Anda di halaman 1dari 10

Strawberry atau strawberry adalah tanaman umum dari genus Fragaria yang

dibudidayakan di seluruh dunia. Namanya berasal dari bahasa Inggris kuno streawberige
yang merupakan gabungan dari streaw atau straw dan berige atau berry. Alasan
pemberian nama ini masih tidak jelas. Strawberry disukai banyak orang, terutama karena
aromanya yang khas, warna merah cerah yang kaya akan pigmen antosianin yang
mengandung antioksidan tinggi dan juga senyawa-senyawa lain seperti serat, vitamin C,
potasain dan asam ellagic, dan dikonsumsi dalam jumlah besar baik dimakan langsung
atau dalam makanan olahan seperti manisan, jus buah, pie, es krim, milk shake, dan
sebagainya.
Tanaman strawberry adalah suatu tanaman yang membutuhkan lingkungan tumbuh
bersuhu dingin (sejuk) dan lembap. Akan tetapi, tanaman strawberry mempunyai kemampuan
berdaptasi yang cukup luas, yakni dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik pada daerahdaerah yang mempunyai kondisi iklim sebagai berikut.
a.

Suhu udara optimum antara 17oC 20oC dan suhu udara minimum antara 4oC 5oC.

b.

Kelembaban udara (Rh) 80% - 90%

c.

Penyinaran matahari 8 10 jam per hari.

d.

Curah hujan berkisar antara 600 mm 700 mm per tahun.

Untuk daerah beriklim tropis seperti Indonesia, keadaan suhu udara dan curah hujan antar
daerah bervariasi. Perbedaan suhu udara dipengaruhi oleh tingginya suatu tempat dari
permukaan laut.
Biasanya masyarakat mengkonsumsi dalam bentuk olahan, masih sedikit
pemanfaatannya dalam bentuk segar. Buah strawberry tidak mempunyai ketahanan yang
tinggi, dia mudah membusuk apabila tidak dimasukkan dalam lemari pendingin. Selain
tidak tahan lama, buah strawberry mengalami kerusakan pada penanganan pascapanen
selama proses pengangkutan dan penyimpanannya.
Informasi Gizi
Strawberry
Energi
Lemak
Lemak Jenuh
Lemak tak Jenuh
Ganda

per 100 gram


(g)
134 kj
32 kkal
0,3 g
0,015 g
0,155 g

Lemak tak Jenuh


Tunggal
Kolesterol

0,043 g
0 mg

Protein

0,67 g

Karbohidrat

7,68 g

Serat

2g

Gula

4,66 g

Sodium

1 mg

Kalium

153 mg

Pasca Panen Strawberry


Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan dalam pasca panen dalam penanganan strawberry
adalah :
1.

Waktu Panen

2.

Panen

3.

Pengumpulan, dan

4.

Penyortiran.
1. Waktu Panen
Waktu panen haruslah diperhitungkan, karena waktu panen akan sangat
berpengaruh pada hasil panen. Jika panen dilakukan pada saat buah dalam
keadaan buah yang belum matang, maka buah tersebut akan menjadi asam
biarpun buah tersebut berubah warna menjadi merah. Dan sebaliknya, apabila
buah dipanen pada saat buah terlampau matang, maka buah tersebut tidak akan
tahan lama untuk disimpan. Hal ini terjadi karena buah strawberry adalah salah
satu buah klimaterik.
2. Panen
Panen adalah suatu perlakuan pengambilan hasil dari kebun. Panen
sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat agar buah tersebut tidak terlampau
matang dipohon. Karena apabila buah tersebut sudah terlampau matang dipohon
akan membuat buah tersebut tidak tahan lama untuk disimpan. Strawberry
biasanya dipanen pada saat buah tersebut sudah merah semua dan empuk pada
saat dipegang. Buah yang besar tapi belum tua jangan di petik karena buah

tersebut akan asam pada saat menjadi merah. Pemetikan strawberry sebaiknya
menggunakan tangan atau gunting. Buah dipetik dengan tangkai-tangkainya,
pemetikan buah haruslah hati-hati karena buah akan cepat rusak apabila terkena
kuku atau terjadi memar.
3. Pengumpulan
Pengumpulan adalah suatu tahapan pasca panen yang bertujuan untuk lebih
memudahkan tahapan pasca panen selanjutnya, karena pada saat di kumpulkan
maka kita akan dengan mudah untuk melihat buah yang rusak atau busuk pada
saat pemanenan.
4. Penyortiran
Penyortiran adalah tahapan pasca panen dengan memisahkan buah yang
rusak dari buah yang baik. Dengan kita memisahkan buah tersebut sehingga kita
dapat menjadikan buah tersebut dalam kelompok-kelompok. Sehingga dalam
proses penentuan mutu dan harga jual akan lebih mudah dan akan lebih
menguntungkan para petani buah. Penyortiran buah berdasarkan pada varietas,
warna, ukuran, dan bentuk buah. Terdapat 3 kelas kualitas buah, yaitu:
1. Kelas Ekstra adalah buah berukuran 20-30 mm atau tergantung spesies,
warna, dan kematangan buah seragam.
2. Kelas I adalah buah berukuran 15-25 mm atau tergantung spesies, bentuk,
dan warna buah bervariasi.
3. Kelas II adalah buah, sisa seleksi kelas ekstra dan kelas I yang masih
dalam keadaan baik.
5. Pengemasan
Kemasan buah strawberry umumnya tidak menggunakan bahan pengisi kecuali buah
strawberry kelas ektra (ukurannya paling besar) yang membutuhkan bahan pengisi
kardus dengan penyusunan horizontal. Buah strawberry yang memiliki ukuran ekstra
lebih rentan terhadap guncangan sehingga dibutuhkan perlindungan khusus agar buah
strawberry terhindar dari dampak transportasi.
kardus tipe Single Wall

Buah strawberry yang dikemas dengan bahan pengisi kardus penyusunan horizontal
umumnya mempunyai umur simpan kurang dari 5 hari dengan suhu penyimpanan 10C.
Styrofoam
Styrofoam digunakan sebagai bantalan untuk buah agar pada saat transportasi buah tidak
mengalami kerusakan mekanis yang dapat menimbulkan pembusukan pada sisi buah,

Bahan pengisi pembungkus buah (styrofoam) dapat mengurangi kerusakan mekanis


daripda kardus (yang digunakan sebagai kontrol) karena styrofoam mempunyai tekstur
yang lebih tebal, elastis serta lembut sehingga kerusakan yang terjadi saat transportasi
dapat dikurangi. Selain itu dari segi ekonomis dibandingkan dengan kardus, styrofoam
penampakannya lebih menarik.
Penyusunan buah stroberi
Cara penyusunan pada kemasan diperhitungkan karena berpengaruh pada perlindungan buah stroberi
terhadap kerusakan mekanis selama transportasi. Buah stroberi disusun dengan 2 penyusunan berbeda yaitu
penyusunan vertikal dan horizontal.

Penyimpanan
Buah strawberry termasuk kedalam buah yang sangat sensitif dan cepat rusak.
Penyimpanan strawberry sebaiknya dilakukan dalam lemari pendingin dengan suhu lemari
pendingin tersebut 0-1oC. Apabila buah tersebut disimpan dibawah suhu 0oC akan dapat
menyebabkan kerusakan buah (freezing injury). Apabila suhu 1oC tidak bisa dipenuhi maka
suhu maksimum penyimpanan strawberry dapat dipakai adalah 10oC.
Selain faktor suhu, faktor bakteri juga dapat mempengaruhi lamanya penyimpanan
strawberry. Dan faktor keadaan buah tidak dapat diabaikan, keadaan buah yang basah akan
mempercepat buah tersebut untuk rusak, sehingga diharuskan buah harus benar-benar dalam
keadaan tidak basah pada saat proses penyimpanan dilakukan.
Penyimpanan dengan cara pembekuan
Pembekuan Stroberi adalah cara luar biasa untuk menikmati rasa segar manis
mereka sepanjang tahun. Secara umum, stroberi yang telah dibekukan dan kemudian
dicairkan tidak akan mempertahankan bentuk asli dan tekstur mereka, sehingga mereka
yang terbaik digunakan sebagai bahan dalam saus, selai, smoothie, atau dipanggang.

Stroberi beku dapat membuat hiasan besar untuk koktail atau minuman campuran seperti
Margarita atau Daiquiri.

Prinsip Pembekuan Strawberry


Pembekuan didasarkan pada dua prinsip yaitu:
1).Suhu yang sangat rendah menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan
memperlambat aktivitas enzim dan reaksi kimiawi.
2). Pembentukan kristal es yang menurunkan ketersediaan air bebas di dalam pangan
sehingga pertumbuhan mikroorganisme terhambat.

Faktor yang Mempengaruhi Pembekuan Strawberry


Faktor yang Mempengaruhi Pembekuan Strawberry adalah:
a. Suhu
b. Kualitas bahan dasar khususnya strawberry
c.

pH (kelembaban)

d.

Sifat komoditas

a. Cara Pembekuan Strawberry


Bila stroberi beku dengan cara apapun, pastikan meninggalkannya sekitar satu inci
di ruang atas wadah penyimpanan makanan atau stoples. Berry dapat dibekukan utuh,
diiris, atau bahkan dihancurkan untuk membuat pure strawberry. Berikut adalah tiga
metode yang paling populer tentang bagaimana untuk membekukan stroberi segar.
Untuk membekukan stroberi tanpa gula, cukup ikuti langkah berikut:

Cuci berry dalam air dingin dan keringkan. Buang stroberi yang menunjukkan tandatanda jamur, kerusakan, atau perubahan warna. Hapus batang dan daun dengan pisau
kecil tajam.

Tempatkan stroberi di atas loyang, mengatur mereka dekat bersama-sama tetapi tidak
saling bersentuhan. Tempatkan loyang dalam lemari es selama sekitar satu jam, kemudian
kedalam kulkas selama 6 jam atau semalaman.

Setelah stroberi beku, simpan dalam wadah kedap udara atau kantong plastik tertutup dan
simpan dalam kulkas kembali.

Atau, anda dapat menghancurkan atau atau diiris sebelum di bekukakn .Tempatkan buah
dalam wadah kedap udara. Jika menggunakan irisan stoberi, campurkan satu liter air
dengan 1 1/2 sendok makan jus lemon; tuangkan campuran di atas berry. Tutup wadah
dan bekukan. Jus Lemon akan membantu stroberi mempertahankan beberapa warna
mereka.
Untuk membekukan stroberi dengan sirup gula:

Siapkan stroberi yang akan di bekukan tanpa gula. Berry dapat dibekukan keseluruhan
atau diiris. Tempatkan dalam wadah gelas bir berry untuk pembekuan.

Membuat sirup gula dengan mencampurkan 1 cangkir gula untuk setiap 1 1/4 cangkir air.
Aduk untuk melarutkan gula.

Tuangkan sirup gula selama kedalam berry, sekitar 1/2 cangkir.


Untuk membekukan stroberi kering dengan gula:

Siapkan Strawberry yang akan di bekukan.

Tempatkan Strawberry , utuh, diiris, atau dihancurkan, dalam mangkuk besar. Taburi
dengan gula prima stroberi (juga disebut gula buah), sekitar 3/4 cangkir gula per liter
berry. Anda juga dapat menggunakan gula pasir biasa jika itu yang tersedia.

Aduk perlahan sampai gula dan strawberry tercampur dengan rata.

Kemas Strawberry ke dalam kantong plastik atau wadah.

Bekukan.

Produk olahan buah strawberry :


Olahan Kerupuk Stroberi
Bahan dan Resep Kerupuk Stroberi atau Keripik Stroberi

Stroberi

Tepung tapioka

Tepung terigu

Garam

Bawang putih

air

Cara membuat Kerupuk Stroberi


1.

Stroberi dikupas dan dipotong potong menjadi kecil

2.

Kemudian Stroberi diblender hingga halus

3.

Saringlah Stroberi yang telah diblender dan ambil sari airnya

4.

Haluskan Bawang putih dan campur ke sari air Stroberi tersebut

5.

Masukkan juga bahan Tepung Tapioka, tepung Terigu dan garam

6.

Aduk hingga rata dan jangan terlalu lembek, jadilah adonan Kerupuk Stroberi

7.

Kemudian bentuklah menjadi lonjong bulat atau kotak juga bisa

8.

Cara Membuat Kerupuk Stroberi : Potong tipis tipis adonan tersebut

9.

Keringkan dan jemur adonan tipis tersebut

10. Setelah kering, gorenglah kerupuk Stroberi mentah tersebut


11. Kerupuk Stroberi siap disajikan
Olahan Manisan Stroberi Kotak
Bahan :

Strawberry 1 kg.

Air 2 liter.

Agar-agar 1 sachet

Gula pasir 1 kg.

Gula merah 1/2 kg.

Cara Membuatnya :
1. Rebus air bersama gula merah dan agar-agar hingga mendidih.
2. Masukkan Stroberi yang telah diblender dan aduk terus hingga mengental.
3. Kecilkan api.
4. Tempatkan adonan manisan ke loyang datar, kemudian ratakan hingga setebal 1 cm. Lalu biarkan
semalaman.
5. Potong-potong berbentuk kotak ukuran 1 x 2 cm, gulingkan di atas gula pasir.
6. Jemur manisan di bawah sinar matahari hingga kering.
7. Manisan siap dikemas.
Selamat mencoba semoga sukses.
Olahan Sirup Stroberi 800 ml
Bahan Sirup Stroberi :

Stroberi 500 gram, siangi, cuci bersih

Gula pasir 500 gram

Air 150 ml

Garam 1/2 sendok teh

Pewarna makanan merah stroberi secukupnya

Cara membuat Sirup Stroberi :


1.

Pisahkan sari buah dan ampas stroberi dengan blender atau juice extraktor. Sisihkan.

2.

Campur sari buah stroberi, gula pasir, air dan garam. Rebus di atas api kecil hingga gula larut dan
kental. Angkat dan biarkan uap panasnya hilang.

3.

Tambahkan pewarna dan esen stroberi. Aduk rata.

4.

Sirup stroberi siap digunakan.

Untuk 800 ml

Olahan Sirup Stroberi 700 ml


Resep untuk Sirup isi 700 ml
Bahan :

1 kg buah strawberry

3 ons Gula Pasir

Cara Membuat :
1.

Blender 1 kg strawberry, kemudian saring dan cukup ambil sarinya saja.

2.

Panaskan strawberry tersebut, dicampur dengan 3 ons gula pasir dengan api kecil, aduk perlahan
sampai gula pasir larut.

3.

Setelah gula pasir larut, matikan api.

4.

Diamkan sampai suhunya lebih dingin 80%, kemudian angkat dari panci, lalu masukan ke botol.

5.

Barulah proses pemasangan label dan proses pengemasan atau packing. Sirup siap dipasarkan.

Olahan Dodol Stroberi


Bahan-bahan :

Buah Stroberi secukupnya

Gula merah secukupnya atau bisa juga gula batu

Agar-agar untuk mempercepat pengeringan dan agar rasanya semakin nikmat. Anda bisa membeli
agar Swallow.

Cara memasak :
1.

Kupas buah Stroberi dan potong-potong menjadi banyak bagian, lalu buang bijinya.

2.

Buah Stroberi yang sudah dikupas campurkan gula merah atau gula batu.

3.

Sebelumnya panaskan wajan diatas kayu bakar kurang lebih 5 menit (kalau seandainya anda
memasak dengan kayu bakar).

4.

Masak Buah Stroberi yang sudah di campur gula merah atau gula batu di wajan.

5.

Aduk terus, biasanya dalam 4 jam dodol akan matang.

6.

Jika sudah kelihatan padat, lembut dan berwarna cokelat gelap, campurkan dengan agar-agar.
Aduk lagi hingga merata. Ketika sudah keliahatan matang, angkat dan dinginkan. Jika sudah,
bungkuslah kecil-kecil dengan potongan plastik.

7.

Sekarang dodol siap dimakan.

http://stro-beri.com/olahan-stroberi/