Anda di halaman 1dari 9

KONSEP-KONSEP DASAR

SOSIOLOGI

PENDAHULUAN
Sosiologi dimata orang tertentu acapkali
dilihat hanya menciptakan pengacaupengacau masyarakat, pembuat onar, tukang
protes, orang-orang rewel, atau demonstran
yang pekerjaaannya mengganggu ketertiban.
Sosiologi bukan menghasilkan tukang
namun para pemikir yang senantiasa peka dan
kritis terhadap realitas sosial.
Sumbangan Sosiologi tidak langsung
dirasakan, tetapi sifatnya mendasar.

APA ITU SOSIOLOGI ?


Sosiologi bukanlah semata-mata pure science,
namun juga applied science
Sosiologi bukanlah seperangkat doktrin yang
kaku dan selalu menekan apa yang
seharusnya terjadi, melainkan ilmu yang
mencoba menelanjangi realitas:
mengungkap fakta-fakta dibalik realitas yang
tampak.
Sosiologi membongkar apa yang tersembunyi
(latent) dibalik realitas nyata (manifest)
Perilaku manusia dilihat dalam kaitannya
dengan struktur-struktur kemasyarakatan dan
kebudayaan yang dimiliki.

Subjek kajian Sosiologi paling sulit dimengerti dan


diramalkan karena perilaku manusia merupakan
persilangan antara individualitas dan sosialitas
yang keduanya saling mengisi dan meresapi
Fokus bahasan Sosiologi adalah interaksi
manusia, yaitu pada pengaruh timbal balik di
antara dua orang atau lebih dalam perasaan,
sikap dan tindakan.
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur
sosial dan proses-proses sosial termasuk
perubahan sosial
Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara
unsur-unsur sosial yang pokok dan proses sosial
adalah pengaruh timbal balik antara pelbagai segi
kehidupan bersama

PERKEMBANGAN SOSIOLOGI
Sosiologi adalah ilmu paling muda dalam ilmu
sosial
Awal perkembangan Sosiologi dimulai sejak
Revolusi Perancis dan Revolusi Industri sepanjang
abad 19
August Comte adalah orang pertama yang
memberi istilah Sociology dalam bukunya Positive
Philosophy terbit tahun 1838.
Menurut Comte, Sosiologi harus didasarkan pada
observasi dan klasifikasi yang sistematis, dan
bukan pada kekuasaan dan spekulasi.
Dikenal adanya tiga tahap ilmu pengetahuan:
teologis, metafisis, dan positivisme

Sosiologi menjadi lebih populer berkat jasa


Herbert Spencer yang menulis buku Principles
of Sociology (1876).
Spencer menerapkan teori evolusi organik
pada masyarakat manusia.
Banyak ahli sepakat bahwa yang melatarbelakangi kelahiran sosiologi adalah krisiskrisis yang terjadi didalam masyarakat.
Laeyendecker (1983) mengidentifikasi krisis
tersebut seperti tumbuhnya kapitalisme,
reformasi Martin Luther, individualisme,
revolusi industri dan revolusi perancis
Sosiologi acapkali disebut sebagaiilmu
keranjang sampah (dengan nada memuji).

Perkembangan Sosiologi makin mantap sejak


Emile Durkheim (1895) menerbitkan bukunya Rules
of Sociological Method.
Tugas sosiologi adl mempelajari fakta-fakta sosial,
yakni sebuah kekuatan dan struktur yang bersifat
eksternal, tetapi mampu mempengaruhi perilaku
individu.
Berbeda dg Durkheim, menurut Max Weber yang
lebih penting sosiologi bergerak pada upaya
memahami di tingkat makna dan mencoba mencari
penjelasan pada faktor-faktor internal yang ada di
masyarakat itu sendiri.
Weber mengajak sosiolog keluar dari pikiran
ortodoks & terbuka mengakui relativitas
interpretasi.

Abad 20, perkembangan sosiologi makin variatif.


Fokus sosiologi bergeser dari structure ke
agency, yaitu dari masyarakat yang dipahami
sebagai seperangkat batasan eksternal yang
membatasi bidang pilihan menuju pemahaman
bahwa latar belakang sosial sebagai kumpulan
sumber daya yang diambil oleh aktor-aktor untuk
mengejar kepentingan mereka sendiri.
Era tahun 2000-an perkembangan sosiologi
semakin mantap dengan munculnya bidang kajian
sosiologi terapan yang semakin variatif seperti
sosiologi politik, sosiologi ekonomi, sosiologi
industri, dan di bidang kesehatan juga muncul
kajian sosiologi kesehatan.

MENAKAR MODERNISASI
Di negara maju sosiologi relatif mapan dan mampu
mengambil prakarsa untuk memberikan
penjelasan, saran, dan mampu memahami perubahan yang terjadi di masyarakat.
Di negara berkembang, perkembangan sosiologi
sempat mengalami pasang surut, bahkan krisis.
Pada masa Orde Baru, program pembangunan
yang dipraktekkan di lapangan sering dicangkokkan begitu saja (ditransplantasikan), sehingga
yang terjadi selain perubahan sosial secara
dramatis danmasif di berbagai wilayah, juga
kesenjangan sosial, proses marginalisasi yang
ujungnya memicu terjadinya perlawanan sosial
masyarakat.