Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PELAKSANAAN

PROGRAM KERJA UNIT REKAM MEDIS


RS CAMATHA SAHIDYA TAHUN 2011

I.

PENDAHULUAN
Rekam medis merupakan bukti tertulis tentang proses Pelayanan yang diberikan
oleh dokter dan tenaga kesehatan lainya kepada pasien,hal ini merupakan cerminan
kerja sama lebih dari dari satu orang tenaga kesehatan untuk menyembuhkan
paswien. Proses pelayanan yang diawali dengan identifikasi pasien baik jati diri,
maupun perjalanan penyakit, pemeriksaan, pengobatan dan tindakan medis lainnya.
Rekam medis merupakan catatan yang harus dijaga kebersihannya dan terbatas
tenaga kesehatan dan pasien-pasien serta memberikan kepastian biaya yang harus
dikeluarkan.
Dalam rangka peningkatan mutu di unit rekam medis, maka telah dirancang
berbagai program-program untuk dapat menghasilkan catatan-catatan yang bisa
mencerminkan segala informasi menyangkut seorang pasien yang akan dijadikan
dasar dalam menentukan tindakan lebih lanjut dlaam upaya pelayanan maupun
tindakan medis lainnya yang diberikan kepada seorang pasien yangd datang ke
rumah sakit.

II.

LATAR BELAKANG
Rekam medis

mempunyai kegunaan dari aspek administrasi, medis, hukum,

keuangan, penelitian, pendidikan, dan dokumentasi. Untuk mewujudkan hal

tersebut perlu didukung program yang menunjang peningkatan kualitas dari rekam
medis yang ada di rumah sakit.
III.

TUJUAN
Menunjang tercapanya tertib administrasi dalam rangka upaya peningkatan,
pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tanpa didukung suatu system pengelolaan
rekam medis yang baik dan benar, mustahil tertib administrasi rumah sakit akan
berhasil sebagaimana yang diharapkan.

IV.

URAIAN KEGIATAN
A.

PENINGKATAN MUTU
1.

Terbentuknya Tim peningkatan mutu unit Rekam medis melalui


SK Direktur RSIS Nomor: 234/SK-RM/VI/2010 tanggal 2 Februari 2010.

2.

Menerbitkan formulir-formulir baru berdasarkan permintaan dari


unit-unit rawat inap, rawat jalan dan UGD

3.

Melakukan pengumpulan data indicator klinik, pengolahan data


sampai dengan penyebar luasan data indicator secara berkala yaitu tiga
bulan sekali.

4.

Melakukan rapat-rapat secara berkala antara tim mutu dengan


panitia rekam medis.

5.

Mengumpulkan angka kepuasan pasien terhadap pelayanan RS


CAMATHA SAHIDYA secara sistematis dan sesuai dengan prosedur
secara berkala.

6.

Bergabung dengan tim RS melakukan audit medik pada kasus


obgyn dan anak.

B.

PENINGKATAN SDM
1.

Melakukan pelatihan tentang pengolahan data rekam medis yang


dilaksanakan di CAMATHA SAHIDYA

2.

Melakukan pelatihan tentang pengelolaan rekam medis.

3.

Melakukan pelatihan tentang penyimpanan dan pemisahan


dokumen rekam medis.

4.

Melakukan pelatihan pengkodingan dokumen rekam medis.

5.

Melakukan orientasi bagi pegawai baru di unit rekam medis

6.

Rekruitmen tenaga rekam medis sesuai dengan standar yang


telah ditetapkan rs

C.

PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA


1.

Renovasi ruang rekam medis sesuai dengan standar.

2.

Pemisahan ruangan untuk penyimpanan dan pengolahan data


rekam medis.

3.

Menentukan tempat untuk ruang kepala unit, pengelola data dan


penyimpanan data.

V.

KESIMPULAN

A.

PENINGKATAN MUTU
1.

Angka kejadian berkas rekam medis yang dikembalikan ke unit


rekam medis lebih dari 2 x 24 jam setelah pasien rawat inap keluar rumah
sakit kurang dari 5 %.

2.

Angka kejadian keterlambatan penyediaan berkas rekam medis


pada saat pasien telah berhadapan dengan dokter di unit rawat jalan
kurang dari 5 %.

3.

Angka keterlambatan pengisian rekam medis pada rawat jalan.

4.

Angka keterlambatan pengisian rekam medis pada unit rawat


inap.

5.

Angka keterlambatan pengisian rekam medis pada UGD

6.

Ketidaklengkapan pembuatan laporan operasi dan laporan


anestesi dalam waktu 24 jam pasca operasi 0%.

7.

Ketidaklengkapan pengisian formulir persetujuan tindakan


kedokteran untuk tindakan dengan risiko tinggi 0%.

8.

Pasien rawat jalan dan rawat inap memiliki lebih dari satu nomor
rekam medis 0%.

9.

Angka kejadian keterlambatan penyediaan berkas rekam medis


pada saat pasien telah berhadapan dengan dokter di unit rawat jalan
kurang dari 5 %.

10.

Angka kejadian keterlambatan penyediaan berkas rekam medis


pada saat pasien telah berhadapan dengan dokter di unit rawat jalan
kurang dari 5 %.

B.

PENINGKATAN SDM
1.

Kepala urusan rekam medis telah sesuai standar, yaitu DIII


rekam medis.

2.

Ada pola ketenagaan unit rekam medis yang telah ditetapkan


oleh Direktur.

3.

Ada tenaga pengelola rekam medis yang telah dilatih rekam


medis bersertifikat.

4.
C.

Jumlah tenaga di unit rekam medis masih kurang 3 orang.


PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA

1.

Sudah ada ruang rekam medis yang sesuai dengan standar.

2.

Sudah ada Pemisahan ruangan untuk

penyimpanan dan

pengolahan data rekam medis.


3.

Ada ruang untuk kepala unit, pengelola data dan penyimpanan


data.

4.

Ukuran ruang untuk unit rekam medis masih kurang dengan


standar.

VI. RENCANA TINDAK LANJUT


A.

PENINGKATAN MUTU
1.

Melakukan sosialisasi tentang SOP pengisian rekam medis rawat


inap, rawat jalan dan UGD, SOP tentang penerimaan pasien baru, pasien
lama, pengkodean dan pengindeksan penyakit pasien rawat jalan.

2.

SOP penyimpanan rawat jalan, pembuatan laporan morbiditas


pasien rawat jalan, pendaftaran pasien masuk rawat inap, dan rawat jalan,
pencatatan pasien masuk rawat inap, pemberian nomor rekam medik,
identifikasi bayi baru lahir, registrasi kelahiran, registrasi pasien rawat
inap, penataan berkas rekam medik dll.

3.

Evaluasi terus menerus SOP yang sudah berlaku dan dijalankan.

4.

Meminimalkan angka-angka keterlambatan pencatatan berkas


rekam medis, pengembalian berkas rekam medis, angka kejadian
keterlambatan penyediaan berkas rekam medis pada saat pasien telah
berhadapan dengan dokter di unit rawat jalan..

B.

PENINGKATAN SDM
1.

Penambahan tenaga di unit rekam medis sebanyak 3 orang


dengan criteria SMA 1 orang dan D III rekam medis 2 orang..

2.
C.

Pelatihan terus menerus yang berhubungan dengan rekam medis.


PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA

1.

Renovasi ukuran dan luas ruang untuk penyimpanan dokumen


yang aktif dan non aktif.

2.

Ruang penyimpanan dokumen diberi AC dan tidak boleh ada


yang masuk kecuali petugas.