Anda di halaman 1dari 28

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.1
DAFTAR ISI2
BAB I PENDAHULUAN3
PENGERTIAN UMUM NITROGEN..3
BAB 2 NITROGEN .5
1. Terdapatnya Dan Sifat-sifat Nitrogen ..................................6
1.1 Sifat Fisika Keluarga Nitrogen ......................................8
1.2 Sifat Kimia Keluarga Nitrogen ......................................9
2. Cara Memperoleh Nitrogen ..................................................9
A. Laboratorium ...................................................................9
B. Dalam Industri .................................................................9
3. Beberapa Senyawa Nitrogen ................................................10
A. Amonia ...........................................................................10
B. Hidrazin ..........................................................................10
C. Oksida Nitrogen ..............................................................11
D. Asam Nitrogen Dan Garam Nitrat ..................................12
4. Siklus Nitrogen .....................................................................14
BAB 3 REAKSI KHAS DENGAN NONLOGAM......................................16
BAB 4 PEMBUATAN AMINA REDUKSI SENYAWA NITROGEN......18
KESIMPULAN.............................................................................................19
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................20

BAB

PENDAHULUAN
A. PENGERTIAN UMUM NITROGEN
Nitrogen adalah salah satu golongan VA yang merupakan unsur nonlogam dan gas yang
paling banyak diatmosfer bumi. Nitrogen merupakan unsur yang relatifstabil, tetapi membentuk
isotop-isotop yang 4 diantaranya bersifat radioaktif. Di alam nitrogen terdapat dalam bentuk gas
N2 yang tidak berwarna dan tidak berbau, tidak berasa, dan tidak beracun. Pada suhu yang rendah
nitrogen dapat berbentuk cairan atau bahkan kristal padat yang tidak berwarna (bening). Selain
itu nitrogen terdapat dalam bentuk senyawa nitrat, amoniak, protein dan beberapa senyawa
lainnya. Nitrogen merupakan molekul diatomik yang memiliki ikatan rangkap tiga. Energi
ikatnya cukup tinggi sehingga sngat stabil dan sulit bereaksi.(www.wikipedia.com)
Nitrogen unsur, N2 , merupakan 78 persen volume dari atmosfer, dan senyawaan nitrogen
(terutama protein) adalah bahan dari semua makhluk hidup. Namun, unsur yang melimpah dari
keluarga nitrogen adalah fosfor. Ia menempati urutan kesepuluh diantar unsur-unsur dalam kerak
bumi-0,12 persen bobot. Unsur-unsur lainnya tidak melimpah dilihat atas dasar bobot, tetapi
sama sekali bukanlah langka. Hanya fosfor begitu aktif, tak ditemukan dalam alam dalm bentuk
unsurnya. Arsenik, stibilium, dan bismut ditemukan dalam alam baik dalam bentuk unsurnya
maupun bentuk gabungan, dan mudah dibuat dari senyawaan-senyawaannya.
Nitrogen, seperti oksigen, paling mudah dihasilkan dengan memisahkannya dari
atmosfer. Amonium nitrit dapat digunakan sebagai sumber gas nitrogen dalam laboratorium.
Senyawa ini begitu tak stabil sehingga paling baik dibuat menurut keperluan, dari dua senyawaan
yang lebih stabil dengan proses berikut :

Langkah 1
NaNO2
NaCl
Langkah 2

NH4Cl

air
dalam

NH4NO2

NH4NO2dalampemanasan perlahan-lahan
+

2H2O

N2

Penggunaan terbesar untuk nitrogen adalah dalam produksi amonia, NH 3. Jumlah-jumlah


yang lebih sedikit digunakan pada pengerasan baja dalam ruang dimana dikehendaki suatu
atmosfer yang tak aktif. Ruang demikian berkisar dari kamar-kamar besar, sampai kamar asam
laboratorium, sampai bolalampu listrik. Nitrogen cair, yang mendidih pada -196 0C, sering
digunakan

dalam

cawan

(Keenan,dkk.1984:295, 296)

Dewar

di

laboratorium

untuk

memelihara

suhu

rendah.

BAB II
ISI
NITROGEN
1.Terdapatnya dan Sifat-Sifat Nitrogen
Sekitar 78% volum udar tersusun dari gas nitrogen. Unsur nitrogen merupakan unsur
utama penyusun senyawa dalam tubuh makhluk hidup. Selain terdapat dalam keadaan bebas
sebagai gas N2 di udara, nitrogen juga terdapat dalam berbagai senyawa. Sendawa (KNO 3) dan
sendawa Chili (NaNO3) merupakan dua mineral yang merupakan sumber senyawa nitrogen di
alam.
Nitrogen mempunyai nomor atom 7 dengan konfigurasi elektron 1s22s22p3. Ketiga
elektron pada subkulit 2p digunakan untuk membentuk ikatan kovalen rangkap 3 dengan atom
nitrogen yang lain.
:NN:
Jarak ikatan ganda tiga pada molekul nitrogen sangat pendek (0,070nm), sehingga ikatan
ini sangat kuat. Hal itu didukung fakta bahwa energi dissosiasi ikatan pada NN sebesar
946kJ/mol. Kekuatan ikatan pada molekul nitrogen ini menyebabkan nitrogen merupakan gas
yang relatifstabil, sukar bereaksi dengan unsur lain. Hanya sedikit unsur yang dapat bereaksi
dengan nitrogen pada suhu kamar, misalnya logam litium yang membentuk litium nitrida.
3Li(s) +

N2(g)

Li3N(s)

Sifat nitrogen yang sukar bereaksi ini menyebabkan nitrogen dimanfaatkan untuk
atmosfir pada proses pengelasan tidak adaoksigen yang bisa menyebabkan terjadinya korosi pada
logam, gas nitrogen juga digunakan sebagai pengganti udara untuk mengisi ban agar logam
(kawat) pada ban tidak mudah berkarat, sehingga ban menjadi lebih awet.
Pada suhu tinggi nitrogen dapat bereaksi dengan beberapa logam membentuk nitrida,
misalnya:
3Mg(s) + N2(g) Mg3N2(s)
3Ca(s) + N2(g) Ca3N2(s)
Pada suhu tinggi juga dapat bereaksi dengan oksigen dan hidrogen :

N2(g) + O2(g) 2NO(g)


Reaksi itu dapat terjadi pada suhu 10000C, misalnya pada mesin kenderaan atau pada kawah
gunung berapi yang sedang meletus. Di atmosfir pada saat terjadi kilat (loncatan bunga api
listrik) juga dimungkinkan terjadinya reaksi tersebut.
Reaksinya dengan hidrogen pada suhu antara 400-650 0C dan tekanan tinggi membentuk
amonia.
N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)
Reaksi tersebut secara komersial dilakukan dalam proses Haber-Bosch untuk membuat gas
amonia.
NH3 merupakan molekul polar, berbentuk piramid dengan tiga atom hidrogen
menempati dasar piramid dan memiliki sepasang elektron bebas pada puncaknya (atom
N), menyebabkan senyawa ini mudah terkondensasi (suhu kondensasi -33oC) menjadi cairan
dengan kekuatan besar sebagai pelarut. Dalam banyak hal, ammonia cair merupakan
pelarut yang mirip dengan air dan mampu melarutkan berbagai macam garam. Selain itu
ammonia mempunyai sifat yang unik dalam hal melarutkan logam-logam alkali dan alkali tanah,
yakni menghasilkan larutan yang mengandung elektron tersolvasi. Gas ammonia sangat larut
dalam air, karena baik NH3 maupun H2O adalah molekul-molekul polar.
Kelimpahan senyawa nitrogen yang utama adalah ammonia, NH3, yang terdapat di
atmosfir dalam jumlah yang sangat sedikit, terutama sebagai produk peruraian bahan yang
mengandung nitrogen dari hewan dan tumbuhan. Proses ini merupakan cara yang paling
ekonomis untuk fiksasi nitrogen, yakni konversi nitrogen di atmosfir menjadi senyawa yang
berguna.
Pembuatan
Pada proses Haber, ammonia disintesis dengan cara melewatkan campuran nitrogen dan
hidrogen di atas permukaan katalisator (umumnya besi oksida) pada suhu 500 0 C dan tekanan
1000 atm, yang rata-rata dapat mengkonversi 50% N2 menjadi NH3.
N2(g) + 3H2(g) = 2NH3(g) + 22 kkal
Kegunaan :
1. Sebagai pupuk (kompos maupun urea)
2. Disinfectan

3. Bahan bakar
4. Pelarut senyawa organik, anorganik, dan logam
5. Bahan pembuatan asam nitrat
(www.wikipedia.org)
Senyawa-senyawa Nitrogen dengan Berbagai Tingkat Oksidasi
Bilangan Oksidasi
-3
-2
-1
0
+1
+2
+3
+4

Senyawa
amonia
hidrazin
hidroksilamina
nitrogen
dinitrogen monoksida
nitrogen monoksida
asam nitrit/nitrit
nitrogen dioksida
nitrogen tetroksida
asam nitrat/nitrat

+5

Rumus Kimia
NH3
N2H4
NH2OH
N2
N2O
NO
HNO2/NO2NO2
N2O4
HNO3/NO3-

(Unggul Sudarmo. 2004 : 77)


1.1 Sifat Fisika Keluarga Nitrogen
Dengan bertambah besarnya nomor atom, kecenderungan penting yang menarik perhatian
adalah : (1) pertambahan besar jari-jari atom dan (2) pengurangan energi pengionan dan
keelektronegatifan. Kecenderungan ini dari logam sampai nonlogam nampak sangat jelas.
Pengukuran daya hantar listrik menunjukkan bahwa daya hantar ini naik dari nitogen sampai
bismut. Stibium dan bismut, keduanya memiliki kilap logam pada permukaannya yang baru
terbelah.
Semua unsurnya, kecuali nitrogen , merupakan zat padat pada suhu kamar. Unsur fosfor,
arsenik, dan stibium, masing-masing mempunyai sedikitnya dua modifikasi sebuah bentuk
nonlogam dengan rapatan rendah, dan sebuah bentuk logam yang lebih terkemas rapat.
Sifat fisika keluarga nitrogen

Penampilan pada

Nitrogen
Gas tak

Fosfor
Zat padat

Arsenik
Zat padat abu-

Stibium
Zat padat putih-

Bismut
Zat padat pu

suhu kamar

berwarna

putih seperti

abu seperti baja

lilin, merah

kebiruan, kilap

merah jambu

logam

kilap logam

(lembayung)
Rumus molekul

N2

atau hitam
P4

umum
Titik leleh, 0C

-210

44a

817

630

272

-196

597b
280

(28 atm)
612

1,635

1,579

Energi pengionan ,

14,5

416oc
9,8

(bersublimasi)
8,6

7,3

Ev/atom dan kJ/mol


Jari-jari kovalen,

0,75

1,10

1,22

1,43

Titik didih, C

Jari-jari ion (E3),


1,71
5+
Jari-jari ion (E ),
0,11
Struktur elektron
2,5
keelektronegatifan
3,0
Pada tabel diatas. Perbedaan dalam titik

As4

Sb

Bi

2,12
2,22
2,45
0,34
0,47
0,62
2,8,5
2,8,18,5
2,8,18,18,5
2,1
2,0
1,9
leleh untuk bentuk putih dan merah dari fosfor.

Meskipun suhu ini tak ditentukan pada tekanan yang sama, bagian terbesar dari perbedaan ini
disebabkan oleh struktur dari keduanya. Fosfor putih terdiri dari molekul-molekul P 4 yang
terpisah sendiri-sendiri, yang saling tertarik satu sama lain oleh gaya van der Waals yang lemah,
sementara bentuk yang merah (atau bentuk lembayung) terkristal dalam lapisan-lapisan atom
yang terikat erat.
1.2. Sifat Kimia Keluarga Nitrogen
Unsur-unsur grup VA bisa bertindak sebagai zat pengoksida dan zat pereduksi. Bila
bertindak sebagai zat pengoksida, mereka mencapai keadaan oksidasi -1, -2, dan -3. Bila
bereaksi sebagai zat pereduksi, diperoleh keadaan oksidasi +1, +2, +3, +4, dan +5. Keadaan
oksidasi yang paling umum dari anggota keluarga ini adalah -3, +3, dan +5.
Barangkali sifat kimia yang paling menyolok dari keluarga nitrogen, adalah
ketidakaktifan nitrogen unsur. Mungkin ia tahan terhadap penggabungan dengan atom-atom lain,
karena afinitas besar yang dimiliki atom nitrogen yang satu terhadap sesamanya. Dalam molekul
nitrogen sebagai unsur, keduaa atom nitrogen itu bersekutu dalam tiga pasang elektron,
membentuk ikatan rangkap tiga, NN.

1,52

0,74
2,8,18.32,18
1,9

Ketidak-aktifan nitrogen nampak pada banyak proses umum. Dalam perubahanperubahan yang terlibat pada pembakaran, fermentasi (peragian), pembusukan, dan
berkeringatnya binatang, yang mengambil bagian adalah oksigen, bukan nitrogen.
Berlawanan dengan ketidak-aktifan notrogen, fosfor justru sangat aktif. Anggota keluarga
yang lain, As, Sb,dan Bi, agak kurang aktif daripada P, tetapi masih tetap jauh lebih aktif
daripada N2. (Keenan, dkk. 1984 : 287-293)
2. Cara Memperoleh Nitrogen
a. Dilaboratorium
Beberapa reaksi berikut dapat digunakan untuk memperoleh gas nitrogen di laboratorium.
1. 3CuO(s) + 2NH3(g) 3Cu(s) + 3H2O(g) + N2(g) ...... (dengan pemanasan)
2. NaNO2(s) +NH4Cl(s) NaCl(s) + 2H2O(g) + N2(g)...... (dengan pemanasan)
3. (NH4)2Cr2O7(s) Cr2O3(s) + 4H2O(g) + N2(g) ...... (dengan pemanasan)
4. NH4 NO3(s) 2H2O(g) + N2(g) ...... (dengan pemanasan)
b.Dalam Industri
secara komersial nitrogen dipisahkan dari udara dengan cara distilasi bertingkat

udara

cair. Mula-mula udara dibersihkan dari debu dan partikel-partikel padat lainnya, kemudian
dialirkan ke dalam KOH atau NAOH untuk mengikat gas CO2 dan uap air. Udara kering yang
bebas CO2 dimanfaatkan di dalam ruangan dengan kompresor sampai tekanannya 200atm,
sambil didinginkan di dalam ruang penukar panas. Udara dingin dengan tekanan tinggi
diekspansikan (diturunkan tekanannya) sampai pada tekanan 20 atm, sehingga suhunya turun dan
mencair. Selanjutnya, udara cair ini dinaikkan suhunya secara bertahap. Pada suhu sedikit di atas
-196oC (titik didih N2 = -196oC) akan diperoleh gas nitrogen. Gas nitrogen ini dicairkan kembali
dan ditampung pada botol Dewar (terbuat dari baja). Pada saat suhu mencapai -183 oC gas
oksigen akan menguap dan dipisahkan tersendiri kemudian dicairkan kembali dan diperoleh
oksigen cair.
3. Beberapa Senyawa Nitrogen
A.Amonia
Amonia merupakan senyawa nitrogen yang cukup penting didalam industri kimia. Amonia
dibuat dari reaksi antar gas nitrogen dan gas hidrogen secara langsung melalui proses Haber.

Di laboratorium, amonia dapat dibuat dari reaksi antara amonium klorida dengan basa
kuat (misalnya NaOH).
NH4Cl(aq) + NaOH(aq) NaCl(aq) + H2O(l) + NH3(g)
Pada suhu kamar amonia merupakan gas yang tidak berwarna dan berbau menyengat,
menyebabkan mual dan mata pedih (menyebabkan iritasi), mempunyai titik didih -33,4 oC, dan
mudah larut dalamair dengan kelarutan 1.130 liter amonia setiap liter air.
Larutan amonia dalam air merupakan basa lemah karena merupakan proron aseptor.
NH3(g) + H2O(l) NH4+(aq) + OH-(aq)
Dalam wujud cair amonia dapat mengalami otoionisasi membentuk pasangan ion positif dan ion
negatif seperti pada air.
2NH3(l) NH4+ + NH2atau
NH3(l) H+ + NH2Seperti halnya dalam air, dimana [H+][OH-]= 1 x 10-14, maka dalam NH3 cair pada suhu
-50oC hasil kali ion amida dengan ion hidronium [NH 2-][H+] = 1 x 10-33, kondisi ini
mengakibatkan amonia cair dapat menjadi pelarut yang baik untuk beberapa senyawa elektrolit
dan beberapa logam terutama logam alkali.
K(s) + 2NH3(l) K+ (solv) + 2NH2 (solv) + H2(g)
(catatan : simbol (solv) berarti logam kalium terlarut dalam molekul amonia yang tidak
mengandung air).
Dalam industri, amonia umumnya tidak digunakan secara langsung, tetapi dimanfaatkan
sebagai senyawa-antara (bahan baku) untuk industri bahan kimia yang lain. Misalnya, untuk
membuat bahan peledak (nitrat, dinamit, azida), plastik (nitroselulosa, urea-formaldehida,
melamin), industri kertas (amonium bisulfit), pupuk (amonium sulfat, urea, amonium nitrat).
Selain itu ada juga yang dimanfaatkan secara langsung sebagai amonia, misalnya refrigeran
( pendingin pada lemari es ), insektisida, dan pengolahan kertas.
B.Hidrazin
Hidrazin merupakan senyawa hidrida nitrogen selain amonia dengan rumus molekul N 2H2.
Hidrazin merupakan senyawa tidak berwarna dengan titik lebur 2 oC dan titik didih 114oC, berbau

seperti amonia. Senyawa ini merupakan basa yang dapat menarik proton membentuk ion N 2H5+,
N2H62+ dan merupakan reduktor kuat yang bereaksi dengan oksigen secara eksotermis.
N2H2(l) + O2(g) N2(g) + 2H2O(l) H = -666,6 Kj/mol
Salah satu senyawa hidrazin adalah metilhidrazin (CH 3)N2H3. Campuran metilhidrazin
dengan N2O4 digunakan sebagai bahan bakar roket Titan II. Selain itu, hidrazin memegang
peranan penting dalam industri polimer dan pestisida.
C.Oksida Nitrogen
Nitrogen mempunyai enam jenis oksida, yaitu nitrogen (I) oksida atau dinitrogen oksida (N 2O),
nitrogen (II) oksida atau nitrogen monoksida (NO), nitrogen (III) oksida atau nitrogen trioksida
(N2O3), nitrogen (IV) oksida atau nitrogen dioksida (NO 2), nitrogen tetroksida (N2O4) dan
nitrogen (V) oksida (N2O5).
Senyawa N2O dibuat dengan memanaskan amonium nitrat pada suhu sekitar 170oC.
NH4NO4(s) N2O(g) + 2H2O(g)
N2O merupakan gas tak berwarna berbau khas yang dapat merangsang syaraf penyebab tertawa
dan dikenal sebagai Gas Gelak, dan dimanfaatkan pada operasi pencabutan gigi karena
mempunyai sifat membius sementara.
Pada pemanasan, senyawa ini terurai menjadi gas nitrogen dan oksigen, sehingga dapat
dimanfaatkan untuk menyempurnakan pembakaran, yang dikenal sebagai gas nitro pada booster
mobil. Bahan ini menyempurnakn pembakaran bensin pada mobil.
N2O(g) N2(g) + 1/2O2(g)
Gas NO dihasilkan oleh reaksi antara gas nitrogen dan oksigen di atmosfir yang
akibatnyaoleh loncatan bunga api listrik (kilat), serta dari pembakaran nitrogen oleh oksigen
pada suhu tinggi pada mesin kendaraan dan tungku mereaksikan logam tembaga dengan asam
nitrat encer.
3Cu(s) + 8HNO3(aq) 3Cu(NO3)2(aq) + 2NO(g) + 4H2O(l)
Gas NO akan membentuk dimer (gabungan 2 molekul) dan menjadi oksigen tetroksida
N2O4 yang berwarna coklat dalam kesetimbangan :
2NO(g) N2O4(g)
tak berwarna

coklat

Gas N2O dan NO merupakan oksidasi nitrogen yang bersifat indiferent, yaitu oksida yang
tidak bereaksi dengan air.
Senyawa N2O merupakan gas berwarna kuning-coklat tidak berbau dan bersifat iritasi serta
beracun . secra alamiah senyawa ini terbentuk diatmosfir , terutama dilapisan ozonakibat dari
reaksi antar gas NO denganozon (O3).
NO(g) + O3(g) NO2(g) + O2(g)
Di laboratorium dapat dibuat melalui reaksi antara logam tembaga dan asam nitrat pekat.
Cu(s) + 4HNO3(aq) Cu(NO3)2(aq) + 2H2O(l) + 2NO2(g)
NO2 merupakan oksida asam yang bereaksi dengan air membentuk asam nitrat dan asam nitrit.
2NO2(g) + H2O(l) HNO2(aq) + HNO3(aq)
Senyawa N2O3 merupakan oksida nitrogen yang stabil pada suhu rendah. Senyawa ini dihasilkan
dari reaksi antara NO dan NO2 pada suhu rendah. N2O3 merupakan cairan yang berwarna biru
yang mudah terurai menjadi NO dan NO2 kembali.
Senyawa N2O5 merupakan zat padat tak berwarna yang dapat dibuat dari dehidratasi asam
nitrat dengan fosforus pentoksida (P2O5) secara hati-hati.
4HNO3(aq) + P2O5(s) N2O5(s) + 2HPO3(s)
Senyawa N2O5 bereaksi dengan air membentuk asam nitrat kembali.
N2O5(s) + H2O(l) 2HNO3(aq)
D.Asam Nitrogen dan Garam Nitrat
Asam nitrat dan senyawa nitrat merupakan salah satu bahan industri kimia yang dari senyawa
nitrogen. Asam nitrat dibuat melalui proses Oswald. Senyawa dibuat Friederich Oswald pada
tahun1908 dengan bahan baku amonia. Amonia yang dihasilkan dari proses Haber dibakar dalam
konverter oksigen untuk menghasilkan gas NO.
4NH3(g) + 5O2(g) 4NO(g) + 6H2O(g)
Gas NO akan segera bereaksi dengan gas oksigen untuk membentuk gas NO2.
2NO(g) + O2(g) 2NO2(g)
Selanjutkan, gas NO2 dialirkan ke dalam air untuk membentuk asam nitrat dan gas NO.
3 NO2(g) + H2O(l) 2HNO3(aq) + NO(g)

Gas NO yang sisa reaksi ini dikembalikan pada konverter oksigen yang selanjutnya membentuk
gas NO2. Proses ini akan berulang secara terus-menerus, sehingga kadar asam nitrat yang
dihasilkan akan semakin pekat.
Asam nitrat merupakan asam kuat dan bersifat sebagai oksidator kuat, dapat bereaksi
dengan beberapa logam mulia, misalnya Cu dan Pb. Hasil reduksi dari asam nitrat tergantung
pada kepekatannya, asam nitrat pekat akan menghasilkan gas NO 2, sedangkan asam nitrat encer
akan menghasilkan gas NO, dan asam nitrat yang sangat encer akan direduksi menjadi NH4+.
Cu(s) + 4HNO3(pekat) Cu(NO3)2(aq) + 2NO2(g) + 2H2O(l)
3Cu(s) + 8HNO3(aq) 3Cu(NO3)2(aq) + 2NO(g) + 2H2O(l)
4Zn(s) + 10HNO3(aq) 4Zn(NO3)2(aq) + NH4NO3(aq) + 3H2O(l)
Campuran 1 bagian volum asam nitrat pekat dengan 3 bagian volum asam klorida pekat
dikenal dengan air raja (aqua regia), yang dapat melarutkan emas dan platina.
2Au(s) + 2HNO3(aq) + 6HCl(aq) 2AuCl3(s) + 4H2O(l) + 2NO(g)
3Pt(s) + 4HNO3(aq) + 12HCl(aq) 3PtCl4(aq) + 8H2O(l) + 4NO(g)
Garam nitrat terutama 16KNO3(s) + S8(s) + 24C(s) 8K2S(s) + 24 CO2(g) + 8N2(g)

H =

571,9 Kj/mol
Ledakan timbul akibat terjadinya pemuaikan volum yang sangat besar oleh terbentuknya gas CO2
dan gas N2 dalam waktu yang sangat singkat. Berbagai macam bahan peledak dibuat dari
senyawa nitrat, misalnya trinitrotoluena (TNT) dan amonium nitrat. Selain sebagai bahan
peledak, senyawa nitrat banyak dimanfaatkan untuk membuat untuk membuat pupuk, misalnya
amonium nirat.

Senyawa-senyawa Nitrat dan Penggunaannya


Jenis Penggunaan
Pupuk
Petasan dan kembang api

Jenis senyawa Nitrat yang Digunakan


NH4NO3, NaNO3, Ca(NO3)2, KNO3, Co(NO3)3
Ca(NO3)2(merah),
Ba(NO3)2(hijau),
Sr(NO3)2(merah

Obat-obatan

ungu),

NaNO3(kuning),

KNO3(violet)
KNO3, Sr(NO3)2, Cu(NO3)3, AgNO3, Zn(NO3)2,

Bahan peledak

Hg(NO3)2
NH4NO3, NaNO3, KNO3, Ca(NO3)2, TNT, asam

Bahan bakar roket


Pewarna rambut
Zat pewarna (cat)

pikrat
NaNO3, KNO3, NH4NO3
Co(NO3)2
Pb(NO3)2, Cu(NO3)2, Zn(NO3)2

4.Siklus Nitrogen
Nitrogen merupakan unsur yang terlibat banyak dalam proses kehidupan di atmosfir. Senyawa
nitrogen berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain melalui siklus nitrogen yang terjadi di
alam. Dimulai dari gas nitrogen yang mempunyai ikatan rangkap tiga dan bersifat stabil di udara
ditangkap oleh tumbuhan melalui proses fiksasi nitrogen, yaitu proses pengubahan molekul
nitrogen menjadi senyawa nitrogen di dalam tumbuhan. Selain melalui proses fiksasi, tumbuhan
memperoleh nitrogen dari tanh berupa senyawa nitrat dan selanjutnya diubah menjadi asam
amino dan protein. Protein nabati dalm tumbuhan selanjutnya akan dimakan oleh hewan diubah
menjadi protein hewani. Dengan demikian, nitrogen di dalam tanah akan berkurang oleh proses
tersebut, sebaliknya tanah juga kehilangan nitrogen akibat kerja bakteri denitrifikasi yang
mengoksidasi senyawa amonium menjadi nitrogen bebas..
Senyawa nitrogen kembali ke dalam tanah dengan cara :
a.

Pada saat terjadi kilat ( loncatan bunga api listrik) nitrogen diudara bereaksi dengan oksigen
membentuk NO yang selanjutnya akan menjadi NO2. Gas NO2 akan larut dalam air hujan
membentuk asam nitrat yang terlarut didalam air tanah.

b.

Membusuknya tumbuhan dan hewan yang telah mati oleh bakteri nitrit akan menghasilkan
amonia atau senyawa garam amonium yang dapat larutdalam ait ke dalam tanah. Ada sebagian
amonia yang teroksidasi menjadi oksida nitrogen, dan selanjutnyaterlarut dalam air menjadi
asam nitrat dan senyawa nitrat.

c.

Nitrogen bebas di udara dapat diambil oleh bakteri Rhizobium yang hidup dalam akar tanaman
Leguminoceae dan diubah menjadi senyawa nitrat yang dapat larut dalam air tanah.

d. Penggunaan pupuk nitrogen oleh manusia dalam rangka meningkatkan hasil pertanian. (Unggul
Sudarmo. 2004 : 78-82)

(www.wikipedia.com)

BAB III
REAKSI KHAS DENGAN NON LOGAM
Meskipun nitrogen relatif tidak aktif, pada suhu dan tekanan yang ekstrim, dengan
kehadiran katalis, nitogen memang bereaksi dengan unsur-unsur lain. Sebagai contoh, nitrogen
dan oksigen bergabung bila suatu bunga-api tegangan tinggi (atau suatu samberan petir) melalui
suatu campuran kedua gas itu :
N2

O2

2NO

Oksida nitrogen (II) itu lalu bereaksi dengan oksigen lebih banyak lagi dari udara, membentuk
nitrogen dioksida, NO2 :
2NO

O2

2NO2

Nitrogen dioksidasi yang dihasilkan sewaktu hujan lebat berpetir, melarut dalam air hujan,
membentuk larutan asam nitrat dan nitrit yang sangat encer :
2NO2 +

H2O

HNO3

HNO2

Suatu daerah dengan curah hujan sedang, ditaksir menerima 2 sampai 3 kg nitrogen (sebagai
HNO3 dan HNO2) per acre per tahun. Dengan cara ini sejumlah besar sekali unsur nitrogen yang
tak aktif dari udara diubah menjadi senyawaan-senyawaan nitrogen, dan diendapkan dalam tanah
untuk digunakan oleh tumbuhan sebagai makanan. Ini adalah salah satu proses fiksasi nitrogen
oleh alam. Fiksasi nitrogen adalah setiap proses dalam mana nitrogen unsur bereaksi untuk
membentuk amonia merupakan metode yang luas digunakan untuk fiksasi nitrogen buatan (lihat
siklus nitrogen).
Berlawanan dengan nitrogen, fosfor mudah terbakar dalam udara untuk membentuk entah
fosfor (III) oksida atau fosfor (V) oksida, tergantung dari banyaknya oksigen yang tersedia :
4P + 3O2 P4O6 fosfor (III) oksida

4P + 5O2 P4O10 fosfor (V) oksida

Arsenik , stibium, dan bismut tak dipengaruhi oleh oksigen pada suhu biasa. Namun pada
suhu tinggi, masing-masing terbakar menjadi suatu oksidasi dengan rumus empiris
4M + 3O2 2M2O3
Diantara halogen, hanya flour yang bereaksi langsung dengan nitrogen, menghasilkan
trifluorids :
N2 + 3Fe 2NF3

Semua halogen bereaksi langsung dengan unsur-unsur grup VA lainnya, menghasilkan trihalida
atau pentahalida. Contoh-contoh adalah
2As + 5Fe 2AsF5
2P + 3I2 2PI3

(PI5 tak dikenal)

Bangun molekul trihalida dan pentahalida itu adalah msing-masing piramida trigonal dan
bipiramida trigonal. (Keenan, dkk. 1984 :287-290)

BAB IV
PEMBUATAN AMINA REDUKSI SENYAWA NITROGEN

Semua ikatan dengan atom nitrogen pada amina berupa ikatan N

H atau N

C. Jadi, nitrogen

dalamamonia atau amina terdapat dalam bentuk tereduksi. Oleh karenanya tidakalah
mengherankan jika senyawa organik yang atom nitrogennya terdapat dalam keadaan lebih
teroksidasi dapat direduksi menjadi amina dengan zat pereduksi yang sesuai.
Jalan terbaik untuk membentuk amina primer aromatik ialah melalui reduksi senyawa
ntro yang berhubungan, yaitu yang dibuat dengan nitrasi aromatik elektrofilik. Gugus nitro
mudah direduksi, baik secara hidrogenasi katalitik atau dengan bahan pereduksi kimiawi.

CH3

NO2 3H2 katalis Ni CH3

p-nitrotoluena
1. SnCl2, HCl

NH2 + 2H2O

atau

p-toluidina

2. NaOH, H2O
Contoh
Rancanglah sintesis p-kloroanilina, Cl

NH2,

Dari klorobenzena.
Jawaban : klorobenzena pertama-tama dinitrasi;

Cl merupakan gugus pengarah o, p,

sehingga produk utamanya ialah p-kloronitrobenzena. Produk ini kemudian direduksi.


Cl

Cl Cl

HONO2

H2
H2SO4 Ni

NO2

NH3

(hart, craine, hart. 2003 : 251-252)

KESIMPULAN
Nitrogen adalah salah satu golongan VA yang merupakan unsur nonlogam dan gas yang paling
banyak diatmosfer bumi.
Nitrogen merupakan unsur yang relatifstabil, tetapi membentuk isotop-isotop yang 4 diantaranya
bersifat radioaktif.
Nitrogen unsur, N2 , merupakan 78 persen volume dari atmosfer, dan senyawaan nitrogen
(terutama protein) adalah bahan dari semua makhluk hidup.
Beberapa Senyawa Nitrogen yaitu :

Amonia

Hidrazin

Oksida Nitrogen

Asam Nitrogen dan Garam Nitrat


Nitrogen mempunyai nomor atom 7 dengan konfigurasi elektron 1s22s22p3. Ketiga elektron pada
subkulit 2p digunakan untuk membentuk ikatan kovalen rangkap 3 dengan atom nitrogen yang
lain.
:NN:
Nitrogen mempunyai enam jenis oksida, yaitu nitrogen (I) oksida atau dinitrogen oksida (N 2O),
nitrogen (II) oksida atau nitrogen monoksida (NO), nitrogen (III) oksida atau nitrogen trioksida
(N2O3), nitrogen (IV) oksida atau nitrogen dioksida (NO 2), nitrogen tetroksida (N2O4) dan
nitrogen (V) oksida (N2O5).
Fiksasi nitrogen adalah setiap proses dalam mana nitrogen unsur bereaksi untuk membentuk
amonia merupakan metode yang luas digunakan untuk fiksasi nitrogen buatan.

Daftar pustaka
1. Hart, Harold, dkk. 2003. Organik Chemistry. Jakarta : Erlangga.
2.

Keenan, Kleinfelter, Wood. 1994. Kimia Untuk Universitas Edisi Keenam.


Jakarta : Erlangga.

3. Sudarmo, Unggul. 2004. Kimia I. Jakarta : Erlangga.


4. www.wikipedia.com

Nitrogen ditemukan oleh dokter Skotlandia Daniel Rutherford pada tahun 1772. Nitogren adalah
unsur kelima yang paling melimpah di alam semesta dan terdapat sekitar 78% dari atmosfer
bumi, yang berisi sekitar 4.000 triliun ton gas. Nitrogen diperoleh dari udara cair melalui proses
yang dikenal sebagai distilasi fraksional.

Pupuk urea dibuat dari unsur nitrogen

Gas nitrogen sebagian besar inert dan digunakan sebagai perisai pelindung di industri
semikonduktor. Perusahaan minyak menggunakan tekanan nitrogen tinggi untuk membantu
menaikan minyak mentah ke permukaan. Nitrogen cair merupakan cairan kriogenik murah yang
digunakan untuk pendinginan dan menyimpan sampel biologis.

Sifat-sifat Nitrogen
Nitrogen merupakan unsur yang paling melimpah yang dapat dengan mudah diakses oleh
manusia. Di alam, nitrogen berbentuk sebagai senyawa N2 dengan kadar 78,03% volum dan
75,45% berat. Nitrogen adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa, serta
mencair pada suhu 195,8 C dan membeku pada suhu 210 C.

Pembuatan Nitrogen
Nitrogen diperoleh dengan cara distilasi bertingkat udara cair. Mula-mula udara disaring untuk
dibersihkan dari debu. Udara bersih yang diperoleh kemudian dikompresikan yang menyebabkan
suhu udara meningkat. Setelah itu dilakukan pendinginan. Pada tahap ini, air dan karbon
dioksida membeku sehingga sudah dapat dipisahkan. Setelah melalui menara pendingin, udara
kemudian diekspansikan sehingga suhu akan turun lagi dan sebagian udara akan mencair,
sedangkan udara yang belum mencair disirkulasikan/dialirkan lagi ke dalam kompresor.

Kegunaan Nitrogen
Kegunaan nitrogen antara lain sebagai berikut.
1. Sebagian besar nitrogen dipakai untuk membuat amonia (NH3).
2. Digunakan untuk membuat pupuk nitrogen, seperti urea (CO(NH2)2) dan ZA(NH4)2SO4).
3. Sebagai selubung gas inert untuk menghilangkan oksigen pada pembuatan alat
elektronika karena sifat inert yang dimiliki.
4. Digunakan sebagai pendingin untuk menciptakan suhu rendah, misalnya pada industri
pengolahan makanan.
5. Membuat ruang inert untuk penyimpanan zat-zat eksplosif.
6. Mengisi ruang kosong dalam termometer untuk mengurangi penguapan raksa.

Nomor atom: 7
Massa atom: 14,0067 g/mol
Elektronegativitas menurut Pauling: 3,0
Densitas: 1.25*10-3 g/cm3 pada 20 C
Titik lebur: -210 C
Titik didih: -195,8 C
Radius Vanderwaals: 0,092 nm
Radius ionik: 0,171 nm (-3); 0,011 (+5); 0,016 (+3)
Isotop: 4
Energi ionisasi pertama: 1402 kJ/mol
Energi ionisasi kedua: 2856 kJ/mol
Energi ionisasi ketiga: 4578 kJ/mol
Ditemukan oleh: Rutherford pada tahun 1772
Sifat Kimia dan Fisika Nitrogen

Nitrogen merupakan gas tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan sebagian besar
merupakan gas diatomik.
Nitrogen memiliki lima elektron di kulit terluarnya, sehingga merupakan trivalen dalam sebagian
besar senyawanya.

Nitrogen menyumbang 78 persen atmosfer bumi dan merupakan konstituen dari semua jaringan
hidup.
Nitrogen merupakan elemen penting bagi kehidupan karena merupakan salah satu penyusun
DNA, dan dengan demikian merupakan bagian dari kode genetik.
Molekul nitrogen terjadi terutama di udara. Dalam air dan tanah, nitrogen ditemukan pada
senyawa nitrat dan nitrit.
Semua zat ini adalah bagian dari siklus nitrogen sehingga semua saling berhubungan.
Manusia telah mengubah keseimbangan nitrat dan nitrit alami terutama karena penggunaan
pupuk yang mengandung nitrat.
Nitrogen dihasilkan oleh berbagai industri sehingga meningkatkan kadar nitrat dan nitrit dalam
tanah dan air.
Penggunaan Nitrogen

Penggunaan komersial terbesar nitrogen adalah sebagai komponen dalam pembuatan amonia
yang kemudian digunakan sebagai pupuk dan untuk memproduksi asam nitrat.
Nitrogen cair (sering disebut sebagai LN2) digunakan sebagai refrigerant untuk pembekuan
produk makanan, untuk mengawetkan sel reproduksi (sperma dan sel telur), dan untuk
penyimpanan sampel biologis.
Garam asam nitrat mencakup beberapa senyawa penting, misalnya kalium nitrat, asam nitrat, dan
amonium nitrat.
Senyawa organik nitrasi, seperti nitro-gliserin dan trinitrotoluene, lazim digunakan sebagai bahan
peledak.
Efek Kesehatan Nitrogen

Nitrat dan nitrit diketahui menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Berikut adalah beberapa
efek yang paling umum:
Reaksi dengan hemoglobin dalam darah menyebabkan daya dukung oksigen darah menurun
(nitrit).
Penurunan fungsi kelenjar tiroid (nitrat).
Kekurangan vitamin A (nitrat).
Membentuk nitro amina, yang dikenal sebagai salah satu penyebab paling umum kanker (nitrat
dan nitrit).

Namun, dari sudut pandang metabolisme, oksida nitrat (NO) jauh lebih penting dibandingkan
nitrogen saja.
Pada tahun 1987, Salvador Moncada menemukan bahwa oksida nitrat membuat otot menjadi
rileks, merupakan bagian penting dalam sistem kardiovaskular, sistem kekebalan tubuh, sistem
saraf pusat, dan sistem saraf perifer.
Enzim yang memproduksi oksida nitrat, yang disebut sintesis oksida nitrat, berlimpah di otak.
Pada tahun 1991, sebuah tim yang dipimpin oleh K.E. Anderson dari Lund University Hospital,
Swedia, menunjukkan bahwa oksida nitrat juga bermanfaat bagi sistem reproduksi pria.
Dampak Lingkungan Nitrogen

Manusia telah secara radikal mengubah keseimbangan alami nitrat dan nitrit. Penyebab utama
penambahan nitrat dan nitrit adalah dari penggunaan pupuk berlebih.
Proses pembakaran juga dapat meningkatkan nitrat dan nitrit akibat emisi nitrogen oksida yang
dikonversi menjadi nitrat dan nitrit oleh lingkungan.
Penambahan senyawa nitrogen dalam lingkungan memiliki berbagai efek. Pertama, dapat
mengubah komposisi spesies karena kerentanan organisme tertentu terhadap senyawa nitrogen.
Kedua, terutama nitrit dapat menyebabkan berbagai efek kesehatan pada manusia dan hewan.
Makanan yang mengandung terlalu banyak senyawa nitrogen membuat kemampuan darah dalam
mengangkut oksigen menjadi menurun.
Serapan nitrogen tinggi juga bisa memicu masalah pada kelenjar tiroid dan menyebabkan
kekurangan vitamin A.
Dalam lambung dan usus hewan, nitrat akan membentuk nitroamina, suatu senyawa
karsinogenik berbahaya.[]

Nitrogen monoksida (bahasa Inggris: nitric oxide, endothelial-derived relaxing factor, nitrogen
monoxide, NO) adalah senyawa dengan rumus kimia berupa NO yang berfungsi sebagai molekul
sinyal intraselular pada mamalia termasuk manusia dengan modulasi berupa aliran darah,
trombosis dan aktivitas neural. Molekul NO sering juga diproduksi oleh polutan dari asap rokok,
kendaraan dan lain-lain, sehingga sering dianggap bersifat toksik dan sangat reaktif, namun
penggunaan gas NO konsentrasi rendah untuk perawatan hipertensi paru pada bayi yang baru
dilahirkan, mendapatkan persetujuan dari FDA.[2] Selain itu, NO dapat diproduksi oleh neuron
selama 80 tahun di dalam otak manusia tanpa menimbulkan efek keracunan, kadar NO yang
cukup diperlukan tubuh untuk memelihara hati dari kerusakan iskemik akibat sepsis,[3] namun
produksi NO saat terjadi iskemia otak akan merusak neuron yang sama.
Sitotoksisitas yang dipicu NO, ditimbulkan oleh peroksinitrita (ONOO), yang terbentuk dari
reaksi antara NO dengan senyawa radikal bebas berupa anion superoksida. Peroksinitrita
berinteraksi dengan lipid, DNA dan protein melalui mekanisme langsung berupa reaksi oksidatif
dan mekanisme tidak langsung dengan kofaktor berupa radikal bebas. Adanya senyawa
peroksinitrita merupakan indikasi berbagai kondisi pategenik seperti stroke, infarksi miokardial,
gagal jantung kronis, diabetes, kanker, sklerosis multipel, artritis, kelainan neurodegenerative,
circulatory shock, chronic inflammatory disease, dll; oleh karena senyawa superoksida dengan
cepat akan diredam oleh berbagai jenis enzim dismutase superoksida yang terdapat pada
mitokondria, sitoplasma dan periplasma, sedangkan NO dengan cepat akan terdifusi keluar ke
dalam periplasma dan memasuki sel darah merah untuk dikonversi menjadi asam nitrat melalui
reaksi dengan oksihemoglobin. Sehingga reaksi antara NO dan superoksida yang membentuk
peroksinitrita, sangat jarang terjadi.
Peroksinitrita akan menyebabkan apoptosis pada sel yang terpapar, seperti timosit, sel HL-60, sel
PC-12, fibroblas, sel SN-4741 yang merupakan neuron dopaminergik, sel neuroblastoma SHSY5Y, neuron primer, astrosit, oligodendrosit, sel endotelial, sel beta pada islet Langerhans,
neutrofil, kondrosit, kardiomiosit dan sel tubular pada saluran renal.

Nitrogen oksida sering disebut dengan NOx, karena oksida nitrogen mempunyai 2 macam
bentuk yang sifatnya berbeda, yaitu gas NO2 dan gas NO. Sifat gas NO2 adalah berwarna dan

berbau, sedangkan gas NO tidak berwarna dan tidak berbau. Warna gas NO 2 adalah merah
kecoklatan dan berbau tajam menyengat hidung.
Dari seluruh jumlah NOx yang dibebaskan ke atmosfer, jumlah yang terbanyak adalah

dalam bentuk NO yang diproduksi

oleh aktivitas

bakteri. Akan tetapi poluasi NO dari sumber alami ini tidak merupakan masalah karena tersebar
secara merata sehingga jumlahnya menjadi kecil. Yang menjadi masalah adalah polusi NO yang
diproduksi oleh kegiatan manusia karena jumlahnya akan meningkat hanya pada tempat-tempat
tertentu.
Konsentrasi NOx di udara di daeraah perkotaan biasanya 10-100 kali lebih tinggi daripada
di udara daerah pedesaan. Konsentrasi NOx di udara daerah perkotaan dapat mencapai 0,5 ppm
(500 ppb). Seperti halnya CO, emisi nitrogen oksida dipengaruhi oleh kepadatan penduduk
karena sumber utama NOx yang diproduksi manusia adalah dari pembakaran, dan kebanyakan

pembakaran disebabkan oleh kendaraan, produksi energi dan pembuangan sampah. Sebagian
besar emisi NOx yang dibuat manusia berasal dari pembakaran arang, minyak, gas alam dan
bensin.
Oksida yang lebih rendah yaitu NO terdapat di atmosfer dalam jumlah lebih besar
daripada NO2 . Pembentukan NO dan NO2 mencakup reaksi antara nitrogen dan oksigen di udara
sehingga membentuk NO, kemudian reaksi selanjutnya antara NO dengan lebih banyak oksigen
membentuk NO2. Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut :
N2 + O2 -> 2NO
2NO + O2 > 2NO2
Udara terdiri dari sekitar 80% volume nitrogen dan 20% volume oksigen. Pada suhu
kamar kedua gas ini hanya sedikit mempunyai kecenderungan untuk bereaksi satu sama lain.
Pada suhu yang lebih tinggi (di atas 1210 oC) keduanya dapat bereaksi membentuk nitric oksida
dalam jumlah tinggi sehingga mengakibatkan polusi udara. Dalam proses pembakaran, suhu
yang digunakan biasanya mencapai 1210-1765oC dengan adanya udara, oleh karena itu reaksi ini
merupakan sumber NO yang penting. Jadi reaksi pembentukan NO merupakan hasil samping
dalam proses pembakaran.
Pembentukan NO dirangsang hanya pada suhu tinggi, oleh karena itu NO di dalam
campuran ekuilibrium pada suhu tinggi akan terdisosiasi kembali menjadi N 2 dan O2 jika suhu
campuran tersebut diturunkan perlahan-lahan untuk memberikan waktu yang cukup bagi NO
untuk terdisosiasi. Akan tetapi jika campuran ekuilibrium tersebut didinginkan secara mendadak,

akan banyak NO yang masih terdapat pada campuran suhu rendah tersebut. Pendinginan cepat
tersebut sering terjadi pada proses pembakaran.
Reaksi pembentukan NO2 dari NO dan O2 terjadi dalam jumlah relatif kecil, meskipun
dengan adanya udara berlebih. Hal ini berbeda dengan reaksi pembentukan CO 2 dari CO dan O2,
dimana kelebihan udara akan mengakibatkan pembentukan CO2 secara cepat. Pembentukan NO2
yang lambat ini disebabkan kecepatan reaksi sangat dipengaruhi oleh suhu dan konsentrasi NO.
Reaksi pembentukan NO2 berlangsung lebih lambat pada suhu yang lebih tinggi. Pada suhu
1100oC jumlah NO2 yang terbentuk biasanya kurang dari 0,5% dari total NOx . kecepatan reaksi
pembentukan NO2 dipengaruhi oleh konsentrasi oksigen dan kuadrat dari konsentrasi NO. Hal ini
berarti jika konsentrasi NO bertambah menjadi dua kalinya maka kecepatan reaksi akan naik
menjadi empat kalinya, dan jika konsentrasi NO berkurang menjadi setengahnya. NO yang
dikeluarkan ke udara luar bersama-sama dengan gas buangan lainnya akan mengalami
pendinginann secara cepat dan terencerkan sebanyak 100 kalinya

Anda mungkin juga menyukai