Anda di halaman 1dari 27

PUSAT LOGISTIK

BERIKAT

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

Dasar Hukum

PP
PMK

PDJ

PP Nomor 85 Tahun 2015 tentang Perubahan atas PP Nomor


32 Tahun 2009 tentang Tempat Penimbunan Berikat

PMK Nomor 272/PMK.04/2015 tentang Pusat Logistik Berikat

Perdirjen BC Nomor PER-01/BC/2016 tentang Tata Laksana


Pusat Logistik Berikat
Perdirjen BC Nomor PER-02/BC/2016 tentang Tata Laksana
Pengeluaran Barang Impor dari Kawasan Pabean Untuk
Ditimbun di PLB
Perdirjen BC Nomor PER-03/BC/2016 tentang Tata Laksana
Pengeluaran Barang Impor dari PLB Untuk Diimpor Untuk
Dipakai

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

Definisi PLB
PLB adalah TPB untuk menimbun
barang asal luar daerah pabean
dan/atau barang yang berasal dari
tempat lain dalam daerah pabean,
dapat disertai 1 (satu) atau lebih
kegiatan sederhana dalam jangka
waktu tertentu untuk dikeluarkan
PLB merupakan Kawasan
Pabean dan sepenuhnya
kembali
berada di bawah pengawasan DJBC

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

Penyelenggaraan &
Pengusahaan

Penyelenggaraan oleh
Penyelenggara PLB yang
berbadan hukum Indonesia
dan berkedudukan di
Indonesia
Kegiatan : menyediakan dan
mengelola kawasan untuk
kegiatan pengusahaan PLB

Pengusahaan dilakukan oleh


Pengusaha PLB atau PDPLB
Kegiatan : menimbun barang asal luar
daerah pabean dan/atau barang asal
tempat lain dalam daerah pabean guna
didistribusikan ke luar daerah pabean
dan/atau tempat lain dalam daerah
pabean

PENYELENGGARA PLB
PENGUSAHA PLB
Pengusahaan oleh entitas yang sama dengan
penyelenggara

PT
A
PT A

PT B

PENGUSAHA DI PLB
MERANGKAP
PENYELENGGARA DI PLB
Pengusahaan oleh entitas yang berbeda dengan
(PDPLB)
penyelenggara
4

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

Penimbunan Barang

Kegiatan menimbun barang di


PLB diberikan untuk JANGKA
WAKTU 3 TH
Dapat diperpanjang maksimal 3
tahun, untuk :
Operasional migas
Pertambangan
Industri tertentu
(penerbangan, perkapalan,
kereta api, infrastruktur,
hankam,
pertanian/perikanan/peternak
an)
Industri lainnya dengan seizin
Kepala KPPBC
3 Tahun dihitung dari tanggal
nopen dokumen pabean
pemasukan
Apabila lewat : harus diekspor
kembali, dikeluarkan ke TPB lain,
dikeluarkan ke Kawasan Bebas,
dikeluarkan ke KEK atau
kawasan ekonomi khusus
lainnya, atau dikeluarkan ke
TLDDP dengan pemenuhan ket
impor kalau tidak, dibekukan.

(1)

Penimbunan dapat disertai KEGIATAN


SEDERHANA :
Pengemasan/pengemasan kembali
Penyortiran
Standardisasi (quality control)
Penggabungan (kitting)
Pengepakan
Penyetelan
Konsolidasi barang tujuan ekspor
Penyediaan barang tujuan ekspor
Pemasangan kembali dan/atau perbaikan
maintenance pada industri strategis,
termasuk painting
Pembauran (blending)
Pemberian label berbahasa Indonesia
Pelekatan Pita Cukai
Pelelangan barang modal asal LDP
Pameran
Pemeriksaan dari instansi teknis (lartas)
Pemeriksaan untuk penerbitan SKA
Kegiatan sederhana lainnya oleh Dirjen BC
Kegiatan Sederhana bukan merupakan
kegiatan pengolahan (manufacturing)

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

Penimbunan Barang

(2)

Temati
k
Di dalam 1 (satu) lokasi Pengusaha PLB atau PDPLB hanya
dapat dilakukan penimbunan jenis barang :
- yang memiliki karakteristik sejenis; dan/atau
- untuk mendukung industri sejenis

One to Many, Many to One, Many to Many


Dalam 1 pengusahaan PLB harus memiliki:
a. tujuan distribusi lebih dari 1 perusahaan;
b. lebih dari 1 pemasok (supplier) di luar daerah pabean;
dan/atau
c. tujuan distribusi barang ke luar daerah pabean

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

Kepemilikan Barang

PLB
1

Milik PLB

2 Milik Supplier

Milik Pemilik
barang
di LDP/TLDDP

Barang sudah dibeli oleh Penyelenggara


PLB/ Pengusaha PLB/PDPLB
Barang milik supplier di LN dititipkan di
PLB (konsinyasi). Saat masuk ke PLB
belum ada transaksi.
Barang sudah dibeli oleh pembeli di
TLDDP dan dititipkan di PLB. Saat masuk
sudah ada transaksi.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

Persyaratan PLB
1

(1)

Syarat Fisik

Syarat Administratif

Lokasi dapat dilalui sarkut


petikemas / sarkut lainnya
Batas2 dan luas yang jelas
Punya tempat
pemeriksaan fisik atas brg
impor/ekspor
Punya tempat
penimbunan, pemuatan,
pembongkaran,
pemasukan, &
pengeluaran
Punya tempat/area transit
untuk brg yg telah
didaftarkan pemberitahuan
pabean kecuali brg
tertentu (cair/gas/dsb)
Punya tata letak dan batas
yang jelas untuk
melakukan kegiatan

Bukti kepemilikan/penguasaan lokasi


Peta/denah lokasi
Izin Tempat Usaha/Izin Lokasi
SIUP atau dok sejenis (khusus Pengusaha
PLB/PDPLB)
Surat Pengukuhan PKP
SPT PPh WP Badan
Dok Lingkungan Hidup (khusus
Penyelenggara PLB)
Akta pendirian perusahaan dan
pengesahan
Identitas penanggung jawab
IMB
Surat Keterangan dai Kantor Pajak (tdk
punya tunggakan)
Profil perusahaan
Rekomendasi dari Penyelenggara PLB
(khusus PDPLB)

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

Persyaratan PLB
3

(2)

Syarat Lainnya

Perusahaan Yang :
Telah ditetapkan AEO
Terdaftar di Bursa Efek (Tbk)
BUMN
Menimbun jenis barang untuk industri ttn
(penerbangan, perkapalan, kereta api, infrastruktur,
hankam, pertanian/perikanan/peternakan, IKM)
Menimbun jenis barang ttn (minyak, gas, brg lainnya
yg ditetapkan Dirjen BC), atau
Memiliki luas 1 Ha (tanah+ bangunan, boleh terpisah
maks 1 km)
Memiliki SPI yang baik
Telah mendayagunakan IT Inventory
Tidak pernah melakukan tindak pidana
kepabeanan, cukai, perpajakan
9

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

Proses Perizinan PLB


Pemohon
-

Pemohon yg
memenuhi syarat
fisik, adm, dan
syarat lainnya
mengajukan
permohonan kepada
Direktur Fasilitas
melalui Kepala
Kantor Pabean

- Syarat Administratif
discan dalam media
penyimpan
elektronik

10

Kantor Pabean
- Melakukan penelitian
kelengkapan berkas
- Tidak lengkap :
pengembalian
- Lengkap :
- Berita acara
pemeriksaan
lokasi
- Rekomendasi
- Mengirimkan BAP
dan rekomendasi

15 hari kerja sejak


permohonan diterima
dari pemohon
Izin berlaku seterusnya s.d. izin usaha
industri/bukti penuasaan lokasi tidak berlaku
atau sampai izin PLB dicabut
Izin customized
Satu izin untuk beberapa lokasi
Perubahan Izin dengan melampirkan data
pendukung

KP DJBC
Pemohon presentasi
business plan kepada
Direktur Fasilitas
Kepabeanan
Direktur Fasilitas
memberikan
persetujuan atau
penolakan dengan
memperhatikan :
- Persyaratan fisik
- Persyaratan Adm
- BAP dan
rekomendasi KPPBC
- Pemaparan visi,
misi, dan business
plan
- Roadmap industri
terkait
- Analisa economic
impact
10 hariDirektorat
kerja Jenderal
sejak Bea dan Cukai
Kementerian Keuangan RI
menerima

Pemasukan dan Pengeluaran


Barang
Luar Daerah
Pabean
TPB Lainnya
TLDDP
KEK
Kawasan
Ekonomi Lainnya

11

Harus dilakukan stripping,


kecuali
untuk
barang
cair/gas atau barang lain
berdasarkan
persetujuan
Kepala
Kantor
dengan
pertimbangan profil risiko
perusahaan

PLB

1. Mendukung kegiatan industri


Asal
di KB, KEK, Kawasan Bebas,
KE lainnya
LDP
2. Mendukung kegiatan industri
di TLDDP
3. Dimasukkan ke TPB lainnya
4. Diekspor
5. Mendukung kegiatan industri
yg mendapat
pembebasan/keringanan BM
6. Mendukung kegiatan industri
yg mendapat fasilitas BMDTP
7. Mendukung kegiatan
distribusi dan ketersediaan
brg tertentu
8. Mendukung IKM

Asal

1. Diekspor
2. Tujuan TLDDP
Khusus
(operasional
migas, pertambangan, industri
tertentu, dipamerkan, dilelang,
mendukung IKM, tujuan lainnya
menurut
kelaziman
berdasarkan
persetujuan
Kepala KPPBC)

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

Perlakuan Kepabeanan dan


Perpajakan
LDP
-

Penangguhan BM, Tidak dipungut PDRI, Pembebasan


Cukai

TLDDP
-

ASAL LDP dari PLB KE


TLDDP
- Dilunasi BM
- Dipungut PDRI
- Dilunasi Cukai

Tidak dipungut PPN atau PPN dan PPnBM

PLB Lain
-

Penangguhan BM, Tidak dipungut PDRI, Pembebasan


Cukai, Tidak dipungut PPN atau PPN dan PPnBM

TPB Lain (selain PLB)


-

Asal LDP : Penangguhan BM, Tidak dipungut PDRI,


Pembebasan Cukai, Tidak dipungut PPN atau PPN dan
PPnBM
Asal TLDDP : Tidak dipungut PPN atau PPN dan PPnBM

KEK, Kawasan Bebas, Kawasan Ekonomi


lain
Asal LDP : Penangguhan BM, Tidak dipungut PDRI,
Pembebasan Cukai, Tidak dipungut PPN atau PPN dan
PPnBM
Asal
TLDDP
: Tidak
dipungut PPN atau
PPNTLDDP
dan PPnBM
Asal
LDP
yang
dimasukkan
dari
-

PL
B

ASAL LDP dari PLB KE


TLDDP yang mendapat
fasilitas, mengikuti
fasilitas penerima
ASAL TLDDP dari PLB
KE TLDDP sesuai
ketentuan perpajakan

oleh PLB tujuan tertentu


-

12

Penangguhan BM, Tidak dipungut PDRI, Pembebasan


Cukai, Tidak dipungut PPN atau PPN dan PPnBM

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

Tarif & Nilai Pabean


Tanpa Kegiatan Sederhana

Barang
asal

LDP

PLB

tujuan
barang
TLDDP

Ada Kegiatan Sederhana

Barang
asal
TLDDP

PDRI

Cukai

Nilai
Pabean
berdasarkan
nilai
transaksi
pada
saat
pengeluaran barang dari
PLB ke TLDDP.
Klasifikasi yang berlaku
atas barang pada saat
pengeluaran dari PLB ke
TLDDP
Pembebanan
yang
berlaku
pada
saat
pemberitahuan
pabean
impor didaftarkan

Tarif pada saat


Pemberitahuan
Pabean
Impor
didaftarkan;
Nilai
impor
yang
berlaku
pada
saat
barang
impor
dikeluarkan dari
PLB

berdasarkan
ketentuan
cukai
yang
berlaku

Bea Masuk dan PDRI


dihitung berdasarkan persentase
kandungan barang impor yang
terkandung
pada
barang
campuran dimaksud

Barang
asal

LDP

Bea Masuk

PLB

tujuan
barang
TLDDP

Pengeluaran Waste
BM
PDRI

13

PPN, PPnBM

untuk barang asal TLDDP


yang
terkandung
pada
barang
campuran
yang
dikeluarkan
kembali
ke
TLDDP

5% x harga jual bila tarif (MFN) waste/scrap 5% atau


lebih; atau
Tarif x harga jual bila tarif (MFN) waste/scrap kurang dari 5%.

Dihitung berdasarkan harga jual

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

Pemusnahan Barang
Hanya dapat dilakukan atas barang yang
busuk atau kadaluwarsa
Mengajukan permohonan ke kepala KPPBC
daftar rincian barang yang akan dimusnahkan
mencantumkan dokumen pemasukan
mencantumkan
alasan
pemusnahan,
pemusnahan, dan lokasi pemusnahan

Pelaksanaan
pemusnahan
pengawasan DJBC

14

cara

dibawah

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

Kewajiban

15

Memasang tanda nama perusahaan serta izin PLB **)


Menyediakan ruangan, sarana kerja, dan fasilitas yang layak bagi Pejabat BC untuk
menjalankan fungsi pelayanan dan pengawasan *)
Menyediakan ruangan, sarana kerja, dan fasilitas yang dibutuhkan untuk pemeriksaan
fisik, seperti forklift, timbangan digital, atau alat sejenisnya *)
Menyediakan sarana dan prasarana untuk penyelenggaraan pertukaran data secara
elektronik **)
Mendayagunakan IT Inventory **)
Melakukan pencatatan secara realtime dan online pada IT Inventory **)
Memasang Closed Circuit Television (CCTV) yang bisa diakses dari Kantor Pabean secara
realtime dan online serta memiliki data rekaman minimal 7 (tujuh) hari **)
Menyelenggarakan pembukuan berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku
umum di Indonesia **)
Mengajukan perubahan (update) data dalam hal terdapat data yang berubah terkait
perizinan PLB **)
Memberikan akses terhadap data dan dokumen seluruh kegiatan PLB yang dibutuhkan
dalam rangka pemeriksaan pabean oleh DJBC **)
Menyerahkan dokumen yang berkaitan dengan kegiatan PLB apabila dilakukan audit
oleh DJBC **)
Memiliki NPPBKC dalam hal menimbun BKC ***)
Melakukan stock opname minilam 1 tahun sekali ***)
menyimpan dan menatausahakan barang yang ditimbun di dalam PLB secara tertib***)
menyimpan dan memelihara dengan baik buku dan catatan serta dokumen yang
berkaitan dengan kegiatan usahanya dalam kurun waktu 10 (sepuluh)
tahun
***)
Direktorat
Jenderal
Bea dan Cukai
Kementerian Keuangan RI

Larangan
Memasukkan barang untuk ditimbun di PLB
selain :
barang yang diizinkan
barang untuk keperluan pengusahaan PLB
Barang contoh
Memasukkan barang yang dilarang untuk
diimpor atau diekspor
Mengeluarkan barang dengan tujuan yang
berbeda dengan tujuan yang tercantum dalam
izin PLB

16

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

Tanggung Jawab
Penyeleng
gara PLB

BM, Cukai, PDRI yang terutang atas barang yang dimasukkan dari
LDP untuk keperluan penyelenggaraan PLB yang berada atau
seharusnya berada di PLB
Cukai, PPN, PPnBM yang terutang atas barang yang dimasukkan
dari TLDDP untuk keperluan penyelenggaraan PLB yang
berada atau seharusnya berada di PLB

Pengusah
a PLB

BM, Cukai, PDRI yang terutang atas barang yang dimasukkan dari
LDP yang berada atau seharusnya berada di PLB
Cukai, PPN, PPnBM yang terutang atas barang yang dimasukkan
dari TLDDP yang berada atau seharusnya berada di PLB

PDPLB

BM, Cukai, PDRI yang terutang atas barang yang dimasukkan dari
LDP yang berada atau seharusnya berada di PLB
Cukai, PPN, PPnBM yang terutang atas barang yang dimasukkan
dari TLDDP yang berada atau seharusnya berada di PLB

Dalam hal PDPLB tidak dapat mempertanggungjawabkan BM/Cukai/PDRI/PPN/PPnBM


karena PDPLB tidak ditemukan, Penyelenggara PLB harus bertanggung jawab

17

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

Pemberitahuan Pabean

LDP

TLDDP

PLB, KB, TBB,


TLB,TPPB, KDUB

PLB Lokasi Lain


(satu izin)

FTZ

18

BC 2.5.1

PP PLB

BC 4.0

BC 2.7

PPB

PP- FTZ 02

PLB

TLDDP
(ex. impor)

BC 3.0

LDP

BC 4.1

TLDDP
(ex. lokal)

BC 2.7

PPB
BC 2.5.1 &
PP- FTZ 02

(1)

PLB, KB, TBB,


TLB,TPPB, KDUB

PLB Lokasi Lain


(satu izin)

FTZ

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

Pemberitahuan Pabean

(2)

Diajukan dengan sistem PDE, kecuali


KPPBC belum menerapkan PDE
Penerapan PDE belum dapat dilakukan
Kondisi kahar
Penyampaian dapat secara berkala khusus untuk :
Barang melalui pipa, jaringan transmisi, dan sejenisnya
Pemasukan/pengeluaran yg memerlukan kecepatan
pelayanan
Terhadap barang rush handling, pemberitahuan pabean
dapat disampaikan 3 hari setelah barang dikeluarkan
Untuk dapat menyampaikan berkala atau rush handling
harus seizin Kepala KPPBC
Terhadap pengangkutan BKC berlaku aturan Cukai

19

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

Ketentuan Pembatasan & FTA


LDP
Belum berlaku
ketentuan
pembatasan
kecuali diatur
lain dalam
peraturan
perundang2an
SKA yang
diterbitkan oleh
negara asal
barang di luar
negeri dapat
diberlakukan
pada saat
pemasukan
barang ke PLB
20

PLB

TLDD
P
Pemenuhan ketentuan pembatasan
di bidang impor dipenuhi pada saat
pengeluaran barang dari PLB ke
TLDDP
Dalam hal ketentuan pembatasan
telah
dipenuhi
pada
saat
pemasukan ke PLB, pada saat
pengeluarannya tidak diperlukan
pembatasan
pemenuhan
diberlakukanketentuan
tarif BM sesuai
skema
preferential
tarif
pada
saat
dikeluarkan dari PLB ke TLDDP yang
dapat dilakukan secara parsial
dengan menggunakan pemotongan
kuota
Dalam hal ada campuran barang
FTA dan non FTA, dihitung secara
proporsional
Dalam hal ada campuran beberapa
FTA,
menggunakan
FTA
paling
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
dominan
Kementerian Keuangan RI

Pengawasan
KPPBC
- Analisa dari IT
Inventory dan data
pendukung lainnya

Kanwil
- Analisa berdasarkan
laporan dari KPPBC
- Menyampaikan
laporan hasil analisa
ke Direktur Fasilitas
minimal 1 tahun
sekali

- Menyampaikan
laporan hasil
analisa ke Kanwil
minimal 1 bulan
sekalimelakukan pemeriksaan sewaktu-waktu,
Dapat

21

KP DJBC

untuk memastikan:
Kebenaran pemberitahuan jumlah dan jenis
barang
Kebenaran pemberitahuan tarif dan nilai pabean
Pemenuhan kewajiban dan larangan
Pemenuhan ketentuan pembatasan
Kesesuaian pencatatan dalam IT Inventory

Monitoring
dan
Evaluasi
oleh Direktur
Fasilitas
Kepabeanan

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

Monitoring dan Evaluasi


MONITORING

22

Minimal 1 tahun sekali pada


setiap akhir tahun buku
Tujuan untuk mengetahui :
kepatuhan terhadap
pemenuhan persyaratan
dan kegiatan operasional
PLB
perkembangan bisnis
perusahaan (peningkatan
investasi, tenaga kerja,
volumen impor/ekspor,
data perpajakan, volumen
penimbunan barang,
pemasok dan pembeli)

EVALUASI
TERHADAP IZIN PLB
Tujuan : mengetahui apakah
izin PLB kepada perusahaan
tersebut tepat sasaran dan
sesuai dengan tujuan yang
ditetapkan
Dilakukan minimal 1 tahun
sekali berdasarkan hasil
monitoring
TERHADAP
ATURAN PLB
Tujuan : menguji apakah
aturan telah sesuai dengan
arah kebijakan dan tujuan
pemerintah, dapat
dilaksanakan di lapangan,
telah mengakomodir
dinamika bisnis
Dilakukan minimal 3 tahun
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
sekali
Kementerian Keuangan RI

SELISIH JUMLAH BARANG


PLB

PEMASUKAN

23

Kesesuaian antara
PP PLB dengan hasil
pemeriksaan fisik
Apabila kedapatan
selisih kemasaan
saat dibongkar,
maka PLB
mempertanggungja
wabkan sesuai
dengan pasal
pengangkutan di
UU
Sepanjang jumlah
kemasan sesuai,
PLB tidak
bertanggungjawab
atas kebernaran
jumlah dan jenis
barang

Pada saat pemeriksaan


sewaktu2/pencacahan atau audit
terdapat selisih jumlah,
dilakukan penelitian, Jika :
- Musnah tanpa sengaja
tidak bayar BM
- Dapat
dipertanggungjawabkan
(tidak sengaja, bukan kelalaian,
bukan pidana) bayar BM
tanpa denda
- Tidak dapat
dipertanggungjawabkan
(tidak sengaja, karena
kelalaian, bukan pidana)
bayar BM dan bayar denda
- Pidana sesuai ketentuan
pidana

PENGELUARAN

Pada saat sudah


diajukan BC 2.5.1,
tanggungjawab
beralih ke importir
Importir
bertanggungjawa
b atas kebenaran
jumlah dan jenis
barang yang
diberitahukan

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

Lain2

Terhadap barang master list yang mendapatkan cost


recovery yang berdasarkan ketentuan perundangundangan mengharuskan untuk diekspor kembali, dapat
diselesaikan dengan memasukan barang dimaksud ke PLB,
sementara menunggu diekspor kembali atau penggunaan
kembali di TLDDP
Pemasukan kembali dengan dokumen PPK dan belum
dipotong masterlist
Dalam hal izin PLB diberikan terhadap lokasi yang
sebelumnya telah ada barang di dalamnya, atas seluruh
barang tersebut harus dilakukan pencacahan (stock
opname) oleh Kantor Pabean dan dapat diperlakukan
menjadi saldo awal PLB
Terhadap barang yang mendapatkan fasilitas penangguhan bea masuk,
dapat diperlakukan sebagai saldo awal PLB dengan mendapatkan
penangguhan bea masuk

24

Terhadap barang yang telah dilunasi bea masuk, dapat diperlakukan


Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
sebagai saldo awal PLB dan dianggap sebagai barang dari
tempat
lain RI
Kementerian
Keuangan

Pembekuan
IZIN PLB DIBEKUKAN DALAM HAL
PENYELENGGARA/PENGUSAHA/PDPLB :
tidak melaksanakan kewajiban
melakukan kegiatan yang dilarang

melakukan kegiatan yang menyimpang dari izin yang


diberikan :
memasukkan barang tidak sesuai izin
memasukkan barang larangan impor/ekspor
mengeluarkan barang kepada pihak yg tidak tercantum dalam
izin

25

menunjukkan ketidakmampuan dalam mengusahakan PLB,


a.l :
tidak menyelenggarakan pembukuan
Selama
boleh
memasukkan
barang ke PLB
tidakdibekukan
melakukan tidak
kegiatan
6 bulan
berturut-turut
namun
boleh
melakukan
kegiatan
di dalam PLB dan
tidakmasih
melunasi
utang
kepabeanan
dan cukai
boleh
mengeluarkan
barang
dari
tidak lagi
memenuhi
persyaratan
sebagai
PLBPLB
berdasarkan
hasil monev
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
tidak memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dalam
izin
PLBRI
Kementerian
Keuangan

Pencabutan
IZIN PLB DICABUT DALAM HAL :
Sebagai tindaklanjut dari pembekuan
tidak melakukan kegiatan selama 12 bulan berturut-turut
tidak mendapatkan pemberlakuan kembali atau
perpanjangan izin usaha/bukti penguasaan lokasi dalam
jangka waktu 30 hari
bertindak tidak jujur dalam usahanya a.l berupa
menyalahgunakan fasilitas PLB dan melakukan tindak
pidana di bidang kepabeanan dan/atau cukai
Dinyatakan pailit

26

Mengajukan permohonan pencabutan

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI

TERIMAKASIH

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai


Kementerian Keuangan RI