Anda di halaman 1dari 7

BAB IV

ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN


4.1 Analisa Data

Gambar 4.1 Formasi Batuan perkedalaman

Setelah memasukkan topografi yang ada pada data log, lalu dilakukan
pembandingan antara log BITSIZE dan log CALIPER untuk menentukan wash
out dan mudcake dari lubang bor kita. Identifikasi ini berguna untuk tebakan awal
penentuan lapisan permeable dan impermeable. Dan hasilnya seperti dibawah ini

Gambar 4.2 Paduan Bitsize dan Caliper

Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa sebagian besar lubang bor pada data
yang digunakan terjadi wash out. Namun ada beberapa kedalaman terjadi mud
cake. Perbedaan secara mendasar pada wash out dan mudcake sendiri adalah jika
lapisan tersebut adalah lapisan permeable, maka fluida pada lubang bor (mud)
akan meresap pada formasi sehingga terjadi mudcake. Dan kebalikannya jika
lapisannya merupakan lapisan impermeable maka akan terjadi wash out. Dalam
kejadian ini, akan terjadi keruntuhan (amblas) pada dinding lubang sumur.
Pada data yang saya pakai ini terjadi mudcake yang cukup tebal pada
kedalaman 2325-2403 ft dan pada 7235-7289 ft.

Lalu selanjutnya ddibandingkan antara log Gamma Ray (GR) dan log
Spontaneous Potential (SP) untuk menentukan kandungan shale dari data yang
kita punya. Ketika nilai yang ditunjukkan gamma ray rendah, maka kandungan
radioaktifitas dari formasi tersebut juga rendah. Oleh karena shale memiliki
kandungan radioaktifitas yang tinggi, maka log ini bisa digunakan untuk
identifikasi shale. Sedangkan untuk log SP dapat mengidentifikasikan
permeabilitas lapisan. Ketika log SP menunjukkan kurva yang relatif datar saja,
tidak ada defleksi baik ke kanan maupun ke kiri, maka bisa diidentifikasikan
bahwa lapisan tersebut memiliki sifat permeabilitas yang rendah. Apabila log SP
memperlihatkan defleksi ke kanan atau bernilai tinggi, maka bisa di
identifikasikan bahwa lapisan tersebut memiliki nilai permeabilitas yang rendah
(impermeable). Oleh karena itu, perpaduan antara 2 log ini bisa digunakan untuk
mengidentifikasikan shale atau sandstone.

Gambar 4.3 Paduan GR dan SP


Pada gambar diatas adalah paduan antara log GR dan SP yang bisa digunakan
untuk identifikasi antara sandstone dan shale. Untuk penginterpretasian atau penentuan
dimana letak shale atau sandstone sendiri bisa dikorelasikan dengan hasil paduan log
BITSIZE dan CALIPER seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Contohnya pada
kasus mudcake pada kedalaman 2325-2403 ft dan pada 7235-7289 ft tadi. Di log GR

dan SP pada kedalaman ini juga menunjukkan defleksi yang rendah, sehingga
mendukung dari hasil log calipernya dan dapat diperkirakan bahwa kedalaman
tersebut adalah sandstone.

Untuk yang selanjutnya adalah zonasi hidrokarbon. Biasanya pada proses


ini, log yang digunakan adalah log resistivitas dan paduan antara log neutron dan
log densitas. Jadi kita memanfaatkan nilai hambatan jenis dari udara yang sangat
tinggi, minyak yang juga lumayan tinggi dan air yang memiliki nilai hambatan
jenis yang sangat rendah. Sedangkan yang digunakan dari paduan log neutron dan
log densitas adalah nilai cross-over nya. Nilai cross over dari paduan 2 log ini
menunjukkan nilai porositas dari suatu lapisan. Jadi ketika nilai cross-over nya
besar, maka bisa diterjemahkan bahwa lapisan tersebut memiliki nilai porositas
yang tinggi. Dan pada akhirnya bisa diidentifikasi dimana letak reservoirnya. Agar
dapat lebih meyakinkan dengan persepsi kita, maka data log resistivitas dapat
disandingkan dengan data Nphi dan Rhob atau yang biasa kita kenal dengan
data porositas-densitas. Reservoir biasanya lebih banyak ditemukan pada batuan
sandstone daripada batuan shale. Sandstone memiliki nilai Rhob kecil dan nilai
Nphi besar, sedangkan shale memiliki nilai Rhob besar dan nilai Nphi kecil
Berikut ini adalah hasil dari log resistivitas dan paduan log neutron dan densitas.

Gambar 4.4 Paduan resistivitas dan densitas resistivitas Log


Dari pembandingan log diatas, didapatkan dugaan untuk letak reservoir
sandstone dengan membandingkan pula dengan log-log sebelumnya
(caliper,GR,SP). Reservoir yang merupakan sandstone ini terletak pada
kedalaman 2325-2403 ft dan pada 7235-7289 ft. Pada kedalaman ini, log
resistivitas memiliki nilai yang lumayan tinggi, namun bukan nilai yang tertinggi.
Hal ini dapat diindikasikan adanya minyak pada kedalaman ini.

Urutan dari kiri adalah log caliper lalu log gamma ray lalu log SP lalu log
resistivitas dan yang terakir adalan paduan log neutron dan densitas. Jadi untuk

penginterpretasian minyak ini dilakukan dengan mengkorelasikan data-data log


yang kita punya. Pada kedalaman ini bisa dilihat bahwa pada log caliper dia
mengalami mudcake, lalu pada gamma ray memiliki nilai yang relatif rendah
begitu juga dengan log SP yang bernilai rendah, sedangkan pada log resistivitas
memiliki nilai hambatan yang relatif tinggi (namun bukan yang tertinggi), juga
pada paduan nautron-density yang memiliki cross-over yang besar.

Yang terakhir adalah penentuan litologi. Proses ini dilakukan untuk


menentukan paduan jenis batuan apa saja yang mungkin ada pada formasi yang
ada pada data log. Untuk hasilnya dapat diketahui bahwa pada data log EAST
SIMPSON2 ini didominasi batuan yang mengandung shale,dolomite dan ada
sedikit limestone dan sandstone. Hal ini sangat didukung dari kurva log yang telah
kita lihat sebelumnya (caliper, gamma ray dan SP) yang menunjukkan banyaknya
lapisan shale yang ada pada data log kita.

Gambar 4.5 Litology Neutron Density