Anda di halaman 1dari 3

BAB II PELAPORAN DAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

DEFINISI NILAI WAJAR


Selama lebih dari 400 tahun, akuntansi keuangan sangat bergantung pada
model biaya historis. Dengan model biaya historis ini, aset dan kewajiban dinilai
berdasarkan harga yang diperoleh pada saat transaksi actual di masa lalu.
Alternatif model biaya historis ini adalah akuntansi penilaian wajar (fair value
acounting). Dengan model akuntansi penilaian wajar, nilai aset dan kewajiban
ditentukan oleh nilai wajar (biasanya harga pasar) pada saat tanggal pengukuran (kirakira tanggal laporan keuangan).
DEFINISI NILAI WAJAR
1. SFAS 157
Nilai wajar sebagai harga pertukaran, yaitu harga yang mungkin diterima dari
penjualan aset (atau pembayaran atas kewajiban) dalam transaksi yang
berurutan antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Terdapat lima aspek
dari definisi ini, yaitu:
a. Tanggal pengukuran. Nilai wajar aset dan kewajiban ditentukan saat
tanggal pengukuran.
b. Transaksi hipotesis (hypothetical transaction). Transaksi yang membentuk
dasar penilaian bersifat hipotesis.
c. Transaksi berurutan (orderly transaction). Paham transaksi berurutan
menghapus kemungkinan transaksi yang terjadi dalam kondisi luar biasa
atau kekacauan.
d. Pengukuran dengan dasar pasar (market-based measurement). Penilaian
wajar adalah pengukuran dengan dasar pasar, bukan pengukuran spesifik
perusahaan.
e. Harga keluaran (exit prices). Nilai wajar aset adalah harga hipotesis pada
saat perusahaan dapat menjual aset tersebut (harga keluaran).
2. PSAK 50
Nilai wajar adalah nilai suatu aset untuk dapat dipertukarkan atau suatu
liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk

melakukan transaksi secara wajar (arms length transaction), bukan atas


transaksi paksaan, likuidasi paksaan, atau penjualan paksaaan (distressed sale).
3. PSAK 68
Pengukuran nilai wajar yaitu harga yang diterima untuk menjual suatu aset atau
harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi
teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
4. PSAK 50
Menurut PSAK 50, nilai wajar adalah nilai suatu aset untuk dapat
dipertukarkan atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami
dan berkeinginan untuk melakukan transaksi secara wajar (arms length
transaction), bukan atas transaksi paksaan, likuidasi paksaan, atau penjualan
paksaaan (distressed sale).
5. FASB Concept Statement No. 7
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dalam penjualan asaet atau
pembayaran untuk mentransfer kewajiban dalam transaksi yang tertata antara
partisipan di pasar dan tanggal pengukuran (Perdana, 2010).
6. FASB dalam statement yang terbaru No. 157
Pengukuran fair value sebagai exit value, dengan tanda setuju dari IASB
dengan beberapa reservasi minor: fair value adalah harga yang akan diterima
dengan menjual satu aset atau yang akan dibayar umtuk memindahkan suatu
kewajiban dalam transaksi antara peserta -peserta pasar di

tanggal

pengukuran (Penman, 2007;33)


7. Menurut Suwardjono (2008;475)
Nilai wajar adalah jumlah rupiah yang disepakati untuk suatu objek dalam
suatu transaksi antara pihak-pihak yang berkehendak bebas tanpa tekanan atau
keterpaksaan. Dengan demikian, fair value bukanlah nilai yang akan diterima
atau dibayarkan entitas dalam suatu transaksi yang dipaksakan, atau penjualan
akibat kesulitan keuangan, likuidasi yang dipaksakan, atau penjualan akibat
kesulitan keuangan. Nilai wajar adalah nilai yang wajar mencerminkan kualitas
kredit suatu instrumen.

8. Menurut PSAK No 16 tahun 2011

Nilai wajar adalah jumlah yang dipakai untuk mempertukarkan suatu aset
antara pihak-pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan memadai
dalam suatu transaksi dengan wajar. Berdasarkan ED PSAK No. 68 tahun
2013, Nilai wajar adalah pengukuran

berbasis pasar, bukan pengukuran

spesifik atas suatu entitas. Untuk beberapa aset dan liabilitas, transaksi pasar
atau informasi pasar yang dapat diobservasi dapat tersedia. Untuk aset dan
liabilitas lain, hal tersebut mungkin tidak tersedia. Akan tetapi, tujuan
pengukuran nilai wajar dalam kedua kasus tersebut adalah sama untuk
mengestimasi harga dimana suatu transaksi teratur (orderly transaction) untuk
menjual aset atau mengalihkan liabilitas akan terjadi antara pelaku pasar
(market participants) pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini
(yaitu harga keluaran (exit price) pada tanggal pengukuran dari perspektif
pelaku pasar yang memiliki aset atau liabilitas)
9. Termwiki (2011)
Nilai wajar (fair value) adalah (1) jumlah aset yang dapat dipertukarkan, atau
kewajiban diselesaikan, antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk
transaksi lengan panjang; (2) estimasi nilai seluruh aset dan kewajiban dari
perusahaan yang diakuisisi yang digunakan untuk

mengkonsolidasikan

laporan keuangan kedua perusahaan; (3) dalam pasar berjangka, nilai wajar
adalah harga ekuilibrium untuk kontrak berjangka. Ini adalah harga spot
setelah memperhitungkan bunga majemuk (dan dividen hilang karena investor
memiliki kontrak berjangka daripada saham fisik) selama periode waktu
tertentu.