Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNIK KONVERSI ENERGI

OLEH :
KELOMPOK 2

Abellio Nathanael Sitompul

(061340411637)

Achmad Algan

(061340411638)

Ica Khoirun Nisa

(061340411647)

Imam Nuradha Pramubelta

(061340411648)

Ossy Dewinta Putri Pertiwi

(061340411656)

Suci Ananda Putri

(061340411660)

KELAS

DOSEN PEMBIMBING

5 EGB
Yohandri Bow, S.T., M.S.

PRODI TEKNIK ENERGI


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PALEMBANG
2015

BONGKAR PASANG POMPA

I.

TUJUAN
-

II.

Mengetahui definisi dan jenis-jenis pompa.


Mengetahui komponen-komponen beserta fungsinya.
Membongkar dan memasang kembali pompa dengan baik dan benar.

ALAT DAN BAHAN


2.1 Alat yang digunakan :
- Pompa
- Obeng
- Kuas
2.2 Bahan yang digunakan :
-

III.

Bahan bakar solar

LANDASAN TEORI
3.1 Teori Dasar

Pompa adalah mesin atau peralatan mekanis yang digunakan untuk menaikkan
cairan dari dataran rendah ke dataran tinggi atau untuk mengalirkan cairan dari daerah
bertekanan rendah kedaerah yang bertekanan tinggi dan juga sebagai penguat laju aliran
pada suatu sistem jaringan perpipaan. Hal ini dicapai dengan membuat suatu tekanan
yang rendah pada sisi masuk atau suction dan tekanan yang tinggi pada sisi keluar atau
discharge dari pompa. Pada prinsipnya, pompa mengubah energi mekanik motor
menjadi energi aliran fluida. Energi yang diterima oleh fluida akan digunakan untuk
menaikkan tekanan dan mengatasi tahanan tahanan yang terdapat pada saluran yang
dilalui.
Pompa juga dapat digunakan pada proses - proses yang membutuhkan tekanan
hidraulik yang besar. Hal ini bisa dijumpai antara lain pada peralatan - peralatan berat.
Dalam operasi, mesin - mesin peralatan berat membutuhkan tekanan discharge yang
besar dan tekanan isap yang rendah. Akibat tekanan yang rendah pada sisi isap pompa
maka fluida akan naik dari kedalaman tertentu, sedangkan akibat tekanan yang tinggi
pada sisi discharge akan memaksa fluida untuk naik sampai pada ketinggian yang
diinginkan. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 2.1.

3.2 Pompa sentrifugal


Pompa sentrifugal adalah pompa yang memiliki elemen utama berupa motor
penggerak dengan sudu impeller yang berbutar dengan kecepatan tinggi. Prinsip
kerjanya yaitu merubah energi mekanis alat penggerak menjadi energi kinetis fluida
(kecepatan) kemudian fluida di arahkan ke saluran buang dengan menggunakan tekanan
(energi kinetis sebagian fluida diubah menjadi energi tekanan) dengan menggunakan
impeller yang berputar di dalam casing. Casing tersebut dihubungkan dengan saluran
hisap (suction) dan saluran tekan (discharge), untuk menjaga agar di dalam casing selalu
terisi dengan cairan sehingga saluran hisap harus dilengkapi dengan katup kaki (foot
valve).
Pompa digerakkan oleh motor. Daya dari motor diberikan pada poros pompa
untuk memutar impeler yang dipasangkan pada poros tersebut. Karena pompa
digerakkan oleh motor listrik (motor penggerak), jadi daya guna kerja pompa adalah
perbandingan antara gaya mekanis yang diberikan motor kepada pompa. Akibat dari
putaran impeller yang menimbulkan gaya sentrifugal, maka zat cair akan mengalir dari
tengah impeler keluar lewat saluran di antara sudu - sudu dan meninggalkan impeler
dengan kecepatan yang tinggi.
Zat cair yang keluar dari impeler dengan kecepatan tinggi kemudian melalui
saluran yang penampangnya semakin membesar yang disebut volute, sehingga akan
terjadi perubahan dari head kecepatan menjadi head tekanan. Jadi zat cair yang keluar
dari flens keluar pompa head totalnya bertambah besar. Sedangkan proses pengisapan

terjadi karena setelah zat cair dilemparkan oleh impeller, ruang diantara sudu - sudu
menjadi vakum, sehingga zat cair akan terisap masuk.
Selisih energi persatuan berat atau head total dari zat cair pada flens keluar dan
flens masuk disebut sebagai head total pompa. Sehingga dapat dikatakan bahwa pompa
sentrifugal berfungsi mengubah energi mekanik motor menjadi energi aliran fluida.
Energi inilah yang mengakibatkan pertambahan head kecepatan, head tekanan dan head
potensial secara kontinu.
Pompa centrifugal adalah jenis pompa yang paling banyak digunakan, ia
memiliki kelebihan diataranya karena peng-oprasiannya yang mudah, maintenance yang
tidak terlalu mahal, tidak berisik dan lain sebagainya.
3.3 Komonen Utama Pompa Sentrifugal
Dalam pengoperasian pompa sentrifugal ada beberapa bagian yang perlu
diperhatikan agar pompa dapat bekerja dengan baik dan dapat bertahan lama.
Adapun bagian bagian utama pompa sentrifugal tersebut antara lain:
3.3.1 Rumah Pompa Sentrifugal
Rumah Pompa Sentrifugal dapat dilihat pada Gambar 2.3.

Gambar 2.3 Rumah Pompa Sentrifugal


Keterangan Gambar 2.3:
A. Stuffing Box ( Mechanical Seal)
Stuffing Box berfungsi untuk mencegah kebocoran pada daerah dimana poros pompa
menembus casing. Adapun bentuk dari stuffing box dapat dilihat pada Gambar 2.4.

Gambar 2.4 Stuffing Box ( Mechanical Seal)


B. Packing Packing digunakan untuk mencegah dan mengurangi bocoran cairan
dari casing pompa melalui poros. Biasanya terbuat dari asbes atau teflon. Adapun
bentuk dari packing dapat dilihat pada Gambar 2.5.

Gambar 2.5 Packing


C. Shaft (poros) Poros berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari penggerak
selama beroperasi dan tempat kedudukan impeller dan bagian - bagian berputar lainnya.
Adapun bentuk dari shaft (poros) dapat dilihat pada Gambar 2.6.

Gambar 2.6 Shaft (poros)


D. Shaft-sleeve Shaft sleeve berfungsi untuk melindungi poros dari erosi, korosi dan
keausan pada stuffing box. Pada pompa multi stage dapat sebagai leakage joint, internal
bearing dan interstage atau distance sleever. Adapun bentuk dari shaft-sleeve dapat
dilihat pada Gambar 2.7.

Gambar 2.7 Shaft-sleeve


E. Vane Vane impeller berfungsi sebagai tempat berlalunya cairan pada impeller.
Adapun bentuk dari vane dapat dilihat pada Gambar 2.8.

Gambar 2.8 Vane


F. Casing Casing merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai
pelindung elemen yang berputar, tempat kedudukan diffusor (guide vane), inlet dan
outlet nozel serta tempat memberikan arah aliran dari impeller dan mengkonversikan
energi kecepatan cairan menjadi energi dinamis (single stage). Adapun bentuk dari
casing dapat dilihat pada Gambar 2.9.

Gambar 2.9 Casing


G. Eye of Impeller Bagian sisi masuk pada arah isap impeller. Adapun bentuk dari eye
of impeller dapat dilihat pada Gambar 2.10.

Gambar 2.10 Eye of Impeller

H. Impeller Impeller berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari pompa menjadi
energi kecepatan pada cairan yang dipompakan secara kontiniu, sehingga cairan pada
sisi isap secara terus menerus akan masuk mengisi kekosongan akibat perpindahan dari
cairan yang masuk sebelumnya. Adapun bentuk dari impeller dapat dilihat pada Gambar
2.11.

Gambar 2.11 Impeller


I. Wearing Ring Wearing ring berfungsi untuk memperkecil kebocoran cairan yang
melewati bagian depan impeller maupun bagian belakang impeller, dengan cara
memperkecil celah antara casing dengan impeller. Adapun bentuk dari wearing ring dapt
dilihat pada Gambar 2.12.

Gambar 2.12 Wearing Ring

J. Bearing Bearing (bantalan) berfungsi untuk menahan beban dari poros agar dapat
berputar, baik berupa beban radial maupun beban axial. Bearing juga memungkinkan
poros untuk dapat berputar dengan lancar dan tetap pada tempatnya, sehingga kerugian
gesek menjadi kecil. Adapun bentuk dari bearing dapat dilihat pada Gambar 2.13.

Gambar 2.13 Bearing


K. Diccharge Nozzle Discharge nozzle adalah saluran cairan keluar dari pompa dan
berfungsi juga untuk meningkatkan energi tekanan keluar pompa.
3.3.2 Impeller
Impeller adalah bagian penting pompa sentrifugal dimana terjadi perubahan
energi mekanis berupa putaran menjadi kecepatan, aliran impeller akan diputar oleh
motor penggerak pompa, menyebabkan aliran akan berputar dan gerakan aliran akan
mengikuti impeller dan keluar dengan kecepatan yang besar. Pada impeller juga terjadi
head atau tekanan dan kecepatan aliran akan bertambah besar.
Kecepatan aliran yang besar berubah menjadi tekanan aliran atau head pompa.
Perubahan kecepatan head ini terjadi pada rumah kontak dan impeller. Hal ini akan
dipergunakan untuk mengatasi head loses dan beban lainnya pada instalasi pompa jika
head pada instalasi pipa ternyata masih lebih besar dari head maksimum yang dihasilkan
pompa maka aliran tidak akan sampai tujuan akhir instalasi pipa. aliran akan berhenti
pada daerah tertentu walaupun pompa terus bekerja. Head maksimum dimana kapasitas
pompa akan menjadi panas jikan dibiarkan terus menerus dapat menyababkan
kerusakan pada pompa.
Impeller di bagi beberapa jenis antara lain:
1. Closed Impeller
2. Semi open impeller
3. Open impeller.

Adapun jenis jenis dari impeller dapat dilihat pada Gambar 2.14.

Gambar 2.14 Jenis Jenis Impeller

3.3.3 Seal Pompa


Seal pompa berfungsi mengatasi terjadinya kebocoran pada pompa. Kebocoran
dapat berupa keluarnya minyak pelumas dari pompa, pembocoran yang berlebihan
dapat mengganggu terjadinya kerja pompa, bahkan dapat merusak bagian bagian
pompa lainnya.
Adapun bentuk bentuk dari seal pompa dapat dilihat pada Gambar 2.15.

Gambar 2.15 Bentuk Bentuk Seal pompa

3.4 Cara Kerja Pompa Sentrifugal


Ketika sebuah objek benda diputar dalam gerak melingkar, benda tersebut akan
cenderung terlempar keluar dari pusat lingkaran. Satu cara untuk menambah energi
kepada fluida cair adalah dengan memutar fluid atersebut dalam arah melingkar. Gaya
yang mengakibatkan sebuah objek terlempar keluar dalamgerak melingkar disebut gaya
sentrifugal.Bagian pompa yang memutar flluida cair disebut impeller. Fluida cair
mengalir meleluiinlet pompa dan masuk kedalam titik pusat impeller. Selanjutnya
impeller akan menggerakkan fluida tersebut dalam gerak melingkar, Fluida cair akan
didorong dari titik pusat menuju bagian terluar dari bibir impeller. Semakin cepat
impeller berputar, akan semakin cepat fluida cair bergerak. Impeller disusun dari
rangkaian vanes atau blade, yang berpungsi untuk mengarahkan aliran fluida).
Pompa sentrifugal bekerja berdasarkan prinsip gaya sentrifugal yaitu bahwa
benda yang bergerak secara melengkung akan mengalami gaya yang arahnya keluar dari
titik pusat lintasan yang melengkung tersebut. Besarnya gaya sentrifugal yang timbul
tergantung dari masa benda, kecepatan gerak benda, dan jari-jari lengkung lintasannya.
Cairan proses memasuki nosel sisi masuk menuju titik tengah impeller yang
berputar. Ketika berputar, impeller akan memutar cairan yang ada dan mendorongnya
keluar antara dua siripnya, serta menciptakan percepatan sentrifugal. Ketika cairan
meninggalkan titik tengah impeller, menciptakan daerah bertekanan rendah sehingga cairan
dibelakangnya mengalir ke arah sisi masuk. Karena sirip impeller berbentuk kurva, cairan
akan terdorong kearah tangensial dan radial oleh gaya sentrifugal. Gaya ini terjadi di dalam
pompa seperti halnya yang dialami air dalam ember yang diputar diujung seutas tali.
Intinya adalah bahwa energi yang diciptakan oleh gaya sentrifugal adalah energi
kinetik. Jumlah energi yang diberikan ke cairan sebanding dengan kecepatan pada piringan
luar impeller. Semakin cepat impeller berputar atau semakin besar energi diberikan kepada
cairan.
Energi kinetik cairan yang keluar dari impeller tertahan dengan penciptaan terhadap
aliran. Tahanan pertama diciptakan oleh rumah pompa (volute) yang menangkap cairan dan
memperlambatnya. Pada nosel keluar, cairan makin diperlambat dan kecepatannya diubah
menjadi tekanan sesuai dengan prinsip bernoulli.

IV.

LANGKAH KERJA
1. Melonggarkan baut pada cover rumah pompa dengan menggunakan
obeng.
2. Menarik chasing secara perlahan sehingga dapat terlihat impeller pompa.
3. Melepas sambungan pipa pada bagian suction dengan melonggarkan baut
penyangganya menggunakan obeng.
4. Melepas sambungan pipa pada bagian discharge dengan memutar valve
socket ke arah kiri.
5. Melepas seat pada bagian suction dan discharge pompa.
6. Melepas penutup kipas radiator dengan melonggarkan baut
penyangganya.
7. Melepas kipas rotor dengan melonggarkan baut penyangganya.
8. Melepas cover motor listrik dengan melonggarkan baut penyangganya
dan menarik bautnya.
9. Menarik rumah motor secara perlahan.
10. Membersihkan impeller pompa dengan mengolesinya dengan solar
menggunakan kuas.
11. Mengamati bagian-bagian pompa dan motor listrik.
12. Memasang kembali komponen pompa dengan benar dan secara
berurutan.

V.

DATA PENGAMATAN

Bagian Bagian Pompa :


No

Gambar

Keterangan

1.

Pompa sebelum dibongkar


Bagian luar pompa :
-casing pompa
- Inlet/suction
- discharge nozzle

Mulai membuka baut satu per satu dan


mulai membongkar bagian- bagian
pompa
2

Pada gambar ini terdapat ring pompa.

Terlihat bagian dalam pompa dimana


terdapat kumparan tembaga yang
menyebabkan rotor berputar
4

Terlihat ini bagian impeller pompa .


Impeller adalah bagian yang berputar
dari pompa sentrifugal, yang berfungsi
untuk mentransfer energi dari putaran
5

motor menuju fluida yang dipompa


dengan jalan mengakselerasinya dari
tengah impeller ke luar sisi impeller.
Ini terdapat bagian tengah pompa
dimana bagian ELECTRIC MOTOR
ASSEMBLY ada rotor (begerak) dan

stator (diam)

Ini adalah shaft /poros. Poros pompa


adalah bagian yang mentransmisikan
putaran dari sumber gerak, seperti
motor listrik, ke pompa. Yang perlu
kita perhatikan adalah, pada sebuah
7

pompa sentrifugal yang bekerja di titik


efisiensi

terbaiknya,

bending

porosnya

maka
akan

gaya
secara

sempurna terdistribusikan ke seluruh


bagian impeller pompa.

Pada bagian tengah ini juga terdapat


mechanical seal yang berfungsi untuk
mencegah kebocoran fluida melalui
8

poros