan untuk sirkulasi udara.