Anda di halaman 1dari 4

ANDI MUHAMMAD NOVIAN NURTANIO

A311 11 009
MANAJEMEN STRATEGI
IMPLEMENTASI
Implementasi sendiri pada bab 10 ini membahas mengenai (1) Tujuan jangka pendek
dan sistem penghargaan, (2) Taktik fungsional, dan (3) kebijakan.

TUJUAN JANGKA PENDEK


Tujuan-tujuan jangka pendek membantu menerapkan strategi, paling tidak dalam tga
cara yaitu :
1. Tujuan jangka pendek mengoprasionalkan tujuan jangka panjang.
2. Pembahasan mengenai dan kesepakatan atas tujuan-tujuan jangka pendek membantu
untuk mengangkat masalah dan konflik potensial dalam suatu organisasi yang
biasanya memerlukan koordinasi guna menghindari konsekuensi yang bersifat
disfungsional.
3. Tujuan-tujuan

jangka

pendek

membantu

implementasi

strategi

dengan

mengidentifikasikan hasil-hasil terukur dari rencana tindakan atau aktivitas


fungsional.
Tujuan jangka pendek biasanya disertai dengan rencana tindakan, yang memperkaya
tujuan-tujuan tersebut dalam tiga cara yaitu rencana tindakan, kerangka waktu penyelesaian,
dan identifikasi atas siapa yang bertanggung jawab.

Kualitas Jangka Pendek Yang Efektif


-

Terukur
Kualitas jangka pendek yang efektif akan efektif ketika tujuannya secara jelas
menyatakan apa yang perlu dicapai, kapan hal tersebut akan dicapai, dan bagaimana
pencapaian tersebut diukur.

Prioritas
Beberapa tujuan harus diprioritaskan kerna pertimbangan waktu aray pengaruh
khusus dari tujuan tersebut terhadap keberhasilan suatu strategi.

TAKTIK FUNGSIONAL YANG MENERAPKAN STATEGI BISNIS


Taktik fungsional adalah aktivitas-aktivitas penting dan rutin yang harus dilakukan di
setiap area fungsional-pemasaran, keuangan, produksi/operasi, penelitian dan pengembangan
serta manajemen sumber daya manusia-untuk menghasilkan produk dan jasa dari bisnis
tersebut. Bisa dikatakan, taktik fungsional menerjemahkan pemikiran (strategi utama)
menjadi tindakan yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan jangka pendek.

Perbedaan Antara Strategi Bisnis dan Taktik Fungsional


Taktik fungsional berbeda dari strategi bisnis atau koorporat dalam tiga hal
fundamental.
1. Kekhususan.
Jika strategi bisnis memberikan arahan umum, sedangkan taktik fungsional
mengidentifikasi aktivitas-aktivitas spesifik yang akan dilakukan pada masingmasing bidang fungsional.
2. Rentang waktu.
Taktik fungsional mengidentifikasikan aktivitas-aktivitas yang akan dilakukan
saat ini atau dalam waktu dekat. Sedangkan strategi bisnis berfokus pada
postur perusahaan pada tiga sampai lima tahun kedepan.
3. Peserta yang mengembangkannya.
Stategi bisnis adalah tanggung jawab dari manajer umum suatu unit bisnis,
sedangkan taktik fungsional biasanya didelegasikan kepada bawahan yang
bertanggung jawab menjalankan bidang-bidang operasi dari bisnis tersebut.

KEBIJAKAN

Kebijakan adalah arahan-arahan yang dirancang untuk memandu pemikiran, keputusan,


dan tindakan para manajer beserta bawahannya dalam menerapkan strategi perusahaan.
Terkadang, hal ini disebut juga prosedur operasi standar, kebijakan meningkatkan efektivitas
manajerial dengan cara menstrandarisasi banyak keputusan rutin dan mengklarifikasikan
sampai sejauh mana diskresi dapat diambil oleh para manajer dan bawahannya dalam
mengimplemetasikan taktik fungsional.

Menciptakan Kebijakan yang Memberdayakan


Kebijakan mengkomunikasikan panduan mengenai pengambilan keputusan. Kebijakan
dirancang untuk mengendalikan keputusan, sedangkan pada saat yang sama mendefenisikan
tingkat diskresi yang boleh diambil oleh karyawan bagian operasi dalam melaksanakan
aktivitas-aktivitas bisnis. Kebijakan melakukan ini ada dalam beberapa cara sebagai berikut :
a. Kebijakan menetapkan kendali tidak langsung terhadap tindakan independen
b. Kebijakan mendorong penanganan yang seragam atas aktivitas-aktivitas yang
serupa
c. Kebijakan memastikan pengambilan keputusan yang lebih cepat
d. Kebijakan melembagakan aspek-aspek dasar dari perilaku organisasi
e. Kebijakan mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan harian
yang refetitif
f. Kebijakan meredam resistensi atau penolakan terhadap startegi yang dipilih oleh
para anggota organisasi
g. Kebijakan menawarkan jawaban yang telah ditentukan sebelumnya
h. Kebijakan memberikan manajer suatu mekanisme untuk menghindari
pengambilan keputusan yang dilakukan secara tergesa-gesa.
Kebijakan bias tertulis dan bersifat formal atai tidak tertulis dan bersifat informal.
Kebijakan informal dan tidak tertulis biasanya dikaitkan dengan kebutuhan strategis akan
kerahasiaan kompetitif. Beberapa kebijakan jenis ini, seperti halnya promosi dari dalam
perusahaan, diketahui secara luas oleh para karyawan dan secara implisit disetujui oleh
manajemen. Para manajer dan karyawan sering kali menyukai keleluasaan yang diberikan

oleh kebijakan yang tidak tertulis dan informal. Akan tetapi kebijakan semacam itu dapat
berdampak buruk terhadap keberhasilan jangka panjang suatu strategi.