Anda di halaman 1dari 4

Abraham W Setiawan

(F1315100)
Kelas E S1 Transfer BPKP
Batch 3

AUDIT SIKLUS PERSEDIAAN DAN PERGUDANGAN


Siklus persediaan dan pergudangan merupakan siklus yang unik karena
hubungannya yang erat dengan siklus transaksi lainnya. Bagi perusahaan
manufaktur, bahan baku memasuki siklus persediaan dan penggudangan
dari siklus akuisisi dan pembayaran, sementara tenaga kerja langsung
memasukinya dari siklus penggajian dan personalia. Siklus penggudangan
dan persediaan diakhiri dengan penjualan barang dalam siklus penjualan
dan penagihan.
Audit terhadap persediaan, terutama pengujian saldo persediaan akhir
tahun, sering kali merupakan bagian yang paling kompleks dan paling
menghabiskan waktu. Tujuan utama keseluruhan dari audit siklus
persediaan dan penggudangan adalah untuk menyediakan kepastian
bahwa laporan keuaangan memperhitungkan secara wajar bahan baku,
barang dalam proses, persediaan barang jadi dan harga pokok penjualan.
A. FUNGSI BISNIS DALAM SIKLUS SERTA DOKUMEN DAN CATATAN
TERKAIT
Siklus persediaan dan pergudangan dapat dianggap terdiri dari dua
sistem yang terpisah tetapi saling berkaitan erat. Dimana siklus
persediaan melibatkan arus fisik barang dan siklus penggudangan
berhubungan dengan biaya terkait. Enam fungsi yang membentuk
siklus persediaan dan penggudangan adalah:
1. Memroses pesanan pembelian.
2. Menerima bahan baku
3. Menyimpan bahan baku
4. Memroses barang
5. Menyimpan barang jadi
6. Mengirimkan barang jadi
B. PENGARUH E-COMMERCE TERHADAP MANAJEMEN PERSEDIAAN
Salah satu fungsi utama internet bagi manajemen persediaan adalah
memberikan perusahaan deskripsi yang lebih lengkap tentang
persediaannya atas dasar real time untuk para rekan bisnis kunci,
termasuk pemaasok persediaan dan pelanggan. Selain itu internet
serta jaringan LAN, juga membantu manajemen dengan menyediakan
akses ke laporan status persediaan.
Selain kemudahan-kemudahan yang ada, akses informasi oleh
pelanggan dan vendor dapat juga meningkatkan risiko bisnis. Misalnya
adalah menimbuklan risiko pelaporan keuangan jika akses ke database
persediaan tidak dilakukan pembatasan akses keamanan dan
pengendalian manajemen IT lainnya.

C. BAGIAN AUDIT PERSEDIAN


Audit siklus persediaan dan pergudangan dapat dibagi menjadi lima
aktivitas yang berbeda dalam siklus:
1. Mengakuisisi dan mencatat bahan baku, tenaga kerja, dan
overhead.
Bagian audit ini meliputi fungsi pemrosesan pesanan pembelian,
penerimaan bahan baku dan penyimpanan bahan baku.
2. Mentransfer secara interval aktiva dan biaya.
Klien
memperhitungkan
aktifitas
memproses
barang
dan
menyimpan barang jadi dalam catatan akuntansi biaya, yang
independen dengan siklus lainnya dan diuji sebagai bagian dari
audit siklus persediaan dan pengudangan.
3. Mengirimkan barang dan mencatat pendapatan serta biaya.
Karena fungsi pencatatan pengiriman merupakan bagian dari siklus
penjualan dan penagihan, auditor harus memahami dan menguji
pengendalian internal terhadap pencatatan pengiriman sebagai
bagian dari audit siklus tersebut , termasuk prosedur untuk
memverifikasi keakuratan pengkreditan ke persediaan yang dicatat
dalam file induk persediaan perpetual.
4. Mengamati persediaan secara fisik.
Auditor harus mengamati klien yang melakukan perhitungan fisik
persediaan untuk menentukan apakah persediaan yang tercatat
benar-benar ada pada tanggal neraca dan dihitung secara benarbenar oleh klien.
5. Menetapkan harga dan mengkompilasi persediaan.
Pengujian harga adalah prosedur audit yang digunakan untuk
memverifikasi biaya-biaya, yaitu, pengujian untuk menentukan
apakah klien telah mengikuti secara benar metode persediaan yang
sesuai baik dengan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum
maupun konsisten dengan tahun sebelumnya. Sedangkan pengujian
kompilasi persediaan merupakan pengujian untuk memverifikasi
apakah penghitungan fisik telah diikhtisarkan secara benar,
kuantitas dan harga persediaan telah dikalikan dengan benar, dan
persediaan yang dikalikan difooting secara benar pada saldo
persediaan buku besar umum yang sama.
Keterkaitan antara siklus persediaan dan pergudangan dengan siklus
lainnya, mengharuskan beberapa bagian audit akan lebih efisien jika
diuji dengan pengujian audit antar siklus lainnya.

D. AUDIT AKUNTANSI BIAYA


Pengendalian akuntansi biaya adalah pengendalian yang berhubungan
dengan pemrosesan yang mempengaruhi persediaan fisik dan
penelusuran biaya terkait dari suatu bahan baku diminta hingga produk
selesai dibuat dan ditransfer ke penyimpanan. Pengendalian tersebut
dapat dibagi ke dalam dua kategori luas:
1. Pengendalian fisik terhadap bahan baku, barang dalam proses, dan
persediaan barang jadi.
2. Pengendalian terhadap biaya terkait.
Pengujian Akuntansi Biaya
Empat aspek akuntansi biaya yang yang perlu diperhatikan, yaitu:
1. Pengendalian fisik terhadap persediaan.
2. Dokumen dan catatan untuk mentransfer persediaan.
3. File induk persediaan perpetual.
4. Catatan biaya per audit.
E. PROSEDUR ANALITIS
Auditor melaksanaan prosedur analitis untuk memeriksa hubungan
saldo akun persediaan dengan akun lainnya. Selain itu, auditor
seringkali juga menggunakan informasi nonkeuangan untuk menilai
kelayakan saldo yang berkaitan dengan persediaan. Setelah
melaksanakan pengujian yang tepat atas catatan akuntansi biaya dan
prosedur analitis, auditor akan memiliki dasar untuk merancang serta
melaksanakan pengujian tas rincian saldo persediaan akhir.
F. OBSERVASI FISIK PERSEDIAAN
Auditor diharuskan untuk melakukan pengujian observasi fisik atas
persediaan karena auditor tidak mengamati secara fisik persediaan,
yang pada saat itu tidak diharuskan.
SAS 1 (AU 331) mengharuskan auditor untuk menerima efektivitas
metode penghitungan persediaan klien dan ketergantungan yang
dapat mereka tempatkan pada reperesentasi
klien mengenai
mengenai kuantitas serta kondisi fisik persediaan. Klien adalah pihak
yang bertanggung jawab menetapkan prosedur untuk menghitung
persediaan fisik secara akurat dan benar-benar melakukan serta
mencatat
perhitungan
tersebut.
Auditor
bertanggung
jawab
mengevaluasi dan mengamati prosedur klien, termasuk menguji
perhitungan
persediaan
dan
menarik
kesimpulan
mengenai
kememadaian persediaan fisik.
Pemeriksaan fisik persediaan oleh auditor dilaksanakan bila persediaan
yang disimpan oleh custodian pihak luar itu merupakan bagian dari
aktiva lancar atau total aktiva yang signifikan, sehinga auditor harus
menerapkan prosedur tambahan.
G. AUDIT PENETAPAN HARGA DAN KOMPILASI

Pengendalian internal yang memadai seputar penelusuran biaya per


unit yang diintegrasikan dengan produksi dan catatatn akuntansi
lainnya yang menyediakan kepastian bahwa klien menggunakan biaya
yang masuk akal untuk menilai persediaan akhir.
Klien memerlukan pengendalian internal atas kompilasi persediaan
untuk memastikan bahwa perhitungan fisik telah diikhtisarkan dengan
benar, diberi harga pada jumlah yang sama seperti catatan per unit,
dikalikan dan ditotalkan dengan benar, serta dicantumkan pada file
induk perediaan perpetual dan akun persediaan di buku besar umum
terkait pada jumlah yang tepat. Pengendalian internal penting untuk
diverifikasi oleh orang yang independen dan kompeten, yang
mengandalkan dokumen serta catatan yang memadai yang akan
digunakan untuk melakukan perhitungan fisik.
Dalam melakukan pengujian penetapan harga, auditor menghadapi
permasalahan antara lain: metode yang digunakan harus sesuai
dengan PABU, penerapan metodenya harus konsisten dari tahun ke
tahun,
serta
biaya
persediaan
lawan
nilai
pasar
harus
dipertimbangkan.
INTEGRASI PENGUJIAN
Pengujian siklus perolehan (akuisisi) dan pembayaran
Pengujian siklus penggajian dan personalia
Pengujian siklus penjualan dan penagihan
Pengujian cost accounting
Persediaan fisik, penetapan harga, dan kompilas