Anda di halaman 1dari 15

Makalah Bimbingan Khusus

PRESENTASI SUNGSANG

Disusun oleh :
Andina Bulan Sari (0102
Andry Yoshua (0102000165)
Andy Lesmana (0102000173)
Kelompok 2

Pembimbing
Dr. Andi Dharma P., SpOG (K)

DEPARTEMEN ILMU OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS INDONESIA
November, 2007

Untuk membantu terjadinya versi spontan dianjurkan agar pasien melakukan knee-chest position (15 menit tiap 2 jam selama 5 hari) Etiologi Letak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan di dalam uterus. Versi spontan dapat terjadi pada letak sungsang namun frekuensinya semakin sedikit dengan semakin tuanya kehamilan. Sementara kepala janin makin berat sehingga kepala berada . Pada usia 29-32 minggu 75% mengalami versi spontan (pada kehamilan 38 minggu) sedangkan usia 37 minggu hanya 18 %. .Presentasi bokong tak sempurna (incomplete breech): jika satu kaki berada di samping bokong dan kaki yang lain terangkat ke atas . Pada triwulan akhir air ketuban relatif berkurang. Epidemiologi Insiden persalinan sungsang ialah sekitar 3-4% dari seluruh kehamilan. Bokong dengan kedua tungkai yang terlipat lebih besar daripada kepala sehingga menempati ruangan yang lebih besar di fundus. . Mortalitas perinatal 13 kali dibandingkan presentasi kepala dan Morbiditas perinatal 5-7 kali dibandingkan presentasi kepala.Presentasi bokong sempurna (complete breech): jika kedua kaki fleksi pada panggul dan lutut. Klasifikasi .Presentasi kaki: jika sebuah atau kedua kaki ekstensi pada panggul dan lutut. Sampai kehamilan 32 minggu jumlah air ketuban relatif lebih banyak sehingga janin dapat bergerak lebih leluasa dan dapat menempatkan diri dalam berbagai letak dan presentasi.Presentasi bokong murni (frank breech): jika kedua kaki mengalami fleksi pada panggul dan ekstensi pada lutut.KEPUSTAKAAN Definisi Keadaan di mana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri.

humerus. multiparitas. Pemeriksaan dalam setelah ketuban pecah dapat diraba bokong (sakrum. Diagnosis Pada pemeriksaan luar bagian bawah uterus tidak dapat diraba bagian keras dan bulat. 2. Bila teraba kaki harus dibedakan dengan tangan. melibatkan klavikula. dan keluarnya kepala bayi melalui serviks yang belum terdilatasi penuh mempunyai resiko ruptur uteri. dan femur. anensefalus. USG atau MRI dapat dilakukan apabila masih terdapat keragu-raguan. riwayat sungsang sebelumnya. Komplikasi maternal Komplikasi maternal terjadi akibat berbagai manuver yang dilakukan pada jalan lahir untuk mengeluarkan bagian-bagian bayi beresiko menyebabkan infeksi. Komplikasi fetus Fraktur umum terjadi pada ekstraksi yang sulit. tuber ossis iskii dan anus). Faktor lain yang memegang peranan dalam terjadinya letak sungsang antara lain kehamilan multipel. hidramnion. atau keduanya. anomali uteri. Pada bayi preterm perbedaan ukuran kepala dan bokong lebih besar sehingga ekstremitas bawah dan bokong dapat lewat. Dengan demikian jelas bahwa pada kehamilan belum cukup bulan frekuensi sungsang lebih tinggi. hidrosefalus. dan tumor pelvis. Pada persalinan lama bokong akan mengalami edema dan sulit membedakan dengan muka. dan bahkan fraktur leher dapat terjadi jika kepala bayi ditarik dengan cepat melewati pelvis yang sedang berkontraksi. Paralisis bahu akibat cedera pleksus brakialis dapat timbul sebagai akibat overekstensi leher atau tekanan berlebih pada pleksus brakialis sewaktu membebaskan lengan. dan mekonium pada jalan lahir. oligohidramnion. Fraktur depresi karanium. Hematoma otot sternokleidomastoid dapat terjadi dan menghilang spontan. Komplikasi persalinan sungsang Komplikasi kelahiran sungsang adalah:2 1. laserasi serviks. kepala teraba di fundus uteri dan denyut jantung janin setinggi atau sedikit lebih tinggi daripada umbilikus. tetapi serviks tidak akan dilatasi . Persalinan yang terlambat dapat menyebabkan asfikisa dan sufokasi darah.dalam ruangan yang lebih kecil di segmen bawah uterus. lendir. Manuver intrauterin.

Head entrapment pada after coming head dapat terjadi karena kepala melewati panggul dalam waktu lebih singkat sehingga tidak terjadinya moulage kepala dan pembukaan tidak lengkap.secara adekuat untuk melewatkan kepala sehingga dibutuhkan Duhrssenn incision. Spellacy & associates (1966) menyebutkan lilitan tali pusat lebih sering pada letak sungsang. yaitu terjepitnya lengan di belakang leher ditemukan pada 6% kasus dan meningkatkan mortalitas. Soernes dan Bakke (1986) menyatakan bahwa tali pusat pada presentasi bokong lebih pendek dibandingkan presentasi kepala. Indikasi persalinan pervaginam pada presentasi bokong - Janin tunggal - Presentasi bokong murni - TBJ 2000-3500 gram - Pelvimetri adekuat (radiologik) - Penolong terampil - Fasilitas kamar operasi - Tidak ada indikasi SC untuk ibu atau janin Indikasi operasi pada presentasi bokong - Fetus besar - Ukuran pelvis tidak adekuat - Hiperekstensi kepala - Disfungsi uterus - Footling presentation - Prematur dengan ibu dalam keadaan persalinan - IUGR - Riwayat kematian perinatal karena trauma lahir . Nuchal arm. Hiperekstensi yaitu sudut antara geraham dan vertebra > 1050 bisa mengakibatkan trauma medula spinalis dan robekan tentorium serebri.Prolaps tali pusat meningkat frekuensinya bila fetus kecil atau presentasi bukan frank breech (footling 15% dan complete 5%). Insidennya 88/1000 persalinan.

Serahkan kembali catatan medik pasien setelah penolong kelengkapannya. o Ekstraksi sungsang (total breech extraction): janin dilahirkan seluruhnya dengan tenaga penolong. Menenangkan pasien jika pasien ketakutan/gelisah 5. Jelaskan tentang diagnosis dan tatalaksana pada presentasi bokong 3. 10. - Perabdominam (seksio sesarea) Teknik Langkah-langkah umum pada pertolongan persalinan sungsang: I. Pasien 1. perkenalkan diri anda 2. assisted breech delivery): janin dilahirkan sebagian dengan tenaga ibu dan sebagian tenaga penolong.Jenis pimpinan persalinan - Pervaginam o Persalinan spontan (spontaneous breech): janin dilahirkan dengan kekuatan & tenaga ibu. 4. Persetujuan tindakan medik 1. Pastikan pasien dan keluarga mengerti dan jelas tentang penjelasan di atas. catatan kondisi pasien dan pelaksanaan instruksi. 6. Masukkan lembar persetujuan tindakan medik ke dalam catatan medik pasien. o Manual aid (partial breech extraction. Beri kesempatan untuk mendapat penjelasan ulang bila ragu atau belum mengerti. II. 7. Persiapan sebelum tindakan A. Ibu dalam posisi litotomi pada tempat tidur persalinan memeriksa . minta persetujuan secara tertulis. Setelah pasien dan keluarganya mengerti dan memberikan persetujuan untuk dilakukan tindakan. 8. Meninjau kembali riwayat pasien dan hasil pemeriksaan 9. Sapa pasien dan keluarganya. dengan mengisi dan menandatangani formulir yang telah disediakan. Disebut cara Bracht. Jelaskan tentang risiko tindakan yang telah diduga sebelumnya maupun tidak.

Semprit dan jarum no. Oksitosin) 4. Pakai sarung tangan DTT/steril 5. Keringkan tangan dengan handuk DTT 4. Terjadi putaran paksi dalam pada bahu. Uterotonika (Ergometrin maleat. rektum serta membersihkan daerah perneum dengan anti septik. Bila perlu menggunting rambut daerah tersebut. Kemudian terjadi fleksi lateral badan janin. Cunam Piper 6. Setelah bokong lahir terjadi putaran paksi luar dengan perut janin berada di posterior yang memungkinkan bahu melewati pintu atas panggul dengan garis terbesar bahu melintang atau miring. Perangkat episiotomi dan penjahitan luka episiotomi C. Perangkat untuk persalinan 2. Penolong 1. Povidone iodine 10% 9. Anestesi lokal (lidokain 2%) 5. Perangkat untuk resusitasi bayi 3. Setelah menyentuh dasar panggul terjadi putaran paksi dalam. masker dan kaca mata pelindung 2. sehingga bahu depan .2. Mengosongkan kandung kemih. Pakai baju dan alas kaki ruang tindakan. B. sehingga di pintu bawah panggul garis panggul paha menempati diameter anteroposterior dan trokanter depan berada di bawah simfisis.. Cuci tangan hingga siku dengan sabun di bawah air mengalir 3. sehingga trokanter belakang melewati perineum dan lahirlah seluruh bokong diikuti kedua kaki. Instrumen dan medikamentosa 1. Diperlukan kehadiran dokter ahli anak dan kesiapan dokter anestesia Persalinan sungsang spontan Pada persalinan sungsang spontan bokong masuk ke dalam rongga panggul dengan garis pangkal paha melintang atau miring dengan diameter bitrokhanter dari bokong pada salah satu diameter oblikua. 23 (sekali pakai) 7. Memasang duk (kain penutup) 6. Alat-alat infus 8.

Dengan suboksiput sebagai hipomoklion. kelahiran badan tidak memberi kesulitan. Ada perbedaan nyata antara kelahiran janin dalam presentasi kepala dan kelahiran janin dalam letak sungsang.berada di bawah simfisis dan bahu belakang melewati perineum. Di dalam rongga panggul terjadi putaran paksi dalam kepala. Gambar 1. bahu dan kemudian kepala. Kepala pada saat bersamaan masuk ke dalam rongga panggul dengan sutura sagitalis melintang atau miring. dimulai dari lahirnya bokong. . Sebaliknya pada letak sungsang. Pada presentasi kepala . bukan ke perut ibu. berturut-turut lahir bagian-bagian yang makin lama makin besar. sehingga muka memutar ke posterior dan oksiput ke arah simfisis. mulut. Mekanisme persalinan sungsang spontan Kadang rotasi sedemikian rupa sehingga punggung bayi mengarah ke kolumna vertebralis. dahi dan seluruh kepala lahir berturut-turut melewati perineum. maka dagu. sehingga bila kepala telah lahir. hidung. yang menambah diameter kepala yang harus lewat panggul. yang lahir lebih dahulu ialah bagian janin yang terbesar. Meski kepala dapat lahir dengan membantu keluar dagu dan muka melalui bawah simfisis. tarikan sekecil-kecilnya pada badan dapat menyebabkan ekstensi kepala.

Pada perasat ini penolong tidak melakukan tarikan dan hanya membantu melakukan proses persalinan sesuai dengan mekanisme persalinan letak sungsang. dan janin dengan tangan menjungkit (nuchal arm). janin besar. Perlu diingat bahwa bahu dan kepala tidak selalu dapat dilahirkan.Dengan demikian meskipun bokong dan bahu telah lahir. sehingga untuk mempercepat kelahiran bahu dan kepala dapat dilakukan prosedur manual aid. Metode Bracht Metode ini dikerjakan untuk melahirkan bahu dan kepala. hal tersebut belum menjamin bahwa kelahiran kepala juga berlangsung dengan lancar. dan keluarnya bayi mendekati lahirnya bayi sungsang secara fisiologis sehingga tidak menimbulkan trauma jalan lahir. Kerugian metode Bracht ialah 5-10% mengalami kegagalan sehingga perlu prosedur manual aid. dan merupakan metode pertolongan persalinan bokong spontan.1 Gambar 2. dan tidak cocok untuk panggul sempit. kemudian dilakukan hiperlordosis tubuh janin ke perut ibu dan membiarkan dengan perlahan badan atas. lengan. Metode Bracht Metode Burns-Marshall Prinsipnya sama dengan cara Bracht. primipara. bahu. Caranya ialah penolong menunggu dengan seksama sampai badan bayi . lalu bokong dan pangkal paha janin yang telah lahir dipegang dengan kedua tangan. dan kepala janin dilahirkan (kepala yang lahir terlalu cepat beresiko mengalami perdarahan tentorium cerebelli).4 Keuntungan metode Bracht ialah tangan penolong tidak masuk ke dalam jalan lahir. Caranya ialah penolong menunggu dengan seksama sampai badan bayi lahir setinggi umbilikus.

- Tahap ketiga: lahirnya kepala  Mauriceau (Veit-Smellie). Mueller. Lovset. Najouks. Metode Burns-Marshall Prosedur manual aid - Indikasi: o Persalinan secara Bracht mengalami kegagalan. Bickenbach. Prague terbalik. Cara melahirkan bahu dengan cara klasik ialah debagai berikut: kedua kaki janin dipegang. Cunam piper. - Tahap kedua: lahirnya bahu dan lengan yang memakai tenaga penolong. Wigand Martin-Winckel. tangan penolong yang satu dimasukkan ke dalam . misalnya bila terjadi kemacetan saat melahirkan bahu/kepala. lalu perputaran untuk melahirkan kepala bayi didukung dengan memegang kedua telapak kaki bayi dengan satu tangan dan melakukan hiperlordosis tubuh janin ke perut ibu dan membiarkan dengan perlahan kepala janin dilahirkan. o Dari semula memang hendak melakukan pertolongan secara manual aid. tubuh janin ditarik ke atas sehingga perut janin ke arah perut ibu.lahir secara spontan. Melahirkan bahu bayi Melahirkan bahu dengan cara klasik Prinsip cara klasik ialah melahirkan lengan belakang dahulu karena lengan belakang menempati ruangan yang lebih luas (sakrum). - Tahap pertama: lahirnya bokong sampai pusar dengan kekuatan tenaga ibu sendiri.4 Gambar 3. Terdapat 3 cara: Klasik (Deventer).

jalan lahir dengan menelusuri punggung janin menuju ke lengan belakang sampai fossa kubiti. Kemudian lengan yang sudah berada di belakang itu dilahirkan dengan cara yang sama. maka bila lengan depan letaknya normal. penolong membimbing lengan keluar jalan lahir. cara klasik dapat dilakukan tanpa memutar tubuh janin. Bokong janin dipegang secara femuropelviks (duimbekken greep) dengan kedua ibu jari penolong diletakkan sejajar spina sakralis media dan jari telunjuk pada krista iliaka dan jari-jari lain mencengkam paha bagian depan. sehingga lengan kedua tetap dilahirkan sebagai lengan depan.1 Gambar 4. Dengan dua jari yang ditempatkan sejajar humerus. Gambar 5. Karena memutar tubuh dapat membahayakan janin. Untuk melahirkan lengan depan. setelah itu melahirkan bahu dan lengan belakang. Dengan pegangan ini badan janin ditarik curam ke bawah sejauh mungkin . Melahirkan bahu belakang dengan cara klasik Melahirkan bahu depan dengan tarikan ke bawah (tanpa pemutaran tubuh bayi ke belakang telebih dahulu) Cara Mueller Prinsipnya yaitu melahirkan bahu dan lengan depan lebih dahulu dengan ekstraksi. dada dan punggung janin diputar untuk mengubah lengan depan supaya berada di belakang dengan arah putaran sedemikian rupa sehingga punggung melewati simfisis.

Cara Lovset Prinsip cara Lovset yaitu memutar badan janin dalam 1/2 lingkaran bolak balik sambil dilakukan traksi curam ke bawah sehingga bahu yang berada di belakang akhirnya lahir di bawah simfisis. kepala janin dielevasi ke . tangan penolong tidak masuk ke dalam jalan lahir sehingga risiko infeksi minimal. Keuntungan cara ini adalah tangan penolong tidak masuk jauh ke dalam jalan lahir sehingga risiko infeksi minimal. demikian seterusnya bolak-balik sehingga bahu belakang tampak di bawah simfisis dan lengan dapat dilahirkan. Kedua tangan penolong menarik kepala janin curam ke bawah sambil seorang asisten melakukan ekspresi Kristeller. Melahirkan kepala bayi Cara Mauriceau (Veit-Smellie) Tangan penolong yang sesuai muka janin dimasukkan ke dalam jalan lahir. dapat dilakukan pada segala macam letak sungsang tanpa memperhatikan posisi lengan. seolah-olah janin menunggang kuda. Badan anak diletakkan di atas lengan bawah penolong. badan janin diputar kembali ke arah yang berlawanan 1/2 lingkaran. Setelah bahu dan lengan depan lahir. dan jari keempat mencengkam fossa canina. Cara ini dianjurkan dalam keadaan primigravida. badan janin yang masih dipegang secara femuro-pelviks ditarik ke atas. maka lengan belakang dilahirkan dengan mengait lengan bawah dengan kedua jari penolong. dan lengan depan dilahirkan dengan mengait lengan bawahnya. janin besar dan panggul relatif sempit. Jari telunjuk dan jari ketiga penolong yang lain mencengkam leher janin dari arah punggung. Bila suboksiput tampak di bawah simfisis.sampai bahu depan tampak di bawah simfisis. sedang jari lain mencengkam leher. Bila bahu belakang tidak lahir dengan sendirinya. Badan janin dipegang secara femuro-pelviks dan sambil dilakukan traksi curam ke bawah badan janin diputar ½ lingkaran. maka lengan janin ini dapat dilahirkan dengan mengait lengan bawah dengan jari penolong. sehingga bahu belakang menjadi bahu depan. Bila lengan janin tidak dapat lahir dengan sendirinya. Kemudian sambil dilakukan traksi. sampai bahu belakang lahir. Keuntungan teknik ini adalah caranya sederhana dan jarang gagal. Jari tengah dimasukkan ke dalam mulut dan jari telunjuk. Tenaga tarikan terutama dilakukan oleh tangan penolong yang mencengkam leher janin dari arah punggung.

keadaan ini dapat menghindari kompresi yang berlebihan pada kepala janin. Cara Prague terbalik Teknik Prague terbalik dipakai bila oksiput dengan ubun-ubun kecil berada di belakang dekat sakrum dan muka janin menghaap simfisis. dahi. Dengan laring sebagai hipomoklion. Kemudian badan janin dielevasi ke atas. Cara ini tidak dianjurkan karena menimbulkan trauma yang berat pada sumsum tulang di daerah leher. . Satu tangan penolong mencengkram leher dari arah bawah dan punggung janin diletakkan pada telapak tangan penolong. daun cunam berfenestra. Kedua tangan penolong mencengkram leher janin dari arah depan dan belakang. Hanya pada kasus ini cunam dimasukkan dari arah bawah. sehingga punggung janin mendekati punggung ibu. Tangan penolong yang lain memegang kedua pergelangan kaki. dan kedua lengan janin diletakkan di punggung janin. Pemasangan cunam pada after coming head sama dengan pemasangan cunam pada letak belakang kepala. mulut. hidung. yang mempunyai lengkungan panggul yang agak mendatar (baik untuk pemasangan yang tinggi) b. yaitu sejajar dengan pelipatan paha belakang. Cara Naujoks Teknik ini dilakukan bila kepala masih tinggi. tangkainya panjang. sehingga mempunyai bentuk khusus. dahi dan akhirnya seluruh kepala lahir. sehingga jari penolong tidak dapat dimasukkan ke dalam mulut janin. Cara cunam Piper Cunam Piper dibuat khusus untuk melahirkan kepala janin pada letak sungsang. Seorang asisten memegang badan janin pada kedua kaki. Setelah suboksiput tampak di bawah simfisis. yaitu: a. Kedua tangan penolong menarik bahu curam ke bawah dan bersamaan dengan itu seorang asisten mendorong kepala janin ke arah bawah.atas dengan suboksiput sebagai hipomoklion sehingga berturut turut lahir dagu. mata. mulut. muka. maka cunam dielevasi ke atas dan dengan suboksiput sebagai hipomoklion. Kaki janin ditarik ke atas bersamaan dengan tarikan pada bahu janin. sehingga perut janin mendekati perut ibu. ubun-ubun besar dan akhirnya seluruh kepala janin. kepala janin dapat dilahirkan. melengkung ke atas dan terbuka. berturut-turut lahir dagu.

Kedua tangan penolong memegang betis janin. yaitu kedua ibu jari diletakkan di belakang betis sejajar sumbu panjang betis. Tangan yang di dalam mencari kaki depan dengan menelusuri bokong. Teknik . Sebaliknya bila kaki belakang yang dilahirkan lebih dulu. Pegangan dipindahkan pada pangkal paha setinggi mungkin dengan kedua ibu jari di belakang paha. Setelah kaki bawah fleksi pergelangan kaki dipegang oleh jari kedua dan jari ketiga dan dituntun keluar dari vagina sampai batas lutut. kaki janin ditarik curam ke bawah sampai pangkal paha lahir. 5. 4. maka yang akan lahir lebih dulu ialah trokhanter belakang dan untuk melahirkan trokhanter depan maka pangkal paha ditarik terus curam ke bawah. sehingga sukar untuk menurunkan kaki. Selanjutnya untuk melahirkan badan janin yang lain dilakukan cara persalinan yang sama seperti pada manual aid. 3. Pangkal paha ditarik curam ke bawah sampai trokanter depan lahir. 6. Dengan pegangan ini badan janin ditarik curam ke bawah sampai pusar lahir. Setelah bokong lahir. Setelah persiapan selesai. dan bokong sudah berada di dasar panggul. maka untuk melahirkan janin selanjutnya dipakai teknik pegangan femuro-pelviks. Dengan pegangan ini. Kemudian pangkal paha dengan pegangan yang sama dielevasi ke atas sehingga trokhanter belakang lahir. Tangan yang di luar mendorong fundus uterus ke bawah. Ekstraksi bokong Ekstraksi bokong dikerjakan pada letak bokong murni (frank breech).Ekstraksi janin dengan letak sungsang Teknik ekstraksi kaki 1. 2. 7. tangan yang searah dengan bagian-bagian kecil janin dimasukkan secara obstetrik ke dalam jalan lahir. pangkal paha sampai lutut. Indikasi lain yaitu pada kala II yang tidak maju atau keadaan janin/ibu mengharuskan bayi segera dilahirkan. sedang tangan yang lain membuka labia. Bila kedua trokhanter telah lahir berarti bokong lahir. sejajar sumbu panjang paha dan jari-jari lain di depan paha. dan jari-jari lain di depan betis. kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada paha janin sehingga kaki bawah menjadi fleksi.

pelipatan paha dikait dan ditarik curam ke bawah. dimasukkan ke dalam jalan lahir dan diletakkan di pelipatan paha depan. dan turut menarik curam ke bawah. akan sangat membahayakan persalinan sungsang. dan spasitisitas. Hipoksia juga dapat diebabkan terlepasnya plasenta sebelum kepala lahir akibat retraksi uterus. Setelah bokong lahir. retardasi mental. bokong dipegang secara femuro-pelviks (duimbekken greep). maka jari telunjuk penolong yang lain segera mengait pelipatan paha ditarik curam ke bawah sampai bokong lahir. kemudian janin dapat dilahirkan dengan cara manual aid. maka tangan penolong yang lain mencengkram pergelangan tangan tadi. meskipun ringan. Prognosis persalinan sungsang Angka kematian perinatal menurut Eastman ialah 12-14%. Angka yang hampir sama juga dilaporkan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Disproporsi sefalpelvik. Untuk memperkuat tenaga tarikan ini. Bila dengan tarikan ini trokhanter depan mulai tampak di bawah simfisis. 2. Dengan jari telunjuk ini.1. cerebral palsy.8%. Sementara itu Croghan-Minihane pada tahun 1991 melaporkan tidak ada peningkatan resiko pada bayi sungsang yang lahir pervaginam dalam hal yang berhubungan dengan trauma kepala seperti neonatal seizure. . yaitu 16. Jari telunjuk tangan penolong yang searah dengan bagian kecil janin. Kematian terutama terjadi pada bayi yang prematur dengan sebab kematian perdarahan intrakranial dan hipoksia akibat tali pusat yang terjepit diantara kepala dan bagian keras jalan lahir saat kepala memaski rongga panggul.

COM/MAGAZINE/ISSUE74. 3. Ilmu kebidanan. Angsar MD.al. 2001. editor. Martohoesodo S. Breech Presentation and Delivery. 2007. Edisi 3. In: Wiknjosastro H. Danakusuma M. Setjalilakusuma L. Modul ”Safe Motherhood” dalam Kurikulum Inti Pendidikan Dokter di Indonesia : Persalinan Sungsang. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Gaskin IM. editor. 2005. USA: McGraw-Hill. In: Cunningham FG et. Rachimhadhi T. Ilmu Bedah Kebidanan..MIDWIFERYTODAY. Diunduh dari: HTTP://WWW. p104-22 4.DAFTAR PUSTAKA 1. Dalam: Wiknjosastro H. Persalinan Sungsang. Distosia kaena kelainan letak serta bentuk janin. Midwifery today issue 74. Hariadi R. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Saifuddin AB. hal 595 – 636 5. II E-3. edisi ke-1. Bramantyo L. Widjajakusumah MD. p509-32 2. Three surprise breeches. Williams Obstetrics 21st Ed. 2005.ASP . et al. Saifuddin AB.