Anda di halaman 1dari 28

Diagnosis & Tatalaksana

Gangguan Depresi , Anxietas &


Keluhan Psikosomatis
di Layanan Kesehatan Primer
Dr. Suryo Dharmono, SpKJ(K)

Gangguan saraf dan jiwa mengakibatkan beban lebih besar


dibandingkan kecelakaan dan penyakit jantung
Maternal conditions
Respiratory infections
Malaria
Childhood diseases
Diarrhoeal diseases

HIV/AIDS

Perinatal conditions
Nutritional deficiencies
Other NCDs
Malignant neoplasms
Diabetes

Neuropsychiatric
disorders

Tuberculosis
Other CD causes

Injuries
Congenital abnormalities
Musculoskeletal diseases

Sense organ disorders


Cardiovascular diseases
Respiratory diseases
Digestive diseases
Diseases of the genitourinary system

Disease burden measured by Disability Adjusted Life


Years (DALYs)

Source: WHR 2002


2
2

Survey WHO mengungkapkan bahwa beban


sosial ekonomi yang disebabkan oleh
masalah kesehatan jiwa menempati urutan ke
4 DALY
Survei lain mengungkapkan bahwa 20-30%
pasien yg berkunjung ke Pelayanan
Kesehatan Primer memperlihatkan gejala
gangguan mental

Prevalensi gangguan mental yang lazim


ditemui di masyarakat, yaitu Depresi dan
Ansietas cukup tinggi 10-20%
Prevalensi gangguan jiwa berat (Psikosis,
Bipolar, Demensia) 3 5%
Sebagian besar dari penderita gangguan jiwa
tersebut hidup di masyarakat.
Sebagian besar dari mereka datang berobat ke
dokter umum atau ke pelayanan kesehatan
primer, baik untuk alasan keluhan somatis
atupun karena gejala gejala gangguan jiwa

Gambaran Kemampuan Diagnosis


di layanan Primer
34,4%
Diagnosis salah

15,3%
Diagnosis benar

5,8%
Over-diagnosed
44,6%
Under-diagnosed

Prevalensi Ganguan Psikiatrik


yang lazim di Komunitas dan Pelayanan Primer

Gejala somatik pada pasien depresi


Kelelahan
Insomnia
Mual
Dispnea
Palpitasi
Nyeri punggung
Diare
Nyeri kepala

86%
79%
51%
38%
38%
36%
29%
28%

Nyeri dada
Gejala seksual
Nyeri ekstremitas
Pusing
Nyeri perut
Tinitus
Nyeri sendi

27%
23%
20%
19%
18%
18%
16%

Patient presenting in a Psychosomatic clinic assesment with Cornell Medical Index Questionnaires.
Nakao et al. Psychopatology 2001
7

Pasien di pelayanan primer harus secara


rutin disaring untuk depresi dan anxietas
sebagaimana dia diperiksa tekanan
darahnya untuk mendeteksi hipertensi.

Gejala Depresi1
Sedih/murung
setiap waktu

Rasa tidak berguna/


rasa bersalah

Kehilangan
minat

1. PPDGJ III , 1993/ICD-10

Konsentrasi/
perhatian
berkurang

Depresi

Pandangan masa depan


yang suram dan
pesimistis

Harga diri dan


kepercayaan diri
berkurang

Tidak bertenaga,
mudah lelah

Gangguan
pola makan

Gangguan Tidur

Gagasan/perbuatan
membahayakan diri/
bunuh diri

Kriteria Diagnosis Depresi


PPDGJ-III (ICD-10)

10

Depresi, Anxietas, dan Gejala


yang Bertumpang Tindih

11

Gejala Anxietas

12

Serangan Panik

13

Skema Proses Diagnosis

14

Mengapa Mis-Diagnosis ?

PASIEN

DOKTER
Tidak memikirkan
kemungkinannya
Gagal menemukan
gejala psikiatrik

Hanya mengeluhkan
gejala somatik
Menyembunyikan
distres emosional
dan psikososial

KEADAAN
Kekurangan waktu
Kurangnya privasi
Klinik hanya
mendeteksi
penyakit fisik
15

ANAMNESIS & PEMERIKSAAN


KELUHAN UTAMA (SPONTAN)

(1
) (F)
FISIK
FISIK
MURNI
(FI)
Batuk pilek
Demam
Diare
Hemorrhoid
Luka
Infeksi
mata
Dll.

(2
)
PSIKOSOMATIK
(PS)

FISIK + ME
(komorbiditas)

(FII)
Gangguan Fisik
+
Gangguan Mental
Emosional

(Dual Diagnosis)

D/ ggn
fisik

Keluhan fisik diduga ada


hubungannya dgn masalah
kejiwaan:
1.Keluhan
2.Keluhan
3.Keluhan
4.Keluhan
5.Keluhan
6.Keluhan
7.Keluhan
8.Keluhan

pada jantung
pd perut
pd pernafasan
pd kulit
pd otot
endokrin
urogenital
serebrovaskuler

(3
MENTAL
)

EMOSIONAL (ME)
Keluhan berhubungan
dengan perasaan,
pikiran & perilaku:
1.Ggn
2.Ggn
3.Ggn
4.Ggn

tidur
perilaku
emosi
pikiran

LIHAT LANGKAH SELANJUTNYA:


MASTER CHART
16

MASTER CHART: KONDISI PRIORITAS


Merasa murung, mudah sedih
Hilang minat & ketertarikan terhadap aktivitas yang biasanya
menyenangkan
Perasaan mudah lelah, gangguan lambung, sakit kepala, atau
keluhan fisik lain yang berkepanjangan
Gangguan tidur
Pikiran, rencana, tindakan menyakiti diri sendiri atau bunuh diri yang
dimiliki saat ini / riwayat sebelumnya
Merasa kuatir atau takut yang berlebihan
Merasa gelisah atau tidak dapat duduk tenang
Mudah berkeringat dingin, berdebar-debar, gemetar, keluhan fisik lain
seperti pusing, mual
Mengalami ketakutan atau mempunyai pikiran-pikiran tidak masuk
akal (merasa seseorang bermaksud mencelakai, curiga berlebihan,
orang-orang membicarakan dirinya) (waham)
Melihat bayangan atau suara-suara yang tidak jelas sumbernya
(halusinasi)

DEPRESI

MENYAKITI
DIRI/USAHA
BUNUH DIRI
ANSIETAS

PSIKOSIS

17

Manajemen Depresi & Anxietas


Mengenali gejala
Memastikan diagnosisnya

Antianxietas

antidepresan

Membina rapport
Memahami problem/penderitaan

solusi

18

Manajemen Depresi & Anxietas

19

Tiga Fase Pengobatan

Adaptasi dari Kupffer, 1991

20

Beberapa Dosis Antidepresan


Nama

Dosis

Frekuensi

Amitriptilin, imipramin 75 150 mg/hr

2-3x

Maprotilin

75 150 mg/hr

2-3x

Moclobemid

150 300 mg/hr

2-3x

Sertraline

50 200 mg/hr

1x

Fluvoxamine

50 200 mg/hr

1x

Fluoxetine

20 60 mg/hr

1x

Escitalopram

10 20 mg/hr

1x

Tianeptine

37,5 mg/hr

1x

Venlavaxine

75 -375 mg/hr

1x

Mirtazapine

15 45 mg/hr

1x
21

Obat Anti anxietas

22

Perbandingan Benzodiazepine, Non Benzodiazepine, dan


Antidepresan pada
Pengobatan Gangguan Anxietas

23

Perhatian pada Terapi


dengan Benzodiazepin

24

Perhatian pada Lansia


untuk pemakaian Benzodiazepin

25

Alur Tatalaksana Depresi & Anxietas


di Layanan Primer

26

Rujukan ke Spesialis Psikiatri

Second opinion
Kegagalan manajemen lini pertama
Perlu pengobatan spesialistik, misalnya ECT
Risiko bunuh diri yang serius
Adanya kondisi yang memerlukan pelayanan
spesialistik, misal gejala psikosis akut
Penyalahgunaan zat yang berat

27

TERIMA KASIH

28