Anda di halaman 1dari 24

PENGARUH KETERSEDIAAN HARA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN

KEDELAI (Glycine max) BERUMUR DUA MINGGU

LAPORAN PRAKTIKUM

Oleh :
Katrin Rawung

111810401045

Septian Theo F.

121810401058

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2015

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Salah satu faktor lingkungan yang sangat menentukan lajunya pertumbuhan,

perkembangan dan produksi suatu tanaman adalah tersedianya unsur-unsur hara


yang cukup di dalam tanah. Diantara 105 unsur yang ada di atas permukaan bumi,
ada 16 unsur yang mutlak diperlukan oleh suatu tanaman untuk dapat
menyelesaikan siklus hidupnya dengan sempurna. Ke-16 unsur tersebut terdiri
dari 9 unsur makro dan 7 unsur mikro. 9 unsur makro dan 7 unsur mikro inilah
yang disebut sebagai unsur -unsur esensial.
Unsur hara makro antara lain: C, H, O, N, P, K, S, Ca, dan Mg. Sedangkan
yang termasuk unsur hara mikro adalah: Fe, B, Mn, Cu, Zn, Mo, dan Cl. Beberapa
unsur ada yang esensial bagi tanaman tertentu, misalnya Na, Si dan Co. Karbon
diambil oleh tumbuhan dalam bentuk gas CO2, hidrogen diambil dalam bentuk air
(H2O), sedangkan oksigen selain dalam bentuk CO2 dan H2O juga dapat diambil
dalam bentuk O2, maupun senyawa lainnya. Unsur C, H, dan O merupakan
penyusun utama makromolekul, seperti: karbohidrat, lipid, protein dan asam
nukleat. Setelah C, H, dan O, nitrogen merupakan unsur hara makro terpenting.
Nitrogen merupakan komponen dari asam-asam amino (juga protein), klorofil,
koenzim dan asam nukleat. Nitrogen sering merupakan unsur pembatas
pertumbuhan. Walaupun gas N2 menyusun 78 % atmosfir bumi, tumbuhan tidak
dapat menggunakannya secara langsung.
Untuk membuktikan bahwa beberapa unsur-unsur esensial tersebut
dibutuhkan selama masa pertumbuhan dan perkembangan maka dilakukanlah
serangkain percobaan dengan meletakkan Tumbuhan uji pada beberapa medium
tanam yang berbeda dengan harapan di setiap mediumnya tumbuhan uji memiliki
perbedaan tumbuh.

1.2

Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang ada, dapat di ambil rumusan masalah yaitu

bagaimana pengaruh perbedaan media tanam terhadap pertumbuhan tanaman uji.

1.3

Tujuan
Mengetahui pengaruh beberapa media tanah terhadap pertumbuhan tanaman

uji.

1.4

Manfaat
Dapat memahami pengaruh beberapa media tanah terhadap pertumbuhan

tanaman kedelai (Glycine max)

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Unsur yang diperlukan oleh tumbuhan dalam jumlah yang relatif besar
disebut makronutrien. Terdapat sembilan makronutrien, yang meliputi enam unsur
penyusun utama senyawa organik: karbon,oksigen, hidrogen, nitrogen, sulfur dan
fosfat. Tiga makronutrien lainnya adalah kalium, kalsium dan magnesium. Unsurunsur yang diperlukan tumbuhan dalam jumlah yang sangat sedikit disebut
mikronutrien. Kedelapan mikronutrien tersebut adalah besi, klorida, tembaga,
mangan, seng, molibdenum, boron dan nikel. Pada tumbuhan, unsur-unsur ini
sebagian berfungsi sebagai kofaktor-kofaktor reaksi enzimatik (Campbell,2004).
Sebagian besar unsur yang dibutuhkan tanaman diserap dari larutan tanah
melalui akar, kecuali karbon oksigen yang diserap dari udara oleh daun.
Penyerapan

unsur hara secara umum lebih lambat dibandingkan dengan

penyerapan air oleh akar tanaman. System perakaran tanaman lebih dikendalian
oleh sifat genetik dari tanaman yang bersangkutan, tetapi telah pula dibuktikan
bahwa sistem perakaran tanaman tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi tanah
atau media tumbuh tanaman. Faktor yang mempengaruhi pola penyuburan akar
antara lain adalah penghalang mekanis, suhu tanah, aerasi, ketersediaan air dan
ketersediaan unsur hara (Lakitan, 2008).
Unsur N yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang besar
merupakan unsur hara yang digunakan tanaman untuk pertumbuhan tanaman
sehingga dalam memenuhi unsur N tersebut dilakukan pemberian pupuk Urea.
Tidak hanya digunakan dalam pertumbuhan tanaman unsur N tetapi dalam
diferensiasi biji untuk perkembangan generatif tanaman (Ryan, 2009). Urea juga
memiliki kandungan unsur N tinggi sehingga pemberian pupuk Urea ini dilakukan
saat tanaman melakukan pertumbuhan vegetatif tetapi dalam melakukan
pemupukan harus memperhatikan waktu, dosis pupuk yang diberikan, musim dan
lain-lain. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan efektivitas pemberian pupuk
ke tanah dan dimanfaatkan bagi tanaman.
Tanaman kedelai mempunyai dua bentuk daun yang dominan, yaitu stadia
kotiledon yang tumbuh saat tanaman masih berbentuk kecambah dengan dua helai

daun tunggal dan daun bertangkai tiga (triofoliate leaves) yang tumbuh setelah
masa perkecambahan. Bentuk daun diperkirakan mempunyai korelasi yang sangat
erat dengan potensi produksi biji. Pada daun terdapat bulu dengan warna cerah
dan jumlahnya bervariasi (Adisarwanto, 2005 ).
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produksi tanaman kedelai dapat
dari berbagai hal, salah satu contohnya yaitu faktor iklim. Iklim merupakan
keadaan dimana yang sangat menentukan sehingga tidak semua tanaman dapat
tumbuh pada iklim tertentu. Selain iklim dapat menentukan produktivitas tanaman
kedelai tetapi dapat juga menentukan dalam hal kandungan gizi yang dihasilkan
tanaman tetapi masyarakat tidak mementingkan gizi yang terkandung dalam
tanaman kedelai tersebut yang penting bagi masyarakat adalah memproduksi
tinggi dan mendapat keuntungan yang sebesar-besarnya. Indonesia merupakan
salah satu negara yang memiliki iklim tropis yang hanya memiliki 2 musim yaitu
musim hujan dan kemarau. Untuk daerah iklim tropis kandungan gizi didalam
tanaman hanya banyak mengandung karbohidrat yang tinggi tetapi rendah
kandungan protein pada setiap tanaman yang dihasilkan tetapi kedlai mampu
memproduksi protein yang banyak (Kartasapoetra, 1990).
Peningkatan produktivitas tanaman kedelai merupakan hal yang penting
dalam memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia. Dalam hal peningkatan produksi
tanaman kedelai ini perlu memperhatikan berbagai faktor seperti iklim, esensial,
hama dan penyakit dan varietas tanaman yang akan ditanam. Salah satu faktok
iklim yang berpengaruh dalam meningkatkan produksi tanaman adalah cahaya.
Cahaya merupakan hasil dari gabungan antara berbagai warna yang ditimbulkan
oleh sinar matahari atau benda lain yang dapat menghasilkan cahaya. Bagi
tanaman cahaya sangat penting karena menyangkut berbagai hal dalam melakukan
fotosintesis yang dibutuhkan oleh tanaman untuk melangsungkan hidupnya.
Bukan hanya dalam hal fotosintesis cahaya yang diperlukan oleh tanaman tetapi
proses pekembangan seperti perkecambahan, perpanjangan batang, membukanya
hipocotyl, perluasan daun, sintesa klorofil, gerakan batang dan daun, pembukaan
bunga dan dormansi tunas (Fitter, 1992).

BAB 3. METODE

3.1

Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian ini akan dilakukan di greenhouse, Jurusan Biologi, Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember.

3.2

Alat dan Bahan


3.2.1 Alat
Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini terdiri dari pot plastik
ukuran sedang, cethok, gelas ukur, kertas label, alat penyiram dan
timbangan berat badan.
3.2.2 Bahan
Bahan yang di perlukan dalam praktikum ini antara lain tumbuhan
kacang kedelai umur 2 minggu, tanah tegalan, tanah pasir dan tanah
kompos.

3.3

Parameter
Dalam praktikum ini terdapat 6 parameter antara lain Tinggi batang, panjang
daun, lebar daun, dan jumlah daun; warna daun dan kondisi daun.

3.4

Cara Kerja

6 pot plastik

diisi masing-masing pot plastik tersebut dengan media tanam dengan berat yang
sama . Media tanam berupa tanah tegalan, tanah pasir dan kompos di setiap 2 pot
dengan perbandingan 1:1

ditanam kacang kedelai umur 2 minggu dengan berjarak random

dimasing-masing pot disiram sesuai dengan batas kapasitas lapang

diletakan di tempat terbuka (langsung terkena cahaya)

diamati tiap minggu selama 1 bulan

data dimasukkan dalam tabel dan grafik

Hasil

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1

Hasil

4.1.1 Tabel pengamatan


Tanggal 22 Oktober 2015

No
1
2
3
Rerata

Media Pasir 1
Tinggi Batang
12
16
11
13

Panjang Daun
4,2
5
3,9
4,37

Lebar Daun Warna Daun Jumlah Daun


1,5
Hijau
5
1,4
Hijau
4
1,2
Hijau
5
1,37
4,67

No
1
2
3
Rerata

Media Pasir 2
Tinggi Batang
22
16
17,5
18,50

Panjang Daun
4,7
4,3
4,2
4,40

Lebar Daun Warna Daun Jumlah Daun


2
Hijau
3
1,6
Hijau
5
1,4
Hijau
4
1,67
4,00

No
1
2
3
Rerata

Media Tanah 1
Tinggi Batang
19
20
15
18,00

Panjang Daun
4
3,5
4,5
4,00

Lebar Daun Warna Daun Jumlah Daun


1,9
Hijau
4
1,9
Hijau
4
1,6
Hijau
3
1,80
3,67

No
1
2
3
Rerata

Media Tanah 2
Tinggi Batang
15
15,5
14,5
15,00

Panjang Daun
4,5
3,5
2,4
3,47

Lebar Daun Warna Daun Jumlah Daun


1,5
Hijau
5
1,9
Hijau
6
1,3
Hijau
4
1,57
5,00

No
1
2
3
Rerata

Kompos 1
Tinggi Batang
11,5
14
16
13,83

Panjang Daun
5,5
4,5
3,4
4,47

Lebar Daun Warna Daun Jumlah Daun


2
Hijau
6
1,5
Hijau
6
1,5
Hijau
5
1,67
5,67

No
1
2
3
Rerata

Kompos 2
Tinggi Batang
13
18
20
17,00

Panjang Daun
4,5
4,6
4,2
4,43

Lebar Daun Warna Daun Jumlah Daun


1,6
Hijau
3
1,5
Hijau
4
1,4
Hijau
6
1,50
4,33

Rerata

18,00

4,00

1,80

3,67

No
1
2
3
Rerata

Media Tanah 2
Tinggi Batang
15
15,5
14,5
15,00

Panjang Daun
4,5
3,5
2,4
3,47

Lebar Daun Warna Daun Jumlah Daun8


1,5
Hijau
5
1,9
Hijau
6
1,3
Hijau
4
1,57
5,00

No
1
2
3
Rerata

Kompos 1
Tinggi Batang
11,5
14
16
13,83

Panjang Daun
5,5
4,5
3,4
4,47

Lebar Daun Warna Daun Jumlah Daun


2
Hijau
6
1,5
Hijau
6
1,5
Hijau
5
1,67
5,67

No
1
2
3
Rerata

Kompos 2
Tinggi Batang
13
18
20
17,00

Panjang Daun
4,5
4,6
4,2
4,43

Lebar Daun Warna Daun Jumlah Daun


1,6
Hijau
3
1,5
Hijau
4
1,4
Hijau
6
1,50
4,33

Tanggal 29 Oktober 2015

No
1
2
3
Rerata

Media Pasir 1
Tinggi Batang
12,7
16,4
11,5
13,53

Panjang daun
4,2
4,6
4,2
4,33

Lebar daun Warna Daun Jumlah Daun


1,5
+
8
1,6
Hijau
7
1,5
+
8
1,53
7,67

No
1
2
3
Rerata

Media Pasir 2
Tinggi Batang
22,5
16,7
18
19,07

Panjang daun
5
4,8
4,2
4,67

Lebar daun Warna Daun Jumlah Daun


2,3
Hijau
6
1,8
Hijau
8
1,6
++
7
1,90
7,00

No
1
2
3
Rerata

Media Tanah 1
Tinggi Batang
19,2
20,4
Mati
19,80

Panjang daun
4,2
3,9
Mati
4,05

Lebar daun Warna Daun Jumlah Daun


2,2
Hijau
7
2
Hijau
7
Mati
Mati
Mati
2,10
7,00

No
1
2
3
Rerata

Media Tanah 2
Tinggi Batang
15,1
16,4
15
15,50

Panjang daun
4,6
4,3
3,1
4,00

Lebar daun Warna Daun Jumlah Daun


1,6
+
8
2,1
+
9
1,9
+
7
1,87
8,00

No
1
2
3
Rerata

Media Kompos 1
Tinggi Batang
12
14,7
18
14,90

Panjang daun
6
4,7
3,8
4,83

Lebar daun Warna Daun Jumlah Daun


2,7
++
11
1,7
++
11
1,9
++
10
2,10
10,67

No

Media Kompos 2
Tinggi Batang

Panjang daun

Lebar daun Warna Daun Jumlah Daun

Rerata

19,80

4,05

2,10

7,00

No
1
2
3
Rerata

Media Tanah 2
Tinggi Batang
15,1
16,4
15
15,50

Panjang daun
4,6
4,3
3,1
4,00

Lebar daun Warna Daun Jumlah Daun9


1,6
+
8
2,1
+
9
1,9
+
7
1,87
8,00

No
1
2
3
Rerata

Media Kompos 1
Tinggi Batang
12
14,7
18
14,90

Panjang daun
6
4,7
3,8
4,83

Lebar daun Warna Daun Jumlah Daun


2,7
++
11
1,7
++
11
1,9
++
10
2,10
10,67

No
1
2
3
Rerata

Media Kompos 2
Tinggi Batang
13,9
18,3
20,7
17,63

Panjang daun
5
5
4,7
4,90

Lebar daun Warna Daun Jumlah Daun


1,7
Hijau
8
1,6
++
7
1,5
++
11
1,60
8,67

Tanggal 5 November 2015

No
1
2
3
Rerata

Media Pasir 1
Tinggi Batang
13
17,5
12
14,17

Panjang Daun Lebar Daun


4,5
1,6
4,7
1,7
4,3
1,6
4,50
1,63

Warna Daun
+++
++
+++

Jumlah Daun
11
8
10
9,67

No
1
2
3
Rerata

Media Pasir 2
Tinggi Batang
23
17
20,7
20,23

Panjang Daun Lebar Daun


5,1
2,5
4,9
1,9
4,3
1,7
4,77
2,03

Warna Daun
+++
++ daun mengerut
++ daun mengerut

Jumlah Daun
8
10
11
9,67

No
1
2
3
Rerata

Media Tanah 1
Tinggi Batang
20,6
21,6
Mati
21,10

Panjang Daun Lebar Daun


4,2
2
3,9
2
Mati
Mati
4,05
2,00

Warna Daun
++
++
Mati

Jumlah Daun
10
7
Mati
8,50

No
1
2
3
Rerata

Media Tanah 2
Tinggi Batang
15,4
17
17,1
16,50

Panjang Daun Lebar Daun


4,7
2
3,7
2,3
3
1,9
3,80
2,07

Warna Daun
++
++
+++ daun sedikit layu

Jumlah Daun
11
10
7
9,33

No
1
2
3
Rerata

Media Kompos 1
Tinggi Batang Panjang Daun Lebar Daun
12
6
3
15
4,2
2,7
18
4
2,3
15,00
4,73
2,67

Warna Daun
+++
+++
+++

Jumlah Daun
14
14
13
13,67

No
1
2
3
Rerata

Media Kompos 2
Tinggi Batang Panjang Daun Lebar Daun
14,3
4,9
2
19
5
1,7
20,4
4,5
1,5
17,90
4,80
1,73

Warna Daun
++ daun mengerut
++ daun mengerut
++

Jumlah Daun
11
10
14
11,67

2
3
Rerata

17
17,1
16,50

3,7
3
3,80

2,3
1,9
2,07

++
+++ daun sedikit layu

10
7
9,33

10

No
1
2
3
Rerata

Media Kompos 1
Tinggi Batang Panjang Daun Lebar Daun
12
6
3
15
4,2
2,7
18
4
2,3
15,00
4,73
2,67

Warna Daun
+++
+++
+++

Jumlah Daun
14
14
13
13,67

No
1
2
3
Rerata

Media Kompos 2
Tinggi Batang Panjang Daun Lebar Daun
14,3
4,9
2
19
5
1,7
20,4
4,5
1,5
17,90
4,80
1,73

Warna Daun
++ daun mengerut
++ daun mengerut
++

Jumlah Daun
11
10
14
11,67

Tanggal 12 November 2015

No
1
2
3
Rerata

Media Pasir 1
Tinggi Batang
13,3
18
12,5
14,60

Panjang Daun Lebar Daun


4,8
1,6
5
1,7
4,5
1,6
4,77
1,63

No
1
2
3
Rerata

Media Pasir 2
Tinggi Batang
23,5
18,5
20,9
20,97

Panjang Daun Lebar Daun


Warna Daun
Jumlah Daun Jumlah bunga Jumlah buah
5,1
2,6
++ daun mengerut
8
4,9
1,9
++ daun mengerut
8
4,4
1,9
+++
9
1buah
1bunga
4,80
2,13
8,33

No
1
2
3
Rerata

Media Tanah 1
Tinggi Batang
21
21,9
Mati
21,45

Panjang Daun Lebar Daun


4,3
2,3
4,4
2,2
Mati
Mati
4,35
2,25

Warna Daun
++
++
Mati

Jumlah Daun Jumlah bunga Jumlah buah


10
1buah
1bunga
7
1buah
1bunga
Mati
Mati
Mati
8,50

No
1
2
3
Rerata

Media Tanah 2
Tinggi Batang
15,4
18,5
17,5
17,13

Panjang Daun Lebar Daun


4,8
2,1
3,7
2,4
3,1
2
3,87
2,17

Warna Daun
++
++
++

Jumlah Daun Jumlah bunga Jumlah buah


11
13
2buah
7
10,33

Warna Daun
++
++
+++

Jumlah Daun Jumlah bunga Jumlah buah


14
8
1 buah
1 bunga
11
11,00

No
1
2
3
Rerata

Media Kompos 1
Tinggi Batang Panjang Daun Lebar Daun
12,5
6,3
3,3
16
4,5
3,3
19,4
4,3
2,5
15,97
5,03
3,03

Warna Daun
++
++
++

Jumlah Daun Jumlah bunga Jumlah buah


14
17
2bunga
1buah
17
16,00

No
1
2
3
Rerata

Media Kompos 2
Tinggi Batang Panjang Daun Lebar Daun
15
5
2,2
19,3
5,1
1,8
21
4,6
1,6
18,43
4,90
1,87

Warna Daun
++
+++
++

Jumlah Daun Jumlah bunga Jumlah buah


14
1bunga
13
1bunga
20
1bunga
15,67

Keterangan :

++ Ada sedikit bercak kuning di bagian permukaan daun


+++ Ada banyak bercak kuning di bagian permukaan daun

11

4.1.2 Grafik pertumbuhan tanaman uji pengulangan satu per parameter selama 4
minggu

12

13

4.1.3 Grafik pertumbuhan tanaman uji pengulangan dua per parameter selama 4
minggu

14

Lebar daun
2,50
2,00
1,50
1,00

pasir

0,50

tanah

0,00

4.2

kompos
minggu 1

minggu 2

minggu 3

minggu 4

pasir

1,67

1,90

2,03

2,13

tanah

1,57

1,87

2,07

2,17

kompos

1,50

1,60

1,73

1,87

Pembahasan
Tanaman kedelai merupakan salah satu tanaman polong-polongan yang

mempunyai nilai gizi tinggi terutama protein dalam polong yang dihasilkan.
Tanaman ini juga banyak sekali manfaatnya mulai dari polong sampai daunnya.
Kedelai memiliki morfologi yang berkembang vegetatif dan generatif. Secara
vegetatif tanaman ini meliputi akar, batang dan daun sedangkan perkembangan
secara generatif meliputi bunga dan buah atau biji. Morfologi tanaman ini dapat
dijelaskan sebagai berikut:

15

1. Akar
Tanaman kedelai ini memiliki akar tunggang yang membentuk cabangcabang yang pertumbuhannya menyamping dan tidak jauh dari permukaan tanah.
Akar tanaman pada umumnya berfungsi sebagai penyerapan air tetapi pada
tanaman kedelai ini juga sebagai tempat asosiasi dengan bakteri penambat N
bebas sehingga tanaman tidak memerlukan N dalam jumlah banyak.
2. Batang
Tipe pertumbuhan batang tanaman kedelai dibedakan menjadi 3 macam
yaitu determediet, indeterrmediet dan semidetermediet. Dari ketiga macam
pertumbuhan batang kedelai ini didasarkan pada letak pucuk bunga yang ada.
Ketiga macam pertumbuhan tersebut memeiliki beberapa perbedaan terutama
terlihat pada percabangan tanaman ini.
3. Daun
Daun tanaman memiliki beberapa fungsi antara lain adalah melakukan
fotosintesis, melakukan respirasi dan lain-lain. Daun tanaman kedelai ini termasuk
daun majemuk yang terdiri dari tiga helai anak daun dan pada umumnya berwarna
hijau atau hijau kekuning-kuningan. Bentuk daun oval dan ada juga yang segi
tiga.
4. Bunga
Bunga kedelai pada umumnya digunakan sebagi perkembangbiakan
tanaman secara generatif. Bunga kedelai mempunyai bentuk bunga seperti kupukupu, mempunyai 2 mahkota bunga dan dua kelopak bunga. Warna bunga putih
bersih atau ungu muda. Biasanya bunga tumbuh pada ketiak daun dan
berkembang dari bawah lalu muncul keatas.
5. Buah atau biji
Biji pada umumnya merupakan hasil pembuahan yang dilakukan oleh
tanaman untuk meneruskan generasi berikutnya. Pada tanaman kedelai ini
memiliki biji yang kaya akan protein sehingga dapat dimanfaatkan sebagai produk
bahan baku industri. Biji kedelai dapat dihasilkan 100-250 biji setiap tanaman. biji
kedelai berada didlam polong setiap polong berisi sekitar 1-4 biji. Polong
memiliki bulu berwarna kuning kecoklatan atau kuning muda. Polong masih

16

muda biasanya berwarna hijau muda sedangkan yang tua berwarna kuning
kecoklatan dan mudah pecah pada polong tua (Nurwardani, 2008).
Berdasarkan hasil pengamatan dengan grafik yang ada di atas dapat di
ketahui, pada percobaan tanaman kacang hijau berumur 2 minggu yang ditanam
menggunakan tiga media tanah yaitu tanah pasir, tanah tegalan dan tanah kompos
dengan dilakukan pengulangan satu kali. Dilakukan pengamatan setiap minggu
sekali sampai 4 minggu, dengan parameter yang diamati tinggi batang, lebar daun,
panjang daun,dan jumlah daun. Bahwa hasil yang diperoleh pada grafik satu, pada
pengamatan tinggi batang tanaman kedelai umur 2 minggu tiap perlakuan
mengalami peningkatan namun antar perlakuan tidak menunjukkan perbedaan
jauh tetapi pada perlakuan media tanah barada di urutan paling atas dan pada
minggu 1,2,3dan4 mengalami penambahan tinggi batang yang perbedaannya tidak
begitu jauh. Sedangkan pada media kompos dan pasir yang di lihat dari garis
grafik tidak menunjukkan perbedaan yang jauh tetapi garisnya saling berdekatan.
Media kompos dan pasir pada minggu 1,2,3dan4 mengalami penambahan tinggi
batang yang perbedaannya tidak begitu jauh. Maka dari grafik 1 pengamatan
tinggi batang menunjukkan perbedaan kandungan hara pada medium yang
berbeda tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertambahan tinggi
batang.
Pada pengamatan panjang daun tanaman kedelai umur 2 minggu tiap
perlakuan mengalami peningkatan namun antar perlakuan tidak menunjukkan
perbedaan jauh tetapi pada perlakuan media kompos barada di urutan paling atas
dan pada minggu 2 dan 3 mengalami penurunan pada panjang daun, kemudian
minggu 4 mengalami penambahan yang begitu banyak Sedangkan pada media
tanah mengalami penambahan panjang daun yang berurutan dan media pasir pada
minggu 1 ke minggu 2 mengalami penurunan dari panjang daun menuju ke
minggu 3 dan 4 mengalami penambahan panjang daun. Maka dari grafik 1
pengamatan panjang daun menunjukkan perbedaan kandungan hara pada medium
yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertambahan
panjang daun.

17

Pada pengamatan lebar daun tanaman kedelai umur 2 minggu tiap


perlakuan mengalami peningkatan namun antar perlakuan tidak menunjukkan
perbedaan jauh tetapi pada perlakuan media kompos barada di urutan paling atas.
Perlakuan media kompos, pasir dan tanah pada minggu 1,2,3,4 mengalami
penambahan yang berurutan Maka dari grafik 1 pengamatan lebar daun
menunjukkan pada pot yang berisi kompos saja yang pertambahan lebar daun
mengalami penigkatan yang pesat dibandinkan dengan pot yang lain.
Pada pengamatan jumlah daun tanaman kedelai umur 2 minggu tiap
perlakuan mengalami peningkatan namun antar perlakuan tidak menunjukkan
perbedaan jauh tetapi pada perlakuan media kompos barada di urutan paling atas.
Perlakuan media kompos, pasir dan tanah pada minggu 1,2,3,4 mengalami
penambahan yang berurutan Maka dari grafik 1 pengamatan jumlah daun
menunjukkan pertambahan jumlah daun sangat tinggi pada pot yang berisi
kompos.
Pada grafik dua, pengamatan tinggi batang tanaman kedelai umur 2
minggu tiap perlakuan mengalami peningkatan namun antar perlakuan tidak
menunjukkan perbedaan jauh tetapi pada perlakuan media pasir barada di urutan
paling atas. Perlakuan media kompos, pasir dan tanah pada minggu 1,2,3,4
mengalami penambahan secara berurutan. Maka dari grafik 2 pengamatan tinggi
batang menunjukkan perbedaan kandungan hara pada medium yang berbeda tidak
memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertambahan tinggi batang.
Pada pengamatan panjang daun tanaman kedelai umur 2 minggu tiap
perlakuan mengalami peningkatan namun antar perlakuan tidak menunjukkan
perbedaan jauh tetapi pada perlakuan media kompos barada di urutan paling atas
dan pada minggu 4 mengalami penurunan pada panjang daun, sedangkan pada
media tanah mengalami penurunan minggu 3 dan minggu 4 mengalami
penambahan panjang daun dan media pasir pada minggu 3 mengalami penurunan
panjang daun dan minggu 4 mengalami penambahan panjang daun. Maka dari
grafik 2 pengamatan panjang daun menunjukkan perbedaan kandungan hara pada
medium yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap
pertambahan panjang daun.

18

Pada pengamatan lebar daun tanaman kedelai umur 2 minggu tiap


perlakuan mengalami peningkatan namun antar perlakuan tidak menunjukkan
perbedaan jauh tetapi pada perlakuan media tanah barada di urutan paling atas.
Perlakuan media kompos, pasir dan tanah pada minggu 1,2,3,4 mengalami
penambahan yang berurutan Maka dari grafik 2 pengamatan lebar daun
menunjukkan pada pot yang berisi tanah saja yang pertambahan lebar daun
mengalami penigkatan dibandinkan dengan pot yang lain.
Pada pengamatan jumlah daun tanaman kedelai umur 2 minggu tiap
perlakuan mengalami peningkatan namun antar perlakuan tidak menunjukkan
perbedaan jauh tetapi pada perlakuan media kompos barada di urutan paling atas.
Perlakuan media kompos, pasir dan tanah pada minggu 1,2,3,4 mengalami
penambahan yang berurutan Maka dari grafik 2 pengamatan jumlah daun
menunjukkan pertambahan jumlah daun sangat tinggi pada pot yang berisi
kompos.
Pada perlakuan media pasir, kompos, tanah dan pada parameter tinggi
batang, lebar daun, panjang daun dan jumlah daun yang menunjukkan
peningkatan yang pesat dan menonjol lebih cepat pertumbuhannya yaitu pada
media kompos dan parameter pada jumlah daun. Karena kompos memberikan
pengaruh pertumbuhan yang jauh lebih baik dimana pada fase vegetatifnya dapat
menyerap unsur hara secara efektif.
Metode ini merupakan metode yang efektif untuk memberikan hara yang
terkandung dalam pupuk, karena pupuk mudah masuk dan terserap ke dalam
stomata. Hasil penelitian terhadap ukuran membuka celah stomata daun kedelai
Glycine max pada pagi, siang dan sore hari, menunjukkan bahwa stomata
membuka maksimal pada pagi hari. Siang hari stomata tetap membuka tetapi tidak
maksimal, untuk mengurangi terjadinya penguapan, sedangkan pada sore hari
terjadi pembukaan stomata lebih besar dari siang hari (Meirina, 2006).
Gejala yang dipereloh pada waktu pengamatan pada daun muda pada pot
yang berisi tanah dan pasir mulai menunjukkan bercak-bercak kekuningan dan
mengkerut pada 3 MST. Buah dan bunga mulai nampak pada 4 MST dengan
jumlah yang berbeda di setiap tanaman. Hampir semua daun tua di semua pot

19

menunjukkan gejala defisiensi hara, berupa muncul bercak kekuningan dan


permukaan daun mengkerut pada 3 MST. Kekurangan unsur hara N akan
menunjukkan gejala pada tanaman seperti pertumbuhan yang kerdil, pertumbuhan
akar terbatas, daun menjadi warna kuning pucat. Kuningnya warna daun dimulai
dari daun tua baru kemudian pada daun muda (Hasibuan, 2006).

20

BAB 5. PENUTUP

5.1

Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum ini yaitu bahwa diantara tiga perlakuan media

pasir, kompos, tanah dan pada parameter tinggi batang, lebar daun, panjang daun
dan jumlah daun yang menunjukkan perlakuan yang memberikan pengaruh yang
tertinggi, peningkatan yang pesat dan menonjol lebih cepat pertumbuhannya yaitu
pada media kompos dan parameter pada jumlah daun. Media kompos memberikan
pengaruh pertumbuhan yang jauh lebih baik dimana pada fase vegetatifnya dapat
menyerap unsur hara secara efektif.

5.2

Saran
Dalam pelaksanaan praktikum sebaiknya memperhatikan semua bahan yang

akan digunakan untuk praktikum. Mulai dari pemilihan benih-benih yang akan
ditanam dan cara pemeliharaannya sehingga benih-benih tersebut dapat tumbuh
dengan baik. Dan dalam pengukuran harus dilakukan dengan teliti dan cermat
sehingga data yang dihasilkan lebih akurat.

21

DAFTAR PUSTAKA

Adisarwanto, R. 2005. Budidaya Tanaman Kedelai. Jatin: Universitas Padjajaran.


Campbell, N. A., J. B. Reece dan L. G. Mitchell. 2004. Biologi Edisi Kelima Jilid
II. Jakarta: Erlangga.
Fitter. 1992. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press.
Hasibuan, B.E. 2006 . Ilmu Tanah . Medan: FP USU.
Kartasapoetra, Ance Gunarsih.1990. Klimatologi Pengaruh Iklim Terhadap Tanah
dan Tanaman. Jakarta: Bumi Aksara.
Lakitan, Benyamin. 2008. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada.
Nurwardani. 2008. Teknik Pembibitan Tanaman dan Produksi Benih Jilid 1.
Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Ryan. 2009. Nitrogen Fertilizer Response of Some Barley Varieties in Semi-Arid
Conditions in Morocco. Journal Of Agricultural Science And Technologyl
11: 227-236.

LAMPIRAN