Anda di halaman 1dari 7

ANGIN

Pengertian Angin
Angin adalah gerakan udara yang disebabkan adanya perbedaan suhu, yang selanjutnya
mengakibatkan perubahan tekanan. Tekanan udara naik jika suhunya rendah dan turun
jika suhunya tinggi. Angin bertiup dari daerah tekanan tinggi ke daerah tekanan rendah.
Jenis Jenis Angin
Angin dapat digolongkan atas beberapa macam sebagai berikut.
a. Angin Pasat
Angin pasat adalah angin yang berembus terus-menerus dari daerah maksimum subtropik
ke daerah minimum khatulistiwa. Akibat adanya rotasi bumi maka di belahan utara terjadi
angin pasat timur laut dan di belahan selatan terjadi angin pasat tenggara.

b. Angin Antipasat
Angin antipasat adalah kembalinya angin pasat. Udara yang naik ke daerah khatulistiwa,
setelah sampai di atas kemudian mengalir ke arah kutub dan turun di daerah subtropik.
c. Angin Barat
Angin barat, yaitu angin antipasat yang menuju ke kutub dan membelok LS/LU. Angin
ini arahnya dari barat ke timur sampai daerah 40 o LS, angin ini disebut The sehingga
disebut angin barat. Di daerah 40o Roaring Fortiessebab di atas lautan daerah ini terdengar
suara gemuruh.
d. Angin Fohn
Angin fohn terjadi karena udara yang mengandung uap air membentur pegunungan atau
gunung yang tinggi sehingga naik. Semakin ke atas, suhu semakin dingin dan terjadilah
kondensasi yang selanjutnya terbentuk titik-titik air.

Titik-titik air itu kemudian jatuh sebagai hujan sebelum mencapai puncak pada lereng
pertama. Angin ini terus bergerak menuju puncak, kemudian menuruni lereng berikutnya
sampai ke lembah. Karena sudah menjatuhkan hujan maka angin yang menuruni lereng
ini bersifat kering. Akibat cepatnya gerakan menuruni lereng, angin menjadi panas
sehingga angin fohn memiliki sifat menurun, kering, dan panas. Sifat angin fohn tersebut
tidak menguntungkan bagi pertanian karena dapat melayukan tanaman.
Contoh angin fohn di Indonesia antara lain angin Bohorok di Deli, angin Kumbang di
Cirebon, angin Gending di Pasuruan, angin Brubu di Ujungpandang, dan angin Wambrau
di Biak.
e. Angin Darat dan Angin Laut
Adanya angin darat dan angin laut disebabkan oleh perbedaan sifat antara daratan dan
lautan dalam menahan panas. Daratan lebih cepat menerima panas, tetapi lebih cepat pula
dingin. Sebaliknya, lautan lebih lama menerima panas, tetapi lebih lama pula melepas
panas. Angin darat bertiup dari darat ke laut pada malam hari. Angin ini digunakan oleh
para nelayan untuk turun ke laut mencari ikan pada malam hari, sedangkan angin laut
bertiup pada siang hari dari laut ke darat. Angin ini dipergunakan oleh nelayan untuk
kembali ke pantai setelah menangkap ikan.

Untuk nelayan yang menggunakan perahu bermotor, tidak bergantung angin darat dan
angin laut.
f. Angin Gunung dan Angin Lembah
Angin gunung bertiup dari lereng ke lembah pada malam hari, sedangkan angin lembah
bertiup dari lembah ke gunung pada siang hari.

Pengertian dan Jenis-jenis Angin


g. Angin Monsun
Angin monsun adalah angin yang arahnya selalu berganti setiap setengah tahun sekali
tergantung pada letak matahari. Indonesia LU dan 23 o LS mengenal adanya angin
monsun karena terletak antara 23o serta terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia.
Kedua benua tersebut terletak di belahan bumi yang berbeda. Dengan demikian, terjadi
angin monsun yang melalui Indonesia, yaitu monsun barat dan monsun timur.
1)Angin Monsun Barat
Antara bulan Oktober dan April, matahari beredar di belahan bumi selatan, akibatnya,
Australia bertekanan rendah dan Asia bertekanan tinggi.

Oleh karena itu, angin yang bertiup dari Asia ke Australia disebut angin monsun barat.
Karena angin ini banyak mengandung uap air maka di Indonesia terjadi musim
penghujan.
2)Angin Monsun Timur

Pada bulan April sampai Oktober di Australia terjadi tekanan udara tinggi dan di Asia
bertekanan rendah sehingga angin bertiup dari Australia ke Asia yang disebut angin
monsun timur. Angin ini bersi-fat kering karena berasal dari gurun pasir di Australia
sehinggadi Indonesia terjadi musim kemarau, namun setelah melewati Samudera Hindia
angin menjadi basah.

Dampak positif angin muson timur


1. Pendapatan para petani garam akan mengalami kenaikan dan kualitas garam yang
dihasilkan pun meningkat.
2. Kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah wisata khususnya pantai yang
memiliki pemandangan yang indah serta gelombang laut atau ombak yang indah
akan meningkat.
3. Aktivitas atau kegiatan sebagian besar orang yang dilakukan di area terbuka
menjadi lebih mudah.
4. Para petani yang baru saja selesai panen akan lebih cepat mendapatkan padinya
kering karena membutuhkan waktu yang sedikit dalam proses penjemurannya.
5. Lalu lintas perjalanan di udara akan lebih lancar dan nyaman dibanding ketika
musim penghujan.
6. Aktifitas nelayan untuk menangkap ikan menjadi lancar karena cuaca yang cerah.

Dampak negatif angin muson timur


1. Terjadi bencana kekeringan yang melanda di sebagian besar wilayah Indonesia,
sedikitnya pasokan air.
2. Suhu udara yang sangat tinggi, kelembaban udara rendah dan pergantian cuaca
secara fluktuatif, sering mengakibatkan lemahnya kondisi tubuh manusia dari
serangan berbagai penyakit karena pancaroba, seperti seperti biang keringat,
jerawat dll.
3. Mengakibatkan ion tubuh cepat berkurang, sehingga tubuh akan cepat mengalami
kelelahan.
4. Kesulitan untuk mendapatkan air bersih, karena persediaan air bersih ketika
musim penghujan sebelumnya yang semestinya dapat dimanfaatkan ketika musim
kemarau tiba sebagian besar tercemar oleh tumpukan sampah-sampah (umumnya
terjadi di kota-kota besar yang kumuh dan padat penduduk).
5. Para petani terancam gagal panen karena kurangnya pasokan air untuk sawah
mereka.
6. Banyaknya pohon yang mati dan layu akibat kurang mendapat air.
7. Polusi udara dan debu yang beterbangan di udara semakin meningkat ketika
musim kemarau diakibatkan oleh asap serta gas buang dari kendaraan
bermotor.jalan berdebu sehingga sering menimbulkan penyakit pernafasan seperti
flu, sesak nafas dan gangguan pernafasan lainnya.
8. Tanah pertanian akan mengalami kekeringan sehingga mengganggu proses
tumbuhan dan menghambat proses metabolisme tanaman pertanian.
9. Mengakibatkan perubahan pola tanam. Akibat perubahan cuaca yang tidak
menentu, petani diharapkan menyesuaikan pola tanam dalam menghadapi musim
tak ada hujan ini. Petani yang mengandalkan tadah hujan sulit mendapatkan air.
10. Sulit untuk mendapatkan air, baik bagi manusia itu sendiri, tumbuhan dan juga
hewan. Air menjadi sebuah barang yang langka. Untuk mendapatkan air pun
menjadi sebuah perjuangan berat yang harus dilakukan.
11. Berpotensi terjadi kebakaran hutan besar-besaran akibat areal hutan yang kering,
dan pergesekan antara ranting-ranting pohon yang kering.
Dampak positif angin muson barat
1. Ketersediaan air akan tercukupi dan tidak ada lagi masalah kekurangan air.

2. Masa tanam bagi kebun lebih panjang


3. Suplai air di daerah tangkapan air seperti waduk, embung dan danau akan lebih
banyak sebagai persediaan untuk pertanian dan air minum di musim kemarau.
4. Sangat cocok digunakan untuk masa bercocok tanam karena tanaman akan
menjadi tumbuh subur.
5. Cuaca di lingkungan sekitar akan lebih sejuk.
6. Dengan adanya hujan secara otomatis akan membersihkan udara yang kotor
sehingga langit akan tampak lebih cerah.
7. Hutan yang mengalami kebakaran akibat musim kemarau sebelumnya, akan mulai
berkurang.
Dampak negatif angin muson barat
1. Berpotensi menyebabkan tanah longsor apabilatidak ada pohon yang menahan
tanah akibat aliran air ketika hujan.
2. Bagi daerah perkotaan, bahaya banjir masih terus mengancam, karena pada masamasa seperti sekarang ini justru siklus hujan lebih sulit untuk diprediksi. Kadang
hujan lebat datang secara mendadak dalam durasi yang pendek tapi berakibat
rawan banjir.
3. Bagi daerah pertanian seperti persawahan yang mempunyai siklus tanam padi 3
(tiga) bulanan, maka pada akhir Mei sampai pertengahan Juni akan memasuki
masa panen kedua. Apabila masih terjadi hujan maka musim panen akan banyak
menghadapi masalah, seperti tanah persawahan yang masih basah bahkan ada
yang masih tergenang air.
4. Penjemuran padi setelah panen, sulit dilakukan di tempat terbuka karena hujan
cenderung tidak bisa diprediksi.

5. Untuk daerah persawahan yang rawan genangan air akibat luapan sungai juga
terancam gagal panen, karena dengan adanya hujan lebat bisa memicu banjir dan
sungai meluap menggenangi areal persawahan. Padi akan menjadi rusak sebelum
dipanen.