Anda di halaman 1dari 26

A.

KLASIFIKASI TRAKTOR TANGAN


Traktor tangan (hand tractor) merupakan sumber penggerak dari implemen (peralatan) pertanian. Biasanya
traktor tangan digunakan untuk mengolah tanah. Namun sebenarnya traktor tangan ini merupakan mesin yang
serba guna, karena dapat digunakan untuk tenaga penggerak implemen yang lain, seperti : pompa air, alat
prosesing, trailer, dan lain-lain.
Berdasarkan jenis bahan bakar yang digunakan, traktor tangan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
1.

Traktor tangan berbahan bakar Solar

2.

Traktor tangan berbahan bakar bensin

3.

Traktor tangan berbahan bakar minyak tanah (kerosin)

Berdasarkan besarnya daya motor, traktor tangan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

Traktor tangan berukuran kecil, tenaga penggeraknya kurang dari 5 hp

Traktor tangan berukuran sedang, tenaga penggeraknya antara 5 - 7 hp

Traktor tangan berukuran besar, tenaga penggeraknya antara 712 hp

B. MENGENAL TRAKTOR TANGAN


Langkah pertama yang harus dipelajari oleh calon operator untuk dapat mengoperasikan traktor tangan adalah
mengenal traktor tangan itu sendiri. Bagian-bagian utama dari traktor tangan dapat dilihat pada gambar di bawah
ini.

Keterangan gambar:
1) Lamp
2) Engine
3) Clutch
4) Gearbox
5) Handlebar
6) Speed-changing
7) Clutch-brake handle

8) Throttle control handle


9) Steering hand grip
10) Traction adapter
11) Driving wheel
12) Frame
Bagian-bagian utama traktor tangan dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu:
1.

Tenaga penggerak motor.

2.

Kerangka dan transmisi (penerus tenaga).

3.

Tuas kendali.

B.1. Tenaga Penggerak Motor Traktor Tangan


Jenis tenaga penggerak yang sering dipakai adalah motor diesel, tetapi ada juga yang menggunakan motor
bensin atau minyak tanah (kerosin). Daya yang dihasilkan kurang dari 12 Hp, dengan menggunakan satu silinder.
Motor penggerak dipasang pada kerangka dengan empat buah baut pengencang. Lubang baut pada kerangka
dibuat memanjang agar posisi motor dapat digerakkan maju mundur. Tujuannya untuk memperoleh
keseimbangan traktor dan untuk menyesuaikan ukuran v-belt yang digunakan. Traktor akan lebih berat ke depan
apabila posisi motor digeser maju, begitu juga sebaliknya. Untuk menghidupkan motor diesel digunakan engkol,
sedangkan untuk motor bensin dan minyak tanah menggunakan tali starter.

B.2. Kerangka dan Transmisi (Penerus Tenaga) Traktor Tangan


Kerangka berfungsi sebagai tempat kedudukan motor penggerak, transmisi dan bagian traktor lainnya. Bagian
traktor dikaitkan dengan kerangka dengan menggunakan beberapa buah baut pengencang. Mengoperasikan
Tarktor Roda Dua 12 Transmisi berfungsi memindahkan tenaga/putaran dari motor penggerak ke alat lain yang
bergerak. Jenis transmisi yang digunakan ada beberapa macam, seperti : pully, belt, kopling, gigi persneleng,
rantai dan sebagainya.
Tenaga dari motor berupa putaran poros disalurkan melalui pully dan vbelt ke kopling utama. Kopling utama
meneruskan tenaga tersebut ke gigi persneleng untuk menggerakkan poros roda dan poros PTO. Selain untuk
menyalurkan tenaga, gigi persneleng juga berfungsi sebagai pengatur kecepatan putaran poros roda dan poros
PTO. Dari PTO tenaga dasalurkan lewat gigi dan rantai ke mesin rotary. Kopling utama dioperasikan dari tuas
kopling utama. Bila tuas ditarik ke posisi netral, maka tenaga motor tidak disalurkan ke gigi persneleng. Akibatnya
traktor akan berhenti, meskipun kondisi motor penggerak dihidupkan.
Di samping kopling utama, ada dua kopling kemudi. Kopling kemudi terletak di bawah gigi persneleng, di pangkal
poros kedua roda. Kopling kemudi dioperasikan melalui tuas kemudi kanan dan kiri. Apabila kopling kemudi
kanan ditekan, maka putaran gigi persneleng tidak tersambung dengan poros roda kanan. Sehingga roda kanan
akan berhenti, dan traktor akan berbelok ke kiri. Begitu juga sebaliknya apabila kopling kiri ditekan. Sebuah
traktor tangan dapat bergerak maju-mundur dengan kecepatan tertentu karena putaran poros motor penggerak
disalurkan sampai ke roda. Ada tiga jenis roda yang digunakan pada traktor tangan, yaitu; roda ban, roda besi,
roda apung (roda sangkar/cage wheell). Roda ban berfungsi untuk transportasi.dan mengolah tanah kering.
Bentuk permukaan roda ban beralur agak dalam untuk mencegah slip. Roda ban dapat meredam getaran,
sehingga tidak merusak jalan. Roda besi digunakan untuk pembajakan di lahan kering. Sirip pada roda besi akan
menancap ke tanah, sehingga akan mengurangi terjadinya slip pada saat menarik beban berat. Roda apung
digunakan pada saat pengolahan tanah basah. Roda apung ini ada yang lebar, ada juga yang diameternya besar,
sehingga dapat menahan beban traktor agar tidak tenggelam dalam lumpur. Ukuran roda disesuaikan dengan
spesifikasi traktor. Besar kecilnya roda akan berpengaruh terhadap lajunya traktor.

Setiap traktor tangan biasanya dilengkapi dengan standar depan dan standar samping. Standar samping khusus
digunakan untuk pemasangan roda. Pemasangan roda dilakukan satu persatu. Pelepasan roda dari poros
dilakukan dengan cara melepas mur-baut dan atau pena penyambung.
Setelah roda dilepas, baru dipasang roda pengganti yang sesuai. Pemasangan roda ini tidak boleh terbalik.
Untuk roda ban, pada sisi atas ban, arah panah harus ke depan. Untuk roda besi, sisi roda bawah harus
menancap ke tanah. Untuk roda apung, sisi roda bawah tidak boleh menancap ke tanah. Sehingga pemasangan
roda tidak boleh terbalik antara roda kiri dan kanan.
Poros roda traktor biasanya cukup panjang dan dilengkapi dengan beberapa lubang. Poros yang panjang ini
dimaksudkan untuk menyesuaikan lebar olah implemen. Pemasangan roda yang cukup lebar juga akan menjaga
keseimbangan traktor, terutama apabila digunakan pada lahan yang miring. Sedang lubang yang ada di poros
digunakan untuk tempat pena, sehingga menjamin roda tidak akan slip atau lepas pada saat pengoperasian.

B. 3. Tuas Kendali/Kontrol Traktor Tangan


Tuas kendali adalah tuas-tuas yang digunakan untuk mengendalikan jalannya traktor. Untuk mempermudah
jalannya operasional, traktor tangan ada banyak tuas kendali. Namun begitu banyaknya tuas kendali ini akan
mengakibatkan traktor menjadi lebih berat, dan harganya lebih mahal. Untuk itu sekarang banyak diproduksi
traktor yang hanya dilengkapi dengan beberap tuas kendali. Tujuannya agar traktor menjadi ringan, dan harganya
menjadi lebih murah. Meskipun kemampuan traktor menjadi terbatas.

B.3.a. Tuas persneleng utama traktor tangan


Tuas persneleng utama berfungsi untuk memindah susunan gigi pada persneleng, sehingga perbandingan
kecepatan putar poros motor penggerak dan poros roda dapat diatur.Traktor tangan yang lengkap biasanya
mempunyai 6 kecepatan maju dan 2 kecepatan mundur. Kecepatan ini dapat dipilih sesuai dengan jenis
pekerjaan yang sedang dilaksanakan. Sebagai patokan awal dapat digunakan sebagai berikut:
1.

Kecepatan satu untuk membajak tanah dengan mesin rotary

2.

Kecepatan dua untuk membajak tanah dengan bajak singkal/piringan

3.

Kecepatan tiga untuk membajak tanah sawah yang tergenang

4.

Kecepatan empat untuk berjalan di jalan biasa

5.

Kecepatan lima dan enam untuk menarik trailer/gerobak

6.

Mundur satu digunakan pada saat operator berjalan

7.

Mundur dua digunakan pada saat operator naik di trailer/gerobak

B.3.b. Tuas persneleng cepat lambat traktor tangan


Tuas ini tidak selalu ada. Apabila tuas persneleng utama hanya terdiri dari 3 kecepatan maju dan 1 kecepatan
mundur, biasanya traktor tangan dilengkapi dengan tuas persneleng cepat lambat. Fungsi perneleng ini untuk
memisahkan antara pekerjaan mengolah tanah dengan pekerjaan transportasi (berjalan dan menarik
trailer/gerobak). Dengan adanya tuas cepat lambat, kemungkinan salah dalam memilih posisi persneleng bisa
dikurangi.

B.3.c. Tuas kopling utama traktor tangan

Tuas kopling utama berfungsi untuk mengoperasikan kopling utama. Bila tuas dilepas pada posisi pasang/ON,
maka tenaga motor akan tersambung ke gigi persneleng. Sebaliknya apabila ditarik ke posisi netral/bebas/OFF,
maka tenaga motor tidak disalurkan ke gigi persneleng. Apabila ditarik lagi maka tuas kopling utama akan
tersambung dengan rem yang berada pada rumah kopling utama.

B.3.d. Tuas persneleng mesin rotary traktor tangan


Tuas persneleng mesin rotary berfungsi sebagai pengatur kecepatan putar poros PTO. Biasanya ada dua macam
kecepatan dan satu netral. Apabila hasil pengolahan yang diharapkan halus dan gembur, maka tempatkan posisi
tuas persneleng mesin rotary pada posisi cepat. Begitu juga sebaliknya. (Kecepatan putar pisau rotary dapat juga
diatur dari posisi pemasangan rantai penghubung).

B.3.e. Tuas persneleng kemudi


Ada dua buah tuas kopling kemudi pada setiap traktor tangan, masing-masing ada di sebelah kanan dan kiri.
Tuas ini digunakan untuk mengoperasikan kopling kemudi (kanan dan kiri). Apabila tuas kopling kemudi kanan
ditekan, maka putaran gigi persneleng tidak tersambung dengan poros roda kanan. Sehingga roda kanan akan
berhenti, dan traktor akan berbelok ke kiri. Begitu juga sebaliknya apabila kopling kiri ditekan.

B.3.f. Stang kemudi dan kemudi pembantu


Stang kemudi merupakan bagian traktor yang digunakan untuk berpegangnya operator. Stang kemudi digunakan
untuk membantu membelokan raktor. Meskipun sudah ada tuas kopling kemudi, namun agar berbeloknya traktor
dapat lebih tajam, perlu dibantu dengan stang kemudi. Stang kemudi juga digunakan untuk mengangkat
implemen pada saat pengoperasian. Kemudi pembantu digunakan untuk tempat bertumpu bahu operator.
Maksudnya agar menambah beban bagian belakang traktor, sehingga hasil pengolahan tanah bisa lebih dalam.

B.3.g. Tuas gas traktor tangan


Tuas gas traktor dihubungkan dengan tuas gas pada motor penggerak. Tuas ini digunakan untuk mengubah
kecepatan putaran poros motor penggerak yang sesuai dengan tenaga yang dibutuhkan. Tuas ini juga berfungsi
untuk mematikan motor traktor, apabila posisinya ditempatkan pada posisi STOP.

B.3.h. Tombol lampu dan bel traktor tangan


Kadang-kadang traktor digunakan pada waktu malam hari, sehingga diperlukan penerangan. Tombol bel
diperlukan apabila traktor dijalankan di jalan raya. Dengan adanya tombol lampu dan bel ini, motor traktor harus
dilengkapi dengan kumparan sebagai sumber arus listrik.

B.3.i. Tuas penyangga depan


Tuas ini dihubungkan dengan penyangga depan. Tuas ini akan menggerakkan penyangga depan. Apabila tuas
didorong akan mendorong penyangga depan turun untuk menyangga traktor. Traktor tangan hanya mempunyai
dua roda.
Apabila traktor dalam keadaan berhenti (ditinggal operator), maka untuk menegakkan traktor diperlukan
penyangga.

B.4. Memeriksa Traktor Tangan Sebelum Dioperasikan


Pemeriksaan Traktor tangan merupakan bagian dari persiapan traktor sebelum dioperasikan. Pemeriksaan
traktor sebelum operasi sangat penting. Diharapkan dengan adanya pemeriksaan ini kondisi traktor dapat

diketahui sejak dini, sehingga penanganannya tidak terlalu sulit. Ada beberapa hal dari bagian traktor yang perlu
dilakukan pemeriksaan, yaitu:
a). Memeriksa mur-baut (25 jam kerja)
Semua mur-baut dan pengikat yang lain harus diperiksa. Jika dibiarkan kendur akan mengakibatkan kerusakan
yang lebih berat. Bagian-bagian traktor akan bisa lepas atau patah.
b). Memeriksa V-belt (25 jam kerja)
Ketegangan V-belt harus tepat. Belt yang dipakai cukup lama akan mengembang sehingga belt akan kendur. Belt
yang kendur akan menimbulkan slip, sedang yang terlalu kencang akan mudah rusak dan menghambat putaran
mesin.
c). Memeriksa bahan bakar
Tangki harus terisi cukup bahan bakar. Tangki yang kosong akan mengakibatkan udara masuk ke saluran bahan
bakar, sehingga traktor susah dihidupkan. Tangki yang dibiarkan kosong pada saat traktor disimpan akan
mengakibatkan terjadinya pengembunan. Lama kelamaan air hasil pengembunan akan semakin banyak
tertampung di dalam tangki. Apabila air ini masuk ke dalam ruang pembakaran akan dapat merusak motor.
Pemeriksaan bahan bakar dapat dilihat dari selang penduga yang berada di samping tangki bahan bakar.
d). Memeriksa saringan bahan bakar (25 jam kerja)
Jenis traktor yang biasa digunakan adalah motor diesel. Bahan-bakar yang masuk ke dalam ruang pembakaran
harus betul-betul bersih. Bahan bakar yang kotor akan menyumbat lubang nozel. Kotoran yang mengendap
biasanya diperiksa pada mangkuk gelas. Untuk memeriksa elemen saringan, kran bahan bakar harus ditutup
terlebih dahulu, sebelum membuka mangkuk gelas.
e). Memeriksa saringan udara
Traktor biasa bekerja di lahan yang penuh debu, sehingga udara yang dihisap motor relatif kotor. Saringan udara
harus dalam kondisi baik, agar dapat menyaring udara dengan sempurna. Saringan udara traktor tangan banyak
yang menggunakan tipe basah. Saringan dibuka dan diperiksa kebersihan saringan kawat serta ketinggian
permukaan dan kebersihan oli.
f). Memeriksa sistem pendingin
Biasanya motor traktor menggunakan sistem pendingin air sebagai pendingin, baik tipe radiator maupun
kondesor. Periksa keberadaan air dan kebersihan ram radiator.
g). Memeriksa tuas kendali/kontrol
Seluruh tuas kendali/kontrol harus beroperasi dengan baik. Dengan beroperasinya tuas kontrol dengan baik,
operator dapat mengoperasikan dengan baik pula. Ada beberapa tuas kontrol yang bisa diatur gerak bebasnya,
seperti: Kopling utama, rem, kopling kemudi, dan gas.
h). Memeriksa tekanan ban
Tekanan ban harus standart (16,5 psi). Tidak boleh terlalu keras atau kempes. Tekanan kedua ban juga harus
sama.
i) Memeriksa sistem pelumasan
Bagian-bagian yang bergesekan, perlu diberi pelumas, agar tidak timbul gesekan dan panas. Ada beberapa
bagian dari traktor tangan yang perlu dilumasi, yaitu :

Bagian dalam motor. Oli motor ditampung dalam karter, dan dapat diperiksa dengan tongkat penduga. Cukup
tidaknya dan kotor tidaknya oli perlu diperiksa. Gigi transmisi. Sama dengan oli motor, oli gigi transmisi juga perlu
diperiksa.
Kabel kopling kemudi. Periksa kondisi kawat yang ada pada kabel kopling, jangan sampai kering atau bahkan
berkarat. Agar tidak berkarat dan lengket perlu dilumasi dengan oli SAE 30/40 Bagian lain dari traktor yang
bergesekan, seperti jari kopling dan cam/pengait kopling utama. Untuk mencegah keausan, perlu dilumasi
dengan oli SAE 30/40
j). Memeriksa implemen
Implemen yang akan dioperasikan harus betul-betul siap. Kelengkapan implemen perlu diperiksa. Implemen yang
bergerak, perlu diberi pelumas.
k). Persiapan peralatan tangan
Peralatan tangan yang sering dipakai, terutama yang digunakan untuk mengoperasikan implemen, harus dibawa.
Beberapa jenis traktor tangan dilengkapi dengan bagasi tempat peralatan tangan tersebut. Tempat peralatan
biasanya dibagian atas traktor.

B.5. Menghidupkan Dan Mematikan Traktor Tangan


Sebagian besar, traktor tangan menggunakan motor diesel sebagai tenaga penggerak dan dihidupkan dengan
engkol. Pemakaian poros engkol dimaksudkan agar traktor tangan dapat lebih murah harganya, dan relatif lebih
awet dibanding dengan sistem start yang lain. Berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah penting dalam
menghidupkan dan mematikan traktor tangan, beserta tujuannya.
Menghidupkan traktor tangan :
1.

Tuas kopling utama diposisikan OFF atau rem, sehingga traktor tidak berjalan pada saat dihidupkan

2.

Untuk keamanan, semua tuas persneleng pada posisi netral.

3.

Buka kran bahan bakar, sehingga terjadi aliran bahan bakar ke ruang pembakaran

4.

Gas dibesarkan pada posisi start, sehingga ada aliran bahan bakar (solar) yang cukup banyak di
ruang pembakaran.

5.

Tuas dekompresi ditarik dengan tangan kiri, untuk menghilangkan tekanan di ruang pembakaran pada
saat engkol
diputar.

6.

Engkol dimasukkan ke poros engkol, lalu putar engkol searah jarum jam beberapa kali, agar oli pelumas
dapat mengalir ke atas melumasi bagian-bagian traktor. Biasanya dilengkapi dengan indikator, untuk
menunjukkan adanya aliran pelumas.

7.

Percepat putaran engkol, sehingga akan menghasilkan cukup tenaga untuk menghidupkan motor.

8.

Lepaskan tuas dekompresi, untuk menghasilkan tekanan, sementara engkol masih tetap diputar sampai
motor hidup.

9.

Setelah motor hidup, engkol akan terlepas sendiri dari poros engkol. Hal ini disebabkan bentuk pengait
engkol yang miring.

10. Geser posisi tuas gas pada posisi idle atau stasioner
11. Hidupkan motor tanpa beban kurang lebih selama 2-3 menit, agar proses pelumasan dapat berjalan
dengan baik
12. Traktor siap untuk dioperasikan
Mematikan traktor tangan:
1.

Lepaskan beban motor

2.

Kecilkan gas pada posisi idle atau stasioner, sehingga putaran mesin akan pelan, selama 2-3 menit.

3.

Geser tuas gas pada posisi stop, hingga motor mati karena tidak ada aliran bahan bakar ke ruang
pembakaran.

4.

Tutup kran bahan bakar

Bebarapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menghidupkan traktor


1.

Traktor ditempatkan pada tempat yang datar, dengan ventilasi udara yang baik.

2.

Traktor sudah diperiksa dan dalam kondisi baik Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat dan
setelah mematikan traktor

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat dan setelah mematikan traktor:

Gas tidak perlu dinaikturunkan sebelum dimatikan

Jangan tergesa-gesa dalam mematikan motor

Semua tuas dalam kondisi netral

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANISASI PERTANIAN

Posted by: Gigin Fajaruddin on: December 9, 2012


In: LAPORAN
1 Comment

LAPORAN PRAKTIKUM
MEKANISASI PERTANIAN (AGT 313)
ACARA I
PENGENALAN TRAKTOR RODA EMPAT DAN TRAKTOR TANGAN SERTA TEKNIK
MENGEMUDIKAN TRAKTOR (SIMPLE DRIVING)
Oleh:
GIGIN FAJARUDDIN
A1L010130

1.
2.

1.
2.
3.

1.
2.
3.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NASIONAL


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2012
I.
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kemampuan mengemudi traktor di jalan (on road driving) merupakan syarat yang harus dipenuhi
oleh seorang operator traktor, sebelum mengoperasikan traktor di lahan pertanian. Mengemudi
traktor, secara mendasar dibedakan berdasarkan:
Mengemudi tanpa gandengan
Mengemudi dengan gandengan
Mengemudikan berarti mengoperasikan dan mengendalikan alat kendali yang terdiri dari kopling,
rem kaki, rem tangan, roda setir, tuas perseneling, dll. Semua alat kendali tersebut mengatur
penyaluran tenaga putar yang dihasilkan oleh sumber tenaga, sehingga didapatkan putaran
tertentu pada roda penggeraknya, kemudian roda setir mengarahkan gerak traktor.
Mengemudi traktor tangan sangat berbeda dengan traktor roda empat. Mengingat roda
penggeraknya ada dua, maka operator harus berjalan kaki mengikuti gerak traktor sambil
mengoperasikannya. Tetapi bila untuk transportasi, maka traktor tangan dirangkaikan dengan
gandengan (trailer).
B. Tujuan
Mengetahui bagian-bagian utama traktor tangan dan traktor roda empat
Mengetahui cara-cara mengemudikan traktor tangan dan traktor roda empat
Belajar mengemudikan traktor tangan dan traktor roda empat
II. TINJAUAN PUSTAKA
Alat mesin pertanian (farm machinery) adalah susunan dari alat-alat yang komplek yang saling
terkait dan mempunyai sistem transmisi (perubah gerak), serta mempunyai tujuan tertentu dan
untuk mengoperasikannya diperlukan masukan tenaga, (Haryono, 1983)
Sesuai yang dikemukakan oleh Arsyad (1967), bahwa terdapatnya traktor dalam suatu desa
menunjukkan bahwa petani di desa tersebut telah memasuki era pertanian modern. Hal ini
mengakibatkan kehidupan petani di desa dengan ertanian modern akan lebih baik dan lebih maju
dibandingkan desa yang pertaniannya masih sederhana dan belum menerapkan teknologi alsintan
(alat dan mesin pertanian).
Macam mesin pertanian secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu :
Alat mesin pembukaan lahan
Alat mesin produksi pertanian
Alat mesin processing hasil pertanian
Pengolahan tanah adalah penyiapan untuk penanaman dan proses mempertahankannya dalam
keadaan remah dan bebas dari gulma selama pertumbuhan tanaman budidaya . tujuan utama dari

1.
2.

1.
2.
3.
4.

1.
2.

maksud dasar pengolahan tanah kedalam tiga fase (1) menyiapkan bedengan benih yang sesuai,
(2) memberantas gulma, dan (3) meningkatkan kondisi fisik tanah. Alat yang sering digunakan
untuk pengolahan tanah yaitu cangkul, sedangkan yang jauh lebih moderen adalah traktor baik
roda dua maupun roda empat, yang nantinya kan digandeng dengan singkal atau garu.
Menurut Mulyoto Hardjosentono (1978), traktor yang akan memegang peranan penting dalam alat
pengolahan tanah, sebagai sumber penggerak peralatannya, dapat dibagi menurut model atau
tipenya yaitu traktor kecil dan traktor besar.
Untuk mengadakan identifikasi dapat ditempuh dengan cara :
Cara langsung, dengan jalan melihat peralatan yang ada dengan mengamati merek
perdagangan (trade mark), nama perdagangan (trade name), model dan tipe.
Cara tidak langsung, dengan melihat atau membaca buku panduan untuk peralatan yang
bersangkutan (buku petunjuk penggunaan, brosur).
Untuk dapat memilih peralatan yang tepat sesuai dengan kebutuhan maka harus diketahui faktorfaktor pembatas yang akan dijumpai dalam penggunaan peralatan tersebut, yaitu :
Topografi wilayah berikut bentuk petak, baik yang sudah ada maupun bentuk yang akan
dipakai.
Sifat fisik tanah termasuk pula sifat mekanis.
Bentuk pekerjaan, volume serta penyebaran pekerjaan per tahun.
Prasarana yang tersedia meliputi tenaga manusia yang melayani penggunaan fasilitas
untuk perawatan dan perbaikan dan fasilitas transportasi, sering pula dimasukan fasilitas
pembiayaan.
Mengemudi berarti mengoperasikan dan mengendalikan alat kendali yang terdiri dari kopling, rem
kaki, rem tangan, roda setir, tuas perseneling. Semua alat tesrsebut mengatur penyaluran tenaga
putar yang dihasilkan oleh sumber tenaga, sehingga di dapatkan putaran tertentu pada roda
geraknya, kemudian roda setir mengarahkan gerak traktor.
Seseorang yang ingin mengendarai traktor tentunya sebelumnya harus berusaha dulu dalam
sebelum nantinya akan mengendarai traktor tersebut. Traktor sendiri terdiri atas dua jenis
diantaranya adalah traktor roda dua atau biasa dikenal dengan traktor tangan dan traktor roda
empat.
Setiap traktor mempunyai karakteristik yang berbeda satu sama lain baik dalam hal penggunaan,
fungsi, cara mengendarai tentu saja juga akan mengalami perbedaan juga. Mengendarai traktor
tentunya mempunyai berbagai jenis dan langkah yang berbeda di tiap jenis traktor, sehingga
memerlukan kita dalam mempelajari bagaimana cara mengendarai traktor yang baik dan benar.
Salah dalam menggunakan traktor akan mengakibatkan berbagai masalah nantinya dalam
mengelola tanah ataupun untuk si pengendara itu sendiri, karena jika terjadi kesalahan dalam
mengendarai traktor akan menyebabkan berbagai kerusakan baik kerusakan kecil ataupun besar.
III. METODOLOGI PRAKTIKUM
A. Alat dan Bahan
Traktor tangan
Traktor roda empat
B. Prosedur Kerja
1. Alat kendali yang ada pada traktor yang digunakan diamati dan digambar semuanya
2. Spesifikasi traktor yang digunakan dicatat
3. Jarak antar roda, baik roda depan maupun roda belakang diukur
4. Langkah-langkah pengoperasian traktor memperhatikan, mulai dari menghidupkan traktor,
berjalan maju-mundur, belok, sampai mematikan traktor, Traktor tangan dan traktor roda empat
dikemudikan dengan bergerak maju-mundur

Pengantar Teknologi Pertanian (traktor tangan)

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Traktor adalah kendaraan yang didesain secara spesifik untuk
keperluan traksi tinggi pada kecepatan rendah, atau untuk menarik trailer
atau instrumen yang digunakandalam pertanian atau konstruksi. Istilah ini
umum digunakan untuk mendefinisikan suatu jenis kendaraan untuk
pertanian. Instrumen pertanian umumnya digerakkan dengan menggunakan
kendaraan ini, ditarik ataupun didorong, dan menjadi sumber utama
mekanisasi pertanian. Istilah umum lainnya, "unit traktor",
yang mendefinisikan kendaraan truk semi-trailer. Kata traktor
diambil dari bahasa Latin, trahere yang berarti "menarik". Awalnya dipakai
untuk mempersingkat penjelasan "suatu mesin atau kendaraan yang menarik
gerbong.
Di bidang pertanian telah dikenal enam jenis sumber tenaga
penggerak peralatan pertanian pertanian diantaranya adalah manusia,
ternak, angin, air, listrik dan motor bakar. Masing-masing sumber tenaga
tersebut memiliki keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan . Dari
keenam sumber tenaga tersebut sampai saat ini motor bakar
memperlihatkan kemungkinan penggunaan yang lebih luas.
Salah satu usaha dalam meningkatkan produksi pertanian adalah
sumber tenaga yang baik Sumber tenaga dibidang pertanian ada bermacammacam yaitu manusia, ternak, motor bakar dan banyak lagi. Sumber tenga
yang palig umum digunakan pada pengolahan tanah adaah manusia, ternak
dan motor bakar. Penggunaan sumber tenaga dibidang pertanian antara lain :
sumber tenaga untuk menarik bahan pada pengolahan lahan, penyiangan,
penanaman, pemanenan dan lain sebagainya, tenga untuk memutar pada
belt, gigi, rantai dan lain-lainnya.
Manusia mempunyai tenaga sekitar 74,6 watt, sehingga untuk bekerja
secara terus menerus kurang efisien dan kurang efektif. Sumber tenaga
manusia akan dibutuhkan pada keadaan yang mana tenaga ternak dan
traktor tidak dapat dioperasikan biasanya pada lahan yang sempit dan
curam.

Sumber tenaga ternak sangat berperanan di Negara-negara yang


berkembang, hal ini dsebbkan karena tenaga ternak cukup murah harganya,
dan mudah didapat dan juga menghasilkan kemampuan yang lebih besar
dari pada tenaga manusia.
Tenaga motor sebagai sumber tenaga yang paling mutakhir di bidang
pertanian. Penggunaan traktor dibidang pertanian akan meningkatkan
kapasitas lapang, menguragi biaya produksi, meningkatkan hasil pertanian
dan mengurangi kelelahan dalam bekerja.Pada saat ini traktor merupakan
sumber tenaga yang paling besar untuk pengolahan tanah. Traktor adalah
salah satu bentuk dari motor bakar.
Traktor adalah suatu sumber tenaga lain yang sebagai hasil dai
pengembangan penggunaan motor bakar sebagai unit tenaga. Keterbatasan
motor bakar sebagai sumber tenaga tarik atau dorong dapat diatasi dengan
adanya traktor. Traktor disamping sebagai tenaga tarik atau dorong dapat
juga digunakan sebagai sumber tenaga putar.
Pengolahan lahan yang secara mekanis di Indonesia sudah dimula
sekitar tahun 1905 1906 di PG. Ketanggungan Barat dan PG. Tertana Baru
dengan menggunakan LOKO, yang sebagai sumber tenaga untuk menarik
atau disebut juga tenaga tarik. Penggunaan traktor sebagai sumber tenaga
menarik alat pengolahan tanah (bajak) diperkenalkan pada tahun 1914
(Noerman Kartohadikoesoema, 1983). Sejak 1950, pemerintah telah memulai
menaruh perhatian dalam mengembangkan tenaga-tenaga mekanis.
Perkembangan ini yang pesat, terutama dalam bidang kegiatan pengolahan
hasil pertanian.
Sejalan dengan perkembangan pembangunan pertanian diikuti juga
dengan kenaikan penggunaan peralatan mekanis. Moens dan Wanders (1981)
mengemukakan bahwa ada tiga macam energi dibidang pertanian yaitu :
manusia, ternak dan mekaanisme (tenaga yang berasal dari bahan bakar
bumi). Di Indonesia sendiri pada tahun 1977 banyak orang yang telah aktif
dibidang produksi pertanian. Traktor ada tiga kelompok yaitu : traktor tangan
yang dua roda, traktor kecil empat roda dan traktor yang berukuran sedang .
Traktor tangan dan traktor kecil banyak digunakan di sawah sedangkan
traktor yang berukuran sedag biasanya digunakan di perkebunan-perkebunan
yang besar.
Motor bakar adalah suatu alat mekanisme atau mesin yang merubah
tenaga panas dari suatu bahan yang dapat terbakar menjad tenaga yang
dapat dipergunakan. Motor bakar disebut juga motor kalor , yaitu mesin yang
menggunakan energi termal untuk melakukan kerja mekanik atau yang
mengubah energi termal menjadi energi mekanik. Enargi termal dapat
diperoleh dalam proses pembakaran, proses fisi bahan bakar nuklir atau
proses yang lain.

Kapasitas traktor ditentukan oleh tenaga aktif dari motor, konstruksi


traktor, dan keadaan kerja. Tenaga motor bakar umumnya dignkan untuk
gerakan stasioner, meggerakkan traktor, menarik peralatan dan alat-alat
melalui p.t.o. Untuk mesin-mesin yang stasioner tenaga yang tersedia kirakira 85-90%, sedangkan sisanya hilang karena adanya gesekan pada gear
box traktor.
Faktor yang menentukan tenaga maksimal adalah tanah meliputi berat,
distribusi berat, besar roda, bentuk keadaan ban, extensi roda dan
sebagainya. Beberapa tenaga yang ada pada traktor antara lai :
1. Indicative power yaitu kemampuan tenaga kerja di dalam
silinder. Tenaga ini yang menekan piston yang dapat dihitung.
2. Brake power yaitu tenaga yang tersedia pada roda gila dan
dengan memperhatikan tenga untuk mengatasi gesekan. Untuk
mengetahui kehilangan tenaga dipergunakan electric dynamo
meter.
3. PTO Power yaitu tenaga dhasilkan oleh PTO. Untuk mengukur
digunakan dynamometer.
Peralatan yang digunakantraktor dalam mengolah tanah sangat
beragam. Dalam pemilihan peralatan untuk penglahan tanah harus
diperhatikan hubungan karakteristik peralatan dengan tanah atau lahan yang
diolah. Beberapa peralatan pengolahan tanah yang ditarik traktor antara
lain :
a. Bajak singkal, yang dipergunakan untuk pengolahan tanah yang
mempunyai lahan/tanah rumput , tanah yang bersih dari akar
dan batu
b. Bajak piring, yang dipergunakan juga untuk penglahan tanah,
tanah/lahan yang umumnya dipergunakan bajak piring adalah
tanah plastis, berbatu, berakar, alang-alang, keras, kasar dan
lain sebagainya. Bajak piring bentuknya bulat cekug seperti
piring atau alat penggoregan dengan garis tengah 60-80 cm.
c. Bajak rotary, dibedakan dari segi konstruksinya terhadap bajak
piring maupun bajak singkal. Hasil pembajakan dengan bajak
rotary memberikan hasil oleh yang langsung hancur dan merata,
karena jenis bajak ini terdiri dari pisau-pisau rotary putar yang
menghancurkan tanah. Gerakan putar pisau diatur dengan
system penyaluran tenaga dari proses mesin traktor
d. Penggaruan, digunakan pada penglahan tanah yang
menggunakan alat yaitu garu piring dan garu sisir. Pada
umumnya peggaruan mempunyai tujuan untuk lebih
menghacurkan tanah dan meratakan permukaan tanah setelah
dilakukan pembajakan lebih dahulu.

SISTEM TRAKSI

1. Pengantar
Traktor sebagai mesin penarik; Pengubahan gerak putaran menjadi tarikan; Teori traksi;
2. Teori Gerak Roda di Tanah
Teori gerak roda di tanah; Kinerja traksi dan faktor-faktor yang mempengaruhi; Traksi di
tanah kering dan tanah sawah;
3. Rancangan roda traktor
Baik traktor roda empat maupun traktor roda dua dapat diberi roda berban karet atau
roda sarang. Roda berban karet sesuai untuk transportasi di jalan raya serta untuk
pekerjaan pada tanah yang kering atau tanah yang basah. Sedangkan roda dari besi
sesuai untuk pekerjaan pada tanah yang berlumpur (tanah sawah). Untuk mengatasi
kesulitan bongkar pasang pada traktor yang harus bekerja di sawah namun harus
melintasi jalan raya dahulu, traktor dapat dipasangi dengan roda ganda yaitu roda
berban ditambah roda besi yang dapat diatur posisinya. Ketika melintas jalan, posisi
roda besi ditarik ke dalam, deangkan pada waktu melintas tanah sawah, roda besinya
digeser keluar.

Untuk kebanyakan traktor tangan di pedesaaan, umunya hanya dipasangi roda besi.
Karena traktor tangan relatif ringan maka pada waktu melintasi jalan raya, roda besi
tersebut boleh dianggap tidak merusakkan jalan tersebut. Kerugianya ialah getaran
pada waktu perjalanan besar serta suara sumbang yang ditimbulkan. Hal tersebut dipilih
untuk menghindari keharusan bongkar pasang roda yang memerlukan waktu lama, serta
untuk mengurangi harga beli roda berban yang cukup mahal

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum Pengantar Teknologi Pertanian, khususnya praktikum
operasional Traktor tangan adalah sebagi berikut ;
a.

Dapat memahami definisi dari traktor tangan ( hand tractor ).

b.

Mengetahui bentuk dan komoponen-komponen traktor tangan ( hand tractor ).

c.

Dapat mengetahui fungsi dari penggunaan traktor tangan.

d.

Dapat mengetahui secara praktek dan teori bagian - bagian traktor tangan.

e.

Mampu mengoperasikan tractor tangan dengan baik dan tepat.

II. TINJAUAN PUSTAKA


Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di Kutai Timur diharapkan harus lebih pintar
dibanding petani dan nelayan. Mengapa demikian, karena mengingat perkembangan
teknologi pertanian, peternakan, dan perikanan sudah jauh lebih maju. Jika PPL tidak
mau menambah ilmunya, maka bisa ditertawakan oleh petani dan nelayan. Akhirnya,
penyuluhan yang disampaikan tidak bakal diperhatikan.
Penegasan itu disampaikan oleh Sekkab Kutim Syafruddin Achmad saat
membuka pelatihan perbaikan hand tracktor, Kamis (22/10). "Oleh karena itulah, maka
dari sekarang PPL harus banyak belajar. Ingat, ilmu pengetahuan sekarang ini
berkembang terus," pesan Syafruddin.

Jika tidak membekali ilmu terus menerus, maka PPL akan ketinggalan zaman
dan ditinggalkan oleh petani dan nelayan. "Kemarin di TVRI juga sudah disampaikan,
bahwa PPL di Indonesia banyak yany kalah ilmunya sama nelayan. Nah, ini jangan
sampai terjadi di Kutim," tegas Safur -panggilan akrab Syafruddin Achmad.
Berkaitan dengan kenyataan itu, Sekkab mengaku sangat menyambut baik
pelatihan perbaikan hand tractor yang dilakukan oleh Badan Ketahanan Pangan dan
Penyuluhan. Keterampilan itu nantinya diyakini akan membantu petani. Sehingga di
setiap desa bisa dilakukan perbaikan hand tractor.
Ditambahkan oleh Safur, kelak PPL tidak hanya menyuluh petani. Mereka juga
harus bisa mendata jumlah hand tractor yang ada di Kutim. Harus dilakukan pendataan
jumlah hand tracktor yang rusak, baik rusak ringan maupun berat.
"Lantas yang paling penting, dilakukan analisa apakah jumlah hand tractor itu
mencukupi kebutuhan. Jika memang tidak cukup, mungkin bisa dipertimbangkan
adanya traktor mini," pungkas Safur.
Pelatihan perbaikan hand tractor ini diikuti oleh 32 orang PPL, dilaksanakan
sampai 28 Oktober. Materi pelatihan meliputi teori dan praktik lapangan. Dengan
pelatihan terhadap 32 PPL ini, hingga sekarang baru sekitar 72 PPL yang bisa
melakukan perbaikan kerusakan hand tractor. Di Kutim saat ini, jumlah PPL untuk
bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan mencapai 180 orang.

III. METODOLOGI
3.1 TEMPAT DAN WAKTU
Tempat : Jurusan Teknologi Pertanian
Waktu : 29 Maret 2011/ 14.30-17.00

3.2 ALAT
Alat yang digunakan ialah traktor tangan/roda dua

3.3 CARA KERJA


Pada pratikum ini adapun cara kerjanya ialah sebagai berikut :
Pertama-tama ambil engkolan dibagian kanan hand traktor, letakkan pada
tempatnya dan tekan bagian kecil didekatnya, putar dengan tenaga yang kuat badan
harus dilekuk (bahu), jika sudah berbunyi lepaskan engkolan tersebut berbarangan
dengan tangan sebelah kiri yang menarik dekompresi. Kemudian kembalikanlah
engkolan tersebut keposis semula. Pegang hand traktor dengan memainkan tuas gigi
baik pada posisi 1,2,3 ataupun R (untuk mundur), kemudian arahkan tuas
on/off kedepan (jangan ditarik,biarkan berjalan) apabila anda menginginkan traktor
tersebut kesebelah kanan maka tekanlah bagian sebelah kanan yang berbentuk seperti
rem dan apabila anda menginginkan traktir berjalan kesebelah kiri maka tekanlah bagian
yang sebelah kiri pula.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil
Traktor tangan (hand tractor) merupakan sumber penggerak dari
implemen (peralatan) pertanian. Biasanya traktor tangan digunakan untuk
mengolah tanah. Namun sebenarnya traktor tangan ini merupakan mesin

yang serba guna, karena dapat digunakan untuk tenaga penggerak


implemen yang lain, seperti : pompa air, alat prosesing, trailer, dan lain-lain.
Berdasarkan jenis bahan bakar yang digunakan, traktor tangan dapat
dibagi menjadi tiga jenis yaitu;
1. Traktor tangan berbahan baker solar
2. Trakktor tangan berbahan bakar bensin
3. Traktor tangan berbahan bakar tanah 9kerosin)
Berdasarkan besarnya daya motor, traktor tangan dapat dibagi menjadi
tiga jenis, yaitu :

a. Traktor tangan berukuran kecil, tenaga penggeraknya kurang


dari 5 hp
b. Traktor tangan berukuran sedang, tenaga penggeraknya antara 5
- 7 hp
c. Traktor tangan berukuran besar, tenaga penggeraknya antara
712 hp

4.2 Pembahasan
Dalam pelaksanaan praktikum Pengantar Teknologi Pertanian, setiap
praktikan harus mematuhui atruran-aturan dan arahan yang diberikan
asisten sebelum pengoperasian tractor. Tujuanya adalah agar praktikan
selamat dalam melakukan pengoperasian tractor dan tractor juga dalam
keadaan baik. Langkah pertama yang harus dipelajari oleh calon operator
untuk dapat mengoperasikan traktor tangan adalah mengenal traktor tangan
itu sendiri. Bagian-bagian utama dari traktor tangan dapat dilihat pada
gambar di bawah ini.

Keterangan:

1. Lamp

7. Clutch-brake handle

2. Engine

8. Throttle control handle

3. Clutch

9. Steering hand grip

4. Gera box

10. Traction adapter

5. Handle bar

11. Driving wheel

6. Speed-changing

12. Frame

Bagian-bagian utama traktor tangan dapat dikelompokkan menjadi 3


kelompok, yaitu:
1. Tenaga penggerak motor.
2. Kerangka dan transmisi (penerus tenaga).
3. Tuas kendali.
1. Tenaga Penggerak Motor Traktor Tangan
Jenis tenaga penggerak yang sering dipakai adalah motor diesel, tetapi
ada juga yang menggunakan motor bensin atau minyak tanah
(kerosin). Daya yang dihasilkan kurang dari 12 Hp, dengan menggunakan
satu silinder. Motor penggerak dipasang pada kerangka dengan empat buah
baut pengencang. Lubang baut pada kerangka dibuat memanjang agar posisi
motor dapat digerakkan maju mundur. Tujuannya untuk memperoleh
keseimbangan traktor dan untuk menyesuaikan ukuran v-belt yang
digunakan. Traktor akan lebih berat ke depan apabila posisi motor digeser
maju, begitu juga sebaliknya. Untuk menghidupkan motor diesel digunakan
engkol, sedangkan untuk motor bensin dan minyak tanah menggunakan tali
starter.
2. Kerangka dan Transmisi (Penerus Tenaga) Traktor Tangan
Kerangka berfungsi sebagai tempat kedudukan motor penggerak,
transmisi dan bagian traktor lainnya. Bagian traktor dikaitkan dengan
kerangka dengan menggunakan beberapa buah baut pengencang.
Mengoperasikan Tarktor Roda Dua 12 Transmisi berfungsi memindahkan
tenaga/putaran dari motor penggerak ke alat lain yang bergerak. Jenis
transmisi yang digunakan ada beberapa macam, seperti : pully, belt, kopling,
gigi persneleng, rantai dan sebagainya.
Tenaga dari motor berupa putaran poros disalurkan melalui pully dan
vbelt ke kopling utama. Kopling utama meneruskan tenaga tersebut ke gigi
persneleng untuk menggerakkan poros roda dan poros PTO. Selain untuk
menyalurkan tenaga, gigi persneleng juga berfungsi sebagai pengatur

kecepatan putaran poros roda dan poros PTO. Dari PTO tenaga dasalurkan
lewat gigi dan rantai ke mesin rotary. Kopling utama dioperasikan dari tuas
kopling utama. Bila tuas ditarik ke posisi netral, maka tenaga motor tidak
disalurkan ke gigi persneleng. Akibatnya traktor akan berhenti, meskipun
kondisi motor penggerak dihidupkan.
Di samping kopling utama, ada dua kopling kemudi. Kopling kemudi
terletak di bawah gigi persneleng, di pangkal poros kedua roda. Kopling
kemudi dioperasikan melalui tuas kemudi kanan dan kiri. Apabila kopling
kemudi kanan ditekan, maka putaran gigi persneleng tidak tersambung
dengan poros roda kanan. Sehingga roda kanan akan berhenti, dan traktor
akan berbelok ke kiri. Begitu juga sebaliknya apabila kopling kiri ditekan.
Sebuah traktor tangan dapat bergerak maju-mundur dengan kecepatan
tertentu karena putaran poros motor penggerak disalurkan sampai ke roda.
Ada tiga jenis roda yang digunakan pada traktor tangan, yaitu; roda ban, roda
besi, roda apung (roda sangkar/cage wheell). Roda ban berfungsi untuk
transportasi.dan mengolah tanah kering. Bentuk permukaan roda ban beralur
agak dalam untuk mencegah slip. Roda ban dapat meredam getaran,
sehingga tidak merusak jalan. Roda besi digunakan untuk pembajakan di
lahan kering. Sirip pada roda besi akan menancap ke tanah, sehingga akan
mengurangi terjadinya slip pada saat menarik beban berat. Roda apung
digunakan pada saat pengolahan tanah basah. Roda apung ini ada yang
lebar, ada juga yang diameternya besar, sehingga dapat menahan beban
traktor agar tidak tenggelam dalam lumpur. Ukuran roda disesuaikan dengan
spesifikasi traktor. Besar kecilnya roda akan berpengaruh terhadap lajunya
traktor.
Setiap traktor tangan biasanya dilengkapi dengan standar depan dan
standar samping. Standar samping khusus digunakan untuk pemasangan
roda. Pemasangan roda dilakukan satu persatu. Pelepasan roda dari poros
dilakukan dengan cara melepas mur-baut dan atau pena penyambung.
Setelah roda dilepas, baru dipasang roda pengganti yang sesuai.
Pemasangan roda ini tidak boleh terbalik. Untuk roda ban, pada sisi atas ban,
arah panah harus ke depan. Untuk roda besi, sisi roda bawah harus
menancap ke tanah. Untuk roda apung, sisi roda bawah tidak boleh
menancap ke tanah. Sehingga pemasangan roda tidak boleh terbalik antara
roda kiri dan kanan.
Poros roda traktor biasanya cukup panjang dan dilengkapi dengan
beberapa lubang. Poros yang panjang ini dimaksudkan untuk menyesuaikan
lebar olah implemen. Pemasangan roda yang cukup lebar juga akan menjaga
keseimbangan traktor, terutama apabila digunakan pada lahan yang miring.
Sedang lubang yang ada di poros digunakan untuk tempat pena, sehingga
menjamin roda tidak akan slip atau lepas pada saat pengoperasian.
3. Tuas Kendali/Kontrol Traktor Tangan

Tuas kendali adalah tuas-tuas yang digunakan untuk mengendalikan


jalannya traktor. Untuk mempermudah jalannya operasional, traktor tangan
ada banyak tuas kendali. Namun begitu banyaknya tuas kendali ini akan
mengakibatkan traktor menjadi lebih berat, dan harganya lebih mahal. Untuk
itu sekarang banyak diproduksi traktor yang hanya dilengkapi dengan
beberap tuas kendali. Tujuannya agar traktor menjadi ringan, dan harganya
menjadi lebih murah. Meskipun kemampuan traktor menjadi terbatas.
A. Tuas gas traktor tangan
Tuas gas traktor dihubungkan dengan tuas gas pada motor penggerak.
Tuas ini digunakan untuk mengubah kecepatan putaran poros motor
penggerak yang sesuai dengan tenaga yang dibutuhkan. Tuas ini juga
berfungsi untuk mematikan motor traktor, apabila posisinya ditempatkan
pada posisi STOP.

B. Tombol lampu dan bel traktor tangan


Kadang-kadang traktor digunakan pada waktu malam hari, sehingga
diperlukan penerangan. Tombol bel diperlukan apabila traktor dijalankan di
jalan raya. Dengan adanya tombol lampu dan bel ini, motor traktor harus
dilengkapi dengan kumparan sebagai sumber arus listrik.
C. Tuas penyangga depan
Tuas ini dihubungkan dengan penyangga depan. Tuas ini akan
menggerakkan penyangga depan. Apabila tuas didorong akan mendorong
penyangga depan turun untuk menyangga traktor. Traktor tangan hanya
mempunyai dua roda.
Apabila traktor dalam keadaan berhenti (ditinggal operator), maka untuk
menegakkan traktor diperlukan penyangga.
D. Memeriksa Traktor Tangan Sebelum Dioperasikan
Pemeriksaan Traktor tangan merupakan bagian dari persiapan traktor
sebelum dioperasikan. Pemeriksaan traktor sebelum operasi sangat penting.
Diharapkan dengan adanya pemeriksaan ini kondisi traktor dapat diketahui
sejak dini, sehingga penanganannya tidak terlalu sulit. Ada beberapa hal dari
bagian traktor yang perlu dilakukan pemeriksaan, yaitu:
a). Memeriksa mur-baut (25 jam kerja)
Semua mur-baut dan pengikat yang lain harus diperiksa. Jika dibiarkan
kendur akan mengakibatkan kerusakan yang lebih berat. Bagian-bagian
traktor akan bisa lepas atau patah.
b). Memeriksa V-belt (25 jam kerja)

Ketegangan V-belt harus tepat. Belt yang dipakai cukup lama akan
mengembang sehingga belt akan kendur. Belt yang kendur akan
menimbulkan slip, sedang yang terlalu kencang akan mudah rusak dan
menghambat putaran mesin.
c). Memeriksa bahan bakar
Tangki harus terisi cukup bahan bakar. Tangki yang kosong akan
mengakibatkan udara masuk ke saluran bahan bakar, sehingga traktor susah
dihidupkan. Tangki yang dibiarkan kosong pada saat traktor disimpan akan
mengakibatkan terjadinya pengembunan. Lama kelamaan air hasil
pengembunan akan semakin banyak tertampung di dalam tangki. Apabila air
ini masuk ke dalam ruang pembakaran akan dapat merusak motor.
Pemeriksaan bahan bakar dapat dilihat dari selang penduga yang berada di
samping tangki bahan bakar.
d). Memeriksa saringan bahan bakar (25 jam kerja)
Jenis traktor yang biasa digunakan adalah motor diesel. Bahan-bakar
yang masuk ke dalam ruang pembakaran harus betul-betul bersih. Bahan
bakar yang kotor akan menyumbat lubang nozel. Kotoran yang mengendap
biasanya diperiksa pada mangkuk gelas. Untuk memeriksa elemen saringan,
kran bahan bakar harus ditutup terlebih dahulu, sebelum membuka mangkuk
gelas.
e). Memeriksa saringan udara
Traktor biasa bekerja di lahan yang penuh debu, sehingga udara yang
dihisap motor relatif kotor. Saringan udara harus dalam kondisi baik, agar
dapat menyaring udara dengan sempurna. Saringan udara traktor tangan
banyak yang menggunakan tipe basah. Saringan dibuka dan diperiksa
kebersihan saringan kawat serta ketinggian permukaan dan kebersihan oli.
f). Memeriksa sistem pendingin
Biasanya motor traktor menggunakan sistem pendingin air sebagai
pendingin, baik tipe radiator maupun kondesor. Periksa keberadaan air dan
kebersihan ram radiator.
g). Memeriksa tuas kendali/kontrol
Seluruh tuas kendali/kontrol harus beroperasi dengan baik. Dengan
beroperasinya tuas kontrol dengan baik, operator dapat mengoperasikan
dengan baik pula. Ada beberapa tuas kontrol yang bisa diatur gerak
bebasnya, seperti: Kopling utama, rem, kopling kemudi, dan gas.
h). Memeriksa tekanan ban
Tekanan ban harus standart (16,5 psi). Tidak boleh terlalu keras atau
kempes. Tekanan kedua ban juga harus sama.

i) Memeriksa sistem pelumasan


Bagian-bagian yang bergesekan, perlu diberi pelumas, agar tidak
timbul gesekan dan panas. Ada beberapa bagian dari traktor tangan yang
perlu dilumasi, yaitu : Bagian dalam motor. Oli motor ditampung dalam
karter, dan dapat diperiksa dengan tongkat penduga. Cukup tidaknya dan
kotor tidaknya oli perlu diperiksa. Gigi transmisi. Sama dengan oli motor, oli
gigi transmisi juga perlu diperiksa. Kabel kopling kemudi. Periksa kondisi
kawat yang ada pada kabel kopling, jangan sampai kering atau bahkan
berkarat. Agar tidak berkarat dan lengket perlu dilumasi dengan oli SAE
30/40 Bagian lain dari traktor yang bergesekan, seperti jari kopling dan
cam/pengait kopling utama. Untuk mencegah keausan, perlu dilumasi
dengan oli SAE 30/40
j). Memeriksa implemen
Implemen yang akan dioperasikan harus betul-betul siap. Kelengkapan
implemen perlu diperiksa. Implemen yang bergerak, perlu diberi pelumas.
k). Persiapan peralatan tangan
Peralatan tangan yang sering dipakai, terutama yang digunakan untuk
mengoperasikan implemen, harus dibawa. Beberapa jenis traktor tangan
dilengkapi dengan bagasi tempat peralatan tangan tersebut. Tempat
peralatan biasanya dibagian atas traktor.

V. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 KESIMPULAN
1.Mini traktor merupakan sumber penggerak dari implemen (peralatan)
pertanian.

2.traktor tangan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :


a.Traktor tangan ukuran kecil, tenaga penggeraknya kurang dari 5 hp

b.Traktor tangan ukuran sedang, tenaga penggeraknya antara 5 - 7 hp


c.Traktor tangan ukuran besar, tenaga penggeraknya antara 712 hp

3. Bagian-bagian utama traktor tangan dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok,


yaitu:
1. Tenaga penggerak motor.
2. Kerangka dan transmisi (penerus tenaga).
3. Tuas kendali.

5.2 SARAN
Pada saat melakukan pratikum mengoperasikan traktor tangan ini,
hendaknya praktikan dan asdos memperhatikan (mengutamakan) keselamatan
kerja.

DAFTAR PUSTAKA
Arismunandar, Motor Diesel putaran tinggi
Hunt, Farm Power and Machinery management
Jones, Farm Power and Tractors
Kepner et al, Principles of Farm Machinery
Liljedahl et al, Tractors and Their Power Units
Smith dan Wilkes, Mesin dan Peralatan Usaha Tani

MENDALAMI TRAKTOR TANGAN


Penulis : Admin

www.sentanaonline.com
Traktor tangan merupakan salah satu mesin pengolah tanah yang digunakan petani untuk mengolah
tanah. Sebagai mesin pengolah tanah traktor haruslah dilengkapi dengan peralatan pengolah tanahnya,
seperti bajak, garu, ataupun bajak rotari.

Untuk mengenal traktor sebagai mesin pengolah tanah, maka perlu dipahami prinsip kerja serta
persyaratan kondisi kerja, perlengkapan, serta kegunaannya.
Prinsip Kerja Alat

Prinsip kerja traktor tangan adalah mesin pengolah tanah dengan menggunakan tenaga penggerak
motor bakar yang pada umumnya motor diesel. Sebagai mesin pengolah tanah, traktor digunakan untuk
menarik peralatan pengolahan tanah, seperti bajak piring, garu piring, dll.
Traktor roda empat yang dirangkai dengan peralatan pengolah tanah perlu diatur atau disetel posisi
peralatannya agar dapat difungsikan dengan baik.
Pengaturan tersebut dilakukan dengan mamanjangkan atau memendekkan pada ikatan sambungan
peralatan atau pada "tiga titik penyambungan".
Persyaratan Alat

Persyaratan penggunaan peralatan ini:


1.
Beban yang ditarik (bajak, garu, rotari, gerobak) masih dalam batas kemampuan daya tarik dari
traktor.
2.

Sesuaikan jenis roda yang dipakai dengan kebutuhan operasi di lapangan

3.
Untuk pengolahan tanah di lahan sawah, gunakan roda sangkar, sedangkan untuk operasi di
lahan kering atau di jalan untuk transportasi dapat digunakan roda ban karet.
Kegunaan Alat

Kegunaan traktor tangan di bidang pertanian adalah:

Untuk menarik peralatan pengolah tanah seperti bajak singkal, bajak rotari, dan garu, juga alat
transportasi seperti gerobak.
Untuk menggerakkan peralatan stasioner, seperti generator listrik, mesin pompa air, mesin penggilingan
gabah, dll.
Kelengkapan Alat

Traktor tangan sebagai bagian utama dari mesin pengolah tanah yang harus dilengkapi dengan
peralatan pengolah tanah, seperti bajak dan garu. Tanpa perlengkapan tersebut traktor tangan hanyalah
berperan sebagai alat atau mesin penarik peralatan. Beberapa kelengkapan yang diperlukan antara lain:
a.
Bajak singkal adalah alat pengolah tanah pertama yang berfungsi untuk membalikkan irisan
permukaan tanah.
b.
Bajak rotari atau bajak cakar adalah alat pengolah tanah yang berfungsi memotong dan
mengaduk tanah, sehingga hasil tanah olahannya menjadi hancur atau berlumpur.
c.
Garu atau gelebeg adalah alat pengolah tanah kedua yang berfungsi untuk menghancurkan dan
meratakan tanah.
d.
Roda sangkar adalah jenis roda yang terbuat dari besi pipa dan plat yang berbentuk menyerupai
sangkar. Fungsi roda sangkar adalah untuk meningkatkan daya cengkeram permukaan roda terhadap
tanah, dengan demikian terjadinya slip dapat diatasi.
e.
Roda ban karet adalah jenis ban dari karet yang berfungsi untuk mendukung operasi traktor di
lahan kering dan mendukung transportasi di jalan.
Secara keseluruhan traktor tangandapat diuraikan berdasarkan bagian-bagianutamanya, yakni:
1.
Bagian penggeraknya, merupakan sumber tenaga yang pada umumnya menggunakan motor
bakar diesel.
2.
Bagian transmisi daya, merupakan bagian yang berfungsi untuk menyalurkan daya dari motor
ke bagian roda atau peralatan yang perlu untuk diputar, seperti bajak rotari.
3.
Bagian kemudi, marupakan bagian dari rangka traktor yang berfungsi untuk mengemudikan
jalannya traktor di lapangan.
4.

Tuas Persneling : tuas untuk memindah gigi persneling.

5.
Bagian penyambungan, merupakan bagian rangka traktor yang berfungsi
menyambungkan traktor dengan peralatan pengolah tanah atau alat yang lainnya.

untuk

6.
Roda sangkar : roda traktor tangan yang terbuat dari besi untuk mendukung pengoperasian
traktor tangan di lahan sawah