Anda di halaman 1dari 34

Pengertian gen dan fungsinya serta sifatnya apakah yang dimaksud dengan Gen?

apakah
fungsi Gen? jika kamu ingin mengetahuinya, kamu dapat membacanya di artikel ini, jadi baca dan
pahami baik-baik. Gen adalah bagian dari kromosom atau salah satu kesatuan kimia (DNA) dalam
kromosom yaitu dalam lokus yang mengendalikan ciri-ciri genetis dari suatu makhluk hidup. Gen
diturunkan atau diwariskan oleh satu individu kepada keturunannya, yaitu melalui suatu proses
reproduksi. Oleh karena itu, informasi yang menjaga keutuhan bentuk serta fungsi kehidupan suatu
organisme dapat terpelihara/terjaga. Gen terdapat berpasangan dalam satu lokus pada kromosom
homolog. Dari masing-masing gen dalam pasangan tersebut disebut dengan alel. Kedua alel dapat
membawa ciri sifat yang sama ataupun sifat yang berbeda, seperti misalnya sifat tangkai panjang
dan tangkai pendek.
Berikut ini fungsi gen dan sifat gen
Gen-gen merupakan substansi hereditas, yang memiliki fungsi seperti berikut ini:

Menyampaikan informasi mengenai genetika dari generasi ke generasi.

Mengontrol, mengatur metabolisme dan perkembangan tubuh.

Menentukan sifat-sifat pada keturunannya. Seperti yang dicontohkan pada fakta di depan.
Sifat-sifat itu dapat berupa bentuk rambut, bentuk badan, warna kulit dan lain sebagainya.

Proses reaksi kimia di dalam tubuh dapat terjadi secara berurutan. Pada setiap tahap
reaksinya dibutuhkan enzim. Pembentukan dan juga pengontrolan kerja enzim tersebut
dilakukan oleh gen. Pada proses perkembangan yang membutuhkan hormon juga diatur
oleh gen.

Gambaran gen

Gen yang menampakkan senyawa kimia merupakan substansi hereditas, memiliki sifat sebagai
berikut dibawah ini:

Mengandung informasi genetik.

Tiap gen memiliki tugas dan fungsi yang berbeda-beda.

Ketika waktu pembelahan mitosis dan meiosis dapat mengadakan duplikasi.

Sifat gen yang ke empat, kerjanya ditentukan oleh susunan kombinasi basa nitrogennya.

Dan sebagai zarah yang terdapat di dalam kromosom.

Pengertian Gen dan Kromosom


KROMOSOM
adalah struktur benang dalam inti sel yang bertanggung jawab dalam hal sifat keturunan
(hereditas). Kromosom adalah
KHAS bagi makhluk hidup.
GEN adalah "substansi hereditas" yang terletak di dalam kromosom.
Gen bersifat antara lain :
- Sebagai materi tersendiri yang terdapat dalam kromosom.
- Mengandung informasi genetika.
- Dapat menduplikasikan diri pada
peristiwa pembelahan sel.
Sepasang kromosom adalah "HOMOLOG" sesamanya, artinya mengandung lokus gengen yang bersesuaian yang disebut ALELA.
LOKUS adalah lokasi yang diperuntukkan bagi gen dalam kromosom.
ALEL GANDA (MULTIPLE ALLELES) adalah adanya lebih dari satu alel pada lokus yang
sama.
Dikenal dua macam kromosom yaitu:
1. Kromosom badan (Autosom).
2. Kromosom kelamin / kromosom seks (Gonosom).
THOMAS HUNT MORGAN
adalah ahli genetika dari Amerika Serikat yang menemukan bahwa faktor-faktor
keturunan (gen) tersimpan dalam lokus yang khas dalam kromosom.
Percobaan untuk hal ini dilakukan pada lalat buah (Drosophila melanogaster) dengan
alasan sebagai berikut:
- Cepat berkembang biak,
- Mudah diperoleh dan dipelihara,
- Cepat menjadi dewasa (umur 10 - 14 hari sudah de~wasa),
- Lalat betina bertelur banyak,
- Hanya memiliki 4 pasang kromosom, sehingga mudah diteliti.
Dari wikipedia bahasa Indonesia dijelaskan bahwa, Gen memiliki arti: unit pewarisan sifat

bagi organisme hidup. Bentuk fisiknya adalah urutan DNA yang menyandi suatu protein,
polipeptida, atau seuntai RNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya.
Batasan modern gen adalah suatu lokasi tertentu pada genom yang berhubungan
dengan pewarisan sifat dan dapat dihubungkan dengan fungsi sebagai regulator
(pengendali), sasaran transkripsi, atau peran-peran fungsional lainnya
GEN merupakan substansi hereditas yang terletak di dalam kromosom, yang memilik

sifat-sifat: Sebagai materi tersendiri yang terdapat dalam kromosom, Mengandung


informasi genetika dan Dapat menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel.
Pengertian Gen (gene) itu sendiri adalah unit dasar dari hereditas, yang terletak pada

kromosom (chromosome), yaitu suatu struktur yang bentuknya seperti tongkat dan
terletak ditengah-tengah (nucleus) setiap sel tubuh.

Kliksma.com
Belajar terus, terus belajarSkip to content

BIOLOGI
FISIKA
TEKNOLOGI
KIMIA
KESEHATAN
GEOGRAFI

Pengertian Genetika
By kliksma | September 2, 2015
0 Comment
Genetika adalah ilmu yang berhubungan dengan studi dan pemahaman tentang faktor
keturunan, evolusi, perkembangan, ekologi, biologi molekuler dan ilmu forensik. Seorang
ilmuwan Jerman dengan nama Gregor Johann Mendel adalah pendiri pertama Genetika, maka
ia juga dikenal sebagai bapak genetika. Dia pertama kali menunjukkan pewarisan sifat pada
tanaman kacang dan kemudian disebut sebagai pewarisan Mendel.
Konsep utama di balik mempelajari genetika adalah:
Genetika menjelaskan bagaimana sifat diwariskan dari orang tua untuk anak mereka.
Genetika juga menjelaskan tentang jumlah gen dan kromosom yang ada dalam individu dengan
kepentingan mereka.

Variasi Spesies
Istilah variasi dapat didefinisikan sebagai berbagai perbedaan antara organisme individual. Hal
ini terjadi dalam spesies. Perbedaan misalnya antara individu manusia. Variasi ini adalah dari
dua
jenis:
Variasi kontinyu: Dalam variasi ini semua jenis fitur memiliki distribusi normal. Sebagai contoh:
Ketinggian individu manusia, lebar daun, berat kucing, dll

Gambar ini menunjukkan contoh variasi kontinyu ketinggian individu manusia.


Variasi diskontinu (terputus): Dalam hal ini, hanya ada beberapa fitur yang termasuk dalam
kategori variasi terputus-putus. Sebagai contoh: warna yang berbeda dari bunga dalam spesies
tumbuhan, berbagai jenis golongan darah pada manusia individu, berbagai jenis cuping telinga,
dll
Gambar ini menunjukkan contoh variasi terputus warna yang berbeda dari bunga dalam
spesies tanaman tunggal

Keturunan

Istilah Keturunan dapat didefinisikan sebagai proses mentransfer karakter atau ciri-ciri dari orang
tua kepada keturunannya. Dalam proses transformasi, karakter akan ditransfer melalui gen yang
hadir dalam DNA. DNA ini adalah hadir dalam kromosom, yang hadir dalam inti sel. Mentransfer
karakter, termasuk kontribusi jumlah yang sama materi genetik dari kedua orang tua (ayah dan
ibu) untuk anak-anak mereka.

Ekspresi Gen
Sebelum pindah ke ekspresi gen, mari kita tahu sesuatu tentang gen.
Apa yang dimaksud dengan Gen?
Gen adalah segmen DNA, yang berisi segala macam informasi yang diperlukan untuk
pengkodean beberapa fungsi penting. Oleh karena itu gen yang disebut sebagai unit informasi.
Setiap sel dalam organisme memiliki satu set yang sama gen. Gen ditransfer dari orang tua
kepada keturunan mereka. Istilah Gen ini diciptakan oleh ilmuwan bernama Johann sen pada
tahun 1909.
Ekspresi gen adalah aktivasi gen, yang menghasilkan protein. Ekspresi gen adalah proses
dimana informasi genetik yang digunakan dalam sintesis gen. Proses ini umumnya digunakan
dalam semua eukariota, prokariota dan virus untuk menghasilkan mesin makromolekul hidup.

Kode genetik
Sebuah kode yang berisi semua jenis informasi genetik, yang hadir dalam urutan nukleotida DNA
atau RNA dan kemudian diterjemahkan menjadi protein oleh sel-sel hidup. Kode-kode ini dapat
dinyatakan baik sebagai kodon RNA atau kodon DNA. Kode tersebut menginstruksikan gen
untuk memandu sel untuk membuat protein tertentu. A, T, G, C adalah huruf abjad dari kode
DNA. Huruf-huruf ini berdiri untuk adenin, timin, guanin dan sitosin, yang benar-benar
membentuk basa nukleotida DNA. Setiap kode empat bergabung dengan bahan kimia untuk
sintesis protein.

Struktur DNA
DNA disebut cetak biru kehidupan karena mengandung semua jenis instruksi untuk membuat
protein dalam sel. Ini adalah polimer yang sangat panjang dan bentuk dasar DNA adalah seperti
tangga bengkok. Oleh karena itu juga disebut sebagai heliks ganda DNA. Tulang punggung
molekul DNA adalah fosfat, gula deoksi ribosa dan basa nitrogen. Informasi dalam DNA
disimpan sebagai kode terdiri dari empat basa kimia: adenin (A), guanine (G), sitosin (C), dan
timin (T).

Pewarisan genetik
Hal ini dapat didefinisikan sebagai transformasi sifat dari orang tua kepada keturunannya. Setiap
orang memiliki dua salinan dari setiap gen antara yang satu warisan dari sel induk dan satu lagi
adalah warisan dari sel ayah.

Penyebab Variasi dan Evolusi


Ada terutama dua faktor, yang bertanggung jawab untuk variasi dan evolusi spesies. Mereka
adalah:
Variasi genetik: Dalam hal ini, perbedaan variasi ini terutama disebabkan adanya DNA di dalam
sel-sel dari organisme. Fitur dari masing-masing spesies akan berbeda dalam warna, ukuran dan
bentuk karena mereka berasal dari orang tua dengan alel yang berbeda, yang kode untuk
karakteristik yang berbeda.

Gambar
ini
menunjukkan
contoh
variasi
genetik
dalam
bentuk
tomat.
Variasi lingkungan: Dalam hal ini perbedaan variasi terutama disebabkan oleh kondisi lingkungan
eksternal seperti air, cahaya, suhu, angin, nutrisi, pH tanah, dsb Misalnya: Semua fitur dari
spesies tanaman akan genetik identik tetapi perbedaan terutama terlihat pada warna bunga,
yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan.

Gambar ini menunjukkan contoh variasi lingkungan pada spesies tanaman, yang secara genetik
identik tetapi perbedaan terutama terlihat pada warna bunga.
Category: Biologi Tag:Ekspresi Gen, Gen, Genetika, Kode genetik, Variasi Spesies

Artikel Yang Mungkin Berkaitan dengan Pengertian Genetika :


Post navigation
Fungsi Sumsum tulangPengertian Tingkat Trofik

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
Nama *
Surel *
Komentar

Kirim Komentar

Pos-pos Terbaru

Perbedaan Antara PMS dan Gejala Kehamilan


Reaksi Anabolik dan katabolik

Apa Kultur Jaringan Tanaman


Pengertian Ekologi Kebakaran
Flagela archaea

Komentar Terakhir

eston pada Kenapa Lebah Berkelompok


m.rsky pada Struktur tulang manusia dan fungsinya
fransisca asela pada Pengertian dan Karakteristik Kupu-kupu
fransisca asela pada Pengertian dan Karakteristik Kupu-kupu
fransisca asela pada Pengertian dan Karakteristik Kupu-kupu

Laman

Kontak
Privasi
Sanggahan
Tentang

Copyright 2015
kliksma.com
Powered by Wordpress

BIOLOGI KLATEN
Drs LugtyastyonoBn MPd, Pengawas SMA
Dinas Pendidikan Kab Klaten

Cari
Menu utama
Langsung ke konten utama
Beranda
0.DAFTAR ISI
1. Ruanglingkup Bio ( X )
2. Klasifikasi Makhluk Hidup ( X )
3. Virus ( X )
4. Eubacter dan Archaebacter (X)
5. Fungi /Jamur ( X )
6. Protista ( X )
7. Keanekaragaman Hayati ( X )
8. Plantae ( X )
9. Animalia ( X )
Bab 10. Ekosistem ( X )
Bab 11. Pencemaran Lingkungan dan Daur limbah ( X )
Bab 12. Sel ( XI )
Bab 13. Struktur Tumbuhan (XI)
Bab 14. Struktur Hewan dan Manusia (XI)
Bab 15. Sistem Gerak (XI)
Bab 16. Tranport pada Hewan & Manusia (XI)
Bab 17. Pencernaan Makanan Hewan & Pencernaan Makanan Manusia (XI)
Bab 18. Pernafas Hewan & Manusia (XI)
Bab 19. Eksresi Hewan & Manusia (XI)
Bab 20. Sistem Koordinasi Hewan & Manusia (XI)

Bab 21. Sist Reproduksi (XI)


Bab 22. Pertumbuh dan Perkembang (XII)
Bab 23. Metabolisme (XII)
Bab 24. DNA Gen Kromosom (XII)
Bab 25. Hereditas (XII)
Bab 26. Hereditas Manusia (XII)
Bab 27. Mutasi (XII)
Bab 28. Pembelahan Sel (XII)
Bab 29. Asalusul Kehidpan( XII )
Bab 30. Evolusi (XII)
Bab 31. Bioteknologi (XII)
Desa Sebagai Subyek dan Sentral Pembangunan di Jawa Tengah
EBTANAS BIOLOGI
Kep Pres no 4 Th 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional
KURIKULUM 2013
Menbuddasmen ( Anies Baswedan ) menghentikan penerapan Kurikulum 2013
POS UJIAN NASIONAL 2013/2014
RPP BIOLOGI SMA
SILABUS BIOLOGI SMA KURIKULUM 2013

Bab 24. DNA Gen


Kromosom (XII)
STANDAR KOMPETENSI :
Memahami konsep dasar dan prinsip-prinsip hereditas serta implementasinya
pada

sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat.

KOMPETENSI DASAR :
3.1. Menjelaskan konsep gen, DNA dan kromosom
3.2. Menjelaskan hubungan gen (DNA) RNA polipepetida dan sisntesis
protein
Apa yang akan dipelajari ?

3.1.1. Membedakan gen, DNA dan kromosom


3.1.2. Menjelaskan fungsi gen, DNA dan kromosom
3.1.3. Mendiskripsikan struktur heliks DNA serta sifat dan fungsinya
3.1.4. Mendiskripsikan struktur, sifat dan fungsi RNA
3.1.5. Mendiskripsikan hubungan antara DNA, gen dan kromosom
3.2.1. Menjelaskan hubungan DNA-RNA-polipeptida
3.2.2. Mengurtkan proses tahapan sintesis protein
3.2.3. Menjelaskan proses replikasi dan transkripsi DNA
3.2.4. Menjelaskan proses penyampaian kode genetika
3.2.5. Menjelaskan peran dan bagian-bagian yang terlibat dalam sintesis
protein
3.2.6. Menemukan macam-macam kode genetika
Pendahuluan
A. Struktur Gen dan Kromosom
1. Struktur DNA
DNA ( deoxyribonucleic acid ) merupakan tempat penyimpanan informasi
genetik yang dikodekan dalam bahasa kimiawi dan diproduksi di dalam
semua sel tubuh makhluk hidup. Program DNA inilah yang mengendalikan
perkembangan

sifat

anatomi,

fisiologi,

sifat perilaku.DNA terdiri atas dua utas

biokimia,

bahkan

sebagian

benang polinukleotida yang saling

berpilin membentuk heliks ganda (double helix). Model struktur DNA itu
pertama kali dikemukakan oleh James Watson dan Francis Crick pada
tahun 1953 di Inggris. Struktur tersebut mereka buat berdasarkan hasil
analisis foto difraksi sinar X pada DNA yang dibuat oleh Rosalind Franklin.

mereka

berkesimpulan

bahwa

molekul

DNA

merupakan

dua

benang

polinukleotida yang berpilin.


Seutas

polinukleotida

pada

molekul

DNA

tersusun

atas

rangkaian nukleotida. Setiap nukleotida tersusun atas :


Gugusan gula deoksiribosa (gula pentosa yang kehilangan satu atom

n)
Gugusan asam fosfat yang terikat pada atom C nomor 5 dari gula)
Gugusan basa nitrogen yang terikat pada atom C nomor 1 dari gula
Ketiga gugus tersebut saling terkait dan membentuk tulang punggung yang
sangat panjang bagi heliks ganda. Strukturnya dapat diibaratkan sebagai
tangga, dimana ibu tangganya adalah gula deoksiribosa dan anak tangganya
adalah susunan basa nitrogen. Sedangkan fosfat menghubungkan gula pada
satu nukleotida ke gula pada nukleotida berikutnya untuk membentuk
polinukleotida.
Basa nitrogen penyusun DNA terdiri dari basa purin, yaitu adenin (A) dan
guanin (G), serta basa pirimidin yaitu sitosin atau cytosine (C) dan timin (T).
Ikatan antara gula pentosa dan basa nitrogen disebut nukleosida. Ada 4
macam basa nukleosida yaitu :
Ikatan A-gula disebut adenosin deoksiribonukleosida (deoksiadenosin)
Ikatan G-gula disebut guanosin deoksiribonukleosida (deoksiguanosin)
Ikatan C-gula disebut sitidin deoksiribonukleosida (deoksisitidin)
Ikatan T-gula disebut timidin deoksiribonukleosida (deoksiribotimidin)
Ikatan asam-gula-fosfat disebut sebagai deoksiribonukleotida atau sering
disebutnukleotida. Ada 4 macam deoksiribonukleotida, yaitu adenosin
deoksiribonukleotida,

timidin

deoksiribonukleotida,

sitidin

deoksiribonukleotida, timidin deoksiribonukleotida. Nukleotida-nukleotida itu


membentuk rangkaian yang disebut polinukleotida. DNA terbentuk dari dua
utas poinukleotida yang saling berpilin.
Basa-basa nitrogen pada utas yang satu memiliki pasangan yang tetap
dengan basa-basa nitrogen pada utas yang lain. Adenin berpasangan dengan
timin dan guanin berpasangan dengan sitosin. Pasangan basa nitrogen A dan
T dihubungkan oleh dua atom hidrogen (A=T). Adapun pasangan basa

nitrogen C dan G dihubungkan oleh tiga atom hidrogen (CG). Dengan


demikian, kedua polinukleotida pada satu DNA saling komplemen.

Gambar 3.1 Struktur DNA


2. Kromosom
Kromosom membawa faktor menurun yang diwarisi kepada generasi
berikutnya. Faktor penentu sifat keturunan disebut gen. Gen berada dalam
lokus-lokus yang terletak pada kromosom.
Suatu kromosom terdiri dari beberapa bagian yaitu kromatid, kromomer,
sentromer atau kinetokor, satelit, dan telomer.
1. Kromatid
Kromatid adalah salah satu dari dua lengan hasil replikasi kromosom.
Kromatid masih melekat satu sama lain pada bagian sentromer. Istilah lain
untuk kromatid adalah kromonema. Kromonema merupakan filamen yang
sangat tipis yang terlihat selama tahap profase (dan kadang-kadang pada
tahap interfase). Kromonema sebenarnya merupakan istilah untuk tahap
awal pemintalan kromatid. Jadi, kromonema dan kromatid merupakan dua
istilah untuk struktur yang sama.
2. Sentromer
adalah suatu daerah pada kromosom yang merupakan tempat melekatnya
benang-benang spindel dari sentriol selama berlangsungnya pembelahan sel.

3 Kinetokor
adalah bagian kromosom yang yang merupakan tempat perlekatan benang
spindel

selama

pembelahan

inti

dan

merupakan

tempat

melekatnya

kromosom.

Gambar 3.2. Kromosom


1.

Bentuk Kromosom

Berdasarkan posisi (letak) sentromer terhadap lengan, kromosom dibedakan


menjadi 4 tipe, yaitu :

metasentrik

sub metasentrik

akrosentrik

telosentrik

Pada sel tubuh, kromosom berada dalam keadaan berpasang-pasangan.


Kromosom yang berpasang-pasangan mempunyai bentuk, besar dan
komposisi yang sama disebutkromosom homolog. Pada lalat buah

(Drosophilla melanogaster) mempunyai 8 buah kromosom, maka setiap sel


tubuhnya terdiri atas 4 pasang kromosom. Pada manusia mempunyai 46
buah kromosom atau 23 pasang kromosom homolog atau terdiri dari 23
macam kromosom. Jumlah kromosom ini disebut ploidi atau perangkat set
kromosom (genom).

Gambar 3.3. Bentuk bentuk Kromosom


2.

Kromosom seks dan Autosom

Menurut pekerjaannya mengatur jenis kelamin, kromosom dapat dibagi


menjadi 2 macam, yaitu :
autosom, adalah kromosom yang tidak berperan dalam menentukan

elamin. Jumlah autosom adalah 2n jumlah gonosom.


gonosom atau kromosom seks, adalah kromosom kelamin, yang

an menentukan jenis kelamin. Jumlah gonosom hanya 1 sampai 2 buah dalam setiap sel

u.
.

3. Gen Sebagai Substansi Hereditas

Gen adalah factor keturunan yang diwariskan dari induk kepada


keturunannya. Gen merupakan unit terkecil fungsional dari kromosom.
Menurut Morgan (Amerika) gen tersimpan dalam setiap segmen atau lokus
gen dalam kromosom.

Sifat-sifat gen :

Merupakan informasi genetic

Merupakan zarah/ partikel yang stabil dalam kromosom

Dapat menduplikasi diri pada peristiwa meiosis

Fungsi gen yaitu :

Mengatur sifat-sifat perkembangan yang diwariskan

Mengatur metabolisme sel pada umumnya

Menyampaikan materi genetik kepada generasi berikutnya.

Dalam pembastaran/ persilangan gen biasanya disimbulkan dalam satu


huruf, misalnya gen

M = merah, m = putih, B = bulat, b = kisut.

4. Gen dan Alela


Kromosom homolog adalah kromosom yang berpasangan mempunyai
bentuk, besar dan komposisi yang sama. Gen-gen terletak berderet teratur di
dalam kromosom. Tempat dimana gen berada disebut lokus. Gen-gen yang
terletak pada lokus yang bersesuaian dari kromosom homolog yang
mempunyai pekerjaan yang sama atau hampir sama disebut alela. Bila
beberapa gen yang mempengaruhi organ yang sama serta menempati lokus
yang sama disebut alela ganda.
Contoh sifat yang dipengaruhi alela ganda adalah warna rambut pada kelinci.
Dikenal ada 4 macam alela untuk warna rambut pada kelinci dengan urutan
dominansi sebagai berikut :
W (rambut normal) > w (rambut kelabu)> w (rambut himalaya) > w (rambut
k

albino).
B.

MODEL DNA

DNA (deoxyribonucleic acid) tersusun dari tiga komponen dasar, yaitu :


Deoksiribosa, yaitu gugusan gula pentosa (beratom C lima buah)
Gugusan phospat (PO )
4

Basa nitrogen
Basa nitrogen ada dua macam, yaitu :
Basa Purin, yang terdiri atas Adenin (A) dan Guanin (G)
Basa Pirimidin, yang terdiri atas Timin (T) dan Sitosin (S)
Model Struktur DNA
Menurut J.D. Watson (Amerika0 dan Francis Crick (Inggris) bahwa struktur
DNA adalah double helix (heliks ganda) yang digambarkan sebagai tangga
tali berpilin, dengan ibu tangga deretan rantai gugusan gula deoksiribosa dan
gugusan phosphate, sedangkan anak tangga terdiri atas pasangan basa
nitrogen yang dihubungkan oleh ikatan hidrogenyang lemah. DNA hanya
ditemukan di dalam nucleus tepatnya di dalm kromosom.
Fungsi DNA :
DNA di dalam inti sel berfungsi mengendalikanaktivitas sel-sel dengan
memerintahkan sintesis semua macam protein
Untuk memudahkan pemahamannya dapat sigunakan lambang sebagai
berikut :

Gambar 3.3. DNA\

A.

STRUKTUR, SIFAT DAN FUNGSI RNA

RNA (ribonucleic acid)merupakan rangkaian tunggal nukleotida. Nukleotida


RNA dibentuk oleh molekul gula ribose, basa nitrogen dan phospat.
Basa nitrogen pada RNA adalah :
Golongan basa Purin terdiri atas Adenin (A) dan Guanin (G)
Golongan basa Pirimidin terdiri atas Sitosin (S) dan Urasil (U)
Macam-macam RNA :
RNA duta (RNA messenger) terdapat di dalam nucleus
RNA ribosom terdapat di dalam organel sel ribosom
RNA transfer terdapat dalam sitoplasma
Perbedaan antara DNA dengan RNA.
DNA

RNA

1.

hanya terdapat dalam inti sel


(nucleus) , yaitu pada
kromosom
2. Membentuk rantai ganda
yang amat panjang (double
helix)
3. Berhubungan erat dengan
pengendalian faktor keturunan
dan sintesa protein.
Kadarnya tidak dipengaruhi oleh
kecepatan sintesa protein.
1.

B.

Mengandung basa :
A.
Pirimidin : S dan T
B.
Purin
: A dan G
C.
Komponen gulanya
deoksiribosa, yaitu ribose
yang kekurangan satu
atom oksigen.

1.
2.
3.

1.

1.

Terdapat dalam inti dan


sitoplasma, terutama dalam
ribosom
Membentuk rantai tunggal
dan tidak panjang (tanpa
rantai komplemen)
Berhubungan dengan sintesa
protein dan kadarnya berubahubah menurut kecepatan
sintesa protein.
Mengandung basa :
A.
Pirimidin : S dan U
(urasil)
B.
Purin
: A dan G
Komponen gulanya ribosa
(pentosa)

MEKANISME SINTESIS PROTEIN

Sintesis protein terjadi di dalam sel. Sintesis protein berlangsung melalui dua
tahap, yaitu: transkripsi dan translasi.

Transkripsi
Transkripsi adalah proses pembentukan RNA d oleh DNA template, proses ini
berlangsung ketika enzim RNA polymerase melekat pada nukleotida DNA
sehingga pasangan DNA itu lepas dan salah satu rantai melakukan
pencetakan.
Aturan pencetakan adalah :
Gula yang dicetak : ribose
Basa yang dicetak : A, U, G dan S
Adenin dari DNA template mencetak Urasil
Guanin dari DNA template mencetak Sitosin
Timin dari DNA template mencetak Adenin
Sitosin dari DNA template mencetak Guanin
Translasi
Translasi adalah proses penterjemahan kode genetika dalam sintesis protein.
Proses translasi adalah sebagai berikut:
Dengan melekatnya RNA d ke ribosom, maka RNA t menjadi aktif dan
mengikat

asam-asam

amino

di

sekitarnya,

kemudian

masing-masing

membawanya ke ribosom. Bagian ujung yang melilit RNA t itu berkaitan


dengan RNA d lewat titik basa masing-masing. Titik basa RNA t yang
setangkup dengan titik basa RNA d (kodon) disebut antikodon. Jadi antokodon
mengikat dan mengangkut asam amino khusus sesuai dengan kode yang
terdapat pada RNA duta.
C.

KODE GENETIKA

Tugas DNA dalam sintesis protein adalah berperan memberi instruksi kepada
sel mengenai jenis protein yang harus dibuat. Instruksi tersebut berupa kodekode yang merumuskan jenis protein yang akan dibentuk yang dikenal
dengan nama kode genetik.Pada tahun 1961, M.W. Nirenberg, dkk. Telah
membuktikan dan menyatakan bahwa kode genetika mempunyai ciri-ciri :

Terdiri dari triplet, artinya tiap satu kodon terdiri dari tiga basa
Non-overlapping, artinya susunan 3 basa pada kodon berbeda dengan

yang lain
Degerate, artinya satu macam asam amino mempunyai kode lebih dari
Universal, artinya kode yang sama berlaku untuk semua mkhluk hidup.
Ciri khas protein ialah jumlah asam aminonya, macam dan urutan asam
amino yang membangunnya. Terdapat 20 macam asam amino di alam yang
tersusun dari 4 (empat) macam basa nitrogen pada molekul ARN d, yaitu
Adenin (A), Urasil (U), Sitosisn (S), dan Guanin (G). Dari keempat basa
tersebut dapat tersusun 64 triplet kodon, padahal macam asam amino yang
ada hanya 20 sehingga terdapat kodon-kodon sinonim atau degerate.
KEGIATAN 1
HUBUNGAN ANTARA DNA, GEN DAN KROMOSOM
RANGKUMAN MATERI
Di dalam sel makhluk hisup tepatnya di inti sel terdapat benda-benda halus
yang berfungsi mengatur seluruh kegiatan metabolisme tubuh. Benda-benda
tersebut tampak menebal bila sel sedang mengadakan pembelahan dan
dikenal dengan nama kromosom.
Kromosom sel tubuh pada mkhluk hidup jumlahnya berbeda-beda namun
selalu terdiri dari kromosom tubuh (autosom) yang umumnya disingkat A dan
kromosom kelamin (gonosom) yang terdiri dari kromosom X dan Y.
Tugas Siswa
Lakukan diskusi kelompok untuk menjawab masalah-masalah berikut ini.
1. a. Berdasarkan letak sentromernya, kromosom dibedakan menajadi 4
macam. Gambarkan keempat macam tipe kromosom tersebut !

SHARE THIS:
Twitter1
Facebook

2 THOUGHTS ON BAB 24. DNA GEN KROMOSOM (XII)

hijrah pada Oktober 12, 2012 pukul 4:14 am berkata:

hubungan gen dan kromosom, donk !!!

Balas

biologiklatenpada Oktober 16, 2012 pukul 1:14 am berkata:

Kromosom mengandung DNA, keseluruhan informasi genetik yang disimpan


didalam kromosom disebut genom. Genom DNA tersusun atas gen-gen. satu
gen mengandung satu unit informasi mengenai suatu sifat yang dapat
diamati. Gen juga dianggap sebagai fragmen DNA didalam kromosom.
Balas

free photo rating


The Twenty Eleven Theme. | Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Ikuti

Daftarkan saya

Buat situs dengan WordPress.com

A Gen dan Alel

Coba kamu perhatikan dirimu dan kedua orang tuamu, mirip siapakah kamu? Mengapa kamu
mirip dengan kedua orang tuamu? Hal ini disebabkan karena gen-gen yang dimiliki oleh orang
tuamu diturunkan atau diwariskan kepadamu.
Setiap sel organisme mengandung materi genetik. Materi genetik tersebut dikenal sebagai gen
yang terdapat dalam kromosom di dalam nukleus. Setelah mempelajari bab ini, kamu akan
mengetahui tentang gen, DNA, dan kromoson, mari ikuti uraian berikut ini.

1. Pengertian Gen dan Alel


Gen merupakan unit terkecil materi genetik. Gen terdapat dalam setiap lokus yang khas pada
kromosom. Gen adalah substansi genetik terkecil yang terdiri atas sepenggal DNA yang
menentukan sifat individu melalui pembentukan polipeptida. Jadi, gen berperan penting dalam
mengontrol sifat-sifat individu yang diturunkan.
Gen-gen yang ada dalam kromosom tidak memiliki batas- batas yang jelas. Walaupun demikian,
gen-gen dapat diumpamakan dalam satu deretan berurutan dan teratur pada benang kromosom.
Di dalam sel tubuh, kromosom biasanya berpasangan. Sepasang kromosom merupakan
homolog sesamanya, artinya keduanya mempunyai bentuk yang sama dan lokus gen-gen yang
bersesuaian. Gen-gen yang terdapat pada lokus yang bersesuaian ini disebut alel.

2. Fungsi Gen dan Alel


Gen merupakan suatu kesatuan kimia. Sebagai materi hereditas, gen memiliki beberapa fungsi,
antara lain:
a)

Sebagai zarah tersendiri yang ada pada kromosom. Zarah adalah zat terkecil dan tidak

dapat dibagi-bagi lagi.


b)

Menyampaikan informasi genetik dari induk kepada keturunannya.

c)

Mengatur proses metabolisme dan perkembangan.

Alel dapat memiliki tugas yang sama atau berlawanan untuk suatu pekerjaan tertentu. Alel yang
mempunyai tugas yang sama disebut alel homozigot. Sedangkan, alel yang tugasnya berbeda
disebut alel heterozigot. Alel yang tugasnya sama, misalnya gen penentu warna hitam pada
gandum yang mempunyai pasangan gen penentu warna hitam pula. Contoh alel yang tugasnya
berlawanan adalah gen penentu warna hitam pada gandum mempunyai pasangan gen penentu
warna putih.
Kegiatan sel dikendalikan oleh gen di dalam inti. Pengendalian ini dilakukan dengan menyusun
materi tertentu yang sesuai dengan pola gen untuk membentuk suatu rantai asam amino
(polipeptida). Polipeptida tersebut difungsikan menjadi enzim yang akan mengatur reaksi
metabolisme dalam sel.
B DNA dan RNA
Persenyawaan antara protein dan asam nukleat disebut
Dari kedua senyawa tersebut, hanya asam nukleat yang dapat membawa informasi genetik dari
induk kepada keturunannya. Jadi, sebenarnya asam nukleat merupakan materi genetik atau
faktor hereditas, meskipun kromosom yang umum disebut sebagai faktor hereditas. Asam
nukleat sebagai materi DNA terdiri atas DNA (deoxyribonucleic acid) dan RNA (ribonucleid acid).
Untuk mengetahui tentang DNA dan RNA, mari cermati uraian berikut ini.

1. DNA (Deoxyribonucleic Acid)


Dari berbagai penelitian mengungkapkan bahwa DNA adalah pembawa sebagian besar atau
seluruh sifat-sifat genetik di dalam kromosom. DNA terdapat di dalam nukleus dan bersama
senyawa protein membentuk nukleo protein. Selain di dalam nukleus, molekul DNA juga terdapat
dalam mitokondria, plastid, dan sentriol.
Susunan kimia DNA adalah sebuah makromolekul yang kompleks. Molekul DNA disusun oleh
dua rantai polinukleotida yang amat panjang. Satu rantai polinukleotida terdiri atas rangkaian
nukleotida. Sebuah nukleotida tersusun atas:
a)

Gugus gula deoksiribosa (gula dengan lima atom karbon atau pentosa)

b)

Gugus asam fosfat (fosfat terikat pada C kelima dari gula)

c)

Gugus basa nitrogen (gugus ini terikat pada C pertama dari gula)

Basa nitrogen dapat digolongkan menjadi dua, yaitu basa purin dan basa pirimidin. Basa purin
terdiri atas adenin (A) dan Guanin (G), sedangkan basa pirimidin terdiri atas sitosin (S) dan timin
(T).

Gula dengan basa membentuk ikatan antara C pada gula dengan N pada basa purin dan N-H
pada basa pirimidin. Senyawa yang terbentuk disebut nukleosida atau deoksiribonukleosida.
Nukleosida dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu:
1)

Persenyawaan antara gula dengan basa adenin (deoksi adenosin).

2)

Persenyawaan antara gula dengan basa guanin (deoksi guanosin).

3)

Persenyawaan antara gula dengan basa timin (deoksitimidin).

4)

Persenyawaan antara gula dengan basa sitosin (deoksisitidin).

Selanjutnya, fosfat membentuk ester dengan nukleosida melalui pembentukan ikatan C5 pada
gula. Ester fosfat -5- nukleosida ini disebut nukleotida. Ada 4 macam nukleotida, yaitu adenosin
deoksiribonukleotida, guanosin deoksiribonukleotida, sitidin deoksiribonukleotida, dan timidin
deoksiribonukleotida. Nukleotida-nukleotida tersebut dapat bergabung membentuk suatu
rangkaian yang disebut polinukleotida . Benang polinukleotida yang saling berpilin (heliks
ganda) membentuk DNA. Untuk lebih mengetahui struktur nukleotida dan polinukleotida
Berdasarkan hasil analisis refraksi sinar X oleh kristal DNA, James Watson (Amerika) dan
Francis Crick (Inggris) pada 1953 menyimpulkan bahwa struktur molekul DNA berbentuk heliks
ganda.

Molekul DNA mempunyai sifat-sifat, antara lain:


1)

DNA berbagai organisme mempunyai kandungan adenin (A) yang sama dengan Timin (T).

Perbedaan antara DNA dari spesies yang berlainan terletak antara kandungan A + T atau G + C.
2) Setiap molekul DNA disusun oleh dua rantai polinukleotida. Basa-basa dari kedua rantai
tersebut berpasangan dengan aturan adenin berpasangan dengan Timin dan Guanin
berpasangan dengan sitosin. Antara kedua basa yang berpasangan terbentuk ikatan hidrogen.
Adanya ikatan inin memberikan kelenturan pada DNA.
3)

DNA merupakan struktur yang aktif melakukan fungsi biologi.

2. RNA
Pada sel-sel organisme prokariot dan eukariot, selain DNA terdapat pula asam nukleat lain yang
penting, yaitu RNA atau asam ribonukleat. RNA merupakan seutas benang tunggal yang
tersusun molekul gula ribosa, gugus fosfat, dan asam nitrogen. Basa nitrogen RNA terdiri atas
golongan purin (adenin dan guanin) dan golongan pirimidin (sitosin dan urasil).
RNA dibentuk oleh DNA di dalam nukleus, melalui proses transkripsi DNA. Hasil transkripsi
digunakan RNA untuk sintesis protein dalam sitoplasma sel.

Berdasarkan letak dan fungsinya, RNA dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
a)

RNA duta (RNA-d) atau m RNA

RNA duta adalah RNA yang menjadi model cetakan dalam proses penyusunan asam amino
pada rantai polipeptida atau sintesis protein. Disebut RNA duta, karena molekul ini merupakan
penghubung DNA dengan protein dan membawa pesan berupa informasi genetik dari DNA untuk
membentuk protein. Informasi genetik berupa urutan basa N pada RNA duta yang memesan
suatu asam amino yang disebut kodon. Penyusunan rantai polipeptida tergantung dari urutan
kodon pada RNA duta.
Urutan kodon pada RNA-d yang dicetak DNA tergantung pada macam protein yang akan
disintesis.
b)

RNA transfer (RNA-t)

RNA-t mempunyai fungsi menerjemahkan kodon yang terdapat pada RNA-d menjadi satu jenis
asam amino. Kemampuan menerjemahkan ini, disebabkan oleh adanya anti kodon yang
merupakan komplemen dari kodon RNA-d. RNA-t juga berfungsi mengangkut asam amino ke
permukaan ribosom pada saat translasi. Translasi adalah penerjemahan urutan nukleotida RNAd menjadi urutan asam amino polipeptida.
c)

RNA ribosom (RNA-r)

RNA-r merupakan RNA terbanyak, sekitar 83% dari RNA yang dikandung oleh suatu sel. RNA-r
berperan dalam sintesis rantai protein sebagai tempat pertemuan RNA-d dan RNA-t.
RNA dan DNA memiliki perbedaan. Cermati perbedaan- nya pada Tabel 3.1 di bawah ini.

Tabel 3.1 Perbedaan RNA dan DNA


Gambar 3.8
RNA dalam sintesis protein

C Kromosom

nukleus terdapat benang-benang halus seperti jala yang dapat menyerap warna. Benangbenang halus ini disebut kromatin (chromo = warna, dan tin = badan). Ketika sel akan
membelah, benang kromatin menebal dan memendek, lebih mudah menyerap zat warna
sehingga dapat dilihat dengan mikroskop. Benang kromatin yang menebal dan memendek ini,
disebut kromosom.
1. Penggolongan kromosom
Berdasarkan letak kromosom di dalam tubuh. Kromosom di bagi menjadi dua macam, yaitu
kromosom tubuh (autosom) dan kromosom kelamin (kromosom sex). Di dalam sel tubuh
terdapat sepasang kromosom atau diploid (2n). Sepasang kromosom ini berasal dari induk
betina (ovum) dan induk jantan (sperma). Masing-masing kromosom induk berjumlah n
kromosom. Kromosom yang berpasangan tersebut, disebut kromosom homolog. Kromosom
homolog adalah kromosom yang mempunyai struktur yang sama atau mempunyai lokus-lokus
alel yang sama. Dalam sel tubuh manusia terdapat 23 macam kromosom homolog. Jumlah
macam kromosom atau satu pasang kromosom haploid disebut genom.
Satu kromosom terdiri atas dua bagian, yaitu:
1)

sentromer atau kinetokhor. Bagian ini berbentuk bulat dan tidak mengandung gen.

Sentromer berfungsi untuk pergerakan kromosom dari daerah ekuator ke kutub masing-masing
pada waktu pembelahan
2)

Lengan merupakan badan kromosom. Di dalam lengan ini terdapat kromomena (bahan

nukleo protein)
Letak sentromer menjadi ciri khas dari setiap pasangan kromosom. Berdasarkan letak
sentromernya, kromosom dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam, yaitu:
(1) Metasentrik: sentromer terletak di tengah-tengah kromosom
(2) Submetasentrik: sentromer dekat pada salah satu ujung kromosom
(3) Aksosentik: sentromer terletak di dekat ujung kromosom
(4) Parasentrik: sentromer terletak di ujung kromosom.
Selain penggolongan kromosom di atas, bentuk kromosom dapat bermacam-macam yang
disebabkan oleh letak sentromer yang bermacam-macam pula. Contohnya, ada kromosom yang
menyerupai huruf L (satu lengan kromosom lebih panjang dari yang lain), kromosom menyerupai
huruf I (sentromer terletak di ujung kromosom), dan kromosom yang menyerupai huruf V
(kromosom mempunyai lengan sama panjang).
2. Jumlah Kromosom

Dalam setiap organisme terdapat jumlah kromosom yang bervariasi. Jumlah kromosom haploid
yang terdapat pada berbagai organisme dapat dilihat pada Tabel 3.2 di bawah ini.
Tabel 3.2 Jumlah Kromosom (2n) pada Berbagai Hewan dan Tumbuhan

D Sintesis Protein
Protein adalah suatu makromolekul yang disusun oleh berbagai asam amino. Sedangkan, enzim
adalah protein yang mempunyai kemampuan sebagai katalisator reaksi biokimia dalam proses
metabolisme seluler. Berdasarkan hasil penelitian Beadle dan Tatum (1941), gen mengendalikan
proses metabolisme atau kehidupan individu melalui proses pengendalian enzim. Jadi,
perubahan struktur gen dapat menyebabkan perubahan struktur protein pada tingkat asam
amino, yang selanjutnya akan menyebabkan perubahan dalam proses metabolisme.
Protein tidak disintesis langsung oleh gen, melainkan melalui proses transkripsi dan translasi
(gen adalah nama fungsional, strukturnya adalah DNA). Transkripsi adalah proses replikasi DNA
untuk membentuk RNA-d. Sedangkan, translasi adalah proses penerjemahan informasi genetik
yang terdapat pada RNA-d menjadi runtunan asam amino polipeptida. Dalam transkripsi, DNA
digunakan sebagai model untuk sintesis protein. Untuk lebih mengetahui tentang transkripsi dan
translasi dalam sintesis protein, mari cermati uraian berikut ini.
1. Transkripsi
Transkripsi adalah proses transfer informasi genetik dari ruas DNA (gen) ke dalam molekul RNA
yang dipandu oleh enzim transkriptase sebagai katalisatornya. Runtunan basa pada utas RNA-d
ditentukan oleh runtunan basa yang terdapat pada satu ruas DNA, dan setiap basa tersebut
akan dicari padanan ribonukleotidanya, kemudian dirangkaikan menjadi rantai RNA-d.
Pembacaan oleh transkriptase dimulai dari tanda awal (promotor) sampai tanda akhir
(terminator). Hanya ruas yang diapit oleh kedua tanda itu yang akan ditranskripsikan. Gen
merupakan pengendali protein sehingga gen harus terdapat pada ruas di antara promotor dan
terminator 2. Translasi
2 Translasi
Setelah proses transkripsi di dalam inti sel selesai, selanjutnya RNA-d keluar dari inti untuk
menjadi model cetakan dalam penyusunan rangkaian asam amino pada proses translasi.
Informasi genetik yang dibawa oleh RNA-d terdapat pada runtunan basa yang dikandungnya.
Setiap jenis kombinasi 3 basa yang berdampingan mengandung sandi genetik (kodon) tertentu,
yang dapat diterjemahkan menjadi satu jenis asam amino. Dalam satu rantai RNA-d, hanya

bagian tertentu yang menjadi pola cetakan dalam sintesis protein, yaitu ruas yang diapit oleh
kodon awal (AUG) dan kodon akhir (UAA, UAG, UGA)
Setelah RNA-d sampai di ribosom, RNA-t mulai mengangkut asam amino ke dalam kompleks
translasi (ribosom), serta membaca sandi-sandi (kodon) RNA-d. Selanjutnya, asam-asam amino
yang dibawa oleh RNA-t dirangkai menjadi polipeptida. Kemampuan RNA-t menjalan- kan tugas
tersebut, disebabkan karena adanya simpul anti kodon dan kemampuan satu kompleks dengan
asam amino yang disebut aminoasil-t RNA.
Proses penerjemahan rangkaian kodon-kodon RNA-d menjadi rangkaian asam amino
polipeptida disebut translasi. Untuk mengetahui proses transkripsi dan translasi dalam sintesis
protein, mari cermati Gambar 3.12 di bawah ini.
E Sandi Genetik
Sandi genetik merupakan hubungan antara asam amino
yang terdapat pada rantai polipeptida dengan rangkaian nukleotida yang terdapat pada RNA-d.
Rangkaian nukleotida dibentuk berdasarkan model DNA pada ruas gen. Sehingga, sandi genetik
dapat diartikan sebagai aturan hubungan antar gen dengan protein.
Pada asam nukleat DNA atau RNA-d terdapat 4 jenis nukleotida (basa) yang menyusun
rantainya. Pada polipeptida dikenal 20 jenis asam amino penyusunnya. Dengan adanya
20 jenis asam amino tersebut, harus ada aturan yang dapat menjamin pengendalian gen dalam
pembentukan protein, selalu bersifat khas (satu gen hanya menyandikan satu jenis protein).
Untuk menjamin kekhasan tersebut harus banyak faktor pengendali (kodon), sekurangkurangnya sama dengan yang dikendalikan (asam amino). Hal ini bertujuan untuk mencegah
adanya satu kodon mengendalikan lebih dari satu asam amino. Berdasarkan persyaratan ini,
tidak mungkin satu asam amino dikendalikan hanya oleh satu nukleotida, karena keempat
nukleotida yang ada tidak akan mencukupi untuk mengendalikan 20 asam amino. Sistem
penyandian seharusnya didasarkan pada kombinasi dari nukleotida yang ada. Yang paling
mungkin adalah setiap kodon merupakan kombinasi
3 nukleotida DNA sehingga akan diperoleh 64 kodon yang akan mencukupi untuk
mengendalikan 20 asam amino.
Enam puluh empat kodon ini berfungsi menyandikan asam amino, tetapi akan ada kodon-kodon
yang menyandikan satu jenis asam amino yang sama. Jadi, ada 3 kodon, yaitu UAA, UAG, dan
UGA yang menjadi kodon akhir dan AUG yang menjadi kodon awal, keempat kodon ini tidak
menyandikan asam amino. Sebagian besar asam amino dikendalikan lebih dari 1 kodon.
Berbagai kodon yang menyandikan 1 jenis asam amino yang sama disebut kodon sinonim.
Kodon-kodon diketahui tidak bertumpang tindih dan terletak berdampingan tanpa penyelang.
Jadi, pembentukan asam amino akan dilakukan oleh rangkaian kodon RNA-d dimulai dari kodon
dan diakhiri oleh salah satu kodon akhir.

Konsep sandi genetik ditemukan berkat keberhasilan peneliti mengembangkan sintesis protein
dan asam nukleat secara in vitro. Untuk mengetahui kode genetik ini, mari perhatikan Tabel 3.3
berikut ini.

Dalam sintesis protein dapat terjadi kesalahan dalam menerjemahkan kode-kode yang diterima
dari DNA. Jika terjadi kesalahan penerjemahan, akibatnya protein yang disusun juga keliru
sehingga enzim yang dihasilkan juga salah. Jika hal ini terjadi, maka metabolisme akan
terganggu. Misalnya, kodon GAA yang seharusnya diterjemahkan menjadi asam glutamat, tetapi
oleh RNA-t dibaca GUA yang diterjemahkan menjadi valin, atau dibaca AAA yang diterjemahkan
menjadi lisin. Hal ini, menyebabkan polipeptida yang dihasilkan tidak sesuai dengan perintah
DNA.
Kesalahan ini berpengaruh pada proses pembentukan hemoglobin. Hemoglobin normal
seharusnya mengandung asam glutamat, tetapi karena terjadi kesalahan dalam penerjemahan,
hemoglobin mengandung valin atau lisin. Hal ini menyebabkan hemoglobin menghasilkan sel
sabit. Sel sabit menyebabkan kelainan yang disebut siklemia . Siklemia diturunkan kepada
keturunannya dan menyebabkan mutasi
Jadi, kesalahan RNA-t menafsirkan kode-kode genetik dari DNA juga merupakan salah
satu mekanisme mutasi gen. Mutasi gen menyebabkan perubahan sifat yang diwariskan
secara turun temurun. Untuk lebih memahami tentang DNA dan proses replikasi, coba
kamu lakukan percobaan berikut ini.

gen adalah suatu zat yang berukuran sangat kecil (zarah) yang kompak dan menempati suatu
tempat pada kromosom bernama lokus. Morgan juga dikatakan, gen mengandung satuan
informasi genetic dan mengatur sifat menurun tertentu. Beberapa pendapat terkini
mendefinisikan gen sebagai suatu lokasi tertentu pada genom yang berhubungan dengan
pewarisan sifat dan dapat dihubungkan dengan fungsi sebagai regulator (pengendali), sasaran
transkripsi, atau peran-peran fungsional lainnya.

Pengertian Gen

Pengertian Gen
Bentuk fisik gen adalah urutan DNA yang menyandi suatu protein, polipeptida, atau seuntai
RNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya. Batasan modern gen adalah suatu
lokasi tertentu pada genom yang berhubungan dengan pewarisan sifat dan dapat dihubungkan
dengan fungsi sebagai regulator (pengendali), sasaran transkripsi, atau peran-peran fungsional
lainnya. Penggunaan gen dalam percakapan sehari-hari (misalnya gen cerdas atau gen
warna rambut) sering kali dimaksudkan untuk alel: pilihan variasi yang tersedia oleh suatu gen.
Meskipun ekspresi alel dapat serupa, orang lebih sering menggunakan istilah alel untuk
ekspresi gen yang secara fenotipik berbeda. Gen diwariskan oleh satu individu kepada
keturunannya melalui suatu proses reproduksi, bersama-sama dengan DNA yang membawanya.
Dengan demikian, informasi yang menjaga keutuhan bentuk dan fungsi kehidupan suatu
organisme dapat terjaga.
Fungsi
GEN memiliki fungsi sebagai berikut :
a.
Menyampaikan
informasi
b.
Sebagai
penentu
c. Mengatur perkembangan dan metabolisme.

Gen

kepada
sifat

generasi
yang

berikutnya.
diturunkan.

Struktur gen
Pada sel eukariot, gen terdiri dari:

domain regulasi inisiasi transkripsi, yang terdiri antara lain dari: deret

GCCACACCC, ATGCAAAT, kotak GC, kotak CCAAT dan kotak TATA.


intron
ekson, merupakan area kodikasi protein yang dapat ditranskripsi secara
overlapping atau nonoverlapping. Sebagai contoh, pada kode dengan tiga deret
nukleotida (kodon triplet) AUU GCU CAG, dapat secara dibaca nonoverlapping
sebagai AUU GCU CAG atau dibaca secara overlapping sebagai AUU UUG UGC
GCU CUC CAG. Walaupun pada sekitar tahun 1961, telah diketahui bahwa asam
amino dikodikasi oleh kodon secara nonoverlapping, telah ditemukan protein
berbeda hasil transkripsi dengan pergeseran overlapping kodon.

domain regulasi akhir transkripsi

Gen yang menampakkan senyawa kimia sebagai substansi hereditas mempunyai sifat sebagai
berikut.
1.
2.
3.

Sebagai
Dapat

4.

zarah
tersendiri
yang
terdapat
dalam
kromosom.
Mengandung
informasi
genetik.
menduplikasi
diri
saat
terjadi
pembelahan sel.

Mempunyai

tugas

khusus

sesuai

fungsinya.

5. Kerjanya ditentukan oleh susunan kombinasi basa nitrogennya.


Ekspresi

gen

Ekspresi gen adalah proses dimana kode-kode informasi yang ada pada gen diubah menjadi
protein-protein yang beroperasi hanya di dalam sel. Ekspresi gen terdiri dari dua tahap:

Transkripsi, proses pembuatan salinan RNA.

Translasi, proses sintesis polipeptida yang spesifik di dalam ribosom.

Proses transkripsi DNA menjadi mRNA dan translasi mRNA menjadi sebuah polipeptida disebut
dogma sentral (central dogma). Dogma sentral berlaku pada prokariot dan eukariot. Namun,
pada eukariot ada tahap tambahan yang terjadi di antara transkripsi dan translasi yang disebut
tahap pre-mRNA. Tahap pre-mRNA adalah untuk menyeleksi mRNA yang akan dikirim keluar
nukleus untuk ditranslasikan di ribosom. Ekson merupakan mRNA yang akan dikirim keluar
nukleus untuk ditranslasikan, sedangkan intron merupakan mRNA yang akan tetap berada di
dalam nukleus karena kemungkinan mRNA tersebut akan membentuk protein yang tidak
fungsional (tidak berguna) jika ditranslasikan. Intron kemudian akan terurai kembali untuk
membentuk rantai mRNA baru. Ketahui pula bahwa beberapa kesalahan yang disebut mutasi
dapat terjadi pada proses ekspresi gen ini. (Sumber Artikel Pengertian Gen ini adalah
wikipedia dan berbagai sumber lainnya).
Demikian tentang Definisi dan Pengertian Gen , semoga dapat memberi manfaat. Jika
anda tertarik tentang apa pengertian kromosom dan tentang metamorfosis sempurna dan tidak
sempurna

Genetika merupakan ilmu yang mempelajari tentang proses penurunan sifat dari induk ke
keturunannya. Tokoh penting dalam ilmu genetika adalah bapak Mendel yang menemukan
bahwa pewarisan sifat dipengaruhi oleh gen.
Gen tersusun atas molekul DNA (Deoksiribosa Nucleic Acid) dan RNA (Ribosa Nucleic
Acid), namun yang berperan pada pewarisan sifat adalah DNA. Gen terdapat di kromosom
yang terletak di dalam inti sel. Kromosom dibedakan menjadi 2 yaitu kromosom tubuh
(autosom) yang tersusun diploid (2n) dan kromosom kelamin (gonosom) yang tersusun
haploid (n).
Percobaan Mendel dilakukan pada tanaman kacang ercis dengan menggunakan diagram
persilangan dan beberapa istilah. Berikut istilah-istilah yang digunakan dalam diagram
persilangan:
1. Parental : induk/orang tua, baik jantan maupun betina yang dikawinkan
2. Gamet : sel kelamin
3. Filial : keturunan/anak
4. Genotip : susunan gen yang tidak dapat diamati langsung/yang tidak tampak, biasanya
disimbolkan sesuai huruf depan sifat, misal bunga warna merah=simbol MM. Simbol huruf
berpasangan karena kromosom tubuh tersusun 2n.
5. Fenotip : sifat yang tampak dari susunan gen, misal merah, besar, manis, tinggi
6. Dominan : sifat yang menang/menutupi/mengalahkan sifat yang lain, disimbolkan dengan
huruf kapital
7. Resesif : sifat yang kalah/ditutupi/dikalahkan sifat yang lain, disimbolkan dengan huruf kecil
8. Intermediet : sifat yang tidak menang maupun tidak kalah/mempunyai kekuatan yang sama
muncul pada keturunan.
9. Homozigot : genotip yang terdiri dari pasangan gen yang hurufnya sama (kapital semua/kecil
semua), misal MM, mm, AABB, aabb
10. Heterozigot : genotip yang terdiri dari pasangan gen yang hurufnya berbeda (kapital dan
kecil), misal Mm, Aa, Bb, AaBb
11. Hibrid : persilangan individu dengan sifat beda, misalnya monohibrid (1 sifat beda, dihibrid
(2 sifat beda)
Contoh diagram persilangan
Kasus 1: monohibrid dominan
Bunga pukul empat warna merah dikawinkan dengan bunga pukul empat warna putih.
Dari perkawinan tersebut diperoleh keturunan pertama yang semuanya berwarna merah,
sedangkan apabila keturunan pertama dikawinkan sesamanya diperoleh keturunan kedua:
bunga warna merah dan putih. Dari kasus di atas dapat dituliskan diagram persilangannya
sebagai berikut:
P1 (Parental pertama) => (2n) =
MM
x
mm
(warna merah)
(warna putih)
Gamet (n)
=
M
m
F1 (Filial pertama)
=
Mm
(warna merah)
P2 (Parental kedua)
=
Mm
x
Mm
(warna merah)
(warna merah)
Gamet
=
M
M

m
m
F2 (Filial kedua)
=
1. MM = merah
2. Mm = merah
3. Mm = merah
4. mm = putih
Kesimpulan :
Perbandingan genotip F2 = MM : Mm : mm = 1 : 2 : 1 = 25% : 50% : 25%
Perbandingan fenotip F2 = merah : putih = 3 : 1 = 75% : 25%
Keterangan :
1. Warna merah disimbolkan dengan huruf M karena bersifat dominan, hal ini diketahui dari
perolehan keturunan pertama yang semuanya merah. Sedangkan warna putih disimbolkan
dengan huruf m karena bersifat resesif.
2. Gamet yang hurufnya sama dalam 1 individu ditulis sekali saja
3. Pencarian keturunan kedua dapat menggunakan metode tabel seperti berikut:
Gamet induk 1
M
m
Gamet induk 2

MM (merah)

Mm (merah)

Mm (merah)

mm (putih)

Penulisan genotip diawali huruf KAPITAL terlebih dahulu per pasangan


4. Perhitungan persentase adalah sebagai berikut:
Misal perbandingan fenotip F2 = merah : putih = 3 : 1,
Untuk % merah = x 100 % = 75 %, angka 4 diperoleh dari jumlah total semua keturunan
kedua
Kasus 2 : monohibrid intermediet
Bunga pukul empat warna merah dikawinkan dengan bunga pukul empat warna putih.
Dari perkawinan tersebut diperoleh keturunan pertama yang semuanya berwarna merah
muda, sedangkan apabila keturunan pertama dikawinkan sesamanya diperoleh keturunan
kedua: bunga warna merah, merah muda dan putih. Dari kasus di atas dapat dituliskan
diagram persilangannya sebagai berikut:
P1 (Parental pertama) =
MM
x
mm
(warna merah)
(warna putih)
Gamet
=
M
m
F1 (Filial pertama)
=
Mm
(warna merah muda)
P2 (Parental kedua)
=
Mm
x
Mm
(merah muda)
(merah muda)
Gamet
=
M
M
m
m
F2 (Filial kedua)
=
1. MM = merah
2. Mm = merah muda
3. Mm = merah muda
4. mm = putih
Kesimpulan :

Perbandingan genotip F2 = MM : Mm : mm = 1 : 2 : 1 = 25% : 50% : 25%


Perbandingan fenotip F2 = merah : merah muda : putih = 1 : 2 : 1
= 25% : 50% : 25%
Pada kasus ini terdapat sifat intermediet atau disebut semi dominan
Kasus 3 : dihibrid
Bunga warna merah batang tinggi dikawinkan dengan bunga warna putih batang pendek.
Dari perkawinan tersebut diperoleh keturunan pertama yang semuanya berwarna merah
batang tinggi, sedangkan apabila keturunan pertama dikawinkan sesamanya diperoleh
keturunan kedua, antara lain: bunga warna merah batang tinggi, bunga warna merah batang
pendek, bunga warna putih batang tinggi dan bunga warna putih batang pendek. Dari kasus di
atas dapat dituliskan diagram persilangannya sebagai berikut:
P1 (Parental pertama) =
MMTT
x
mmtt
(merah, tinggi)
(putih, pendek)
Gamet
=
MT
mt
F1 (Filial pertama)
=
MmTt
(merah, tinggi)
P2 (Parental kedua)
=
MmTt
x
MmTt
(merah, tinggi)
(merah, tinggi)
Gamet
=
MT
MT
Mt
Mt
mT
mT
mt
mt
F2 (Filial kedua) =
MT
Mt
mT
mt
Gamet induk 1
Gamet induk 2

MT

MMTT
Merah, tinggi

MMTt
Merah, tinggi

MmTT
Merah, tinggi

MmTt
Merah, tinggi

Mt

MMTt
Merah, tinggi

MMtt
Merah, pendek

MmTt
Merah, tinggi

Mmtt
Merah, pendek

mT

MmTT
Merah, tinggi

MmTt
Merah, tinggi

mmTT
Putih, tinggi

mmTt
Putih, tinggi

mt

MmTt
Merah, tinggi

Mmtt
Merah, pendek

mmTt
Putih, tinggi

mmtt
Putih, pendek

Kesimpulan :
Perbandingan genotip F2 = MMTT : MMTt : MMtt : MmTT : MmTt : Mmtt : mmTT :
mmTt : mmtt = 1 : 2 : 1 : 2 : 4 : 2 : 1 : 2 : 1
Perbandingan fenotip F2 = merah, tinggi : merah, pendek : putih, tinggi : putih, pendek =
9:3:3:1