Anda di halaman 1dari 59

GETAH KAKTUS OPTIMAL

MENJERNIHKAN AIR
PELATIHAN KARYA TULIS ILMIAH
MAHASISWA
GETAH KAKTUS OPTIMAL MENJERNIHKAN AIR

Oleh: Lilin Amilina


Nim: (103194053)
Jurusan: Pend. Kimia
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
TAHUN 2011

BAB I
PENDAHULUAN
1.LATAR BELAKANG

Air bersih menjadi kebutuhan yang sangat penting. Berbagai


macam alat dan teknologi dibuat dengan tujuan memudahkan untuk

memperoleh air bersih. Tetapi layaknya sebuah teknologi, perlu


pemahaman tentang bagaimana cara menggunakan dan merawatnya.
walaupun lebih populer sebagai tanaman hias, tetapi kaktus juga
mempunyai manfaat sebagai tanaman obat, bahkan potensinya
sebagai tanaman obat cukup besar. Hal ini perlu digali lebih jauh lagi
tentang manfaatnya sebagai bahan obat alami. Sejak abad ke 19,
tanaman kaktus telah dipelajari para ilmuwan karena mempunyai
kandungan bahan aktif alkaloid, berupa phenylethy laminedan
tetraisoquinoline.Sampai saat ini lebih dari 60 senyawa dalam
tanaman kaktus yang sudah diisolasi antara lain adalah anhalonine,
hordenine,mescaline,

N-acetyl

mescaline,

pellontine,

tyramine.

Senyawa hordenine dan tyramine mempunyai khasiat sebagai.


2. RUMUSAN MASALAH

1. Mengapa getah kaktus dapat menjernihkan air?


2. Bagaimana cara getah kaktus menjernihkan air?
3. TUJUAN
1. Memahami manfaat getah kaktus
2. Mengetahui cara penggunaan getah kaktus.

KARYA ILMIAH Eceng Gondok (Eichhornia


crassipes) Sebagai Penetralisir Air
KARYA ILMIAH
Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Sebagai Penetralisir Air
Diajukan dalam Rangka Memenuhi Tugas Mandiri Terstruktur Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia di Kelas XI Semester II tahun Pelajaran 2011/2012
Disusun oleh:
Rahmat Budiono
NIS : 5715

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA


SMA NEGERI 1 KUTOWINANGUN
2012
Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Sebagai Penetralisir Air
Diajukan dalam Rangka Memenuhi Tugas Mandiri Terstruktur Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia di Kelas XI Semester II tahun Pelajaran 2011/2012
Disusun oleh:
Rahmat Budiono
NIS : 5715

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA


SMA NEGERI 1 KUTOWINANGUN
2012

LEMBAR PENGESAHAN
Judul Karya Ilmiah : Eceng Gondok Sebagai Penetralisir Air
Penyusun : Rahmat Budiono
NIS : 5715
Sekolah : SMA Negeri 1 Kutowinangun
Karya tulis ini telah disahkan pada.., . 2012 oleh :
Pembimbing:
Drs. Kirwanto
NIP :
KATA PENGHANTAR
Penulis bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan
karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul Eceng
Gondok (Eichhornia crassipes) Sebagai Penetralisir air dengan baik. Penulis
juga berterima kasih kepada berbagai pihak, yang telah mendukung dan
membantu dalam penulisan karya ilmiah ini. Untuk itu, penulis mengucapkan
terima kasih kepada:
1) Bapak Drs. Kirwanto, selaku pembimbing dalam penyusunan karya ilmiah.
2) Orang tua dan keluarga penulis yang talah memberi dukungan moral
maupun material.
3) Temen-teman dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu,
yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam penyusunan karya ilmiah ini.
Karya ilmiah ini diajukan dalam rangka memenuhi tugas mandiri terstruktur
mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI semester Iitahun pelajaran
2011/2012. Penulis dalam menyelesaikan karya ilmiah ini telah berusaha
semaksimal mungkin. Penulis juga telah melakukan pengamatan di
lingkungan sekitar serta mencari informasi dari berbagai media, baik media
cetak maupun elektronik.

Penulis menyadari dalam pembuatan karya ilmiah ini masih jauh dari
sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan kritik serta saran yang dapat
memperbaiki karya ilmiah ini. Dan akhirnya penulis mengharapkan karya
ilmiah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Lembar pengesahan
Kata Penghantar
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan
1.4. Kajian Teori
BAB 2 TANAMAN ECENG GONDOK
2.1. Mengenal Eceng Gondok
2.2. Klasifikasi Tanaman Eceng Gondok
2.3. Bagian-bagian Tanaman Eceng Gondok
2.4. Manfaat Tanaman Eceng Gondok
BAB II
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Aktivitas manusia yang terkadang semaunya sendiri seperti, membuang
sampah sembarangan, kegiatan industri yang membuang sampah
sembarangan sehingga akan membuat air menjadi tercemar. Kegiatan
tersebut terkadang tidak disadari oleh mereka sendiri.
Banyak orang menganggap bahwa membuang sampah dan membuang
limbah industri seoerti di sungai itu merupakan proses yang terakhir, karena
sampah-sampah tersebut sudah tidak berserakan lagi di tempat semula.

Namun hal tersebut adalah anggapan yang salah besar. Selain banjir,
dampak lain juga akan timbul seperti, air menjadi tercemar oleh zat-zat yang
membahayakan kehidupan manusia.
Di Indonesia sendiri, air-air sudah tercemar, terutama pada wilayah-wilayah
padat penduduk, yang berkemungkinan besar banyak orang yang membuang
sampah sembarangan. Selain itu, daerah-daerah industri juga menambah
pencemaran air tersebut. Karena limbah-limbah dari industri-industri hanya
dibuang sembarangan.
Pencemaran air termasuk masalah serius. Selain dilakukan sosialisasisosialisasi kepada masyarakat agar tetap tidak membuang sampah
sembarangan, tetapi juga dilakukan penaganan khusus untuk mengatasi
dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran air tersebut. Dengan
menggunakan eceng gondok kita dapat mengurangi pencemaran air yang
terjadi di sekitar kita.
1.2. RUMUSAN MASALAH
1) Apakah pencemaran air itu?
2) Proses terjadinya dan dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran air.
3) Apa peran eceng gondok bagi pencemaran air?
4) Kandungan apa saja yang ada di dalam eceng gondok?
1.3. TUJUAN
1) Menetahui sebab-sebab terjadinya dan dampak yang ditimbulkan oleh
pencemeran air.
2) Menjelaskan tentang tumbuhan eceng gondok dan kegunaan dalam
kehidupan.
3) Menjelaskan kandungan dalam eceng gondok yang dapat dijadikan solusi
untuk mengurangi pencemaran air di sekitar kita.
1.4. KAJIAN TEORI

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat


penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas
manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam
siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus
hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan.
BAB II
TANAMAN ECENG GONDOK
2.1. MENGENAL ECENG GONDOK
Eceng gondok atau enceng gondok (Eichhornia crassipes) adalah salah
satu jenis tumbuhan air mengapung. Eceng gondok pertama kali ditemukan
secara tidak sengaja oleh seorang ilmuwan bernama Carl Friedrich Philipp
von Martius, seorang ahli botani berkebangsaan Jerman pada tahun 1824
ketika sedang melakukan ekspedisi di Sungai Amazon Brasil. Eceng gondok
memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap
sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok
dengan mudah menyebar melalui saluran air ke badan air lainnya.
Eceng gondok hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam
tanah. Tingginya sekitar 0,4 - 0,8 meter. Tidak mempunyai batang. Daunnya
tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal
tangkai daun menggelembung. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau.
Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk
tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang
tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut.

2.2. KLASIFIKASI TANAMAN ECENG GONDOK


Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Commelinales
Genus : Eichhornia
Spesies : E. Crassipes
2.3. BAGIAN-BAGIAN TANAMAN ECENG GONDOK
a. Akar
Bagian akar eceng gondok ditumbuhi dengan bulu-bulu akar yang berserabut,
berfungsi sebagai pegangan atau jangkar tanaman. Sebagian besar peranan
akar untuk menyerap zat-zat yang diperlukan tanaman dalam air. Pada ujung
akar terdapat kantung akar dimana yang di bawah sinar matahari kantung
akan berwarna merah, susunan akarnya dapat mengumpulkan
lumpur/partikel-partikel yang terlarut dalam air. (Ardiwinata, 1950)
b. Daun
Daun eceng gondok tergolong dalam makrofita yang terletak di atas
permukaan, air yang di dalamnya terdapat lapisan rongga udara dan
berfungsi sebagai alat pengapung tanaman. Zat hijau daun (klorofil) ecend
gondok terdapat di dalam sel epidermis.
c. Tangkai

tangkai eceng gondok berbentukbulat menggelembung yang di dalamnya


penuh dengan udara yang berperan untuk mengapungkan tanaman di
permukaan air.
d. Bunga
Eceng gondok berbunga bertangkai dengan warna mahkota lembayung
muda. Berbunga majemuk dengan jumlah 6-35, berbentuk karangan bunga
bulir dengan putik tunggal.
BAB III
PENCEMARAN AIR
3.1. PENGERTIAN PENCEMARAN AIR
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat
penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas
manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam
siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus
hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan.
Pencemaran air merupakan masalah global utama yang membutuhkan
evaluasi dan revisi kebijakan sumber daya air pada semua tingkat (dari
tingkat internasional hingga sumber air pribadi dan sumur). Telah dikatakan
bahwa pousi air adalah penyebab terkemuka di dunia untuk kematian dan
penyakit, dan tercatat atas kematian lebih dari 14.000 orang setiap harinya.
Ditambah lagi selain polusi air merupakan masalah akut di negara
berkembang, negara-negara industri/maju masih berjuang dengan masalah
polusi juga. Dalam laporan nasional yang paling baru pada kualitas air di
Amerika Serikat, 45 persen dari mil sungai dinilai, 47 persen dari danau
hektar dinilai, dan 32 persen dari teluk dinilai dan muara mil persegi
diklasifikasikan sebagai tercemar. Air biasanya disebut tercemar ketika
terganggu oleh kontaminan antropogenik dan ketika tidak bisa mendukung
kehidupan manusia, seperti air minum, dan/atau mengalami pergeseran

ditandai dalam kemampuannya untuk mendukung komunitas penyusun biotik,


seperti ikan. Fenomena alam seperti gunung berapi, algae blooms, badai, dan
gempa bumi juga menyebabkan perubahan besar dalam kualitas air dan
status ekologi air.
3.2. PENYEBAB PENCEMARAN AIR
1) Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.
2) Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan
kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada
berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh
ekosistem.
3) Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya
seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah
tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit
listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
4) Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan.
3.3. AKIBAT PENCEMARAN AIR
3.3.1. Dampak Terhadap Kesehatan Manusia
Menimbulkan dampal-dampak yang beresiko cukup besar, kesehatan
manusia menjadi terganggu, seperti terserang diare, muntaber, dan gangguan
alat pencernaan yang lain.
3.3.2. Dampak Terhadap Lingkungan Sekitar
a. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnyakandungan
oksigen
b. Terjadinya ledakan populasi ganggang dan tumbuhan air(eutrofikasi,
c. Pendangkalan Dasar perairan.
d. Punahnya biota air, misalnya ikan, yuyu, udang, dan serangga air.
e. Munculnya banjir akibat got tersumbat sampah.
BAB IV

METODOLOGI
5.1. Tempat dan Waktu Penelitia
Penelitian eceng gondok sebagai penetralisir air ini dilaksanakan di rumah
penulis. Waktu pelaksanaan dilakukan pada bulan Februari 2012.
5.2. Alat dan Bahan
Peralatan dan bahan yang digunakan dalam penelitia ini antara lain :
a. Wadah
Digunakan sebagai tempat air dan eceng gondok yang akan diteliti.
Sebaiknya disediakan 2 wadah
b. Eceng Gondok
Dalam penelitian ini, eceng gondok digunakan sebagai bahan utama untuk
penetralisir air.
c. Air
Air digunakan sebagai media tanam eceng gondok.
d. FCL
FCL digunakan sebagai pengeruh air.
5.3. Metode Penelitian
Langkah-langkah penelitian eceng gondok adalah sebagai berikut:
a. Pengambilan Tanaman
Tanaman eceng gondok bisa diperoleh di sungai-sungai atau di rawa-rawa.
b. Penanaman
Tanaman ecend gondok terlebih dahulu ditanam di suatu wadah yang berisi
air.
c. Pengeruhan Air
Di wadah lain, FCL dicampurkan dengan air. Sehingga air terkontaminasi oleh
zat kimia. Dan air menjadi keruh.
d. Penjernihan Air

Tahap ini merupakan tahap yang terakhir dalam penelitian. Dalam tahap ini
eceng gondok dipindahka dari wadah semula ke wadah yang airnya keruh
(terkontaminasi oleh zat kimia). Lalu didiamkan selama beberapa hari agar
terlihat perbedaannya.
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
Terjadi perubahan warna pada air. Air yang awalnya keruh menjadi jernih,
setelah diletakan tanaman eceng gondok. Dari hasil penelitian juga dapat
dilihat bahwa zat kimia FCL menjadi terkumpul dan sudah tidak tercemar lagi
dengan air yang semula keruh.
BAB 6
PENUTUP
5.1. Simpulan
1. Eceng gondok adalah salah satu tumbuhan yang memiliki berbagai
manfaat, salah satunya adalah mengurangi pencemaran air dari zat-zat
berbahaya. Karena eceng gondok mengandung berbagai komponen kimia
terkandung pada kandungan unsure hara tempat tumbuh dan sifat daya serap
tanaman tersebut. Komponen tersebut dapat menyerap logam-logam berat
senyawa sulfit.
2. eceng gondok termasuk tanaman yang tumbuh dengan mudah, tidak perlu
syarat-syarat khusus agar eceng gondok dapat hidup dan tumbuh.
5.2. Saran
1. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai eceng gondok.
2. Diperlukan langkah-langkah konkret untuk mengatasi pencemaran air, yang
dimulai dari dalam diri sendiri.
3. Melakukan pemeliharaan-pemeliharaan terhadap eceng gondok agar tetap
tumbuh rapi dan juga mengurangi pencemaran air di sekitar kita.

- See more at: http://data-smaku.blogspot.com/2012/10/karya-ilmiaheceng-gondok-eichhornia.html#sthash.l1qfEq1N.dpuf

BAB II
LANDASAN TEORI

Kaktus adalah nama yang diberikan untuk anggota tumbuhan


berbunga famili Cactaceae.
Kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air. Kaktus biasa
ditemukan di daerah-daerah yang kering (gurun). Kata jamak untuk
kaktus adalah kakti. Kaktus memiliki akar yang panjang untuk mencari
air dan memperlebar penyerapan air dalam tanah. Air yang diserap
kaktus

disimpan

dalam

ruang

di

batangnya.

Kaktus

juga

memiliki daunyang berubah bentuk menjadi duri sehingga dapat


mengurangi penguapan air lewat daun. Oleh sebab itu, kaktus dapat
tumbuh pada waktu yang lama tanpa air.
Manfaat kaktus
Berbagai jenis kaktus telah lama dimanfaatkan manusia sebagai
sumber pangan, salah satunya adalah Opuntia. Spesies ini banyak
dikultivasi untuk diambil buah dan batang mudanya. Buah Opuntia
banyak diolah menjadi selai yang disebut queso de tuna.Sementara
itu, batang muda Opuntia yang dikenal sebagai nopalitos akan dikuliti
dan digoreng, dikukus, atau diolah menjadi acar dalam cuka asammanis. Sekarang ini, Opuntia juga masih dimanfaatkan sebagai pakan
ternak,

kosmetik,

dan

obat-obatan.

Dulunya,

spesies

kaktus

Carnegiea gigantean dimanfaatkan sebagai bahan dasar tepung

untuk

pembuatan

roti.

Namun

tepung

ini

sudah

tidak

lagi

dimanfaatkan karena masyarakat lebih menyukai tepung dari jagung.


Bagian akar dari Echinocactus platycanthus juga diolah dalam cairan
gula untuk dijadikan permen.Bagian akar berkayu ataupun pembuluh
vaskular yang mengandung lignin dari kaktus juga dimanfaatkan
sebagai bahan bangunan dan bahan bakar.
Di balik durinya yang tajam dan penampilannya yang bersahaja, kaktus merupakan
tanaman yang sangat bermanfaat. Salah satunya untuk memurnikan air. Rebusan daun kaktus
dapat memurnikan air sungai yang kotor sebelum diolah menjadi air minum. Partikel tanah dan
kotoran lain langsung mengendap begitu dicampur dengan rebusan kaktus. Ketika kaktus
direbus, yang keluar adalah mucilago yaitu getah kental dan lengket seperti lem. Bagi tanaman
kaktus, mucilago merupakan pelindung terhadap terik matahari. Zat ini mencegah penguapan air
dari permukaan kaktus, sehingga tanaman ini dapat bertahan hidup di lingkungan yang
kekurangan air seperti gurun pasir. Ketika bercampur dengan air kotor, mucilago yang tersusun
dari gula dan karbohidrat itu mengikat partikel-partikel halus yang mengotori air. Ikatan itu lalu
menggumpal, sehingga mudah dipisahkan dari bagian air yang bersih. Bukan hanya itu
saja, mucilago juga dapat membunuh bakteri yang merupakan salah satu polutan berbahaya
dalam air minum.
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Sumber data


Dalam penelitian karya tulis ini,digunakan metode penulisan
dengan cara peninjauan. Tinjauan kepustakaan disebut juga study
kepustakaan yaitu mencari data dari kepustakaan misalnya dari data
buku jurnal masalah dan lain-lain.
Semakin

banyak

sumber

bacaan

semakin

banyak

pula

pengetahuan yang diteliti namun tidak semua buku bacaan dan


laporan dapat diolah.

3.2 Cara memperoleh data


a. Mempelajari hasil yang diperoleh dari setiap sumber yang relevan
dengan penelitian yang akan dilakukan.
b. Mempelajari metode penelitian yang dilakukan termasuk metode
penelitian pengambilan sampel pengumpulan data sumber data dan
satuan data
c. Mengumpulkan data dari sumber lain yang berhubungan dengan
bidang penelitian.
d. Mempelajari analisis deduktif dari problem yang tertera(analisis
berpikir secara kronologis).

BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Air bersih menjadi kebutuhan yang sangat penting. Berbagai
macam alat dan teknologi dibuat dengan tujuan memudahkan untuk
memperoleh air bersih. Tetapi layaknya sebuah teknologi, perlu
pemahaman tentang bagaimana cara menggunakan dan merawatnya.
Getah kental yang terdapat pada tanaman dan biasanya
berfungsi sebagai penyimpan air ternyata bersifat pengental. Pada uji
cobanya dengan penambahan air dan dicampur dengan sedimen

serta bakteri pada kadar yang tinggi,ternyata terjadi penggumpalan


partikel sedimen dan mengendap di dasar air. Getah tersebut juga
mengakibatkan 98% bakteri menyatu dan memudahkan untuk
disaring.
Masyarakat di negara berkembang bisa memanaskan sepotong
kaktus agar mengeluarkan getahnya, kemudian menambahkannya ke
dalam

air

yang

memerlukan

pemurnian,

meratanya

kaktus,

keterjangkauan dan budaya menjadikan bahan alam tersebut


sebagai teknologi pemurnian air yang menarik.
Meski demikian alternatif teknologi alami tersebut tetap menarik,
dan hanya diperlukan beberapa langkah lagi untuk mencapai hasil
optimalnya.

Ketersediaan

dan

kemudahan

dalam

prosesnya

menjadikan teknologi tersebut tepat guna.

BAB V
PENUTUP
1.Kesimpulan

Kaktus adalah nama yang diberikan untuk anggota tumbuhan


berbunga famili Cactaceae.
. Kaktus memiliki akar yang panjang untuk mencari air dan
memperlebar penyerapan air dalam tanah. Air yang diserap kaktus
disimpan dalam ruang di batangnya. Kaktus juga memiliki daun yang
berubah

bentuk

menjadi duri sehingga

dapat

mengurangi penguapan air lewat daun. Oleh sebab itu, kaktus dapat
tumbuh pada waktu yang lama tanpa air.
Selain sebagai tanaman hias kaktus juga mempunyai manfaat yang luar biasa,salah
satunya yaitu getahnya,yang dapat digunakan untuk menjernihkan air. Cara melakukannya bisa
memanaskan sepotong kaktus agar mengeluarkan getahnya, kemudian menambahkannya ke
dalam air yang memerlukan pemurnian, meratanya kaktus, keterjangkauan dan budaya
menjadikan bahan alam tersebut sebagai teknologi pemurnian air yang menarik.
2.Saran
Diharapkan para pembaca dapat memaklumi dari penulisan karya ilmiah ini,karena itu
diluar kemampuan penulis. Bagi penulis selanjutnya,hendaknya dapat lebih teliti dan lebih giat
lagi dalam menulis karya ilmiah, untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal,lengkap dan
berguna.
Apabila ada kesalahan dan kekurangan pada karya ilmiah ini,mohon maaf sebesarbesarnya dan saya ucapkan terima kasih.

Karya Ilmiah Pengaruh Ampas Teh dan


Ampas Kopi terhadap tanaman Cabe
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Indonesia merupakan Negara yang memiliki tanah yang sangat subur dan bisa
dimanfaatkan untuk pertanian dan perkebunan, seperti padi, jagung, kopi, teh, cengkeh,
dan lain sebagainya.Namun seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi

(IPTEK).Terutama di daerah perkotaan banyak lahan pertanian dan perkebunan yang


sekarang beralih fungsi menjadi kawasan industry, perumahan dan gedung-gedung.

Salah satu cara yang bisa dijadikan solusi untuk tetap mempertahankan pertanian
dengan kondisi minimalnya tanah atau lahan adalah melalui media hidroponik.
Hidroponik merupakan cara bertanam tanpa menggunakan media tanah. Media tanah
dapat diganti dengan air, krikil, atau bahkan arang bisa dijadikan media hidroponik.Pada
media hidroponik, tanah bukan menjadi suatu hal yang utama. Hidroponik memiliki
banyak kelebihan antara lain tidak terlalu banyak membutuhkan tempat, perawatannya
tidak terlalu rumit dan kemungkinan gangguan hama lebih kecil.Ada beberapa limbah
rumah tangga yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian yaitu ampas teh dan
ampas kopi.
Bagi masyarakat Indonesia, teh adalah minuman yang sangat digemari. Teh
memiliki rasa yang enak dan bau yang harum, selain itu teh dapat menghangatkan tubuh
atau bisa juga disajikan dalam keadaan dingin. Setelah disajikan, ampas teh biasanya
langsung dibuang.Tapi sebetulnya ampas teh dapat di manfaatkan untuk tumbuhan yaitu

dapat meperbaiki kesuburan tanah, merangsang pertumbuhan akar, batang dan


daun.Limbah rumah tangga ini bisa digunakan langsung tanpa diolah lagi.
Selain teh, minuman yang juga sering dikonsumsi oleh masyarakat adalah
kopi.Sama halnya dengan teh.Ampas kopi mempunyai banyak manfaat, terutama bagi
tumbuhan yaitu bisa menambah asupan Nitrogen, Fosfor dan Kalium (NPK) yang
dibutuhkan oleh tanaman sehingga dapat menyuburkan tanah.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan maka akan dilakukan
penelitian dengan judul "PEMANFAATAN AMPAS TEH DAN AMPAS KOPI SEBAGAI
PENAMBAH

NUTRISI

PADA

PERTUMBUHAN

TANAMAN

CABAI

RAWIT" (Capsicum frutescensL.)DENGAN MEDIA HIDROPONIK.

1.2

Rumusan Masalah
Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana pemanfaatan ampas teh terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit
(capsicum frutescens L.) pada media hidroponik?
2. Bagaimana pemanfaatan ampas kopi terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit
(capsicum frutescens L.) pada media hidroponik?

3. Bagaimana pemanfaatan campuran ampas teh dan ampas kopi terhadap pertumbuhan
tanaman cabai rawit (capsicum frutescens L.) pada media hidroponik?

1.3

Tujuan Penelitian
Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah :

1.

Mengetahui pemanfaatan ampas teh terhadap pertumbuhan tanamancabai rawit


(capsicum frutescens L.) pada media hidroponik?

2.

Mengetahui pemanfaatan ampas kopi terhadap pertumbuhan tanamancabai rawit


(capsicum frutescens L.) pada media hidroponik?

3.

Mengetahui pemanfaatan campuran ampas the dan ampas kopi terhadap pertumbuhan
tanaman cabai rawit (capsicum frutescens L.) pada media hidroponik?

1.4

Manfaat Penelitian

Dengan Penelitian ini diharapkan agar hasilnya dapat bermanfaat :


1. Bagi peneliti, dapat menambah pengetahuan terutama tentang pertumbuhan tanaman
cabai rawit (capsicum frustescens L.) dengan pemberian ampas the dan ampas kopi pada
media hidroponik.

2. Bagi petani, hasil penelitian ini diharapkan menjadi solusi untuk tetap dapat bertani
meskipun lahan semakin sempit yaitu dengan cara bertanam secara hidroponik.
3. Bagi instrument pendidikan, hasil penelitian ini dapat menambah khasanah ilmu
pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi pengolahan ampas teh dan ampas kopi
pada media hidroponik.
4. Bagi masyarakat, hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi tentang pemanfaatan
ampas teh dan ampas kopi pada media hidroponik.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Pertumbuhan
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan salah satu cirri sebagai makhluk hidup.

Pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang irreversibel (tidak dapat balik) karena
adanya pembelahan mitosis dan pembesaran sel. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan
secara kuantitatif. Sedangkan perkembangan adalah terspesialisasinya sel-sel menuju ke struktur
dan fungsi tertentu.Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi dinyatakan
dengan perubahan bentuk, tingkat kedewasaan dan bersifat kualitatif.Factor yang mempengaruhi

pertumbuhan dan perkembangan adalah factor dalam yaitu hereditas dan hormone sedangkan
factor luar (air, nutrisi, cahaya, kelembaban dan suhu).
Pertumbuhan adalah suatu kenaikan volume yang bersifat irreversible (tidak dapat
dikembalikan kebentuk semula). Karena adanya penambahan subtansi dan pertambahan banyak
jumlah sel selain laju pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan berbagai cara salah satunya
adalah pengukuran tinggi tanaman serta jumlah daun yang biasanya sering dilakukan.
Pertumbuhan pada tumbuhan terjadi karena pertambahan ukuran yang disebabkan adanya
pertanbahan jumlah sel melalui proses pembelahan secara mitosis pada titik tumbuh dan
pembesaran dari tiap- tiap sel. Pembelahan sel terutama terjadi didaerah jaringan meristem. Saat
pertumbuhan, sel-sel tumbuhan mengalami perkembangan hingga terbentuk organ-organ yang
mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda-beda.

2.2

Ampas Teh
Tanaman teh dapat tumbuh mulai dari pantai sampai pegunungan.Perkebunan teh

umumnya dikembangan di daerah pegunungan yang beriklim sejuk, meskipun dapat sumbuh
subur di dataran rendah, tanaman teh memberikan hasil dengan mutu baik.Semakin tinggi daerah
penanaman teh semakin tinggi mutunya.Mutu teh dinilai berdasarkan rasa (taste), aroma dan
warna seduhan (liquor).Penilaian mutu ditentukan oleh seorang ahli pencicip berdasarkan
analisis organoleptik yaitu kemampuan mengukur mutu dengan indera penglihatan, penciuman
dan rasa. Parameter lain seperti kadar air dan berat jenis hanya sebagai pendukung.

Teh mengandung senyawa-senyawa bermanfaat seperti poliefenol, tehofilin, flavonoid,


tanin, vitamin C dan vitamin E serta sejumlah mineral Zn, Se, Mo, Ge dan Mg. kandungan teh
yang berupa mineral tersebut merupakan unsure-unsur essensial yang sanga dibutuhkan oleh
tanaman.
Limbah hasil produksi teh,baik cair maupun padat membawa banyak manfaat bagi
lingkungan sekitar. Ampas teh misalnya, bisa dijadikan kompos (pupuk organic) setelah
diuraikan dengan media cacing.Cacing pengurai ini tidak sembarang cacing, karena berasal dari
Prancis, bernama cacing Eisenia foetida dan Eisenia Andrei. Untuk satu kilogram cacing, diberi
lima meter persegi ampas teh. Kompos tersebut berbentuk pupuk basah sangat berguna untuk
perkembangan hijau daun. Sebanyak dua hingga tiga ton ampas akan menjadi satu hingga satu
setengah ton kompos.
Sisa teh atau ampas teh ternyata dapat bermanfaat bagi tanaman, yaitu dapat
memperbaiki kesuburan tanah, merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun, limbah rumah
tangga ini dapat digunakan langsung tanpa harus diolah lagi.Ampas teh ini lebih praktis
dibandingkan penggunaan kompos.Kandungan yang terdapat diampas teh selain polyphonel juga
terdapat sejumlah vitamin B kompleks kira-kira 10 kali lipat sereal dan sayuran.Ampas teh ini
biasanya diberikan pada semua jenis tanaman. Misalnya, tanaman sayuran, tanaman hias,
maupun pada tanaman obat-obatan, hal ini dikarenakan bahwa ampas teh tersebut mengandung
Karbon Organik, Tembaga (Cu) 20%, Magnesium (Mg) 10% dan Kalsium (Ca) 13%, kandungan
tersebut dapat membantu pertumbuhan tanaman.

Teh mengandung kira-kira sepuluh kali polifenol yang dapat ditemukan dalam satu buahbuahan dan sayuran.Ampas teh mengandung unsure-unsur antioksidan yang sangat ampuh
membantu memerangi kerusakan radikal bebas pada sel-sel tanaman.Tidak hanya itu, teh juga
mengandung magnesium, seng, fluoride, nitrogen, Kalium dan mineral yang membantu
mempertahankan kesehatan tanaman serta terdapat kandungan Vitamin. A. B1, B2, B6, B12, C,

E dan K. Sebelum ditaburkan pada tanaman ampas teh bisa digiling terlebih dahulu untuk
memecah daun sehinnga nutrisi yang terkandung bisa keluar lebih cepat.

2.3

Ampas Kopi
Ampas kopi dapat menambah asupan Nitrogen, Fosfor dan Kalium (NPK) yang

dibutuhkan oleh tanaman sehingga dapat menyuburkan tanah. Ampas kopi ini dapat ditebarkan
di taman dan pot anda sehingga dapat mengeluarkan zat-zatnya secara pelan-pelan. Selain itu
ampas kopi juga mengandung magnesium, sulfur dan kalsium yang dapat berguna untuk
tanaman.
Ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organic karena mengandung mineral,
karbohidrat, membantu terlepasnya nitrogen sebagai nutrisi tanaman, dan dia sendiri bersifat
asam sehingga menurunkan pH tanah.Selain itu dapat bermanfaat bagi kecantikan, karena
sifatnya kasar sehingga bisa menghilangkan sel kulit mati dan mencerahkan kulit.Penghalus kulit
dan penghilang kerut.Katalis pengeringan luka luar pada hewan.Sebagai bahan bakar alternative
alias biosolar.
Ampas kopi bermanfaat sebagai pupuk tanaman dengan cara ditaburkan ke atas
permukaan tanah. Pupuk yang hemat dan ramah lingkungan (tidak disarankan untuk
menggunakan pupuk kopi untuk tanaman anggrek atau kaktus).Ampas kopi juga bermanfaat
sebagai pupuk organic.Ampas kopi sangat kaya nutrisi untuk dijadikan pupuk tanaman.
Kandungan ampas kopi:
a. Mineral
b. Karbohidrat
c. Melepas nitrogen yang baik untuk tanaman
d. Menetralkan pH tanah jika terlalu basa (kopi bersifat acidic yang dapat menurunkan pH)

Ampas kopi merupakan pupuk organic yang ekonomis dan ramah lingkungan. Ampas
kopi mengandung 2,28% nitrogen, fosfor 0,06% dan 0,6 kalium. pH ampas kopi sedikit asam,

berkisar 6,2 pada skala pH. Selain itu, ampas kopi mengandung magnesium, sulfur, dan kalsium
yang berguna bagi pertumbuhan tanaman.

2.4

Cabai Rawit

Cabai Rawit

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom

: Plantae

Divisio

:Spermatophyta

Subdivisio

:Angiospermae

Classis

:Dicotyledoneae

Ordo

:Corolliforea

Familia

:Solanaceae

Genus

:Capsicum

Species

:Capsicum frutescens L.

Tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman holtikultura


(sayuran). Tanaman ini termasuk golongan tanaman semusim atau tanaman yang berumur
pendek yang tumbuh sebagai perdu atau semak, dengan tinggi tanaman dapat mencapai 1.5 m.

Buah tanaman cabai rawit dapat dimanfaatkan untuk keperluan aneka pangan. Dalam
industri makanan, ekstrak bubuk cabai rawit digunakan sebagai pengganti lada untuk
membangkitkan selera makan bagi kebanyakan orang. Dan dalam industri minuman, ekstrak
bubuk cabai rawit digunakan sebagai bahan baku pembuatan minuman ginger beer.
Selain digunakan sebagai penyedap masakan, cabai rawit juga dapat digunakan dalam
pembuatan obat-obatan (industri farmasi), industri kosmetik, industri pewarna bahan makanan,
serta penghasil minyak asiri.

A.

Komposisi Gizi Cabai Rawit


Buah cabai rawit mengandung zat-zat gizi yang cukup lengkap, yakni kalori, protein,
lemak, karbohidrat, mineral (kalsium, fosfor, besi), vitamin, dan zat-zat lain yang berkhasiat
obat,

misalnya oleoresin,

capsaicin,

bioflavonoid,minyak

asiri,

karotenoid

(kapsantin,

kapsorubin, karoten, dan lutein). Cabai rawit juga mengandung flavonoid, anti-oksidan, abu dan
serat kasar.
Pada umumnya, cabai mengandung 0.1%-1% rasa pedas, yang disebabkan oleh
kandungan zat capsaicin dan dihidrocapsaicin. Dibandingkan dengan jenis cabai besar (termasuk
paprika), kandungan capsaicin dandihidrocapsaicin pada cabai rawit cukup tinggi. Oleh karena
itu, cabai rawit memiliki rasa lebih pedas daripada jenis cabai lainnya. Kandungan gizi
(komposisi kimia) buah cabai rawit secara lengkap ditunjukkan dalam tabel berikut.

Komposisi Gizi Buah Cabai Rawit Segar dalam 100g


Bahan yang Dapat Dimakan
No.

Jenis Zat

Kadar

Kalori

103 kal

Protein

4,7 g

Lemak

2,4 g

Karbohidrat

19,9 g

2.5

Kalsium

45 mg

Fosfor

85 mg

Zat Besi

2,5 mg

Vitamin A

Vitamin B1

10

Vitamin B2

--

11

Vitamin C

70 mg

12

Niasin (vitamin B3)

--

13

Air

11.050 SI
0,24 mg

71,2 g

Morfologi Tanaman Cabai Rawit


Secara morfologi, bagian-bagian atau organ-organ penting dari tanaman cabai rawit dapat

dideskripsikan sebagai berikut.


1. Batang
Batang tanaman cabai rawit memiliki struktur yang keras dan berkayu, berwarna hijau
gelap, berbentuk bulat, halus, dan bercabang banyak. Batang utama tumbuh tegak dan kuat.
Percabangan terbentuk setelah batang tanaman mencapai ketinggian berkisar antara 30cm-45cm.
Cabang tanaman beruas-ruas; setiap ruas ditumbuhi daun dan tunas (cabang).
1. Daun
Daun cabai rawit berbentuk bulat telur dengan ujung runcing dan tepi daun rata (tidak
bergerigi/berlekuk). Ukuran daun lebih kecil dibanding dengan daun tanaman cabai besar. Daun
merupakan daun tunggal dengan kedudukan agak mendatar, memiliki tulang daun menyirip, dan
tangkai tunggal yang melekat pada batang atau cabang. Jumlah daun cukup banyak sehingga
tanaman tampak rimbun.
2. Bunga
Bunga tanaman cabai rawit merupakan bunga tunggal yang berbentuk bintang. Bunga
tumbuh menunduk pada ketiak daun, dengan mahkota bunga berwarna putih. Penyerbukan
bunga termasuk penyerbukan sendiri

3. Batang
Batang tanaman cabai rawit memiliki struktur yang keras dan berkayu, berwarna hijau
gelap, berbentuk bulat, halus, dan bercabang banyak. Batang utama tumbuh tegak dan kuat.
Percabangan terbentuk setelah batang tanaman mencapai ketinggian berkisar antara 30cm-45cm.
Cabang tanaman beruas-ruas; setiap ruas ditumbuhi daun dan tunas (cabang).

2.6 Hidroponik
Hidroponik berasal dari kata hidro yang berarti air dan ponus yang berarti daya.Dengan
demikian, hidroponik berarti memberdayakan air.Ada juga yang mendefinisikan hidroponik
sebagai soilless culture atau budidaya tanpa tanah. Seiring dengan perkembangan teknologi,
pengertian terhadap hidroponik pun semakin bertambah. Contohnya, cabai merah yang ditanam
dibedengan dengan mulsa plastic dan dibawahnya dipasang dua saluran plastic arcylic Via-Fio
yang mampu mengeluarkan laruran hara juga dianggap sebagai hidroponik.Air yang digunakan
dalam hidroponik hendaknya memenuhi syarat-syarat tertentu misalnya pH, kekeruhan, ukuran
partikel, unsure-unsur kimia, dan proporsi.Hidroponik diperkarangan cocok untuk sayuran daun,
misalnya sawi, selada, caisim dan bayam. Bisa juga digunakan untuk sayuran batang,
sepertibawang daun, kangkung dan kailan: sayuran bunga, seperti brokoli dan bunga kol.: dan
sayuran buah,seperti tomat , paprika, terung, dan mentimun.
Benih-benih tanaman berukuran kecil, karena itu untuk keperluan hidroponik benih harus
disemai terlebih dahulu umur benih didipersemaian bervariasi antara 10-14 hari atau telah
berdaun 3-4 helai. Anak semai yang baik harus tegap, segar, daunnya hijau, tangkai daun kuat,
batangnya kekar serta akarnya banyak dan panjang. Selain itu anak semai juga tidak boleh
tampak layu seperti diseduh air panas.Bagian lain yang harus diperhatikan adalah daun. Bentuk
daun harus sempurna, berkilauan, tegak, tidak berlubang dimakan hama dan tidak berbecak
kuning. Ukuran daun besar dan bukan kecil pucat seperti kekurangan pupuk.
Irigasi atau pengairan sangat penting dalam pertumbuhan tanaman.Apalagi dalam system
hidroponik irigasi yang teratur atau rutin sangat dibutuhkan.

System air menggenang adalahsystem air atau larutan yang diberikan tertampung dalam
wadah atau pot sehingga tergenang.Ketinggian air atau larutan harus dibawah akar.Hal ini
dimaksudkan

untuk

menghindari

terendamnya

akar

sehingga

dapat

menyebabkan

pembusukan.System ini biasanya digunakan pada hidroponik yang memakai wadah akuarium.
Dalam system ini ada kemungkinan zat hara akan mengendap dibawah bak sehingga konsentrasi
air berubah. Oleh karena itu bila telah terjadi perubahan konsentrasi (dari hasil pengukuran)
wadah atau pot dan media harus dicuci.

2.7 Nutrisi
Nutrisi yang diberikan ada beberapa macam yang dapat digolongkan menjadi 2
yaitunutrisi yang mengandung unsure hara makro dan unsure hara mikro. Nutrisi yang
mengandung unsure hara makro nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah banyak seperti N, P, K, S,
Ca, dan Mg. Nutrisi yang mengandung unsure hara mikro merupakan nutrisi yang dibutuhkan
dalam jumlah yang sedikit seperti, Mn, Cu, Mo, Zn, dan Fe. Walaupun dalam jumlah sedikit
unsure mikro harus tetap ada.
Unsur-unsur tersebut mempunyai fungsi-fungsi sendiri:

c.

a.

Nitrogen: memacu pertumbuhan daun dan batang serta membantu pembentukan akar

b.

Fosfor: membantu pembentukan bunga dan buah serta mendorong pertumbuhan akar muda

Kalium: membantu pembentukan bunga dan buah serta menguatkan tanaman


d.

Kalsium: membantu pertumbuhan ujung-ujung akar dan pembentukan bulu akar

e.

Magnesium: ikut dalam pembentukan zat hijau daun dan menyebarkan unsure fosfor keseluruh
tanaman

f.

Sulfure (belerang): bernama unsure fosfor dapat mempertinggi keja unsure lain dan memproduksi
energy

g.

Ferum: ikut dalam pembentukan zat hijau daun dan menghasilkan klorofil serta membantu pembentukan
enzim pernapasan
h.

i.

Mangan: ikut dalam pembentukan zat hijau daun dan membantu menyerap nitrogen

Borium: membantu pertumbuhan meristem

j.

Seng (Zn): ikut dalam pembentukan hormone auksin

k.

Molybdenum: mengikat nitrogen sehingga penting untuk sayuran


Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman hidroponik dapat dengan meberi pupuk
majemuk lengkap.Jenis pupuk yang dianjurkan adalah pupuk majemuk NPK, dengan alasan
mudah diperoleh dan kandungan yang ada didalamnya merupakan kebutuhan utama tanaman,
yaitu nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).selain NPK, juga bisa digunakan pupuk daun yang
dilarutakan di dalam air terlebih dahulu kemudian disemprotkan ketanaman.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1

Alat dan Bahan

3.1.1

Alat :

Gelas plastic
Styrofoam
Sendok
Penggaris
Gunting

3.1.2

Bahan :

Air
Tanah
Bibit tanaman cabe
Ampas teh
Ampas kopi
3.2Cara Kerja

1. Tahap persiapan

a.

Persiapan alat dan bahan


Menyiapkan semua alat dan bahan yang digunakan untuk penelitian

b. Persiapan bibit
1.

Memasukkan media berupa tanah dan pupuk organic kedalam polybag atau nampan sebagai
tempat pembibitan

2.

Menyiramkan air keatas tanah sehingga keadaan tanah menjadilembab, kemudian menanamkan
bibit cabe kedalamnya

3.

Melakukan proses penyiraman setiap hari selama 2 minggu hingga benih tumbuh menjadi
tanaman baru

c. Tahap pemindahan bibit


a. Pembuatan Kontrol (PO)
1) Menyediakan air kurang lebih 300 mL kedalam gelas plastic bening (gelas 1)
2) Menyiapkan gelas plastic lain ( gelas 2), membuat lubang-lubang kecil dibawah dan disekelilingi
gelas 2 berukuran 0,5 cm sebanyak 15 lubang untuk jalan masuknya air
3) Memasangkan Styrofoam di mulut gelas 2, member lubang kecilberbentuk segitiga dengan
ukuran 0,5 cm pada Styrofoam sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Styrofoam disini berguna
sebagai penyangga agar tanaman dapat berdiri tegak
4) Memindahkan bibit cabe berukuran 6 cm kedalam media yang telah siap
5) Menjepitkan tanaman dilubang Styrofoam, menyusun tanaman agar sebagian akar menyentuh air
6) Memasukkan gelas 2 kedalam gelas 1 yang berisi air secara perlahan sampai sebagian air dari
gelas 1 masuk ke gelas 2
7) Member label (PO-1, PO-2 dan PO-3) pada masing-masing gelas ulangan

a. Pembuatan Perlakuan 1 (P1)


1) Menyediakan air kurang lebih 300 mL kedalam gelas plastic bening
(gelas 1)
2) Memasukkan 3 gram ampas the kedalam gelas 1

3) Menyiapkan gelas plastic lain (gelas 2), membuat lubang-lubang kecil dibawah dan disekelilingi
gelas 2 untuk jalan masuknya air
4) Memasukkkan Styrofoam dimulut gelas 2, meberi lubang kecil berbentuk segitiga dengan
ukuran 0,5 cm pada Styrofoam sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Styrofoam disini berguna
sebagai penyangga agar tanaman dapat berdiri tegak
5) Memindahkan bibit cabe berukuran 6 cm kedalam media yang telah siap
6) Menjepitkan tanaman dillubang Styrofoam, menyusun tanaman agar sebagian dari akar
menyentuh air
7) Memasukkan gelas 2 kedalam gelas 1 yang berisi air secara perlahan sampai sebagian air dari
gelas 1 masuk ke gelas 2
8) Member label (PI-1, PI-2 dan PI-3) pada masing-masing gelas ulangan

b. Pembutan Perlakuan 2 (P2)


1) Menyediakan air kurang lebih 300 mL kedalam gelas plastic bening
(gelas 1)
2) Memasukkan 3 gram ampas kopi kedalam gelas 1
3) Menyiapkan gelas plastic lain ( gelas 2), membuat lubang-lubang kecil dibawah dan
disekelilingi gelas 2 untuk jalan masuknya air
4) Memasangkan Styrofoam di mulut gelas 2,, member lubang kecil berbentuk segitiga
dengan berukuran 0,5 cm pada Styrofoam sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Styrofoam disini
berguna sebagai penyangga agar tanaman dapat berdiri tegak
5) Memindahkan bibit cabe berukuran 6 cm kedalam media yang telah siap
6) Menjepitkan tanaman dilubang Styrofoam, menyusun tanaman agar sebagian dari akar
menyentuh air
7) Memasukkan gelas 2 kedalam gelas 1 yang berisi air secara perlahan sampai sebagian air dari
gelas 1 masuk ke gelas 2
8) Member label (P2-1, p2-2 dan P2-3) pada masing-masing gelas ulangan
c. Pembuatan Perlakuan 3 (P3)

1) Menyediakan air kurang lebih 300 mL kedalam gelas plastic bening


(gelas 1)
2) Memasukkan 1,5 gram ampas teh dan 1,5 gram ampas kopi
kedalam gelas 1
3) Menyiapkan gelas plastic lain (gelas 2), membuat lubang-lubang kecil dibawah dan disekelilingi
gelas 2 untuk jalan masuknya air
4) Memasangkan Styrofoam di mulut gelas 2, memberi lubang-lubang kecil beberbentuk segitiga
dengan ukuran 0,5 cm pada Styrofoam sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Styrofoam disini
berguna sebagai penyangga agar tanaman dapat berdiri tegak
5) Memindahkan bibit cabe berukuran 6 cm kedalam media yang telah siap
6) Menjepitkan tanaman dilubang Styrofoam, menyusun tanaman agar sebagian dari akar
menyentuh air
7) Memasukkan gelas 2 kedalam gelas 1 yang berisi air secara perlahan sampai sebagian air dari
gelas 1 masuk kegelas 2
8) Member label (P3-1,P3-2 dan P3-3) pada masing-masing gelas ulanganBAB IV

3.3 Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian dengan judul Pemanfaatan Ampas Teh dan Ampas Kopi sebagai Penambahan
Nutrisi pada Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit(CapsicumFrutescens) dilaksanakan
pada 1 Oktober-8 November2012.Tempatnya Penelitian di Rumah Penulis tepatnya halaman
depan.
3.4

Cara Pengambilan Data


1.

Metode Eksperimen

Metode Eksperimen merupakan suatu metode yang dipergunakan dalam memperoleh data yakni
melakukan percobaan secara langsung dengan menanam tanaman cabai rawit pada media
hidroponik.
2.

Metode Observasi

Metode Observasi merupakan metode yang digunakan untuk memperoleh data secara langsung
pada percobaan. Tanaman cabai rawit diamati dan dicatat pertumbuhan tinggi tanaman.
3.

Metode Studi Pustaka

Metode Studi Pustaka adalah suatu metode untuk mencari materi dan buku-buku atau sumber
yang dikutip secara langsung maupun tidak langsung sebagai landasan dalam melakukan
penelitian.
4.

Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah pengumpulan data yang dilakukan dengan melihat keterangan yang
telah didokumentasikan dan mengambil dokumentasi penelitian dengan menggunakan kame

BAB IV
HASIL PENGAMATAN
4.1HASIL PENGAMATAN
4.1.1 Hasil Pengamatan 1 Minggu
Berdasarkan pengamatan terhadap pertumbuhan tinggi tanaman cabe yang ditanam secara
hidroponik dengan penambahan ampas teh dan ampas kopi dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.1.1 Tinggi Tanaman (cm) Minggu ke 1
Perlakuan

Ulangan

Jumlah

Rata-rata

6.1**

18.60**

6.20**

6.7

6.8

20.50

6.83

6.5

6.6

20.10

6.70

7.8*

7.7**

7.4

22.90*

7.63

PO

6.3**

6.2**

P1

P2
P3

Keterangan:
* Tanaman dengan ketinggian paling tinggi

** Tanaman dengan ketinggian paling rendah


PO: Air 300 mL sebagai control
P1: Air 300 mL ditambah ampas teh 3 gram
P2: Air 300 mL ditambah ampas kopi 3 gram
P3: Air 300 mL ditambah 1,5 gram ampas teh dan 1,5 gram ampas kopi

4.1.2 Hasil Pengamatan 2 Minggu


Berdasarkan pengamatan terhadap pertumbuhan tinggi tanaman cabe yang ditanam secara
hidroponik dengan penambahan ampas teh dan ampas kopi dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.2 Tinggi Tanaman Minggu ke-2
Perlakuan

Ulangan

Jumlah

Rata-rata

6.5

20.10**

6.70

7.5

7.6

22.90

7.63

7.0

7.6

7.4

22.00

7.33

9.2

9**

8.8

27.00

9.00

PO

6.8

6.8

P1

7.8

P2
P3

Keterangan:
* Tanaman dengan ketinggian paling tinggi
** Tanaman dengan ketinggian paling rendah
PO: Air 300 mL sebagai control
P1: Air 300 mL ditambah ampas teh 3 gram
P2: Air 300 mL ditambah ampas kopi 3 gram

P3: Air 300 mL ditambah 1,5 gram ampas teh dan 1,5 gram ampas kopi

4.1.3 Hasil Pengamatan 3 Minggu


Berdasarkan pengamatan terhadap pertumbuhan tinggi tanaman cabe yang ditanam secara
hidroponik dengan penambahan ampas teh dan ampas kopi dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.3 Tinggi Tanaman Minggu ke-3


Perlakuan

Keterangan:

Ulangan

Jumlah

Rata-rata

7.1**

21.20**

7.07**

8.7

26.60

8.87

8.5

8.2

8.6

25.30

8.43

11.6*

11.7*

11.6*

33.10*

11.70*

PO

7**

7.1**

P1

8.9

P2
P3

* Tanaman dengan ketinggian paling tinggi


** Tanaman dengan ketinggian paling rendah
PO: Air 300 mL sebagai control
P1: Air 300 mL ditambah ampas teh 3 gram
P2: Air 300 mL ditambah ampas kopi 3 gram
P3: Air 300 mL ditambah 1,5 gram ampas teh dan 1,5 gram ampas kopi

4.1.4Hasil Pengamatan 3 Minggu


Berdasarkan pengamatan terhadap pertumbuhan tinggi tanaman cabe yang ditanam secara
hidroponik dengan penambahan ampas teh dan ampas kopi dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.4 Tinggi Tanaman Minggu ke-4

Perlakuan

Keterangan:

Ulangan

Jumlah

Rata-rata

7.7**

22.80**

7.60**

9.6

10.6

30.00

10.00

9.3

8.8

9.0

27.10

9.03

14.0*

13.80*

14.2*

42.00*

14.00*

PO

7.5**

7.6**

P1

9.8

P2
P3

* Tanaman dengan ketinggian paling tinggi


** Tanaman dengan ketinggian paling rendah
PO: Air 300 mL sebagai control
P1: Air 300 mL ditambah ampas teh 3 gram
P2: Air 300 mL ditambah ampas kopi 3 gram
P3: Air 300 mL ditambah 1,5 gram ampas teh dan 1,5 gram ampas kopi

Dari data pertumbuhan tinggi tanaman di atas dapat diketahui rerata tanaman dari minggu
ke-1 sampai minggu ke-4, disajikan dalam tabel 4.5 sebagai berikut:

4.1.5Hasil Tinggi Tanaman dari Minggu ke-1 sampai Minggu ke-4


Berdasarkan pengamatan terhadap pertumbuhan tinggi tanaman cabe yang ditanam secara
hidroponik dengan penambahan ampas teh dan ampas kopi dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.5 Rerata Tinggi Tanaman dari Minggu ke-1 sampai Minggu ke-4
Perlakuan

Minggu ke-

Rerata Total

PO

6.20**

6.70**

7.07**

7.6*

27.57**

P1

6.83

7.6

8.87

10.00

33.33

P2

6.70

7.3

8.43

9.03

31.49

P3

7.63*

9.00*

11.70*

14.00*

42.33*

Keterangan:
* Tanaman dengan ketinggian paling tinggi
** Tanaman dengan ketinggian paling rendah
PO: Air 300 mL sebagai control
P1: Air 300 mL ditambah ampas teh 3 gram
P2: Air 300 mL ditambah ampas kopi 3 gram
P3: Air 300 mL ditambah 1,5 gram ampas teh dan 1,5 gram ampas kopi
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tinggi tanaman cabe dengan air
biasa, tambahaqn ampas teh, ampas kopi dan campuran ampas teh dan ampas kopi menunjukkan
peningkatan. Dari minggu ke-1 sampai minggu ke-4 tinggi tanaman yang paling tinggi adalah
pada perlakuan P3 yaitu penambahan campuran ampas teh dan ampas kopi dengan rerata total
42,33 cm, pertumbuhan tinggi terendah adalah pada air biasa (control) yaitu dengan rerata total
27,57 cm.

Pertumbuhan tinggi tanaman dari minggu ke-1 sampai minggu ke-4 dapat dilihat pada
grafik 4.5 berikut ini:

Gambar 4.1 Grafik Pertumbuhan Seluruh Tanaman dari Minggu ke-1 sampai Minggu ke-4
Pada gambar 4.5 dapat diketahui bahwa tinggi tanaman paling tinggi adalah pada perlakuan
campuran 1,5 gram ampas teh dan 1,5 gram ampas kopi (P3), sedangkan tanaman dengan tinggi
terkecil adalah pada perlakuan air biasa atau control (PO).

4.2 Analisis Hasil Pengamatan

1.

Tinggi Tanaman Minggu ke-1

Dari hasil analisis data pengaruh ampas teh dan ampas kopi pada pertumbuhan tanaman
cabe dengan media hidroponik, menunjukkan bahwa pada minggu pertama setelah penanaman
perlakuan pemberian campuran ampas teh dan ampas kopi (P3) sudah menunjukkan pengaruh
yang nyata terhadap tinggi tanaman. Pada perlakuan P3 memberi pengaruh yang paling baik
pada pertumbuhan tanaman cabe dengan tinggi rata-rata 7,63 cm, mengalami peningkatan 1,33
cm dari rata-rata awal penanaman (minngu ke-0). Sedangkan pada perlakuan control (PO) yaitu
air biasa menunjukkan hasil yang paling rendah yaitu dengan rata-rata 6,2 cm, meningkat 0,23
cm dari rata-rata awal penanaman (minggu ke-0). Hasil antara perlakuan P1 dan P2 berbeda tipis
yaitu P1 dengan tinggi rata-rata 6,83 cm mengalami peningkatan 0,77 dari rata-rata awal
penanaman (minggu ke-0) dan P2 dengan tinggi rata-rata 6,70 cm, mengalami peningkatan 0,60
cm dari rata-rata awal penanaman (minggu ke-0). Jadi kandungan ampas teh dan ampas kopi
memberikan dampak yang paling baik pada minggu pertama, sebab kandungan ampas teh yaitu
Nitrogen (N) yang memacu pertumbuhan daun dan batang serta membantu pertumbuhan akar.
Seng (Zn) berperan dalam pembentukan hormone auksin yang bermanfaat untuk merangsang
perpanjangan sel batang dan sel akar.Kalsium (Ca) yang berperan membantu pertumbuhan ujung
akar dan pembentukan bulu akar.Sedangkan pada ampas terdapat nitrogen.Fosfor (P) yang
mendorong pertumbuhan akar muda, kalium (K) yang dapat menguatkan batang tanaman.
Menurut Dharmawan, ampas kopi dapat menambah asupan Nitrogen, Fosfor dan Kalium (NPK)
yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga dapat menyuburkan tanah.

2. Tinggi Tanaman Minggu ke-2


Pada minggu kedua setelah penanaman perlakuan pemberian campuran ampas teh dan
ampas kopi (P3) menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman. Pada perlakuan P3
memberi pengaruh paling baik pada pertumbuhan tanaman cabe dengan tinggi rata-rata 9,00 cm,
mengalami peningkatan 1,37 cm dari rata-rata minggu pertama. Sedangkan pada perlakuan
control (PO) yaitu air biasa menunjukkan hasi yang paling rendah yaitu dengan rata-rata 6,7 cm,
meningkat 0,50 cm dari rata-rata minggu pertama. Perlakuan P1 tingginya 7,63 cm mengalami
peningkatan 0,80 cm dari rata-rata tinggi minggu minggu pertama. Perlakuan P2 menghasilkan
tinggi rata-rata 7,33 cm, mengalami peningkatan 0,63 cm dari rata-rata tinggi minggu pertama.
Pertumbuhan ini disebabkan karena dalam campuran ampas teh dan ampas kopi terdapat unsure
hara makro dan unsure hara mikro.Unsure hara makro yang terkandung pada campuran ampas
teh

dan

ampas

kopi

ini

yaitu

Nitrogen,

Kalium,

Fosfor,

Sulfur,

Kalsium

dan

Magnesium.Sedangkan unsure hara mikro yang terkandung adalah Tembaga dan Seng.Nutrient
untuk tanaman adalah nutrisi yang mengandung unsure hara makro yaitu nutrisi yang dibutuhkan
dalam jumlah banyak dan unsure hara mikro adalah nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah
sedikit.
3.Tinggi Tanaman Minggu ke-3
Pada minggu ketiga setelah penanaman perlakuan pemberian campuran ampas teh dan
ampas kopi (P3) menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman. Pada perlakuan P3
memberi pengaruh yang paling baik pada pertumbuhan tanaman cabe dengan tinggi rata-rata
11,70 cm, mengalami peningkatan 4 cm dari rata-rata tinggi minggu kedua. Sedangkan pada
perlakuan control (PO) yaitu air biasa menunjukkan hasil yang paling rendah yaitu dengan ratarata 7,07 cm, meningkat 0,87 cm dari rata-rata tinggi minggu kedua. Perlakuan P1 dengan tinggi
rata-rata 8,87 cm mengalami peningkatan 2,03 cm dari rata-rata tinggi minggu kedua dan P2

dengan tinggi rata-rata 8,43 cm, mengalami peningkatan 1,73 cm dari rata-rata tinggi minggu
kedua. Ampas teh dan ampas kopi dapat memberikan pengaruh yang nyata terhadap
pertumbuhan tanaman cabe.Kedua factor ini dapat memberikan asupan nutrisi yang diperlukan
tanaman. Unsure yang sama-sama dimiliki kedua ampas ini adalah Magnesium (Mg) yang ikut
dalam pembentukan zat hijau daun dan menyebarkan unsure fosfor keseluruh tanaman serta
Nitrogen (N) yang memacu pertumbuhan daun, batang serta membantu pembentukan akar muda.
Selain itu ampas teh mengandung unsure antioksidan yang sangat ampuh membantu memerangi
radikal bebas pada sel tanaman.Dan ampas teh mengandung magnesium, sulfur, dan kalium yang
dapat membantu pertumbuhan tanaman.
5 Tinggi Tanaman Minggu ke-4
Pada minggu keempat setelah penanaman perlakuan pemberian campuran ampas teh dan
ampas kopi (P3) tetap menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman. Pada
perlakuan P3 memberi pengaruh yang paling baik pada pertumbuhan tanaman cabe dengan
tinggi rata-rata 14,00 cm, mengalami peningkatan 2,30 cm dari rata-rata tinggi minggu ketiga.
Sedangkan pada perlakuan control (PO) yaitu air biasa menunjukkan hasil yang paling rendah
yaitu dengan rata-rata 7,60 cm, meningkat 0,53 cm dari rata-rata tinggi minggu ketiga. Perlakuan
P1 dengan tinggi rata-rata 10 cm mengalami peningkatan 1,13 cm dari rata-rata tinggi minggu
ketiga dan P2 dengan tinggi rata-rata 9,03 cm, mengalami peningkatan 0,60 cm dari rata-rata
tinggi minggu kedua. Jadi pertunbuhan paling tinggi adalah pada perlakuan P3, hal ini
disebabkan karena ampas teh dan ampas kopi mengandung unsure-unsur yang diperlukan
tanaman. Ampas teh mengandung kalsium, kalium, magnesium, nitrogen, seng, tembaga dan
karbon organic. Sedangkan ampas kopi mengandung nitrogen, fosfor, kalium, sulfur, dan
kalsium. Sehingga jika kedua ampas ini disatukan dan diberikan pada tanaman akan memberikan
nutrisi yang lebih kompleks dibandingkan jika ampas diberikan secara tidak bersamaan. Jenis
pupuk organic yang dianjurkan untuk hidroponik adalah pupuk majemuk NPK dengan
kandungan Nitrogen (N), fosfor (P) dan Kalium (K).jadi ampas kopi dan ampas teh bisa
digunakan untuk pupuk hidroponik Karena juga mengandung unsure-unsur tersebut.

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa ampas teh
dan ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai penambah nutrisi pada pertumbuhan tanaman cabe
(Capsicum frutescens L.) dengan media hidroponik. Hasil tinggi tanaman dengan campuran
ampas teh dan ampas kopi yaitu dengan tinggi rata-rata 14,00 cm. Tinggi tanaman dengan
pemberian ampas teh adlah 10,00 cm. Tinggi tanaman dengan pemberian ampas kopi adalah 9,03
cm dan tinggi tanaman pada control adalah 7,60 cm. Jadi pertumbuhan tanaman cabe (Capsicum
frutescens L.) tertinggi adalah pada perlakuan pemberian campuran ampas teh dan ampas kopi.

5.2 Saran
1. Agar memperhatikan intensitas cahaya yang mengenai tanaman, yaitu cahaya tidak terlalu banyak
atau terlalu sedikit.
2. Air dan ampas disarankan untuk diganti setiap hari atau maksimal 2 hari sekali untuk menghindari
ampas mengalami fermentasi. Pencucian wadah juga harus dilakukan saat penggantian ampas.
3. Pembuatan lubang pada Styrofoam hendaknya tidak terlalu menekan tanaman agar tanaman dapat
tubuh secara optimal.
4. Memberikan kapur anti semut disekitar area tanaman.

DAFTAR PUSTAKA

Pujiyanto, Sri. 2007. Khazanah Pengetahuan Biologi 1. Solo: PT


Wangsa Jatra Lestari.
Cahyono, Bambang. 2003. Teknik Budidaya & Analisis Usaha Tani
Cabai Rawit.Yogyakarta: Kanisiu
CONTOH KARYA ILMIAH

KARYA ILMIAH
JERUK
MANFAAT BUAH JERUK BAGI KESEHATAN
Karya tulis ini disusun untuk memenuhi tugas :

Mata Pelajaran

: Bahasa Indonesia

Guru Pembimbing

: Endang Realita,S. Pd

Disusun oleh :
Nama : Rika Andriyani
kelas : XI IPA 5

LEMBAR PENGESAHAN
KARYA TULIS ILMIAH
MANFAAT BUAH JERUK BAGIKESEHATAN
Nama : Rika Andriyani
Kelas

: XI ipa 5

KARYA TULIS ILMIAH


Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas
bahasa indonesia

Karya tulis ilmiah ini disahkan oleh :


Nama

tanggal

tanda

tangan
Endang Realita,S.Pd

9, mei, 2012

Kata Pengantar
Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan
karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas Karya Ilmiah
Bahasa Indonesia ini. Tidak lupa juga Saya capkan terima kasih kepada guru bahasa
Indonesia yaitu Ibu ENDANG REALITA,S.Pd yang telah membimbing Saya agar dapat
mengerti tentang bagaimana cara menyusun karya tulis ilmiah ini.
Karya Ilmiah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang manfaat buah
jeruk bagi kesehatan , yang Saya sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber.
Makalah

ini di susun oleh Saya dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari

diri Saya maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama
pertolongan dari Tuhan akhirnya Karya Ilmiah ini dapat terselesaikan.
semoga Karya Ilmiah Saya Dapat bermanfaat bagi Para, Pelajar, Umum Khususnya pada
diri saya sendiri dan semua yang membaca Karya Tulis Saya ini, Dan Mudah mudahan

Juga dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun Karya
Ilmiah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Saya mohon untuk saran dan kritiknya.
Terima kasih.

Palembang 2 mei 2012

Rika Andriyani

DAFTAR ISI

I. Bagian Awal

................................................................................................... I

A. Halaman Judul ..........................................................................................1.1


B. Lembar Pengesahan..................................................................................1.2
C. Kata Pengantar..........................................................................................1.3
D. Daftar Isi....................................................................................................1.4

II. Bagian Inti.............................................................................................................II


A. Pendahuluan.............................................................................................2.1
B. Tinjaun Pustaka.......................................................................................2.2
C. Metodelogi.................................................................................................2.3
D. Pembahasan..............................................................................................2.4
E. Simpulan....................................................................................................2.5
F. Saran..........................................................................................................2.6
III. Bagian Akhir......................................................................................................III
A. Daftar Pustaka.........................................................................................3.1

II. Bagian Inti


A. Pendahuluan
Tanaman jeruk adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. Cina
dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh. Sejak ratusan tahun yang lalu, jeruk sudah
tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan. Tanaman jeruk yang ada di Indonesia
adalah peninggalan orang Belanda yang mendatangkanjeruk manis dan keprok dari Amerika dan
Itali.
JENIS TANAMAN
Klasifikasi botani tanaman jeruk adalah sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Rutales
Keluarga : Rutaceae
Genus : Citrus
Spesies : Citrus sp.

jeruk mengandung beta karoten, kaya akan antioksidan yang baik memerangi kanker dan
melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Kalsiumnya mampu melindungi tulang dan gigi. Asal
Folat, menyediakan makanan bagi otak dan menjaga perkembangan sel otak. Magnesiumnya,
mengatur tekanan darah, potasium, menjaga kestabilan sistem dan kardiovaskuler, sementara
thiaminnya mampu mengubah makanan menjadi energi.

Selain itu, vitamin B6 yang terkandung dalam sebutir jeruk mampu meningkatkan
hemoglobin yang penting bagi peredaran oksigen dalam tubuh.Kandungan nutrisi tersebut sangat
baik untuk mengobati berbagai penyakit, seperti asma, bronkitis, TBC, rematik, gagal ginjal,
menekan jumlah kolesterol di dalam tubuh, mencegah diabetes, menyembuhkan arthritis,
tekanan darah tinggi, kecanduan alkohol, hingga pneumonia.

B. Tinjauan Pustaka

A. PENGERTIAN JERUK
Jeruk adalah buah-buahan yang banyak mengandung vitamin, zat gizi dan mineral.
Menurut beberapa penelitian jeruk dapat mencegah berbagai penyakit seperti, penyakit kanker
dan stroke.
Sayangnya, selama ini jeruk telanjur terkenal hanya sebagai sumber vitamin C. Padahal, buah
bulat ini juga mengandung sederetan zat gizi esensial lainnya, yang meliputi karbohidrat (zat
gula dan serat makanan), potasium, folat, kalsium, thiamin, niacin, vitamin B6, fosfor,
magnesium, tembaga, riboflavin, asam pantotenat, dan senyawa fitokimia.

B. MACAM-MACAM JERUK
Seperti yang kita ketahui bahwa jeruk itu sangat berguna bagi kehidupan menusia,
sehingga manusia berfikir untuk bagaimana menciptakan jenis jeruk yang baru, maka pada saat
ini jenis jeruk sudah sangat beragam dari mulai jeruk bali, jeruk nipis, jeruk lemon, dan masih

banyak lagi jenis jeruk yang lainnya. meskipun jenis jeruk sampai pada saat sekarang ini sudah
sangat beragam, tetapi manfaat jeruk yang satu dengan yang lainnya sama, karena kendungan
dalam jeruk itu sama.

C. MANFAAT JERUK
Jeruk buah yang sangat populer, mudah diperoleh dan relatif murah itu, ternyata banyak
mengandung zat gizi yang berguna bagi kesehatan dan pencegahan penyakit. Mengapa
demikian? karena jeruk banyak mengandung vitamin c, dan vitamin c itu berfungsi untuk daya
tahan tubuh. Kegunaan jeruk yang paling utama adalah sebagai anti oksidan, dimana anti oksidan
itu berguna untuk pencegahan penyakit kanker, dan juga menurut beberapa penelitian berguna
untuk menunda penuaan dini (awet muda).

D. SYARAT TUMBUH

Iklim

1) Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah.
Untuk daerah yang intensitas dan kecepatan anginnya tinggi tanaman penahan
angin lebih baik ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin.

2) Tergantung pada spesiesnya, jeruk memerlukan 5-6, 6-7 atau 9 bulan basah
(musim hujan). Bulan basah ini diperlukan untuk perkembangan bunga dan buah
agar tanahnya tetap lembab. Di Indonesia tanaman ini sangat memerlukan air
yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus.
3) Temperatur optimal antara 25-30 derajat C namun ada yang masih dapat tumbuh
normal pada 38 derajat C. Jeruk Keprok memerlukan temperatur 20 derajat C.
4) Semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari.
5) Kelembaban optimum untuk pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80%.

Media Tanam

1) Tanah yang baik adalah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 727%, debu 25-50% dan pasir < 50%, cukup humus, tata air dan udara baik.
2) Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok untuk budidaya jeruk.
3) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya jeruk adalah 5,5
6,5 dengan pH optimum 6.
4) Air tanah yang optimal berada pada kedalaman 150200 cm di bawah permukaan
tanah. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm. Tanaman
jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%.
5) Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kemiringan
sekitar 300.

Ketinggian Tempat

Tinggi tempat dimana jeruk dapat dibudidayakan bervariasi dari dataran rendah

sampai tinggi tergantung pada spesies:


1) Jenis Keprok Madura, Keprok Tejakula: 1900 m dpl.
2) Jenis Keprok Batu 55, Keprok Garut: 700-1.200 m dpl.
3) Jenis Manis Punten, Waturejo, WNO, VLO: 300800 m dpl.
4) Jenis Siem: 1700 m dpl.
5) Jenis Besar Nambangan-Madiun, Bali, Gulung: 1700 m dpl.
6) Jenis Jepun Kasturi, Kumkuat: 1-1.000 m dpl.
7) Jenis Purut: 1400 m dpl.

C. METODELOGI
Berdasarkan tujuan dari penelitian ini, maka metode yang digunakanadalah metode
eksperimen dengan cara mengambil data dari hasil penelitian danmetode analisa data secara
kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan tabeldan grafik

D. PEMBAHASAN
A. JENIS-JENIS TANAMAN JERUK

1. Jeruk Manis
Jeruk ini paling banyak jenisnya. Mulai dari jeruk medan, jeruk pontianak, jeruk
keprok, dan jeruk peras. Air jeruk ini bisa dimanfaatkan untuk minuman dan puding selain
dimakan segar.
2. Jeruk Lemon
Berwarna kuning muda, berkulit licin, dan mengandung banyak air. Rasanya
asam, dan beraroma khas.Buah jeruk ini berikut kulitnya bisa dibuat menjadi selai jeruk
(selai marmalade). Jika jeruk lemon dipotong tipis melintang, bisa digunakan untuk hiasan aneka
minuman, punch dan salad.
3. Jeruk Nipis
Jeruk nipis berwarna hijau dan agak menguning setelah matang. Bentuknya bulat
dan licin karena mengandung banyak air. Airnya kaya akan asam sitrat yang dapat mengurai
serat daging. Bisa digunakan untuk menghilangkan bau amis pada ikan dan daging.
4. Orange
Orange enak dimakan setelah matang. Contohnya seperti Navel Orange, Valencia
Orange, dan Florida Orange. Pilih yang bentuknya bulat penuh, kulitnya jingga terang, dan berat.
Air jeruk ini bisa dimanfaatkan untuk jus, es krim, campuran cake, dan lain-lain.
5. Jeruk Mandarin
Sepintas mirip orange, tapi warnanya lebih jingga dan lebih kecil, contohnya
jeruk mandarin Ponkam dan mandarin Imperial. Juringnya yang kecil bisa dimanfaatkan sebagai
hiasan cake dan tarlet.
6. Grapefruit
Dilihat sepintas, jeruk ini mirip jeruk orange tapi bentuknya lebih besar, rasanya
agak asam. Grapefruit kuning warna kulitnya kuning. Grapefruit merah kulitnya agak jingga

sebagian bersemu merah, dan rasanya lebih manis.. Air jeruk ini bisa untuk jus dan campuran
puding. Juringnya bisa digunakan untuk campuran salad dan compote buah.
7. Jeruk Bali
Jeruk bali berukuran paling besar dibanding jenis-jenis jeruk yang lainnya.
Kulitnya berwarna hijau dan tebal, dagingnya kesat, warnanya putih agak merah muda, dan
merah. Setelah kulit juringnya dikupas, daging buah jeruk bali bisa digunakan sebagai campuran
salad, asinan, rujak, dan es serut.

B. MANFAAT TANAMAN JERUK

Vitamin-vitamin yang cukup tinggi pada buah jeruk ini tentu sangat menguntungkan tubuh.
Terutama vitamin C yang yang sudah populer di kalangan orang sebagai zat paling banyak di
buah jeruk yang berfungsi untuk mengatasi sariawan.

Vitamin C memang sangat baik untuk kesehatan tubuh, terutama dalam menjaga kekebalan atau
daya tahan sehingga penyakit tidak mudah menyerang. Selain itu juga baik untuk memperbaiki
jaringan tubuh yang sedang rusak.

Buah jeruk yang kaya anti-oksidan ini juga sangat baik untuk kesehatan. Zat-zat ini sangat
berfungsi untuk menghambat kerusakan sel akibat penyakit kanker. Zat antioksidan ini
contohnya adalah flavonoid.

Merupakan sumber enzim pektin yang berfungsi menurunkan LDL (kolesteroljahat),


memperkecil penyumbatan pembuluh darah dan memperkecil resikoserangan jantung.

Apabila biji buah jeruk manis direndam dalam air hangat dan diminum dapat menetralisir bisa
(racun) yang mematikan.

Apabila diletakkan pada pakaian, kulit buah jeruk dapat mencegah ngengat atau tunggau.
Aromanya pun bisa menetralisir udara kotor. Selain itu, apabila ditahan di mulut bisa
mengharumkan atau mengurangi bau mulut tak sedap. Apabila digunakan sebagai campuran
makanan dapat membantu proses pencernaan.

Perasan kulit buah jeruk dapat digunakan sebagai pembalut luka. Selain itu abu dari kulitnya
merupakan obat gosok yang baik terhadap lepra.

Selain flavonoid, vitamin C juga bisa berperan sebagai antioksidan yang memiliki sifat antikanker.

Manfaat buah jeruk yang lain adalah bisa menurunkan kadar kolesterol jahat yang ada dalam
tubuh. Bila kolesterol jahat berkurang, kita pun akan susah terkena stroke dan gangguan jantung.

Kandungan fosfor dan kalsium yang ada pada buah jeruk, sangat baik untuk pembentukan
tulang dan gigi. Menjaga agar tulang terhindar dari penyakit osteoporosis atau tulang keropos.

Manfaat buah jeruk yang lain juga terletak pada kandungan zat besinya. Mineral ini sangat
bagus untuk pembentukan hemoglobin pada sel darah merah.

Kaya Vitamin B6
Vitamin ini membantu mendukung produksi hemoglobin dan juga membantu menjaga tekanan
darah tetap normal karena adanya magnesium. Menurut sebuah studi oleh peneliti AS dan
Kanada, senyawa yang ditemukan dalam kulit buah jeruk yang disebut Polymethoxylated flavon
(PMFs) juga memiliki potensi untuk menurunkan kolesterol lebih efektif dan tanpa efek samping
daripada beberapa resep obat lainnya.

E. KESIMPULAN

Jeruk atau limau adalah semua tumbuhan berbunga


anggota marga Citrus dari suku Rutaceae (suku jeruk-jerukan). Anggotanya berbentuk pohon
dengan buah yang berdaging dengan rasa masam yang segar, meskipun banyak di antara
anggotanya yang memiliki rasa manis. Rasa masam berasal dari kandungan asam sitrat yang
memang menjadi terkandung pada semua anggotanya.
Jeruk sangatlah beragam dan beberapa spesies dapat saling bersilangan dan
menghasilkan hibrida antarspesies ('interspecific hybrid) yang memiliki karakter yang khas, yang
berbeda dari spesies tetuanya. Keanekaragaman ini seringkali menyulitkan klasifikasi, penamaan
dan pengenalan terhadap anggota-anggotanya, karena orang baru dapat melihat perbedaan
setelah bunga atau buahnya muncul. Akibatnya tidak diketahui dengan jelas berapa banyak
jenisnya. Penelitian-penelitian terakhir menunjukkan adalah keterkaitan kuat Citrus dengan
genus Fortunella (kumkuat), Poncirus, sertaMicrocitrus dan Eremocitrus, sehingga ada
kemungkinan dilakukan penggabungan. Citrus sendiri memiliki dua anakmarga (subgenus),
yaitu Citrus danPapeda.
Asal jeruk adalah dari Asia Timur dan Asia Tenggara, membentuk sebuah busur yang
membentang dari Jepang terus ke selatan hingga kemudian membelok ke barat ke arah India
bagian timur. Jeruk manis dan sitrun (lemon) berasal dari Asia Timur, sedangkan jeruk bali, jeruk
nipis dan jeruk purutberasal dari Asia Tenggara.
Banyak anggota jeruk yang dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pangan, wewangian,
maupun industri. Buah jeruk adalah sumber vitamin C dan wewangian/parfum penting. Daunnya
juga digunakan sebagai rempah-rempah.

F. SARAN

Sebaiknya semua orang mengkonsumsi buah jeruk sebanyak mungkin, karena manfaat buah
jeruk sangat baik bagi kesehatan karena mengandung vitamin c yang baik bagi tubuh.
Pada saat ini mencari buah jetuk sangat mudah dan bisa dibuat bemacam aneka minuman dan
makanan.

III. BAGIAN AKHIR


A. DAFTAR PUSTAKA
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Jeruk

2.http://wong168.wordpress.com/2012/01/10/beberapajenis-jeruk/
3. http://xamherbal.com/manfaat-buahjeruk/

4. http://www.scribd.com/doc/51645280/ProposalPenelitian
5. http://www.google.co.id/
6. http://www.google.co.id/imghp?
hl=id&tab=wi