Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

NON-HODGKIN LIMFOMA (KANKER KELENJAR GETAH BENING)

Pokok Bahasan
Hari / Tanggal
Tempat
Sasaran
Waktu

: Non Hodkin Limfoma


: Rabu, 23 Desember 2015
: Poli Onkologi RSU Saiful Anwar Malang
: Keluarga Pasien
: 09.00-selesai

I. Latar Belakang
Sistem limfatik adalah bagian penting sistem kekebalan tubuh yang memainkan peran
kunci dalam pertahanan alamiah tubuh melawan infeksi dan kanker. Cairan limfatik adalah
cairan putih mirip susu yang mengandung protein, lemak dan limfosit (sel darah putih) yang
semuanya mengalir ke seluruh tubuh melalui pembuluh limfatik. Ada dua macam sel
limfosit yaitu: Sel B dan Sel T. Sel B membantu melindungi tubuh melawan bakteri dengan
jalan membuat antibodi yang menyerang dan memusnahkan bakteri.
Limfoma adalah kanker yang berasal dari jaringan limfoid mencakup sistem limfatik dan
imunitas tubuh. Tumor ini bersifat heterogen, ditandai dengan kelainan umum yaitu
pembesaran kelenjar limfe diikuti splenomegali, hepatomegali, dan kelainan sumsum
tulang.Dalam garis besar, limfoma dibagi dalam 4 bagian, diantaranya limfoma Hodgkin
(LH), limfoma non-hodgkin (LNH), histiositosis X, Mycosis Fungoides.Limfoma nonHodgkin adalah kanker dari kelenjar getah bening karena itu mudah menjalar ke tempattempat lain disebabkan kelenjar getah bening dihubungkan satu dengan yang lain oleh
saluran-saluran getah bening.
Saat ini, sekitar 1,5 juta orang di dunia hidup dengan limfoma maligna terutama tipe
LNH, dan dalam setahun sekitar 300 ribu orang meninggal karena penyakit ini.. Sekadar
gambaran, angka kejadian LNH telah meningkat 80 persen dibandingkan angka tahun 1970an. Data juga menunjukkan, penyakit ini lebih banyak terjadi pada orang dewasa dengan
angka tertinggi pada rentang usia antara 45 sampai 60 tahun. Makin tua umur, makin tinggi
risiko terkena penyakit ini. Tapi secara umum, LNH bisa menyerang semua usia, mulai dari
anak-anak sampai orang tua. Sementara dari sisi jenis kelamin, kasus LNH lebih sering
ditemukan pada pria ketimbang wanita.Di Indonesia, limfoma merupakan jenis kanker
nomor enam yang paling sering ditemukan.
II. TUJUAN UMUM

Setelah diberikan penyuluhan pasien pasien mampu mengetahui tentang Non


Hidgkin Limfoma
III.TUJUAN KHUSUS
Setelah diberikan penjelasan tentang Non Hidgkin Limfoma, maka pasien pasien
mampu :
a. Menjelaskan tentang pengertian Non Hodgkin Limfoma
b. Menjelaskan tentang penyebab Non Hodgkin Limfoma
c. Menjelaskan tentang tanda dan gejala Non Hodgkin Limfoma
d. Menjelaskan tentang tahapan penyakit Non Hodgkin Limfoma
e. Menjelaskan tentang Penatalaksanaan Non Hodgkin Limfoma
f. Menjelaskan tentang cara perawatan Non Hodgkin Limfoma
IV. MATERI PENYULUHAN
a) Pengertian Non Hodgkin Limfoma
b) Penyebab Non Hodgkin Limfoma
c) Tanda dan gejala Non Hodgkin Limfoma
d) Tahapan penyakit Non Hodgkin Limfoma
e) Penatalaksanaan Non Hodgkin Limfoma
f) Cara perawatan Non Hodgkin Limfoma
V. METODE
Ceramah dan tanya jawab.
Penyuluhan dilakukan dengan media diskusi secara terbuka, yaitu dengan
memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga. Keluarga dapat mengajukan
pertanyaan setelah penyampain materi selesai.
V. MEDIA
Presentasi Power point
VI. KEGIATAN PENYULUHAN
N

WAKTU

KEGIATAN

SASARAN

2 menit

-Pembukaan

-Menjawab salam

O
1

- Perkenalan
2

15 menit

-penyuluhan materi :

- Memperhatikan
mendengarkan

a) Pengertian Non Hodgkin


Limfoma
b) penyebab Non Hodgkin
Limfoma

dan

c) tanda dan gejala Non


Hodgkin Limfoma
d) Tahapan penyakit Non
Hodgkin Limfoma e)
Penatalaksanaan Non Hodgkin
Limfoma
f) Perawatan Non Hodgkin
Limfoma
1. Menanyakan kepada klien 1. Menanggapi
5 menit

tentang

kejelasan

materi

yang disampaikan

dengan

melakukan pertanyaan
2. Menjawab pertanyaan

dari

pasien atau keluarga.


2. Mempersilahkan

pasien/

keluarga pasien mengajukan


pertanyaan
3 menit

Penutup
Mengucapkan salam

-Menjawab Salam

VII. Evaluasi
1. Peserta Penyuluhan
a. Jumlah peserta penyuluhan minimal 10 orang
b. Tingkat pendidikan : tidak mengenal tingkat pendidikan
c. Peserta penyuluhan dari berbagai umur di RSUD dr. Syaiful Anwar Malang
d. Minat dan perhatian dalam menerima materi penyuluhan baik
e. Interaksi dan komunikasi baik dan terbuka
2. Penyuluh
a.

Mampu menguasai materi tentang tema penyuluhan

b.

Mampu menyampaikan bahan penyuluhan dengan metode yang sesuai

c.

Mampu menguasai peserta penyuluhan untuk memusatkan perhatian

3. Ruangan
a.

Di Ruang Poli Oncologi, RSUD Saiful Anwar Malang

b.

Penerangan, ventilasi, tempat duduk cukup kondusif untuk kelangsungan kegiatan


penyuluhan.
MATERI
1. Definisi
Limfoma Non-hodgkin adalah sekelompok keganasan (kanker) yang berasal dari
system kelenjar getah bening dan biasanya menyebar ke seluruh tubuh .Beberapa dari
limfoma ini berkembang sangat lambat (dalam beberapa tahun). Sedangkan yang lainnya
menyebar dengan cepat ( dalam beberapa bulan ).
2. Etiologi
Penyebab LNH belum jelas diketahui. Para pakar cenderung berpendapat bahwa
terjadinya LNH disebabkan oleh pengaruh rangsangan imunologik persisten yang
menimbulkan proliferasi jaringan limfoid tidak terkendali. Diduga ada hubungan dengan
virus Epstein Barr terutama pada limfoma Burkitt. LNH kemungkinan ada kaitannya
dengan faktor keturunan karena ditemukan fakta bila salah satu anggota keluarga
menderita LNH maka risiko anggota keluarga lainnya terjangkit tumor ini lebih besar
dibanding dengan orang lain yang tidak termasuk keluarga itu (Gani, 1995). Pada
penderita AIDS : semakin lama hidup semakin besar risikonya menderita limfoma.
Terdapat beberapa faktor resiko terjadinya LNH, antara lain :
a) Imunodefisiensi : 25% kelainan heredier langka yang berhubungan dengan terjadinya
LNH antara lain adalah :severe combined immunodeficiency, hypogammaglobulinemia,
common variable immunodeficiency, Wiskott Aldrich syndrome dan ataxiatelangiectasia.
b) Agen infeksius : Infeksi virus yang menyerang DNA maupun Limfosit dapat mengubah
DNA dan Limfosit menjadi sel-sel kanker. Virus tersebut diantaranya Epstein-Barr
Virus (EBV) dan HTLV-1 virus.
c) Paparan lingkungan dan pekerjaan : Beberapa pekerjaan yang sering dihubugkan
dengan resiko tinggi adalah peternak serta pekerja hutan dan pertanian. Hal ini
disebabkan adanya paparan herbisida dan pelarut organic.
d) Diet dan Paparan lsinya : Risiko LNH meningkat pada orang yang mengkonsumsi
makanan tinggi lemak hewani, merokok, dan yang terkena paparan UV4,5.
3. Tanda dan Gejala

Gejala umum penderita limfoma non-Hodgkin yaitu :


1) Pembesaran kelenjar getah bening tanpa adanya rasa sakit.
2) Demam.
3) Keringat malam.
4) Rasa lelah yang dirasakan terus menerus.
5) Gangguan pencernaan dan nyeri perut.
6) Hilangnya nafsu makan.
7) Nyeri tulang.
8) Bengkak pada wajah dan leher dan daerah-daerah nodus limfe yang terkena.
9) Limphadenopaty.
Gejala

Penyebab

Kemungkinan

Gangguan pernafasan

Pembesaran kelenjar getah bening di

timbulnya gejala
20-30%

Pembengkakan wajah
Hilang nafsu makan

dada
Pembesaran kelenjar getah bening di

30-40%

Sembelit berat

perut

Nyeri perut atau perut


kembung
Pembengkakan tungkai

Penyumbatan pembuluh getah bening di

10%

Penurunan berat badan

selangkangan atau perut


Penyebaran limfoma ke usus halus

10%>

Malabsorbsi
Pengumpulan cairan di

Penyumbatan pembuluh getah bening di

20-30%

sekitar paru-paru

dalam dada

(efusi pleura)
Daerah kehitaman dan

Penyebaran limfoma ke kulit

10-20%

Penyebaran limfoma ke seluruh tubuh

50-60%

Perdarahan ke dalam saluran pencernaan

30%, pada

Diare

menebal di kulit yang


terasa gatal
Penurunan berat badan
Demam
Keringat di malam hari
Anemia

(berkurangnya jumlah sel Penghancuran sel darah merah oleh

akhirnya bisa

darah merah)

mencapai 100%

limpa yang membesar & terlalu aktif


Penghancuran sel darah merah oleh
antibodi abnormal (anemia hemolitik)
Penghancuran sumsum tulang karena
penyebaran limfoma

Ketidakmampuan sumsum tulang untuk


menghasilkan sejumlah sel darah merah
Mudah terinfeksi oleh

karena obat atau terapi penyinaran


Penyebaran ke sumsum tulang dan

bakteri

kelenjar getah bening, menyebabkan

20-30%

berkurangnya pembentukan antibody


4. Tahapan penyakit
Penyebaran Limfoma dapat dikelompokkan dalam 4 stadium. Stadium I dan II sering
dikelompokkan bersama sebagai stadium awal penyakit, sementara stadium III dan IV
dikelompokkan bersama sebagai stadium lanjut.
a. Stadium I : Penyebaran Limfoma hanya terdapat pada satu kelompok yaitu kelenjar
b.

getah bening.
Stadium II : Penyebaran Limfoma menyerang dua atau lebih kelompok kelenjar getah
bening, tetapi hanya pada satu sisi diafragma, serta pada seluruh dada

c.

atau perut.
Stadium III : Penyebaran Limfoma menyerang dua atau lebih kelompok kelenjar

d.

getah bening, serta pada dada dan perut.


Stadium IV : Penyebaran Limfoma selain pada kelenjar getah bening setidaknya pada

satu organ lain juga seperti sumsum tulang, hati, paru-paru, atau otak.
5. Penatalaksanaan
Sebagian besar limfoma ditemukan pada stadium lanjut yang merupakan penyakit
dalam terapi kuratif. Penemuan penyakit pada stadium awal masih merupakan faktor
penting dalam terapi kuratif walaupun tersedia berbagai jenis kemoterapi dan radioterapi.
Akhir-akhir ini angka harapan hidup 5 tahun meningkat dan bahkan sembuh berkat
manajemen tumor yang tepat dan tersedianya kemoterapi dan radioterapi. Peranan
pembedahan pada penatalaksanaan limfoma maligna terutama hanya untuk diagnosis
biopsi dan laparotomi splenektomi bila ada indikasi.
1. Radiasi
a. Untuk stadium I dan II secara mantel radikal
b. Untuk stadium III A/B secara total nodal radioterapi
c. Untuk stadium III B secara subtotal body irradiation
d. Untuk stadium IV secara total body irradiation
2. Kemoterapi untuk stadium III dan IV
Untuk stadium I dan II dapat pula diberi kemoterapi pre radiasi atau pasca radiasi.
Kemoterapi yang sering dipakai adalah kombinasi.
MOPP (untuk Limfoma Hodgkin)

M : Nitrogen Mustrad 6 mg/m2 hari 1 dan 8


O : Oncovin 1,4 mg/m2 hari I dan VIII
P : Prednison 60 mg/m2 hari I s/d XIV
P : Procarbazin 100 mg/m2 hari I s/d XIV
6. Perawatan
1. Mendukung pasien aktif menjalani terapi, menguatkan optimistis pasien untuk
melawan penyakit.
2. Memperkuat pasokan nutrisi, banyak makan makanan yang tinggi protein, kaya
vitamin, gampang dicerna, meningkatkan daya tahan tubuh.
3. Olahraga secukupnya, memperkuat pertahanan badan, ketika demam atau terasa
gejala tumor menginvasi, seharusnya beristirahat dan mengurangi aktivitas serta
menjaga badan.
4. Mempertahankan kulit selalu bersih, setiap hari dibasuh dengan air hangat, terutama
bagian kulit yang terkena sinar radioterapi, hindari berjemur matahari, desinfektan,
sabun dan benda lain yang bisa merangsang kulit.
DAFTAR PUSTAKA
Smaltzer, Suzanne. (2002). Keperawatan Medikal-Bedah. Jakarta : EGC.
http://darsananursejiwa.blogspot.com/2009/04/askep-liofoma-malignakanker-kelenjar.html
( diakses tanggal 20 desember 2015)
http://kumpulanmaterikeperawatan.blogspot.com/2010/04/askep-kelenjar-getah-bening.html
(diakses tanggal 20 desember 2015)
http://id.shvoong.com/medicine-and-health/pathology/1917457-limfoma-non-hodgkin/
(diakses tanggal 20 desember 2015)
http://indokes.blogspot.com/2010/07/askep-limfomakanker-kelenjar-getah.html (diakses
tanggal 20 desember 2015)
http://askep-askep.blogspot.com/2010/01/askep-klien-ca-kel-getah-bening_20.html (diakses
tanggal 20 desember 2015)
http://doctorology.net/?p=368 (diakses tanggal 20 desember 2015)