Anda di halaman 1dari 2

B.

Teori Lahirnya Seorang Pemimpin


Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan
dan interprestasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan
mengemukakan beberapa segi antara lain : latar belakang sejarah pemimpin
dan kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin
dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa.
Ada beberapa sebab seseorang muncul sebagai pemimpin, antara lain :
a. Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin. Seseorang menjadi
pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh
kemauan sendiri.
b. Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat
kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan
pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan. Untuk mengenai
persyaratan
kepemimpinan
selalu
dikaitkan
dengan
kekuasaan,
kewibawaan, dan kemampuan.
Berdasarkan uraian di atas, maka teori lahirnya seorang pemimpin diantara
nya sebagai berikut :
1. Teori Genetis
Seorang pemimpin lahir bukan karena melaui proses yang memerlukan
waktu yang lama, tetapi dia lahir menjai pemimpin oleh bakat-bakat
yang luar biasa sejak lahirnya. Dalam dirinya mengalir bakat-bakat dari
orang tuanya maupun nenek moyang yang juga seorang pemimpin. Dia
ditakdirkan lahir menjadi pemimpin dalam situasi dan kondisi tertentu.
Pemimpin yang lahir dari faktor genetis, biasanya memiliki kemampuan
yang luar biasa yang nampak sejak kecil.
2. Teori Sosial
Lebih menekan bahwa seorang pemimpin dapat disiapkan, dididik,
dibentuk dan tidak dilahirkan begitu saja. Pemimpin menurut teori ini,
dilahirkan melalui proses pendidikan, pelatihan, penyiapan untuk siap
menjadi pemimpin. Ada yang berpendapat bahwa setiap orang akan
dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan
untuk itu.
3. Teori Ekologis
Bila sejak lahitnya dia telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan dan
bakat-bakat ini sempat dikembangkan melalui pengalaman dan usaha
pendidikan, juga sesuai dengan tuntutan ekologis lingkungannya.
Disamping teori yang sudah lama berkembang diatas terdapat teoriteori kepemimpinan yang mungkin sesuai perkembangan kemajuan
perilaku dan budaya serta kebutuhan hidup rakyat memunculkan teoriteori sebagai berikut :
1. Teori Orang Kaya (Financial theory)
Seseorang dapat muncul menjadi pemimpin dengan sangat tiba-tiba
karena dipilih oleh anggota /masyarakat untuk menjadi pemimpin
karena mempunyai banyak uang, sehingga mampu membeli suara
anggota organisasinya dan atau masyarakat dalam suatu pemilihan.
Teori ini muncul dalam ketatanegaraan indonesia di era pemilihan

pemimpin seperti presiden, gubernur dan bupati/walikota serta


pejabat dibawahnya melalui pemilihan langsung oleh rakyat.
Banyak pemimpin setingkat gubernur, bupati/walikota yang tidak ;
1) Mempunyai bakat-bakat yang luar biasa sejak lahirnya, karena
dalam dirinya mengalir bakat-bakat dari orang tuanya maupun
nenek moyang yang memiliki bakat pemimpin.
2) Disiapkan, dididik, dibentuk, dan tidak dilahirkan begitu saja,
melalui proses pendidikan, pelatihan, penyiapan yang panjang
serta didorong oleh motivasi yang kuat dari dirinya untuk siap
menjadi pemimpin.
3) Memiliki bakat-bakat kepemimpinan dan bakat-bakat ini sempat
dikembangkan melalui pengalaman dan usaha pendidikan.
Namun karena mempunyai banyak uang untuk membeli suara
rakyat dalam pemilihan pimpinan, makan yang bersangkutan
muncul sebagai pemimpin. Contohnya :
Ada orang yang menjadi gubernur dan bupati/walikota yang dulu
sebelum menjadi pemimpinpekerjaannya hanya sebagai ibu rumah
tangga yang sama sekali tidak mempunyai pengalaman dan ilmu
ketatanegaraan.
2. Teori Anomali
Seseorang berhasil menjadi pemimpin karena mendapat simpati dari
adanya belas kasihan dari rakyat, hal ini terjadi karena yang
bersangkutan mendapat perlakuan yang menyimpang dari perilaku
etika kehidupan seperti berbeda ras, warna kulit dan juga seseorang
yang muncul menjadi pemimpin karena dizolimi oleh pimpinannya
atau tiba-tiba dipecat dari jabatannya tanpa ada pemeriksaan
penyebab dari tindakan tersebut. Karena adanya tindakan yang
kurang adil terhadap yang bersangkutan, maka ada penilaian
masyarakat yang merasa kasihan, sehingga muncul simpati dari
rakyat yang pada saat pemilihan umum secara langsung, rakyat
memberikan pilihan dan memunculkan yang bersangkutan menjadi
pemimpin suatu negara atau menjadi kepala pemerintahan di
daerah.